PENGUKURAN PENERIMAAN TEKNOLOGI E-BANKING OLEH NASABAH PADA BANK PEMERINTAH DENGAN MENGGUNAKAN MODEL UTAUT (UNIFIED THEORY OF ACCEPTANCE AND USE OF
TECHNOLOGY) DENGAN MODERATING VARIABEL USIA
MEASUREMENT TECHNOLOGIES E-BANKING BY CUSTOMER GOVERNMENT BANK USING MODEL UTAUT (UNIFIED THEORY OF
ACCEPTANCE AND USE OF TECHNOLOGY) WITH MODERATING VARIABEL AGE
PENELITIAN Oleh : OSLY USMAN NIM 120430130515
PROGRAM DOKTOR ILMU EKONOMI & BISNIS KONSENTRASI STRATEGIK MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS PADJADJARAN
BANDUNG, 2018
i KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji dan syukur kepada Allah SWT atas segala rahmat, taufik dan hidayah hingga penulis dapat merampungkan penyusunan Penelitian dengan judul Pengukuran Penerimaan Teknologi E-Banking oleh Nasabah pada Bank Pemerintah dengan menggunakan model UTAUT (Unified Theory of Acceptance and Use of Technology) dengan Moderating Variable Age.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Penelitian ini masih terdapat kelemahan yang perlu diperkuat dan kekurangan yang perlu dilengkapi. Karena itu, dengan rendah hati penulis mengaharapkan masukan, koreksi dan saran untuk memperkuat kelemahan dan melengkapi kekurangan tersebut.
Dengan tersusunnya Penelitian ini, penulis mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Yth. Prof. Dr. Ina Primiana Syinar, SE., MT selaku Ketua Tim Promotor, Yth. Dr.Hj.Umi Kultum, SE. MS selaku Anggota Tim Promotor, dan Erie Febrian, SE., MBA, M.Comm, Ph.D selaku Anggota Tim Promotor, yang berkenan memberi bimbingan, arahan dan masukan bagi tersusunnya Penelitian yang layak untuk disajikan. Penulis juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada:
1. Yth. Rektor Universitas Padjadjaran, Bandung;
2. Yth. Direktur Ketua Program Doktor Ilmu Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran, Bandung;
3. Keluarga besar Universitas Negeri Jakarta terutama Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta yang telah mendukung penulis dalam upaya memperoleh gelar Doktor selama kurang lebih 2 (dua) tahun belakangan ini;
4. Orang tua tersayang Almarhum H. Nur Usman dan Almarhumah Hj. Tioly Harahap, yang saat ini sudah tiada namun penulis yakin mereka pasti akan mendukung dan bahagia saat penulis dapat memperoleh gelar Doktor;
5. Keluarga besar penulis, terutama Tante Nur Cahaya dan adek Telly Usman yang sudah mendukung penulis selama ini perkuliahan berlangsung, serta keluarga lainnya yang tidak mungkin disebutkan satu persatu;
ii 6. Orang tua dari istri penulis, H. Djaja Satria dan Suryetti DS, serta saudara β saudara dari istri penulis yang selalu mendukung apa yang dilakukan penulis terutama dalam upaya memperoleh gelar Doktor;
7. Yang teristimewa dan paling khusus, istri tersayang Ami Deltiyati Satria dan anak β anak ganteng tercinta Imanullah Oracle Usman dan Ibrahim Akhtar Usman, yang senantiasa menjadi inspirasi, memberi doa, dan dukungan selama berlangsungnya masa perkuliahan hingga memasuki masa penyelesaian perkuliahan untuk memperoleh gelar Doktor;
8. Terakhir kepada teman β teman penulis serta semua pihak yang telah membantu kegiatan penelitian pendahuluan; atas perhatian, perkenan dan bantuan yang telah diberikan hingga tersusunnya Penelitian ini.
Semoga apa yang penulis buat dalam penelitian ini dapat berguna dan bermanfaat bagi Universitas Padjajaran dan Universitas Negeri Jakarta pada khususnya, dan seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya.
