PENDAHULUAN
Latar Belakang
Fokus Penelitian
Bagaimana amalan hafalan Alquran bagi tunanetra dengan menggunakan Alquran Braille? Apa kelebihan dan kekurangan menghafal Alquran bagi tunanetra dengan menggunakan Alquran Braille?
Tujuan Penelitian
Menjelaskan amalan menghafal Al-Qur'an bagi tunanetra dengan menggunakan huruf Braille Al-Qur'an. Jelaskan kelebihan dan kekurangan menghafal Alquran bagi tunanetra dengan menggunakan Alquran Braille.
Manfaat Penelitian
Sebagai mahasiswa IAIN Jember, Fakultas Ushuluddin Adab dan Ilmu Pengetahuan Manusia, Jurusan Al-Qur'an dan Ilmu Tafsir, diharapkan hal ini dapat dijadikan sebagai sarana pembelajaran untuk berpikir rasional, sistematis, kritis, jernih dan toleran. menambah pengetahuan yang anda miliki tentang penulisan karya ilmiah. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi bentuk sumbangsih pemikiran untuk menunjukkan eksistensi keilmuan seseorang, serta menjadi referensi bagi peneliti lain yang ingin mengembangkan ilmu pengetahuan tentang pendidikan Al-Qur’an bagi tunanetra. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi terkini kepada pembaca tentang pentingnya menghafal Al-Qur'an, kelebihan dan kekurangan bagi penyandang tunanetra dalam menghafal menggunakan Al-Qur'an Braille.
Definisi Istilah
Sistematika Penelitian
KAJIAN KEPUSTAKAAN
Penelitian Terdahulu
Namun masih terdapat perbedaan: pertama, materi yang disampaikan secara umum adalah pendidikan agama Islam, sedangkan pada penelitian ini adalah amalan menghafal Al-Qur'an dengan menggunakan Al-Qur'an. Namun masih terdapat perbedaan: pertama, materi yang disampaikan secara umum adalah pendidikan agama Islam dan permasalahan bagi tunanetra, sedangkan pada penelitian ini adalah praktik internal. 27 Deca Putra Utama, “Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Bagi Siswa Tuna Netra di MTs Yaketunis Yogyakarta”, (Skripsi, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 2011).
Kajian Teori
- Metode Menghafal Al-Qur’an
- Penyandang Tunanetra
- Al-Qur’an Braille
METODE PENELITIAN
Pendekatan dan Jenis Penelitian
- Pendekatan Penelitian
- Jenis Penelitian
Pendekatan penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Menurut Denzin dan Licoln (2009), kata kualitatif menyiratkan penekanan pada proses dan makna yang belum dipelajari atau diukur secara ketat baik dari segi kuantitas, kuantitas, intensitas atau frekuensi. Dalam pendekatan ini, peneliti menekankan pada karakter realitas yang dikonstruksi secara sosial, hubungan erat antara peneliti dan subjek yang diteliti.49. Deskriptif adalah penelitian yang digunakan untuk mendeskripsikan dan menjawab permasalahan suatu fenomena atau peristiwa yang sedang terjadi, baik yang berkaitan dengan fenomena dalam satu variabel maupun korelasi dan perbandingan variabel yang berbeda.
Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa penelitian deskriptif kualitatif merupakan jenis penelitian lapangan, yaitu penelitian yang berusaha melaporkan secara sistematis fakta-fakta aktual yang terjadi di lapangan dan menggambarkan apa yang sebenarnya mengenai suatu keadaan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh fakta atau peristiwa yang terjadi khususnya yang digunakan oleh penyandang tunanetra dalam proses menghafal Al-Qur'an yang menggunakan Al-Qur'an Braille. Dan data yang dikumpulkan dalam penelitian ini bukan berupa angka-angka, melainkan data yang bersumber dari naskah, wawancara, catatan lapangan, dokumen pribadi, memo dan dokumen resmi lainnya.
Dalam penelitian jenis ini, peneliti menggunakan studi kasus karena studi kasus merupakan studi mendalam mengenai peristiwa, lingkungan, dan situasi tertentu yang memungkinkan untuk mengungkapkan atau memahami sesuatu. Oleh karena itu, kecenderungan studi kasus spesifik adalah menghasilkan kesimpulan berdasarkan kekhususan yang mungkin diterapkan atau tidak pada situasi yang lebih umum. Dari uraian di atas, maka metode studi kasus merupakan suatu metode penelitian yang dilakukan secara intensif dan rinci terhadap suatu kasus, dapat berupa peristiwa, lingkungan, dan situasi tertentu yang memungkinkan untuk mengungkap sesuatu.
