• Tidak ada hasil yang ditemukan

penyebab ketidaklancaran program bp spams (badan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "penyebab ketidaklancaran program bp spams (badan"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

PENYEBAB KETIDAKLANCARAN PROGRAM BP SPAMS (BADAN PENGELOLA PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI) DI JORONG

AMPANG KURANJI NAGARI SILAGO KECAMATAN IX KOTO KABUPATEN DHARMASRAYA

ARTIKEL

WIKI MARLIZA NANDA NPM. 11070030

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SOSIOLOGI

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) PGRI SUMATERA BARAT

PADANG

2016

(2)
(3)

CAUSES LACK OF BP SPAMS DEVELOPMENT PROGRAM (MANAGER BOARD OF WATER SUPPLY AND SANITATION) IN JORONG AMPANG

KURANJI KENAGARIAN SILAGO IX KOTO SUBDISTRICT DHARMASRAYA

Oleh :

Wiki Marliza Nanda1 Rinel Fitlayeni2 Ikhsan Muharma Putra3

1 The Sosiology education student of STKIP PGRI Sumatera west.

2 The Sosiology staff of sosiology education of STKIP PGRI Sumatera west

3 The Sosiology staff of sosiology education of STKIP PGRI Sumatera west

ABSTRACT

BP SPAMS PAMSIMAS is the provision of drinking water and sanitation facilities based society, which aims to increase the number of residents underserved, including low-income communities in rural areas and peri-urban can access drinking water and sustainable sanitation, PAMSIMAS BP SPAMS also increase application of the value of a clean and healthy lifestyle in order to achieve the MDGs (water and sanitation sector) through first have a community based approach. This type of research is qualitative descriptive typeing. Who learned in this study is the village profile, PTO book (Hint Technical Operations). Informants in this study is an engineering consultant, manager of BP SPAMS, and community Jorong Ampang Kuranji Kenagarian Silago Kecamatan IX Koto Dharmasraya, with 20 informants. The theory used is Robert K. Merton the theory of structural functionalism. The results of this study indicate that factors that affect the development program by BP SPAMS, 1) internal factors, socialization unequal to the whole society.

Implementation is not running smoothly, Maintenance and sustainability are not there. 2) External factors, habits of the people who always do the activity on the river in the form of bathing, washing, take drinking water, defecation, and trash dispose also carried out on the river. Behavior using clean water, in the possession public awareness Jorong Ampang Kuranji in using clean water is still low, because of all the activities of the community is always done in a river. And financing, The community objected to the fees collected each month.

Key Words:dringking water, sanitation,

1

(4)

PENYEBAB KETIDAKLANCARAN PROGRAM BP SPAMS (BADAN PENGELOLA PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI) DI JORONG

AMPANG KURANJI NAGARI SILAGO KECAMATAN IX KOTO KABUPATEN DHARMASRAYA

ABSTRAK

BP SPAMS PAMSIMAS merupakan program penyedian air minum dan sarana sanitasi berbasis masyarakat, yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah warga masyarakat kurang terlayani termasuk masyarakat berpendapatan rendah di wilayah pedesaan dan peri-urban yang dapat mengakses pelayanan air minum dan sanitasi yang berkelanjutan, PAMSIMAS BP SPAMS juga meningkatkan penerapan nilai perilaku hidup bersih dan sehat dalam rangka pencapaian target MDGs (sektor air minum dan sanitasi) melalui pangarusutamaan pendekatan pembangunan berbasis masyarakat. Tujuan yang dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan faktor penyebab ketidaklancaran program BP SPAMS di Jorong Ampang Kuranji Nagari Silago Kecamatan IX Koto Kabupaten Dharmasraya. Teori yang digunakan adalah teori fungsionalisme struktural oleh Robert K Merton yaitu tentang aspek fungsi dan disfungsi. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan tipe deskriptif. Informan penelitian adalah konsultan teknik, pengelola BP SPAMS, dan masyarakat Jorong Ampang Kuranji Nagari Silago Kecamtan IX Koto Kabupaten Dharmasraya, berjumlah 20 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor penyebab ketidaklancaran program pembangunan oleh BP SPAMS, 1) faktor internal, sosialisasi yang tidak merata kepada seluruh lapisan masyarakat. Pelaksanaan yang tidak berjalan dengan lancar, Pemeliharan dan keberlanjutan yang tidak ada. 2) Faktor eksternal, kebiasaan masyarakat yang selalu melakukan aktifitas di sungai berupa mandi, mencuci, mangambil air minum, buang air besar (BAB), dan buang sampah juga dilakukan di sungai. Perilaku menggunakan air bersih, kesadaran yang dimilik oleh msayarakat jorong ampang kuranji dalam menggunakan air bersih tergolong masih rendah, karena segala aktifitas masyarakat selalu dilakukan di sungai. Dan pembiayaan, masyarakat keberatan dengan pungutan biaya yang dilakukan setiap bulan.

