PENGISIAN DAN PEMENUHAN DATA DUKUNG PM SPIP TERINTEGRASI TAHUN 2023 Unsur/Sub Unsur
SPIP “Struktur dan Proses”
Parameter Uraian Pengujian Dokumen Pendukung
1. Lingkungan Pengendalian 1.1. Penegakan
Integritas dan Nilai Etika
K/L/D menegakkan integritas dan nilai etika dalam
pelaksanaan tugasnya sesuai peraturan yang berlaku (terkait dengan tata
perilaku/kode etik yang ada di OPD)
Perangkat Daerah telah mengimplementasikan Aturan Perilaku dan penegakan disiplin
1. Perka BKN Nomor 6 Tahun 2022 tentang Peraturan Pelaksanaan PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS
2. Perwal Nomor 26 Tahun 2016 tentang Kode Etik 3. PP Nomor 94 Tahun 2021
tentang Disiplin Pegawai 4. SK Majelis Kode Etik 5. SE Walikota Mataram No.
820/506/BKPSDM/II/2020 6. Daftar hadir apel pagi dan
pembacaan Perkada.
7. Daftar hadir Sosialisasi aturan perilaku di OPD
8. Undangan, daftar hadir, notulen rapat sosialisasi kode etik.
9. Laporan rekapitulasi kasus kepegawaian PNS berdasarkan jenis pelanggaran dan jenis hukuman disiplin sampai dengan posisi semester terakhir.
10.BAP dan SK Kepala OPD tentang penjatuhan sanksi disiplin teguran tertulis.
11.Surat teguran Kepala OPD.
12.Surat dari OPD ke BKPSDM terkait penanganan kasus kepegawaian.
13.SK Kepala Daerah tentang Pengenaan hukuman disiplin pegawai penurunan pangkat.
14.Pakta integritas 15.Kode etik (jafung) 1.2. Komitmen
Terhadap Kompetensi
Tugas dan jabatan dalam organisasi dilaksanakan dan diisi oleh SDM yang kompeten (terkait dengan penempatan personal telah sesuai dengan kompetensinya)
Perangkat Daerah telah mengimplementasikan Standar kompetensi dalam
pengelolaan/pembinaan SDM organisasi
1. Keputusan Kepala BKN Nomor 43/KEP/2001 tentang Standar Kompetensi Jabatan Struktural.
2. Peraturan Kepala BKN Nomor 7 Tahun 2013 tentang Pedoman Penyusunan Standar
Kompetensi Manajerial Pegawai Negeri Sipil.
3. Perkada tentang Penetapan Hasil Analisa Beban Kerja Perangkat Daerah di
Lingkungan Pemerintah Daerah.
4. Perkada tentang Pengisian Dalam jabatan Pimpinan Tinggi
Pratama dan Jabatan Administrasi di Lingkungan Pemerintah Daerah.
5. Surat Edaran Kepala Daerah tentang Usulan Pengangkatan, Pemindahan dan
Pemberhentian PNS dalam Jabatan Adminsitrator (setara eselon III) ke bawah
6. Surat Keputusan Kepala Daerah tentang Pembentukan Tim Penilai Kinerja PNS pada instansi Pemerintah Daerah.
7. Surat Keputusan Kepala Daerah tentang Pembentukan Tim Penilai Kinerja PNS pada Instansi Pemerintah Daerah.
8. Surat Keputusan Kepala Daerah tentang Pembentukan panitia seleksi pengisian jabatan Sekretaris Daerah.
9. Surat Keputusan Kepala Dinas
….tentang Standar kompetensi Jabatan Pelaksana ASN pada Dinas ….
10.Sosialisasi manajemen PNS menurut PP 11 tahun 2017.
11.Dokumen Informasi Jabatan dan Analisis Beban Kerja yang dibuat oleh masing-masing petugas dan diketahui oleh atasan langsungnya.
12.Dokumen usulan Diklat dari Organisasi Perangkat Daerah kepada BKPSDM.
13.Kebijakan-kebijakan terkait Kompetensi telah
disosialisasakan oleh pihak Badan Kepegawaian dan Pelatihan Sumber Daya Manusia kepada seluruh Perangkat Daerah, melalui sosialisasi ke kepala Subag Kepegawaian masing-masing Organisasi Perangkat
DaerahDokumen Anjab.
14.Perwal Tupoksi 7. Pelaksanaan Uji Kompetensi seluruh Pejabat.
15.Dokumen pelaksanaan seleksi terbuka untuk pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama.