Dengan studi kasus ini, peneliti akan mendapatkan fakta aktual di lapangan dengan mengumpulkan informasi yang banyak dan komprehensif dari sumber informasi untuk mendapatkan gambaran yang detail.
Lokasi Penelitian
Subyek Penelitian
Dengan mewawancarai siswa, siswa dapat mengetahui proses menghafal Al-Quran, kelebihan dan kekurangan Al-Quran Braille bagi tunanetra penghafal Al-Quran.
Teknik Pengumpulan Data
Jika peneliti dalam observasi partisipan terlibat langsung dalam aktivitas orang yang diamati, maka dalam observasi non partisipan peneliti tidak hanya terlibat sebagai pengamat independen.52. Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data jika peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang perlu diteliti, dan juga jika peneliti ingin mengetahui hal-hal tentang responden secara lebih mendalam, wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur. dan dapat dilakukan secara tatap muka (face to face) atau dengan menggunakan telepon. Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data, jika peneliti atau pengumpul data mengetahui secara pasti informasi apa yang akan diperoleh dan digunakan.
52 Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif Kuantitatif dan Litbang, (Bandung: Panduan alfabeta mengenai permasalahan pokok yang akan diteliti. Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang disusun secara sistematik dan komprehensif untuk pengumpulan data. Dokumentasi bertujuan dalam memperoleh data langsung dari lokasi penelitian, antara lain buku-buku terkait, peraturan, laporan kegiatan, foto, dokumenter, data relevan.
Analisis Data
Penyajian data dapat berupa uraian singkat, grafik, hubungan antar kategori, percakapan mengalir, dan sejenisnya. Kesimpulan awal yang disampaikan masih bersifat sementara dan akan berubah kecuali ditemukan bukti pendukung yang kuat pada tahap pengumpulan data selanjutnya. Namun apabila kesimpulan yang disampaikan pada tahap awal didukung dengan bukti-bukti yang valid dan konsisten pada saat peneliti kembali ke lapangan untuk mengumpulkan data, maka kesimpulan yang disampaikan merupakan kesimpulan yang dapat diandalkan.
Temuan dapat berupa gambaran atau gambaran suatu objek yang sebelumnya kabur atau kabur namun menjadi jelas setelah diteliti, dapat berupa hubungan sebab akibat atau interaktif, hipotesis atau teori.55. Jadi analisis data yang digunakan peneliti disini menggunakan metode yang digunakan Miles dan Huberman yaitu dengan cara memberi.
Keabsahan Data
Tahap-tahap Penelitian
Hasil wawancara di atas menunjukkan bahwa kemauan yang kuat sangat menentukan keberhasilan seorang siswa dalam menghafal Al-Quran. Apa kelebihan dan kekurangan menghafal Al Quran bagi tunanetra dengan menggunakan Al Quran Braille? . A. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti, ukuran Al-Quran Braille tidak cocok untuk semua orang.
Kelebihan Al-Qur'an braille digital adalah jika ingin menghafalnya cukup memutar surah dan ayat yang diinginkan. 81. Maka dari hasil wawancara yang dilakukan peneliti terdapat terobosan terbaru bagi penyandang tunanetra yaitu Al-Quran Braille. Al-Quran Braille ditulis dari kiri ke kanan dan dibaca dari kiri ke kanan.
Bintoro Kabupaten Jember dengan Al-Qur'an Braille digitalnya lebih praktis karena desainnya yang simpel sehingga bisa dibawa kemana saja. Pendidik agama Islam hendaknya lebih meningkatkan kualitas pembelajaran hafalan Alquran di SLB-A Taman.
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
Gambaran Obyek Penelitian Data
Penyajian Data dan Analisis
Praktik menghafal Alquran bagi siswa tunanetra di SLB-A Taman Pendidikan dan Perawatan (TPA) Bintoro Kabupaten Jember pada dasarnya sama dengan pembelajaran Alquran bagi siswa pada umumnya. Menghafal binadzor yaitu membaca ayat-ayat Al-Qur'an secara cermat dan dilakukan secara berulang-ulang sangatlah penting. Dari hasil wawancara diatas, binadzor merupakan proses yang dilakukan siswa sebelum menghafal Al-Qur'an agar bacaannya baik dan benar.
