• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGGUNAAN METODE INQUIRY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS X. 3 MAN 2 BREBES

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENGGUNAAN METODE INQUIRY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS X. 3 MAN 2 BREBES"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

Palangka Raya

PENGGUNAAN METODE INQUIRY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS X. 3

MAN 2 BREBES

M. Slamet Muharram IAIN Palangka Raya [email protected]

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan penerapan metode pembelajaran inquiry learning dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam materi strategi dakwah Rasulullah SAW periode Mekah dan Madinah kelas X. 3 MAN 2 Brebes.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research).

Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas X.3 MAN 2 Brebes dengan jumlah 36 peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: 1) Tes hasil belajar, 2) lembar observasi didik, 3) wawancara peserta didik, dan 4) catatan lapangan. Teknik analisis data terdiri dari analisis hasi belajar peserta didik dan keterampilan proses sains peserta didik.

Hasil penelitian dapat penerapan metode pembelajaran inquiry learning dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam materi strategi dakwah Rasulullah SAW periode Mekah dan Madinah kelas X. 3 MAN 2 Brebes.

Terjadinya peningkatan hasil belajar dengan hasil rata-rata peserta didik mencapai 71%

pada siklus 1 sedangkan padap siklus 2 terjadi peningkatan secara signifikan yaitu mencapai 89% dengan indeks gain mencapai 0,89 menunjukkan adanya peningkatan mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam materi strategi dakwah Rasulullah SAW periode Mekah dan Madinah kelas X. 3 MAN 2 Brebes.

Kata kunci: Hasil Belajar, Metode Inquiri Learning, MAN 2 Brebes

Pendahuluan

Pendidikan merupakan usaha sadar untuk menyiapkan masa depan peserta didik. Jadi, Pendidikan adalah bimbingan yang diberikan kepada seseorang untuk mencapai tujuan ilmu pengetahuan tujuan tertentu yaitu menambah ilmu pengetahuan, membentuk karakter diri, dan mengarahkan seseorang untuk menjadi pribadi yang lebih baik dalam kegiatan belajar

Kehidupan Pendidikan pasca covid menjadi PR besar bagi para pendidik dalam menerapkan berbagai metode pembelajaran, sebab pada masa covid peserta didik

(2)

Palangka Raya

mengikuti pembelajaran dengan metode daring sehingga pembelajaran berpusat pada guru/teacher centre. Pembelajaran sangat mengandalkan gawai atau gadjet/HP. Hal ini berimbas pada peserta didik yang sangat lekat dengan dunia maya. Jika orang tua atau guru tidak mampu mengontrolnya, maka kebanyakan dari mereka lebih memilih HP untuk sarana bermain game atau tik tok yang sifatnya sebagai hiburan semata, bukan untuk belajar atau mencari pengetahuan yang bernuansa ilmiah.

Guru berperan sebagai pelaksana langsung dari tujuan pembelajaran perlu meningkatkan kualitas proses pembelajaran dengan memperhatikan bagaimana mereka menyampaikan ilmunya kepada siswanya. Untuk mencapai tujuan tersebut, setiap guru harus benar-benar memahami strategi pembelajaran yang akan dilaksanakan. Dalam pengertian ini, seorang guru harus memikirkan strategi atau pendekatan yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar yang efektif dan efisien. Pemilihan strategi pembelajaran yang tepat, khususnya situasi dan kondisi yang dihadapi, mempengaruhi minat belajar siswa dan pada akhirnya dapat mempengaruhi kelancaran atau prestasi belajar siswa.

Oleh sebab itu, dibutuhkan keterampilan, inovasi, dan kreativitas seorang pendidik khususnya dalam menyampaikan pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam melalui berbagai metode pembelajaran yang tentunya menyenangkan dan berpusat pada murid/student centre. Pada penelitian tindakan kelas ini, penulis menggunakan metode inquiry learninguntuk membantu peserta didik kelas X.3 MAN 2 Brebes dalam meningkatkan hasil belajarnya terutama pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam materi strategi dakwah Rasulullah SAW periode Mekah dan Madinah.

Pembelajaran inkuiri adalah “rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan” (Wina Sanjaya, 2008). Inquiry learning adalah kegiatan pembelajaran yang memfasilitasi peserta didik untuk mengajukan pertanyaan, melakukan penyelidikan atau pencarian, eksperimen atau penelitian secara mandiri untuk mendapatkan pengetahuan yang mereka butuhkan. Dalam model ini, peserta didik diarahkan agar dapat mencari tahu sendiri materi yang disajikan dalam pembelajaran dengan cara mengajukan pertanyaan dan investigasi mandiri. Pengertian di atas senada dengan pendapat Priansa & Donni yang mengungkapkan bahwa Inquiry learning adalah model pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk mengajukan pertanyaan dan menarik simpulan dari prinsip-prinsip umum berdasarkan pengalaman dan kegiatan praktis. Artinya, pembelajaran ini menuntut peserta didik untuk mencari dan menemukan sendiri pengetahuan yang mereka butuhkan, lewat pertanyaan, meminta keterangan, atau penyelidikan.

