• Tidak ada hasil yang ditemukan

penyalahgunaan pemanfaatan handphone dikalangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "penyalahgunaan pemanfaatan handphone dikalangan"

Copied!
117
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Jika berbicara tentang penggunaan telepon genggam yang digunakan oleh remaja saat ini, merupakan hal yang tidak bisa lagi dihindari. Saat ini, orang tua dan pendidik bukan satu-satunya sumber informasi, karena anak-anak atau remaja dapat mengakses ilmu apa pun hanya dengan ponselnya. Alih-alih menjadi lawan bicara anak, orang tua dan pendidik justru dipandang sebagai penghambat keinginan anak atau remaja untuk memperoleh ilmu yang diinginkan.

Rumusan Masalah

TujuanDan Manfaat Penelitian

Secara teoritis, hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai bahan pustaka untuk penelitian selanjutnya dan mempunyai penerapan dalam bidang perkembangan teknologi komunikasi dan informasi berupa telepon genggam di kalangan remaja di Desa Sengkerang, Kecamatan Praya Timur, Tengah. Kabupaten Lombok. Diharapkan hasil penelitian ini tidak hanya memberikan informasi, wawasan dan pengetahuan kepada lembaga yang diteliti, namun juga membawa manfaat positif bagi remaja dalam penggunaan telepon seluler dan mengurangi penyalahgunaan telepon seluler di kalangan remaja di desa Sengkerang.

Ruang Lingkup Dan Setting Penelitianq

Telaah Pustaka

Perbedaan tesis Wandistira dengan penelitian ini adalah tesis Wandistira khusus membahas tentang dampak teknologi komunikasi melalui penggunaan telepon seluler, sedangkan peneliti membahas tentang penyalahgunaan teknologi informasi di kalangan remaja dalam penggunaan telekomunikasi dan informasi dalam bentuk Internet, YouTube, Instagram, WhatsApp, Facebook dan media sosial lainnya. Kedua, disertasi atas nama Nurdin Abd Halim pada tahun 2015 yang berjudul “Pemanfaatan media Internet di kalangan remaja untuk pengembangan pemahaman Islam”. 5Nurdin Abd Halim, „Pemanfaatan media Internet di kalangan remaja untuk pengembangan pemahaman Islam', (skripsi pascasarjana, UIN Riau, 2015), hal.

Kerangka Teori

  • Handphone
  • Dampak positif dan negatif penggunaan handphone di kalangan
  • Remaja
  • Bentuk-bentuk penyalahgunaan handphone dikalangan remaja-

Kata “remaja” berasal dari kata latin adolescence yang berarti tumbuh atau tumbuh menuju kedewasaan atau “tumbuh atau tumbuh menuju kedewasaan”. Menurut Papalia dan Olds, masa remaja merupakan sebuah masa. Masa remaja merupakan usia dimana individu berintegrasi ke dalam masyarakat dewasa, usia dimana anak-anak tidak lagi merasa berada di bawah level orang yang lebih tua, namun berada pada level yang sama. 16Khamim Zarkasih Putro, “Memahami Ciri-ciri dan Tugas Perkembangan Remaja”, Jurnal Penerapan Ilmu Keagamaan, Vol. 17, Nomor 1, 2017, hal.

Metode Penelitian

  • Pendekatan dan jenis penelitian
  • Kehadiran peneliti
  • Lokasi penelitian
  • Teknik analisis data
  • Kredibilitas Data

Tidak mungkin peneliti tidak mengunjungi lokasi penelitian, dimana ia harus memperoleh informasi atau data yang valid tentang sesuatu yang ditelitinya. Kehadiran peneliti pada subjek penelitian merupakan pencarian dan pengumpulan data yang akurat, valid, terperinci dan bertanggung jawab sesuai dengan fokus kajian pustaka yaitu. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumber pertama.29 Sumber data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah penyalahgunaan telepon genggam di kalangan remaja di Desa Sengkerang.