Kata Kunci: ketidaklancara, BP SPAMS

(5)

PENDAHULUAN

Pembangunan merupakan usaha untuk mensejahterakan sebuah daerah, yang bertujuan untuk memenuhi atau mencukupi fasilitas dalam sebuah daerah. Tanpa pembangunan sebuah daerah itu tidak akan pernah mendapatkan sebuah kesejahteraan. Maka, dalam suatu daerah pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama dalam mencapai suatu tujuan, yaitu mensejahterakan kehidupan masyarakat dalam suatu daerah.

Pembangunan merupakan proses perubahan yang direncanakan. Lebih lengkap lagi, pembangunan berarti perubahan yang disengaja atau direncanakan dengan tujuan untuk mengubah keadaan yang tidak dikehandaki ke arah yang dikehendaki. Secara sederhana pembangunan adalah perubahan yang berguna menuju suatu sistem sosial dan ekonomi yang diputuskan sebagai kehendak suatu bangsa (Harun, 2011:3).

Pembangunan mula-mula dipakai dalam arti pertumbuhan ekonomi. Sebuah masyarakat dinilai berhasil melaksanakan pembangunan, bila pertumbuhan ekonomi masyarakat cukup tinggi. Dengan demikian, yang diukur adalah produktivitas masyarakat atau produktivitas negara setiap tahunnya.

Dalam rangka penyediaan fasilitas dan layanan infrastruktur yang berkualitas, pemerintah telah melakukan berbagai upaya baik dalam bentuk pengaturan dengan kerangka kebijakan regulasi maupun kerangka kebijakan investasi melalui rehabilitasi kapasitas layanan infrastruktur yang rusak dan peningkatan kapasitas layanan melalui pembangunan baru.

Pemerintah mendorong peran serta swasta dalam melakukan pembangunan infrastruktur melalui skema kerja sama antara pemerintah dan swasta dengan mengedepankan prinsip kemitraan yang adil, terbuka, transparan, kompetitif, dan saling menguntungkan (Sanim, 2011).

Komitmen pemerintah dalam kemitraan ini diantaranya ditempuh dengan upaya penyempurnaan kebijakan, peraturan perundang-undangan dan kelembagaan yang salah satunya diwujudkan melalui diterbitkannya buku Public Private Partnerships Infrastructure Project, dan diterbitkannya Perpres No. 13 tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2005 tentang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur yang diharapkan dapat menghilangkan sumbatan-sumbatan kerja sama pemerintah dan swasta, dan memberikan

beberapa insentif, sehingga percepatan pembangunan infrastruktur pemerintah dapat terlaksana.

Salah satu pembangunan infrastruktur atau sumber daya air diwujudkan melalui pengembangan dan pengelolaan konservasi sumber daya air, pendayagunaan air untuk berbagai kebutuhan, pengendalian daya rusak air, pemberdayaan masyarakat serta pengelolaan sistem data dan informasi sumber daya air, yang ditujukan untuk mewujudkan kemanfaatan sumber daya air yang berkelanjutan demi tercapainya kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Air bersih adalah salah satu jenis sumberdaya berbasis air yang bermutu baik dan biasa dimanfaatkan oleh manusia untuk dikonsumsi atau dalam melakukan aktivitas mereka sehari-hari dan memenuhi persyaratan untuk pengairan sawah, untuk treatment air minum dan untuk treatmen air sanitasi.

Sanitasi adalah perilaku disengaja dalam pembudayaan hidup bersih dengan maksud mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya dengan harapan usaha ini akan menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia.

Persyaratan disini ditinjau dari persyaratan kandungan kimia, fisika, dan biologis (Kusnaedi, 2010: 6).

Bahaya ini mungkin bisa terjadi secara fisik, mikrobiologi dan agen-agen kimia atau biologis dari penyakit terkait. Bahan buangan yang dapat menyebabkan masalah kesehatan terdiri dari tinja manusia atau binatang, sisa bahan buangan padat, air bahan buangan domestik (cucian, air seni, bahan buangan mandi atau cucian), bahan buangan industri dan bahan buangan pertanian. Cara pencegahan bersih dapat dilakukan dengan menggunakan solusi teknis (contohnya perawatan cucian dan sisa cairan buangan), teknologi sederhana (contohnya kakus, tangki septik), atau praktik kebersihan pribadi (contohnya membasuh tangan dengan sabun) (Sutrisno, 2007).

Program persediaan air minum dan sarana sanitasi berbasis masyarakat (PAMSIMAS) bertujuan untuk meningkatkan jumlah warga masyarakat kurang terlayani termasuk masyarakat berpendapatan rendah di wilayah perdesaan dan peri-urban yang dapat mengakses pelayanan air minum dan sanitasi yang berkelanjutan, Pamsimas juga meningkatkan penerapan nilai dan perilaku hidup bersih dan sehat dalam rangka pencapaian target MDGs (sektor air minum dan sanitasi) melalui pengarusutamaan pendekatan pembangunan berbasis masyarakat.

(6)

Manfaat program PAMSIMAS (BP SPAMS) ini bagi masyarakat adalah sebagai berikut: 1) Masyarakat tidak kesulitan untuk mendapatkan air bersih dan sanitasi, 2) Masyarakat terbiasa hidup sehat dan 3) Masyarakat peduli terhadap lingkungan.