Inquiry learning melibatkan unsur search surprise, dan sifat ini menjadikannya bersifat sangat memotivasi peserta didik. Tidak ada kumpulan pengetahuan dan kecakapan yang harus dipelajari oleh semua. Proses pembelajaran dipandang sebagai hasil yang penting seperti produknya, misalnya apa yang dipelajari. Sedangkan guru dalam model Inquiry berperan sebagai fasilitator yang memberikan tantangan kepada

(3)

Palangka Raya

peserta didik dengan membantu mereka mengidentifikasi pertanyaan dan masalah, serta membimbing inquiry yang dilakukan. Dengan demikian, pendekatan inqury memandang peserta didik sebagai pemikir yang aktif mencari, memeriksa, memproses data dari lingkunganya menuju beragam tujuan yang paling cocok dengan karakteristik-karakteristik mentalnya.

Beberapa ciri dari model pembelajaran inquiry yaitu, pertama, strategi inkuiri menekankan kepada aktivitas peserta didik secara maksimal untuk mencari dan menemukan, artinya strategi inquiry menempatkan peserta didik sebagai subjek belajar. Dalam proses pembelajaran peserta didik tidak hanya berperan sebagai penerima pelajaran melalui penjelasan guru secara verbal, tetapi mereka berperan untuk menemukan sendiri inti dari materi pelajaran itu sendiri. Kedua, seluruh aktivitas yang dilakukan peserta didik diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri (sel elief). Dengan demikian strategi ini menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar, akan tetapi sebagai fasilitator dan motivator belajar peserta didik. Ketiga, tujuan dalam pembelajaran inkuiri adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis, dan kritis, atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental, (Wina Sanjaya, 2008).

Model pembelajaraninkuiri dapat disimpulkan memiliki beberapa ciri-ciri yaitu peserta didik berperan untuk menemukan sendiri inti dari materi pelajaran itu sendiri, guru sebagai fasilitator dan motivator belajar peserta didik dan bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis, dan kritis serta mengembangkan intelektualnya

Semantara itu, Tahapan Pembelajaran Inkuiri terbagi menjadi menjadi beberapa tahapan, diantaranya:

1. Tahap Orientasi. Tahap dimana untuk membina suasana atau iklim pembelajaran yang responsif. dengan cara menjelaskan topik, tujuan dan hasil belajar yang diharapkan, menjelaskan langkah yang harus dilalui siswa dan menjelaskan pentingnya mempelajari topik materi.

2. Tahap Merumuskan Masalah. Membawa siswa kepada persoalan yang mengandung tekateki. Masalah dirumuskan oleh siswa, jawaban sudah pasti ada, serta konsepnya sudah diketahu siswa sebelumnya.

3. Tahap Merumuskan Hipotesis. Jawaban sementara atas masalah yang sedang dikaji.

4. Tahap Mengumpulkan Data. Menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis.

5. Tahap Menguji Hipotesis. Yaitu proses menentukan jawaban sesuai data yang diperoleh.

6. Tahap Merumuskan Masalah. Mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasar pada hasil pengujian hipotesis.

Metodologi Penelitian

(4)

Palangka Raya

Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Paizaluddin dan Ermalinda (2014: 6) mendefinisikan PTK diorientasikan sebagai penelitian yang berorientasi pada penerapan tindakan dengan tujuan peningkatan mutu atau pemecahan masalah pada kelompok atau subyek yang diteliti dan mengamati tingkat keberhasilan atau akibat tindakannya, untuk kemudian diberikan tindakan lanjutan yang bersifat penyempurnaan tindakan lanjutan yang bersifat penyempurnaan tindakan atau penyesuaian dengan kondisi dan situasi sehingga diperoleh hasil yang lebih baik.

Penelitian ini menggunakan model penelitian dari Kemmis dan Taggart (diadaptasi dari Suharsimi Arikunto, 2010: 17), yaitu berbentuk spiral dari siklus satu ke siklus berikutnya.

