• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGOMPOSAN TKKS DENGAN MEMANFAATKAN MIKROBA PADA POME MENGGUNAKAN KOMPOSTER ROTARY DRUM

N/A
N/A
Febri Chatarina

Academic year: 2024

Membagikan "PENGOMPOSAN TKKS DENGAN MEMANFAATKAN MIKROBA PADA POME MENGGUNAKAN KOMPOSTER ROTARY DRUM "

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

INSTITUT TEKNOLOGI DEL

USULAN PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM

PENGOMPOSAN TKKS DENGAN MEMANFAATKAN MIKROBA PADA POME MENGGUNAKAN KOMPOSTER ROTARY DRUM

BIDANG KEGIATAN : PKM Riset Eksakta

Diusulkan oleh:

Liona Patricia Sijabat 31S19010 2019 Fitriyanti Eka Putri Aruan 31S19014 2019 Evy E Simanjuntak 31S19004 2019 Resnika E. Samosir 31S20015 2020

(2)

PENGESAHAN PROPOSAL PKM-PENELITIAN

1 Judul Kegiatan : Pengomposan TKKS dengan

Memanfaatkan Mikroba Pada POME Menggunakan Komposter Rotary Drum

2 Bidang Kegiatan : PKM Riset Eksakta

3 Ketua Pelaksana Kegiatan

a. Nama lengkap : Liona Patricia Sijabat

b. NIM : 31S19010

c. Jurusan : Teknik Bioproses

d. Perguruan Tinggi : Institut Teknologi Del

e. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Jl Menteng VII Gg Murni,Medan Sumatera Utara

No HP : 081366779684

f. Email : [email protected]

4 Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 3 orang 5 Dosen Pembimbing

a. Nama Lengkap dan Gelar : Astiti Aditia, S.T, M.T

b. NIDN/NIDK : 0125018510

c. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Institut Teknologi Del, Jl. Sisingamangaraja- Sitoluama, Toba, Sumatera Utara/

085320391936 6 Biaya Kegiatan Total

a. Kemenristekdikti : Rp. 6.749.000

b. Sumber Lain : Rp.-

7 Jangka Waktu Pelaksanaan : 3 bulan 3 minggu

Sitoluama, 5 Desember 2021 Menyetujui,

Ketua Program Studi

(Ellyas Alga Nainggolan, S.TP, M.Sc) NIK. 0310140127

Ketua Pelaksana Kegiatan

(Liona Patricia Sijabat) NIM. 31S190100 Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan

(Dr. Arlinta Christy Barus, ST, M.Infotech) NIK. 0311020009

Dosen Pendamping

(Astiti Aditia, S.T, M.T) NIDN. 0125018510

(3)

DAFTAR ISI

PENGESAHAN PROPOSAL PKM-PENELITIAN ... 2

DAFTAR GAMBAR ... ii

DAFTAR TABEL ... iii

BAB I. PENDAHULUAN ... 1

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA ... 3

2.2 POME (Palm Oil Mill Effluent) ... 3

2.3 Kompos ... 4

BAB III. METODE RISET ... 7

3.2 Prosedur Penelitian ... 7

3.2.1 Pencacahan Tandan Kosong Kelapa Sawit ... 7

3.2.2 Penambahan POME sebagai Bioaktivator ... 7

3.2.4.1 Kadar Air ... 8

3.2.4.2 Temperatur ... 8

3.2.4.3 Nilai pH ... 8

3.2.4.4 Nilai Rasio C/N ... 9

BAB IV. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN ... 11

4.1. Anggaran Biaya ... 11

4.2. Jadwal Kegiatan ... 11

DAFTAR PUSTAKA ... 12

LAMPIRAN ... 13

Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota dan Dosen Pembimbing ... 13

Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan ... 19

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas ... 21

Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana ... 23

(4)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Komposter Rotary Drum………...4 Gambar 3.1 Metode Pelaksanaan…...5

(5)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. Karakteristik TKKS………...3

Tabel 2.2. Karakteristik POME………...3

Tabel 2.3. Standar Kualitas Kompos Menurut SNI 19-7030-2004...4

Tabel 4.1. Format Rekapitulasi Rencana Anggaran Biaya...9

Tabel 4.2. Jadwal Kegiatan...9

(6)

1

BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Indonesia merupakan negara dengan perkebunan sawit terluas di dunia. Produksi kelapa sawit cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

Seiring dengan peningkatan produktivitas kelapa sawit, diikuti juga dengan peningkatan limbah yang dihasilkan dari proses pengolahan buah kelapa sawit menjadi CPO.