Berdasarkan obeservasi awal yang telah dilakukan di Jorong Ampang Kuranji Nagari Silago Kecamatan IX Koto Kabupaten Dharmasraya, terdapat sebuah pembangunan air bersih yang diselenggarakan oleh BP SPAMS, yang merupakan perpanjangan tangan oleh PAMSIMAS. Di Jorong Ampang Kuranji, masyarakat dalam melakukan aktifitasnya sehari-hari selalu dilakukan di sungai. Terutama tentang pengambilan air minum, mandi, mencuci pakaian, mencuci piring, dan bahkan buang air besar selalu dilakukan ke sungai.

Melihat kondisi seperti itu, pemerintah berupaya untuk melakukan sebuah pembangunan air bersih, yang diselenggarakan oleh BP SPAMS, yang berupaya untuk meningkatkan kesehatan hidup masyarakat, masyarakat tidak kesulitan untuk mendapatkan air bersih dan sanitasi, dan masyarakat peduli terhadap lingkungan.

Pembangunan ini mulai dibangun pada tanggal 14 April 2011 dengan anggaran dana sebesar Rp. 175.000.000,00 dari anggaran APBN. Selama proses pembangunan ini diselenggarakan, sempat terjadi terjadi berbagai kekurangan dalam proses pembangunannya.

Permasalah terebut diantaranya sempat terputusnya proses pembangunan pada pada tahun 2013, kemudian dilanjutkan lagi dengan hanya mengantarkan bahan atau pipa paralon.

Menurut keterangan bapak Jorong Jalaisman, terhentinya proses pembangunan disebabkan oleh beberapa hal, yaitu: hilangnya komunikasi antara pihak pengurus dengan pihak Kabupaten, dan adanya alasan penggalian untuk lubang paralon terlalu dangkal. Setelah pembangunan air bersih ini selesai dilaksanakan, tujuan dari pembangunan tersebut tidak tercapai, yakni tidak terjadinya aliran air kerumah masyarakat.

Oleh karena itu, berdasarkan latar belakang masalah di atas, peneliti tertarik melakukan penelitian yang berjudul “Penyebab Ketidaklancaran Program BP SPAMS (Badan Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi) di Jorong Ampang Kuranji Nagari Silago Kecamatan IX Koto Kabupaten Dharmasraya”.

Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan faktor penyebab ketidaklancaran program BP SPAMS di Jorong Ampang Kuranji Nagari Silago Kecamatan IX Koto Kabupaten Dharmasraya.

Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah adalah teori fungsionalisme struktural oleh Robert K Merton. Meski Parson adalah seorang fungsionalis struktural, namun yang sangat penting adalah muridnya, Robert K.

Merton, yang mengemukakan beberapa pernyataan terpenting dalam fungsionalisme struktural dalam sosiologi. Meski Parsons dan Merton dikaitkan dan fungsionalisme struktural, ada perbedaan penting diantara ke duanya. Di satu sisi, Parsons menganjurkan penciptaan teori-teori besar dan luas cakupannya, sedangkan Merton menyukai teori yang terbatas, teori tingkat menengah. Dalam hal ini Merto lebih menyukai teori Marxiam (Ritzer, 2003: 136).

Pembangunan air bersih oleh BP SPAMS bagi masyarakat Jorong Ampang Kuranji mempunyai tujuan yang postif, seperti memudahkan masyarakat untuk mendapatkan air, membiasakan masyarakat hidup sehat, dan membiasakan masyarakat peduli terhadap lingkungannya. Akan tetapi, pembangunan juga mempunyai aspek disfungsi, yaitu tidak adanya perubahan yang didapatkan oleh masyarakat setelah pembangunan selesai diselenggarakan. Seperti tidak terjadinya aliran air ke rumah warga masyarakat Jorong Ampang Kuranji, dan secara otomatis, aktifitas masyarakatpun kembali dilakukan ke sungai.

Pertanyaannya, apa yang menyebabkan disfungsinya pembangunan air bersih di Jorong Ampang Kuranji Nagari Silago Kecamatan IX Koto Kabupaten Dharmasraya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut tentu peneliti akan melihat ke lapangan, apa sebenarnya yang menjadi disfungsi dari pembangunan yang diselenggarakan oleh BP SPAMS tersebut.

Teoritisi fungsional umumnya membatasi diri untuk menganalisis masyarakat sebagai satu kesatuan. Tetapi Merton menjelaskan bahwa analisis juga dapat dilakukan terhadap sebuah organisasi, institusi, atau kelompok.

Jadi, tidak harus terhadap masyarakat sebagi satu kesatuan utuh saja (Ritzer, 2003: 140).

Dilihat dari sudut keseimbanga bersih (net balance) pembangunan air bersih mungkin lebih fungsional bagi masyarakat tertentu, dan lebih disfungsional bagi yang lainnya.