Gambar 1. Model Penelitian Tindakan Kelas Menurut Kemmis & McTaggart (diadaptasi dari Suharsimi Arikunto, 2010: 17)

1. Perencanaan (Planning)

Sebelum melakukan penelitian, terlebih dahulu dirumuskan masalah dan tujuan yang akan dicapai kemudian membuat rencana tindakan yang termasuk di dalamnya instrumen penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) b. Lembar kerja peserta didik (LKPD)

c. Tes hasil belajar peserta didik.

d. Lembar obsevasi peserta didik.

e. Catatan lapangan 2. Tindakan (Action)

Tahap tindakan ini merupakan implementasi atau penerapan isi rancangan yang berupa tindakan di kelas. Pada tahap ini peneliti dan guru melaksanakan tindakan di kelas pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam materi strategi dakwah Rasulullah SAW periode Mekah dan Madinah dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik menggunakan metodeinquiry learning.

3. Pengamatan (Observing)

(5)

Palangka Raya

Observasi adalah kegiatan pengamatan terhadap pelaksanaan tindakan penelitian yang dilakukan. Proses pengamatan dilakukan bersamaan dengan waktu tindakan berlangsung. Pengamatan ini bertujuan memperoleh data yang akurat untuk perbaikan siklus berikutnya. Pada tahap ini peneliti mengamati hasil belajar peserta didik pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Materi materi strategi dakwah Rasulullah SAW periode Mekah dan Madinah dalam meningkatkan menggunakan metodeinquiry learning.

4. Refleksi (Reflecting)

Refleksi yaitu menyajikan hasil pencapaian yang diperoleh dari tindakan yang telah dilakukan. Tahap ini dilakukan untuk memikirkan kembali tindakan-tindakan yang telah dilakukan, tentang keberhasilan dan kekurangan, serta hambatan-hambatan yang dihadapi saat melakukan tindakan. Hasil refleksi digunakan sebagai tindak lanjut dalam perencanaan tindakan siklus berikutnya.

Model penelitian ini merupakan bentuk kajian yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan melalui tindakan agar dapat memperbaiki proses pembelajaran. Penelitian tindakan merupakan strategi pemecahan masalah dengan tindakan nyata, kemudian merefleksikan hasil dari tindakan. Hasil dari tindakan tersebut selanjutnya dijadikan pertimbangan dalam untuk merevisi tindakan berikutnya.

Apabila di dalam pelaksanaan siklus I masih kurang maka dilanjutkan ke siklus II. Siklus II dilaksanakan berdasarkan hasil refleksi siklus I. Pada siklus II ini, tindakan yang dilakukan bertujuan untuk memperbaiki kekurangan pada siklus I. Kegiatan pada siklus II juga melalui tahapan yang sama seperti siklus I meliputi perencanaan tindakan (planning), pelaksanaan tindakan (acting), pengamatan (observation), refleksi (reflecting). Jika pada akhir siklus II tidak terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik maka dilaksanakan siklus selanjutnya yang tahapannya sama seperti siklus I dan II.

Siklus berhenti ketika sudah terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam materi strategi dakwah Rasulullah SAW periode Mekah dan Madinah dalam meningkatkan menggunakan metodeinquiry learning.

Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah tes hasil belajar peserta didik, lembar observasi peserta didik, hasil wawancara dan catatan lapangan.

Sedangkan Analisis data ini dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan pada setiap akhir siklus. Hasil penelitian yang berasal dari hasil obsevasi akan ditampilkan dalam bentuk tabel tiap siklus. Setelah diuraikan secara deskriptif, kemudian dari data tersebut akan dibuat perbandingan tiap siklusnya dengan menggunakan tabel rekapitulasi. Tujuan tercapai jika ditandai dengan makin besarnya pencapaian rata-rata hasil belajar pada aspek ranah kognitif yaitu penguasaan materi strategi dakwah Rasulullah SAW periode Mekah dan Madinah yang harus dimiliki oleh peserta didik pada mata pelajaran SKI. Adapun analisis data yang diteliti adalah sebagai berikut:

1. Data peningkatan hasil belajarpre-testdanpost-test

a. Analisis data untuk pre-test dan post-test untuk menghitung rata- rata hasil

(6)

Palangka Raya

belajar dan keterampilan proses sains peserta didik menggunakan program Microsoft excel.

b. Analisis data untuk pre-test dan post-test menggunakan gain-test yaitu dengan menghitung nilai gain (g). Nilaigain yang dihasilkan dari data hasil penelitian pre-test dan post-test digunakan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep yang dialami peserta didik setelah menggunakan LKPD. Gain score dicari untuk memperoleh hubungan antara nilai pre-test dan post-test (Hake, 2012).

Tabel 1.

KriteriaGain Score

Indeks Gain Interpretasi

g ≥ 0,70 Tinggi

0,70 >g ≥ 0,30 Sedang

g<0,30 Rendah

2. Analisis peningkatan hasil belajar peserta didik

Data peserta didik dianalisis dengan menghitung jumlah skor yang memenuhi aspek hasil belajar pada setiap peserta didik. Data tersebut kemudian dirata-rata dan dibuat perbandingan antara siklus 1 dan siklus 2.