Hasil samping dalam proses produksi minyak sawit mentah adalah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) yang jumlahnya mencapai 21-23%

dari berat total tandan buah segar (TBS) (Efendi, Elvia, & Amir, 2018).

Pabrik kelapa sawit masih banyak yang mengumpulkan tandan kosong kelapa sawit di area pabrik, lalu dibakar atau ditebarkan di area perkebunan sebagai mulsa. Hal tersebut akan menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan, seperti pembakaran yang menimbulkan pencemaran udara. Penggunaan mulsa dapat menjadi sumber hama dan penyakit yang merugikan bagi perkebunan kelapa sawit.

Alternatif pemanfaatan lain yaitu pengomposan TKKS. Kompos merupakan dekomposisi bahan-bahan organik atau proses perombakan senyawa yang kompleks menjadi senyawa yang sederhana dengan bantuan mikroorganisme. Kompos yang dihasilkan dari TKKS memiliki kandungan kalium yang cukup tinggi yang dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah, serta memperkaya unsur hara pada tanah.

TKKS terdiri dari berbagai macam serat dengan komposisi antara lain selulosa sekitar 45,9%, hemiselulosa sekitar 46,5%, dan lignin sekitar 22,3% yang dapat memberi nutrisi pada tanah. Penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan yang dapat menyebabkan degradasi struktur tanah dan menurunkan hasil panen (Dewanti, 2018).

1.2 Tujuan Khusus

1. Memanfaatkan limbah TKKS menjadi kompos yang layak jual sekaligus mampu menjadi penangan limbah industri tanpa melibatkan proses pembakaran sehingga kelestarian alam tetap terjaga.

2. Mengetahui proses dan kondisi optimum pengomposan tandan kosong kelapa sawit dengan memanfaatkan bioaktivator POME (Palm Oil Mill Effluent) menggunakan komposter rotary drum.

1.3 Manfaat Penelitian

1. Memahami proses dan mengetahui kondisi optimum pengolahan limbah TKKS dengan memanfaatkan bioaktivator POME (Palm Oil

(7)

2

Mill Effluent).

2. Mendapatkan kompos sesuai dengan standar kualitas SNI 1.4 Keutamaan Penelitian

Keutamaan penelitian ini adalah untuk memanfaatkan limbah TKKS yang umumnya tidak dimanfaatkan dengan baik. Maka dari itu penelitian ini dirancang untuk memanfaatkan limbah TKKS sebagai kompos yang dapat menyuburkan tanah.

1.5 Temuan yang diharapkan

Temuan yang diharapkan dari Program Kreativitas Mahasiswa ini adalah kondisi optimum proses pengomposan TKKS dengan memanfaatkan bioaktivator POME (Palm Oil Mill Effluent) menggunakan komposter rotary drum.

1.6 Kontribusi Penelitian Terhadap Ilmu Pengetahuan Sesuai Bidang Kontribusi penelitian ini terhadap ilmu Teknik Bioproses adalah :

1. Memahami kondisi optimum proses pengomposan tandan kosong kelapa sawit dengan memanfaatkan bioaktivator POME (Palm Oil Mill Effluent)

2. Memahami kondisi optimum kompos dengan POME sesuai dengan standar kualitas SNI

(8)

3

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS)

Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) merupakan salah satu limbah dari pabrik kelapa sawit yang jumlahnya sangat melimpah, TKKS umumnya berbentuk serat yang berbentuk seperti tongkat yang secara keseluruhan membentuk ikatan pembuluh. Pengolahan kelapa sawit menjadi minyak sawit mentah akan menghasilkan TKKS 20-23 % dari total tandan buah segar yang diolah dan ini masih menjadi permasalahan dalam agroindustri perkebunan. TKKS mengandung 35% C, 0,31% P dan 52% air (Silalahi dan Supijatno, 2017). Berikut ditampilkan karakteristik TKKS pada Tabel 2.1

Tabel 2.1 Karakteristik TKKS Karakteristik TKKS N

o Parameter Nilai (%)

1 Nitrogen 2,34

2 Karbon 35

3 Fosfor 0,31

4 Kalium 5,53

5 Kalsium 1,46

6 Magnesium 0,96

7 Air 52

8 Selulosa 45,9

9 Hemiselulosa 46,5

10 Lignin 22,3

2.2 POME (Palm Oil Mill Effluent)

POME (Palm Oil Mill Effluent) merupakan limbah cair kelapa sawit yang mengandung bahan organik yang dapat dikonversi menjadi gas metana sebagai sumber energi. Limbah cair kelapa sawit merupakan suspensi koloid yang terdiri atas 95–96% air, 0,6–

