• Tidak ada hasil yang ditemukan

peran kyai dalam mengatasi krisis kemanusiaan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "peran kyai dalam mengatasi krisis kemanusiaan"

Copied!
120
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Nilai-nilai budaya terbawa arus sekularisasi di era globalisasi, sehingga akibat dari hal tersebut adalah kebudayaan. Tragedi kemanusiaan di era globalisasi akan terus berlanjut jika tidak ada upaya preventif untuk mengatasi permasalahan yang muncul.

Fokus Penelitian

Sebagaimana tugas pendidikan di atas, untuk mencegah pengaruh krisis moral dan spiritual di era globalisasi terhadap tatanan nilai-nilai kemanusiaan, maka pesantren mempunyai andil yang besar untuk berperan menjadi tameng atau benteng pertahanan umat. Dalam hal ini Kyai As’ad Yahya Syafi’i selaku pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda An-Nawawi juga mempunyai peran dan tanggung jawab yang sama dalam melindungi umat dari ancaman ideologi barat yang sengaja disemai melalui pipa globalisasi. , Pondok Pesantren Nurul Huda An-Nawawi . mempunyai potensi dibidang sosial berupa kearifan lokal dan mempunyai ciri khas yang diwariskan secara turun temurun. Berangkat dari latar belakang di atas, maka penulis secara singkat merumuskan topik: Peran Kyai dalam Mengatasi Krisis Kemanusiaan di Era Globalisasi di Pondok Pesantren Nurul Huda Annawawi Grujugan Kidul Bondowoso.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

  • Manfaat Teoritis
  • Manfaat Praktis

Definisi Istilah

Berkat pengaruhnya yang besar di masyarakat, seorang kyai mampu membawa masyarakat sesuai keinginannya. Dengan demikian, penegasan judul di sini ditujukan pada kedudukan atau fungsi seorang Kyai di lingkungan pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam dalam mengatasi rapuhnya nilai-nilai moral dan spiritual pada diri manusia dalam masa yang terjadi secara menyeluruh dalam segala aspek. kehidupan. untuk hidup.

Sistematika Pembahasan

Bab ketiga berisi tentang metode penelitian yang membahas tentang metode yang digunakan peneliti yang meliputi pendekatan dan jenis penelitian, lokasi penelitian, sumber data, metode pengumpulan data dan keabsahan data. Bab kelima Simpulan dan Saran merupakan bab terakhir yang berisi tentang kesimpulan penelitian yang dilengkapi dengan saran penulis dan kesimpulan penelitian yang dilengkapi dengan saran penulis dan diakhiri dengan kesimpulan.

KAJIAN KEPUSTAKAAN

Penelitian Terdahulu

1 Ubaidillah, 2017 Relevansi Kurikulum Pondok Pesantren di Era Globalisasi (Studi Kasus di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Widoro Payung Besuki Situbondo). Fokus penelitian Ubaidillah adalah untuk mengetahui seberapa relevan kurikulum pesantren di era globalisasi saat ini, sedangkan penelitian ini fokus pada peran Kyai di pesantren terhadap masyarakat di era globalisasi.

Tabel 2.1  Penelitian Terdahulu
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu

Kajian Teori

Dalam hal ini peneliti fokus untuk mendeskripsikan peran Kyai dalam mengatasi krisis kemanusiaan di era globalisasi di Pondok Pesantren Nurul Huda An-Nawawi Grujugan Kidul Bondowoso. Lokasi penelitian dipilih karena Pondok Pesantren Nurul Huda An-Nawawi berupaya mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal. Tidak semua ustadz di Pondok Pesantren Nurul Huda An-Nawawi dijadikan informan.

Peran Kyai Dalam Mengatasi Krisis Akhlak Era Globalisasi di Pondok Pesantren Nurul Huda An-Nawawi Grujugan Kidul Bondowoso. Peran Kyai dalam Mengatasi Krisis Rohani di Era Globalisasi di Pondok Pesantren Nurul Huda An-Nawawi Grujugan Kidul Bondowoso. Peran Kyai dalam Mengatasi Krisis Rohani di Era Globalisasi di Pondok Pesantren Nurul Huda An-Nawawi Grujugan Kidul Bondowoso.

Kedua, peran kyai dalam mengatasi krisis spiritual di era globalisasi diwujudkan di Pondok Pesantren Nurul Huda An-Nawawi Grujugan Kidul Kabupaten Bondowoso melalui ceramah keagamaan, dalam rangka memperingati hari besar Islam Isra’ Mi’raj. dan Maulid Nabi di tengah masyarakat.