Hasil Dan Pembahasan Siklus I

Siklus I ini dilakukan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik menggunakan metode pembelajaran inkuiri. Siklus I ini meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Adapun uraian penelitian pada siklus I dalam penelitian ini sebagai berikut.

a. Perencanaan Tindakan Kelas

Perencanaan tindakan pada siklus I ini, diawali peneliti mengidentifikasi permasalahan yang muncul. Berbagai masalah yang muncul tersebut dapat diidentifikasi melalui hasil pengamatan pada pratindakan yang dilakukan sebelumnya. Subjek penelitian ini ditunjukan bagi peserta didik kelas X.3 MAN 2 Brebes yang berjumlah 36 orang.

peneliti membatasi permasalahan yang dianggap penting beserta memecahkan permasalahan yang muncul. Oleh karena itu, peneliti memfokuskan penyelesaian masalah terkait dengan pembelajaran mapel Sejarah Kebudayaan Islam materi strategi dakwah Rasulullah periode Mekah dan Madinah tersebut meliputi:

1) Kemampuan dalam tahapan metode inquiri peserta didik belum optimal, 2) pembelajaran yang dilakukan guru dirasa masih konvensional, dan

(7)

Palangka Raya

3) peserta didik kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran.

Berdasarkan masalah tersebut, maka peneliti menyusun pemecahan masalah terhadap pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam materi strategi dakwah Rasulullah periode Mekah dan Madinah. Kemudian peneliti menentukan pemecahan permasalahan tersebut, yaitu kembali menggunakan metode pembelajaran inkuiri sebagai metode pembelajaran yang variatif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik mapel Sejarah Kebudayaan Islam materi strategi dakwah Rasulullah periode Mekah dan Madinah. Hal ini didasarkan pada hasil observasi kegiatan pra siklus pertemuan II. Hasil observasi pada kegiatan pratindakan pertemuan II.

Selanjutnya melalui metode inkuiri guru dapat dengan mudah memberi contoh dalam pembelajaran mapel Sejarah Kebudayaan Islam materi strategi dakwah Rasulullah periode Mekah dan Madinah pada pertemuan I dan II di siklus I. Cara kerja metode pembelajran inkuiri sesuai dengan RPP dan Silabus yang sudah di buat. Peneliti juga mengutarakan bahwa rencana tindakan pada siklus 1 sebanyak 2 kali pertemuan, pertemuan pertama sampai pertemuan kedua adalah pelaksanaan tindakan disertai evaluasi siklus I. Materi yang diajarkan selama pertemuan pertama hingga pertemuan kedua pada siklus I.

Peneliti kemudian menetapkan indikator keberhasilan tindakan. Indikator keberhasilan ini dinilai tercapai apabila:

1) Skor rata-rata hasil belajar peserta didik untuk masing-masing tahapan mencapai ≥78 dan skor rata-rata peserta didik seluruh indikator mencapai ≥ 3,00.

2) Terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik seluruh indikator dari siklus pertama dan siklus kedua.

3) Minimal 75% peserta didik dari satu kelas mendapat hasil evaluasi siklus mencapai KKM mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam materi strategi dakwah Rasulullah periode Mekah dan Madinah yaitu sebesar 78.

b. Pelaksanaan Tindakan Siklus I

Pada tahap pelaksanaan ini, mulai dilakukan kegiatan pembelajaran yang menggunakan metode inkuiri. Di sini guru akan melaksanakan pembelajaran sesuai dengan yang sudah direncanakan. Pelaksanaan tindakan pada siklus I dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan.

1) Pertemuan I

a) Kegiatan Awal (Tahap Orientasi)

Pada kegiatan ini peneliti berkenalan dengan peserta didik kelas X. 3 MAN 2 Brebes dengan tujuan peserta didik memahami kehadiran peneliti dikelas mereka, setelah itu sebagai langkah awal peneliti dalam pembelajaran mapel Sejarah Kebudayaan Islam materi strategi dakwah Rasulullah periode Mekah dan Madinah melalui metodeinquiripada siklus I yaitu: Guru mengondisikan agar peserta didik siap melaksanakan proses pembelajran serta merangsang dan mengajak peserta didik untuk berpikir

(8)

Palangka Raya

memecahkan masalah. yaitu: (a) menjelaskan topik, tujuan dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik; (b) menjelaskan pokok-pokok kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik untuk mencapai tujuan. Pada langkah ini dijelaskan langkah-langkah Inquiri serta tujuan setiap langkah, mulai dari langkah merumuskan masalah hingga merumuskan kesimpulan; dan (c) menjelaskan pentingnya topik dan kegiatan belajar.

