LAPORAN MAGANG/PRAKTIK KERJA
DI BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN LOMBOK BARAT PENGUNGKAPAN PENDAPATAN USAHA/PERUSAHAAN DI KECAMATAN NARMADA DAN LINGSAR MELALUI SURVEI PERDAGANGAN BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN LOMBOK
BARAT 2022
DISCLOSURE OF BUSINESS/COMPANY REVENUE IN NARMADA AND LINGSAR SUB-DISTRICT THROUGH TRADE SURVEY AT THE CENTER
AGENCY ON STATISTIC OF WEST LOMBOK REGENCY 2022
Oleh:
IDA BAGUS MULIADNYANA A1C019096
PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MATARAM 2022
i
ii
iii DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PERSETUJUAN HALAMAN PERNYATAAN HALAMAN PENGESAHAN
DAFTAR ISI ... iii
KATA PENGANTAR ... vi
BAB 1 PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Tujuan... 3
1.3 Manfaat ... 3
BAB II PROGRAM KEGIATAN ... 5
2.1 Tempat Pelaksanaan ... 5
2.2 Waktu Pelaksanaan ... 5
2.3 Program Kegiatan... 6
BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN ... 13
3.1 Gambaran Umum Perusahaan ... 13
3.1.1 Sejarah Badan Pusat Statistik ... 13
3.1.2 Visi dan Misi Badan Pusat Statistik ... 16
3.1.3 Tugas, Fungsi dan Kewenangan Badan Pusat Statistik ... 17
3.1.4 Struktur Organisasi ... 18
3.2 Realisasi Pelaksanaan Program ... 21
3.2.1. Pengajuan Program Magang ... 21
3.2.2. Penyesuaian Lingkungan Kerja dan Budaya Organisasi ... 21
3.2.3. Pembelajaran Mengenai Survey Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) ... 22
3.2.4. Pembelajaran Mengenai Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) ... 22
3.2.5. Pembelajaran Mengenai Publikasi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) ... 23
3.2.6. Pembelajaran Mengenai Wilayah Kerja Statistik (WILKERSTAT) Sensus Pertanian 2023 (ST2023) ... 24
iv
3.2.7. Pelatihan Mengenai Survei Perdagangan Antar Wilayah (PAW) ... 24
3.2.8. Pencacahan Lapangan Survei Perdagangan Antar Wilayah (PAW) .... 25
3.2.9. Pengolahan Dokumen Survei Perdagangan Antar Wilayah (PAW) .... 26
3.2.10. Pembelajaran Mengenai Survei Statistik Jasa Akomodasi (VHTS) ... 26
3.2.11. Pembelajaran Mengenai Sensus Penduduk 2020 Lanjutan (SP2020LF) ... 27
3.3 Relevansi Kegiatan Magang dengan Mata Kuliah Konversi ... 29
3.3.1. Komunikasi Bisnis ... 29
3.3.2. Etika Bisnis dan Profesi ... 30
3.3.3. Seminar Akuntansi Manajemen (SAM) ... 30
3.3.4. Audit 3 ... 31
3.3.5. Tata Kelola Korporasi ... 31
3.4 Pembahasan ... 32
3.4.1. Pengertian Pendapatan ... 32
3.4.2. Karakteristik Pendapatan ... 33
3.4.3. Jenis-Jenis Pendapatan ... 33
3.4.4. Pengakuan Pendapatan ... 34
3.4.5. Pengukuran Pendapatan ... 34
3.4.6. Gambaran Umum Survei Perdagangan ... 35
3.4.7. Landasan Hukum Survei Perdagangan ... 36
3.4.8. Tujuan Survei Perdagangan ... 36
3.4.9. Organisasi Lapangan Survei Perdagangan ... 36
3.4.10. Ruang Lingkup Survei Perdagangan ... 39
3.4.11. Stratifikasi Usaha ... 40
3.4.12. Kerangka Sampel ... 42
3.4.13. Metode Pemilihan Sampel ... 42
3.4.14. Metode Pengumpulan Data ... 43
3.4.15. Daftar Sampel Perusahaan Utama (Daftar VPAW.22-DSPU)... 44
3.4.16. Pengungkapan Pendapatan Usaha/Perusahaan dalam Kuisioner VPAW- 22 ... 47
BAB IV PENUTUP ... 50
4.1 Kesimpulan ... 50
4.2 Keterbatasan ... 51
v
4.3 Saran ... 51 LAMPIRAN ... 52
vi
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Magang MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merderka) di Badan Pusat Statistik Kabupaten Lombok Barat dengan judul “Pengungkapan Pendapatan Usaha/Perusahaan di Kecamatan Narmada dan Lingsar Melalui Survei Perdagangan Badan Pusat Statistik Kabupaten Lombok Barat 2022” dengan baik. Tujuan penulisan laporan ini adalah sebagai tugas akhir dari kegiatan MBKM Magang/Praktik Kerja yang telah dilaksanakan sejak 14 Februari 2022 sampai 17 Juni 2022.
Penulis mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak-pihak yang telah membantu dan mendukung penulis selama penyelesaian laporan ini, diantaranya:
1. Dr.Muaidy Yasin, MS selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram yang telah memberikan kesempatan dan membuka program MBKM ini.
2. Baiq Anggun Hilendry L.,SE.,M.Si.,Ak selaku Ketua Jurusan S1 Akuntansi Universitas dan sekaligus sebagai Pembimbing Utama Magang yang telah memberikan kesempatan kepada penulis dan selalu memberikan pengarahan kepada penulis selama pelaksanaan program MBKM.
3. Isnawati,SE.,M.A selaku Sekretaris Jurusan S1 Akuntansi yang telah mendukung penulis dalam pelaksanaan program MBKM.
4. Ir.Lalu Supratna selaku Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Lombok Barat yang telah memberikan kesempatan untuk pelaksanaan program MBKM di Badan Pusat Statistik Kabupaten Lombok Barat.
5. Ni Ketut Alit RH.,S.ST selaku Supervisor dan Pembimbing Lapangan selama program MBKM yang telah membimbing, mengarahkan, memotivasi, dan memberikan kesempatan kepada penulis selama menjalankan program MBKM magang.
6. Mirham Ayuddin, S.ST; Septa Noor Pradani, S.ST; Dian Nahriyah, S.ST; I Gusti Nyoman Ayu Sawitri, S.ST; dan Ir.Semaun selaku koordinator setiap
vii
fungsi dan seluruh staff BPS Kabupaten Lombok Barat yang telah membantu, mendukung, membimbing dan mengajarkan banyak hal selama pelaksanaan program MBKM.
7. Ida Bagus Widnyana, Ni Wayan Suarni dan Ida Bagus Widiadnyana, S.Pd.,M.Pd selaku keluarga penulis yang selalu memberikan dukungan kepada penulis.
8. Nandita, Nita, Difa, Vivi, Izlin, Laras, Nia, dan Ziadi yang merupakan rekan seperjuangan penulis dalam pelaksanaan program MBKM dan selalu memberikan dukungan, bantuan, serta sebagai tempat berkeluh kesah selama pelaksanaan MBKM.
9. Novi, Nanda, Lily, Rima, Fithri, Dita, Wahyuni, dan Lala sebagai sahabat terbaik penulis yang selalu memberikan dukungan kepada penulis.
10. Kementerian Kelembagaan BEM FEB UNRAM 2022, terkhusus Reza dan Anun.
11. Sahabat Pencari Takdir, Keluarga Organisasi, Teman Kelas dan seluruh pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.
Penulis menyadari penyusunan laporan ini masih banyak kekurangan yang harus dibenahi. Segala bentuk kritik dan saran yang membangun sangat dibutuhkan untuk penyempurnaan laporan ini. Semoga laporan ini dapat memberikan manfaat kepada mahasiswa dan BPS Lombok Barat untuk dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi pembaca.
Mataram, 13 Juni 2022
Ida Bagus Muliadnyana
1 BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan zaman, perubahan pesat terus terjadi dalam lingkup sosial, budaya, dan teknologi. Kemajuan juga terjadi dalam dunia kerja dan industri, yang saat ini terus mengalami perkembangan baik dari Sumber Daya Manusia (SDM), maupun teknologi yang digunakan. Mahasiswa diharapkan mampu menguasai aspek-aspek yang relevan dengan kemajuan yang terjadi secara optimal. Perguruan Tinggi memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa untuk menguasi aspek-aspek tersebut melalui rancangan pembelajaran yang inovatif.
Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang merupakan program terobosan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (KEMENDIBUDRISTEK) pada tahun 2020. Program MBKM ini ditujukan kepada seluruh mahasiswa di Indonesia. Program MBKM merupakan perwujudan dari sistem pembelajaran kampus yang fleksibel yang akan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri yang dimiliki melalui pembelajaran di luar program studi bagi mahasiswa.
Program MBKM memiliki keunggulan bagi perguruan tinggi dan mahasiswa, diantaranya kemudahan dalam pembukaan program studi baru, kemudahan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menjadi PTN yang berbadan hukum, perubahan dalam sistem akreditasi perguruan tinggi, dan hak bagi mahasiswa untuk belajar di luar program studi selama tiga semester dan konversi SKS sebanyak 20 SKS.
Adapun tiga semester yang dimaksud, yaitu satu semester untuk mengambil mata kuliah di luar program studi dan dua semester untuk melakukan aktivitas pembelajaran di luar perguruan tinggi.