0,7% minyak dan 4–5% padatan total (Octavia, 2017). POME mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman, dimana POME kaya akan senyawa organik dan karbon dioksida, nitrogen, fosfor, kalsium, magnesium dan kalium sehingga dapat digunakan sebagai pupuk cair. Berikut ditampilkan karakteristik POME pada Tabel 2.2

(9)

4

Tabel 2.2 karakteristik POME Karakteristik POME N

o Parameter Nilai

1 Air 96%

2 Minyak 0,70%

3 Lignin 4700 ppm

4 Karoten 8 ppm

5 Fenolik 5800 ppm

6 Pektin 3400 ppm

7 pH 4,09

8 Nitrogen 0,03%

9 Besi 0,26%

10 Amonia 125 mg/L

Selain kandungan diatas, POME pada umumnya mengandung berbagai bakteri, antara lain Aspergillus flavus, Aspergillus niger, Mucor sp., Fusarium sp., Penicillium sp., Staphylococcus aureus, dan Bacillus sp.

Berbagai bakteri ini yang dapat mempercepat proses degradasi limbah TKKS (Soleimaninanadegani, 2014).

2.3 Kompos

Kompos merupakan bahan organik seperti dedaunan, jerami, potongan rumput serta kotoran hewan yang telah mengalami proses dekomposisi (proses pengomposan) oleh mikroorganisme pengurai dan dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki sifat-sifat tanah. Fungsi utama kompos adalah untuk meningkatkan sifat fisika, kimia dan biologi tanah, secara fisik kompos dapat melonggarkan tanah, sehingga jumlah rongga bertambah dan membuat tanah menjadi gembur. Secara kimia, kompos mampu meningkatkan kapasitas tukar kation dari tanah dan meningkatkan kemampuan tanah untuk menahan air. Adapun fungsi kompos secara biologis adalah kompos dapat meningkatkan jumlah populasi mikroorganisme pada tanah. Unsur hara makro yang terkandung pada kompos antara lain K, Ca, Mg, Cu, Zn, Mn, Fe dan Na.

Adapun standar kualitas kompos yang dituangkan dalam SNI 19- 7030-2004 disampaikan pada Tabel 2.3

(10)

5

Tabel 2.3 standar kualitas kompos menurut SNI 19-7030-2004 No Parameter Satuan Minimum Maksimum

1 Kadar air % - 50

2 Temperatur °C - Temperatur Air

Tanah (37°C)

*(Lanjutan dari Tabel 2.3 standar kualitas kompos menurut SNI 19-7030- 2004)*

3 Warna - - Kehitaman

4 Bau - - Berbau Tanah

5 Ukuran partikel

Mm 0,55 25

6 Kemampuan ikat air

% 58 -

7 Ph - 6,8 7,49

8 Bahan asing % * 1,5

Unsur makro 9 Bahan

organik

% 27 58

10 Nitrogen % 0,40 -

11 Karbon % 9,80 32

12 C/N-Rasio - 10 20

Keterangan: * Nilainya lebih besar dari minimum atau lebih kecil dari maksimum

(Sumber: SNI 19-7030-2004) 2.4 Komposter Rotary Drum

Menurut Kalamdhad & Varma (2015), teknik yang efisien dan menguntungkan dalam pengomposan adalah dengan menggunakan komposter rotary drum. Komposter rotary drum merupakan komposter yang memiliki pengaduk sehingga proses pengomposan pada bahan kompos menjadi merata. Proses pengomposan menggunakan rotary drum lebih ramah lingkungan karena pada pengomposan yang menggunakan rotary drum, cairan lindi yang merupakan hasil proses pengomposan akan ditampung. Cairan lindi merupakan cairan yang bersifat toksik pada tanah dan tanaman, karena mengandung banyak senyawa-senyawa yang berbahaya bagi lingkungan. Adapun waktu pengomposan dengan menggunakan komposter ini, yang dijelaskan pada penelitian Pradini

(11)

6

(2019), bahwa pengomposan dengan menggunakan rotary drum composter memerlukan waktu 19 hari. Untuk menghasilkan produk akhir yang seragam dan konsisten, drum komposter yang berputar memberikan agitasi, aerasi, dan pencampuran kompos secara homogen. Proses pengomposan terjadi dalam lingkungan yang hangat dan lembab dengan jumlah oksigen dan bahan organik yang cukup, sehingga mikroba aerobik yang tumbuh dapat mendekomposisi bahan organik dengan cepat.