16. Dokumen Peta Kebutuhan Jabatan.
. 1.3. Kepemimpinan
yang kondusif
1.3.1. SPIP Pimpinan Organisasi telah menciptakan lingkungan kerja yang kondusif untuk
mendukung ketaatan terhadap peraturan yang berlaku.
(pemimpin mampu menggerakkan anggota organisasi untuk mencapai tujuan dengan
mempertimbangkan risiko, menerapkan manajemen kinerja, mempertimbangkan perlindungan aset dan pengelolan SDM)
Pimpinan organisasi melaksanakan kebijakan dan didukung dengan SDM yang bekerja sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan
1. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.
2. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
3. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2015 tentang Pedoman Evaluasi Atas Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
4. Peraturan Kepala Daerah tentang Pedoman Teknis Perjanjian Kinerja, Pengukuran Kinerja, Dan Pelaporan Kinerja Di Lingkungan Pemerintah Daerah.
5. Pedoman Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Daerah.
6. Kebijakan tentang SKP, sub unsur 3.2 level 1, Juknis Tata Cara Pengajuan pengesahan penyusunan dan penilaian SKP bagi pejabat es 2 dan 3
pimpinan skpd, asisten sekr daerah dan staf ahli Kepala.
7. Kebijakan-kebijakan terkait SAKIP telah disosialisasikan kepada seluruh Perangkat Daerah melalui Kegiatan Fasilitasi Penyelenggaraan Laporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah.
8. Kegiatan Penyusunan dan Pembahasan Laporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah.
9. Pelaksanaan Forum SKPD.
Dokumen LKjIP Pemerintah Daerah.
10.Dokumen LKjIP Organisasi Perangkat Daerah.
11.Laporan Hasil Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah (SAKIP) SKPD/OPD oleh Inspektorat Daerah.
12.Laporan Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) oleh Kemenpan & RB.
13.Contoh SKP dan DP3 ASN.
1.3.2 SPIP (MRI) Pimpinan K/L/D
mengalokasikan sumber daya untuk penerapan manajemen risiko terkait kecurangan
Pimpinan OPD menggunakan risiko dalam pengambilan keputusan
1. Dokumentasi rapat penyusunan MR
2. SPT penyusunan MR OPD 3. Form MR dan DPA Tahun 2023
1.3.3 SPIP (MRI) Pimpinan K/L/D menggunakan informasi terkait risiko dalam pengambilan keputusan
Pimpinan OPD telah menggunakan informasi terkait risiko operasional OPD dan strategis dalam pengambilan setiap keputusan
Form MR dan DPA Tahun 2023
1.3.4. SPIP (MRI) Pimpinan K/L/D mendorong penerapan manajemen risiko, melalui penggunaan kinerja penerapan manajemen risiko sebagai indikator penilaian kinerja
Pimpinan OPD
mendorong Manajemen Risiko melalui
penggunaan kinerja penerapan manajemen risiko
Form MR OPD
1.4. Pembentukan Struktur
Organisasi yang sesuai dengan kebutuhan
Dalam struktur organisasi terdapat unit yang melaksanakan fungsi kepatuhan internal. (terkait SOTK)
Struktur organisasi telah dijalankan sesuai proses bisnis organisasi dengan SDM yang mencukupi
1. Perda Nomor 15 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Mataram
2. Perwal Tupuksi OPD
3. Papan Struktur Organisasi Pada Organisasi Perangkat Daerah.
1.5. Pendelegasian Wewenang dan Tanggung Jawab yang Tepat
Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas dan fungsi telah memperhatikan benturan kepentingan
(terkait pendelegasian wewenang misalnya Plt,/Plh, tugas tambahan)
Pelaksanaan tugas dan fungsi yang didelegasikan telah dilaksanakan sesuai dengan
kebijakan/prosedur yang ditetapkan
1. Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (pelimpahan kewenangan pengguna naggaran ke PPK dan PPTK) 2. Perwal Tupoksi terkait
Pelimpahan sebagian Wewenang Kepala Daerah kepada Kepala OPD.
3. Surat Sekretaris Daerah perihal Kewenangan Pelaksana Harian dan Pelaksana Tugas.
4. Perkada tentang pendelegasian wewenang penerbitan beberapa jenis perizinan dan non perijinan kepada DPMPTSP
5. Surat Keputusan tentang
Penunjukan Pengguna Anggaran / kuasa Pengguna Anggaran.
6. Surat Keputusan tentang Penunjukan selaku PPTK.
7. Surat penunjukkan sebagai Plt./Plh.
8. Laporan Perlaksanaan Tugas oleh Plh/PT.
9. Laporan oleh PPK/PPTK.
10.Laporan pelaksanaan pelimpahan kewenangan perizinan (LKJIP).
