• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERAN PENGURUS ASRAMA DALAM PEMBENTUKKAN AKHLAK SANTRI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "PERAN PENGURUS ASRAMA DALAM PEMBENTUKKAN AKHLAK SANTRI"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

Disertasi berjudul “Peran Pengelola Asrama Dalam Pembentukan Akhlak Santri (Studi Kasus Pondok Pesantren Al-Qur'an Baitul Qurra Perumahan Ciputat Baru)” yang disusun oleh Khairunisah dengan nomor registrasi santri 14311363 telah melalui proses supervisi dan telah memenuhi syarat ilmiah untuk diperiksa di pengadilan. Disertasi berjudul “Peran Pengelola Asrama Dalam Pembentukan Akhlak Santri (Studi Kasus Peran Di Pondok Pesantren Al-Qur'an Baitul Qurra Pondok Perumahan Ciputat Baru)” yang disusun oleh Khairunisah dengan nomor santri 14311363 diuji di Fakultas Munaqasah Institut Tarbiyah Al-Qur'an Jakarta (IIQ) Jakarta pada bulan Agustus 2018. Menyatakan disertasi yang berjudul “Peran Pengelola Asrama Dalam Pembentukan Akhlak Santri (Studi Kasus Baitul Qurra Al-Qur'an Islami) Pesantren Perumahan Ciputat Baru)" benar-benar karya asli saya, kecuali kutipan yang sudah disebutkan.

Atas segala rahmat dan karunia-Nya, peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini sebagai tugas akhir untuk memperoleh gelar Sarjana (S1) program Pendidikan Agama Islam (PAI) dari Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Al-Qur'an Jakarta. Setelah melalui berbagai proses dan upaya, serta dukungan dari berbagai pihak, disertasi yang berjudul Strategi Mahasiswa dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Al-Qur'an (Pondok Pesantren Baitul Qur'an Al-Qur'an) akhirnya dapat terwujud. dibulatkan. selesai yang merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar strata 1 di Institut Ilmu Al-Qur'an Jakarta. Kedua orang tua tercinta Bapak Abdullah dan Ibu Kalsom yang selalu bekerja keras memberikan kasih sayang kepada keluarga Pondok Pesantren Sbulussalam, Ibu Wandoima, M.

Terima kasih kepada keluarga besar Pondok Pesantren Baitul Qurra Al-Qur'an yang telah membantu dan mendoakan saya dalam proses penulisan skripsi saya. Khairunisah, “Peran Pengurus Asrama Dalam Membentuk Akhlak Santri (Studi Kasus Pondok Pesantren Baitul Qurra Al-Qur’an)” Nim. 14311363, diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.pd), Fakultas Tarbiyah, Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta pada tahun 2018.

Akhlak merupakan gambaran jiwa yang tersembunyi yang lahir dalam diri seseorang ketika ia melakukan perbuatan yang tidak salah, dan perbuatan yang terlihat itu sebenarnya merupakan gambaran sifat-sifat yang tertanam dalam jiwa, sehingga pendidikan akhlak hendaknya diusung. keluar sejak usia dini. untuk ditanamkan pada diri setiap anak agar mereka tumbuh dan berkembang dengan akhlak yang terpuji, karena dalam konteks pendidikan, pesantren tidak hanya sekedar lembaga, namun juga menanamkan akhlak karimah yang saat ini sedang disekulerkan dalam dunia akademis. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pengurus asrama mempunyai peran dalam pembentukan moral santri, penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai Agustus.

PENDAHULUAN

Oleh karena itu, akhlak yang baik dan sempurna menunjukkan keutamaan keimanan yang ditanamkan dalam batin seseorang. Untuk mengamalkan keutamaan akhlak dalam berhubungan dengan sesama manusia tidak lain adalah mengkaji sifat-sifat “Al-Asma’ al-Husna”. Artinya: Tidak demikian) sesungguhnya siapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah sambil berbuat baik, maka pahalanya ada di sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran bagi mereka, dan mereka juga tidak bersedih hati. (Q.S. Al-Baqarah [2] : 112).

Akhlak adalah gambaran tersembunyi jiwa yang timbul dalam diri manusia apabila mereka melakukan tindakan yang tidak direka-reka atau dipaksa. Kerja yang dimaksudkan di sini ialah kerja bawaan yang dilakukan oleh ahli bawaan manusia. Oleh itu akhlak merangkumi sifat amal batin iaitu yang dilakukan dari bahagian batin manusia iaitu hati.

Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa akhlak merupakan sumber dari segala perbuatan yang wajar, yaitu tidak dibuat-buat dan perbuatan yang kita lihat adalah nyata. Angka 3 merupakan gambaran sifat-sifat yang tertanam dalam jiwa, sehingga hendaknya seseorang yang berakhlak mulia merasa bahagia atas nikmat yang diberikan Allah kepadanya. Ketiga istilah ini mendefinisikan baik buruknya nilai sikap dan perbuatan manusia, yang membedakan hanya pada standarnya masing-masing.

Untuk akhlak yang menjadi patokan adalah Al-Qur'an dan Sunnah, sehingga baik buruknya suatu perbuatan ditentukan berdasarkan ketentuan dalam Al-Qur'an dan Sunnah. Demikian pula standar moral yang digunakan untuk menentukan benar dan salahnya suatu perbuatan merupakan adat istiadat yang berlaku umum di masyarakat. Dalam konteks ini nampaknya dalam akhlak yang menjadi ukuran baik dan buruk atau perbuatan yang mulia dan tercela adalah Al-Qur’an dan Sunnah, serta ajaran Islam secara keseluruhan.

Oleh karena itu, konsep akhlak mengatakan bahwa segala sesuatu dinilai baik atau buruk, terpuji atau tercela, semata-mata karena syariat. Sifat-sifat kesabaran, rasa syukur, pengampunan, kemurahan hati dan kejujuran dianggap baik karena Syariah menganggap semua kualitas ini baik. Begitu pula sebaliknya, sifat pemarah, tidak tahu berterima kasih, pendendam, kikir, dan berbohong dianggap buruk karena begitu dihargai oleh syariat.

  • Identifikasi Masalah
  • Rumusan Masalah
  • Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian
  • Tinjauan Pustaka
  • Teknik dan Sistematika Penulisan
  • SARAN

Peneliti melakukan penelitian di Pondok Pesantren Biatul Qurra karena Pondok Pesantren Baitul Qurra merupakan satu-satunya Pondok Pesantren yang berada di tengah Perumahan Baru Ciputat yang dikelola oleh Hj. Kesalahpahaman orang tua santri dalam menanamkan nilai akhlak pada anaknya, rendahnya motivasi orang tua terhadap anak, kesalahpahaman pengurus pondok pesantren di Pondok Pesantren Baitul Qurra dalam membentuk nilai akhlak santri, kurangnya kerjasama antara orang tua santri dan pengawas di rumah, kurangnya pengawas di rumah, kurangnya pengawasan oleh pengurus pada saat kegiatan ekstrakurikuler, kurangnya evaluasi antara pengurus dan pengurus asrama siswa. Agar penulisan dapat fokus dan terarah, maka penulis membatasi permasalahan yang akan diangkat dalam penelitian ini, yaitu: Peran pengelola asrama dalam membentuk moral santri di Pondok Pesantren Baitul Qurra.

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan data pemikiran dalam kajian manajemen akhlak anak di lingkungan Pondok Pesantren Beitul Qurra dalam mengambil kebijakan terkait pembentukan akhlak santri. Penelitian ini dilakukan oleh Ali Ma’sum pada tahun 2008, mahasiswa Fakultas Tarbiyah, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Sekolah Tinggi Agama Islam Muhamadiyah (STAIM) Semarang, program universitas yang bertajuk “Ideologi Pendidikan Pesantren dan Dampaknya terhadap Perilaku Ibadah di di Pondok Pesantren Rodhotul Mutaallimin Bedanya dengan penelitian yang penulis selidiki adalah Ali Mas’um telah mengkaji ideologi pendidikan pondok pesantren dan pengaruhnya terhadap perilaku ibadah di pondok pesantren Rodhotul Mutaallimin, sedangkan penulis meneliti budaya pesantren.