Bentuk kegiatan dalam program MBKM ini terdiri dari 8 kegiatan, yaitu Pertukaran Pelajar, Magang/Praktik Kerja, Asisten Mengajar di Satuan Pendidikan, Penelitian atau Riset, Proyek Kemanusiaan, Kegiatan Wirausaha, Studi atau Proyek Independen dan Membangun Desa atau Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT).
2
Program MBKM diharapkan mampu memberikan wadah bagi mahasiswa dalam mengasah pengembangan kreativitas, inovasi, kepribadian dan kemandirian mahasiswa dalam mencari pengetahuan melalui pembelajaran lapangan yang nantinya akan dihadapi. Hal ini yang akan meningkatkan soft skill dan hard skill mahasiswa secara kuat untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi dalam dunia usaha, industri dan masyarakat.
Universitas Mataram menjadi salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Nusa Tenggara Barat yang telah melaksanakan program MBKM di beberapa Fakultas, salah satunya yaitu Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Fakultas Ekonomi dan Bisnis mulai melaksanakan program MBKM ini pada tahun 2021 dan dilaksanakan oleh tiga program studi yaitu Akuntansi, Manajemen dan Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan. Program MBKM yang dilaksanakan terdiri dari beberapa kegiatan, diantaranya Magang/Praktik Kerja, Asistensi Mengajar, Kegiatan Wirausaha dan Proyek Kemanusiaan.
Dalam pelaksanaan program MBKM, setiap program studi telah merancang perekrutan mahasiswa yang memiliki minat untuk mengikuti program ini dengan beberapa rangkaian kegiatan. Adapun rangkaian kegiatan perekrutan mahasiswa MBKM yaitu, sosialisasi mengenai program MBKM dengan tujuan untuk memperkenalkan program MBKM kepada mahasiswa. Selanjutnya, dilakukan seleksi mahasiswa MBKM untuk mengetahui mahasiswa yang memenuhi kriteria dan terakhir dilaksanakan kegiatan pembelakan mahasiswa MBKM guna memberikan arahan kepada mahasiswa yang nantinya akan melaksanakan program MBKM.
Program studi Akuntansi yang menjadi salah satu pelaksana program MBKM telah melaksanakan proses perekrutan tersebut dengan total peserta pendaftar MBKM di tahun 2022 sejumlah 100 pendaftar dan peserta yang dinyatakan memenuhi kriteria untuk melaksanakan program MBKM sejumlah 90 mahasiswa, dengan rincian 5 mahasiswa melaksanakan Kegiatan Wirausaha, 84 mahasiswa melaksanakan Magang/Praktik, dan 1 mahasiswa melaksanakan Proyek Kemanusiaan. Untuk memperlancar program MBKM ini, prodi Akuntansi telah
3
bekerjasama dengan berbagai pihak, seperti Pemerintah Provinsi Nusa tenggara Barat, Pemerintah Kota Mataram, UMKM, Pemerintah Daerah dan lain-lain.
1.2 Tujuan
a) Menjadikan mahasiswa sebagai lulusan yang berdaya saing dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
b) Memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri melalui pendidikan di luar program studi.
c) Meningkatkan soft skill dan hard skill melalui pembelajaran lapangan yang sesuai dengan keadaan dalam dunia kerja.
1.3 Manfaat
a) Manfaat Teoritis
Hasil kepenulisan ini diharapkan mampu memberikan manfaat dan kontribusi pengetahuan yang dapat dijadikan sebagai rujukan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kepenulisan mengenai program MBKM.
b) Kegunaan Praktis 1) Bagi Mahasiswa
Mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan dan mengembangkan potensi diri yang dimiliki melalui program MBKM.
Selain itu, dengan mengikuti program MBKM, mahasiswa diharapkan menjadi lulusan yang siap kerja dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman yang semakin meningkat.
2) Bagi Tenaga Pendidik
Dengan dilaksanakannya program MBKM, tenaga pendidik khususnya di lingkungan Universitas Mataram diharapkan mampu menjadikan program ini sebagai sarana untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan yang sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
3) Bagi Perguruan Tinggi
Program MBKM memberikan kesempatan bagi perguruan tinggi khususnya Universitas Mataram untuk memperluas kerjasama dengan
4
berbagai pihak untuk meningkatkan citra Universitas Mataram dalam kualitas pendidikan.
5 BAB II
PROGRAM KEGIATAN
2.1 Tempat Pelaksanaan
Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) dilaksanakan di Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lombok Barat pada fokus Bidang Integrasi Pengelolaan dan Diseminasi Statistik (IPDS). Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lombok Barat berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, Dasan Geres, Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
2.2 Waktu Pelaksanaan
Program MBKM di Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lombok Barat dimulai pada tanggal 14 Februari 2022 dan dilaksanakan selama lima bulan.
Adapun jadwal pelaksanaan MBKM di Badan Pusat Statistik (BPS) Lombok Barat dijabarkan dalam dalam tabel berikut.
Hari Masuk
(WITA)
Istirahat (WITA)
Pulang (WITA)
Senin-Kamis 07.30 12.00 16.00
Jumat 07.30 11.00 17.00
Sabtu-Minggu Libur
Tabel 2.1 Jadwal Kerja BPS Lombok Barat (Normal)
Hari Masuk
(WITA)
Istirahat (WITA)
Pulang (WITA)
Senin-Kamis 07.30 12.00 14.30
Jumat 07.30 11.00 15.00
Sabtu-Minggu Libur
Tabel 2.2 Jadwal Kerja BPS Lombok Barat (New Normal dan Bulan Puasa)
6 2.3 Program Kegiatan
Program MBKM yang dilaksanakan oleh penulis adalah Magang/Praktik Kerja.
Program tersebut dipilih karena penulis ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar di luar prodi dengan turun langsung ke lapangan guna mengasah dan mengimplementasikan potensi yang dimiliki. Selain itu, program Magang/Praktik Kerja dipilih oleh penulis agar dapat meningkatkan soft skill dan hard skill agar menjadi lulusan yang dapat berdaya saing dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam dunia kerja. Penulis juga berhak untuk mengonversi sebanyak 20 SKS.
Dalam pelaksanaannya, penulis menyusun Adapun kegiatan utama yang direncanakan oleh penulis selama program Magang/Praktik Kerja di BPS Kabupaten Lombok Barat, yaitu:
No. Kegiatan Utama
Uraian
Kegiatan Tujuan Indikator Keberhasilan
1.
Pengajuan Program Magang
Kegiatan ini merupakan kegiatan awal yang dilakukan sebelum
pelaksanaan program magang.
Kegiatan ini juga sebagai bentuk penyerahan mahasiswa kepada instansi untuk
melaksanakan program tersebut.
Untuk dapat melaksanakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dalam bentuk program Magang Instansi.
Disetujuinya pelaksanaan MBKM dalam bentuk
program Magang Instansi oleh instansi terkait.
7 2.
Penyesuaian Lingkungan Kerja dan Budaya Organisasi
Kegiatan ini meliputi penyesuaian mengenai siklus kerja, budaya organisasi dan pengenalan kepada pegawai di instansi terkait.
Untuk dapat menyesuaikan diri dengan
lingkungan kerja dan budaya organisasi di instansi terkait.
Dapat
melaksanakan program Magang Instansi sesuai dengan aturan intansi yang berlaku.
3.
Pelatihan Mengenai Survei Perdagangan Antar Wilayah (PAW)
Kegiatan ini merupakan salah satu pelatihan Survei mengenai perdagangan yang
dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik.
Untuk dapat mengetahui komponen dalam Survei
Perdagangan Antar Wilayah (PAW)
Siap melakukan pencacahan lapangan setelah mendapatkan pelatihan PAW.
4.
Pencacahan Lapangan Survei Perdagangan Antar Wilayah (PAW)
Kegiatan ini meliputi kegiatan lapangan dengan mencacah sebanyak jumlah sampel pedagang (skala kecil dan besar).
Untuk mengetahui kegiatan
perdagangan yang terjadi selama satu tahun.
Melakukan pencacahan lapangan sesuai
prosedur yang ada.
5.
Pengolahan Dokumen Survei
Kegiatan ini merupakan tahap lanjutan setelah
Untuk mengolah hasil pencacahan agar dapat
Mengetahui kegiatan perdagangan
8 Perdagangan
Antar Wilayah (PAW)
dilakukannya pencacahan lapangan.
mengetahui kegiatan
perdagangan yang terjadi pada suatu sampel selama satu tahun, mengetahui jumlah beban dan pendapatan, presentase keuntungannya dan moda
transportasi yang digunakan.
yang terjadi, beban dan pendapatan, presentase keuntungan dan moda transportasi yang digunakan pada suatu sampel.
Tabel 2.3 Rencana Kegiatan Utama MBKM BPS Lombok Barat
Selain kegiatan utama, penulis juga merencanakan kegiatan lain sebagai penunjang dalam program Magang/Praktik Kerja ini. Adapun kegiatan lain tersebut, yaitu:
No. Program
Utama Uraian Kegiatan Tujuan Indikator Keberhasilan
1.
Pembelajaran Mengenai Wilayah Kerja Statistik
(WILKERSTAT) Sensus Pertanian 2023 (ST2023)
Kegiatan ini merupakan tahapan awal dalam Sensus Pertanian 2023 (ST2023) yang meliputi
pemuktahiran peta Satuan
Untuk mengetahui wilayah yang menjadi Satuan Lingkungan Setempat (SLS) dan Blok Sensus
Mampu membaca peta sensus dan memahami kuisioner pemuktahiran WILKERSTAT ST2023.