Selain itu, Merton juga memperkenalkan konsep fungsi nyata (manifes) dan fungsi tersembunyi (laten). Kedua istilah ini memberikan tambahan penting bagi analisis fungsional. Menurut pengertian sederahana, fungsi nyata adalah fungsi yang diharapkan, sedangkan fungsi yang tersembunyi adalah fungsi yang tidak diharapkan (Ritzer, 2003:

141). Dalam permasalahan penelitian ini,

(7)

fungsi yang diharapkan adalah terjadinya aliran air ke rumah warga masyarakat, membiasakan masyarakat untuk hidup sehat, dan masyarakat peduli terhadap lingkungan. Sedangkan fungsi yang tidak diharapkan adalah masyarakat bisa mencuci kendaraan bermotor, mengairi sawah dan lain sebagainya.

METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian ini yaitu ditetapkan 20 orang, terdiri dari Fasilitator Pamsimas, Pengelola BP SPAM di Jorong Ampang Kuranji, Masyarakat pengguna program BP SPAMS dan Masyarakat yang tidak menggunakan program BP SPAMS.

Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. Analisis Data dilakukan dengan reduksi data, interpretasi data dan penarikan kesimpulan.

Penelitian ini

dilakukan di Jorong Ampang Kuranji Nagari Silago Kecamatan IX Koto Kabupaten Dharmasraya. Alasan memilih lokasi penelitian ini adalah karena daerah ini merupakan salah satu tempat yang terjadi ketidaklancaran program BP SPAMS dilihat dari faktor internal dan faktor eksternal.

HASIL PENELITIAN

5.1 Gambaran Umum BP SPAMS (Badan Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi) di Jorong Ampang Kuranji

Badan Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (BPSPAMS) Dalam PAMSIMAS pemeliharaan prasarana dan sarana harus memposisikan air sebagai komoditi ekonomi tidak sekedar komoditi sosial dan menjadi tanggung jawab pengelola yang dibentuk melalui Musyawarah Desa/Kelurahan.

Badan Pengelola dibentuk dari tranformasi Satuan Pelaksana program Pamsimas sebagai Unit Kerja dari LKM. Badan Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (BPSPAMS) merupakan salah satu bentuk organisasi sektor publik yang dibentuk oleh masyarakat pemakai air bersih di suatu desa yang menerima program Pamsimas. Organisasi sektor publik adalah organisasi yang berhubungan dengan kepentingan umum dan penyediaan barang atau jasa kepada publik yang dibayar melalui pajak atau pendapatan negara lain yang diatur dengan hukum.

Bantuan BP SPAMS diberikan kepada masyarakat setelah terlebih dahulu dilakukan pemilihan lokasi sasaran dan penerima manfaat yang dilakukan oleh organisasi pelaksana seperti Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Pengelolaan

Sumber Daya air, dan Unit Pengelola Program DPMU (District Project management Unit).

Pemilihan lokasi sasaran penerima program disusun dalam daftar panjang (longlist) yang meliputi indeks kemiskinan, indeks non akses air minum, indeks non-akses sanitasi/jamban, indeks kasus diare, dan dalam dua tahun terakhir tidak terdapat program serupa.

Perencanaan BP SPAMS yang dibangun di Jorong Ampang Kuranji berjalan dengan baik dan melibatkan masyarakat. Perencanaan ini merupakan awal pembangunan BP SPAMS di Jorong Ampang Kuranji.

Bantuan BP SPAMS diberikan kepada masyarakat setelah terlebih dahulu dilakukan pemilihan loksi sasaran dan penerima manfaat yang dilakukan oleh organisasi pelaksana seperti Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Pengelolaan Sumber Daya air, dan Unit Pengelola Program DPMU (District Project management Unit). Pemilihan lokasi sasaran penerima program disusun dalam daftar panjang (longlist) yang meliputi indeks kemiskinan, indeks non akses air minum, indeks non-akses sanitasi/jamban, indeks kasus diare, dan dalam dua tahun terakhir tidak terdapat program serupa.

Pemeliharaan dan keberlanjutan prasarana dan sarana air minum dan sanitasi dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dengan melakukan upaya yang menyeluruh melalui berbagai kegiatan yang mendukung pemeliharaan dan keberlanjutan tersebut.

Pembangunan dan pengelolaan air yang berdasarkan pendekatan partisipatif, menyertakan seluruh lapisan masyarakat, baik kaya-miskin, laki-perempuan dan masyarakat terpinggirkan menjadi acuan juga dalam pelibatan upaya pemeliharaan dan keberlanjutan.

5.2 Realisasi BP SPAMS (Badan Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi) di Jorong Ampang Kuranji Sebelum program BP SPAMS di Jorong Ampang Kuranji Nagari Silago Kecamatan IX Koto, konsultan dari Pamsimas Kabupaten Dharmasraya sebagai pelaksana pembangunan air bersih di Jorong Ampang Kuranji Nagari Silago Kecamatan IX Koto, mengadakan musyawarah dengan masyarakat yang dihadiri oleh beberapa perwakilan dari masyarakat seperti Wali Jorong, Ketua Pemuda dan pemuka masyarakat masyarakat lainnya dengan melaksanakan pembangunan air bersih melalui BP SPMAS dan diadakan di masjid Ampang Kuranji.

