• Tidak ada hasil yang ditemukan

peran kiai dalam membentuk akhlak santri

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "peran kiai dalam membentuk akhlak santri"

Copied!
100
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Fokus Penelitian

Bagaimana peran kiai dalam membentuk akhlak santri terhadap Allah SWT melalui pembacaan kitab manakib di Pondok Pesantren Salafiyah Al-Fitriyah Gebang Jember. Bagaimana peran kiai dalam membentuk akhlak santri terhadap orang lain melalui pembacaan kitab manakib di Pondok Pesantren Salafiyah Al-Fitriyah Gebang Jember.

Tujuan Penelitian

Menjelaskan peranan kiai dalam membentuk akhlak santri terhadap Allah SWT dengan membaca kitab manakib di Pondok Pesantren Salafiyah Al-Fitriyah Gebang Jember. Mendeskripsikan peranan kiai dalam membentuk akhlak santri terhadap sesama manusia dengan membaca kitab manakib di Pondok Pesantren Salafiyah Al-Fitriyah Gebang Jember.

Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan, saran atau masukan bagi lembaga yang dipilih sebagai tempat penelitian dalam membentuk akhlak peserta didik melalui pembacaan kitab manakib Syekh Abdul Qadir Al-Jailani. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai tambahan literasi bagi para pembaca skripsi agar dapat dijadikan sebagai bahan referensi, rujukan atau pedoman penyusunan karya ilmiah bagi peneliti lain mengenai peran kiai dalam membentuk moral santri dengan membaca kitab manakib Syekh Abdul Qadir Al-Jailani di Pondok Pesantren Salafiyah Al-Fitriyah Gebang Jember.

Definisi Istilah

Santri adalah individu yang mempelajari dan memperdalam ilmu agama yang mempunyai ciri selalu setia mengikuti gurunya yang tinggal di pesantren dalam jangka waktu tertentu yang dipimpin oleh seorang kiai. Asrama Islam adalah lembaga pendidikan Islam tradisional tempat para santri tinggal dan belajar bersama di bawah bimbingan seorang kiai atau ustadz.

Peran Kiai dalam membentuk akhlak santri melalui pembacaan kitab manakib Syekh Abdul Qadir Al-Jailani di Asrama Islam Al-fitriyah Salafiyah. Bacaan Kitab Menakib Karya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani di Asrama Islam Al-Fitriyah Salafiyah Gebang Jember 2019.

KAJIAN KEPUSTAKAAN

Kajian Teori

  • Kajian Tentan Peran Kyai
  • Akhlak Santri
  • Kitab Manakib
  • Pondok Pesantren

Peran Kiai dalam membentuk akhlak santri terhadap sesama manusia dengan membaca kitab manakib di Pondok Pesantren Salafiyah Al-Fitriyah Gebang Jember. Peran Kiai dalam membentuk akhlak santri terhadap Allah SWT melalui pembacaan kitab Manakib Syekh Abdul Qadir Al-Jailani di Pondok Pesantren Al-fitriyah Salafiyah. Peran Kiai dalam membentuk akhlak Santri terhadap sesama manusia melalui pembacaan kitab Manakib di Pondok Pesantren Al-Fitriyah Salafiyah.

Peran Kiai dalam membentuk akhlak Santri terhadap Allah SWT melalui pembacaan kitab Manakib di Pondok Pesantren Salafiyah Al-Fitriyah Gebang Jember. Peran Kiai dalam membentuk akhlak Santri terhadap Allah SWT melalui pembacaan kitab Manakib di Pondok Pesantren Salafiyah Al-Fitriyah Gebang Jember. Peran kiai dalam membentuk akhlak santri terhadap Allah SWT di Pondok Pesantren Salafiyah Al-Fitriyah Gebang Jember Tahun 2019.

Peran kiai dalam membentuk akhlak santri terhadap sesama manusia di Pondok Pesantren Salafiyah Al-Fitriyah Gebang Jember.