Gambar 2.1 Komposter Rotary Drum

(12)

7

BAB III. METODE RISET 3.1 Tahapan Penelitian

Pengomposan TKKS dilakukan menggunakan komposter rotary drum dan menggunakan POME yang berasal dari limbah cair kelapa sawit sebagai bioaktivator. Proses pengomposan dilakukan dalam beberapa tahap sebagai berikut:

Mulai

Pemotongan TKKS yang kemudian dimasukkan ke dalam rotary drum

Penambahan POME sebagai bioaktivator

Pengambilan dan analisis sampel untuk mengetahui temperatur, pH, kadar air dan rasio C/N. Hasil analisis

dibandingkan dengan standar kualitas kompos yang ada pada SNI 19-7030-2004

Selesai

Gambar 3.1. Metode pelaksanaan 3.2 Prosedur Penelitian

3.2.1 Pencacahan Tandan Kosong Kelapa Sawit

Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dipotong menggunakan mesin pencacah sampai berukuran kecil, tujuan pencacahan TKKS adalah untuk memperkecil TKKS dan memperluas permukaan TKKS. Pencacahan berfungsi agar setiap bagian dari tandan kosong kelapa sawit dapat kontak dengan bioaktivator.

3.2.2 Penambahan POME sebagai Bioaktivator

TKKS yang sudah dipotong kemudian dicampur dengan POME dan diratakan campurannya. Pencampuran TKKS dengan POME hingga kadar air mencapai 50-60% yaitu kondisi optimum pengomposan. Hal itu dapat dilihat secara fisik yaitu bioaktivator hanya menetes perlahan.

3.2.3 Pengomposan TKKS dalam Komposter Rotary Drum Pada proses pembuatan kompos, volume kompos yang digunakan pada penelitian adalah 70% dari volume komposter agar rotary drum dapat beroperasi dengan maksimal.Selama proses

(13)

8

pengomposan, drum komposter diputar untuk memberikan agitasi, aerasi, dan pencampuran kompos secara homogen untuk menghasilkan produk akhir yang konsisten dan seragam.

Menghomogenkan kompos dengan cara pengadukan secara periodik pagi dan sore hari. Untuk mempertahankan kondisi aerobnya, pintu samping kedua sisi drum dibuka setengah bagian setelah periode rotasi tertentu sehingga dapat memastikan pencampuran yang tepat dan aerasi. Pengomposan dilakukan selama 40 hari dan dilakukan kontrol terhadap kadar air 50-60%

dengan penambahan bioaktivator.

3.2.4 Pengambilan dan Analisis Sampel

Analisis sampel dilakukan untuk parameter-parameter berikut:

3.2.4.1 Kadar Air

Kadar air merupakan salah satu parameter pendahuluan yang harus dilakukan sebelum melakukan pengukuran kadar karbon dan nitrogen. Kadar air dinyatakan dalam satuan persen (%). Waktu pengambilan sampel kompos dilakukan 1 kali sehari pada pagi hari. Tahapan melakukan analisis moisture content adalah dengan ditimbang sampel sebanyak 5 gram di titik penyamplingan dan menimbang berat cawan kosong. Setelah itu sampel yang telah ditimbang dimasukkan kedalam cawan dan ditimbang berat cawan yang berisi sampel sebagai berat awal sampel. Sampel kompos dimasukkan kedalam oven yang temperaturnya 120oC selama 4 jam. Sampel yang telah kering dimasukkan ke dalam desikator untuk mengurangi kadar air yang masih ada pada sampel kompos.

Berat sampel ditimbang kembali.

𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 𝐴𝑤𝑎𝑙 − 𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 𝐾𝑒𝑟𝑖𝑛𝑔

𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 𝐴𝑤𝑎𝑙 = % 𝑀𝐶 3.2.4.2 Temperatur

Prosedur pengukuran temperatur dilakukan di komposter rotary drum dengan menggunakan termometer digital dan dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari yaitu pagi dan sore. Pengukuran temperatur digunakan sebagai informasi untuk mengetahui kondisi pengomposan.