9 Lingkungan Setempat (SLS), pemuktahiran muatan SLS dan Blok Sensus (BS), serta Geotagging.
(BS) dalam ST2023.
2.
Pembelajaran Mengenai Survei Angkatan Kerja Nasional
(SAKERNAS)
Kegiatan ini meliputi Survei yang dilakukan oleh BPS dalam rangka
menyediakan data pokok
ketenagakerjaan yang
berkesinambungan dan dampak yang ditimbulkan akibat COVID-19.
Mengetahui tata cara pelaksanaan SAKERNAS yang sesuai dengan pedoman.
Mampu memahami konsep dan mampu melakukan pengolahan kuisioner SAKERNAS.
3.
Pembelajaran Mengenai
Publikasi Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB)
Publikasi Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB)
merupakan kegiatan yang meliputi pembuatan dan publikasi m
Untuk mengetahui cara
penyusunan dan publikasi PDRB Kabupaten Lombok Barat.
Mampu turut serta dalam penyusunan PDRB Kabupaten Lombok Barat.
10 engenai PDRB Kabupaten Lombok Barat.
4.
Pembelajaran Mengenai Survei Sosial Ekonomi Nasional
(SUSENAS)
Kegiatan ini disebut sebagai Mother of Survey yang merupakan survei untuk mengumpulkan data pembangunan tentang
kesejahteraan rakyat yang dapat mencerminkan keadaan sosial dan ekonomi
masyarakat yang relative lebih luas dan rinci.
Mengetahui tata cara pelaksanaan SUSENAS yang sesuai dengan pedoman.
Dapat memahami konsep dan mampu melakukan pengolahan kuisioner SUSENAS.
5.
Pembelajaran Mengenai Survei Statistik Jasa Akomodasi Bulanan (VHTS)
Merupakan kegiatan suvei bulanan yang dilakukan oleh BPS dengan sasaran perusahaan penyedia jasa akomodasi.
Kegiatan ini dilakukan untuk
Mengetahui tata cara pelaksanaan survei VHTS yang sesuai dengan pedoman.
Dapat memahami konsep dan mampu melakukan pengolahan kuisioner survei VHTS.
11 mengumpulkan data tingkat penghunian kamar hotel/akomodasi.
Data tersebut akan digunakan sebagai landasan
perencanaan dan evaluasi bagi instansi
pemerintah dan swasta untuk menentukan kebijakan terkait usaha tersebut.
6.
Pembelajaran Mengenai Sensus Penduduk 2020 Lanjutan (SP2020LF)
Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan dari kegiatan Sensus Penduduk 2020. Cakupan dari kegiatan ini yaitu rumah tangga yang dipilih secara acak/sampel.
SP2020LF nantinya akan menghasilkan parameter demografi yang
Mengetahui tata cara pelaksanaan SP2020LF yang sesuai dengan pedoman.
Dapat memahami konsep dan mampu melakukan pengolahan kuisioner survei SP2020LF.
12 lebih akurat seperti kelahiran,
kematian dan imigrasi serta informasi penting lainnya dalam rangka
menghasilkan indikator SDGs dan RPJMN bidang
kependudukan.
Tabel 2.4 Rencana Kegiatan Pendukung MBKM BPS Lombok Barat
13 BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Gambaran Umum Perusahaan 3.1.1 Sejarah Badan Pusat Statistik
Badan Pusat Statistik merupakan Lembaga Pemerintah Non Kementerian yang bertanggung jawab kepada presiden. Sejarah didirikannya Badan Pusat Statistik diawali dengan dididirikannya kantor statistik pertama oleh Departement Van Lanbouw Nijverheiden Handel (Departemen Pertanian, Kerajinan dan Perdagangan) di Bogor. Tujuan dari didirikannya kantor statistik tersebut adalah untuk mengelola dan mempublikasikan data statistik, terutama yang berkaitan dengan bea dan cukai.
Pada bulan September 1924, lembaga tersebut mengalami perubahan nama menjadi Central Kantoor Voor Statistiek (CKS atau Kantor Pusat Statistik) dan dipindahkan ke Jakarta. Selain memiliki tugas dalam bidang administrasi, kantor statistik juga memiliki tugas menangani Urusan Umum, Statistik Perdagangan, Statistik Pertanian, Statistik Kerajinan, Statistik Konjungtor, dan Statistik Sosial. Produk perundang-undangan yang dihasilkan pada waktu itu diantaranya adalah Volksteling Ordonanntie 1930 (Staatsblad 1930 Nomor 128) yang menjadi dasar pelaksanaan Sensus Penduduk pada tahun 1930, dan Statistiek Ordonnantie 1934 (Staatsblad Nomor 508) tentang kegiatan perstatistikan (BPS, 2013).
Central Kantoor Voor Statistiek (CKS) mengalami perpindahan pemerintahan dari pemerintah Hindia Belanda ke pemerintahan militer Jepang pada tahun 1942. Hal ini dikarenakan pemerintah Hindia Belanda menyerah kepada Jepang. Kemudian, nama CKS berubah menjadi Shomubu Chosasitsu Gunseikanbu dan bernaung di bawah Gubernur Militer (Gunseinkanbu). Selain itu, kegiatan CKS juga dialihkan untuk memenuhi kebutuhan perang (data militer).
Pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia resmi memproklamasikan kemerdekaan. Pemerintahan yang baru terbentuk di bawah pimpinan Presiden
14
Soekarno segera membentuk lembaga-lembaga pemerintahan lainnya. Salah satu lembaga pemerintahan yang terbentuk adalah Kantor Penyelidikan Perangkaan Umum Republik Indonesia (KAPPURI) yang dipimpin oleh Mr.Abdul Karim Pringgodigdo dan memiliki tugas untuk menangani kegiatan statistik. Pada tahun 1946, KAPPURI mengalami perpindahan tempat yang mengikuti pusat pemerintahan RI ke Yogyakarta. Selain itu, CSK juga kembali diaktifkan oleh Belanda yang saat itu berkedudukan di Jakarta.
Berdasarkan surat edaran Kementrian Kemakmuran No.219/SC, tanggal 12 Juni 1950, KAPPURI diubah menjadi Kantor Pusat Statistik (KPS) dan berada dibawah naungan Kementrian Kemakmuran. Peraturan ini diubah lagi pada tanggal 1 Maret 1952, melalui Keputusan Menteri Perekonomian mengeluarkan Keputusan No.P/44 yang menyatakan KPS berada di bawah dan bertanggung jawab pada Menteri Perekonomian. Berdasarkan Keputusan Menteri Perekonomian No.18.099/M tanggal 24 Desember 1953, kegiatan KPS dibagi menjadi 2 bagian yaitu Afdeling A merupakan Bagian Riset dan Afdeling B merupakan Bagian Penyelenggaraan dan Tata Usaha.
KPS mengalami perubahan menjadi Biro Pusat Statistik (BPS) terhitung sejak dikeluarkannya Keputusam Presiden RI No.172 Tahun 1957 pada tanggal 1 Juni 1957. KPS yang semula menjadi tanggung jawab dan wewenang Menteri Perekonomian dialihkan menjadi wewenang dan langsung berada di abawah Perdana Menteri bersamaan dengan perubahan nama KPS menjadi Biro Pusat Statistik. Pada tanggal 24 September 1960, Volkstelling Ordonnantie 1930 resmi digantikan oleh UU No.6 Tahun 1960 tetang Sensus. Selanjutnya, pada tanggal 26 September 1960, Statistiek Ordonanntie 1934 digantikan oleh UU No.7 Tahun 1960 tentang Statistik. Berdasarkan Keputusan Perdana Menteri No.26/P.M/1958 pada tanggal 16 Januari 1958, BPS diberi tugas untuk melakukan pekerjaan persiapan Sensus Penduduk pertama yang dilakukan sejak masa kemerdekaan.
Pada tanggal 26 September, pemerintah mengeluarkan UU No.7 Tahun 1960 tentang Statistik sebagai bentuk penyempurnaan UU No.6 Tahun 1960 tentang Sensus. Dengan berlakunya UU ini, produk statistik kolonial beralih
15
menjadi statistik nasional. Sehingga, tanggal 26 September diperingati sebagai Hari Statistik Nasional. UU No.7 Tahun 1960 kembali mengalami penyempurnaan pada tanggal 19 Mei 1997 dengan disahkannya UU No.16 Tahun 1997 tentang Statistik, sekaligus mengubah nama Biro Pusat Statistik (BPS) menjadi Badan Pusat Statistik (Statistician, 2009).
Badan Pusat Statistik (BPS) merupakan Lembaga Pemerintah Non- Kementerian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Dalam penyelenggaraan kegiatan statistik, BPS berusaha memenuhi kebutuhan data yang diperlukan oleh pemerintah baik dibidang Ekonomi maupun Sosial, seperti Pertanian, Pertambangan, Industri, Komunikasi, Perdagangan, Kedudukan, Ketenagakerjaan, Keuangan, Pendapatan Nasional dan Pendidikan.
Berdasarkan UU No.16 Tahun 1997 tentang Statistik, menyatakan bahwa kegiatan statistik ditujukan untuk menyediakan data statistik yang lengkap, akurat dan muktahir dalam rangka mewujudkan Sistem Statistik Nasional yang andal, efektif dan efisien guna mendukung pembangunan nasional. BPS melakukan kegiatan pengumpulan data melalui Sensus, Survei Antar Sensus, Survei Sektoral atau Lintas Sektoral, Studi Kasus dan Pemanfaatan Catatan Administrasi atau Data Sekunder yang telah disusun dalam siklus sepuluh tahunan.