Data sekunder adalah data yang diperoleh dari dokumen resmi 30 Data sekunder diperoleh dari hasil penelitian terdahulu atau berupa literatur yang berkaitan dengan fokus penelitian itu sendiri. Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa sumber data adalah segala sesuatu yang ada di lokasi penelitian yang dapat memberikan informasi mengenai data yang dibutuhkan ketika berada di lapangan. Data yang diperoleh peneliti berupa buku, arsip data desa, profil desa Sengkerang dan foto dokumenter, serta gambar-gambar yang harus penulis peroleh selama melakukan penelitian.

Analisis data adalah proses meneliti dan menyusun data secara sistematis yang diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumentasi. 33 Berdasarkan penjelasan di atas, analisis data adalah data yang ditemukan peneliti melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam hal ini untuk mengungkap data yang diperoleh, peneliti akan menggunakan analisis model interaktif Miles dan Huberman yang menyatakan bahwa “kegiatan dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan terus dikembangkan, sehingga datanya lengkap”. .34 Kegiatan dalam analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Data yang penting untuk dimasukkan adalah data yang dapat menjawab permasalahan yang telah dibahas oleh peneliti.

Misalnya data yang diperoleh dari wawancara kemudian diperiksa dengan menggunakan teknik observasi dan dokumentasi untuk memperoleh kebenaran informasi yang diterima.

Sistematika Penulisan skripsi

PAPARAN DATA DAN TEMUAN

Gambaran Umum Lokasi Penelitian

  • Sejarah Singkat Desa Sengkerang
  • Keadaan Demografi Desa Sengkerang
  • Letak Geografis Desa Sengkerang
  • Struktur Organisasi Desa Sengkerang
  • Keadaan Sosial Ekonomi, Keagamaan Dan Pendidikan

Tiap dusun dipimpin oleh seorang kepala dusun, sama seperti dusun di daerah lain. Dusun Desa Sengkerang sebagian terletak di sepanjang jalan sehingga dapat dilalui angkutan umum, sedangkan sebagian dusun Desa Sengkerang berada di dalam desa sehingga tidak dapat dijangkau angkutan umum. Dominasi lahan sawah di Desa Sengkerang menunjukkan banyaknya aktivitas kehidupan masyarakat di sektor pertanian.39. 37 Dokumentasi, Kantor Desa Sengkerang, Oktober 2020 38 Dokumentasi, Kantor Desa Sengkerang, Oktober 2020 39 Observasi, Kantor Desa Sengkerang, Oktober 2020.

Kondisi sosial masyarakat Desa Sengkerang secara umum tidak jauh berbeda dengan masyarakat Desa Kecamatan Praya Timur. Penduduk Desa Sengkerang, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah mayoritas beragama Islam dan memiliki 10 buah masjid sebagai tempat ibadah. Jika melihat persebaran penduduk di wilayah Desa Sengkerang, jumlah penduduk yang tidak pernah bersekolah lebih banyak dibandingkan dengan penduduk yang pernah bersekolah.

Pemanfaatan Handphone Yang Digunakan Dikalangan Remaja-

Saya melihat di komunitas saya banyak anak-anak di bawah umur yang menggunakan handphone, bermain tik tok, bermain game online dan lain sebagainya. Terkadang seorang anak yang tidak mendapat kesempatan bermain ponsel membuat seorang anak marah kepada orang tuanya dan ketika seorang anak melihat temannya menggunakan ponsel, dari situlah timbul keinginan seseorang untuk memiliki ponsel dan menceritakannya kepada orang tuanya. Para remaja di dusun ini sudah memiliki telepon genggam yang canggih dan dapat menggunakannya mulai dari TK, SD, SMP, SMA. Hal ini karena teman-temannya, lingkungannya, keluarganya dan memang mereka hidup di zaman modern, apapun telepon genggamnya. mereka punya. , memesan makanan, minuman, pakaian dan lain sebagainya melalui telepon seluler dengan telepon seluler yang canggih pasti dapat mengurangi beban dan membantu dalam aktivitas sehari-hari. Dulu waktu kecil saya setiap malam pergi ke rumah seorang gadis, sekarang yang bisa saya lakukan hanyalah mempunyai handphone, tentunya harapan kita sebagai orang tua dari anak-anak agar lebih pintar dalam mencari ilmu karena mereka hidup. Kalau soal pemanfaatan teknologi informasi berupa handphone, banyak anak-anak di Dusun Balen Gagak yang sudah memilikinya, tapi jangan menjauhkan yang dekat dan jangan mendekatkan yang jauh, maksudnya kalau teman tanya teman baik tapi tidak langsung direspon karena temannya sedang asyik ngobrol atau apalah di dunia maya atau main game di hpnya, agar teman dekatnya merasa jauh dan tidak lupa waktu, saya langsung kasih peringatan. dan imbauan untuk tidak terlalu sering menggunakan telepon seluler sebagai bentuk kewaspadaan orang tua terhadap anak yang hidup di era teknologi ini”.49.