3.2.4.3 Nilai pH

(14)

9

bantuan shaker selama 30 menit. Lalu pH suspensi kompos diukur menggunakan pH meter.

3.2.4.4 Nilai Rasio C/N

Kadar C-organik dapat ditentukan dengan metode Walkey Black.

Sampel kompos dipipet sebanyak 1 ml dan dimasukkan ke dalam erlenmeyer 500 ml. Lalu ditambahkan larutan K2Cr2O7 1 N sebanyak 10 ml, dan H2SO4 pekat sebanyak 5 ml secara perlahan.

Kemudian sampel kompos diaduk selama 1 menit dan didiamkan selama 30 menit. Larutan sampel ditambahkan 200 ml akuades, 5 ml H3PO4 pekat (85%) dan 1 ml larutan difenilamin. Larutan sampel dititrasi dengan larutan FeSO4 hingga terjadi perubahan warna dari ungu menjadi hijau.

Kadar N-organik dapat ditentukan dengan metode Kjeldahl.

Sebanyak 1 ml sampel dimasukkan kedalam labu Kjehldahl.

Kemudian ditambahkan 0,3 g selenium dan 25 ml H2SO4 pekat.

Larutan sampel didestruksi hingga sampel berubah menjadi larutan coklat kehitaman kemudian dipindahkan ke dalam labu destilasi dan ditambahkan 50 ml akuades. Larutan ditambahkan 3 tetes indikator fenolftalein dan NaOH 40% sehingga berwarna merah lembayung.

Destilat ditampung dengan labu erlenmeyer yang berisi 50 ml H3BO3 3% dan 3 tetes indikator campuran. Dilakukan destilasi hingga diperoleh warna hijau muda. Destilat kemudian dititrasi dengan HCl 0,01 N sampai terbentuk merah lembayung. Volume titran dicatat dan ditentukan % N. Dilakukan hal yang sama sebanyak 3 kali.

3.3 Luaran dan Indikator Capaian

Luaran dan indikator capaian dari tahap penelitian ini adalah diperoleh kompos TKKS dengan kondisi optimum yang telah disesuaikan berdasarkan SNI, yang dapat menyuburkan tanah dan memberi nutrisi pada tanaman.

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Data diperoleh melalui pengecekan rasio C/N, pH, temperatur dan kadar air kompos.

3.5 Analisis Data

Data diperoleh melalui pengambilan dan pengujian sampel hasil pengomposan. Dalam penelitian ini dilakukan pengambilan sampel setiap satu kali sehari sehingga dapat dianalisa kadar air, temperatur, pH dan rasio C/N sampel sehingga diperoleh kondisi

(15)

10

optimum kompos. Semua data disajikan dalam bentuk tabel lalu dianalis dan dibandingkan dengan standar pupuk sesuai SNI.

3.6 Cara Penafsiran

Hasil data yang telah diperoleh dari analisis akan dibandingkan dengan standar kualitas kompos sesuai SNI sehingga dapat ditafsirkan kondisi optimum kompos yang dihasilkan.

(16)

11

BAB IV. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN 4.1. Anggaran Biaya

Tabel 4.1 Format Ringkasan Anggaran Biaya PKM-RE

No Jenis Pengeluaran Biaya (Rp)

1 Perlengkapan yang Diperlukan 554.000

2 Bahan Habis Pakai 1.695.000

3 Perjalanan 2.600.000

4 Lain-lain 1.500.000

Jumlah 6.749.000

4.2. Jadwal Kegiatan

Tabel 4.2 Jadwal Kegiatan No Jenis Kegiatan

1 2 3 4

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 1 Persiapan

2 Persiapan administrasi dan Komunikasi

3 Pemesanan alat dan bahan 4 Pembuatan rotary drum

5 Pengumpulan alat dan bahan 6 Pemotongan TKKS

7 Pencampuran TKKS yang sudah di dipotong dengan POME

8 Memasukkan TKKS yang sudah ditambahkan dengan pome ke rotary drum

9 Pengomposan dan pengadukan Analisis pH, kadar air, rasio C/N, dan temperatur

9 Pemanenan kompos 10 Evaluasi

11 Laporan akhir

12 Analisis hasil evaluasi 13 Penyusunan laporan akhir

(17)

12

DAFTAR PUSTAKA

Bantacut, T., & Fitriani, A. Y. (2019). Keseimbangan Biomassa dan Pemanenan Energi pada Pengolahan Limbah Cair Kelapa Sawit. Jurnal Teknologi Lingkungan, 20(1), 11-16.