Jakarta, Oktober 2018
Osly Usman
iii ABSTRAK
Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif dengan tujuan para pengunaan electronic banking dapat mengunakan teknologi tanpa menggunakan pelayanan pegawai bank, namun melalui delivery chanel transaksi elektronik perbankan. Penelitian ini adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai hasil riset empiris tentang adopsi e-banking. Untuk kasus sektor perbankan, adopsi e-banking merupakan salah satu alternatif untuk mendukung pelayanan. Di satu sisi, adopsi e-banking memberikan tambahan penghasilan bagi perbankan, namun di sisi lain adopsi e-banking juga sangat rentan terkait dengan aspek trust yang dirasakan oleh nasabah. Oleh karena itu, kajian tentang aspek trust dalam kasus adopsi e-banking sangatlah perlu untuk dicermati, yaitu tidak saja bagi upaya peningkatan kualitas layanan bagi nasabah, tetapi juga meningkatkan keunggulan bersaing dari pesaing dan juga aspek kepercayaan nasabah untuk tetap loyal menggunakan e-banking. Hasil dari kajian literatur menunjukan bahwa aspek trust menjadi salah satu aspek terpenting untuk mendukung security dari pengukuran banking penerimaan teknologi e- banking oleh nasabah pada bank pemerintah dengan menggunakan model UTAUT dalam rangka mencapai keunggulan bersaing.
Keyword : E-banking, Security, Utaut
iv
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ... i
Abstrak ... iii
Daftar Isi ... Iv UTAUT-S dengan moderating Age ... 1
Pengaruh Age sebagai moderating variabel dari Performance Expectancy, Effort Expectancy, Social Influence dan Security terhadap Behavioral Intention ... 4
Performance Expectancy terhdap Behavioral Intention ... 8
effort expectancy terhadap behavioral intention ... 8
Social Influence terhadap Behavioral Intention ... 9
Social Influence terhadap Behavioral Intention ... 9
Daftar Pustaka ... 11
1 UTAUTS Dengan Moderating Age
Pengelompokan usia merupakan salah satu moderating variable yang sering dipakai dalam penelitian penerimaan teknologi (Aboobucker dan Bao, 2018). Penelitian Aboobucker tentang faktor penghalang penerimaan teknologi internet banking pada nasabah bank di Sri Lanka, menunjukkan bahwa pengelompokan usia signifikan sebagai moderating variable bagi perceived risk, perceived trust, web usability, dan security terhadap adoption internet banking behavior (Aboobucker dan Bao, 2018). Pengujian lebih lanjut menunjukkan grup usia muda (dengan range usia 18-30 tahun) lebih mudah menerima teknologi internet banking berdasarkan perceived trust dan web usability dibanding grup usia dewasa (>30 tahun). Sementara itu, grup usia dewasa lebih unggul atas usia muda dalam penerimaan teknologi terkait perceived risk dan security.
Selanjutnya, pada penelitian adopsi e-banking di Finlandia, Laukkanen menunjukkan bahwa pengelompokan usia juga signifikan sebagai moderating variable dari intensi adopsi e- banking (Laukkanen, 2016). Berdasarkan kedua uraian tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa pengelompokan usia dapat digunakan sebagai moderating variable bagi security, performace expectancy, effort expectancy, social influence, serta facilitating condition terhadap behavioral intention.
Age diduga sebagai moderating variabel pada Performance Expectancy, Effort Expectancy, Social Influence, Facilitating Condition dan Security terhadap Behavioral Intentention pada bank pemerintah.
2 Gambar 3.8 Diagram Persamaan Hipothesis 6.
Sumber (Olahan Peneliti)
Hipothesis 6a.
H0: π½11(1)=π½11(2) Tidak ada perbedaan pengaruh performance expectancy terhadap behavioral intention secara signifikan antara nasabah usia muda (< 25 tahun) dan nasabah usia dewasa (> 25 tahun).
H1: π½11(1) β π½11(2) Ada perbedaan pengaruh performance expectancy terhadap behavioral intention secara signifikan antara nasabah usia muda (< 25 tahun) dan nasabah usia dewasa (> 25 tahun).