Perencanaan pembangunan air bersih BP SPMAS di Jorong Ampang Kuranji Nagari

(8)

Silago Kecamatan IX Koto bertujuan untuk mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kesehatan dan sanitasi masyarakat. Pembangunan air bersih di Jorong Ampang Kuranji Nagari Silago Kecamatan IX Koto. Pembangunan air bersih di Jorong Ampang Kuranji Nagari Silago. Perencanaan pembangunan oleh BP SPAMS ini mempertimbangkan kebutuhan dan persediaan air sehingga program pembangunan ini bermanfaat bagi masyarakat.

Pelaksanaan pembangunan sarana konstruksi merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting dan membutuhkan persiapan yang matang. Pelaksanaan konstruksi meliputi pembangunan saliran air, bak penampungan di sumber air dan bak pembagi. Pelaksanaan pembangunan ini juga mengharapkan partisipasi masyarakat berupa dana, tenaga dan waktu.

Pelaksanaan pembangunan dilakukan oleh masyarakat dengan pengawasan dari konsultan yang ditunjuk.

Pelaksanaan BP SPAMS yang dibangun di Jorong Ampang Kuranji berjalan dengan baik dan melibatkan masyarakat. Pelaksanaan pembangunan BP SPAMS ini diawasi oleh fasilitas teknik yang ditugaskan oleh BP SPAMS Kabupaten Dharmasraya.

Dalam tahap evaluasi hal terpenting dilakukan yaitu pengecekkan ulang dari suatu rencana pembangunan, sesuai atau tidaknya pembangunan dengan yang direncanakan.

evaluasi BP SPAMS yang dibangun di Jorong Ampang Kuranji berjalan kurang baik, karena program BP SPAMS kurang bermanfaat bagi masyarakat.

Pemeliharan dan keberlanjutan program PAMSIMAS BPSPAMS yang telah dibangun di Jorong Ampang Kuranji tidak ada dilakukan.

Karena, program tidak bejalan dengan lancar sehinggga tidak ada serah terima dari pihak konsultan kepada masyarakat Jorong Ampang Kuranji. Pemeliharaan BP SPAMS Jorong Ampang Kuranji kurang dilaksanakan karena tidak mempertimbangkan keberlanjutan program di masa yang akan datang. Dari data di lapangan terlihat bahwa program BP SPAMS di Jorong Ampang Kuranji seperti dikerjakan asal-asalan.

5.3 Ketidaklancaran Program BP SPAM (Badan Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi) di Jorong Ampang Kuranji

Sosialisasi merupakan tindakan yang merupakan bagian dari pelaksanaan program dan berpengaruh dalam menentukan keberhasilan program. Sosialisasi yang diadakan tersebut dilakukan dengan harapan masyarakat mampu mengetahui gambaran umum dari program,

memiliki pemahaman yang baik akan sarana air yang dibangun sehingga mempunyai rasa memiliki untuk memiliki sarana yang tersedia.

Sosialisasi dilakukan dengan bentuk rapat dengan memberikan penyuluhan pada masyarakat tentang air bersih dan sanitasi.

Pelaksanaan sosialisasi merupakan tanggungjawab pelaksana program BP SPAMS yaitu fasilitator Pamsimas Kabupaten Dharmasraya. masyarakat mengetahui adanya pembangunan oleh BP SPAMS dan memahami tujuan pembangunan tersebut. Namun ada masyarakat yang tidak menghadiri sosialisasi sehingga kurang paham maksud dan tujuan pembangunan BP SPAMS.

Pelaksanaan program BP SPAM dilakukan oleh pihak yang ditunjuk serta bekerjasama dengan masyarakat. Dalam pelaksanaan pembangunan BP SPAMS harus memastikan bahwa pembangunan tersebut sesuai dengan petunjuk teknik yang telah dikeluarkan menyangkut sumber air dan kualitas air, sistem penyaluran serta sistem pemeliharaan.

Pelaksanaan program pembangunan BP SPAMS di Jorong Ampang Kuranji kurang baik, karena kurang mempertimbangkan kecukupan untuk seluruh masyarakat dan pemasangan saluran air yang kurang baik.

Akibat dari pelaksanaan tersebut, air bersih yang dibangun tidak bertahan lama.

5.4 Faktor Penyebab Ketidaklancaran program pembangunan oleh BP SPAM di Jorong Ampang Kuranji

Sosialisasi Pamsimas di tingkat desa ditujukan pada Kelompok/pelaku program CDD yang telah masuk di desa/kelurahan, misal (PPK: UPK, TPK, FD; P2KP: BKM, UP, KSM), perwakilan seluruh komponen masyarakat desa. Tujuan dari sosialisasi adalah untuk pemahaman mengenai prinsip, pendekatan dan ketentuan program Pamsimas di tingkat desa/kelurahan.

Pembangunan kesehatan terutama yang dilakukan oleh BP SPAMS bertujuan untuk pemenuhan air bersih dan sanitasi masyarakat.

Namun dalam penyelenggaraan program tersebut, harus dijelaskan pada masyarakat agar proyek tersebut berjalan dengan lancar.