Sensus merupakan kegiatan berskala besar yang dilakukan sepuluh tahun sekali sebagai upaya pengumpulan data secara menyeluruh. BPS melaksanakan tiga macam sensus, yaitu Sensus Penduduk yang dilaksanakan pada angka tahun 24 berakhiran 0, Sensus Pertanian yang dilaksanakan pada angka tahun berakhiran 3 dan Sensus Ekonomi yang dilaksanakan pada angka tahun berakhiran 6 (Sensus, 2014).
Survei antar sensus merupakan pengumpulan data yang berkaitan dengan sensus, sedangkan survei sektoral atau lintas sektoral adalah survei yang bebas penyelenggaraannya dan tidak mengait dengan salah satu sensus. Survei-survei umumnya dilakukan secara berkala tergantung pada kecepatan perubahan data dan kebutuhan perencanaan pembangunan.
16
Pemanfaatan catatan administrasi atau data sekunder dilakukan dengan melakukan kerja sama dengan Departemen atau Instansi Pemerintahan atau Swasta yang mengelolah administrasi atau melaksanakan survei khusus, guna menghasilkan data statistik yang lebih beragam, lebih lengkap untuk memenuhi berbagai keperluan dan diusahakan pelaksanaannya dilakukan secara teratur.
3.1.2 Visi dan Misi Badan Pusat Statistik
Badan Pusat Statistik memiliki sebuah visi dengan tetap mempertimbangkan capaian kinerja, memperhatikan aspirasi masyarakat, potensi dan permasalahan, serta mewujudkan Visi Presiden dan Wakil Presiden.
Adapun Visi Badan Pusat Statistik untuk tahun 2020-2024 adalah:
“Penyedia Data Statistik Berkualitas untuk Indonesia Maju”
“(Provider of Qualified Statistical Data for Advanced Indonesia”
Dengan visi yang baru tersebut, BPS berperan dalam penyediaan data statistik nasional maupun internasional, untuk menghasilkan statistik yang mempunyai kebenaran akurat dan menggambarkan keadaan yang sebenarnya, dalam rangka mendukung Indonesia Maju. Dengan visi baru ini, eksistensi BPS sebagai penyedia data dan informasi statistik menjadi semakin penting, karena memegang peran dan pengaruh sentral dalam penyediaan statistik berkualitas tidak hanya di Indonesia, melainkan juga di tingkat dunia. Dengan visi tersebut juga, semakin menguatkan peran BPS sebagai pembina data statistik.
Misi BPS dirumuskan dengan memperhatikan fungsi dan kewenangan BPS, visi BPS serta melaksanakan Misi Presiden dan Wakil Presiden yang Ke- 1 (Peningkatan Kualitas Manusia Indonesia), Ke-2 (Struktur Ekonomi yang Produktif, Mandiri, dan Berdaya Saing) dan yang Ke-3 Pembangunan yang Merata dan Berkeadilan, dengan uraian sebagai berikut:
1) Menyediakan statistik berkualitas yang berstandar nasional dan internasional;
17
2) Membina K/L/D/I melalui Sistem Statistik Nasional yang berkesinambungan;
3) Mewujudkan pelayanan prima di bidang statistik untuk terwujudnya Sistem Statistik Nasional; dan
4) Membangun SDM yang unggul dan adaptif berlandaskan nilai profesionalisme, integritas dan amanah.
3.1.3 Tugas, Fungsi dan Kewenangan Badan Pusat Statistik
Badan Pusat Statistik memiliki tugas, fungsi dan kewenangan yang telah diatur berdasarkan Peraturan Presiden No.86 Tahun 2007 tentang Badan Pusat Statistik dan Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik No.7 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pusat Statistik.
1) Tugas
Melaksanakan tugas pemerintahan dibidang statistik sesuai peraturan perundang-undangan.
2) Fungsi
a) Pengkajian, penyusunan dan perumusan kebijakan dibidang statistik;
b) Pengkoordinasian kegiatan statistik nasional dan regional;
c) Penetapan dan penyelenggaraan statistik dasar;
d) Penetapan sistem statistik nasional;
e) Pembinaan dan fasilitasi terhadap kegiatan instansi pemerintah dibidang kegiatan statistik; dan
f) Penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan administrasi umum dibidang perencanaan umum, ketatausahaan, organisasi dan tatalaksana, kepegawaian, keuangan, kearsipan, kehumasan, hukum, perlengkapan dan rumah tangga.
3) Kewenangan
a) Penyusunan rencana nasional secara makro di bidangnya;
b) Perumusan kebijakan di bidangnya untuk mendukung pembangunan secara makro;
c) Penetapan sistem informasi di bidangnya;
18
d) Penetapan dan penyelenggaraan statistik nasional; dan
e) Kewenangan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku, yaitu;
➢ Perumusan dan pelaksanaan kebijakan tertentu di bidang kegiatan statistik; dan
➢ Penyusun pedoman penyelenggaraan survei statistik sektoral.
3.1.4 Struktur Organisasi
Susunan organisasi BPS Kabupaten Lombok Barat terdiri dari:
1) Kepala BPS Kabupaten Lombok Barat;
2) Sub Bagian Umum/Tata Usaha; dan 3) Kelompok Jabatan Fungsional
➢ Bidang Statistik Sosial;
➢ Bidang Statistik Produksi;
➢ Bidang Statistik Distribusi;
➢ Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik (NWAS);
➢ Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik (IPDS); dan
➢ Koordinator Statistik Kecamatan (KSK).
Kepala BPS Lombok Barat
Gambar 3.1 Struktur Organisasi BPS Lombok Barat
Sub Bagian Umum Kelompok
Jabatan Fungsional
19
Adapun deskripsi tugas dari masing-masing unit tersebut dijabarkan dalam tabel berikut:
No. Posisi Deskripsi Tugas
1. Kepala BPS
1. Memimpin BPS sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku; menyiapkan kebijakan nasional dan kebijakan umum sesuai dengan tugas BPS;
2. Menetapkan kebijakan teknis pelaksanaan tugas BPS yang menjadi tanggung jawabnya; dan
3. Membina dan melaksanakan kerja sama dengan instansi dan organisasi lain.
2. Sub Bagian Umum/Tata Usaha
Bagian Umum/Tata Usaha mempunyai tugas mengkoordinasikan perencanaan, pembinaan, pengendalian administrasi, dan sumber daya di lingkungan BPS. Bagian Tata Usaha terdiri dari beberapa Sub Bagian yang terdiri dari:
➢ Sub Bagian Bina Program;
➢ Sub Bagian Kepegawaian dan Hukum;
➢ Sub Bagian Keuangan;
➢ Sub Bagian Urusan Dalam; dan
➢ Sub Bagian Perlengkapan.
3. Bidang Statistik Sosial
Bidang Statistik Sosial mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang statistik sosial. Bidang Statistik Sosial terdiri:
➢ Seksi Statistik Sosial;
➢ Seksi Statistik Ketahanan Sosial; dan
20
➢ Seksi Statistik Kesejahteraan Rakyat.
4. Bidang Statistik Produksi
Bidang Statistik Produksi mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang statistik produksi.
Bidang Statistik Produksi terdiri dari:
➢ Seksi Statistik Pertanian;
➢ Seksi Statistik Pertambangan, Energi, dan Konstruksi; dan
➢ Seksi Statistik Industri.
5. Bidang Statistik Distribusi
Bidang Statistik Distribusi mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang statistik distribusi. Bidang Statistik Distribusi terdiri dari:
➢ Seksi Statistik Harga Konsumen, dan Harga Perdagangan Besar;
➢ Seksi Statistik Keuangan dan Harga Produsen; dan
➢ Seksi Statistik Niaga dan Jasa.
6.
Bidang Neraca dan Analisis Statistik (NWAS)
Bidang Neraca dan Analisis Statistik mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan melaksanakan kebijakan di bidang neraca dan analisis statistik. Bidang Neraca dan Analisis Statistik terdiri dari:
➢ Seksi Neraca Produksi;
➢ Seksi Neraca Konsumsi; dan
➢ Seksi Analisa Statistik Lintas.
7.
Bidang Integritas Pengolahan dan Diseminasi Statistik
Bidang Integritas Pengolahan dan Diseminasi Statistik mempunyai tugas melaksanankan pengolahan dan diseminasi
21
(IPDS) statistik. Bidang Integritas Pengolahan dan Diseminasi Statistik terdiri dari:
➢ Seksi Integrasi Pengolahan Data;
➢ Seksi Jaringan dan Rujukan Statistik;
dan
➢ Seksi Diseminasi dan Layanan Statistik
8. Koordinator Statistik Kecamatan (KSK)
KSK memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai koordinator pelaksanaan kegiatan statistik di wilayah kecamatan. Selain itu, KSK menjadi garda terdepan BPS dalam proses pengumpulan data di lapangan.
