• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peran PT. Permodalan Nasional Madani Dalam Pemberian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Peran PT. Permodalan Nasional Madani Dalam Pemberian"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

170

Peran PT. Permodalan Nasional Madani Dalam Pemberian Pinjaman Modal Usaha

Ali Azis Usman Harahap

Dosen Akademi Maritim Aceh Darussalam Email. [email protected]

Abstrak

Penyaluran modal produktif diharapkan mampu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dengan pinjaman modal usaha untuk masyarakat. Pada kenyataannya banyak persepsi negatif dalam proses peminjaman modal usaha, sehingga batal dilaksanakan. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana peran serta hambatan PT. Permodalan Nasional Madani Punge Blang Cut dalam pemberian pinjaman modal usaha. Metode penelitian pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian didapatkan peran pinjaman modal usaha dengan cara melakukan prosedur analisis pinjaman modal dengan survey. Pemberian keputusan pinjaman modal usaha dengan mempertimbangkan nilai jaminan, kemampuan debitur, dan kredibilitas. Administrasi pinjaman modal dengan syarat adalah KTP, Usaha minimal 1 tahun, Usia 21-65 tahun (menikah), Kartu Keluarga, Surat Nikah, Rekening Listrik/Telepon dan PBB, Jaminan dan Surat Keterangan Usaha. Sedangkan hambatan PT. PNM adalah prosedur yang dilakukan cukup rumit, pencairan dana pinjaman modal memiliki prosedur analisis yang berbeda dengan apa yang difikirkan para calon peminjam modal usaha. Kelayakan usaha yang dijalankan tidak sesuai dengan harapan nasabah. Kesimpulan pada penelitian ini adalah peran PT. Permodalan Nasional Madani dengan pemberian modal usaha sudah dilakukan dengan prosedur yang sesuai dengan peraturan yang berlaku di perusahaan. Beberapa hambatan pemberian pinjaman modal adalah persepsi masyarakat yang menganggap sulitnya prosedur yang diterapkan, analisis dan studi kelayakan yang dilakukan tidak sesuai keinginan calon peminjam modal usaha.

Kata kunci : Peran, Pemberian Pinjaman, Modal Usaha.

PENDAHULUAN

Sektor keuangan di Indonesia merupakan salah satu sektor yang memiliki peranan penting dalam mendorong peningkatan perekonomian nasional dan ekonomi masyarakat untuk pengembangan usaha kecil. Perkembangan dan kemajuan pada sektor keuangan, baik bank maupun lembaga keuangan bukan bank perlu dipertahankan. Dewasa ini banyak berkembang lembaga keuangan bukan bank yang melakukan kegiatan usaha bidang keuangan yang banyak membantu kepada masyarakat dalam penyaluran modal usaha. Lembaga-lembaga tersebut perlu dikembangkan terutama secara kelembagaan dan legalitasnya karena telah banyak membantu peningkatan perekonomian masyarakat, khususnya masyarakat miskin atau berpenghasilan rendah. Perkembangan dalam masyarakat saat ini, lembaga keuangan yang menyediakan dana atau modal bagi usaha skala mikro dan usaha skala kecil sangatlah penting.

(2)

171 Menurut Afifah (2012: 20) menyebutkan bahwa lembaga keuangan skala mikro ini memang hanya difokuskan kepada usaha-usaha masyarakat yang bersifat mikro.

Lembaga keuangan berskala mikro ini dikenal dengan sebutan Lembaga Keuangan Mikro tercantum pada Undang-Undang No 1 Tahun 2013 tentang Program Untuk Mendorong Pemberian Pinjaman modal dan Pembiayaan Perbankan Kepada Usaha Mikro Kecil Dan Menengah.

Hadirnya lembaga pembiayaan modal usaha seperti PT. PNM diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya di wilayah kerja lembaga peminjam modal usaha tersebut berdiri. Dengan pinjaman modal usaha, masyarakat dapat menggunakan pinjaman tersebut sebagai dana atau modal untuk membeli berbagai macam inventaris yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha. Dalam pelaksanaanya, lembaga pemberian pinjaman modal usaha akan melakukan analisis atau penilaian pinjaman modal kepada calon peminjam. Dalam menganalisis calon peminjam memiliki prosedur sesuai standar yang sudah ditetapkan. Analisis penilaian pinjaman diharapkan dapat dilakukan secara objektif sesuai dengan peraturan yang berlaku pada lembaga tersebut. Keputusan dalam menentukan disetujui atau tidak pinjaman modal diharapkan dilakukan dengan prinsip keadilan dan sesuai logika berfikir.

