• Tidak ada hasil yang ditemukan

peningkatan hasil belajar bahasa indonesia pada

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "peningkatan hasil belajar bahasa indonesia pada"

Copied!
125
0
0

Teks penuh

Rendahnya hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas IV SDN 2 Bonto-bonto Kabupaten Pangkep. Bagaimana pemanfaatan media permainan kartu kuartet dalam meningkatkan keterampilan berbicara dalam pembelajaran bahasa Indonesia di Kelas IV SDN 2 Bonto-bonto Kabupaten Pangkep.

Tujuan Penelitian

Konsep Belajar dan Hasil Belajar a. Pengertian Belajar

Pembelajaran Bahasa Indonesia Dasar ditujukan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan baik, baik secara lisan maupun tulisan. Pada hakekatnya, pembelajaran bahasa Indonesia ditujukan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi dalam bahasa Indonesia baik secara lisan maupun tulisan (Ahmad Susanto.

Hasil Penelitian yang Relevan

Sedangkan peneliti ini berfokus pada peningkatan hasil belajar bahasa Indonesia dengan menggunakan media permainan kartu kuartet. Persamaan penelitian Anisa dengan penelitian ini adalah sama-sama menggunakan kartu kuartet sebagai media pembelajaran. Penelitian Karsono yang berjudul “Pemanfaatan Kartu Kuartet Untuk Meningkatkan Pemahaman Keanekaragaman Seni Tradisional Nusantara Pada Siswa Sekolah Dasar” memiliki kesamaan dengan penelitian ini, keduanya menggunakan media Kuartet sebagai media pembelajaran.

Perbedaan penelitian Karsono dengan penelitian ini adalah penelitian Karsono digunakan dalam pembelajaran Seni dan Keterampilan (SBK) sedangkan peneliti menggunakan kartu kuartet sebagai media pembelajaran bahasa Indonesia, selain itu penelitian ini menggunakan penelitian kelas. Penelitian Fitriani Fadillah (2017) berjudul “Efektivitas Kartu Kuartet Berbasis Multimedia Terhadap Perubahan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Berdasarkan Teori Health Promotion Model” baik Fitriani maupun penelitian ini menggunakan media permainan kartu empat. Tan, penelitian Dea Ayu Darmawan (2015) berjudul “Pengaruh Permainan Kartu Kuartet Terhadap Kemampuan Menghafal Kosakata Bahasa Jepang” memiliki kesamaan dalam penggunaan empat media kartu.

Kerangka Pikir

Hal tersebut mendorong peneliti untuk mengangkat permasalahan kemampuan berbicara siswa kelas IV SDN 2 Bonto-bonto Kabupaten Pangkep.

Hipotesis Tindakan

Tindakan adalah jenis pembelajaran yang akan dilakukan peneliti sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan bercerita/berbicara. Pengamatan atau observasi adalah mengamati kinerja siswa selama proses pembelajaran dan mengamati hasil kerja siswa.

Lokasi dan subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian

Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelas atau sekolah tempatnya mengajar atau dimana penekanannya adalah pada penyempurnaan atau peningkatan proses dan praktik pembelajaran (Arikunto, 2009: 10). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 2 Bonto-bonto yang berjumlah 8. Pemilihan subjek penelitian didasarkan pada beberapa pertimbangan sebagai berikut. Siswa kelas IV sudah mendapatkan pelajaran bahasa Indonesia dari kelas I, sehingga siswa sudah memahami materi dasar bahasa Indonesia.

Tujuan penelitian ini adalah keterampilan berbicara bahasa Indonesia siswa kelas IV SD Negeri Bonto-bonto. Penelitian ini menemukan bahwa selama observasi awal di lokasi penelitian diperoleh hasil pembelajaran keterampilan bahasa Indonesia yang kurang efektif dengan media permainan kartu kuartet. Upaya peningkatan keterampilan tersebut dilakukan dengan pembelajaran bahasa Indonesia menggunakan media permainan kartu kuartet.

Prosedur Penelitian

Tujuan dari PTK ini adalah untuk mengetahui bagaimana penggunaan media permainan kartu kuartet dapat meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Indonesia siswa kelas IV SD Negeri 2 Bonto-bonto tahun ajaran 2021/2022. Pelaksanaan tindakan pada Siklus I bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Indonesia siswa dengan bermain kartu kuartet. Langkah-langkah untuk menerapkan langkah-langkah tersebut akan dijelaskan di bawah ini. Setelah peneliti dan guru kelas menyelesaikan langkah-langkah di atas, mereka akan menghasilkan beberapa rencana tindakan yang dapat dilaksanakan pada siklus berikutnya.

Rencana tindakan ini diharapkan dapat memberikan perbaikan pada siklus berikutnya guna mencapai tujuan penelitian. Selain itu, guru juga mengajarkan kalimat-kalimat yang digunakan untuk bertanya dan menjawab pertanyaan saat memainkan kartu kuartet dalam bahasa Indonesia, serta kosa kata yang terdapat pada kartu kuartet, agar siswa dapat berbicara lebih lancar. Setelah peneliti selesai memberikan tindakan pada siklus II, peneliti kemudian melakukan refleksi bersama guru/wali kelas.Langkah-langkah refleksi pada siklus II akan dijelaskan sebagai berikut.