METODE PENELITIAN

Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian yang digunakan peneliti adalah Pondok Pesantren Salafiyah Al-Fitriyah yang terletak di Desa Gebang Poreng Kecamatan Patrang Kabupaten Jember. Pondok Pesantren Salafiyah Al-Fitriyah dipilih sebagai lokasi penelitian karena lembaga ini merupakan pondok pesantren yang telah melaksanakan kegiatan membaca manaqib sehari-hari yang telah berlangsung selama hampir 44 tahun sejak berdirinya pondok pesantren yang telah memberikan dampak yang baik bagi siswa dan lingkungan sekitarnya. Berdasarkan pengamatan awal, kegiatan membaca kitab manakib di Pondok Pesantren Al-Fitriyah Salafiyah dalam pembentukan akhlak santri harus tabah karena kegiatan ini merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh santri yang akan berdampak pada akhlak para santri, dimana kegiatan ini dilakukan bersama dengan kiai selaku pengasuh pondok pesantren.

Subyek Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Berdasarkan ketiga jenis kegiatan observasi tersebut maka dalam penelitian ini digunakan observasi partisipan moderat, dimana peneliti akan terjun langsung ke lapangan untuk menggali data dengan melakukan observasi, namun peneliti tidak terlibat langsung dalam seluruh kegiatan narasumber kecuali hanya untuk satu atau beberapa di antaranya. Peran Kiai dalam membentuk semangat santri dengan membaca kitab manakib Syekh Abdul Qadir Al-Jailani di Pondok Pesantren Salfiyah Al-Fitriyah Gebang Jember. Kegiatan wawancara terbagi menjadi tiga jenis, yaitu wawancara terstruktur, wawancara semi terstruktur, dan wawancara tidak terstruktur51.

Sedangkan wawancara tidak terstruktur merupakan kegiatan wawancara yang mendetail namun hanya berpedoman pada garis besar penelitian. Ketiga jenis wawancara tersebut masing-masing mempunyai kelebihan, namun penelitian ini menggunakan jenis wawancara semi terstruktur. Teknik wawancara dalam penelitian ini digunakan untuk memperoleh informasi dari berbagai sumber yang berkaitan dengan fokus masalah, antara lain sebagai berikut.

Peran kiai dalam membentuk akhlak santri terhadap Allah SWT melalui pembacaan kitab manakib di Pondok Pesantren Salafiyah Al-Fitriyah Gebang Jember.

Analisis Data

Reduksi data merupakan rangkuman, menyeleksi hal-hal yang paling penting, memusatkan perhatian pada hal-hal penting yang ingin dicapai. Hal ini memudahkan peneliti untuk melakukan pengumpulan lebih lanjut terkait penelitian membaca kitab Manakib di Pondok Pesantren Salafiyah Al-Fitriyah Gebang Poreng Jember. Penyajian data merupakan langkah selanjutnya yang dilakukan dalam teori ini, dan penyajian data berupa uraian singkat terkait implementasi, peran kiai dan kendala membaca kitab Manakib.

Keabsahan Data

Triangulasi sumber yaitu memilih tiga orang informan yang berbeda untuk melakukan wawancara untuk saling melengkapi informasi dalam menguji keabsahan data yang diperoleh dari informan yang satu dengan informan yang lain hingga ditemukan data yang jenuh. Teknik triangulasi yaitu menguji keabsahan data melalui tiga kegiatan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Pada prinsipnya triangulasi teknis sebagai teknik pengujian keabsahan data dapat dilakukan bersamaan dengan tahap pengumpulan data.

Dengan kata lain dalam hal ini peneliti dapat mengumpulkan data sekaligus menguji keabsahan data, untuk mendapatkan data yang valid.