Tabel 3.1 Deskripsi Tugas Unit BPS
3.2 Realisasi Pelaksanaan Program 3.2.1. Pengajuan Program Magang
Program Magang MBKM yang dilaksanakan oleh penulis harus melewati beberapa tahapan, salah satunya adalah tahap pengajuan program magang kepada pihak Badan Pusat Statistik. Berdasarkan hasil Surat Keputusan Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat No.B- 173/BPS/52513/02/2022, memutuskan bahwa penulis ditempatkan pada kantor Badan Pusat Statistik Kabupaten Lombok Barat. Pengalokasian tempat ini berdasarkan pada domisili kota/kabupaten penulis. Selain itu, bersamaan dengan surat tersebut terdapat tanggal pelaksanaan magang yang telah ditentukan oleh Badan Pusat Statistik.
Realisasi: 13 Februari 2022
3.2.2. Penyesuaian Lingkungan Kerja dan Budaya Organisasi
Setelah penerimaan penulis sebagai mahasiswa pelaksana MBKM, penulis dan tim mengikuti kegiatan beruapa perkenalan kepada karyawan kantor, lingkungan kantor, tugas pokok fungsi masing-masing bidang, aturan kantor dan budaya organisasi yang diterapkan. Dalam pelaksanaanya, penulis
22
dan tim juga diperkenalkan dengan penggunaan aplikasi Kaizala yang digunakan oleh BPS Lombok Barat dalam pencatatan absensi harian. Selain itu, dalam kegiatan ini penulis ditunjuk sebagai Ketua Tim MBKM UNRAM pada instansi tersebut. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kesan yang nyaman bagi penulis dan tim.
Realisasi: 14 Februari 2022
3.2.3. Pembelajaran Mengenai Survey Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS)
Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) merupakan salah satu survei yang dilaksanakan oleh BPS Lombok Barat. Tujuan dari kegiatan SAKERNAS ini adalah untuk memperoleh dan menyediakan data pokok ketenagakerjaan yang berkesinambungan, serta dampak yang ditimbulkan akibat COVID-19. Dalam pelaksanaannya, penulis dikenalkan pada aplikasi pengolah data SAKERNAS dan pembuatan akun petugas pengolahan. Setelah itu, penulis mulai diajarkan cara membaca kuisioner SAKERNAS dan menginput data kuisioner pada aplikasi tersebut. Tahapan akhir dari pengolahan kuisioner ini adalah tahap validasi kuisioner. Dalam tahap validasi, penulis diharapkan mampu menggunakan problem solving skill untuk dapat memecahkan masalah yang dihadapi dalam kuisioner agar dapat menghasilkan kuisioner yang clean (ditandai dengan nomor blok sensus yang berwarna hijau).
Realisasi: 15, 16, 21, 22, 23, 24 dan 25 Februari 2022
3.2.4. Pembelajaran Mengenai Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS)
Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) merupakan survei rutin yang dilaksanakan oleh BPS Lombok Barat. Survei ini disebut sebagai Mother of Survey karena merupakan survei induk atau survei terbesar yang dilaksanakan oleh BPS. Tujuan dilaksanakannya SUSENAS adalah untuk mengumpulkan data pembangunan berupa kesejahteraan rakyat yang dapat mencerminkan keadaan sosial dan ekonomi masyarakat yang relatif lebih luas dan rinci. Dalam pelaksanaannya, penulis mengikuti serangkaian kegiatan
23
dalam SUSENAS, seperti mengikuti persiapan dalam rangka Pelatihan Petugas SUSENAS sampai melakukan validasi dalam pengolahan dokumen SUSENAS.
Pada tahapan persiapan Pelatihan Petugas SUSENAS, penulis membantu dalam menyiapkan hal-hal yang akan dibawa pada saat pelatihan dilaksanakan, baik berupa dokumen maupun perlengkapan lainnya. Selanjutnya, penulis berkesempatan menjadi panitia dan mengikuti kegiatan Pelatihan Petugas SUSENAS yang berlokasi di The Jayakarta Hotel & Resorts. Selain itu, penulis juga berkesempatan mengikuti pelatihan bersama dengan petugas SUSENAS lainnya. Dalam tahap persiapan ini, penulis juga mengikuti briefing terkait pemindahan blok sensus SUSENAS 2022 menjadi blok sensus SUSENAS 2021 karena dampak dari program Presiden Jokowidodo terkait kemiskinan ekstrim.
Setelah itu dilakukan tahap pemuktahiran terkait rumah tangga yang menjadi sampel SUSENAS.
Setelah petugas SUSENAS melakukan pencacahan SUSENAS, diperoleh dokumen-dokumen survei yang siap untuk di input ke dalam aplikasi SUSENAS dan dilakukan validasi. Penulis dikenalkan kembali dengan aplikasi pengolahan data SUSENAS dan selanjutnya pembuatan akun petugas pengolahan. Selanjutnya, penulis diajarkan untuk menginput data SUSENAS melalui aplikasi tersebut. Tahap akhir dari pengolahan ini adalah tahap validasi kuisioner. Pada tahap ini, penulis diharapkan mampu menggunakan problem solving skill untuk dapat memecahkan masalah yang dihadapi dalam kuisioner agar dapat menghasilkan kuisioner yang clean (ditandai dengan nomor blok sensus yang berwarna hijau).
Realisasi: 4 Maret - 19 April 2022
3.2.5. Pembelajaran Mengenai Publikasi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
Publikasi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan kegiatan wajib yang dilaksanakan oleh BPS Lombok Barat. Tujuan dari dipublikasikannya PDRB Kabupaten Lombok Barat adalah untuk mengevaluasi kinerja pembangunan ekonomi di Kabupaten Lombok Barat. Selain itu, PDRB ini juga digunakan sebagai dasar pengembangan model-model ekonomi dalam
24
rangka menyusun formulasi kebijakan, tingkat percepatan uang beredar (velocity of money), pendalaman struktur keuangan (financial deepening), penetapan pajak, kajian ekspor impor dan sebagainya. Dalam pelaksanaanya, penulis berkesempatan untuk ikut dalam penyusunan PDRB Kabupaten Lombok Barat 2017-2021. Penulis mendapat tugas menjadi reviewer dan translator pada BAB 3 mengenai Tinjauan Ekonomi Kabupaten Lombok Barat (Economic Review of Lombok Barat Regency) dan BAB 4 mengenai Pertumbuhan dan Peranan PDRB Kabupaten Lombok Barat Menurut Lapangan Usaha (Growth and Share of GRDP Lombok Barat Regency by Industry).
Realisasi: 22 – 25 Maret 2022
3.2.6. Pembelajaran Mengenai Wilayah Kerja Statistik (WILKERSTAT) Sensus Pertanian 2023 (ST2023)
WILKERSTAT ST2023 merupakan tahapan awal dalam pelaksanaan Sensus Pertanian 2023. Kegiatan ini meliputi pemuktahiran peta Satuan Lingkungan Setempat (SLS), pemuktahiran muatan SLS dan Blok Sensus (BS), serta Geotagging. Tujuan dari pelaksanaan WILKERSTAT ST2023 adalah untuk mendapatkan muatan WILKERSTAT ST2023 yang muktahir, mendapatkan kerangka Geospasial yang muktahir untuk 2023, dan mendapatkan data dasar penghitungan volume ST2023. Dalam pelaksaannya, penulis turut serta dalam pengecekan dokumen dan peta WILKERSTAT ST2023. Pengecekan dokumen dan peta WILKERSTAT ST2023 meliputi pengecekan kesesuaian peta SLS dengan BS di dokumen tersebut. Setelah itu, penulis dikenalkan pada aplikasi untuk menginput data pemuktahiran WILKERSTAT2023. Untuk dapat melakukan input data, penulis harus membuat akun petugas pemuktahiran terlebih dahulu, Tahap akhir yang penulis lakukan dalam pembelajaran ini adalah input data pemuktahiran WILKERSTAT ST2023.
Realisasi: 30 Maret – 4 April 2022
3.2.7. Pelatihan Mengenai Survei Perdagangan Antar Wilayah (PAW)
25
Survei Perdagangan Antar Wilayah (PAW) merupakan survei tahunan yang dilaksanakan oleh BPS Lombok Barat. Tujuan dari dilaksanakannya survei ini adalah untuk menghasilkan gambaran mengenai profil kegiatan ekonomi usaha/perusahaan di sektor perdagangan berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), mendapatkan nilai perdagangan (Rp), mendapatkan nilai (Rp) dan volume (Kg) perdagangan antar wilayah, mengetahui moda transportasi utama yang digunakan dan gambaran mengenai peta perdagangan antar wilayah provinsi di Indonesia yang dapat dijadikan acuan dibangunnya system distribusi perdagangan yang lebih efisien.
Dalam pelaksanaannya, penulis mendapat kesempatan sebagai pertugas survei PAW. Untuk menjadi seorang petugas survei PAW, penulis harus melewati beberapa tahapan sebelum bertugas di lapangan. Adapun tahapan tersebut terdiri dari pra pelatihan, pelatihan dan pasca pelatihan. Pada tahap pra pelatihan, penulis diberikan beberapa materi yang berhubungan dengan survei PAW. Selain itu, penulis juga harus mengikuti pre test dengan waktu pengisian dua jam. Setelah menyelesaikan pre test tersebut, penulis diharapkan untuk membaca keseluruhan materi yang telah diberikan.
Selanjutnya adalah tahap pelatihan yang harus diikuti oleh penulis. Ini merupakan tahapan terpenting, karena pada tahap ini seluruh materi yang telah diberikan akan diulas dan dijelaskan secara detai dan rinci oleh Instruktur Nasional (INAS). Kegiatan pelatihan ini berlangsung selama 4 jam melalui aplikasi zoom meeting. Pelatihan ini berlangsung selama dua hari dengan pembahasan materi dan sesi diskusi. Setelah pelatihan selesai, penulis juga harus menyelesaikan post test dengan jumlah minimal nilai sebanyak 70/100.