Gambar 3.1 Bagan Alur Penelitian Tindakan Kelas Perencanaan
Gambar 3.1 Bagan Alur Penelitian Tindakan Kelas Perencanaan

Instrumen Penelitian

Teknik nontes merupakan alat penelitian yang digunakan untuk memperoleh informasi tentang aktivitas siswa selama proses belajar mengajar. Lembar observasi digunakan sebagai pedoman untuk pengamatan atau observasi dengan tujuan untuk memperoleh data yang diinginkan. Pengamatan atau observasi ini digunakan untuk memperoleh data kegiatan siswa dan kegiatan guru selama proses pembelajaran berlangsung.

Lembar observasi ini digunakan peneliti untuk mengamati aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan permainan kartu kuartet sesuai dengan indikator yang telah dibuat.

Tabel 3.2 Lembar observasi Siswa dalam pembelajaran
Tabel 3.2 Lembar observasi Siswa dalam pembelajaran

Teknik Pengumpulan Data

Dalam observasi ini lembar observasi digunakan untuk melihat aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Dalam hal ini dokumentasi dilakukan dengan merekam atau mendedikasikan kegiatan berupa foto atau melihat arsip (data dari sekolah, tes dan lembar observasi) yang telah dilakukan dalam penelitian. Dokumen berupa arsip perencanaan pembelajaran dan hasil kerja siswa yang dapat memberikan informasi data dan dokumen berupa foto yang menggambarkan situasi pembelajaran menyimak pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Teknik Analisis data

Dokumentasi dilakukan dalam hal ini dengan merekam atau mendedikasikan kegiatan berupa foto atau memajang arsip (data dari sekolah, ulangan dan lembar observasi) yang dilakukan dalam dokumen penelitian berupa arsip perencanaan pembelajaran dan hasil kerja siswa yang dapat memberikan informasi data. serta dokumen berupa foto yang menggambarkan situasi pembelajaran menyimak pada mata pelajaran bahasa Indonesia.. nilai terendah, tertinggi dan persentase yang dicapai siswa pada setiap siklus.

Indikator Keberhasilan

Pelaksanaan Siklus I

Dalam melakukan penelitian peneliti bertindak sebagai pengamat, sedangkan proses belajar mengajar yang dilakukan oleh guru mengacu pada RPP yang telah disusun sehubungan dengan pelaksanaan penelitian menggunakan media permainan kartu kuartet pada keterampilan berbicara. Selanjutnya guru memberikan penjelasan tentang materi narasi, kemudian guru menjelaskan dan memberikan contoh cara bermain kartu kuartet mengikuti langkah-langkah permainan kartu kuartet. Setelah siswa memahami permainan tersebut, siswa dan teman satu kelompoknya belajar menggunakan media permainan kartu kuartet dengan batas waktu yang telah ditentukan oleh guru.

Pada kegiatan selanjutnya, siswa membuat cerita berdasarkan kartu kuartet yang mereka mainkan sesuai dengan pengalamannya. Penggunaan media empat kartu dalam pembelajaran cerita pada siklus I memberikan dampak yang signifikan bagi siswa yaitu siswa mulai termotivasi dan antusias mengikuti pembelajaran. Dilihat dari hasil evaluasi yang diperoleh peneliti menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia keterampilan berbicara materi narasi dengan media permainan empat kartu dapat meningkatkan hasil belajar, namun tidak sepenuhnya atau sebagian besar siswa dapat mencapai keberhasilan tersebut, sehingga perlu adanya upaya perbaikan yang dilakukan peneliti pada tahap selanjutnya yaitu siklus II perbaikan guna meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia keterampilan berbicara.

Tabel 4.3 Hasil Observasi Keterampilan Berbicara Siswa Siklus I  No  Nama Siswa
Tabel 4.3 Hasil Observasi Keterampilan Berbicara Siswa Siklus I No Nama Siswa

Pelaksanaan Siklus II

Tindakan dalam siklus ini dilaksanakan pada tanggal 7 Maret 2022 dan 9 Maret 2022, perencanaan II. hasil belajar bahasa dalam keterampilan berbicara. Implementasi tindakan di II. siklus secara umum masih sama dengan pelaksanaan pada siklus I yaitu dimana siswa menggunakan media permainan kartu kuartet dalam keterampilan berbicara bahasa Indonesia, kemudian siswa bersama teman satu kelompoknya membuat cerita berdasarkan tema merangkak, kemudian siswa dan teman sekelasnya maju ke depan kelas dan bergiliran bercerita berdasarkan gambar dan isi keempat kartu tersebut. Berdasarkan tingkatan ini, peneliti dan kelas IV. kelas II. siklus dimana pembelajaran menggunakan media permainan kartu kuartet, mengamati apakah ada masalah baru yang muncul sebagai bahan pemikiran.