3 Hipothesis 6b.
H0: π½12(1)=π½12(2) Tidak ada perbedaan pengaruh effort expectancy terhadap behavioral intention secara signifikan signifikan antara nasabah usia muda (< 25 tahun) dan nasabah usia dewasa (> 25 tahun).
H1: π½12(1) β π½12(2) Ada perbedaan pengaruh effort expectancy terhadap behavioral intention secara signifikan antara nasabah usia muda (< 25 tahun) dan nasabah usia dewasa (> 25 tahun).
Hipothesis 6c.
H0: π½13(1)=π½13(2) Tidak ada perbedaan pengaruh social influence terhadap behavioral intention secara signifikan antara nasabah usia muda (< 25 tahun) dan nasabah usia dewasa (> 25 tahun).
H1: π½13(1) β π½13(2) Ada perbedaan pengaruh social influence terhadap behavioral intention secara signifikan antara nasabah usia muda (< 25 tahun) dan nasabah usia dewasa (> 25 tahun).
Hipothesis 6d.
H0: π½15(1)=π½15(2) Tidak ada perbedaan pengaruh security terhadap behavioral intention secara signifikan antara nasabah usia muda (< 25 tahun) dan nasabah usia dewasa (> 25 tahun)
H1: π½15(1) β π½15(2) Ada perbedaan pengaruh security terhadap behavioral intention secara signifikan antara nasabah usia muda (< 25 tahun) dan nasabah usia dewasa (> 25 tahun).
4 Pengujian hipothesi dilakukan dengan menggunakan uji t (parametrik test) sebagai berikut:
Uji t dilakukan dengan menggunakan formula :
π‘ = π½(1)β π½(2)
β (π(1)β 1)2
π(1)β π(2)β 2. π π(π½(1))2+ (π(1)β 1)2
π(1)β π(2)β 2. π π(π½(2))2π₯β 1
π(1)+ 1 π(2)
Keterangan:
π½(1) = nilai koefisien di grup 1 π½(2) = nilai koefisien di grup 2 π(1) = jumlah pengamatan grup 1 π(2) = jumlah pengamatan grup 2
π π(π½(1)) = standart error koefisien di grup 1 π π(π½(1)) = standart error koefisien di grup 2
Jika nilai π‘βππ‘π’ππ > π‘π(1)+π(2)β2, maka disimpulkan ada perbedaan koefisien di group 1 dan grup 2 (variabel tersebut merupakan moderating variabel)
Pengaruh Age sebagai moderating variabel dari Performance Expectancy, Effort Expectancy, Social Influence dan Security terhadap Behavioral Intention.
5 Gambar 3.7 Diagram BootStrap Usia Dibawah 25
Sumber (Olahan Peneliti)
Gambar 3.7 Diagram BootStrap Usia diatas 25 Sumber (Olahan Peneliti)
6 Multi Group Analysis (MGA) digunakan untuk menguji pengaruh Age sebagai moderating variabel dari performance expectancy, effort expectancy, social influence, security terhadap behavioral intention. Pada penelitian ini usia dibagi atas 2 grup yaitu responden yang berusia < 25 tahun dan responden yang berusia > 25 tahun.
