• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI PAI MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING DI SMPN SATU ATAP 1 KATINGAN HILIR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI PAI MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING DI SMPN SATU ATAP 1 KATINGAN HILIR"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Vol. 3 No. 2, Agustus 2023 | Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam 286

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI PAI MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING DI SMPN

SATU ATAP 1 KATINGAN HILIR

M. Fitriadi

Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya Email [email protected]

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa serta peningkatan hasil belajar siswa dengan penerapan model Discovery Learning pada materi beriman kepada kitab-kitab Allah. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan teknik pengumumpulan data berupa lembar observasi dan tes hasil belajar Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisa hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa aktivitas guru dan hasil kemampuan awal melalui pra siklus rata -rata hasil belajar siswa hanya 61,26%, kemudian setelah siswa mengikuti model discovery learning dengan menggunakan pretest mengalami peningkatan yaitu rata-rata siswa 66,57% dan setelah siklus I dilaksanakan dari prasiklus ke siklus 1 mengamalami peningkatan 5,31% dan siklus II mengalami kenaikan yaitu 75,47% dari hasil posttest.

Kata kunci : hasil belajar, discovery learning, kitab-kitab Allah

Pendahuluan

Pendidikan merupakan suatu aspek kehidupan yang sangat mendasar bagi pembangunan bangsa suatu Negara. Dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang melibatkan guru sebagai pendidik dan siswa sebagai peserta didik, diwujudkan dengan adanya interaksi belajar mengajar atau proses pembelajaran.

Agama merupakan hal yang sangat urgen dalam kehidupan, baik anak- anak, remaja, dewasa ataupun orang tua. Jika seseorang tidak memahami ajaran agama dengan baik, maka tak heran jika perbuatan dan perilakunya sangat jauh dari dikatakan baik. Apabila seorang manusia tidak dibekali ilmu agama sejak dini maka di masa mendatang akan sulit untuk mempelajari mulai dari awal, namun itu tidak bisa digeneralisir tapi pada umumnya memang seperti itu. Apalagi remaja, kata ini tidak asing bagi setiap insan karena pada masa inilah pembentukan karakter dari setiap manusia ditentukan. Remaja identik dengan kondisi labih dan penuh gejolak baik yang baik, maupun yang buruk, tinggal tergantung pemahaman mereka masing-

(2)

masing.

Pada masa inilah berbagai tawaran dan tantangan dihadapkan bagi seorang remaja, apabila dalam pembentukan pemahaman mereka baik dan tertata untuk disiapkan menjadi anak yang soleh. Pendidikan agama bagi remaja sangatlah penting untuk meluruskan berbagai persepsinya yang salah dan memberikan modal keimanan untuk mengarungi hidupnya dimasa mendatang.

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam tidak jarang biasanya berlangsung monoton, siswa tidak bersemangat, sebagaian siswa ramai sendiri, ada juga yang mengantuk, tak jarang siswa asyik bermain sendiri, bersendagurau dengan teman sebelahnya. Oleh karena itu penerapan model yang tepat sangat mempengaruhi pencapaian keberhasilan dalam proses belajar mengajar.

Beriman kepada kitab-kitab Allah merupakan suatu disiplin ilmu yang menduduki posisi yang amat penting dijajaran ilmu islam, karena di dalamnya menyangkut kunci kesuksesan dalam memahami syariat islam Sehingga, ilmu ini seyogyanya tidak hanya sebatas pengetahuan belaka namun menuntut semua siswa memahaminya sebagai bekal siswa didik dapat mengenal ajaran islam secara baik dan benar.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, pada proses pembelajaran di sekolah SMPN Satu Atap 1 Katingan Hilir, model yang digunakan yaitu dengan model ceramah dan penugasan dengan menggunakan buku LKS, jadi siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran tersebut. Permasalahan siswa yang cukup komplek, yaitu ada beberapa siswa yang memiliki karakter dan perlu pendekatan khusus dalam memotivasi agar semangat dalam belajar. Adapun permasalahan siswa yang tidak masuk kelas, siswa yang mengerjakan tugas kurang teliti (tergesa- gesa), siswa kurang fokus dalam belajar, banyak siswa yang mengantuk, ngobrol sendiri, sehingga suasana belajar terkesan kaku dan didominasi oleh sang guru. Dan hasil belajar siswa banyak yang dibawah KKM dari 19 orang hanya 35% yang mencapai KKM.