Berdasarkan observasi di lapangan, lembaga-lembaga peminjam modal dalam menganalisis peminjam sering melakukan kesalahan sehingga banyak pinjaman modal usaha yang sudah dicairkan tidak terbayar sehingga terjadi kemacetan dalam pembayaran pinjaman modal oleh pelaku usaha. Berdasarkan latar belakang masalah, maka peneliti ingin melakukan penelitian dengan judul "Peran PT. Permodalan Nasional Madani dalam pemberian pinjaman modal usaha."

Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran PT. Permodalan Nasional Madani Punge Blang Cut dalam pemberian pinjaman modal usaha serta untuk mengetahui hambatan-hambatan PT. Permodalan Nasional Madani Punge Blang Cut dalam pemberian pinjaman modal usaha.

LANDASAN TEORI Teori Peran

Peran adalah merupakan interaksi sosial di masyarakat seperti yang disampaikan oleh Pasolong (2010: 26) menyebutkan bahwa peran menggambarkan interaksi sosial terminologi aktor-aktor yang bermain sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh budaya. Harapan-harapan peran akan menuntun seseorang untuk berperilaku dalam kehidupan sehari-hari. Menurut teori peran, seseorang memiliki peran tertentu misalnya sebagai dokter, mahasiswa, orang tua, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, seseorang tersebut diharapkan berperilaku sesuai dengan peran tersebut. Daft (2011: 215) menyebutkan bahwa “Ketika menjalankan perannya tokoh tersebut diharapkan berperilaku secara tertentu”. Setiap peran yang diberikan telah memiliki sebuah identitas yang membedakan masing-masing individu mengenai siapa dan bagaimana individu bertindak dalam situasi tertentu.

(3)

172 Peran berhubungan dengan interaksi sosial dalam kehidupan sehari-hari. Dalam interaksi sosial tersebut tersebut, dua kelompok yang berperan sebagai aktor dan target dilibatkan. Menurut Dahliah (2015: 22) menyebutkan ada beberapa peran yang berhubungan dengan interaksi sosial yaitu interaksi sosial antara auditor sebagai karyawan (individu) dengan KAP tempat auditor bekerja (organisasi); Interaksi sosial antara auditor sebagai karyawan (individu) dengan organisasi profesi yang menaunginya, yaitu IAPI (organisasi); Interaksi sosial antara auditor (individu) dengan klien (individu dan/atau organisasi) saat auditor melaksanakan tugasnya; Interaksi sosial antara auditor (individu) dengan rekan kerjanya, atasan, dan dengan bawahannya (individu) dan interaksi sosial antara auditor (individu) dengan keluarga dan lingkungan masyarakat (individu dan/atau organisasi).

Teori Organisasi

Organisasi pada dasarnya adalah suatu sistem yang mengkoordinasikan kegiatan- kegiatan internal dan eksternal yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan organisasi.

Hal tersebut sejalan dengan Hery (2018: 23), yang menjelaskan bahwa organisasi merupakan kumpulan orang-orang yang bekerja secara bersama-sama untuk mencapai tujuan tetentu. Organisasi tercipta apabila beberapa orang bergabung secara bersama- sama untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka. Lebih jelas lagi, organisasi adalah kumpulan orang-orang yang bekerja dalam suatu sistem pencarian tujuan.

Dalam teori organisasi, dijelaskan bahwa organisasi adalah suatu unit sosial yang dikoordinasikan secara sengaja yang terdiri dari dua orang atau lebih guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam organisasi ada tiga dimensi pokok pendukung organisasi, yaitu: dimensi manusia, dimensi konsep dan dimensi teknis. Dimensi manusia dalah suatu organisasi adalah unsur yang kompleks, oleh karena itu dibutuhkan pemahaman tentang perilaku manusia dalam organisasi (yang mencakup kajian hubungan antara individu dengan individu lain, individu dengan kelompok dan kelompok dengan kelompok dalam suatu organisasi). jadi perilaku organisasi adalah suatu studi yang menyangkut aspek-aspek tingkah laku manusia dalam suatu kelompok tertentu, baik aspek yang ditimbulkan dari pengaruh manusia terhadap organisasi begitu pula sebaliknya.