“Anak-anak atau remaja banyak yang memanfaatkan alat-alat teknologi berupa telepon seluler, dari situ mereka dapat mencari informasi melalui internet atau jejaring sosial, sehingga diharapkan akan menjadi remaja yang memiliki pengetahuan luas dan berguna bagi dirinya dan lingkungannya.” Anak-anak sudah memiliki ponsel dan dapat mengaksesnya. Tidak ada batasan usia untuk menggunakan ponsel. Menurut saya ponsel adalah sahabat karena melalui ponsel kita bisa berbagi cerita, karena ponsel mempunyai aplikasi yang mendukung penggunanya dalam melakukan berbagai hal, sehingga diharapkan anak-anak harus lebih bijak dalam penggunaannya agar tidak terjadi penyalahgunaan seperti itu. ." Seperti yang dijelaskan oleh narasumber yaitu Bpk. Murnah selaku Kepala Dusun Telok Kelelawar menyatakan bahwa.56.

“Teknologi mobile digunakan oleh remaja, terutama telepon genggam, remaja menggunakannya dengan cara yang berbeda-beda, tergantung moodnya, ada yang menggunakan media sosial, bermain game, youtube, dengan teknologi informasi ini saya berharap anak-anak menjadi baik”. Peneliti juga melakukan wawancara dengan salah satu tokoh agama di Dusun Bagek Rebak, kemudian Muhammad Saleh menyatakan bahwa.60. Anak-anak atau remaja masa kini, khususnya pada usia 5 hingga 17 tahun, sudah mahir dalam penggunaan teknologi berupa telepon seluler, bahkan orang tuanya kurang mahir dalam penggunaan telepon seluler karena perubahan faktor sosial di mana anak-anak sekarang. membawa telepon genggam agar kita bisa. Harapannya telepon genggam dapat menjadi sarana mencari informasi seputar pendidikan.”

Peneliti juga melakukan wawancara dengan orang tua di Dusun Balen Gagak. Romat mengatakan itu.61.

Bentuk-Bentuk Penyalahgunaan Handphone Dikalangan

Penyidik ​​juga melakukan wawancara terhadap remaja 15 tahun Moh Dedi Azhari asal Dusun Bagek Rebak yang menjadi korban kejahatan siber melalui akun media sosialnya.67. Hal serupa juga dialami remaja berusia 15 tahun asal Dusun Sengkerang, Putrawan Wijaya, yang menyatakan bahwa.68. Peneliti juga melakukan wawancara dengan Ahmad Haikahl, remaja berusia 14 tahun dari Dusun Sengkerang 1 yang menyatakan bahwa.73.

Peneliti juga mewawancarai remaja berusia 15 tahun Ahmad Ulul Azmi dari Dusun Bagek Rebak 2 yang menyatakan bahwa.74. Hal serupa juga dilakukan oleh remaja berusia 15 tahun, Muhammad Rifai dari Dusun Pemondah, dengan menyatakan bahwa.75. Peneliti juga mewawancarai remaja berusia 16 tahun, Lalu Taufan Haikal dari Dusun Pesaut, yang menyatakan bahwa.79.