B, T., P, M., T, H., Irvan, & H, D. (2018). Production of oil palm empty fruit bunch compost for ornamental plant cultivation. Material Science and Engineering Conference Series, 309(1), 012094.

Kalamdhad, A. S., & Varma , V. S. (2015). Evolution of chemical and biologicalcharacterization during thermophilic composting of vegetable waste using rotary drum composter. International Journal of Environmental Science and Technology, 12.

Sakiah, Firmansyah, A., & Arfianti, D. (n.d.). Sifat Biologi Tanah Pada Lahan Aplikasi dan Tanpa Aplikasi Tandan Kosong Kelapa Sawit di Adolina PT.

Perkebunan Nusantara IV. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 20(1), 11-17.

Siharti, & Salim, T. (2008). Pemanfaatan Limbah Pisang untuk Pembuatan Kompos Menggunakan Komposter Rotary Drum. Prosiding Seminar Nasional Teknoin

Trisakti, B., & Sijabat, I. P. (2020). Profil PH dan Volatile Suspended Solids pada Proses Pengomposan Tandan Kosong Kelapa Sawit Menggunakan Pupuk Cair Organik Aktif sebagai co-Composting. Jurnal Teknik Kimia USU, 9(1), 11-15.

Warsito, J., Sabang, S. M., & Mustapa , K. (2016). Pembuatan Pupuk Organik Dari Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit. Jurnal Akademika Kimia, 5(1), 8-15.

Widarti, B. N., Wardhini, W. K., & Sarwono, E. (2015). Pengaruh Rasio C/N Bahan Baku pada Pembuatan Kompos dari Kubis dan Kulit Pisang. Jurnal Integrasi Proses, 5(2), 75-80.

Dewanti, D. P. (2018, Januari). Potensi Selulosa dari Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit untuk Bahan Baku Bioplastik Ramah Lingkungan. Jurnal Teknologi Lingkungan, 19(1), 81-88.

Octavia,C. S. (2017). Pengaruh Pengadukan Pada Campuran Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit dan Tandan Kosong Kelapa Sawit Terhadap Produksi Biogas. Tesis.

Soleimaninanadegani, M., & Soheila , M. (2014). Enchancement of

(18)

13

LAMPIRAN

Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota dan Dosen Pembimbing Biodata Ketua

A. Identitas Diri Ketua

1 Nama Lengkap Liona Patricia Sijabat

2 Jenis Kelamin Perempuan

3 Program Studi Teknik Bioproses

4 NIM 31S19010

5 Tempat dan Tanggal Lahir Medan,17 April 2002

6 E-mail [email protected]

7 Nomor Telepon/HP 081366779684

B. Kegiatan Kemahasiswaan yang Sedang/Pernah Diikuti N

o

Jenis Kegiatan Status dalam Kegiatan

Waktu dan Tempat 1 Badan Eksekutif

Mahasiswa

Anggota Divisi Ilmu

Pengetahun dan Teknologi

Kampus (2020-2021)

2 Badan Eksekutif Mahasiswa

Koordinator Divisi Humas DIPTEK

Kampus (2021-2022) 3 Himpunan Mahasiswa

Teknik Bioproses

Sekretaris HIMATOR

Kampus (2021-2022) 4 Program Kreativitas

Antar Mahasiswa

Sekretaris Kampus (2021) C. Penghargaan yang Pernah Diterima

No. Jenis Penghargaan

Pihak Pemberi Penghargaan

Tahun 1 Juara I lomba PKM

internal

Fakultas

Bioteknologi IT Del

2019 2 Juara IX lomba PKM

internal

Fakultas

Bioteknolgi IT Del

2020

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi

(19)

14

salah satu persyaratan dalam pengajuan PKM-RE

Sitoluama, 5 Desember 2021

(Liona Patricia Sijabat) NIM:31S19010

Biodata Anggota 1

A. Identitas Diri

1 Nama Lengkap Fitriyanti Eka Putri Aruan

2 Jenis Kelamin Perempuan

3 Program Studi Teknik Bioproses

4 NIM 31S19014

5 Tempat dan Tanggal Lahir Karang Endah, 29 Desember 2000

6 E-mail [email protected]

7 Nomor Telepon/HP 081295056138

B. Kegiatan Kemahasiswaan Yang Sedang/Pernah Diikuti No

Jenis Kegiatan Status dalam Kegiatan

Waktu Tempat dan Tahun

C. Penghargaan yang Pernah Diterima No. Jenis Penghargaan

Pihak Pemberi Penghargaan

Tahun 1 Juara I lomba PKM

internal

Fakultas Bioteknologi IT Del

2019

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar

(20)

