Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pemerintah daerah dalam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Gowa dan mengetahui hasil dari penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Gowa. Nuryanti Mustari, S.IP, M.Si selaku Ketua Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar.
- Latar Belakang
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
Untuk mengetahui peran pemerintah daerah dalam penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di kabupaten Gowa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran terhadap penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Gowa.
- Penelitian Terdahulu
- Peran Pemerintah Daerah
- Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB )
- Kerangka Pikir
- Fokus Penelitian
- Deskripsi Fokus Penelitian
Penelitian ketiga lebih fokus pada masyarakat yang tidak patuh terhadap penerapan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah tertentu yang penyebaran Covid-19 semakin meningkat. Namun yang membedakan penelitian ini adalah penelitian ini lebih fokus pada peran pemerintah daerah dalam penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam Rangka Percepatan Penanganan Penyakit Virus Corona 2019 (Covid-19).
- Lokasi Dan Waktu Penelitian
- Jenis Dan Tipe Penelitian
- Sumber Data
- Informasi Penelitian
Peran Pemerintah Daerah dalam Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Gowa. Peran Pemerintah Daerah dalam Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Gowa. Peraturan Bupati tentang Pemberlakuan Pembatasan Sosial Luas Dalam Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Gowa. Kebijakan penerapan pembatasan sosial ekstensif (PSBB) yang berlaku pada pembatasan aktivitas kerja v.
Pada saat penerapan Pembatasan Sosial Komprehensif (PSBB) di Kabupaten Gowa, seperti terlihat pada gambar pertama, sehari sebelum penerapan Pembatasan Sosial Komprehensif (PSBB) terdapat 29 kasus Covid-19, namun meningkat. setelah Pemberlakuan Pembatasan Sosial Komprehensif (PSBB) Berlalu adalah 2 (dua) hari dimana jumlah kasus Covid-19 meningkat menjadi 31 orang yang berarti masyarakat tetap melakukan aktivitas sehari-hari tanpa mengikuti aturan penerapannya. pembatasan sosial ekstensif (PSBB), sehingga kasus Covid-19 di Kabupaten Gowa terus meningkat. Kasus Covid-19 terus meningkat di Kabupaten Gowa, meski diberlakukan Pembatasan Sosial Ekstensif (PSBB) selama kurang lebih dua minggu, 2 (dua) hari setelah diberlakukannya Pembatasan Sosial Ekstensif (PSBB), kasus Covid-19 kembali meningkat. terus meningkat hingga berakhirnya penerapan pembatasan sosial dalam jumlah besar (PSBB). Hasil penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menunjukkan bahwa meskipun Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun kasus Covid-19 setiap harinya semakin meningkat karena masih banyak masyarakat yang tidak mengikuti protokol kesehatan. aturan dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar, Berskala Besar (PSBB).
Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa hendaknya lebih memperhatikan hak dan kewajiban masyarakat dalam penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa sebaiknya mengkaji ulang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan menggantinya dengan kebijakan baru dalam menanggulangi penyebaran penyakit virus corona 2019 (Covid-19).
Diskripsi Objek Penelitian
Subbab ini menyajikan gambaran umum mengenai lokasi penelitian dan peran pemerintah daerah dalam penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Gowa, serta menjelaskan juga peran pemerintah dalam penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). ) di Kabupaten Gowa. Gambaran umum tempat penelitian meliputi gambaran umum wilayah Kabupaten Gowa dan gambaran umum fasilitas penelitian yaitu Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa dan Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Gowa. Gambaran umum Kabupaten Gowa meliputi kondisi fisik dan luas wilayah. Sejarah Kabupaten Gowa dimulai pada abad ke 14, terdapat faktor sejarah yang turut menjadi tonggak awal berdirinya Kabupaten Gowa.