Dalam II. siklus dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran sudah baik dan pada dasarnya mengalami peningkatan dibandingkan dengan siklus pertama. Siswa mendapatkan skor keseluruhan dari hasil storytelling mereka pada sesi sebelumnya. Refleksi yang dilakukan pada akhir Siklus II bertujuan untuk mengidentifikasi kemajuan yang dicapai dan kekurangan yang masih kita hadapi. Dalam proses pembelajaran II. siklus, siswa berani dan percaya diri dalam berbicara, terkait dengan bercerita tentang pengalaman sesuai empat kartu yang siswa dapatkan dengan teman sekelasnya.

Tabel 4.6 Hasil Observasi Keterampilan Berbicara Siswa
Tabel 4.6 Hasil Observasi Keterampilan Berbicara Siswa

Pembahasan

Dengan demikian, media empat kartu ini meningkatkan keterampilan bercerita siswa kelas IV. kelas di SDN 2 Bonto-Bonto Kabupaten Pangkep. Penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan keterampilan bercerita pada siswa kelas IV SDN 2 Bonto-Bonto dalam bercerita menggunakan kartu berempat telah berakhir pada siklus II. Maka dapat dikatakan bahwa salah satu cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan berbicara adalah dengan menggunakan media kartu berempat.

Pencapaian hasil belajar siswa yang tuntas 43% dan pada siklus II meningkat menjadi 86% siswa yang tuntas. Hal ini terlihat dari hasil analisis observasi aktivitas mengajar guru pada siklus I dalam kategori cukup dan pada siklus II dalam kategori baik. Hasil belajar kelas I berada pada kategori cukup dan hasil belajar siklus II berada pada kategori baik.

Saran

Berdasarkan analisis data dari Bab IV dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan media permainan kartu Kuartet I dapat meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia keterampilan berbicara siswa kelas IV SDN 2 Bonto-Bonto Kabupaten Pangkep. Bagi peneliti selanjutnya agar mengembangkan penelitian dengan menggunakan media kartu kuartet dalam pembelajaran agar keberhasilan penggunaan media kartu kuartet lebih maksimal. Penggunaan media permainan kartu kuartet dalam IPS untuk meningkatkan hasil belajar siswa di sekolah dasar.

Penggunaan Media Peta Kuartet untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Peninggalan Sejarah Hindu-Budha di Indonesia pada IPS, Jurnal Pena Ilmiah Vol 1, No. Lembar Observasi Aktivitas Siswa Pada Proses Pembelajaran Berbicara Kelas IV SDN 2 Bonto-Bonto Kabupaten Pangkep. Lembar Observasi Aktivitas Guru dalam Proses Pembelajaran Berbicara Kelas IV SDN 2 Bonto-Bonto Kabupaten Pangkep.

KOMPETENSI DASAR (KD) Bahasa Indonesia

Satuan Pendidikan : SDN 2 Bonto-bonto Kelas / Semester : IV (Empat) / 2 Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Mata Pelajaran : Cerita.

KEGIATAN PEMBELAJARAN

SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN

MATERI PEMBELAJARAN

METODE PEMBELAJARAN

KOMPETENSI INTI (KI)

TUJUAN PEMBELAJARAN

Satuan Pembelajaran : SDN 2 Kelas Bonto-Bonto / Semester : IV (Empat) / 2 Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Mata Pelajaran : Menggali Cerita Fiksi Alokasi Waktu : 1 Hari. Inti  Siswa mencari cerita fiktif pada kartu kuartet yang didalamnya terdapat minimal tiga karakter. Siswa mencari cerita fiktif dari gambar kartu kuartet yang dibagikan yang di dalamnya terdapat minimal tiga tokoh.

Dengan mengemukakan pendapat tentang tokoh-tokoh dalam cerita, siswa dapat memahami tokoh-tokoh dalam sebuah cerita. Inti  Pada awal pembelajaran, guru merangsang ide, gagasan dan motivasi siswa dengan menjelaskan gambar pada kartu kuartet. Guru mempersilahkan siswa untuk mengungkapkan jawaban mereka mengenai makna tokoh dalam cerita fiksi.

Guru dapat mengajak siswa untuk bertanya dan menjawab pertanyaan tentang makna tokoh dalam cerita yang telah dipelajari. Dengan membaca cerita fiksi pada kartu kuartet, siswa dapat menentukan ciri-ciri tokoh dalam cerita fiksi.

GAMBAR MEDIA KARTU KUARTET
GAMBAR MEDIA KARTU KUARTET

Gambar

Gambar 3.1 Bagan Alur Penelitian Tindakan Kelas Perencanaan
Tabel 3.1 Model Penilaian Tugas Berbicara Siswa
Tabel 3.2 Lembar observasi Siswa dalam pembelajaran
Tabel 3.3 Lembar observasi Guru dalam pembelajaran
+4

Referensi

Dokumen terkait

Excellent, accept the submission 5 x Good, accept the submission with minor revisions required 4 Acceptable, revisions required 3 Resubmit for review, major revisions required 2