15

Sitoluama, 5 Desember 2021

(Fitriyanti Eka Putri Aruan) NIM: 31S19014

Biodata Anggota 2 A. Identitas Diri

1 Nama Lengkap Evy E Simanjuntak

2 Jenis Kelamin Perempuan

3 Program Studi Teknik Bioproses

4 NIM 31S19004

5 Tempat dan Tanggal Lahir Lobusiregar II, 25 Agustus 2001

6 E-mail [email protected]

7 Nomor Telepon/HP 082252901200

B. Kegiatan Kemahasiswaan yang Sedang/Pernah Diikuti N

o

Jenis Kegiatan Status dalam Kegiatan

Waktu dan Tempat 1 Badan Eksekutif

Mahasiswa

Anggota Divisi Ilmu Pengetahua n dan Teknologi

Kampus (2020- 2021)

2 Badan Eksekutif Mahasiswa

Wakil Ketua Divisi IPTEK

Kampus (2021- 2022) 3 Himpunan Mahasiswa

Teknik Bioproses

Ketua Divisi IPTEK

Kampus (2021- 2022) 4 Program Kreativitas

Antar Mahasiswa

Ketua Pelaksana

Kampus (2021) C. Penghargaan yang Pernah Diterima

No. Jenis Penghargaan Pihak Pemberi

Tahun

(21)

16

Penghargaan 1 Juara I lomba PKM

internal

Fakultas Bioteknologi IT Del

2019

2 Juara II lomba PKM internal

Fakultas Bioteknolgi IT Del

2019

3 Juara III lomba PKM internal

Fakultas Bioteknolgi IT Del

2021

4 Finalis Chemfair Essay Competition

Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Polban

2021

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan PKM-RE

Sitoluama, 5 Desember 2021

(Evy E Simanjuntak) NIM: 31S19004

Biodata Anggota 3

A. Identitas Diri

1 Nama Lengkap Resnika E. Samosir

2 Jenis Kelamin Perempuan

3 Program Studi Teknik Bioproses

(22)

17

C. Kegiatan Kemahasiswaan Yang Sedang/Pernah Diikuti No

Jenis Kegiatan Status dalam Kegiatan

Waktu Tempat dan Tahun

D. Penghargaan yang Pernah Diterima No. Jenis Penghargaan

Pihak Pemberi Penghargaan

Tahun

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan PKM-RE.

Dosen pembimbing A. Identitas Diri

1 Nama Lengkap Astiti Aditia, S.T., M.T.

2 Jenis Kelamin Perempuan

3 Program Studi Teknik Bioproses

4 NIDN 0125018510

5 Tempat dan Tanggal Lahir Bandung, 25 Januari 1985 6 E-mail [email protected] 7 Nomor Telepon/HP 085320391936

B. Riwayat Pendidikan

S1 S2 S3

Nama Institusi Universitas Jenderal Achmad Yani

Institut Teknologi Bandung

-

Sitoluama, 5 Desember 2021

(Resnika E. Samosir) NIM:31S20015

(23)

18

Jurusan Teknik Kimia Teknik Kimia - Tahun Masuk-Lulus 2002-2007 2011-2014 -

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation) No Nama Pertemuan

Ilmiah/Seminar

Judul Artikel Ilmiah

Waktu dan Tempat

1 - - -

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan PKM-RE.

Sitoluama, 5 Desember 2021

(Astiti Aditia, S.T, M.T) NIDN: 0125018510

(24)

19

Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan

1. Perlengkapan yang diperlukan Volume

Harga Satuan

(Rp)

Nilai (Rp)

Sewa kuota internet 60 GB 66.667 400.000

SUB TOTAL (Rp) 400.000

2. Perlengkapan yang diperlukan Volume

Harga Satuan

(Rp)

Nilai (Rp)

Termometer tanah 1 buah 60.000 60.000

Ember 50 L 2 buah 27.000 54.000

Sekop 2 buah 85.000 170.000

Karung goni 200 kg 3 buah 30.000 90.000

Jerigen 30 L 3 buah 60.000 180.000

SUB TOTAL (Rp) 554.000

3. Bahan Habis Pakai Volume

Harga Satuan

(Rp)

Nilai (Rp)