Hasil observasi pertemuan pertama pada tahap orientasi ini menunjukkan bahwa peserta didik terlihat aktif melakukan pengamatan awal pada saat guru melakukan aprsiasi. Peserta didik juga mendengarkan penjelasan guru mengenai tujuan dan rencana kegiatan pembelajaran.

Namun seluruh peserta didik tidak ada yang mengajukan pertanyaan mengenai materi yang dipelajari. Selain itu dalam kegiatan diskusi kelas hanya beberapa peserta didik yang menyampaikan pendapatnya mengenai materi yang dipelajari.

b) Kegiatan Inti

Kegiatan inti ini yang dilakukan oleh peneliti pada siklus pertama sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam materi strategi dakwah Rasulullah periode Mekah dan Madinah melalui metode inquiri dikelas X. 3 MAN 2 Brebes.

1) Guru mempresentasikan materi mengenai Substansi dan strategi dakwah Rasulullah periode Mekah dan Madinah secara kronologis

2) Peserta didik berdiskusi kelompok untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi Substansi dan strategi dakwah Rasulullah periode Mekah dan Madinah

3) Diskusi kelompok untuk membagikan temuan dan menyusun analisis mengenai substansi dan strategi dakwah Rasulullah periode Mekah dan Madinah

4) Presentasi kelompok oleh beberapa peserta didik untuk menyampaikan hasil analisis dan temuan Kelompoknya

Rincian kegiatan inti selama proses pembelajaran dibagi beberapa tahap sesui sengan metode inkuiri, diantaranya:

1) Tahap Merumuskan Masalah

Guru menyampaikan rumusan masalah mengenai strategi dakwah Rasulullah periode Mekah dan Madinah dalam kehidupan moderen yang kemudian akan dipecahkan oleh peserta didik mengenai strategi dakwah Rasulullah periode Mekah dan Madinah, merupakan langkah membawa peserta didik pada suatu persoalan yang mengandung teka-teki.

Persoalan yang disajikan ialah persoalan yang menantang peserta didik untuk berpikir memecahkan teka-teki itu.

(9)

Palangka Raya

Beberapa hal yang harus dilakukan dalam merumuskan masalah, diantaranya: (a) masalah dirumuskan sendiri oleh peserta didik. Peserta didik akan memiliki motivasi yang tinggi manakala dilibatkan dalam merumuskan masalah yang hendak dikaji. Dengan demikian, guru sebaiknya tidak merumuskan sendiri masalah pembelajaran, guru hanya memberikan topik yang akan dipelajari, sedangkan bagaimana rumusan masalah yang sesuai dengan topik yang telah ditentukan sebaiknya diserahkan kepada peserta didik; (b) masalah yang dikaji ialah masalah yang mengandung teka-teki yang jawabannya pasti. Artinya, guru perlu mendorong agar peserta didik mampu merumuskan masalah yang menurut guru jawaban sebenarnya sudah ada, tinggal peserta didik mencari dan mendapatkan jawabannya secara pasti; dan (c) konsep dalam masalah adalah konsep yang sudah diketahui terlebih dahulu oleh peserta didik.

2) Merumuskan hipotesis

Guru mengajukan berbagai pertanyaan mengenai materi strategi dakwah Rasulullah periode Mekah dan Madinah kepada setiap peserta didik untuk menguji kemampuan peserta didik dan mendorong peserta didik untuk merumuskan jawaban sementara atau dapat merumuskan berbagai perkiraan kemungkinan jawaban dari suatu permasalahan yang dikaji.

3) Mengumpulkan Data

Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok berdasarkan presensi masing- masing kelompok terdiri dari 6 orang peserta didik. Peserta didik berpartisipasi dalam memanfaatkan media pembelajaran. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengumpulkan data dan informasi strategi dakwah Rasulullah periode Mekah dan Madinah dari berbagai sumber belajar. Kegiatan ini merupakan aktivitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk mengkaji hipotesis yang diajukan.

4) Menguji Hipotesis

Guru meminta kepada peserta didik untuk memaparkan atau mengeluarkan pendapatanya mengenai pembelajaran strategi dakwah Rasulullah periode Mekah dan Madinah. Menguji hipotesis adalah proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. menguji hipotesis juga berarti mengembangkan kemampuan berpikir rasional.

5) Merumuskan Kesimpulan

Peserta didik merumuskan kesimpulan berdasarkan hasil yang diperoleh. Hasil observasi pada tahap merumuskan hipotesis sederhana bahwa masih ada beberapa peserta didik yang kurang aktif dalam menyampaikan pendapatnya.

(10)

Palangka Raya

6) Kegiatan Penutup

Kegiatan akhir yaitu guru dan peserta didik melakukan refleksi, memotivasi peserta didik dalam belajar dan memberikan pekerjaan rumah. Peserta didik juga memberikan kesimpulan mengenai strategi dakwah Rasulullah periode Mekah dan Madinah.