Melihat kendala dan masalah yang terjadi di sekolah tersebut, peneliti tertarik mengadakan penelitian lebih lanjut yaitu dengan menerapkan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut Rochiati Wiriaatmadja PTK adalah bagaimana sekelompok guru dapat mengorganisasikan kondisi praktik pembelajaran mereka, dan belajar dari pengalaman mereka sendiri.

Mereka dapat mencobakan suatu gagasan perbaikan dalam praktek pembelajaran mereka, dan melihat pengaruh nyata dari upaya itu (Wiriaatmadja 2005:13).

Sehingga dengan penerapan PTK menggunakan model Discovery Learning diharapkan mampu memberi perubahan terhadap mutivasi

(3)

288 Vol. 3 No. 2, Agustus 2023 | Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

“Peran Guru Dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan di Era Digital”

belajar siswa. Sehingga menumbuhkan semangat siswa untuk lebih semangat lagi dalam pembelajaran PAI.

Model Discovery Learning merupakan suatu model Aktif Learning . Discovery learning aktivitas ini adalah cara untuk menilai dan merayakan apa yang telah peserta didik pelajari setelah rangkaian pelajar studi, (Silberman, 1996:264). Adapun penelitian sebelumnya yang telah dilakukan peneliti bahwa Model Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui model Discovery Learning. Berarti model discovery learning sangat cocok untuk meningkatkan hasil belajar siswa, sehingga dalam penelitian ini peneliti tertarik melakukan penelitian dan hasil dari penetilian ini menunjukan ada peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan model discovery learning dengan persentase disetiap siklus bahwa aktivitas guru dan hasil kemampuan awal melalui pra siklus rata -rata hasil belajar siswa hanya 61,26%, kemudian setelah siswa mengikuti model discovery learning dengan menggunakan pretest mengalami peningkatan yaitu rata-rata siswa 66,57% dan setelah siklus I dilaksanakan dari prasiklus ke siklus 1 mengamalami peningkatan 5,31% dan siklus II mengalami kenaikan yaitu 75,47% dari hasil posttest.

Metode/Metodologi

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas ( P T K ) adalah pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, sengaja diminimalkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama.Tujuan utama penelitian tindakan kelas adalah memecahkan permasalahan nyata yang terjadi dalam kelas, serta mencari jawaban secara ilmiah, untuk memperbaiki berbagai persoalan nyata dan praktis dalam peningkatan mutu pembelajaran di kelas.Subjek yang dikenai yaitu siswa siswi kelas VIII SMPN Satu Atap 1 Katingan Hilir, mata pelajaran PAI pada materi beriman kepada kitab-kitab Allah.Langkah-langkah penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam empat tahapan tiap siklusnya, dan terdiri dari dua siklus.

Adapun rancangan dari penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam siklus, masing masing siklus terdiri dari empat tahapan yaitu (1) Tahap Perencanaan (2) Tahap Tindakan (3) Tahap Observasi (4) Tahap Refleksi. Dalam tahap Perencanan yang dilakukan persiapan mata pembelajaran PAI dengan pokok pembahasan beriman kepada kitab-kitab Allah, diantaranya :1).Membuat Modul Ajar (MA) 2). Membuat sekenario pembelajaran.3) Membuat lembar obsevasi untuk melihat bagaimana kondisi belajar mengajar dikelas ketika strategi tersebut diaplikasikan. 1) Pelaksanaan tindakan (action) Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap ini adalah pelaksanaan Modul, dalam penyampaian materi guru menggunakan

(4)

model Discovery learning. 2) Observasi Peneliti mengamati kegiatan dan tingkah laku siswa ketika proses belajar mengajar berlangsung dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan.