Pihak pelaksana program BP SPAMS telah menjalankan langkah-langkah yang tepat dalam pembangunan yaitu melakukan sosialisasi program BP SPAMS pada masyarakat. Namun dalam sosialisasi ini ditemui kendala banyak masyarakat yang tidak mengikuti sosialisasi sehingga mereka kurang paham tujuan dari program BP SPAMS ini.

Faktor yang menyebabkan tidak lancarnya pelaksanaan pembangunan program BP SPAM,

(9)

disebabkan oleh pelaksana program dan masyarakat. Faktor penyebab tidak lancarnya pelaksanaan BP SPAMS adalah pemaksaan menggunakan sumber air. Sumber air yang dipilih kurang cocok karena letaknya jauh dan airnya sedikit.

Program BP SPAMS secara khusus diberikan kepada masyarakat miskin dan tertinggal, namun pada pelaksanaan di Jorong Ampang Kuranji ini, program ini ditujukan pada semua kalangan masyarakat yang merasa membutuhkan air bersih dan sanitasi. Kegiatan pada tahap pasca program untuk konstruksi adalah pengelolaan dan pemeliharaan sarana, adanya keberlanjutan kesehatan oleh masyarakat, dan akses untuk mendapatkan air bersih yang lebih mudah. Pada tahap ini, berfungsinya Badan Pengelola dalam operasional dan pemeliharaan menjadi penting peranannya untuk keberlanjutan program sarana air bersih.

Pengelola diharapkan dapat berfungsi secara efektif dan memiliki aturan-aturan organisasi dan pengelolaan yang diputuskan bersama secara musyawarah antar anggota badan pengelola dengan masyarakat agar semua pihak terkait mengatuhui dan mematuhinya.

Fungsi dan tugas utama pengelola BP SPAMS adalah untuk mengoperasikan dan memelihara sarana air minum dan sanitasi yang terbangun sehingga memberikan pelayanan yang berkelanjutan pada masyarakat penerima manfaat. Pengelolaan sesudah dibangunnya kurang baik, karena proses pembangunan air bersih sebenarnya kurang maksimal.

Pembangunan yang kurang maksimal ini terlihat dari pemilihan sumber air yang kurang mempertimbangkan kecukupan untuk seluruh masyarakat dan pemasangan saluran air yang kurang baik. Akibat dari pelaksanaan tersebut, air bersih yang dibangun tidak bertahan lama dan pengelola tidak dapat memperbaiki karena keterbatasan dana.

Faktor penyebab kurang lancarnya program BP SPAMS dilihat dari faktor internal adalah kurangnya sosialisasi pada masyarakat tentang air bersih dan sanitasi serta pengelolaan yang kurang baik setelah pembangunan air bersih oleh BP SPAMS.

Faktor internal adalah penyebab keterlambatan yang disebabkan faktor diluar pembangunan oleh BP SPAMS di Jorong Ampang Kuranji, penerimaan masyarakat terhadap program BP SPAMS. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan dengan beberapa informan diperoleh informasi ada beberapa faktor internal yang menghambat pembagunan jalan di Jorong Ampang Kuranji diantarannya kebiasaan masyarakat dalam

memanfaatkan air, prilaku masyarakat menggunakan air bersih dan biaya.

Kebiasaan membuang kotoran di sungai merupaka kebiasaan yang kurang sehat, karena air sungai ada yang tercemar. Masyarakat Jorong Ampang Kuranji merupakan masyarakat yang terbiasa menggunakan air sungai sebagai sumber air bersih, karena sumber daya air bersih yang tersedia hanya air sungai.

Mengubah kebiasaan tidak mudah, butuh proses dan waktu. Namun, mengubah kebiasaan dapat dilakukan bila dilandasi dengan kemauan dari hati kecil setiap manusia. Artinya mengubah kebiasaan itu akan mudah jika ada kemauan dan menjadi sangat sulit bila tidak ada kemauan.

Kebiasaan masyarakat Jorong Ampang Kuranji ini didukung keadaan alam yaitu tersedianya sungai sebagai sumber air. Awalnya air sungai yang digunakan masih bersih sehingga dapat dimanfaatkan untuk minum.

Namun perkembangan saat ini, air sungai mulai tercemar karena berbagai aktivitas manusia sehingga kurang bersih untuk dikonsumsi.

Penyebab kurang lancarnya program BP SPAMS karena kebiasaan masyarakat yang memanfaatkan air bersih dari sungai, baik untuk makan, minum, mencuci dan mandi. Kebiasaan masyarakat ini didukung oleh kondisi alam, dimana sungai yang mengalir di Jorong Apang Kuranji tidak pernah kering sepanjang tahun, sehingga masyarakat dapat memanfaatkannya.

Air sungai juga dirasakan oleh masyarakat lebih praktis, karena tidak perlu menyediakan bak penampungan di rumah atau membuat sumur.

Mewujudkan Sanitasi yang baik disamping memberikan pengetahuan tentang Sanitasi, tujuan Sanitasi dan memotivasi manusia untuk mau melakukan perubahan-perubahan tingkah laku yang dimulai dari yang sederhana yakni seperti tidak membuang sampah sembarangan, membuang kotoran tidak sembarang tempat yakni pada tempat yang tepat.