Tabel 4.5.1 Outer Model Dengan Age Sebagai Moderating Variabel
Keterangan Loading Factor Composite
Reliability Cronbach Apha
<25 thn >25 thn <25 thn >25 thn <25 thn >25 thn Performance Expectancy
PE ----> PEX1 0.852 0.848
0.923 0.931 0.895 0.907
PE ----> PEX2 0.847 0.859
PE ----> PEX3 0.831 0.846
PE ----> PEX4 0.835 0.859
PE ----> PEX5 0.852 0.854
Effort Expectancy
EE ----> EEX1 0.830 0.857
0.910 0.923 0.867 0.889
EE ----> EEX2 0.837 0.861
EE ----> EEX3 0.847 0.876
EE ----> EEX4 0.869 0.872
Social Influence
SI ----> SIX1 0.831 0.842
0.907 0.910 0.863 0.868
SI ----> SIX2 0.857 0.850
SI ----> SIX3 0.833 0.850
SI ----> SIX4 0.845 0.845
Faciltating Condition
FC ----> FCX1 0.860 0.876
0.891 0.907 0.816 0.847
FC ----> FCX2 0.823 0.874
FC ----> FCX3 0.882 0.874
Security
S ----> SX1 0.849 0.860
0.911 0.913 0.870 0.873
S ----> SX2 0.850 0.853
S ----> SX3 0.847 0.869
S ----> SX4 0.848 0.822
Behavioral Intention
BI ----> BIX1 0.844 0.862
0.901 0.910 0.854 0.868
BI ----> BIX2 0.836 0.846
BI ----> BIX3 0.832 0.843
BI ----> BIX4 0.825 0.835
Use Behavior
7 Keterangan Loading Factor Composite
Reliability Cronbach Apha
<25 thn >25 thn <25 thn >25 thn <25 thn >25 thn
USE ----> USEX1 0.841 0.870
0.893 0.911 0.840 0.870
USE ----> USEX2 0.825 0.853
USE ----> USEX3 0.825 0.838
USE ----> USEX4 0.797 0.829
Sumber: Hasil Olahan Data Statistik
Outer model disajikan pada tabel 4.5.1. Tabel tersebut menggambarkan uji validitas dengan uji convergent validity, serta uji reliabilitas dengan composite reliability dan cronbach alpha. Indikator atau indikator disimpulkan valid jika memiliki nilai loading diatas 0.5. Indikator atau indikator yang mengukur variabel laten disimpulkan reliabel jika memiliki nilai composite reliability diatas 0.7 dan cronbach alpha diatas 0.6.
Tabel 4.5.1 menunjukkan bahwa semua indikator pada tiap variabel laten memiliki nilai loading lebih dari 0.5. Tidak ada perbedaan yang signifikan nilai loading pada nasabah berusia <
25 tahun dan > 25 tahun. Nilai composite reliability lebih dari 0.7 dan nilai cronbach alpha lebih dari 0.6. Artinya tidak ada perbedaan tingkat validitas dan reliabilitas alat ukur untuk pada nasabah berusia < 25 tahun dan > 25 tahun.
Tabel 4.5.2 Koefisien Pengaruh Age sebagai moderating variabel dari Performance Expectancy, Effort Expectancy, Social Influence, Security terhadap Behavioral Intention
Arah hubungan Koefisien Selisih t test P-
Value
<25 thn >25 thn
Performance expectancy ---
> Behavior intention 0.256 0.117
0.139 2.01 0.047 Effort expectancy
---
> Behavior intention 0.210 0.097
0.113 1,98 0.048 Social influence
---
> Behavior intention 0.045 0.172
0.127 2.03 0.046 Security
---
> Behavior intention 0.294 0.128
0.166 2.95 0.032 Sumber: Hasil Olahan Data Statistik
Proses pengujian hipothesis 6 dari penelitian ini sebagai berikut:
8 Performance Expectancy terhadap Behavioral Intention
H0: π½11(1)=π½11(2) Tidak ada perbedaan pengaruh performance expectancy terhadap behavioral intention secara signifikan antara nasabah usia muda (< 25 tahun) dan nasabah usia dewasa (> 25 tahun).
H1: π½11(1) β π½11(2) Ada perbedaan pengaruh performance expectancy terhadap behavioral intention secara signifikan antara nasabah usia muda (< 25 tahun) dan nasabah usia dewasa (> 25 tahun).
Pengujian dilakukan dengan menggunakan pendekatan parametrik (uji t). Tabel 4.5.2 menunjukkan bahwa nilai t-test dari perbedaan pengaruh performance expectancy terhadap behavioral intention sebesar 2.01 dengan nilai p-value 0.047 atau kurang dari nilai Ξ± = 0.05.
sehingga disimpulkan untuk menerima H1. .Artinya ada perbedaan pengaruh performance expectancy terhadap behavioral intention secara signifikan antara nasabah usia muda (< 25 tahun) dan nasabah usia dewasa (> 25 tahun).
effort expectancy terhadap behavioral intention.