Tahap Penelitian

Riayadus Sholihin 4 Ustadz Samsul Arifin IAIN Jember Safinatun Najah 5. Struktur Kepengurusan Pondok Pesantren Salafiyah Al-Fitriyah. Hal serupa juga disampaikan oleh Ustadz Robit Subhan selaku Ustadz Pondok Pesantren Salafiyah Al-Fitriyah sesuai hasil wawancara berikut ini. Hal ini terlihat dari ajaran yang diberikan oleh pengasuh dan ustadz di Pondok Pesantren Salafiyah Al-Fitriyah.

Pertama kepada para kiai selaku wali Asrama Islam Al-Fitriyah Selefiyah yang peneliti hormati, dengan penelitian yang telah peneliti lakukan. Penyelenggaraan Kegiatan Manakib Oleh Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Di Pondok Pesantren Nuurrohman Desa Sirau Kecamatan Kamirajen Kabupaten Banyumas Tahun 2018. Wawancara Peran Kiai Dalam Membentuk Akhlak Santri Terhadap Allah SWT dan Orang Lain Dalam Islam Salafiyah Al-Fitriyah Asrama Gebang Jember 2019.

PERAN KYAI DALAM MEMBENTUK MORAL DAN SPIRITUALITAS SISWA MELALUI KEGIATAN MEMBACA KITAB MANAKIB DI RESIDENCE ISLAM AL-FITRIYAH SALAFIYAH GEBANG.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Penyajian Data dan Analisis Data

Pernyataan tersebut ditegaskan pengurus sekaligus santri bernama Ahmad Nasrullah dari Pondok Pesantren tentang rasa syukurnya kepada Allah SWT. Dari data tersebut terlihat bahwa tenaga perawat secara langsung memberikan contoh bagaimana bersabar dalam istiqomah, khususnya istiqomah, kegiatan diniyah yang menjadi ciri khas Pondok Pesantren Salafiyah Al-Fitriyah yaitu kegiatan Syekh Abdul Qadir . Manakib dan kesabaran Al-Jailani di masyarakat karena ruang lingkup pesantren berada di tengah-tengah pemukiman masyarakat. Dari hasil observasi di Pondok Pesantren Al-Fitriyah Salfiyah, peneliti melihat bahwa santri masih mempunyai hubungan yang buruk dengan guru, masyarakat sekitar pesantren dan sesama santri.

Dari data diatas dapat dikatakan bahwa para pengasuh Pondok Pesantren Salfiyah Al-Fitriyah tetap memberikan pendidikan akhlak meskipun di era modernisasi. Dalam hal saling tolong menolong di dunia pesantren sebaiknya diterapkan terutama pada sesama santri yang berkonflik, berikut hasil wawancara Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Al-Fitriyah Gus Abdul Jalil terkait ke moral terhadap sesama manusia. Demikian pula wawancara peneliti dengan ustadz Pondok Pesantren Salafiyah Al-Fitriyah bernama Ustadz Samsul Arifin yang menceritakan tentang hubungan baik dengan masyarakat beserta hasil wawancaranya.

Berdasarkan hasil wawancara, dokumentasi dan observasi yang dilakukan peneliti dapat disimpulkan bahwa peran kiai dalam membentuk akhlak santri agar dapat menjalin hubungan baik dengan masyarakat sangat mencerminkan bahwa seluruh warga Al- Pondok Pesantren Fitriyah Salafijah, baik santri maupun kiai mempunyai jiwa sosial yang baik bagi masyarakat sekitar.

