PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Pada penelitian tentang penerapan komunitas belajar melalui aplikasi WhatsApp sebagai upaya meningkatkan aktivitas pembelajaran sejarah siswa kelas X di SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar. Penerapan komunitas belajar melalui Whatsapp sebagai upaya meningkatkan aktivitas pembelajaran di kelas dalam pembelajaran sejarah Penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat dalam pembelajaran sejarah di SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar baik itu siswa, guru, penulis dan lembaga.
Hasil penerapan komunitas belajar siswa melalui aplikasi WhatsApp diharapkan dapat menjadi sarana belajar mandiri untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
Kajian Pustaka
- Pengertian Komunitas/Kelompok
- Interaksi Kelompok
- Hubungan Antar Teman Sebaya
- Kelompok Persahabatan di Sekolah
- Kelompok Anak Didik Yang Mempunyai Organisasi Formal
- Komunitas Belajar
- WhatsApp Messenger
- Manfaat Grup WhatsApp Messenger
- Adab Komunikasi dalam WhatsApp Messenger Group
- Aktivitas Belajar
- Aktivitas Pembelajaran WhatsApp
Siswa di sekolah seringkali menunjukkan perbedaan ras/etnis, agama, adat istiadat, dan status sosial. Pasalnya, sebagian besar siswa di sekolah tersebut berasal dari daerah yang sama. WhatsApp Messenger memiliki grup Whatsapp yang dapat membangun pembelajaran menyenangkan terkait berbagai topik diskusi yang diberikan oleh guru.
Keberadaan WhatsApp Messenger tidak lepas dari keberadaan Net Gen atau generasi digital yang selalu menginginkan update berbagai teknologi berbasis internet. Rembe dan Bere mengungkapkan aplikasi WhatsApp Messenger dirasa mampu meningkatkan partisipasi siswa, mempercepat pembentukan kelompok belajar dalam membangun dan mengembangkan pengetahuan. Tidak hanya itu, pembelajaran menggunakan aplikasi online seperti WhatsApp Messenger dapat meningkatkan kolaborasi dalam pembelajaran, berbagi ilmu dan informasi yang berguna dalam proses pembelajaran, dan . menjaga kegembiraan belajar sepanjang hidup.
Secara lengkap dan ringkas manfaat penggunaan aplikasi WhatsApp Messenger Group untuk pembelajaran adalah 1) WhatsApp Messenger Group menyediakan fasilitas pembelajaran kolaboratif secara online antara guru dengan siswa atau sesama siswa baik di rumah maupun di sekolah. Melihat ke belakang, WhatsApp Messenger Group merupakan ruang kelas virtual yang memfasilitasi setiap anggotanya untuk berkomunikasi antara satu anggota dengan anggota lainnya. Tulisan, baik yang diterjemahkan menjadi tulisan sebenarnya maupun isi percakapan lainnya yang didukung fitur aplikasi WhatsApp Messenger Group seperti gambar, video, dokumen, dan suara, harus berada dalam koridor kaidah kesopanan.
Hal ini ditegaskan dan ditegaskan agar setiap orang yang terlibat dalam grup WhatsApp Messenger merasa nyaman bekerja sama dan berkolaborasi dalam grupnya. Kegiatan belajar seperti di atas dapat dialami oleh seorang siswa di sekolah maupun saat belajar di rumah. Proses registrasi WhatsApp Messenger dilakukan melalui aplikasi, pastikan koneksi internet tetap tersedia pada saat proses registrasi dan login.
Kerangka Pikir
Penerapan komunitas belajar melalui aplikasi WhatsApp Messenger dalam proses pembelajaran dapat membangkitkan keinginan dan minat baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar bahkan memberikan efek psikologis pada siswa. Namun penggunaan aplikasi smartphone yang berlebihan pada pelajar juga akan memberikan dampak negatif bagi pelajar, salah satunya adalah menurunnya minat membaca.