Dalam tes tersebut, penulis mendapatkan nilai 90/100.
Realisasi: 7 dan 8 Maret 2022
3.2.8. Pencacahan Lapangan Survei Perdagangan Antar Wilayah (PAW) Kegiatan ini merupakan tahap pasca pelatihan petugas survei PAW. Pada tahap ini penulis ditugaskan untuk melakukan pencacahan lapangan berdasarkan sampel usaha/perusahaan yang diberikan. Penulis mendapatkan sampel usaha/perusahaan yang berlokasi di Kecamatan Lingsar dengan cakupan
26
sampel meliputi Desa Dasan Geria, Lingsar, Karang Bayan dan Bug-Bug.
Selain itu, penulis juga mendapatkan lokasi pencacahan di Kecamatan Narmada dengan cakupan sampel meliputi Desa Gerimax Indah, Keru, Lembah Sempage, Keruak, Narmada dan Dasan Tereng. Jumlah sampel yang menjadi wilayah pencacahan penulis sebanyak 17 sampel usaha/perusahaan. Dalam tahap ini penulis diharapkan mampu menggunakan Communication and Negotiation Skill dengan tujuan agar dapat memberikan kesan yang baik kepada usaha/perusahaan yang menjadi sampel dan mau untuk diwawancarai terkait survei ini. Selain itu, konsep etika keprofesian dan bisnis juga sangat diperlukan dalam tugas lapangan ini, karena akan memberikan dampak yang bersifat continue untuk survei-survei selanjutnya. Untuk pelaksanaan pencacahan lapangan ini berlangsung selama dua bulan.
Realisasi: 5 April – 31 Mei 2022
3.2.9. Pengolahan Dokumen Survei Perdagangan Antar Wilayah (PAW) Pengolahan dokumen survei PAW merupakan tahap akhir yang dilakukan setelah pencacahan lapangan. Pada tahap ini hasil pencacahan berupa wawancara dan observasi diolah agar menjadi data angka yang sesuai dengan kondisi lapangan. Data angka tersebut kemudian dicatat ke dalam dokumen VPAW-22. Dokumen tersebut terdiri dari lima blok dengan rincian sebagai berikut:
1) Blok I Pengenalan Tempat
2) Blok II Keterangan Petugas dan Pemberi Jawaban 3) Blok III Catatan
4) Blok IV Karakteristik Usaha/Perusahaan
5) Blok V Pembelian dan Penjualan dari/ke Luar Provinsi
Masing-masing blok tersebut saling berkaitan antara satu dengan lainnya.
Sehingga, penulis diharapkan melakukan probing saat pencacahan lapangan.
Realisasi: 10 April – 16 Mei 2022
3.2.10. Pembelajaran Mengenai Survei Statistik Jasa Akomodasi (VHTS)
27
Survei Statistik Jasa Akomodasi (VHTS) merupakan survei bulanan yang dilaksanakan oleh BPS Lombok Barat. Sasaran dari survei VHTS adalah perusahaan penyedia jasa akomodasi. Kegiatan ini dilakukan untuk mengumpulkan data tingkat penghunian kamar hotel/akomodasi. Tujuan dari dilakukannya survei ini adalah untuk mengetahui jumlah kamar hotel/akomodasi yang terjual, jumlah yang tersedia dan jumlah tamu yang keluar masuk hotel/akomodasi tersebut. Data survei VHTS ini digunakan sebagai landasan perencanaan dan evaluasi bagi instansi pemerintah dan swasta untuk menentukan kebijakan terkait usaha tersebut. Dalam pelaksanaannya, penulis mendapatkan kesempatan untuk belajar mengenai survei ini dengan turut ikut serta dalam input dokumen kuisioner VHTS hasil dari pencacahan lapangan. Pada proses input ini, penulis diarahkan untuk menggunakan akun milik petugas pengolahan dan diajarkan cara penginputan data tersebut. Setelah tahap input data selesai dilakukan, maka tahap akhir adalah validasi data tersebut. Jika data sudah benar dan sesuai, maka akan ditandai dengan munculnya kata “clean” saat dokumen disimpan.
Realisasi: 18 Mei 2022
3.2.11. Pembelajaran Mengenai Sensus Penduduk 2020 Lanjutan (SP2020LF)
Sensus Penduduk 2020 Lanjutan merupakan tahap lanjutan dari kegiatan Sensus Penduduk 2020. Cakupan dari kegiatan ini yaitu rumah tangga yang telah dipilih secara acak/sampel. Tujuan dilaksanakannya SP2020LF adalah untuk menghasilkan parameter demografi yang lebih akurat seperti jumlah kelahiran, jumlah kematian, kegiatan imigrasi penduduk dan informasi penting lainnya dalam rangka menghasilkan indikator Sustainable Development Goals (SDGs) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Dalam pelaksanaannya, penulis mendapat kesempatan untuk turut serta dalam kegiatan SP2020LF, seperti mengikuti tahap persiapan, mengikuti pelatihan petugas, sosialisasi dan tahap pemuktahiran rumah tangga yang menjadi cakupan kegiatan ini.
28
Pada tahapan persiapan Pelatihan Petugas SP2020LF, penulis membantu dalam menyiapkan hal-hal yang akan dibawa pada saat pelatihan dilaksanakan, baik berupa dokumen maupun perlengkapan lainnya. Penulis juga turut mempersiapkan video SP2020LF yang akan dipublikasi melalui sosial media BPS Lombok Barat dan manjadi video yang dikompetisikan untuk seluruh BPS di Provinsi NTB. Dalam pembuatan video tersebut, penulis berperan sebagai peraga/model yang dapat menjadi representatif BPS Lombok Barat.
Kegiatan berikutnya adalah Pelatihan Petugas SP2020LF dan penulis berkesempatan untuk menjadi panitia pelaksana. Selain itu, penulis juga mengikuti pelatihan tersebut bersama dengan petugas lainnya. Kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan di Puri Indah Hotel Mataram. Setelah kegiatan pelatihan selesai, petugas SP2020LF selanjutnya turun ke lapangan untuk melakukan pemuktahiran rumah tangga terpilih yang menjadi sampel dalam SP2020LF. Tujuan dari pemuktahiran rumah tangga ini adalah untuk melihat dan mengetahui apakah rumah tangga yang menjadi sampel sebelumnya masih berada di Blok Sensus (BS) yang sama atau telah mengalami perpindahan.
Dalam hal ini, penulis berperan sebagai petugas pemuktahiran non lapangan yang memiliki tugas untuk menginput dokumen pemuktahiran rumah tangga yang telah didata oleh petugas lapangan. Pada tahap ini, penulis dikenalkan pada aplikasi LF2020 untuk menginput data pemuktahiran rumah tangga. Penulis juga harus membuat akun terlebih dahulu untuk mengetahui perkembangan dokumen yang telah diinput. Setelah dokumen pemuktahiran selesai diinput, penulis harus melakukan validasi terhadap dokumen tersebut.
Pada tahap ini, penulis diharapkan mampu menggunakan problem solving skill untuk dapat memecahkan masalah yang dihadapi dalam dokumen, agar dapat menghasilkan dokumen pemuktahiran yang clean (ditandai dengan nomor blok sensus yang berwarna hijau).
Penulis juga berkesempatan sebagai panitia dalam Sosialisasi SP2020LF yang berlokasi di Kantor Bupati Lombok Barat. Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh Dinas DUKCAPIL Kabupaten Lombok Barat, Dinas KOMINFOTIK
29
Kabupaten Lombok Barat dan seluruh Kepala Camat di Kabupaten Lombok Barat. Selain itu, sosialisasi ini juga dibuka secara resmi oleh Bapak Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat.
Realisasi: 20 Mei – 5 Juni 2022
3.3 Relevansi Kegiatan Magang dengan Mata Kuliah Konversi 3.3.1. Komunikasi Bisnis
Komunikasi Bisnis merupakan mata kuliah yang penting bagi mahasiswa. Tujuan dari mata kuliah Komunikasi Bisnis adalah untuk memberikan pembekalan kepada mahasiswa terkait dengan pengetahuan dan keterampilan pada bidang komunikasi. Dalam mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu mengedapankan penguasaan mengenai komunikasi, ragam dan jenis komunikasi, serta komunikasi lisan dalam bentuk tulisan maupun verbal. Adapun realisasi mata kuliah Komunikasi Bisnis dalam program magang ini adalah:
➢ Pencacahan Lapangan Survei Perdagangan Antar Wilayah (PAW) Pada kegiatan ini, komunikasi bisnis sangat diperlukan oleh penulis agar dapat melakukan survei sesuai pedoman dan dapat memberikan informasi kapada usaha/perusahaan yang menjadi sampel. Sehingga penulis dapat mendapatkan informasi yang relevan mengenai suvei tersebut. Selain itu, komunikasi bisnis juga diperlukan agar usaha/perusahaan yang menjadi sampel survei dapat menerima kedatangan penulis sebagai petugas pencacah lapangan dan memberikan informasi yang berhungan dengan PAW.