1.6. Penyusunan dan Penerapan Kebijakan yang Sehat tentang Pembinaan Sumber Daya Manusia
(penyusunan dan penerapan kebijakan yang sehat tentang pembinaan SDM….BKPSDM)
1.6.1. SPIP Penerapan kebijakan manajemen dan praktik pembinaan SDM telah sesuai dengan peraturan yang berlaku
Pengelolaan SDM telah dilaksanakan sejak rekrutmen sampai dengan pemberhentian pegawai sesuai kebijakan/prosedur yang ditetapkan
1. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok Kepegawaian.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin PNS.
3. Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 1994 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian PNS.
4. Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2000 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian PNS.
5. Peraturan Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat PNS dan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 tentang Perubahan atas Peraturan Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat PNS.
6. Peraturan Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 tentang Pengangkatan PNS dalam Jabatan Struktural dan
Peraturan Pemerintah Nomor 13
Tahun 2002 tentang Perubahan atas Peraturan Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 tentang Pengangkatan PNS dalam Jabatan Struktural.
7. Peraturan Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan jabatan PNS.
8. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor
Kep/61/M.PAN/6/2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Analisis Jabatan.
9. Penggunaan PP Nomor 78 tahun 2013 dalam hal rekruitmen pegawai.
10.Peraturan Kepala Daerah tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengadaan CPNS Daerah.
11.Forum Rapat Pengelolaan Kepegawaian yg diadakan oleh BKPSDM.
12.Wag terkait sosialisasi
olehBKPSDM kepada seluruh Perangkat Daerah, terutama melalui sosialisasi ke Kepala Subag Kepegawaian masing- masing Organisasi Perangkat Daerah.
13.Adanya pendidikan dan pelatihan bagi pegawai, misalnya pelatihan dan ujian sertifikasi pengadaan
barang/jasa pemerintah, diklat pengelolaan keuangan dan diklat penatausahaan aset/barang milik daerah.
14.Kenaikan pangkat, pensiun dan gaji berkala pegawai dipantau melalui daftar penjagaan yang dibuat oleh pengelola
kepegawaian baik secara manual maupun menggunakan aplikasi/sistem informasi
berbasis komputer SAPK (Sistim Aplikasi Pelayanan
Kepagawaian) dan Sistem Informasi Manajemen Aparatur Sipil Negara (SIMPEG).
1.6.2. SPIP (MRI) Pegawai telah
mendapatkan fasilitas untuk meningkatkan
Terdapat upaya peningkatan kompetensi dan
1. Dokumentasi penyusunan MR di OPD
2. MR OPD
kompetensi dan
keterampilan manajemen risiko terkait
kecurangan/fraud
keterampilan terkait manajemen risiko dengan cakupan Sebagian besar pegawai, hal ini dibuktikan dengan OPD berhasil
menyusunan register risiko yang disusun oleh masing-masing bidang di OPD
1.6.3. SPIP (MRI) Pegawai memiliki kesadaran manajemen risiko terkait
kecurangan/fraud
Sebagian besar pegawai telah memiliki kesadaran terhadap risiko pada pelaksanaan program kegiatan sesuai tupoksi OPD
Form 3c MR yang ada risiko fraud
1.7. Perwujudan Peran APIP yang Efektif
Hanya diisi oleh
Inspektorat Hanya diisi oleh Inspektorat
Input level KAPIP
1.8. Hubungan Kerja yang Baik dengan Instansi Pemerintah Terkait
Hubungan kerja yang baik (MoU)
1.8.1. SPIP Pimpinan K/L/D menjalin hubungan kerja yang baik (kemitraan) dengan instansi lain terkait pencegahan dan pengendalian kecurangan/fraud
1. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 59/PMK.06/2005 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan
Pemerintah Pusat yang menyatakan bahwa satuan kerja harus melakukan rekonsiliasi dengan KPPN 2. Permendagri Nomor 22 Tahun
2009 tentang Petuntuk Teknis Kerja Sama Pemerintah Daerah
3. Undangan rekonsiliasi.
4. Notulen rapat koordinasi.
5. Bukti pengkomunikasian kebijakan terkait hubungan kerja yang baik dengan instansi pemerintah lainnya.
6. Berita acara hasil rekonsiliasi.
7. Laporan realisasi anggaran triwulanan antara OPD dengan Bidang Akuntansi dan
Perbendaharaan BPPKAD.
8. Laporan realisasi anggaran sebagai bahan rekonsiliasi
dengan Bidang Akuntansi dan Perbendaharaan BPKAD.