Kerajaan Gowa akhirnya menyerah kepada Belanda dengan Perjanjian Bungaya, namun meski sudah menjadi kerajaan, Gowa tidak lagi jaya.Kerajaan ini mampu memberikan warisan terbesarnya yaitu pelabuhan Makassar, pelabuhan yang kemudian berkembang menjadi Kerajaan Gowa. kota makassar kita sebut saja anak kandungnya, sedangkan kerajaan gowa sendiri adalah pendahulunya. Kabupaten Gowa sekarang. Kota Makassar lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Kabupaten Gowa, padahal sebenarnya sampai sekarang masih merupakan Kabupaten Gowa. Kabupaten Gowa dapat memenuhi kebutuhan daerah sekitarnya karena kondisi alamnya. Dengan luas 1.883,32 kilometer persegi, kabupaten ini memiliki enam gunung, yang tertinggi adalah Gunung Bawakaraeng. Daerah ini juga dilintasi oleh Sungai Jeneberang, tempat bertemunya Waduk Bili dengan Sungai Jenelata. Karena keunggulan alam inilah maka tanah Gowa selain subur juga kaya akan mineral.
Kabupaten Gowa terdiri dari daerah dataran rendah dan daerah dataran tinggi dengan ketinggian antara 10 sampai dengan 2800 meter diatas permukaan laut, namun sebagian besar wilayah Kabupaten Gowa terdiri dari dataran tinggi yaitu sekitar 72,26% terutama dibagian timur sampai selatan seperti daerah Tinggimoncong -berg. adalah. pegunungan, Pegunungan Bawakaraeng, Pegunungan Lompobattang dan Pegunungan Batureppe, Cindako. Dari total luas wilayah Kabupaten Gowa, 35,30% mempunyai kemiringan lahan diatas 40 derajat yaitu di Kecamatan Parangloe, Tinggimoncong, Bungaya dan Tompobulu.
Peran Pemerintah Daerah dalam Penerapan Pembatasan Sosial Berskala
Berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan b, perlu menetapkan Peraturan Daerah Kabupaten tentang Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Dari hasil wawancara dengan informan dapat disimpulkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat pada masa pembatasan sosial ekstensif (PSBB), pemerintah daerah dapat memberikan bantuan sosial kepada masyarakat rentan terdampak dalam memenuhi kebutuhan dasar selama penerapan PSBB. PSBB, bantuan sosial sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diberikan dalam bentuk bahan pokok dan/atau bantuan langsung lainnya yang mekanisme penyalurannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang menentukan penerima bantuan sosial. dari ayat (2) ditetapkan dengan keputusan bupati. Kebijakan yang diterapkan dalam penerapan pembatasan sosial ekstensif (PSBB) di sekolah atau lembaga pendidikan adalah kegiatan di sekolah dan lembaga pendidikan lainnya dihentikan sementara, pelaksanaan seluruh kegiatan pembelajaran diubah menjadi pembelajaran di rumah atau di tempat tinggalnya. menggunakan metode pembelajaran online. , untuk pelayanan dan kegiatan administrasi sekolah atau lembaga pendidikan lainnya yang dilakukan dari rumah dengan bentuk pelayanan yang disesuaikan, mengenai teknis pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran, dan pelayanan administrasi untuk sekolah atau lembaga pendidikan lain yang menjadi wilayah hukum daerah selama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diatur lebih lanjut oleh Kementerian Pendidikan.
Kebijakan Pembatasan Sosial Beragam (PSBB) yang berlaku bagi pembatasan kegiatan keagamaan di tempat ibadah. Kebijakan yang berlaku bagi pembatasan kegiatan keagamaan di tempat ibadah pada masa pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) adalah penghentian sementara kegiatan keagamaan di tempat ibadah. ibadah dan/atau beberapa . Kebijakan dalam Pembatasan Sosial Menyeluruh (PSBB) yang berlaku pada pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum. Pengelola tempat atau fasilitas umum wajib menutup sementara tempat atau fasilitas umum untuk kegiatan masyarakat selama pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSD).