3)Refleksi (reflecting) Hasil yang diperoleh dalam tahap observasi dikumpulkan untuk dilakukan analisis dan membuat penafsiran. Dari hasil penafsiran data, peneliti membuat kesimpulan kegiatan penelitian. Analisis data yang dilakukan dalam tahap ini digunakan sebagai acuan untuk merencanakan siklus berikutnya.

Teknik Pengumpulan Data adalah untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran beriman kepada kitab-kitab Allah.

Observasi ini juga digunakan untuk memperoleh data tentang hasil belajar serta gambaran umum keadaan siswa kelas VIII SMPN Satu Atap 1 Katingan Hilir. Untuk lebih jelasnya tahapan-tahapan dari pelaksanaan siklus dapat dilihat pada gambar alur dibawah ini

Siklus I

Siklus II

Gambar 1. Alur PTK

Kurikulum Merdeka

ran kooperatif Refleksi

Analisa hasil yang didapat

Diskusi dengan rekan sejawat

Reduksi data

Perbaikan

ran kooperatif

Perencanaan Tindakan

Persiapan sarana dan prasarana penelitian

Indikator kinerja

ran kooperatif Action & Observation

Skenario pembelajaran penggunakan Model Discovery Learning sejak mulai persiapan belajar sampai akhir pembelajaran

ran kooperatif Refleksi

Analisa hasil yang didapat

Diskusi dengan rekan sejawat

Reduksi data

Perbaikan

ran kooperatif

Perancanaan Tindakan

Persiapan sarana dan prasarana penelitian

Indikator kinerja

ran kooperatif Action & Observation

Skenario pembelajaran penggunakan Model Discovery Learning sejak mulai persiapan belajar sampai akhir pembelajaran

(Dengan modifikasi sesuai refleksi siklus I)

(5)

290 Vol. 3 No. 2, Agustus 2023 | Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

“Peran Guru Dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan di Era Digital”

Instrumen penelitian yaitu alat dan fasilitas yang digunakan dalam pengumpulan data, supaya pekerjaan lebih mudah hasilnya lebih baik (lebih cepat, lengkap dan sistematis). Instrument yang digunakan adalah siklus Tes, Pedoman Dokumentasi, Pedoman Observasi, Dokumen Siswa.

Teknik Analisa Data adalah untuk mengetahui keaktifan suatu model dalam kegiatan pembelajaran perlu diadakan analisa atas data yang diperoleh. Pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, yaitu suatu hasil pengamatan yang menggambarkan fakta sesuai dengan data yang diperoleh, dengan tujuan untuk mengetahui prestasi yang dicapai siswa, serta untuk memperoleh respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran. Untuk menganalisa tingkat keberhasilan atau prosentase keberhasilan siswa. Setelah proses pembelajaran pada setiap putaran siklus diadakan evaluasi. Kemudian dari hasil evaluasi yang didapat baru dilakukan analisa. Penghitungan analisa ini adalah sebagai berikut :1) Untuk mengetahui nilai tes. 2)Peneliti melakukan penjumlahan nilai yang diperoleh siswa. Yang selanjutnya dibagi dengan jumlah siswa keseluruhan sehingga akan diperoleh nilai rata-rata.

Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing adalah perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Adapun gambaran kedua siklus tersebut adalah:

Perencanaan terdiri dari 1) Membuat Modul Ajar; 2) Menyiapkan materi PAI dengan pokok bahasan Beriman kepada kitab-kitab Allah; 3) Membuat lembar soal ulangan atau posttest untuk mengetahui hasil belajar setelah melakukan penelitian siklus 1.