9. MoU dengan instansi terkait 1.8.2. SPIP (MRI) Dalam rangka
menciptakan hubungan kerja yang baik, K/L/D telah mengidentifikasi, menilai, dan mengelola risiko (termasuk implikasi dari transfer risiko) terkait kemitraan dalam pencegahan dan
pengendalian kecurangan/fraud
Instansi Pemerintah telah memiliki kebijakan
pengelolaan risiko yang mengakomodir terkait kemitraan dan telah
diimplementasikan secara memadai dalam lingkup strategis dan
operasional unit kerja
Form 3 c ditambahkan risiko kemitraan misalnya kominfo dengan mitra yaitu PT Telkom (buat pernyataan risiko)
2. Penilaian Risiko 2.1. Identifikasi
Risiko
2.1.1. SPIP (MRI) Instansi Pemerintah telah memiliki Kebijakan Manajemen Risiko.
Pemerintah Kota Mataram telah memiliki Kebijakan Manajemen Risiko
Perwal Nomor 3 Tahun 2022 tentang Pedoman
Pengelolaan Risiko di
Lingkungan Pemerintah Kota Mataram
2.1.2. SPIP (MRI) Risiko telah teridentifikasi dan dituangkan dalam register risiko
Perangkat Daerah telah
mengidentifikasi risiko strategis dan risiko operasional Perangkat Daerah dan telah dituangkan di Kertas Kerja risiko sesuai dengan Perwal Nomor 3 Tahun 2022
MR OPD (form 2 s.d Form 7)
2.1.3. SPIP (MRI) Proses manajemen risiko telah melekat pada proses bisnis Instansi Pemerintah
Proses Manajemen Risiko telah
diterapkan secara terintegrasi dalam proses bisnis dan proses perencanaan tingkat operasional dan strategis unit kerja
1. MR OPD
2. Peta Proses Bisnis OPD (berdasarkan Permen PAN dan RB Nomor 9 Tahun 2018
2.2. Analisis Risiko
2.2.1. SPIP (MRI) Seluruh risiko telah dianalisis dampak dan tingkat keterjadiannya
Analisis Risiko telah dilaksanakan
terhadap seluruh risiko operasional, strategis OPD dan Strategis Pemda dan telah dituangkan di kertas kerja Register
Form 4 MR OPD
Risiko sesuai dengan Perwal Nomor 3 Tahun 2022 2.2.2. SPIP (MRI) Instansi Pemerintah telah
menentukan prioritas risiko
Perangkat Daerah telah menentukan prioritas risiko pada seluruh risiko
operasional dan strategis unit kerja yaitu risiko-risiko yang nilainya lebih dari 15 telah
ditungkan pada form 5 kertas kerja register risiko sesuai dengan Perwal Nomor 3 Tahun 2022
Form 5 MR OPD
2.2.3. SPIP (MRI) Instansi Pemerintah telah menentukan rencana tindak pengendalian terkait risiko
Perangkat Daerah telah menentukan Rencana Tindak Pengendalian (RTP) terhadap risiko operasional dan strategis unit kerja yang masuk dalam prioritas
Form 7 MR OPD
2.2.4. SPIP (MRI) Tindak pengendalian terkait risiko telah diimplementasikan
Rencana Tindak Pengendalian (RTP) atas risiko
operasional dan strategis unit kerja telah
diimplementasikan Sebagian karena saat ini masih berada pada pertengahan tahun
Form 7 MR OPD
2.2.5. SPIP (MRI) Tindak pengendalian
efektif menurunkan risiko Tindak pengendalian menurunkan
Sebagian risiko operasional dan strategis unit kerja
Form 7 MR OPD
3. Kegiatan Pengendalian
3.1. Reviu Kinerja Pimpinan Instansi membandingkan tolok ukur kinerja dengan capaian kinerja secara berkala untuk mengatasi hambatan kinerja,
menetapkan strategi perbaikan, dan menilai
Rekomendasi /arahan pimpinan
dilaksanakan
1. Peraturan Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
2. Peraturan Kepala Daerah
kinerja suatu unit sampai dengan periode tertentu dalam rangka mengawal pencapaian tujuan organisasi (pemantauan Kinerja)
tentang Pedoman Teknis Perjanjian Kinerja, Pengukuran Kinerja, Dan Pelaporan Kinerja Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten/Kota.
3. Renstra Dokumen IKU, Dokumen Perjanjian Kinerja OPD Sampling.
4. Rapat evaluasi kinerja OPD dilaksanakan dalam rangka memantau dan mengevaluasi capaian kinerja dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan.