H0: π½12(1)=π½12(2) Tidak ada perbedaan pengaruh effort expectancy terhadap behavioral intention secara signifikan signifikan antara nasabah usia muda (< 25 tahun) dan nasabah usia dewasa (> 25 tahun).
H1: π½12(1) β π½12(2) Ada perbedaan pengaruh effort expectancy terhadap behavioral intention secara signifikan antara nasabah usia muda (< 25 tahun) dan nasabah usia dewasa (> 25 tahun).
Pengujian dilakukan dengan menggunakan pendekatan parametrik (uji t). Tabel 4.5.2 menunjukkan bahwa nilai t-test dari perbedaan pengaruh effort expectancy terhadap behavior intention sebesar 1.98 dengan nilai p-value 0.048 atau kurang dari nilai Ξ± = 0.05. Sehingga
9 disimpulkan untuk menerima H1. .Artinya ada perbedaan pengaruh effort expectancy terhadap behavioral intention secara signifikan antara nasabah usia muda (< 25 tahun) dan nasabah usia dewasa (> 25 tahun)
Social Influence terhadap Behavioral Intention
H0: π½13(1)=π½13(2) Tidak ada perbedaan pengaruh social influence terhadap behavioral intention secara signifikan antara nasabah usia muda (< 25 tahun) dan nasabah usia dewasa (> 25 tahun).
H1: π½13(1) β π½13(2)
Ada perbedaan pengaruh social influence terhadap behavioral intention secara signifikan antara nasabah usia muda (< 25 tahun) dan nasabah usia dewasa (> 25 tahun)
Pengujian dilakukan dengan menggunakan pendekatan parametrik (uji t). Tabel 4.5.2 menunjukkan bahwa nilai t-test dari perbedaan pengaruh social influence terhadap behavioral intention sebesar 2.03 dengan nilai p-value 0.046 atau kurang dari nilai Ξ± = 0.05. sehingga disimpulkan untuk menerima H1. .Artinya ada perbedaan pengaruh social influence terhadap behavioral intention secara signifikan antara nasabah usia muda (< 25 tahun) dan nasabah usia dewasa (> 25 tahun).
Security terhadap Behavioral Intention
H0: π½15(1)=π½15(2) Tidak ada perbedaan pengaruh security terhadap behavioral intention secara signifikan antara nasabah usia muda (< 25 tahun) dan nasabah usia dewasa (> 25 tahun)
H1: π½15(1) β π½15(2) Ada perbedaan pengaruh security terhadap behavioral intention secara signifikan antara nasabah usia muda (< 25 tahun) dan nasabah usia dewasa (> 25 tahun).
10 Pengujian dilakukan dengan menggunakan pendekatan parametrik (uji t). Tabel 4.5.2 menunjukkan bahwa nilai t-test dari perbedaan pengaruh security terhadap behavioral intention sebesar 2.95 dengan nilai p-value 0.032 atau kurang dari nilai Ξ± = 0.05. sehingga disimpulkan untuk menerima H1. .Artinya ada perbedaan pengaruh security terhadap behavioral intention secara signifikan antara nasabah usia muda (< 25 tahun) dan nasabah usia dewasa (> 25 tahun).
Hipothesis penelitian yang menduga bahwa age merupakan variabel moderating dari performance expectancy, effort expectancy, social influence, security terhadap behavioral intention. Hasil temuan ternyata menunjukkan bahwa age merupakan moderating variabel pada performace expectancy, effort expectancy, social influence dan security pada adopsi teknologi e- banking pada nasabah bank pemerintah.
11
DAFTAR PUSTAKA
Aboobucker, I., & Bao, Y. (2018). What obstruct customer acceptance of internet banking?
Security and privacy, risk, trust and website usability and the role of moderators. The Journal of High Technology Management Research.