Pelaksanaan pada siklus 1 ini, dilaksanakan pada 2 4 Juli 2023, dan kegiatan pembelajaran pada tahap ini adalah melaksanakan apa yang telah di tulis dalam Mudol Ajar

Observasi, Tahap ini merupakan tahap pelaksanaan observasi terhadap pelaksanaan pembelajaran. Yang ditujukan untuk mengetahui keaktifan dari model Discovery learning dalam meningkatkan penguasaan materi PAI tentang beriman kepada kitab-kitab Allah yang telah dilaksanakan.

Pada siklus I inti kegiatan yang diamati adalah: 1) Aktifitas guru meliputi. 2). Aktifitas siswa meliputi : Refleksi,Pada tahap ini peneliti mengkaji, melihat dan mempertimbangkan hasil atau dampak dari tindakan yang dilakukan berdasarkan lembar pengamatan. Hasil yang diperoleh dalam tahap observasi dikumpulkan untuk dilakukan analisis dan membuat penafsiran. Dari hasil penafsiran data, peneliti membuat kesimpulan hasil penelitian. Analisis data yang dilakukan dalam tahap siklus I ini, digunakan sebagai acuan untuk merencanakan siklus II

Deskripsi Pelaksanaan Siklus II. Perencanaan 1) . Menyiapkan Modul, 2)

(6)

Membuat materi PAI dengan pokok bahasan beriman kepada kitab-kitab Allah. Pelaksanaan, 1). Guru melakukan apresepsi sebagai kegiatan awal dengan melakukan Tanya jawab tentang kitab-kitab yang diyakini untuk menghubungkan materi pembelajaran., 2) Setelah semua kelompok memprensntasikan kerja kelompoknya, selanjutnya dilakukan evaluasi dengan ulangan atau posttest untuk mengetahui hasil belajar pada siklus ke II.

Observasi pada tahap ini adalah tahap pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran, yang ditujukan untuk mengetahui keaktifan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran menggunakan model Discovery Learning, dalam mengingkatkan penguasaan materi PAI dengan pokok bahasan beriman kepada kitab-kitab Allah, Trianto (2012:241-242) menyatakan bahwa untuk menentukan ketuntasan belajar siswa (individual) dapat dihitung dengan menggunakan persamaan sebagai berikut :

KB = T X 100% Tt

Dimana KB = Ketuntasan Belajar T = Jumlah skor yang diperoleh siswa Tt = Jumlah skor total

Setiap siswa dikatakan tuntas belajarnya (ketuntasan individu) jika siswa mencapai KKM individu yang telah ditetapkan dalam masing-masing sekolah

Hasil Penelitian dan Pembahasan

Dapat dilihat dari hasil observasi aktivitas guru sebelum diadakannya penelitian atau sebelum menggunakan model Discovery learning.

Table 1. Hasil rekapitulasi observasi pengamatan aktivitas guru

Sedangkan hasil belajar mata pelajaran PAI materi beriman kepada kitab- kitab Allah sebelum diadakannya penelitian atau sebelum menggunakan model Discovery learning pra siklus diketahui hasil pembelajaran sebelum diadakannya penelitian ini, nilai rata-rata kelasnya hanya 61,26. Dalam hal ini nilai teringgi adalah 70 dan nilai terendahnya adalah 50.

Hal ini disebabkan karena guru hanya menggunakan metode ceramah dan penugasan saja. Dalam penelitian ini akan diketahui tingkat kenaikan hasil belajar dan ketuntasan siswa yang dilihat dari pra siklus ke siklus I KKM

Penggunaan model disvory learning Siklus I Total Skor 13 Baik

Siklus II Total Skor 19 Sangat Baik

(7)

292 Vol. 3 No. 2, Agustus 2023 | Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

“Peran Guru Dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan di Era Digital”

Individu yaitu 65 Tuntas KKM sebanyak 10 siswa atau 52.3% Tidak tuntas KKM sebanyak 9 siswa 47.6% .