Teori Modal

Modal menurut Anggraeni & Kayobi (2014: 7) menyebutkan bahwa modal dapat diinterpretasikan sebagai sejumlah uang yang digunakan dalam menjalankan kegiatan-kegiatan bisnis. Banyak kalangan yang memandang bahwa modal uang bukanlah segala-galanya dalam sebuah bisnis. Namun perlu dipahami bahwa uang dalam sebuah usaha sangat diperlukan. Yang menjadi persoalan di sini bukanlah penting tidaknya modal, karena keberadaannya memang sangat diperlukan, akan tetapi bagaimana mengelola modal secara optimal sehingga bisnis yang dijalankan dapat berjalan lancar.

Berikutnya, pengertian modal menurut Sudarmin dan Tyahya (2018: 9) menyebutkan “Modal usaha sebagai ikhtisar neraca suatu perusahaan yang menggunakan modal konkrit dan modal abstrak. Modal konkrit dimaksudkan sebagai modal aktif sedangkan modal abstrak dimaksudkan sebagai modal pasif”. Sedangkan

(4)

173 menurut Margaretha (2014: 23) mengatakan “Modal sendiri adalah modal yang diperoleh dari pemilik usaha itu sendiri. Modal sendiri terdiri dari tabungan, sumbangan, hibah, saudara, dan lain sebagainya”.

Konsep Modal Usaha

Menurut Riyanto (2015: 26) menyebutkan bahwa modal usaha adalah sesuatu yang digunakan untuk mendirikan atau menjalankan suatu usaha. Modal ini bisa berupa uang dan tenaga (keahlian)”. Selanjutnya menurut Afkar (2014: 44) menyatakan bahwa modal uang biasa digunakan untuk membiayai berbagai keperluan usaha, seperti biaya prainvestasi, pengurusan izin, biaya investasi untuk membeli aset, hingga modal kerja.

Fungsi pokok dari pinjaman modal usaha pada dasarnya adalah untuk pemenuhan jasa pelayanan terhadap kebutuhan masyarakat dalam rangka mendorong dan melancarkan kegiatan usaha berbagai bidang yang semua itu untuk meningkatkan taraf hidup rakyat dalam hal ini mempermudah mendapatkan modal usaha.

Tujuan pemberian suatu pinjaman modal usaha menurut Kasmir (2016: 116) menyebutkan sebagai berikut:

1. Mencari Keuntungan

Tujuan utama bank melakukan pemberian pinjaman modal adalah untuk memperoleh keuntungan. Hasil keuntungan ini diperoleh bank dari bunga yang diterima sebagai balas jasa dan biaya administrasi pinjaman modal yang dibebankan kepada nasabah. Keuntungan ini penting untuk kelangsungan hidup bank selain itu, keuntungan juga dapat membesarkan usaha bank.

2. Membantu Usaha Nasabah

Tujuan selanjutnya adalah untuk membantu usaha nasabah yang memerlukan dana, baik dana untuk investasi maupun dana untuk modal kerja. Dengan dana tersebut, maka nasabah akan dapat mengembangkan dan memperluaskan usahanya. Dalam hal ini baik bank maupun nasabah sama-sama diuntungkan.

3. Membantu Pemerintah

Tujuan lainnya adalah membantu pemerintah dalam berbagai bidang. Bagi pemerintah semakin banyak pinjaman modal yang diberikan oleh pihak bank, maka semakin baik karena berarti adanya perolehan dana dalam rangka peningkatan pembangunan diberbagai sektor, terutama sektor riil.

METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian

Tempat penelitian ini dilakukan di PT. PNM Punge Blang Cut di Kota Banda Aceh. Adapun penelitian ini dilaksanakan selama Bulan Januari 2021 s/d Maret 2021.

Informan Penelitian

Penentuan informan penelitian ini dengan menggunakan metode snowball sampling, sehingga jumlah informan penelitian dapat bertambah jika peneliti belum mendapatkan hasil yang menjadi tujuan penelitian. Adapun informan penelitian pada penelitian ini adalah staf pemasaran produk, staf operasional dan masyarakat/nasabah yang melakukan pinjaman modal ke perusahaan tersebut.