5. Penyampaian evaluasi Renja Perangkat Daerah Lingkup Kab/Kota triwulanan kepada Bappeda.
6. LAKIP OPD 3.2. Pembinaan
Sumber Daya Manusia
Pembinaan SDM dilakukan sesuai
peraturan perundangan yang berlaku sehingga setiap pegawai dapat memberikan manfaat optimal dalam
pencapaian tujuan organisasi (berkaitan dengan diklat saja…
pengembangan kompetensi)
Pembinaan SDM telah dilaksanakan sesuai kebijakan/prosedur yang ditetapkan organisasi
1. Surat Edaran Kepala Daerah tentang Usulan Pengangkatan, Pemindahan dan
Pemberhentian PNS dalam Jabatan Adminsitrator (setara eselon III) ke bawah.
2. Kebijakan tentang SKP, Juknis Tata Cara Pengajuan
pengesahan penyusunan dan penilaian SKP
3. Peraturan Kepala Daerah tentang Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten/Kota.
4. SOP Pengembangan SDM 5. SOP Pengajuan Jabatan
Fungsional
6. SOP Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai 7. SOP Permohonan Tugas
Belajar
8. SOP Penyelenggaraan Diklat Teknis dan Fungsional.
9. Undangan Kegiatan Penyusunan Bezzeting Pegawai.
10.Dokumen Bezzeting Pegawai oleh Organisasi Perangkat Daerah.
11.Dokumen usulan Diklat Pegawai oleh Organisasi Perangkat Daerah.
12.Dokumen Analisa Jabatan dan Persyaratan Jabatan.
13.SKP pada Organisasi Perangkat Daerah sampling.
3.3. Pengendalian atas
Pengelolaan Sistem Informasi
Pengendalian atas pengelolaan sistem informasi dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kecurangan/fraud
(pengendalian atas pengelolaan system informasi….penggunaan username dan password aplikasi)
Kebijakan
pengelolaan sistem informasi organisasi digunakan dalam analisis kebutuhan dukungan sistem informasi,
kemanfaatan sistem informasi existing, serta struktur pengelola dan pengguna sistem informasi beserta wewenang dan tanggungjawabnya.
1. Perkada tentang
Penyelenggaraan Pemerintahan Berbasis elektronik (E
Government) di Lingkungan Pemerintahan Kota Mataram.
2. screenshoot aplikasi berbasis komputer untuk kegiatan perencanaan, penganggaran, penataausahaan, pelayanan perijinan, pengelolaan data kepegawaian dan pengelolaan data kependidikan antara lain SIPD, SIMDA Keuangan, SIMDA Aset, SAPK, SIMPEG dan DAPODIK.
3. Aplikasi yang digunakan dilengkapi dengan manual aplikasi.
4. SOP Pengelolaan Website.
5. 2. Di dalam SK pengangkatan admin aplikasi dicantumkan hal- hal yang harus dikerjakan oleh admin aplikasi.
6. Penunjukkan secara resmi pemegang User ID dan password baik administrator maupun operator aplikasi.
7. Bukti observasi atas aplikasi yang ada untuk menunjukkan adanya pengendalian atas akses.
8. SK user ID beberapa aplikasi seperti SIMDA dsb.
3.4. Pengendalian
Fisik atas Aset Pengelolaan BMD dilakukan untuk menjamin BMD digunakan sesuai peraturan yang berlaku (tidak terjadi
pelanggaran hukum terkait penggunaan BMD) oleh pimpinan dan
pegawai
Kebijakan/prosedur pengelolaan atas aset organisasi termasuk
pengamanan fisik atas aset
diimplementasikan secara memadai (mulai dari
pengadaan hingga kondisi aset saat ini)
1. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 2021 tentang Tata Cara
Pelaksanaan Pembukuan, Inventarisasi, dan Pelaporan Barang Milik Daerah
2. Perda tentang Pedoman Pengelolaan BMD.
3. SK Kepala Daerah tentang Penetapan Pengguna barang, Pejabat Penatausahaan Pengguna Barang dan Pengurus Barang Pengguna pada PD se Kabupaten/Kota.
4. SK Kepala BKD
Kabupaten/Kota tentang Penunjukan Pemegang perangkat elektronik, alat komunikasi portabel, komputer portabel, kamera digital dan
atau perangkat sejenis di lingkungan BKD
Kabupaten/Kota.
5. Bimtek/sosialisasi pengelolaan BMD
6. Seluruh OPD telah menyusun laporan aset yang terdiri dari KIB, rekapitulasi KIB, buku inventaris ekstrakomptabel dan daftar aset tetap.