Peneliti juga melakukan wawancara dengan Lalu Badrul Maulana, remaja berusia 16 tahun asal Dusun Bagek Rebak, menyatakan bahwa.81. Peneliti juga melakukan wawancara dengan Lalu Gigih Putra, 15 tahun, dari Dusun Pesaut yang menyatakan bahwa.82. Peneliti juga melakukan wawancara dengan Lalu Jaka Aswara, remaja berusia 16 tahun asal Dusun Bagek Rebak yang menyatakan bahwa.83.

Peneliti juga mewawancarai remaja berusia 16 tahun, Ahmad Front dari Dusun Telok, yang menyatakan bahwa.84.

PEMBAHASAN

Pemanfaatan Yang Digunakan Oleh Kalangan Remaja-Remaja Di

Bentuk-Bentuk Penyalahgunaan Teknologi Informasi Dikalangan

PENUTUP

Kesimpulan

Dapat dikatakan bahwa penggunaan telepon seluler di kalangan remaja sangat tinggi, yang berarti telepon seluler merupakan suatu kebutuhan bagi remaja saat ini; dengan telepon seluler mereka dapat membantu dan mempermudah dalam berkomunikasi dan mencari berbagai jenis informasi. Ada banyak bentuk penyalahgunaan telepon seluler di kalangan remaja di Desa Sengkerang, seperti cybercrime, cyberbullying, berita palsu, menonton pornografi, dan bermain game online secara berlebihan. Hal ini disebabkan oleh perkembangan telepon seluler yang dapat diperbaharui dengan mudah dan nyaman setiap hari. Jika Anda menggunakannya, hal-hal negatif bisa saja terjadi.

Saran

Amri, 2016, Analisis pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam mendukung terwujudnya Makassar sebagai smart city, Skripsi, PSIKP Universitas Hasanuddin Makassar. Arnita, 2018, Pengaruh pemanfaatan teknologi informasi dan kompetensi sumber daya manusia terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi pada PT Sumber Alfaria Trijaya. Peggy Lusita Patria Patria Rori, 2015, Pengaruh Konsumsi Alkohol Terhadap Kehidupan Remaja di Desa Kali Kecamatan Pineleg Kabupaten Minahasa”, Jurnal Holistik, Tahun VIII.

Raefita Diah Priyatna, dkk, 2016, Perkembangan Seksual Remaja di SMP Nurul Islam Antrogo SumberSari Jember, Disertasi, Universitas Muhammadiyah Jember. Rahman, Ali, 2016, Pengaruh Negatif Era Teknologi Informasi dan Komunikasi Terhadap Remaja, Jurnal Kajian Pendidikan. Jilid XIV No. Rosyana, Silfia, Mega, 2019, Pengaruh penyalahgunaan teknologi informasi dan integritas mahasiswa terhadap perilaku tidak sopan akademik mahasiswa akuntansi sebagai calon akuntan, Skipsi, Universitas Teknologi Sumbawa.

Menurut Anda apa yang remaja terbuka ketika menggunakan ponsel? Adakah pengaruh atau perubahan yang dialami remaja dalam kehidupannya ketika memiliki ponsel? Foto ini memperlihatkan seseorang sedang menonton pornografi yang diam-diam ditemukan peneliti.

Foto ini menunjukkan ada salah seorang remaja yang sedang dibully oleh  teman-temanya dengan menggunakan media sosial yaitu facebook
Foto ini menunjukkan ada salah seorang remaja yang sedang dibully oleh teman-temanya dengan menggunakan media sosial yaitu facebook

Gambar

Tabel 2.2 Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin  Tabel 2.3 Jumlah Penduduk Beradasarkan Usia
Foto ini menunjukkan ada salah seorang remaja yang sedang dibully oleh  teman-temanya dengan menggunakan media sosial yaitu facebook

Referensi

Dokumen terkait

Ғарыштық бомбалау жэне Жердегі тіршілікті сақтауда планетаны қорғаудың мәсепелері...52 Гидрогеология Алиев MX Жердің өз осінен айналу жылдамдығының өзгеруімен бірге Солтүстік