Penelitian ini dilakukan oleh Muhammad Asrofi pada tahun 2013, mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Program Studi Pendidikan Agama Islam, Sunan Kali Jaga Yokyakarta, program sarjana dengan judul “Peran Pondok Pesantren Fadlun Minalloh Dalam Menanamkan Pendidikan Karakter Santri pada Santri”. Wonokromo Pleret.” Dalam skripsi ini penulis menyimpulkan bahwa masih kurangnya kesadaran para santri untuk melaksanakan segala sesuatunya dengan ikhlas, munculnya persepsi masyarakat yang berbeda-beda, kurangnya pengetahuan sebagian besar ustadz/dzah tentang metode pembelajarannya. Perbedaan dari penelitian yang penulis teliti adalah Muhammad Asrofi meneliti tentang peran Pondok Pesantren Fadlun Minalloh dalam menanamkan pendidikan karakter pada santri di Wonokromo, sedangkan penulis meneliti pengaruh pengurus asrama dalam membentuk akhlak santri. Dalam penelitian ini dilakukan oleh Suprapti Wulaningsih dengan judul tahun 2014, mahasiswa Fakultas Sains dan Pendidikan Guru, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Tarbiyah, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, program sarjana dengan judul Peran As-Salafiyyah. Pondok Pesantren dalam membentuk karakter remaja di desa wisata religi Mlangi.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Wahda Dewi Mawaddah (NIM tahun 2014, mahasiswa Fakultas Tarbiyah, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta, program sarjana yang berjudul “Pengaruh Lembaga Pesantren Terhadap Karakter pembentukan santri di Pondok Pesantren Pondok Al-Falah Kediri". Dalam skripsi ini Wahda Dewi Mawaddah menyimpulkan adanya korelasi positif yang lemah antara pengaruh lembaga Pondok Pesantren terhadap pembentukan karakter santri di Al-Falah Kediri. Pondok Pesantren Dalam penelitian ini yang dilakukan oleh Mulyadin Darmin pada tahun 2015, mahasiswi fakultas Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam Sekolah Menengah Atas Islam (STAIN) mempunyai program sarjana bertajuk Pembentukan Kepribadian Melalui Pengembangan Intelektual dan Spiritual Oleh Santri di Al- Pondok Pesantren Modern Istiqomah Ngata Baru.

Dalam skripsi ini penulis menyimpulkan bahwa pembentukan kepribadian santri menggambarkan pembentukan kepribadian melalui pengembangan intelektual dan spiritual santri di Pondok Pesantren Modern Al-Istiqomah Ngata Baru Biromaru Palu. Bedanya dengan penelitian yang pernah penulis teliti adalah lokasi penelitiannya, yaitu penelitian akan bertempat di Pondok Pesantren Modern Al-Istiqomah Ngata Baru, sedangkan penulis akan melakukan penelitian di Al-Qur'an Baitul Qurra Pondok Pesantren Perumahan Ciputat Baru. Dengan demikian hipotesis sebelumnya terbukti yaitu Hipotesis Alternatif (Ha) yang menyatakan bahwa terdapat “peranan yang signifikan antara pengelola asrama dalam membentuk akhlak santri di Pondok Pesantren Baitul Qurra Al-Qur'an Perumahan Ciputat Baru. , Tangerang Selatan, Banten” diterima/disetujui, sedangkan hipotesis nol (Ho) berbunyi: “Tidak ada peran antara pengurus asrama dengan akhlak santri Pondok Pesantren Baitul Qurra Al-Qur'an Perumahan Ciputat Baru , Tangsel, Banten” ditolak karena ada peran penting pengelola asrama dalam membentuk moral mahasiswa.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Pondok Pesantren Baitul Qurra Al-Qur'an Perumahan Ciputat Baru, Tangsel Selatan, Banten. Penulis menyatakan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan, dengan adanya lembaga yang dapat membina santri yang berakhlak baik maka keberhasilan seorang santri tidak dapat dipisahkan.

Referensi

Dokumen terkait

Diajukan Kepada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Guna Memperoleh.. Gelar Strata Satu

Diajukan Kepada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Tulungagung.. Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Guna Memperoleh Gelar strata Satu

Diajukan Kepada Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Tulungagung Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Strata Satu. Sarjana

Diajukan Kepada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Tulungagung untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Guna Memperoleh. Gelar Strata Satu Sarjana

Diajukan Kepada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Tulungagung Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Guna Memperoleh. Gelar Strata Satu Sarjana

Diajukan Kepada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Diajukan Kepada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Guna. Memperoleh Gelar Strata Satu

Diajukan Kepada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Tulungagung Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Guna Memperolehs. Gelar Strata Satu Sarjana