7. Bukti kepemilikan aset disimpan di tempat khusus yang terkunci dan setiap peminjaman aset dicatat di buku peminjaman.
8. Aset yang mudah hilang disimpan di tempat khusus yang terkunci dan setiap peminjaman dicatat di buku peminjaman.
9. Pemegang kendaraan dinas dan aset lainnya ditetapkan oleh pimpinan OPD dengan sk pemakaian kendaraan dinas dan aset lainnya.
10. Setiap akhir tahun dilakukan stock opname/pemeriksaan barang pakai habis, cetakan dan ATK dan hasilnya dituangkan dalam BA stock opname/ pemeriksaan barang pakai habis, cetakan dan ATK.
11. Formulir 2 seperti cek
(kebijakan bank), SPM (aplikasi simda keuangan), telah
bernomor urut.
12. Penggunaan SIMDA BMD.
3.5. Penetapan dan Reviu atas Indikator dan Ukuran Kinerja
Kegiatan pengendalian atas penetapan dan reviu atas indikator dan ukuran kinerja dilakukan untuk menjamin keandalan ukuran dan ketepatan penetapan indikator masing-masing unit secara berjenjang
dibandingkan dengan IKU organisasi.
Kebijakan/prosedur penetapan dan reviu atas indikator dan ukuran kinerja organisasi
dilaksanakan secara memadai.
1. Peraturan Pemerintah tentang Evaluasi Kinerja
Penyelenggaraan Pemerintah Daerah.
2. PermenPAN dan RB tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
3. Peraturan Menpan tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah.
4. Keputusan Kepala Daerah tentang Penetapan Indikator Kinerja Utama Pemerintah Kabupaten/Kota.
5. IKU OPD ditetapkan dalam Keputusan Pimpinan OPD.
6. Sosialisasi IKU di masing- masing OPD
7. LKjIP OPD
3.6. Pemisahan
Fungsi Terdapat pemisahan fungsi sehingga seluruh aspek utama transaksi dan kejadian tidak dikendalikan hanya oleh satu orang
Pemisahan fungsi dalam proses transaksi dan kejadian telah dilaksanakan sesuai kebijakan/prosedur yang ditetapkan
1. SOTK
2. Perwal Tupoksi OPD 3. JDIH
4. Dalam SK Kepala Daerah tersebut tercantum uraian tugas dari masing-masing pejabat sebagai wujud adanya pemisahan tanggung jawab.
5. SK Kepala Daerah terkait pengangkatan PA, PPK SKPD, PP SPM, Bendahara
Pengeluaran, Bendahara Pengeluaran Pembantu, Bendahara Penerimaan, PPTK, Pembantu PPTK), petugas pengelola barang dan petugas pengadministrasi kepegawaian.
3.7. Otorisasi Transaksi dan Kejadian Penting
Terdapat proses untuk memastikan transaksi dan kejadian penting hanya dapat diotorisasi ketika memenuhi persyaratan dan dilakukan oleh pihak yang memiliki
kewenangan
Otorisasi atas transaksi dan kejadian telah dilaksanakan sesuai kebijakan/prosedur yang ditetapkan (pencantuman paraf)
1. Perkada tentang juknis pengelolaan keuangan daerah.
2. Dokumen SPJ.
3. Dokumen SPP.
4. Dokumen SPM.
3.8. Pencatatan yang Akurat dan Tepat Waktu
Terdapat proses untuk memastikan transaksi telah diklasifikasikan dengan layak dan dikelompokkan dengan benar serta dicatat dengan segera sehingga relevan, bernilai, dan berguna bagi manajemen
Pencatatan atas transaksi dan kejadian telah dilaksanakan sesuai kebijakan/prosedur yang ditetapkan
1. Peraturan daerah tentang pengelolaan keuangan daerah.
2. Peraturan Kepala Daerah tentang petunjuk pelaksanaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah.
3. Peraturan Kepala Daerah tentang petunjuk pelaksanaan akuntansi keuangan Badan Layanan Umum Daerah.
4. Peraturan Kepala Daerah tentang kebijakan akuntansi keuangan daerah.
5. Penggunaan aplikasi keuangan (SIMDA keuangan, SIMDA BMD, dan seluruh aplikasi 6. BKU
7. Daftar BMD 8. KIB
9. LRA
10.Laporan keuangan opini WTP.
3.9. Pembatasan Akses atas Sumber Daya dan Catatan
Terdapat pembatasan atas kesempatan dan hak untuk menggunakan, atau memperoleh sumber daya dan mengakses pencatatannya
Terhadap sumber daya dan
pencatatannya telah dilakukan
pembatasan akses sesuai dengan
1. Perkada tentang Sistem
Klasifikasi Keamanan dan Akses Arsip Dinamis di Lingkungan Pemerintah Kota Mataram 2. SK tentang Penunjukan Personil
Pemegang Identitas Pengguna
ketentuan (User ID) dan Kata Sandi (Password) Aplikasi Simda Keuangan.