Berdasarkan keterangan ini, dapat dilihat bahwa hasil belajar dari siswa nilai tertinggi adalah 85 dan nilai terkecilnya adalah 60 dengan jumlah total 1265 dengan nilai rata-rata kelas 66.57, dengan begitu ketuntasan hasil belajar dapat di lihat dari nilai KKM di atas 65 yang diperoleh pada siklus I adalah nilai rata-rata kelas 66.57.

Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran pada materi iman kepada kitab-kitab menggunakan model Discovery Learning mengalami peningkatan dibuktikan dengan selisih pra siklis I dengan rata-rata 61,26 dan siklus I 66.57 berarti dari Pra siklus I ke siklus I ada peningkatan 4.05% meski belum sesuai yang diharapkan. Hal ini disebabkan karena siswa belum fokus dan belum terbiasa menggunakan model discovery learning dan berikut ini hasil rekapitulasi hasil belajar siswa.

Table 2. Hasil Rekapitulasi Prestasi Ketuntasan Belajar Siswa Pra Siklus, Siklus I, Siklus II, KKM Individual/ Kelas

Gambar 2. Diagram Kenaikan Hasil Belajar Pelaksanaa

Ketuntasan

Pra siklus Siklus I Siklus II

Tuntas 8 siswa atau 38.0% 10 siswa atau 47,6% 19 siswa atau 100%

Tidak tuntas 11 siswa atau 61,9%

9 siswa atau 52,3%

0 siswa atau 0%

62%

52%

0%

38%

48%

100%

0%

20%

40%

60%

80%

100%

120%

Pra Siklus Siklus I Siklus II

D I A G R A M K E N A I K A N H A S I L B E L A J A R

Tidak Tuntas Tuntas

(8)

Gambar 4. Grafik Peningkatan Hasil Belajar

Hasil rekapitulasi prestasi ketuntasan belajar siswa pra siklus, siklusI, siklus II. Berdasarkan hasil pengamatan boservasi penelitian sebelum menerapkan model Discovery learning salah satu masalah dalam pembelajaran PAI di kelas VIII SMPN Satu Atap 1 Katingan Hilir diantaranya adalah model yang digunakan oleh guru adalah dengan menggunakan model ceramah, sehingga siswa merasa bosan dan jenuh. Siswa terlihat pasif atau asik ngobrol atau bermain sendiri.

Hal ini disebabkan karena siswa kurang terlibat dalam proses pembelajaran, sehingga menyebabkan minat belajar siswa rendah dan membuat hasil belajar mereka menurun. Pada saat peneliti mempraktekkan model Discovery learning di dalam proses pembelajaran secara keseluruhan pembelajaran yang telah berlangsung pada siklus I telah berpusat pada siswa, siswa sudah lebih memperhatikan dan aktif mengikuti proses pembelajaran terutama ketika model Discovery learning berlangsung, meskipun siswa masih asing dengan model tersebut, namun siswa merasa menemukan sesuatu yang baru dalam proses pembelajaran, sehingga membuat siswa lebih leluasa dalam menuangkan imajinasinya dalam proses pembelajaran, lebih aktif dan tumbuh jiwa beradaptasi dengan teman yang lain, walaupun masih ada beberapa siswa yang masih malu-malu mengemukakan pendapatnya serta saat menjawab atau mengajukan pertanyaan kepada kelompok lain.

Dengan menggunakan model Discovery learning terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, hal ini dapat dilihat pada nilai yang didapatkan pada siklus I, II. Siklus I dengan rata-rata kelas 66,57 namun masih ada siswa yang masih dibawah KKM maka peneliti melanjutkan penelitian pada siklus II peningkatan yang lebih baik lagi baik pada perhatian, keaktifan, semangat dalam berkompetisi maupun hasil belajar dicapai dengan hasil nilai rata- rata kelas 75,47 dan 100% siswa mencapai target nilai KKM Individu

38% 48%

100%

Pra Siklus Siklus 1 Siklus 2

Peningkatan Hasil Belajar

Hasil Be lajar

(9)

294 Vol. 3 No. 2, Agustus 2023 | Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam

“Peran Guru Dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan di Era Digital”

yaitu 65.