Hipotesis Penelitian
METODE PENELITIAN
- Lokasi Penelitian
- Sumber Data
- Prosedur Penelitian
- Sampel Dan Populasi
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
- Validitas Data
Bab ini membahas tentang temuan penelitian yang diperoleh dari pemantauan pelaksanaan komunitas belajar melalui aplikasi WhatsApp sebagai upaya meningkatkan aktivitas pembelajaran sejarah pada siswa kelas X di SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar. Penerapan komunitas belajar melalui aplikasi WhatsApp berhasil meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam kerja kelompok sehingga hasil belajar dapat meningkat. Berdasarkan hasil analisis dan diskusi antara peneliti dan guru sejarah, penerapan komunitas belajar melalui aplikasi WhatsApp dapat dikatakan mengalami peningkatan aktivitas belajar siswa dan penelitian dihentikan pada siklus II.
Dengan adanya komunitas belajar melalui aplikasi WhatsApp, aktivitas belajar siswa dapat meningkat baik di luar maupun di dalam kelas. Berdasarkan pernyataan di atas, inilah hasil pengolahan data wawancara kepada guru dan siswa mengenai pelaksanaan komunitas belajar melalui aplikasi WhatsApp. Terlihat dari hasil wawancara bahwa guru dan siswa memberikan respon yang baik terhadap penerapan learning community melalui aplikasi WhatsApp di Kelas X SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar.
Aktivitas belajar siswa meningkat dalam pembelajaran dengan diperkenalkannya komunitas belajar melalui aplikasi WhatsApp, yang dapat dilihat pada Tabel 4.2. Berdasarkan tabel 4.2, terlihat hasil observasi aktivitas siswa pada proses pembelajaran sebelum diperkenalkannya komunitas belajar melalui aplikasi WhatsApp, dengan rata-rata persentase aktivitas siswa sebesar 48,2%. Hasil observasi aktivitas siswa dalam proses pembelajaran pasca penerapan learning community melalui aplikasi WhatsApp dapat dilihat pada tabel 4.3.
Berdasarkan Tabel 4.2 dan Tabel 4.3 dapat disimpulkan bahwa penerapan learning community melalui aplikasi WhatsApp dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar. Mereka menyatakan bahwa penerapan komunitas belajar melalui aplikasi WhatsApp memberikan dampak terhadap proses dan hasil pembelajaran. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya juga didukung dengan wawancara kepada narasumber yang berkompeten dalam mengkaji penerapan komunitas belajar melalui aplikasi WhatsApp sebagai upaya meningkatkan learning engagement siswa.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Melalui Aplikasi
4 18.18 5 Siswa yang menanggapi materi diskusi grup WhatsApp 3 13.63 Berdasarkan tabel di atas, hasil observasi aktivitas belajar siswa melalui komunitas belajar mandiri di grup WhatsApp sejalan dengan poin pertama yang diamati mengenai siswa yang mengakses Grup WhatsApp sebesar 68,18%, poin kedua adalah siswa yang memperhatikan/membaca pesan. Dimana siswa yang tergabung dalam grup WhatsApp berjumlah 15 siswa dari total 22 siswa di kelas, 95,45% tepat waktu di kelas, poin kedua siswa yang memperhatikan/menanggapi apersepsi/motivasi sebesar 19,69% , poin ketiga siswa yang memperhatikan penjelasan guru tentang tujuan dan kegiatan pembelajaran hari ini sebanyak 84,84%, poin keempat siswa yang aktif memperhatikan diskusi sebanyak 84,84% 53,03%, poin kelima siswa yang aktif dalam diskusi kelas sebanyak 21,21%, poin keenam siswa yang bertanya padahal belum paham sebanyak 25,75%, poin ketujuh siswa mengumpulkan informasi/data terkait pertanyaan yang belum dipahami sebanyak 56,06%, poin kedelapan siswa yang menganalisis informasi/data terkait soal yang belum dipahami sebanyak 37,87%, poin kesembilan siswa yang melakukan refleksi/penilaian terhadap proses pembelajaran yang sedang berlangsung sebesar 9,09%, poin kesepuluh siswa yang memperhatikan tugas/tindak lanjutnya materi hari ini sebesar 83,33%, dengan total persentase aktivitas siswa 48,632%.
Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa Dalam Kelas Setelah
Berdasarkan tabel diatas, hasil observasi aktivitas siswa dalam proses pembelajaran setelah dilaksanakannya komunitas belajar melalui aplikasi WhatsApp, menurut poin pertama yang diamati siswa yang masuk kelas tepat waktu sebesar 98,48%, poin kedua adalah siswa memperhatikan/menanggapi observasi/motivasi sebesar 31,81%, poin ketiga siswa yang memperhatikan penjelasan guru mengenai tujuan dan kegiatan pembelajaran hari ini sebesar 92,42%, poin keempat siswa yang memperhatikan aktif berdiskusi sebesar 65,15% , poin kelima siswa yang aktif dalam diskusi kelas sebanyak 42,42%, poin keenam siswa yang bertanya jika belum paham sebanyak 25,75%, poin ketujuh siswa yang mengumpulkan informasi/data terkait pertanyaan yang belum dipahaminya adalah 57,57%, poin kedelapan siswa yang menganalisis informasi/data terkait soal yang belum dipahaminya sebesar 37,87%, poin kesembilan siswa yang melakukan refleksi/evaluasi terhadap proses pembelajaran berkelanjutan sebesar 15,15%.
Hasil Wawancara
Pembahasan Hasil Penelitian
- Gambaran Umum Kelas X SMA Muhammadiyah 1 Unismuh
- Tahap Perencanaan
- Tahap Pelaksanaan dan Observasi
- Refleksi
- Hasil Wawancara Guru
- Hasil Wawancara Siswa
Model pembelajaran nonformal ini ditingkatkan melalui penggunaan aplikasi WhatsApp yang membantu guru dan siswa terlibat dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Sebelum tahap implementasi dilakukan sosialisasi dan cara penggunaan aplikasi WhatsApp di dalam kelas.Peneliti melakukan diskusi di aplikasi WhatsApp untuk memaparkan materi sejarah yang akan dipelajari sebelum masuk kelas dan mendorong siswa untuk mengemukakan pendapatnya serta meningkatkan kegiatan diskusi.
Keberhasilan peningkatan kegiatan pembelajaran pada siklus II tidak lepas dari penerapan komunitas belajar melalui aplikasi WhatsApp yang memudahkan siswa berdiskusi, mengerjakan tugas dan mengerjakan soal bersama-sama tanpa harus bertatap muka. Menurut informasi dari kelas Sebagai paradigma baru penerapan komunitas belajar melalui aplikasi WhatsApp ternyata banyak manfaat dan manfaatnya bagi masyarakat, sekolah, guru, orang tua dan khususnya bagi siswa.
Perlu diketahui bahwa setelah peneliti melakukan penelitian, ditemukan bahwa penilaian aktivitas belajar siswa melalui penggunaan aplikasi komunitas WhatsApp memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan penilaian lainnya. Jadi dapat disimpulkan bahwa penerapan komunitas melalui aplikasi WhatsApp dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran di kelas. Secara umum penulis menyimpulkan bahwa implementasi dan pelaksanaan komunitas belajar melalui penggunaan aplikasi WhatsApp di luar kelas proses pembelajaran bertujuan agar siswa dapat mengemukakan pendapat dan berdiskusi di luar kelas dan di luar sekolah.
Berdasarkan analisis dan pembahasan data pelaksanaan dan observasi kelas siklus I dan siklus II. Namun perlu adanya perbaikan yang lebih baik lagi, diantaranya berdasarkan hasil temuan peneliti mengenai pelaksanaan komunitas belajar melalui aplikasi WhatsApp di SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar, namun aktivitas penggunaan aplikasi WhatsApp dikalangan siswa sangat minim dalam memanfaatkannya. kecanggihan smartphone untuk menciptakan sarana dan prasarana pembelajaran. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggali lebih banyak sumber dan referensi terkait penyelenggaraan komunitas belajar melalui aplikasi WhatsApp sebagai upaya meningkatkan aktivitas belajar siswa sehingga hasil penelitian dapat lebih baik dan lengkap.
PENUTUP
Saran
Sebagaimana telah dijelaskan bahwa fasilitas pendidikan merupakan salah satu sumber daya yang penting dan terpenting untuk menunjang proses pembelajaran di sekolah khususnya di SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar, untuk itu perlu ditingkatkan pemanfaatan dan pengelolaannya agar mencapai tujuan yang diharapkan. dapat dicapai. Hasil penelitian terkait sarana prasarana pendidikan dan kegiatan proses pembelajaran secara umum menunjukkan hubungan yang baik. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mempersiapkan diri lebih baik dalam proses pengambilan dan pengumpulan segala sesuatunya agar penelitian dapat terlaksana dengan baik.