3. SK Kepala Daerah tentang Penetapan Pengguna barang, Pejabat Penatausahaan
Pengguna Barang dan Pengurus Barang Pengguna pada PD se Kota Mataram.
4. SK tentang Penunjukkan Pemegang Kendaraan Dinas.
5. SK tentang Penunjukan
Pemegang perangkat elektronik, alat komunikasi portabel, komputer portabel, kamera digital dan atau perangkat sejenis.
6. SK Pengangkatan admin, operator, pengelola SI/Aplikasi sudah diserahkan kepada personil yang tersebut dalam SK.
7. Aplikasi berbasis komputer dilindungi dengan password yang hanya bisa diakses oleh orang-orang yang
ditunjuk/ditetapkan.
8. Admin SIMDA Keuangan dan SIMDA Aset telah menunjuk personil pemegang identitas pengguna (user ID) dan kata sandi (password).
3.10. Akuntabilitas Pencatatan dan Sumber Daya
Terdapat
pertanggungjawaban seseorang atau unit organisasi dalam
mengelola sumber daya yang
diberikan/dikuasakan kepadanya dalam rangka pencapaian tujuan
organisasi
Sumber daya dan pencatatannya telah dipertanggungjawabk an oleh
pihak/pegawai yang ditetapkan sesuai kebijakan/prosedur yang ditetapkan
1. SK Kepala Daerah tentang Penetapan PA, KPA, Bendahara Penerimaan, Bendahara Pengeluaran dan Bendahara Pengeluaran Pembantu pada PD di Lingkungan Pemkot.
2. Surat mengenai penyampaian SK Kepala Daerah kepada KPA, Bendahara Pengeluaran dan Bendahara Pengeluaran Pembantu.
3. Laporan-laporan Bendahara Penerimaan;
4. Laporan-laporan Bendahara Pengeluaran;
5. Laporan-laporan Bendahara Barang;
6. Laporan-laporan Pengelolaan Kepegawaian;
7. Laporan-laporan Pengelolaan Perijinan.
3.11. Dokumentasi yang baik atas Sistem
Terdapat pengelolaan,
pemeliharaan, dan Pendokumentasian atas SPI serta
1. Peraturan Kepala Daerah tentang Pedoman Penyusunan Standar Operasional Prosedur
Pengendalian Intern (SPI) serta transaksi dan kejadian penting
pendokumentasian secara berkala yang mencakup seluruh SPI serta transaksi dan kejadian penting yang dilaksanakan secara lengkap dan akurat untuk memfasilitasi
penelusuran transaksi, kejadian, dan informasi terkait
transaksi dan kejadian penting telah dilaksanakan sesuai
kebijakan/prosedur yang ditetapkan
Administrasi Pemerintahan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten/Kota, yang
memberikan pedoman bagi OPD dalam mengidentifikasi,
merumuskan, menyusun dan mengembangkan SOP sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.
2. SOP Pengelolaan Kepegawaian 3. SOP Pengelolaan Pelayanan
Perijinan
4. SOP Pengelolaan Keuangan dan Aset
5. SOP Pengelolaan Informasi 6. SOP Pengelolaan Dapodik 7. SOP kegiatan utama tiap-tiap
OPD disusun oleh unit/OPD yang bersangkutan, Data kepegawaian
8. Data keuangan 9. Data aset/BMD 10.Data perijinan 4. Informasi dan
Komunikasi 4.1. Informasi Yang
Relevan
4.1.1. SPIP Tersedianya informasi yang relevan untuk kebutuhan internal dan eksternal dalam upaya pencegahan dan pengendalian
Informasi yang
relevan telah tersedia baik untuk pihak internal maupun eksternal secara lengkap dan mudah untuk diperoleh
1. Peraturan Kepala Daerah tentang Pedoman Pengelolaan Layanan Informasi dan Dokumentasi di Lingkungan Pemerintah Kabupaten/Kota.