Perilaku Hidup bersih dan sehat merupakan perilaku yang dianjurkan kepada masyarakat untuk mencapai status kesehatan yang lebih baik. PHBS adalah bentuk perwujudan paradigma sehat dalam kehidupan perorangan, keluarga, dan masyarakat. Tim Fasilitator Masyarakat (TFM) mendapatkan pelatihan untuk mengubah perilaku hidup tidak bersih dan sehat seperti buang air besar pada jamban yang tidak sehat, membuang kotoran bayi atau balita pada jamban, mencuci tangan dengan sabun setelah buaang air besar, setelah membersihkan kotoran bayi, dan sebelum makan.

(10)

Perilaku masyarakat dalam memanfaatkan air menjadi salah satu penyebab kurang lancarnya pembangunan oleh BP SPAMS.

Masyarakat umumnya melakukan aktivitas memenuhi air bersih di sungai, baik untuk makan, minum, mencuci dan mandi serta buang air besar. Perilaku ini kurang baik dari segi kesehatan.

Akses terhadap air bersih dari masyarakat Jorong Ampang Kuranji tidak mengalami perubahan dengan adanya Program BP SPAMS.

Seharusnya pembangunan air bersih dan sanitasi dapat membantu masyarakat Jorong Ampang Kuranji dalam memenuhi kebutuhan air bersihnya. Namun untuk merubah secara total perilaku hidup sehat seseorang merupakan hal yang sangat sulit dilakukan karena berhubungan dengan pola pemikiran masing-masing individu.

Seseorang mampu untuk merubah perilaku kesehariannya menjadi lebih sehat apabila ada dorongan kuat dari diri sendiri, penyuluhan yang diadakan oleh BP SPAMS hanya berupa pemicuan dan penyadaran diri untuk meningkatkan derajat kesehatan penduduk.

Fungsi dan tugas utama BP SPAM adalah untuk mengoperasikan dan memelihara sarana air minum dan sanitasi yang terbangun sehingga memberikan pelayanan yang berkelanjutan pada masyarakat penerima manfaat. Bersama-sama dengan masyarakat penerima manfaat, BP SPAM juga bertanggungjawab untuk mengembangkan tata kelola atau aturan untuk pemanfaatan, pengelolaan termasuk menetapkan iuran yang menjamin keberlanjutan layanan, pengembangan pelayanan, dan kegiatan pelestarian sumber daya air dan lingkungan.

Selain itu, Badan Pengelola juga berperan untuk mengorganisir kegiatan peningkatan praktek hidup bersih dan sehat di masyarakat.

Untuk membiayai operasional dan pemeliharaan sarana yang telah dibangun maka dibutuhkan dana yang bersumber dari masyarakat dalam bentuk iuran, dimana iuran tersebut digunakan untuk biaya operasional dan pemeliharaan serta pembangunan sarana yang ada.

Teori fungsional struktural menjelaskan bahwa masyarakat terbentuk atas substruktur- substruktur yang mempunyai fungsi sendiri- sendiri, saling bergantung sehingga perubahan- perubahan yang terjadi dalam fungsi yang satu akan menyebabkan perubahan di fungsi yang lain. Teori ini juga mengatakan bahwa setiap substruktur yang telah mantap akan menjadi penopang aktivitas-aktivitas atau substruktur- substruktur lainnya dalam suatu sistem sosial.

Seperti dijelaskan diatas bahwa masyarakat merupakan suatu sistem. Dimana masyarakat

dalam suatu kelompok memiliki fungsi dan peranan sesuai dengan strukturnya. Dalam sebuah pengelolaan pariwisata keterlibatan masyarakat sangat penting. Dimana keterlibatan dari mereka dimaksimalkan sesuai dengan fungsi dan perananya sejak dari perencanaan.

Jika ditinjau dari segi fungsi, adanya program BP SPAMS tentu harus dapat memberikan dampak yang positif terhadap masyarakat. Dalam Teori Robert K. Merton, hal seperti itu termasuk ke dalam fungsi manifest dari dilaksanakannya program pembangunan BP SPAMS. Tetapi ada kalanya dalam pembangunan yang dilaksanakan timbul dampak-dampak yang tidak diharapkan (fungsi laten). Keduanya ini merupakan suatu konsekuensi yang kuat dan tidak dapat dipisahkan. Dengan adanya program BP SPAMS, masyarakat khusunya pada Jorong Ampang Kuranji pada saat ini menjadi lebih mudah dalam mendapatkan akses terhadap air bersih serta sanitasi. Melalui program ini diharapkan masyarakat tidak lagi memanfaatkan air sungai sebagai air bersih, karena air sungai diragukan kualitasnya untuk digunakan sebagai air minum dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Selain itu masyarakat juga dapat memanfaatkan sarana sanitasi yang ada setelah program BP SPAMS.

PENUTUP Kesimpulan

Program pembangunan BP SPAMS (Badan Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi) dibangun di Jorong Ampang Kuranji bukan berdasarkan hasil dari musyawarah masyarakat, akan tetapi program BP SPAMS itu dibangun karena ada bantuan dari pihak Kabupaten Dharmasraya yang diberikan ke Kecamatan IX Koto di Nagari Silago, dan pihak Nagari menunjuk pembangunan itu di adakan di Jorong Ampang Kuranji.