Kebijakan Pembatasan Sosial Besar (PSBB) yang berlaku pada pembatasan penggunaan sarana transportasi untuk pergerakan orang dan barang. Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mengenai hak dan kewajiban serta kebutuhan dasar penduduk. Selain itu, pemerintah daerah juga memberikan bantuan sosial kepada masyarakat rentan terdampak dalam memenuhi kebutuhan dasar selama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
“Meskipun pembatasan sosial berskala besar (PSBB) telah diterapkan, namun Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa tetap menyiapkan sarana dan prasarana pelayanan masyarakat serta sarana dan prasarana bagi masyarakat yang menjadi pasien Covid-19” (wawancara F 14 Juni 2021).
Hasil Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten
Di Kabupaten Gowa terdapat kasus positif Covid-19 per 28 Maret 2020, sehari sebelum pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar, Orang Dalam Pemantauan (OPD) 361 orang, Pemantauan 117 orang, Selesai Pemantauan 248 orang, dan Selesai Pemantauan 20 orang. orang ambil sampel, meninggal 6 orang, pasien dalam pemantauan (PDP) 173 orang, dirawat 63 orang, pulang dan isolasi mandiri 101 orang, ambil sampel 53 orang, meninggal 12 orang, sedangkan positif Covid-19 29 orang. 19 orang dirawat 4 orang, dalam pengawasan setelah di rumah sakit (RS) 14 hari 5 orang, sembuh 15 orang, meninggal 5 orang, dan negatif 24 orang. Berikut wawancara penulis dengan Admin TB DAFA Divisi Covid-19 Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa mengenai hasil pelaksanaan. Kami selaku gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Gowa berharap penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) benar-benar dapat memutus mata rantai penularan Covid-19 selama pembatasan sosial berskala besar dilakukan. berlangsung kurang lebih 2 (dua) minggu dan masyarakat salah satu kunci memutus mata rantai penularan Covid-19” (wawancara dengan A 15 Juni 2021).
Hasil wawancara informan dapat diartikan bahwa meskipun pemerintah daerah Kabupaten Gowa telah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), namun masyarakat tetap menjadi kunci dalam memutus rantai penyebaran Covid-19, jika tidak. masyarakat tidak mematuhi kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang ada. ) dan sesuai dengan protokol kesehatan, kasus Covid-19 akan terus meningkat. Dari gambar di atas terlihat kasus Covid-19 di Kabupaten Gowa yang terus meningkat meski berbagai upaya dilakukan pemerintah dalam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun sekali lagi masyarakatlah yang menjadi kuncinya. menuju kesuksesan, dari kendala sosial berskala besar. Angka 19 tidak bisa ditembus seperti yang diharapkan, bahkan terus meningkat meski Pemda Kabupaten Gowa telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 14 hari terhitung tanggal 29 April hingga 12 Mei 2020. Pemda Kabupaten Gowa dalam politik, peraturan pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang pembatasan sosial berskala besar dalam rangka percepatan pengobatan Covid-19. 19 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 91, Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6487.
Masyarakat kurang berpartisipasi dalam menaati kebijakan yang diterapkan Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa sehingga rantai penyebaran Covid-19 tidak bisa diputus seperti yang diharapkan. Bahkan terus meningkat meski Pemda Kabupaten Gowa telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 14 hari sejak 29 April hingga 12 Mei 2020. Sosialisasi PSBB, perwako dalam rangka upaya penanggulangan Covid- 19 Pencegahan Pekanbaru dan hubungannya dengan hak kesehatan masyarakat.
74
Kesimpulan
Sarana dan prasarana yang diperoleh masyarakat selama pemberlakuan PSBB merupakan barang kebutuhan pokok, barang yang menyangkut hajat hidup orang banyak untuk memenuhi kebutuhan dan merupakan faktor penunjang kesejahteraan masyarakat, semua orang yang bertempat tinggal dan atau melakukan kegiatan di wilayah Kabupaten Gowa.
Saran
Peran pemerintah daerah dalam melaksanakan tata kelola yang baik di bidang pembinaan dan pengawasan indikasi geografis. Aspek Hukum Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Dalam Rangka Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (Covid. Efektifitas Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 yang Dilakukan Pemerintah Sesuai Amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.