2. Aplikasi SIMDA Keuangan, SIMDA BMD, dan aplikasi lainnya memiliki dokumen ‘user requirement
3. Lap progres keuangan 4. Lap progres kegiatan 5. Lap Pelaksanaan Kegiatan 4.1.2. SPIP (MRI) Pimpinan Instansi
membangun sistem pengaduan
Sistem pengaduan telah diterapkan sesuai kebijakan/SOP hal ini ditunjukkan jika ada pengaduan langsung diteruskan kepada Admin masing-masing OPD kemudian
ditindaklanjuti oleh OPD
1. SOP Pengaduan Masyarakat 2. Kotak Saran
3. kontak pengaduan, 4. E-Lapor dll
4.1.3. SPIP (MRI) Strategi dan kebijakan manajemen risiko telah dikomunikasikan
Strategi dan kebijakan
manajemen risiko berupa Perwal Nomor 3 Tahun 2022 telah
1. Perwal Nomor 3 Tahun 2022 2. JDIH
3. Wag SPIP terkait penyampaian perwal tersebut
dikomunikasikan kepada seluruh pegawai Pemda 4.1.4. SPIP (MRI) Register risiko dan
rencana tindak pengendalian telah dikomunikasikan ke pihak terkait
Register risiko dan RTP tingkat
operasional dan strategis unit kerja serta strategis Pemda telah
dikomunikasikan kepada seluruh pihak yang berkepentingan
1. Wag SPIP terkait penyampaian Register Risiko
2. penyampaian MR ke aplikasi MCP
4.2. Komunikasi yang Efektif
4.2.1. SPIP Terlaksananya
komunikasi yang efektif dengan internal dan eksternal dalam upaya pencegahan dan pengendalian
Komunikasi yang efektif telah dilakukan dalam lingkup internal dan eksternal secara terstruktur dan berkala
1. Komunikasi internal : apel pagi, rapat bulanan
2. komunikasi ekternal : rapat koordinasi pimpinan OPD, loka karya, FGD
3. screen shoot wag 5. Pemantauan
Pengendalian Intern
5.1. Pemantauan Berkelanjutan
5.1.1. SPIP Pimpinan
organisasi/penanggungja wab program dan
kegiatan/penanggungjaw ab operasional
mengevaluasi secara berkala pengendalian intern yang telah
dilakukan dalam rangka mencapai tujuan
organisasi
Pimpinan OPD telah mengevaluasi terkait pengendalian intern (kendala-kendala) yang dilakukan untuk mencapai tujuan
1. Perkada tentang tentang Tata Cara Penganggaran,
Pelaksanaan dan Penatausahaan
Pertanggungjawaban dan Pelaporan, Monitoring dan Evaluasi Hibah dan Bansos dari APBD Kabupaten/Kota,
2. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 496/MENKES/SK/2005 Tentang Pedoman Audit Medis Rumah Sakit.
3. Rapat internal bidang/bagian dalam OPD, rakor internal OPD dan forum OPD.
4. Kepala Daerah, Wakil Kepala Daerah atau Sekretaris Daerah melakukan pemantauan berkelanjutan melalui rakor bulanan dan rakor triwulanan.
Dalam rakor triwulan dipaparkan capaian kinerja masing-masing OPD berserta hambatan pencapaian kinerja dan solusinya.
5. Masyarakat dapat
menyampaikan pengaduan
melalui website (e lapor), SMS atau kotak pengaduan di OPD.
Pengaduan juga telah ditindaklanjuti pada masing- masing OPD.
6. Pengaduan oleh masyarakat ditindaklanjuti oleh OPD 7. Forum Gelar Pengawasan yg
diikuti oleh seluruh OPD.
8. Aplikasi dalam penatausahaan keuangan SIMDA
5.1.2. SPIP (MRI) Proses manajemen risiko
telah direviu Telah dilakukan reviu atas seluruh
operasional dan strategis unit kerja, reviu dilakukan oleh Kepala Dinas dan Kepala Bidang
1. Proses pemberian paraf dan ttd oleh Kabid dan Kepala Dinas
5.1.3. SPIP (MRI) Perangkat daerah
Telah/belum melaksanakan monitoring terhadap risiko operasional dan startegis OPD
1. dokumentasi pelaksanaan pengendalian dan evaluasi atas pengendalian tersebut.
5.2 Evaluasi Terpisah
5.2.1. SPIP Evaluasi terpisah dilakukan oleh pegawai dengan keahlian tertentu yang disyaratkan dan dapat melibatkan APIP atau auditor eksternal untuk menilai ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan
Evaluasi terpisah atas SAKIP telah
dilaksanakan oleh Inspektorat dan KemenPAN RB dan telah ditindaklanjuti oleh masing-masing OPD
Laporan hasil evaluasi SAKIP OPD oleh Inspektorat dan KemenPAN RB
5.2.2. SPIP (MRI) Terdapat reviu
independen terhadap proses manajemen risiko
Reviu terhadap proses tindak
pengendalian untuk risiko tingkat
operasional dan srategis unit kerja telah dilaksanakan, reviu dilaksanakan oleh Kepala
Dinas/Kepala Bidang
Dokumentasi kegiatan reviu RTP