Ketidaklancaran Program yang di bangun oleh BP SPAMS di Jorong Ampang Kuranji Nagari Silago Kecamatan IX Koto Kabupaten Dharmasraya disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu: faktor internal dan faktor eksternal.

Faktor internal yaitu a) Sosialisai yang diberikan kepada masyarakat tidak maksimal, kerana masyarakat tidak sepenuhnya menghadiri sosialisasi yang diberikan oleh BP SPAMS, b) Pelaksanaan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, karena jarak sumber air dengan pemukiman masyarakat terlalu jauh dan adanya pemasangan pipa yang tidak bagus dan 3) Pemeliharaan dan keberlajutan yang tidak ada dilakukan, karena air yang mengalir hanya

(11)

sementara masyarakt juga terkendala dengan masalah biaya. Faktor eksternal yaitu: 1) Kebiasaan masyarakat melakukan aktifitas yang selalu dilakukan di sungai, baik itu berupa mandi, mencuci, mengambil air minum, dan buang air, 2) Prilaku menggunakan air bersih masyarakat Jorong Ampang Kuranji yang sangat rendah. Kesadaran yang dimiliki oleh masyarakat Jorong Ampang Kuranji dalam menggunakan air bersi tergolong masih rendah.

Karena segala sesuatu selalu dilakukan di sungai dan 3) Pembiayaan, adanya masyarakat yang merasa keberatan dengan pungutan biaya yang dilakukan setiap bulan dengan alasan bahwa masyarakat Jorong Ampang Kuranji yang dulunya selalu malakukan aktifitas di sungai tanpa perlu mengeluarkan biaya apapun.

Saran

1. Pembangunan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sebaiknya mempertimbangkan kondisi kebiasaan dan prilaku masyarakat sehingga pembangunan tersebut dapat berjalan dengan lancar.

2. Tokoh masyarakat sebaiknya berperan dalam mengajak masyarakat untuk melancarkan program pembangunan oleh pemerintah, karena pembangunan bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat.

3. Masyarakat sebaiknya mendukung pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah dengan ikut berpartisipasi dalam bentuk tenaga, pikiran dan uang.

4. Bagi peneliti selanjutnya untuk dapat melakukan penelitian lebih mendalam mengenai penelitian yang peneliti lakukan.

DAFTAR PUSTAKA

Afrizal. 2008. Pengantar Metode Penelitian Kualitatif. FISP Unand.

Afrizal. 2014. Metode Penelitian Kualitatif.

Cetakan Pertama. Jakarta. PT Raja Grafindo Persada.

Basrowi dan guswandi. 2008. Memahami Penelitian Kualitatif. Jakarta. Rineka cipta.

Bungin, Burhan. 2007. Penelitian Kualitatif.

Jakarta : Prenada Media Grup

Bubgin, Burhan 2011. Metode Penelitian Kualitatif. Cetakan ke Delapan. Jakarta.

PT Raja Grafindo Persada.

Chaplin, J. P. 2008. Kamus Psikologi Lengkap.

Jakarta: PT. Raja Grafindo.

Ritzer, Georde dan Goodman J. Douglas 2003.

Teori sosiologi Modern. Cetakan Ke Enam. Jakarta.

Ritzer, George. 2012. Toeri Sisologi. Cetakan kedelapan. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.

Kusnaedi. 1995. Membangun Desa. Cetakan 1.

Jakarta: penebar swadaya.

Rahrdjo.1999. Pengantar Sosiologi Pedesaan dan Pertanian. Yogyakarta: gada mada pers.

Harun, Rochajat dab Elvinaro, Ardianto. 2011.

Komuniskasi Pembangunan Perubahan Sosial. Edisi pertama. jakarta: Pt RajaGrafindo Persada.

Nanda, Wiki Marliza. 2016. “Penyebab Ketidaklancaran Program BP SPAMS (Badan Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi) di Jorong Ampang Kuranji Nagari Silago Kecamatan IX Koto Kabupaten Dharmasraya”. Skripsi Program Studi Pendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat

Moleong, Lexy J. 2013. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nasution, Zulkarimen. 2012. Komunikasi Pembangunan. Cetakan ke-8. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Ngurah, I Gusti Putra. 1992. Manajemen Hubungan Masyarakat. Yogyakarta. Univ Atmajaya.

Ismani. 1991. Sosiolgi Pembangunan Desa.

Cetak 1. Malang: perc “dwi Mrni” offsset.

Syarbaini, S. 2009. Dasar-Dasar Sosiologi.

Graha ilmu.

Yusuf, Murni. 2007. Metodologi Penelitian.

UNP Pres.

Referensi

Dokumen terkait

Berkenaan dengan kondisi tersebut di atas dan studi yang pernah dilakukan baik untuk kasus di Indonesia maupun di negara lain, penulis tertarik untuk melakukan

Treatment of various types of organic fertilizers in the K2 treatment (Doami) gave a better effect on the increase in height, diameter and number of leaves compared to