Pendekatan Dan Jenis Penelitian

Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian menunjukkan di mana penelitian akan dilakukan.79 Lokasi penelitian yang berjudul “Peran Kyai Dalam Mengatasi Krisis Kemanusiaan Era Globalisasi di Pondok Pesantren Nurul Huda An-Nawawi Grujugan Kidul Bondowoso”, bertempat di Pondok Pesantren Nurul Huda An-Nawawi beralamat Jln. Dokumen mengenai pengelolaan kegiatan dan kegiatan di Pondok Pesantren Nurul Huda An-Nawawi, yaitu setiap kegiatan di kediaman dan masyarakat sekitar yang melibatkan Kyai itu sendiri untuk mengatasi krisis kemanusiaan, termasuk krisis akhlak dan spiritual. Pada bagian ini peneliti akan memaparkan gambaran umum mengenai objek penelitian yaitu “Peran Kyai Dalam Mengatasi Krisis Kemanusiaan Era Globalisasi di Pondok Pesantren Nurul Huda An-Nawawi Grujugan Kidul Bondowoso” yang bertempat di Grujugan. Desa Kidul, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso.

Salah satu yang dilakukan oleh pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda An-Nawawi adalah kegiatan pengajian memperingati Maulid Nabi Muhammad S.A.W yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan di masyarakat. Alangkah baiknya bagi Pondok Pesantren Nurul Huda An-Nawawi Grujugan Kidul Bondowoso untuk menjaga dan mempertahankan ciri khas Pondok Pesantren kedepannya serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada untuk mengatasi permasalahan di era globalisasi.

Subyek Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang telah ditetapkan.81. Aktivitas keseharian Kyai di pesantren dan masyarakat sekitar melibatkan Kyai itu sendiri dalam mengatasi krisis kemanusiaan, termasuk krisis akhlak dan krisis spiritual di lingkungan pesantren dan masyarakat sekitar. Dalam hal ini peneliti hanya menciptakan permasalahan yang paling penting untuk diteliti, kemudian proses wawancara berlangsung sesuai situasi.

Teknik wawancara ini digunakan untuk memperoleh data mengenai keseharian para Kyai di lingkungan pesantren dan masyarakat sekitar, melibatkan Kyai itu sendiri dalam mengatasi krisis kemanusiaan, diantaranya krisis akhlak dan krisis spiritual di lingkungan pesantren dan masyarakat sekitar. . Dokumen bisa berupa tulisan, gambar, atau karya monumental seseorang.85 Dalam hal ini peneliti melihat dokumen-dokumen yang berkaitan dengan fokus penelitian.

Analisis data

Analisis data adalah proses pencarian data dan penyusunan data secara sistematis yang bersumber dari wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lainnya agar mudah dipahami, dan temuannya dikomunikasikan kepada orang lain. Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan secara terus menerus selama penelitian berlangsung, yaitu sebelum memasuki lapangan, selama lapangan, dan setelah selesai lapangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah model Miles dan Hubermen, dimana kegiatan dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung terus menerus hingga selesai.

Kondensasi data mengacu pada proses pemilihan, penyederhanaan, abstraksi, dan/atau transformasi data yang mendekati totalitas catatan lapangan tertulis, transkrip wawancara, dokumen, dan materi empiris lainnya. Langkah selanjutnya setelah reduksi data adalah menyajikan data yang dapat dilakukan dengan membuat uraian singkat, diagram, hubungan antar kategori, flowchart dan sejenisnya.

Keabsahan Data

Peneliti akan melakukan wawancara terhadap tiga orang berbeda untuk memperoleh data dengan menggunakan triangulasi sumber. Alasan peneliti menggunakan triangulasi sumber dan teknik adalah untuk memeriksa apakah data yang diperoleh peneliti valid atau sesuai dengan data yang dicari peneliti untuk penelitiannya. Jadi, setelah dilakukan analisis data, peneliti memeriksa keabsahan dan kredibilitas data dengan bantuan triangulasi sumber, yaitu memeriksa dan membuktikan apakah data yang diperoleh dari lapangan sesuai dengan fakta yang ada atau tidak. sumber, termasuk sumber data, primer atau sekunder.

Selain itu, peneliti juga menggunakan teknik triangulasi dalam penelitian ini untuk memverifikasi kredibilitas data yang diperoleh dari lapangan dengan cara memverifikasi data dengan sumber yang sama namun menggunakan teknik yang sama. Apabila ternyata diperoleh situasi atau data yang berbeda, peneliti akan melakukan diskusi lebih lanjut dengan sumber data lain untuk memastikan data tersebut dianggap benar.

Tahap-tahap Penelitian

PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

Gambaran Objek Penelitian

Penyajian Data dan Analisis

Salah satu peran Kyai yang paling penting adalah mengatasi krisis moral yang ada di masyarakat. Peran kyai dalam mengatasi krisis moral kemanusiaan di era globalisasi adalah dengan cara mendekatkan kyai dengan masyarakat sekitar, orang tua bahkan anak-anak dan remaja tanpa diskriminasi. Dengan demikian, peran Kyai dalam mengatasi krisis moral di masyarakat sangat mudah untuk ditiru oleh masyarakat itu sendiri.

Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi krisis spiritual di masyarakat adalah dengan secara rutin melibatkan tokoh masyarakat dalam setiap kegiatan keagamaan dan peringatan hari besar Islam yang diadakan oleh pondok pesantren. Dari kegiatan observasi tersebut peneliti menemukan bahwa peran Kyai dalam mengatasi krisis spiritual dapat diatasi dengan uswatun hasanah (gerakan), yaitu dalam kegiatan keagamaan seperti salat berjamaah, tahlil, istigosah berjamaah dan hari raya Islam Maulid Nabi.

Pembahasan Temuan

Hal inilah yang mendasari pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda An-Nawawi, Kyai As'ad Yahya Syafi'i untuk selalu berusaha menjaga sikap dan menjadi uswatun hasanah. Oleh karena itu, fungsi pesantren bersifat dinamis, berubah dan berkembang dari waktu ke waktu sesuai dengan dinamika sosial masyarakat global. Lingkaran moral ini akan membentuk masyarakat 'tatanan baku' dengan aturan-aturan yang mengikat struktur masyarakat dan dengan keluar dari tahap ini maka akan terbentuk masyarakat sipil.

Peran Kyai dalam mengatasi krisis spiritual terus dilakukan melalui mauidatul hasanah dalam kegiatan keagamaan salat berjamaah, tahlil,. Pertama, peran Kyai dalam mengatasi krisis akhlak di era globalisasi di Pondok Pesantren Nurul Huda An-Nawawi Grujugan Kidul Kabupaten Bondowoso yaitu menekankan uswatu hasanah dalam kegiatan keagamaan yang dipimpin langsung oleh Kyai, as p.sh. jemaat. salat, isthigosah, tahlil bersama serta melestarikan kearifan lokal dan ciri khas asrama islam adalah untuk mengendalikan penghuni asrama dan masyarakat sekitar dalam norma dan etika serta menghadapi perkembangan di era globalisasi saat ini.

PENUTUP

Kesimpulan

Ketiga penelitian tersebut mengkaji pendidikan di perumahan Islam, sedangkan penelitian ini fokus pada kajian dan krisis kemanusiaan di perumahan Islam dan masyarakat sekitar. Wisma Islam Nurul Huda An Nawawi didirikan atas dasar Islam Ahlusunnah Waljama'ah, khusus mengikuti Madzab Imam Syafi'i yang bertujuan untuk mencerdaskan anak bangsa agar menjadi generasi muslim dan penyelenggara bangsa Indonesia. Pondok Pesantren Nurul Huda An-Nawawi terletak di Dusun Krajan, Kecamatan Grujugan Kidul, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso, berdiri di atas tanah seluas 3 Ha, terdiri dari beberapa bangunan diantaranya musala, asrama santri, rumah pengasuh, pesantren. , SMP Islam Nurul Huda. , SMA Islam Nurul Huda dan bangunan penunjang lainnya.

Kyai berupaya semaksimal mungkin untuk melaksanakan visi Pondok Pesantren untuk mengatasi krisis akhlak yaitu membentuk insan-insan yang setia, bertaqwa dan berpikiran terbuka, karena sebagian besar masyarakat di sini belum memahami pendidikan, sehingga para pengurus berusaha semaksimal mungkin. semaksimal mungkin menyadarkan mereka akan pentingnya ilmu pengetahuan dan ilmu agama sebagai landasannya. Peran Kyai dalam menangani akhlak adalah melalui lembaga pendidikan yang berada di lingkungan pesantren dan pelibatan masyarakat setiap kali ada kegiatan termasuk salat berjamaah. hal-hal negatif.

Hal ini terlihat dari kiprah Kyai yang berupaya mengubah perilaku dan pola pikir masyarakat menjadi lebih baik dengan adanya pesantren yang diusungnya serta mampu berpaling dari dampak negatif globalisasi, salah satunya adalah krisis akhlak yang menjadi momok. di perusahaan. Peneliti dapat melihat bahwa perilaku masyarakat diminimalisir dengan kegiatan yang dilakukan bersama Kyai dan diawasi oleh ustad dan santri di masjid-masjid pesantren maupun di luar pesantren serta dapat bertahan di tengah modernisasi dan globalisasi yang sangat pesat ini sebagai upaya mengatasi akhlak. dengan melihat tingkah laku Kyai, Ustad dan santri dalam kegiatan tersebut116. Para Kyai sebagai perwakilan pesantren khususnya dalam urusan keagamaan tentunya mempunyai tanggung jawab yang sangat besar untuk membuat program-program kegiatan yang melibatkan seluruh tokoh masyarakat lainnya guna membantu mengatasi krisis spiritual yang timbul akibat globalisasi dan kemajuan teknologi.

Saran

Referensi

Dokumen terkait