Ahmad, M. I. (2014). Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT): a decade of validation and development. In Proceedings of the 4th International Conference on ICT in our Lives (ISSN 2314β8942).
Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. SesOrganizational Behavior and Human Decision Proces, 50(2), 179β211.
Alalwan, A. A., Dwivedi, Y. K., Rana, N. P. P., & Williams, M. D. (2016). Consumer adoption of mobile banking in Jordan. Journal of Enterprise Information Management, 29(1), 118β
139. https://doi.org/10.1108/JEIM-04-2015-0035
Chellappa, R. K., & Pavlou, P. A. (2002). Perceived information security, financial liability and consumer trust in electronic commerce transactions. Logistics Information Management, 15(5/6), 358β368.
Celik, H. (2016). Customer online shopping anxiety within the Unified Theory of Acceptance and Use Technology (UTAUT) framework. Asia Pacific Journal of Marketing and Logistics, 28(2), 278β307
Chiu, J. L., Bool, N. C., & Chiu, C. L. (2017). Challenges and factors influencing initial trust and behavioral intention to use mobile banking services in the Philippines. Asia Pacific Journal of Innovation and Entrepreneurship, 11(2), 246β278. https://doi.org/10.1108/APJIE-08- 2017-029
12 Chin, W. W. (2010). How to write up and report PLS analyses. In Handbook of partial least
squares (pp. 655β690). Springer.
Chopdar, P. K., Korfiatis, N., Sivakumar, V. J., & Lytras, M. D. (2018). Mobile shopping apps adoption and perceived risks: A cross-country perspective utilizing the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology. Computers in Human Behavior, 86, 109β128
Compeau, D. R., & Higgins, C. A. (1995). Application of social cognitive theory to training for computer skills. Information Systems Research, 6(2), 118β143.
Davis, F. D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly, 319β340.
Davis, F. D., Bagozzi, R. P., & Warshaw, P. R. (1989). User acceptance of computer technology:
a comparison of two theoretical models. Management Science.
https://doi.org/10.1287/mnsc.35.8.982
Davis, F. D., Bagozzi, R. P., & Warshaw, P. R. (1992). Extrinsic and intrinsic motivation to use computers in the workplace 1. Journal of Applied Social Psychology, 22(14), 1111β1132.
Doll, W. J., & Torkzadeh, G. (1988). The measurement of end-user computing satisfaction. MIS Quarterly, 259β274.
Fishbein, M., & Ajzen, I. (1974). Attitudes towards objects as predictors of single and multiple behavioral criteria. Psychological Review, 81(1), 59.
Ganapathy, S., Ranganathan, C., & Sankaranarayanan, B. (2004). Visualization strategies and tools for enhancing customer relationship management. Communications of the ACM, 47(11), 92β99.
Gounaris, S., & Koritos, C. (2008). Investigating the drivers of internet banking adoption decision: A comparison of three alternative frameworks. International Journal of Bank
13 Marketing, 26(5), 282β304.
Henderson, R. (1995). European retail banking: innovation strategies. International Journal of Business Studies, 3(1), 11β30.
Hair Jr, J. F., Hult, G. T. M., Ringle, C., & Sarstedt, M. (2016). A primer on partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM). Sage Publications.
Isa, M. A. M., Nasrul, F., Senan, R., & Mohamed, S. (2017). The consumer acceptance towards electronic payment system.
Laukkanen, T. (2016). Consumer adoption versus rejection decisions in seemingly similar service innovations: The case of the Internet and mobile banking. Journal of Business Research, 69(7), 2432β2439.
Lee, M. C. (2009). Factors influencing the adoption of internet banking: An integration of TAM and TPB with perceived risk and perceived benefit. Electronic Commerce Research and Applications, 8(3), 130β141. https://doi.org/10.1016/j.elerap.2008.11.006
Liebenberg, J., Benade, T., & Ellis, S. (2018). Acceptance of ICT: Applicability of the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) to South African Students. The African Journal of Information Systems, 10(3), 1.
