PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
Guru belum maksimal dalam menggunakan berbagai metode untuk meningkatkan kemampuan menulis surat Al-Quran.
Fokus dan Sub Fokus Penelitian
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Penelitian ini direncanakan dua siklus dengan tujuan untuk meminimalisir kesalahan siswa dalam menulis surat-surat Al-Quran. Materinya terdiri dari menulis huruf hijaiyah tunggal, menulis huruf hijaiyah dalam bentuk runtut (depan, tengah dan akhir) dan ayat pendek menggunakan kartu huruf. 2) Tindakan. Dari data di atas rata-rata kemampuan menulis huruf hijaiyah mencapai skor 3,1 yang berarti baik.
Sedangkan pada menulis huruf kursif dengan skor rata-rata 3,1 hal ini menunjukkan kemampuan siswa mengalami peningkatan, siswa yang mendapat nilai sangat baik yaitu 10. Hasil siklus 1 menunjukkan sebagian besar siswa masih kurang baik dalam menulis huruf Al- Alquran. Kebanyakan dari mereka pandai menulis huruf hijaiyah bentuk tunggal, namun masih kesulitan menulis huruf sambung dan ayat pendek.
Guru membimbing siswa dalam menulis huruf kursif dalam Al-Qur'an dengan menggunakan kartu huruf, dan pada akhir siklus 2, guru menugaskan siswa untuk menulis huruf kursif dan ayat-ayat pendek dalam Al-Qur'an tanpa menggunakan kartu huruf. Pada akhir pertemuan siklus 2, guru memberikan tes formatif berupa penulisan huruf kursif Al-Qur’an, kartu kursif dan ayat pendek yang dinilai menggunakan rubrik penilaian. Sementara itu juga berada pada posisi rata-rata 3,1 dalam menulis huruf hijaiyah dengan kemampuan baik, siswa memperoleh nilai sangat baik yaitu 10.
Sedangkan pada menulis kursif rata-rata kemampuan 3,4 cukup baik, 17 siswa mendapat nilai sangat baik. Dengan demikian, hasil kampanye siklus I menunjukkan rata-rata kemampuan menulis huruf hijaiyah adalah 3,1 yang berarti baik. Sedangkan rata-rata menulis huruf kursif adalah 3,1 yang berarti keterampilannya juga baik, siswa yang mendapat nilai cukup baik adalah 10.
Guru memberikan contoh penulisan huruf hijaiyah secara kursif dan siswa memperhatikan apa yang diilustrasikan oleh guru. Guru meminta siswa menulis huruf hijaiyah dalam bentuk tunggal dan runtut sesuai contoh. Menghargai siswa yang mampu menulis huruf kursif dan menulis ayat pendek Al-Quran dengan baik.
TINJAUAN PUSTAKA
Kerangka Berfikir
Hipotesis Tindakan
Dari data kondisi awal melalui tes pra siklus diperoleh data tentang kemampuan siswa menulis huruf hijaiyah dengan posisi baik yaitu rata-rata 3. Pada pertemuan pertama siklus 2 guru terlebih dahulu memberikan contoh soal. penulisan huruf hijaiyah, menulis ayat pendek dan siswa memperhatikan guru. Selanjutnya guru memberikan tes formatif siklus 2 berupa tugas menulis surat berjalan dan ayat pendek Al-Qur’an, kemudian guru menilai dengan menggunakan rubrik penilaian.
Setidaknya, jika siswa mampu menulis huruf hijaiyah, huruf kursif, dan ayat pendek, hal ini dapat menjadi bekal dasar dalam belajar membaca dan memahami isi Al-Qur'an. Media kartu pos hijaiyah dapat diterapkan untuk belajar menulis huruf kursif Al-Qur’an setelah siswa mempunyai pemahaman yang baik tentang berbagai bentuk perubahan yang terjadi pada huruf hijaiyah. Baik Menunjukkan kemampuan menulis huruf Hijaiyah, namun masih melakukan kesalahan pada huruf tertentu 3 Sedang Mampu menulis huruf Hijaiyah, namun tetap.
METODOLOGI PENELITIAN
Tempat dan Waktu Penelitian
Metode Penelitian
Model Tindakan
Menurut Lewin, konsep utama penelitian tindakan terdiri atas empat komponen, yaitu: (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Analisis pendahuluan terdiri dari kegiatan mencari penyebab rendahnya kemampuan menulis huruf Al-Qur’an siswa dan dilanjutkan dengan pelaksanaan tes pendahuluan. Pada penelitian tindakan kelas siklus 1, peneliti membagi siswa menjadi 5 kelompok, masing-masing kelompok berjumlah 6 orang dan ada pula yang berjumlah 7 siswa.