2) Pertemuan II

Pada kegiatan inti peserta didik melanjutkan diskusi yang belum selesai pada pertemuan pertama dan peserta didik menyimpulkan hasil kerja kelompok dan hasil kajian literatur. Setelah itu lembar kerja peserta didik dikumpulkan dan dinilai. Selanjutnya guru membagikan soal pos est kepada peserta didik untuk dikerjakan sebagai hasil belajar keterampilan proses sains peserta didik selama mengikuti proses pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Waktu yang diberikan kepada peserta didik dalam mengerjakan soal latihan adalah 30 menit.

Setelah mengerjakan soal post test peserta didik mengumpulkan jawabannya yang ada pada soal pos est tersebut. Kemudian dievaluasi bersama-sama untuk mengetaui hasil belajar peserta didik. Selama evaluasi suasana kelas sangat tenang, terlihat tidak ada peserta didik yang bertanya pada teman sebangkunya. Secara keseluruhan evaluasi hasil belajar pada siklus 1 berjalan dengan lancar. Pada kegiatan inti, peserta didik mengerjaan soal post test tidak berlangsung tertib sehingga hasil belajar peserta didik kurang maksimal.

c. Pengamatan atau Observasi Siklus I

Pengamatan atau observasi dilakukan ketika proses pembelajaran untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik. Pengamatan atau observasi dilakukan dari awal kegiatan pembelajaran sampai akhir pembelajaran. Pada tahap pengamatan atau observasi ini peneliti memfoto proses pembelajaran selama siklus I berlangsung.

Hasil observasi yang dilakukan peneliti selama siklus I diketahui jika terdapat beberapa aspek metode inkuiri yang tidak terlaksana, diantaranya:

1) Guru memberikan memotivasi dan memfasilitasi peserta didik mengumpulkan informasi yang sesuai untuk mendapatkan pemecahan masalah tetapai ada sisiwa yang kurang memeperhatikan.

2) Guru jarang memberikan apresiasi kepada kelompok yang mempresentasikan pekerjaannya, dan guru tidak memberikan tugas yang harus dikerjakan di rumah.

3) Siswa tidak memperhatikan pesan untuk pertemuan yang akan datang.

Hasil pengamatan tersebut dapat diartikan jika guru melakukan pembelajaran sesuai dengan silabus dan RPP dalam penelitian meskipun masih terdapat beberapa tindakan yang terlewat dan belum sesuai dengan yang direncanakan dan hasilnya belum maksimal. Hal ini dikarenakan pada tahap ini guru baru menerapkan metode pembelajaran inkuiri sehingga masih beradaptasi dengan metode yang digunakan.

(11)

Palangka Raya

Pada siklus 1 diadakan pretest dan pos est untuk mengetahui pencapaian kemampuan kognitif peserta didik terhadap materi Sejarah Kebudayaan Islam materi strategi dakwah Rasulullah periode Mekah dan Madinah yang diberikan.

Pada siklus 1 ini ada 3 orang peserta didik yang tidak masuk sekolah, maka data 3 peserta didik tersebut tidak dimasukkan dalam pengolahan data. Setelah diolah rata-rata hasil belajar peserta didik mencapai 83 ada beberapa siswa yang belum memenuhi KKM. Nilai ini belum mencapai standar KKM mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam yaitu 78.

Pada lembar observasi keaktifan peserta didik dalam memahami materi strategi dakwah Rasulullah periode Mekah dan Madinah dengan menggunakan metode inkuiri pada siklus 1 maka dimasukkan kedalam tabel dan juga diagram yang tampil dibawah ini, sebagai berikut:

Tabel 2.

Hasil Observasi Kinerja Siswa dalam Proses Pembelajaran Siklus I No Aspek yang diamati Analisis Hasil dicapai Keterangan

1 2 3 4 5

1 Mengajukan pertanyaan ✔

2 Menjawab pertanyaan ✔

3 Menyampaikan pendapat ✔

4 Memperhatikan secara

aktif ✔

5 Bekerja dan belajar secara

aktif ✔

Jumlah 12

12 ; 25 x 100% = 48 %

Dari hasil tebel diatas, dapat disimpulkan bahwa perhatian siswa dalam kegiatan belajar mengajar (KBM), keberanian siswa dalam mengajukan, menjawab pertanyaan, menyampaiakn pendapat, memperhatikan materi pembelajaran, bekerja dan belajar secara aktif dinilai observer adalah Cukup (C). Hal tersebut sangat berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik dalam penerapan motode inkuiri pada pembelajaran SKI materi strategi dakwah Rasulullah periode Mekah dan Madinah.