Mahardika, A., & Basuki, R. (2011). Factor Determining Acceptance Level of Internet Banking Implementation. Journal of Management Science and Information Technology, 1(1).
Martins, C., Oliveira, T., & PopoviΔ, A. (2014). Understanding the internet banking adoption: A unified theory of acceptance and use of technology and perceived risk application.
International Journal of Information Management. https://doi.org/sci
Madan, K., & Yadav, R. (2016). Behavioural intention to adopt mobile wallet: a developing country perspective. Journal of Indian Business Research, 8(3), 227β244.
14 https://doi.org/10.1108/JIBR-10-2015-0112
Mahardika, A., & Basuki, R. (2011). Factor Determining Acceptance Level of Internet Banking Implementation. Journal of Management Science and Information Technology, 1(1).
Mauro C. Hernandez, J., & Afonso Mazzon, J. (2007). Adoption of internet banking: proposition and implementation of an integrated methodology approach. International Journal of Bank Marketing, 25(2), 72β88. https://doi.org/10.1108/02652320710728410
Monecke, A., & Leisch, F. (2012). semPLS: structural equation modeling using partial least squares
Momani, A. M., & Jamous, M. (2017). The Evolution of Technology Acceptance Theories.
Moore, G. C., & Benbasat, I. (1991). Development of an instrument to measure the perceptions of adopting an information technology innovation. Information Systems Research, 2(3), 192β222.
Mukherjee, A., & Nath, P. (2003). A model of trust in online relationship banking. International Journal of Bank Marketing, 21(1), 5β15. https://doi.org/10.1108/02652320310457767 Ofori, K. S., Boakye, K. G., Addae, J. A., Ampong, G. O. A., & Adu, A. S. Y. (2017). An
Empirical Study on the Adoption of Consumer-to-Consumer E-commerce: Integrating the UTAUT Model and the Initial Trust Model. In International Conference on e-Infrastructure and e-Services for Developing Countries (pp. 281β292). Springer.
Owusu Kwateng, K., Osei Atiemo, K. A., & Appiah, C. (2018). Acceptance and use of mobile banking: an application of UTAUT2. Journal of Enterprise Information Management.
Patel, K. J., & Patel, H. J. (2018). Adoption of internet banking services in Gujarat: An extension of TAM with perceived security and social influence. International Journal of Bank
Marketing, 36(1), 147β169.
15 Phichitchaisopa, N., & Naenna, T. (2013). Factors affecting the adoption of healthcare
information technology. EXCLI Journal, 12, 413.
Rahi, S., Ghani, M., Alnaser, F., & Ngah, A. (2018). Investigating the role of unified theory of acceptance and use of technology (UTAUT) in internet banking adoption context.
Management Science Letters, 8(3), 173β186.
Rahi, S., Ghani, M., & Ngah, A. (2018). A structural equation model for evaluating userβs intention to adopt internet banking and intention to recommend technology. Accounting, 4(4), 139β152.
Raza, S. A., Umer, A., & Shah, N. (2017). New determinants of ease of use and perceived usefulness for mobile banking adoption. International Journal of Electronic Customer Relationship Management, 11(1), 44β65.
Sekaran, U., & Bougie, R. (2016). Research methods for business: A skill building approach.
John Wiley & Sons
Salimon, M. G., Yusoff, R. Z., & Mokhtar, S. S. M. (2016). The influence of e-satisfaction, e- trust and hedonic motivation on the adoption of e-banking and its determinants in Nigeria:
A pilot study. Mediterranean Journal of Social Sciences, 7(1), 54.
Singh, S., & Srivastava, R. K. (2018). Predicting the intention to use mobile banking in India.
International Journal of Bank Marketing, 36(2), 357β378.
Sinisalo, J., & Karjaluoto, H. (2009). THE IMPACT OF MOBILE PHONE CAPABILITIES ON MOBILE SERVICE USAGE: EMPIRICAL EVIDENCE FROM FINLAND. International Journal of Mobile Marketing, 4(1).
Sugiono. (2008). Metode penelitian pendidikan: (pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R & D).