Guru memberikan contoh cara menulis abjad yang benar dengan menulis huruf penghubung (depan, tengah dan akhir), kemudian siswa mempraktikkannya. Selesai pembelajaran, guru meminta setiap siswa menyusun kertas-kertas yang diberikan guru sebagai refleksi kegiatan pembelajaran. Dari hasil tindakan siklus I berupa upaya peningkatan kemampuan menulis surat Al-Qur’an, peneliti melakukan refleksi untuk melihat tingkat keberhasilan siklus 1.
Pada tindakan siklus 2 ini siswa diminta bekerja sama dalam kelompok menyusun kartu pos yang diberikan guru. Siswa kemudian secara individu diminta menyusun kartu pos yang ditunjukkan oleh guru. Penelitian ini dilakukan untuk melihat apakah metode penyortiran kartu yang dipadukan dengan teknik permainan dan kuis dapat meningkatkan kompetensi siswa dalam menulis Al-Qur'an khususnya ayat pendek. Penelitian ini dilaksanakan pada semester II tahun pelajaran 2018/2019 di kelas IV SDN Gandaria Utara 07 Pagi dengan jumlah siswa sebanyak 31 orang yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan yang dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Karakter (PAI). ). dan BP).
Tahapan kerja yang dilakukan dimulai dengan pembagian kelompok untuk memudahkan guru menjelaskan materi yang akan dipelajari, kemudian siswa diberikan kartu huruf hijaiyah untuk menganalisis bentuk huruf. Pada tahap observasi, guru mengamati aktivitas siswa dalam menganalisis dan menanggapi siswa mengenai metode penyortiran kartu yang diterapkan.
Kriteria Keberhasilan
Perencanaan dilakukan dengan membuat desain pembelajaran yang mengacu pada kaidah tentang kompetensi dasar dan inti. Tahap refleksi guru menyimpulkan hasil evaluasi bagi siswa yang mengalami kesulitan atau mampu menulis Al-Qur'an, kemudian memberikan motivasi bagi siswa yang belum mampu menulis Al-Qur'an dan pujian bagi siswa yang mampu. untuk menulis Alquran.
Sumber Data
- Instrumen Pengumpulan Data
Sedangkan alat/instrumen pengumpul data berupa rubrik penilaian penulisan surat Al-Quran, format observasi dan catatan. Setelah mengumpulkan data kemampuan menulis surat Alquran, peneliti menganalisis apakah tindakan tersebut berhasil atau tidak, apakah kesalahan dalam menulis surat Alquran dapat diperbaiki. Setelah latihan membaca selesai dan siswa dinilai mampu kompetensi membaca, maka penilaian dilanjutkan dengan kompetensi menulis huruf Al-Qur'an yang terdiri dari menulis huruf perseorangan (hijaiyah), huruf sambung dan kalimat pendek. Dalam praktik penilaian digunakan rubrik sederhana.
Penulisan huruf kursif berada pada tingkat rendah dengan rata-rata 1,8 dan menulis kalimat pendek juga berada pada tingkat rendah dengan rata-rata 1,6. Penulis menyimpulkan bahwa kemampuan siswa baru mencapai taraf menulis surat-surat Al-Qur'an dalam bentuk tunggal (huruf hijaiyah). Materinya adalah membaca dan menulis huruf hijaiyah dalam bentuk tunggal, bentuk sambung depan, bentuk sambung tengah, dan bentuk sambung terakhir.
Pada pertemuan pertama siklus 1, guru terlebih dahulu membagi siswa menjadi beberapa kelompok, hal ini dimaksudkan untuk memudahkan tugas siswa dan memberikan contoh penulisan surat Al-Quran. Pada akhir pertemuan siklus 1, guru memberikan tes formatif berupa menulis kartu pos hijaiyah, menjalankan kartu pos dan ayat pendek yang dinilai menggunakan rubrik penilaian. Dari hasil tindakan siklus II menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan menulis huruf hijaiyah mencapai 3,6, sedangkan 20 siswa mendapat nilai sangat baik, kemampuan menulis huruf kursif skor rata-rata mendapat nilai 3,4, 17 siswa mendapat nilai sangat baik. nilai baik, dan kemampuan menulis puisi pendek rata-rata 3,3 sedangkan siswa yang mendapat nilai sangat baik sebanyak 15.