(5)

174 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan tehnik wawancara, observasi dan dokumentasi.

Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang diperoleh dari hasil penelitian ini, penulis juga menggunakan teknik analisis deskriptif, karena analisis deskriptif bersifat menjelaskan, menerangkan dan menggambarkan kondisi terkini dari suatu peristiwa, kemudian menyajikannya sebagaimana hasil temuan di lokasi penelitian.

Teknik Keabsahan Data

Tujuan teknik pemeriksaan keabsahan data dalam suatu penelitian adalah untuk melakukan pengecekan ulang terhadap sumber data yang telah berhasil diperoleh oleh peneliti selama penelitian berlangsung, agar hasil penelitian nantinya menghasilkan kesimpulan yang akurat yang berdasarkan pada keakuratan sumber data dan bagaimana cara peneliti dalam memperoleh data tersebut dan mengolahnya dalam laporan penelitian ini.

Untuk melakukan pemeriksaan terhadap data yang telah didapat dalam penelitian ini, agar diperoleh hasil penelitian yang akurat, maka penulis menggunakan Metode Teknik Triangulasi Metode. Menurut Bungin (2012: 265), Teknik Triangulasi ini dilakukan untuk melakukan pengecekan terhadap penggunaan metode pengumpulan data, apakah informasi yang di dapat dengan metode interview sama dengan metode observasi, atau apakah hasil observasi sesuai dengan informasi yang diberikan ketika di interview. Begitu pula teknik ini dilakukan untuk menguji sumber data, apakah sumber data ketika di interview dan diobservasi akan memberikan informasi yang sama atau berbeda. Apabila berbeda maka peneliti harus dapat menjelaskan perbedaan itu, tujuannya adalah untuk mencari kesamaan data dengan metode yang berbeda.

PEMBAHASAN

Peran PT. PNM (Permodalan Nasional Madani) Punge Blang Cut Dalam Pemberian Pinjaman Modal Usaha.

Analisis pinjaman modal usaha PT. PNM Punge Blang Cut dengan melakukan survei terkait usaha untuk menghindari penyalahgunaan pinjaman. Setelah itu melakukan pencairan dana pada 3 hari kerja jika dinilai prospektif. Dengan analisis penilaian untuk mendapatkan gambaran besarnya biaya yang telah dikeluarkan dan dibandingkan dengan besarnya manfaat yang telah diperoleh serta gambaran biaya manfaat di masa akan datang. Berdasarkan hasil analisis finansial tersebut dapat dijadikan acuan bagi analisis kelayakan financial UMKM. Berdasarkan hasil temuan tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa temuan tersebut sesuai dengan teori menurut Adrian (2015: 24) yang menyebutkan bahwa analisis atau analisa adalah aktifitas yang memuat sejumlah kegiatan seperti mengurai, membedakan, memilah sesuatu untuk digolongkan dan dikelompokkan kembali menurut kriteria tertentu kemudian dicari maknanya dan ditafsir maknanya”.

Keputusan pinjaman modal usaha yang dilakukan oleh PT. PNM Punge Blang Cut dengan menentukan nilai bobot untuk setiap atribut, diperiksa, penelitian, dan

(6)

175 analisa terhadap kelengkapan, keabsahan, dan kelayakan kemudian dibuat suatu keputusan apakah pinjaman tersebut diterima atau ditolak.Ada kalanya keputusan yang diambil bukan keputusan yang tepat karena didasarkan dengan data bukan berdasarkan pada kenyataan di lapangan. Berdasarkan hasil temuan tersebut maka dapat disimpulkan sesuai dengan teori yang dikemukan oleh Amsyah (2013: 24) menjelaskan bahwa pengambilan keputusan keputusan merupakan suatu proses melalui kombinasi individu dan kelompok dan mengintegrasikan informasi yang ada dengan tujuan memilih satu dari berbagai kemungkinan tindakan, pengambilan keputusan sebagai suatu proses mengevaluasi pilihan-pilihan yang ada untuk mendapatkan hasil yang diharapkan.