Pembahasan Temuan

Peran Kiai dalam membentuk akhlak santri dengan membacakan kitab manakib Syekh Abdul Qadir Al-Jailani kepada Allah SWT Dengan konsep tauhid, syukur, sabar dan ikhlas yang digunakan di Pondok Pesantren Salafiyah Al-Fitriyah, dengan konsep ini tauhid, mereka akan sadar bahwa Yang menciptakan manusia. , yang memberikan panca indera seperti pendengaran, penglihatan dan segala yang ada di dunia ini hanya milik Allah saja, itu semua adalah contoh kecil akhlak terhadap Allah SWT yang diajarkan para wali kepada murid-muridnya agar menjadi manusia yang bertakwa kepada Allah SWT. Ajaran tauhid yang dianjurkan oleh Pondok Pesantren Salfiyah Al-Fitriyah selalu menekankan pada santri untuk selalu bertaqwa beribadah kepada Allah SWT agar selamat hidup di dunia dan di akhirat serta penerapan nilai-nilai tauhid di dunia. Pondok Pesantren Salafiyah Al-Fitriyah lebih menekankan pada shalat berjamaah lima waktu. Berdasarkan teori di atas, menurut hasil data yang diperoleh peneliti, peran kiai sangat berpengaruh di pesantren dan di masyarakat, serta dalam pembentukan akhlak santri dengan membaca kitab manaqib. Syekh Abdul Qadir Al-Jailani yang dilakukan dengan cara yang sama.

Peran Kiai dalam membentuk akhlak santri melalui membaca kitab Manakib dapat dikatakan berhasil, karena dengan kegiatan yang dilakukan bersama masyarakat dan alumni pesantren maka akan terjadi interaksi sosial antara santri, masyarakat dan alumni. Jadi, dapat diketahui bahwa hasil penelitian tentang peran kiai dalam membentuk akhlak santri melalui pembacaan kitab manakib karya Syekh Abdul Kadir Al-Jailani di Pondok Pesantren Salafiyah Al-Fitriyah Gebang Jember adalah konsisten. dengan pendapat Yunahar Ilyas bahwa hubungan baik antar umat sangat diperlukan agar tercipta kerukunan dan saling tolong menolong serta akan mempermudah jalan dakwah para kiai dalam mengenalkan agama islam disekitar Asrama Islam Al-Fitriyah. Peran Kiai dalam membentuk akhlak santri terhadap orang lain di Asrama Islam Al-Fitriyah Selefiyah adalah melalui kegiatan membaca manakib, selain dapat memperkuat spiritualitas santri, kegiatan ini akan menumbuhkan perasaan sosial santri sebagai p.sh. . sebagai ukhuvah islamiyah, saling membantu dan menjalin hubungan baik dengan masyarakat dan peran kia adalah memberi teladan langsung kepada para santri bagaimana cara berhubungan yang baik dengan masyarakat, hal ini dilakukan karena perasaan sosial para santri yang mulai menurun. kepada masyarakat sekitar asrama Islam.

Yang terakhir, para adik-adik di Pondok Pesantren Salafiyah Al-Fitriyah wajib menjaga nama baik Pondok Pesantren dengan berdandan sebagai santri baik di dalam Pondok Pesantren maupun di luar Pondok Pesantren serta menjalin hubungan baik dengan masyarakat sekitar Pondok Pesantren. Sekolah.

PENUTUP

Saran

Besar harapannya agar para kiai lebih tegas dan konsisten dalam membentuk akhlak melalui kegiatan membaca manakib karena akhlak yang kuat merupakan ciri santri yang baik. Kedua, para pengurus Pondok Pesantren Salafiyah Al-Fitriyah yang penulis hormati, hendaknya mempunyai struktur organisasi yang baik agar kepengurusannya jelas dan menjalin kerjasama yang baik dengan para pengasuh dan masyarakat sekitar Pondok Pesantren untuk menjaga nama baik. Pondok Pesantren dan kebangkitan Pondok Pesantren. Hanifah Farida Aisyah. 2017. Pengaruh Tradisi Bacaan Manakib Syaikh Abdul Qadiir Al-Jailani Dalam Upaya Peningkatan Kecerdasan Spiritual Santri Pondok Pesantren Ahmada Al-Hikmah Purwosari Kediri.

Gambar 1. Kegiatan pembacaan manakib setiap hari
Gambar 1. Kegiatan pembacaan manakib setiap hari

Referensi

Dokumen terkait