Setelah diterapkannya model Discovery Learning dengan dua siklus yaitu siklus I, siklus II, dapat dilihat pada mata pelajaran PAI materi Beriman kepada kitab-kitab Allah mengalami peningkatan dibandingkan sebelum diterapkannya model Discovery learning

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data yang telah dilakukan peneliti menyimpulkan Penggunaan model Discovery learning dapat mengetahui aktivitas guru. Hal ini dapat dilihat aktivitas guru mengalami peningkatan dari jumlah nilai 13 dikatagorikan baik di siklus I dan menjadi 19 dikatagorikan sangat baik di siklus II.

Penelitian ini juga bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran PAI pada materi beriman kepada kitab-kitab Allah Hal ini dapat dilihat dari rata-rata nilai dari siklus I yaitu 66,57 pada siklus II rata- rata nilai yaitu 75,47 artinya ada peningkatan dari siklus I ke siklus II. Hal ini dapat dilihat selisih dari pra siklus ke siklus II yaitu :a) Pra siklus rata- rata 61.26 dengan siklus I rata-rata 66.57 adanya peningkatan dengan selisih 5.31.b) Siklus I rata-rata 66.57 ke Siklus II dengan rata-rata 75.47 selisih 8.09 a d a peningkatan dari siklus I ke siklus II ada peningkatan yang sangat baik.

Setelah dipaparkan selisih dari pra siklus ke siklus II dapat dilihat terjadi peningkatan pada setiap siklus penelitian, baik dari banyaknya siswa yang tuntas dalam mencapai target KKM maupun jumlah nilai rata- rata kelas.

Penggunaan model Discovery learning mampu meningkatkan hasil belajar siswa mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan materi Beriman Kepada Kitab-kitab Allah. dinyatakan berhasil.

Referensi

Ainun Azzahra, Siti.2016. LKS Pendidikan Agama Islam untuk Kelas VIII SMP/MTS

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penilaian Suatu Pendekatan Praktis Edisi Revisi IV . Jakarta: RinekaCipta.

Daud Ali, Mohammad. 2008. Pendidikan Agama Islam. Jakarta:

Rajawali Press

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, KamusBesarBahasa Indonesia, Jakarta: 1995.

Fathurrohman, Muhammad,. 2012. Belajar dan Pembelajaran. Depok

(10)

Seleman Yogyakarta :Teras.

Gulo,W. dalam bukunya Putra. 2008. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta:

Grasindo.

Hamdani. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.

Langgulung, Hasan. 1980, Beberapa Pemikiran Tentang Pendidikan Islam, Bandung: Al-Ma’arif

Muin, Abdul. 2008. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Jakarta: Cipta Jaya.

Purwadarminta. 1982. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

Sanjaya, Wina. Dalam bukunya Putra. 2008. Strategi pembelajaran berorientasi standar poses pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Silberman, Mel. 2007. 101 Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta:

Pustaka Insani Madani

Sumadayo, Samsu. 2013. Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta:

Graha Ilmu

Syafaat, dkk. 2008, Peranan Pendidikan Agama Islam Dalam Mencegah Kenakalan Remaja (Juvenile Delinquency)

Trianto. 2012. Mendesain model pembelajaran inovatfi-progresif: konsep, landasan. Jakarta : Kencana Prenada Media Group

Drs. Slameto, Belajar dan faktor-faktor yang Mempengaruhinya, Jakarta : Rineka Cipta, 2010,

Sholeha, Dewi. "Upaya peningkatan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran discovery learning." Indonesian Journal of Teacher Education 2.1 (2021): 218-225.

Alfitry, Shilfia. Penerapan Model Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Se-kecamatan Rumbai Pesisir. Diss. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, 2020.

Nurmaidah, I. A., Surana, D., & Rachmah, H. (2023). Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam melalui Model Discovery Learning. Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam, 69-76

Referensi

Dokumen terkait