Siklus II

Pertemuan siklus II mencoba memaksimalkan penerapan metodeInquiri Learning pada pembelajaran SKI materi strategi dakwah Rasulullah periode Mekah dan Madinah untuk lebih meningkatkan hasil belajar siswa.

a. Kegiatan Awal (Tahap Orientasi) 1) Guru memngucapkan salam

2) Guru mengajak semua peserta didik untuk berdoa untuk berdoa yang dipimpin langsung oleh ketua kelasnya.

3) Guru mengkondisikan kelas dengan mengkomunikasikan tenang kehadiran

(12)

Palangka Raya

peserta didik serta kebersihan kelas.

4) Guru melakukan apersepsi mengenai materi yang telah diajarkan pada pertemuan sebelumnya.

5) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari dan kompetensi yang akan dicapai.

6) Guru memotivasi peserta didik jika pelajaran ini dikuasai, maka peserta didik dapat memahami tentang mapel Sejarah Kebudayaan Islam materi strategi dakwah Rasulullah periode Mekah dan Madinah melalui metode inquiri dikelas X. 3 MAN 2 Brebes

7) Guru mengajak peserta didik untuk menentukan metode dan membagi kelompok

b. Kegiatan Inti

Kegiatan inti ini yang dilakukan oleh peneliti pada siklus pertama pertemuan kedua sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam materi strategi dakwah Rasulullah periode Mekah dan Madinah melalui metodeinquiridikelas X. 3 MAN 2 Brebes.

c. Merumuskan Masalah

Pada pertemuan kedua peserta didik disuruh untuk membaca tentang tentang materi strategi dakwah Rasulullah periode Mekah dan Madinah dalam kehidupan guru membimbing untuk membaca rumusan masalah yang terdapat pada buku pedoman.

d. Merumuskan Hipotesis

Guru menyuruh peserta didik untuk mengajukan rumusan hipotesis sederhana mengenai rumusan masalah yang diajukan pada peserta didik. Guru selanjutnya membimbing peserta didik untuk melakukan uji hipotesis pengendalian diri. Setelah itu peserta didik menyimpulkan hasil diskusi yang telah dilakukan tentang materi strategi dakwah Rasulullah periode Mekah dan Madinah.

e. Mengumpulkan Data

Seluruh peserta didik aktif dalam melakukan diskusi, seluruh peserta didik mencatat hasil diskusi mereka tentang materi strategi dakwah Rasulullah periode Mekah dan Madinah.

f. Melakukan Uji Hipotesis

Peserta didik melakukan uji hipotesis dengan menjawab pertanyaan mengenai mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam materi strategi dakwah Rasulullah periode Mekah dan Madinah yang diberikan berdasarkan kelompok yang telah ditentukan

g. Merumuskan Kesimpulan

Peserta didik merumuskan kesimpulan berdasarkan hasil yang diperoleh.

Pada tahap merumuskan kesimpulan semua peserta didik sudah bersedia menyampaikan kesimpulanya materi strategi dakwah Rasulullah periode Mekah dan Madinah.

h. Kegiatan Akhir

(13)

Palangka Raya

Kegiatan akhir guru melakukan refleksi pembelajaran dengan melibatkan peserta didik. Peserta didik dengan bimbingan guru menyimpulkan mengenai materi mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam materi strategi dakwah Rasulullah periode Mekah dan Madinah melalui metode inquiri dikelas X. 3 MAN 2 Brebes yang telah dipelajari dalam kehidupan.

i. Observasi

Hasil obervasi persta didik pada siklus II terdapat perbedaan setelah lebih memaksimalkan penerapat metode Inkuiri mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam materi strategi dakwah Rasulullah periode Mekah dan Madinah melalui metode inquiri dikelas X. 3 MAN 2 Brebes dibanding dengan siklus II dapat diliha dari tabel dibawah ini.

Pada siklus II ini, secara keseluruhan semua aspek metode inkuiri telah terlaksana dengan baik dan proses pembelajaran berjalan lancar. Skor rata-rata tes hasil belajar juga telah mencapai nilai KKM dan terjadi peningkatan dari siklus 1 dan skor rata rata hasil belajar peserta didik mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam materi strategi dakwah Rasulullah periode Mekah dan Madinah telah mengalami peningkatan sehingga penelitian dianggap berhasil dan dihentikan pada siklus 2.

Berikut tabel perbandingan siklus I, dan siklus II yang menunjukkan peningkatan hasil belajar peserta didik mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam materi strategi dakwah Rasulullah periode Mekah dan Madinah selama penelitian berlangsung ditunjukkan pada tabel sebagai berikut.

Tabel 3.