Limbah TKKS 500 kg 500 250.000

POME 90 L 500 45.000

Kertas whatman 4 pack 200.000 800.000

Akuades 40 L 15.000 600.000

SUB TOTAL (Rp) 1.695.000

4. Perjalanan Volume

Harga Satuan

(Rp)

Nilai (Rp) Pengiriman sampel ke laboratorium

Pertanian USU-Medan 1 150.000 150.000

Pengujian sampel di laboratorium

Pertanian USU-Medan 10 185.000 1.850.000

Pengiriman TKKS dan POME ke

lokasi penelitian 1 600.0000 600.000

SUB TOTAL (Rp) 2.600.000

5. Lain-lain Volume

Harga Satuan

(Rp)

Nilai (Rp) Print pembuatan laporan, dll Sesuai

keperlu 200.000 200.000

(25)

20

an a. Publikasi artikel

nasional 1 250.000 300.000

b. Jasa penyewaan komposter rotary drum

1 500.000 500.000 c. Jasa penyewaan alat

pencacah 1 500.000 500.000

SUB TOTAL (Rp) 1.500.000

TOTAL 1+2+3+4+5 (Rp) 6.749.000

(26)

21

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas

No Nama/NIM Program Studi

Bidang Ilmu

Alokasi Waktu

(jam/

minggu)

Uraian Tugas

1

Liona Patricia Sijabat / 31S19010

Teknik

Bioproses Teknik 5

● Proses pemotongan TKKS dengan bantuan mesin pencacah

● Proses pencampuran POME yang digunakan sebagai bioaktivator

● Mengatur administrasi dan keuangan

2 Fitriyanti Eka Putri Aruan / 31S19014

Teknik

Bioproses Teknik 5

● Proses pemotongan TKKS dengan bantuan mesin pencacah

● Proses pencampuran POME yang digunakan sebagai bioaktivator

3

Evy E Simanjuntak / 31S19004

Teknik

Bioproses Teknik 5

● Belanja dan menyediakan segala keperluan alat penunjang yang dibutuhkan dalam pembuatan kompos

● Proses

pengomposan TKKS yang telah dicampurkan dengan POME menggunakan

(27)

22

komposter rotary drum

● Pengecekan sampel untuk dianalisis kualitasnya yang meliputi kadar air, temperatur, nilai 𝑝𝐻 dan nilai rasio C/N

4 Resnika E.

Samosir / 31S20015

Teknik

Biproses Teknik 5

● Belanja dan menyediakan segala keperluan alat penunjang yang dibutuhkan dalam pembuatan kompos

● Proses

pengomposan TKKS yang telah dicampurkan dengan POME menggunakan komposter rotary drum

● Pengecekan sampel untuk dianalisis kualitasnya yang meliputi kadar air, temperatur, nilai 𝑝𝐻 dan nilai rasio C/N

(28)

23

Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana

Institut Teknologi Del Jl Sisingamangaraja, Sitoluama, Laguboti, Toba Samosir Indonesia, 22381 Telp. (0632) 331234,

email: [email protected], www.del.ac.id SURAT PERNYATAAN KETUA PELAKSANA

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Liona Patricia Sijabat

NIM : 31S19010

Program Studi : S1-Teknik Bioproses Fakultas : Bioteknologi

Dengan ini menyatakan bahwa proposal PKM-RE saya dengan judul :

Pengomposan TKKS Menggunakan Bioaktivator POME pada Komposter Rotary Drum

yang diusulkan untuk tahun anggaran 2021 adalah asli karya kami dan belum pernah dibiayai oleh lembaga atau sumber dana lain.

Bilamana di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini, maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mengembalikan seluruh biaya penelitian yang sudah diterima ke kas negara.

Sitoluama, 5 Desember 2021 Dosen Pendamping, Yang Menyatakan

(Astiti Aditia, S.T., M.T) NIDN. 0125018510

(Liona Patricia Sijabat) NIM.31S19010

Mengetahui, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kepelajaran

(Dr. Arlinta Christy Barus, S.T., M.InfoTech) NIP/NIK. 0311020009

Gambar

Tabel 2.1 Karakteristik TKKS   Karakteristik TKKS  N
Tabel 2.2 karakteristik POME   Karakteristik POME  N
Tabel 2.3 standar kualitas kompos menurut SNI 19-7030-2004  No  Parameter  Satuan  Minimum  Maksimum
Gambar 2.1 Komposter Rotary Drum
+4

Referensi

Dokumen terkait