• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGUSAHAAN ANGKUTAN KERETA API

N/A
N/A
Febryani Gabriella

Academic year: 2023

Membagikan "PENGUSAHAAN ANGKUTAN KERETA API"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 4

PENGUSAHAAN ANGKUTAN KERETA API 1. Sifat-Sifat Usaha Angkutan Kereta Api

Usaha angkutan kereta api adalah bersifat “public utility”, bilamana dia menghasilkan komoditi dan jasa untuk kepentingan masyarakat banyak dan karenanya sangat

diperlukan bagi kesejahteraan masyarakat. Sifat tertentu lainnya dari angkutan kereta api adalah bahwa usahanya bersifat secara besar-besaran (large scale undertaking), ini tercermin dalam besarnya investasi kapital, pemakaian tenaga kerja, organisasi pengusahaan, pengeluaran untuk biaya operasi, dsb. Investasi pada industri angkutan kereta api mempunyai sifat fixed dan specialized, yang dapat dijelaskan sebagai berikut : a. Fixed dalam arti bahwa trayek usaha angkutan kereta api terikat pada original

location and original track. Jika usaha angkutan kereta api rugi, maka tidak dapat dipindahkan lokasinya.

b. Specialized dalam arti bahwa property daripada usaha angkutan kereta api hanya dapat dipergunakan untuk tujuan-tujuan transpor saja.

2. Ongkos-Ongkos Usaha Angkutan

Average unit cost akan dapat berkurang atau turun, disebabkan oleh dua hal penting yang berikut :

a. Karena economies of fuller utilization of plant yaitu pemakaian secara economis dengan menggunakan peralatan secara lebih penuh

b. Karena economies of large scale production yaitu berupa keuntungan-keuntungan ekonomi karena perluasan skala usaha atau perlatan produksi.

(2)

Penggolongan ongkos atau pengeluaran usaha angkutan kereta api :

a. Road investment expenses; dimana antara lain termasuk pengeluaran untuk maintenance of way, maintenance of locomotive power, joint track facilities, dsb.

b. Terminal handling and facility expenses, termasuk di sini antara lain pengeluaran- pengeluaran untuk employee di stasiun, motive power di stasiun-stasiun, untuk ongkos buruh-buruh di stasiun dan sebagainya serta untuk ongkos-ongkos fasilitas stasiun c. Unassignment expenses, yaitu ongkos-ongkos yang dikeluarkan untuk keperluan

penyelenggaraan dan peningkatan volume lalu lintas dan administrasi usaha angkutan yang bersangkutan.

Referensi

Dokumen terkait

Angkutan umum yang dapat digunakan dari Solo ke Semarang antara lain Kereta.. Api, Bus, dan jasa transportasi

Menganalisis ATP ( Ability to Pay ) dan WTP ( Willingness to Pay ) dari hasil survey serta analisis tarif angkutan barang berdasarkan biaya. operasional kereta api

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besaran tarif kereta api penumpang yang berlaku berdasarkan biaya operasional kereta api.. Perhitungan biaya

Dalam rangka memenuhi kepentingan pemerintah sebagai pembina lalu lintas dan angkutan kereta api serta memenuhi kepentingan masyarakat pengguna jasa kereta api,

” Pemodelan Pemilihan Moda Angkutan Antar Kota Bus Dan Kereta Api ” guna memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik di Jurusan Teknik

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti kinerja angkutan barang menggunakan moda jalan dan kereta api dari Jakarta menuju Surabaya dengan atribut waktu tempuh,

Berdasarkan UUD 1945 pasal api pada masa kolonial sangat signifikan, 33 ayat (2), angkutan kereta api karena kereta api dipandang sangat dikategorikan sebagai cabang

Akibat letak tambang yang tidak memiliki akses lintasan kereta api, perusahaan menggunanakan moda angkutan truk untuk pengangkutan batubara dari Lahat menuju