NIM : 212114011
Nama : Johanes Maximillien Adhi
Judul/Topik yang dibahas : GRI 102: Pengungkapan Umum Tanggal Perkuliahan : 24Maret 2024
1. Intisari yang dibahas dalam topik:
Struktur organisasi mempersiapkan laporan yang sesuai GRI menggunakan standar pengungkapan umum untuk melaporkan informasi kontekstual tentang dirinya dan praktik pelaporan keberlanjutannya.
Pengungkapan umum sesuai GRI terdiri dari 6 bagian, yakni
- profil organisasi, dimana dalam pengungkapan ini memberikan ikhtisar tentang ukuran, lokasi geografis, dan kegiatan organisasi. Informasi ini penting untuk memahami sifat organisasi dan dampak ekonomi, lingkungan, serta sosialnya;
- Strategi untuk memberikan gambaran tentang strategi organisasi sehubungan dengan keberlanjutan, dalam rangka memberikan konteks untuk pelaporan selanjutnya yang lebih terperinci menggunakan standar GRI lainnya;
- Etika dan integritas yang mencakup nilai prinsip, standar, dan norma perilaku, serta mekanisme untuk saran dan masalah etika;
- Tata kelola yang mencakup struktur tata kelola dan komposisinya, peran badan tata kelola tertinggi dalam menetapkan tujuan, nilai-nilai, dan strategi organisasi, evaluasi kinerja dan kompetensi dari badan tata kelola tertinggi, peran badan tata kelola tertinggi dalam manajemen risiko, peran badan tata kelola tertinggi dalam pelaporan keberlanjutan, peran badan tata kelola tertinggi dalam mengevaluasi kinerja ekonomi, lingkungan, dan sosial, remunerasi dan insentif.
- Keterlibatan pemangku kepentingan, yang mencakup daftar kelompok pemangku kepentingan, perjanjian perundingan kolektif, mengidentifikasi dan memilih pemangku kepentingan, pendekatan untuk keterlibatan pemngaku kepentingan, topik utama dan hal-hal yang diajukan.
- Praktik pelaporan, dimana dalam pengungkapan diberikan gambaran mengenai proses yang telah diikuti organisasi untuk menentukan isi laporan keberlanjutannya. Pengungkapan ini juga meninjau proses yang diikutinya untuk mengidentifikasi topik material dan batasannya, bersama dengan perubahan apapun atau penyajian kembali.
2. Pentingnya topik ini diketahui:
Topik ini penting untuk diketahui sebab menjadi dasar dari pembuatan laporan keberlanjutan yang berkualitas, dimana informasi yang diberikan mengenai keberlanjutan tidak hanya mencakup lingkup internal saja, tetapi juga lingkup eksternal yang berhubungan dengan pemasok, agen, pelobi, perantara lain, usaha patungan, mitra konsorsium, pemerintah, pelanggan, serta klien.
3. Hal yang paling menarik:
Hal yang paling menarik adalah dalam proses pelaporan berdasarkan pengungkapan umum, organisasi pelapor harus melaporkan proses untuk mengevaluasi kinerja badan tata kelola tertinggi sehubungan dengan tata kelola topik ekonomi, lingkungan, dan sosial, dan apakah evaluasi tersebut mandiri atau tidak serta frekuensinya dan apakah evaluasi tersebut merupakan penilaian terhadap dirinya sendiri. Selain itu, pelaporan harus menyertakan berita mengenai tindakan yang dilakukan dalam menanggapi evaluasi kinerja badan tata kelola tertinggi sehubungan dengan tata kelola topik ekonomi, lingkungan, dan sosial, termasuk minimal, perubahan dalam keanggotaan dan praktik organisasi.
4. Pertanyaan evaluatif:
- Apakah memungkinkan adanya pelaporan yang manipulatif dalam pelaporan keberlanjutan?
- Pengungkapan keberlanjutan dikatakan meninjau proses yang diikuti untuk mengidentifikasi topik material dan batasannya. Apa yang dimaksud dengan batasan tersebut, dan apa wujudnya?