➢ Validasi Kuisioner Survei
Tahap Validasi merupakan tahap akhir yang dilakukan oleh petugas dalam pengolahan dokumen survei. Komunikasi bisnis sangat diperlukan agar mendapatkan solusi untuk memecahkan dokumen yang bermasalah. Dalam hal ini, penulis sering mendapatkan dokumen yang bermasah seperti terdapat isian yang masih kosong, isian tidak sesuai pedoman, error system, dan kendala lainnya. Oleh karena itu, untuk mengatasi hal tersebut penulis harus cakap dan aktif bertanya kepada pegawai yang lebih berpengalaman. Selain
30
itu, penulis juga harus mengonfirmasi kembali kepada petugas pencacah lapangan secara langsung maupun melalui telepon untuk memastikan isian yang masih kosong maupun eror. Penulis juga berkewajiban untuk memberikan arahan kepada petugas pengolahan dokumen yang masih belum paham dalam kegiatan input dan validasi dokumen survei.
➢ Pelatihan dan Sosialisasi Survei
Pelatihan dan Sosialisasi merupakan tahapan penting dalam sebuah kegiatan survei. Hal ini untuk mendukung kegiatan survei agar berjalan lancar dan menciptakan petugas survei yang handal. Dalam kegiatan ini penulis yang berkesempatan menjadi panitia penyelenggara (Master of Ceremony) harus menerapkan Komunikasi Bisnis yang baik. Penulis sebagai panitia harus dapat memberikan arahan dan informasi jika peserta pelatihan atau sosialisasi terkait acara.
3.3.2. Etika Bisnis dan Profesi
Etika Bisnis dan Profesi merupakan pedoman atau dasar yang digunakan mahasiswa dalam melaksanakan pekerjaan atau bisnis. Etika Bisnis dan Profesi memperkenalkan perilaku etis dan sesuai norma dalam menjalankan sebuah pekerjaan atau bisnis. Dalam hal ini, penulis telah menerapkan Etika Bisnis dan Profesi dengan cara mengikuti aturan-aturan yang ditetapkan oleh BPS Kabupaten Lombok Barat seperti aturan berpakaian, aturan berpenampilan, menjunjung tinggi toleransi, saling menghargai, dan juga menerapkan budaya SATOTEMA (Salam, Tolong, Terimakasih dan Maaf). Selain di lingkungan kantor, penulis juga diwajibkan untuk menjunjung tinggi dan menerapkan Etika Bisnis dan Profesi tersebut karena penulis berkesempatan menjadi petugas pencacah lapangan survei yang mengharuskan penulis menjadi representatif dari BPS Lombok Barat.
3.3.3. Seminar Akuntansi Manajemen (SAM)
Seminar Akuntansi Manajemen (SAM) merupakan mata kuliah yang memiliki tujuan untuk mengenalkan konsep akuntansi manajemen kepada mahasiswa untuk menghasilkan biaya yang dibutuhkan pihak manajemen
31
dalam proses pengambilan keputusan. Adapun topik yang dibahas dalam mata kuliah ini seperti, Activity Based Costing, Cost Behavior, dan lainnya. Adapun kegiatan penulis yang relevan dengan mata kuliah ini adalah Pelatihan Survei Perdagangan Antar Wilayah (PAW) dan Pelatihan Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS). Dalam pelatihan survei PAW, penulis mendapatkan ilmu mengenai Activity Based Costing pada usaha/perusahaan. Pada kegiatan pencacahan lapangan PAW, penulis juga diharapkan mampu mensosialisasikan mengenai Activity Based Costing tersebut kepada usaha/perusahaan yang tidak memiliki pencatatan/pembukuan keuangan. Dalam pelatihan SUSENAS, penulis juga mendapatkan ilmu mengenai cara menghitung pendapatan dan biaya/pengeluaran rumah tangga dengan tujuan mendapatkan nilai yang wajar pada survei ini.
3.3.4. Audit 3
Audit merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa Akuntansi. Tujuan dari diberikannya mata kuliah ini adalah untuk memberikan pemahaman dan keterampilan di bidang auditing. Tentunya keterampilan ini harus relevan dengan tuntutan profesional yang nantinya akan dihadapi oleh mahasiswa.
Dalam hal ini, penulis mengimplementasikan dalam kegiatan magang melalui kegiatan survei PAW. Dalam survei tersebut terdapat rincian pertanyaan di blok IV mengenai pendapatan usaha/perusahaan. Pada rincian tersebut terdiri atas beberapa sub-pertanyaan mengenai persediaan barang dagang. Dalam hal ini penulis melakukan proses audit untuk persediaan barang dagang yang dicatat oleh usaha/perusahaan dengan jumlah persediaan yang ada di lapangan.
3.3.5. Tata Kelola Korporasi
Tata Kelola Korporasi merupakan mata kuliah yang diberikan kepada mahasiswa dengan tujuan agar mahasiswa dapat mengetahui bagaimana konsep dari Good Coorporate Governance (GCG) dan penerapannya dalam perusahaan. Dalam hal ini, penulis mendapatkan ilmu mengenai Tata Kelola Korporasi melalui kegiatan rutin harian dan mingguan yang dilaksanakan di
32
BPS Lombok Barat. Adapun kegiatan yang diikuti penulis dan relevan dengan mata kuliah ini adalah:
➢ Mengikuti Apel Rutin Pagi
Apel pagi dilaksanakan pada hari senin-kamis yang dipimpin oleh Kepala Sub Bagian Umum dan Kepala BPS Lombok Barat. Kegiatan apel pagi ini dilaksanakan sebelum menjalankan aktivitas kantor. Tujuan dilaksanakannya apel pagi ini secara rutin adalah untuk memberikan pengarahan dan briefing mengenai kegiatan apa saja yang akan dilakukan dalam jangka waktu dekat, menengah dan panjang. Seluruh karyawan diberikan kesempatan untuk menyampaikan arahan atau evaluasi dalam apel pagi tersebut.
➢ Mengikuti Kegiatan Jum’at Sehat
Jum’at Sehat merupakan kegiatan mingguan yang dilaksanakan oleh BPS Lombok Barat. Kegiatan ini terdiri dari senam pagi, bersih-bersih lingkungan kantor dan sarapan bersama. Tujuan dari dilaksanaknnya kegiatan ini adalah sebagai refreshing kegiatan bagi karyawan yang telah bekerja selama seminggu dan memberikan rasa nyaman terhadap lingkungan kantor.
Kegiatan ini dilakukan pada pagi hari sebelum kegiatan kantor dimulai.
3.4 Pembahasan
3.4.1. Pengertian Pendapatan
Pendapatan merupakan kenaikan modal perusahaan akibat penjualan suatu produk. Pendapatan menjadi unsur yang paling utama dalam pembentukan laporan keuangan. Semakin besar pendapatan yang diperoleh, maka semakin besar kemampuan perusahaan untuk membiayai segela pengeluaran dan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan oleh perusahaan.
Pendapatan adalah jumlah yang dibebankan kepada pelanggan untuk barang dan jasa yang dijual. Pendapatan yang masuk dalam aliran aktiva yang menjadi pengurang utang berasal dari hasil penyerahan barang atau jasa para pelanggan. Dalam hal ini barang dan jasa menjadi subjek ekonomi yang memiliki nilai jual.
33
Menurut Soekarwati (2012), pendapatan akan mempengaruhi banyaknya barang yang dikonsumsikan, semakin bertambahnya pendapatan yang diterima, maka barang yang dikonsumsi oleh masyarakat juga bertambah. Selain itu, kualitas dari barang yang dikonsumsi juga menjadi perhatian. Jika pendapatan meningkat, maka kualitas barang yang dijual akan lebih baik.
Tingkat pendapatan juga menjadi salah satu kriteria maju atau tidaknya suatu daerah/perusahaan. Bila pendapatan daerah/perusahaan rendah, maka dapat diketahui bahwa kemajuan suatu daerah/perusahaan akan rendah pula.
3.4.2. Karakteristik Pendapatan
Pendapatan yang dimiliki setiap usaha/perusahaan berbeda-beda, tetapi dari sudut akuntansi seluruh pendapatan memiliki karakteristik yang sama.
Adapun karakteristik pendapatan, yaitu:
1) Jika Saldo Bertambah, dicatat di sisi Kredit. Setiap pencatatan di sisi kredit berarti akan menambah saldo pendapatan tersebut;
2) Jika Saldo Berkurang, dicatat di sisi Debet. Setiap pencatatan di sisi Debet berarti akan mengurangi saldo pendapatan tersebut;
3) Pendapatan muncul dari kegiatan-kegiatan pokok perusahaan dalam mencari laba; dan
4) Pendapatan sifatnya berulang-ulang atau berkesinambungan.
3.4.3. Jenis-Jenis Pendapatan
Dalam pelaporannya dalam laporan laba rugi, komponen pendapatan terdiri dari dua jenis, yaitu:
1) Pendapatan atau Penghasilan yang diperoleh dari usaha pokok (usaha utama) perusahaan. Dalam laporan laba rugi disebut sebagai Pendapatan Utama.
2) Pendapatan atau Penghasilan yang diperoleh dari luar usaha pokok (usaha sampingan) perusahaan. Dalam laporan laba rugi disebut sebagai Pendapatan Lain-lain.
34 3.4.4. Pengakuan Pendapatan
Kerangka konseptual Financial Accounting Standard Board (FASB) menunjukkan dua faktor yang harus dipertimbangkan dalam memutuskan kapan pendapatan dan keuntungan harus diakui realisasi dan proses penghasilan. Pengakuan pendapatan diakui apabila:
1) Telah direalisasi atau dapat direalisasi (Realized)
Pendapatan dikatakan telah direalisasi (realized) jika barang atau jasa telah dipertukarkan dengan kas.