Saat pertama kali diperkenalkan pada materi peta kursif, ada beberapa siswa yang terlihat mengalami kesulitan. Berdasarkan hasil tindakan pada Siklus 2, masih terdapat beberapa siswa yang mengalami kesulitan pada bagian-bagian tertentu pada huruf yang perubahan bentuknya berbeda-beda, seperti huruf kaf (ك dan 'ain ( )ع( yang muncul pada beberapa huruf pendek pilihan). Namun, sebagian besar siswa dapat menulis surat runtut dan ayat pendek dengan berbagai perubahan bentuk surat.
Pembahasan Tiap Siklus dan antar Siklus
Pada siklus 2 kemampuan siswa dalam menulis ayat pendek meningkat, yang perlu dilakukan hanyalah melanjutkan materi latihan menulis ayat panjang.
Hasil Penelitian
Kita harus memulainya terlebih dahulu dengan membiasakan mendengarkan bacaan Al-Quran, kemudian kita belajar mengaji, kemudian kita belajar membaca huruf hijaiyah satu per satu, lalu berlatih menulisnya. Menulis huruf kursif Al-Qur'an melibatkan banyak hal, antara lain perubahan bentuk huruf yang rumit, dan untuk bisa membaca apalagi menulis huruf kursif Al-Qur'an membutuhkan waktu dan latihan yang sering. Berdasarkan data hasil tindakan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penggunaan media kartu pos hijaiyah dapat meningkatkan kemampuan menulis surat Al-Quran siswa kelas IV SDN Gandaria Utara 07 Jakarta Selatan Tahun Pelajaran 2019/2020. tahun akademik.
Dari hasil tindakan pada siklus 2 rata-rata kemampuan menulis huruf kapital sebesar 3,6, sedangkan siswa yang memperoleh hasil sangat baik sebesar 20, kemampuan menulis huruf tegak lurus sebesar 3,4 siswa yang memperoleh hasil sangat baik. 17, dan kemampuan menulis ayat pendek rata-rata 3,3, sedangkan siswa yang mendapat nilai sangat baik sebanyak 15. Media kertas hijaj dan kartu ayat dapat dibuat permanen agar dapat digunakan di ruang kelas lain atau di kelas berikutnya. Guru melafalkan huruf hijaje kemudian siswa mengucapkan huruf hijaje - Guru menjelaskan cara menulis huruf hijaje yang benar sambil.
Mencatat dengan bimbingan guru tentang poin-poin penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran menulis huruf Hijai, huruf kursif Hijai, dan menulis ayat pendek Al-Qur'an. Guru meminta siswa mengurutkan huruf-huruf yang mempunyai kalimat menjadi kalimat pendek sesuai petunjuk guru. Guru membagikan kartu yang berisi ayat pendek kemudian meminta siswa mengurutkan kartu tersebut menjadi ayat pendek.
Guru memberikan kartu pos berisi surah Alfalaq kepada siswa - Guru menjelaskan cara menulis ayat pendek surah Alfalaq yang benar sambil. Baik Menunjukkan kemampuan menulis ayat Al-Qur'an, namun masih melakukan kesalahan dalam bentuk lanjutannya 3 Sedang Menunjukkan kemampuan menulis ayat-ayat Al-Qur'an.
KESIMPULAN, SARAN, DAN PENUTUP
Implikasi
Alat kartu kursif Al-Qur'an dapat dijadikan sebagai media pilihan untuk meningkatkan kompetensi siswa dalam menulis Al-Qur'an dengan menggunakan ayat-ayat pendek pilihan.
Saran
Penutup
AI2: Menghargai dan menghargai perilaku jujur, disiplin, santun, percaya diri, peduli dan bertanggung jawab dalam pergaulan yang efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam, bangsa, negara, dan wilayah. Guru meminta siswa memperhatikan rangkaian kartu huruf yang membentuk kata/ayat kemudian meminta siswa menulis sesuai rangkaian huruf yang telah disusun/diurutkan. AI4: Menunjukkan kemampuan penalaran, pengolahan dan penyajian secara kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif dan komunikatif, dalam ranah konkrit dan abstrak sesuai dengan yang diajarkan di sekolah dan sumber lainnya.
Guru memberikan contoh penulisan ayat pendek surat Alfalaq, sedangkan siswa memperhatikan apa yang diilustrasikan oleh guru. Guru meminta siswa untuk menulis Surat Alfalaq sesuai dengan petunjuk dan aturan yang dipelajari dalam metode penyortiran kartu. Sumber/bahan/alat: Buku PAI, Juz Amma, Buku Tajwid, Kartu Pos Penilaian: Format: Tes Latihan.