Analisis Perbandingan Rata-rata Tes Hasil Belajar Pada Siklus No Siklus Rata-rata Tes Hasil

Belajar Indeks gain Kriteria

1 Siklus 1 71

0,89 Tinggi

2 Siklus 2 89

Analisis Perbandingan Rata-rata Tes Hasil Belajar Pada Siklus

(14)

Palangka Raya

Gambar 2. Diagram analisis Perbandingan Rata-rata Tes Hasil Belajar Pada Siklus

Berdasarkan tabel dan diagram diatas dapat dijelaskan jika: Rata-rata hasil belajar peserta didik mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam materi strategi dakwah Rasulullah periode Mekah dan Madinah melalui dikelas X. 3 MAN 2 Brebes pada siklus 1 mencapai 71%. Nilai ini belum mencapai indikator keberhasilan penelitian yaitu minimal 75% peserta didik dari satu kelas mendapat tes hasil belajar mencapai KKM mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam yaitu sebesar 78, maka penelitian tetap dilanjutkan karena masih belum mencapai skor 75%. Pada siklus 2 rata-rata hasil belajar peserta didik mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam materi strategi dakwah Rasulullah periode Mekah dan Madinah melalui metode inquiri dikelas X. 3 MAN 2 Brebes meningkat menjadi 89%.

Mengacu pada hasil belajar yang peneliti paparkan dalam siklus I dan siklus II terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik melalui proses pembelajaran dengan menggunakan metode Inquiri Learning didik mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam materi strategi dakwah Rasulullah periode Mekah dan Madinah X. 3 MAN 2 Brebes.

Metode Inquiri Learning menjadi tepat digunakan karena meningkatkan hasil belajar peserta didik Kemudian impelementasi metode inkuiri ini di mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam sangatlah cocok dan relevan karena mencapai beberapa tujuan pembelajaran untuk tingkat MA khususnya MAN 2 Brebes.

Kesimpulan

Hasil penelitian dapat penerapan metode pembelajaran inquiry learning dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam materi strategi dakwah Rasulullah SAW periode Mekah dan Madinah kelas X. 3 MAN 2 Brebes. Terjadinya peningkatan hasil belajar dengan hasil rata-rata peserta didik mencapai 71% pada siklus 1 sedangkan padap siklus 2 terjadi peningkatan secara signifikan yaitu mencapai 89% dengan indeks gain mencapai 0,89 menunjukkan adanya peningkatan mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islammateri strategi dakwah Rasulullah SAW periode Mekah dan Madinahkelas X. 3 MAN 2 Brebes.

Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahsa Hipotesis tindakan terbukti, yaitu dengan menerapkan model inquiry learning dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam materi strategi dakwah Rasulullah SAW periode Mekah dan Madinahkelas X. 3 MAN 2 Brebes

Referensi

Arikunto, Suharsimi. 1999. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Yogyakarta:

Rineka Cipta.

Ariman Darmawan, Hubungan Antara Aktifitas Belajar dan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI pada Bidang Studi Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah atas Setia Dharma Pekanbaru. Jurnal Fakultas Tarbiyah dan Keguruan NIM.11111102270.(Universitas

(15)

Palangka Raya

Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Pekanbaru, 2018)

Dimyati & Mudjiono. (2009).Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Hake, Richard. 2012. Analyzing Change/Gain Score. Diakses dari www.physic.indiana.edu/~sdi/Analyzing Change-Gain.pdf

Heru Kusmaryono dan Rokhis, (2019), Penerapan Inquiry Based Learning Untuk Mengetahui Respon Balajar Siswa Pada Materi Konsep dan Pengelolaan Koperasi, Jurnal Pendidikan Ekonomi Dinamika Pendidikan, Vol.VIII, No. 2, Desember.135

M. Ngalim Purwanto, 1985, Psikologi Pendidikan, (Bandung: Remadja Karya) Cet. 2 Muhammad Thobroni dan Arif Mustofa, Belajar & Pembelajaran, (Jogja Karta: Ar Ruzz

Media, 2011). Cet. 1.

Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan, (Bandung: Remaja Rosdakarya.

2010), Cet. 15.

Nandang, Rusmana. 2009. Bimbingan Dan Konseling Kelompok Di Sekolah. (Metode, Teknik Dan Aplikasi). Bandung: Rizqi Press.

Nasution. 1995.Didaktik Asas-Asas Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.

Paizaluddin dan Ermalinda. 2014.Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Alfabeta.

Roestiyah. 1991.Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Sagala, Syaiful. 2010.Supervisi Pembelajaran dalam Profesi Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya, (Jakarta: rineka Cipta.

2010), Cet. 5.

Sugiyono. 2010.Metodel Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.

Bandung: Alfabeta.

Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Jakarta:

Kencana Perdana Media Group, 2008), Cet. 5.

Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Jakarta:

Kencana Perdana Media Group, 2008), Cet. 5

Referensi

Dokumen terkait