2) Telah dihasilkan atau telah terjadi (Earned)
Pendapatan dianggap telah dihasilkan atau telah terjadi (earned) apabila perusahaan telah melakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk mendapatkan ha katas pendapatan tersebut.
3.4.5. Pengukuran Pendapatan
Secara umum, pengukuran pendapatan diakui secara:
1) Accrual Basis
Pengakuan pendapatan secara accrual yang berarti bahwa pendapatan harus dilaporkan selama kegiatan produksi (dimana laba dapat dihitung secara proporsional dengan penyelesaian pekerjaan).
2) Critical Event Basis
Metode ini merupakan metode pengakuan pendapatan dengan memperhatikan kejadian-kejadian penting dalam siklus operasi perusahaan (penjualan, penyelesaian proyek dan pembayaran setelah terjadinya penjualan).
3) The Matching Principle
Pengakuan dengan metode ini mengatur agar pembebanan biaya harus dilakukan pada periode yang sama dengan periode pengakuan hasil.
Berdasarkan PSAK No.23 terdapat empat pengukuran pendapatan, yaitu:
1) Pendapatan harus diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau yang dapat diterima.
35
2) Jumlah pendapatan yang timbul dari suatu transaksi biasanya ditentukan oleh persetujuan antara perusahaan dan pembeli atau pemakaian aktiva tersebut.
3) Imbalan tersebut berbentuk kas atau setara kas dan jumlah pendapatan adalah jumlah kas atau setara kas yang diterima atau yang diterima.
Namun, apabila arus masuk dari kas atau setara kas ditangguhkan, nilai wajar dari imbalan tersebut mungkin kurang dari jumlah nominal kas yang diterima atau yang dapat diterima.
4) Bila barang atau jasa dipertukarkan (barter) untuk barang atau jasa dengan sifat dan nilai yang sama, maka pertukaran tersebut tidak dianggap sebagai suatu transaksi yang mengakibatkan pendapatan.
3.4.6. Gambaran Umum Survei Perdagangan
Sektor perdagangan merupakan salah satu kegiatan yang mempunyai peran strategis dalam pembangunan. Selain memberikan sumbangan yang berarti dalam menciptakan lapangan usaha, memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan pendapatan, sektor perdagangan juga berkontribusi dalam mempercepat pertumbuhan dan pemerataan ekonomi. Melalui perdagangan dapat memperbesar kapasitas konsumsi suatu wilayah, meningkatkan output wilayah, serta menyajikan akses ke sumber daya dan pasar yang potensial untuk berbagai komoditas. Peran perdagangan dalam suatu daerah sangat penting, sehingga perlu diketahui profil usaha perdagangan baik di tingkat nasional maupun tingkat provinsi serta gambaran mengenai data perdagangan domestik.
Dalam melakukan kegiatan perdagangan, perbedaan ketersediaan dan kebutuhan komoditas di setiap provinsi serta fluktuasi dan disparitas harga barang pokok antar daerah yang cukup tinggi menjadi faktor pendorong terjadinya perdagangan antar wilayah. Mengacu pada Permendag No.92 Tahun 2022, Perdagangan Antarpulau adalah kegiatan perdagangan dan/atau pendistribusian barang dari satu pulau ke pulau lain dalam satu provinsi atau antarprovinsi, atau antardaerah dalam satu pulau yang dilakukan oleh Pelaku Usaha dengan cara menyeberangkan barang dimaksud dengan menggunakan sarana angkutan laut atau sungai. Perdagangan antar wilayah dapat diartikan
36
sebagai perdagangan dan pendistribusian barang dari satu provinsi ke provinsi lain yang berbeda dalam negara yang sama.
Pada tahun 2022 ini, Badan Pusat Statistik akan melaksanakan Survei Perdagangan yang diintegrasikan dengan Survei Perdagangan Antar Wilayah yang sudah dilaksanakan oleh BPS sejak tahun 2017. Dengan dilaksanakannya Survei Perdagangan tahun 2022, diharapkan akan menghasilkan gambaran mengenai profil kegiatan ekonomi usaha/perusahaan di sektor perdagangan, baik pada tingkat provinsi maupun nasional dan menurut Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) serta gambaran mengenai peta perdagangan antar wilayah provinsi di Indonesia, yang dapat dijadikan acuan dibangunnya sistem distribusi perdagangan yang lebih efisien.
3.4.7. Landasan Hukum Survei Perdagangan
Landasan hukum pelaksanaan Survei Perdagangan 2022 antara lain:
a) Undang-Undang No.16 Tahun 1997 tentang Statistik;
b) Peraturan Pemerintah RI No.51 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Statistik;
c) Peraturan Presiden RI No.87 Tahun 2007 tentang Badan Pusat Statistik;
dan
d) Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik No.7 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pusat Statistik.
3.4.8. Tujuan Survei Perdagangan
Survei Perdagangan Tahun 2022 memiliki tujuan sebagai berikut:
a) Mendapatkan profil sektor perdagangan;
b) Mendapatkan nilai perdagangan (Rp);
c) Mendapatkan nilai (Rp) dan volume (kg) perdagangan antar wilayah;
d) Mendapatkan peta perdagangan antar wilayah; dan e) Mengetahui moda transportasi utama yang digunakan.
3.4.9. Organisasi Lapangan Survei Perdagangan
Untuk memperlancar pelaksanaan seluruh kegiatan Survei Perdagangan 2022, dibentuk organisasi lapangan mulai dari tingkat pusat sampai dengan para
37
pelaksana lapangan di tingkat kabupaten/kota. Gambaran lebih rinci mengenai organisasi lapangan dapat dilihat pada bagan berikut:
Gambar 3.2 Struktur Organisasi Lapangan Survei Perdagangan 2022
Adapun tugas dari Pemeriksa dan Pencacah pada kegiatan Survei Perdagangan dijelaskan pada tabel berikut:
No. Posisi Deskripsi Tugas
1. Petugas Pencacah (PCS)
1. Memahami isi buku pedoman lapangan Survei Perdagangan 2022;
2. Mengamati wilayah kerjanya sebelum melakukan pencacahan dengan Daftar VPAW-22.DSPU atau VPAW-
22.DSPP. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi lewat cacah atau ganda cacah;
3. Memberitahukan dan minta izin kepada pihak pengelola atau
38
administrator di pusat gedung
perkantoran, pusat perbelanjaan, atau aparat desa/lurah, dusun/lingkungan, atau RW/RT sebelum melakukan pencacahan pada wilayah tersebut;
4. Melakukan pencacahan pada
usaha/perusahaan yang terdaftar dalam Daftar VPAW-22.DSPU atau VPAW- 22.DSPP yang terdapat pada wilayah kerjanya;
5. Melaporkan hasil pengecekan
lapangan ke pengawas/pemeriksa atas keberadaan usaha/perusahaan yang tercatat dalam Daftar VPAW- 22.DSPU atau VPAW-22.DSPP, apakah usaha/perusahaan dapat dicacah lanjut dengan Daftar VPAW- 22 ataukah harus dilakukan
penggantian sampel; dan
6. Menepati jadwal pelaksanaan sesuai dengan yang telah ditentukan.
2.
Petugas
Pengawas/Pemeriksa (PMS)
1. Memahami isi buku pedoman lapangan Survei Perdagangan 2022;
2. Bersama PCS mencermati daftar sampel usaha/perusahaan terpilih, mengecek kelengkapan dokumen sesuai alokasi sampel dan wilayah kerjanya sebelum melakukan pencacahan;
3. Melakukan pengawasan di lapangan dan pemeriksaan dokumen hasil
39
pencacahan dengan cermat dan teliti serta menyerahkan hasilnya kepada BPS Kabupaten/Kota;
4. Mengisi kode KBLI 2015 pada Blok IV rincian 401 Daftar VPAW.22 berdasarkan jenis kegiatan utama serta output yang dihasilkan oleh
usaha/perusahaan;
5. Mengisi kode komoditas dan kode provinsi pada Blok V rincian 503 dan 504 kolom (2) dan kolom (4) Daftar VPAW.22;
6. Menepati jadwal pelaksanaan sesuai dengan yang telah ditentukan.
Tabel 3.2 Deskripsi Tugas Organisasi Lapangan Survei Perdagangan 3.4.10. Ruang Lingkup Survei Perdagangan
Survei Perdagangan Tahun 2022 merupakan integrasi dari Survei Profil Pelaku Usaha Perdagangan (Survei Perdagangan) dan Survei Perdagangan Antar Wilayah (Survei PAW). Survei ini dilaksanakan di 34 provinsi, meliputi 479 kabupaten/kota yang memiliki perusahaan/usaha dengan skala menengah dan besar (UMB) baik yang melakukan perdagangan antar wilayah maupun yang tidak melakukan perdagangan antar wilayah.
Ditinjau dari cakupan kedua survei yang diintegrasikan, Survei Perdagangan mencakup semua usaha dengan skala UMB pada kategori G (Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor), yaitu KBLI 45, 46, dan 47. Sedangkan Survei PAW mencakup semua usaha dengan skala UMB pada kategori B (Pertambangan dan Penggalian) dan kategori G (Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor), dengan kriteria usaha tersebut melakukan penjualan barang ke