Alfabeta. Retrieved from
16 Tan, E., & Leby Lau, J. (2016). Behavioural intention to adopt mobile banking among the
millennial generation. Young Consumers, 17(1), 18β31. https://doi.org/10.1108/YC-07- 2015-00537
Tenenhaus, M., Vinzi, V. E., Chatelin, Y. M., & Lauro, C. (2005). PLS path modeling.
Computational Statistics and Data Analysis, 48(1), 159β205.
Tarhini, A., El-Masri, M., Ali, M., & Serrano, A. (2016a). Extending the UTAUT model to understand the customersβ acceptance and use of internet banking in Lebanon: A structural equation modeling approach. Information Technology & People, 29(4), 830β849.
Tarhini, A., El-Masri, M., Ali, M., & Serrano, A. (2016b). Extending the UTAUT model to understand the customersβ acceptance and use of internet banking in Lebanon. Information Technology & People, 29(4), 830β849. https://doi.org/10.1108/ITP-02-2014-0034
Taylor, S., & Todd, P. (1995a). Assessing IT Usage: The Role of Prior Experience. MIS Quarterly, 19(4), 561. https://doi.org/10.2307/249633
Taylor, S., & Todd, P. A. (1995b). Understanding information technology usage: A test of competing models. Information Systems Research. https://doi.org/10.1287/isre.6.2.144 Teo, A.-C., Tan, G. W.-H., Ooi, K.-B., Hew, T.-S., & Yew, K.-T. (2015). The effects of
convenience and speed in m-payment. Industrial Management & Data Systems, 115(2), 311β331. https://doi.org/10.1108/IMDS-08-2014-023
Thompson, R. L., Higgins, C. A., & Howell, J. M. (1991). Personal Computing: Toward a
Conceptual Model of Utilization. MIS Quarterly, 15(1), 125. https://doi.org/10.2307/249443 Tornatzky, L. G., & Klein, K. J. (1982). Innovation characteristics and innovation adoption-
implementation: A meta-analysis of findings. IEEE Transactions on Engineering Management, (1), 28β45.
17 Triandis, H. C., McCusker, C., & Hui, C. H. (1990). Multimethod probes of individualism and
collectivism. Journal of Personality and Social Psychology, 59(5), 1006.
Turban, E., King, D., Lee, J., & Liang, T. P. (2012). D. Turban (2012). Electronic Commerce 2012: A managerial and social networks perspective. Pearson.
Venkatesh, V., Morris, M. G., Davis, G. B., & Davis, F. D. (2003). User acceptance of information technology: Toward a unified view. MIS Quarterly, 425β478.
Venkatesh, V., & Speier, C. (1999). Computer technology training in the workplace: A longitudinal investigation of the effect of mood. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 79(1), 1β28.
Venkatesh, V., Thong, J., & Xu, X. (2012a). Consumer acceptance and user of information technology: Extending the unified theory of acceptance and use of technology. MIS Quarterly, 36(1), 157β178. https://doi.org/10.1111/j.1365-2729.2006.00163.x Venkatesh, V., Thong, J. Y. L., & Xu, X. (2012b). Consumer Acceptance and Use of
Information Technologyβ―: Extending the Unified Theory. MIS Quarterly, 36(1), 157β178.
https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
Venkatesh, V., Thong, J. Y. L., & Xu, X. (2012c). Consumer acceptance and use of information technology: extending the unified theory of acceptance and use of technology. MIS
Quarterly, 157β178.
Zhou, T., Lu, Y., & Wang, B. (2010). Integrating TTF and UTAUT to explain mobile banking user adoption. Computers in Human Behavior, 26(4), 760β767.
https://doi.org/10.1016/j.chb.2010.01.013
Wood, R., & Bandura, A. (1989). Social cognitive theory of organizational management.
Academy of Management Review, 14(3), 361β384.
18 Wold, H. (1980). Model construction and evaluation when theoretical knowledge is scarce:
Theory and application of partial least squares. In Evaluation of econometric models (pp.
47β74). Elsevier