Begitu pula dalam menghafal Al-Qur'an, seorang siswa harus mempunyai tekad dan kemauan yang kuat untuk menyelesaikan hafalan 30 juz. Untuk membantu siswa tunanetra, Al-Quran yang sering digunakan adalah Al-Quran braille yang diperuntukkan bagi siswa tunanetra. Bagi saya Al-Quran braille digital itu bagus, enak kalau mau mendengarkan ayat yang diinginkan, putar saja sendiri.
Dari hasil wawancara, keberadaan alfabet braille digital Al-Qur'an memudahkan penyandang tunanetra untuk mendengarkan Al-Qur'an kapanpun dan dimanapun. Karena selain bentuknya yang sederhana, juga memuat 30 ayat Al-Qur'an dalam huruf braille digital Al-Qur'an. Saat saya menghafal, saya menggunakan abjad Al-Qur'an manual karena lebih baik menghafalnya dibandingkan yang digital. 85.
Hasil wawancara menunjukkan bahwa simbol-simbol yang berkaitan dengan Al-Qur'an Braille juga mempengaruhi proses menghafal Al-Qur'an.
Pembahasan Temuan
Jadi menurut keterangan tersebut, seorang pelajar Al-Qur'an dianjurkan menggunakan satu mushaf yang digunakan dalam hafalan dan satu mushaf yang digunakan oleh siswa tunanetra di taman pendidikan dan penitipan SLB-A. Kecuali temuan yang dikemukakan di lapangan, teori yang digunakan sama dengan yang ada dalam Al-Qur'an, yaitu metode talaqqi. Anda juga bisa melihat kebahagiaan terpancar di wajah mereka dengan apa yang diberikan pemerintah kepada tunanetra berupa Al-Qur'an Braille manual dan digital.
Hal ini yang dilakukan siswa tunanetra di Taman Pendidikan dan Perawatan (TPA) SLB-A Bintoro Kabupaten Jember, mereka selalu setia dengan salinan Al-Qur'an Braille. Seperti yang Anda ketahui, banyak sekali Al-Quran yang beredar di pasaran dalam berbagai bentuk tulisan, ukuran dan cetakan. Peneliti menemukan bahwa Al-Qur'an manual Braille lebih baik pada proses hafalan awal dibandingkan Al-Qur'an manual Braille, sedangkan Al-Qur'an.
Bintoro Kabupaten Jember, siswa tunanetra seringkali lupa mengingat simbol-simbol yang berkaitan dengan Al-Quran Braille, baik itu simbol huruf, tajwid maupun madnya. Tak jarang para santri yang terbiasa membaca Al-Quran braille diberikan les khusus seminggu sekali untuk meningkatkan kemampuan membaca, menulis, mengaji dan kegilaannya. Pendidikan dan (TPA) Bintoro Kabupaten Jember dan lebih peduli terhadap siswa tunanetra yang ingin menghafal Al Quran serta selalu memberikan dukungan dan motivasi yang terbaik.
Nelly Umama, 2015 “Pembelajaran Al Quran Bagi Siswa Tuna Netra di Skripsi SMPLB Negeri Semarang Tahun Pelajaran, UIN Walisongo, Semarang.
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa menghafal Al-Qur’an tidak hanya dapat dilakukan oleh orang yang dapat melihat tetapi juga dapat dilakukan oleh orang yang buta, dalam hal ini peran guru juga sangat diperlukan untuk memperlancar proses menghafal hingga mensukseskan Alquran bagi penyandang disabilitas netra. Amalan menghafal Al-Qur'an sama dengan orang awas pada umumnya, perbedaannya terletak pada Al-Qur'an yang digunakan yaitu penyandang tunanetra menggunakan huruf braille. Al-Qur'an dibaca dari kiri ke kanan, kelebihan dari huruf braille Al-Quran inilah yang memudahkan penyandang tunanetra dalam memahami ayat suci Al-Quran, sedangkan kekurangannya adalah terlalu sulit untuk dibawa kemana-mana karena ukuran Al-Quran yang relatif besar dan berat.
Saran-saran
- Ruang bangunan SLB-A dan asuhan (TPA) Bintoro
- Data siswa SLB-A dan asuhan (TPA) Bintoro
- Data guru SLB-A dan asuhan (TPA) Bintoro
- Struktur organisasi SLB-A dan asuhan (TPA) Bintoro
Kepala sekolah hendaknya selalu memperhatikan siswa tunanetra penghafal Al-Qur'an dan menyediakan sarana dan prasarana yang diperlukan oleh tunanetra untuk menjamin kelancaran hafalan Al-Qur'an, serta menambah tenaga khusus agar para penghafal Al-Qur'an lebih terampil dalam bidangnya. bidang.