Administrasi yang dilakukan di PT. PNM adalah pada kelengkapan syarat yang digunakan untuk mendapatkan pinjaman modal seperti KTP Negara Indonesia, Usaha telah berjalan minimal 1 tahun, Usia calon debitur 21 tahun/sudah menikah s/d 65 tahun pada saat jatuh tempo kredit, Fotocopy KTP suami istri (bila telah menikah), Fotocopy Kartu Keluarga, Fotocopy Surat Nikah, Fotocopy Rekening Listrik/Telepon dan PBB, Fotocopy Jaminan (SHM/SHGB/SHGU/BPKB/Surat Kios/Akta Jual Beli) dan Surat Keterangan Usaha. Berdasarkan hasil temuan pada penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa hal tersebut sesuai dengan teori Anggara (2012: 21) yang menyatakan bahwa kegiatan catat-mencatat, surat-menyurat, pembukuan ringan, ketik- mengetik, agenda dan sebagainya yang bersifat teknis ketatausahaan.Administrasi dalam pengertian luas dapat ditinjau dari sudut proses, fungsi, dan dari sudut kepranataan (institutional). Ditinjau dari sudut proses, administrasi merupakan keseluruhan proses yang dimulai dari proses pemikiran, perencanaan, pengaturan, penggerakan, pengawasan sampai dengan proses pencapaian tujuan.

Maka berdasarkan hal tersebut dapat dilihat bahwa PT. PNM berperan dalam membantu masyarakat dalam pemberian modal usaha, akan tetapi pemberian modal usaha juga harus mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh lembaga tersebut, sehingga terdapat prinsip saling membantu dan saling menguntungkan. Prosedur yang dijalankan oleh PT. PNM tersebut dalam upaya menghindari terjadinya pinjaman modal yang bermasalah seperti ketidakmampuan peminjam untuk melakukan pembayaran Kembali modal yang dtelah dipinjamkan kepada para pelaku usaha. Pemberian pinjaman modal usaha ini sangat penting dilakukan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat secara khusus dan meningkatkan perekonomian di Indonesia.

Peran lembaga keuangan ini sejalan dengan penelitian pada Lembaga Keuangan Syariah yang dilakukan Muheramtohadi, (2017) yang mendapatkan hasil bahwa Lembaga Keuangan Syariah (LKS) berarti badan yang bergerak di bidang keuangan yang dilandaskan pada ajaran Islam yang bersumber pada al Qur’an dan As Sunnah. Praktek ini sudah terdapat pada sejarah awal Islam, dan asas moralitas Islam dikembangkan dalam bentuk LKS. Sehingga, tujuan dari LKS tidak semata Profit Oriented, melainkan terdapat unsur-unsur keislaman dan kemanusiaan di dalamnya.

Lembaga Keuangan syariah sebagian besar pembiayaannya diperuntukkan kepada sektor usaha, dan punya kemampuan untuk menjangkau usaha mikro, Sesuatu yang jarang dilakukan oleh pihak perbankan konvensional. Pembiayaan kepada UMKM ini tidak lepas juga dari pengaruh Grameen Bank sebelumnya, yang telah berdiri sejak medio 1970-an. Pembiayaan Lembaga Keuangan Syarah, baik dalam wujud Bank,

(7)

176 Koperasi Simpan Pinjam maupun BMT mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.

Baik itu dari segi omzet LKS maupun tingkat pembiayaan nya. Berdasarkan data dari Jasa Otoritas Keuangan sebagian besar dari pembiayaan tersebut disalurkan kepada UMKM. Pembiayaan UMKM sangat penting dalam perekonomian nasional, karena bergerak di sektor riil. Karakteristik UMKM adalah sebagai usaha menengah ke bawah, pada umumnya dikelola dengan etika kejujuran masih dipegang kuat, serta relatif lebih kuat ketika dihadapkan pada krisis. Inilah yang jadi potensi UMKM yang harus diperhatikan dalam mengambil keputusan publik, baik itu oleh Pemerintah maupun Lembaga Keuangan (perbankan).

Maka dari itu peran lembaga keuangan dalam pemberian pinjaman modal usaha sangat penting dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi di masa depan. Hal ini sejalan dengan penelitian di Kabupaten Sukoharjo Provinsi Jawa Tengah yang menyebutkan bahwa di masa depan, organisasi keuangan mikro (BKD) membutuhkan inovasi terutama dalam sistem yang berasal dari negara berkembang yang telah berhasil memungkinkan orang yang sangat miskin untuk terlibat dalam proyek-proyek wirausaha yang memungkinkan mereka untuk menghasilkan pendapatan dan, dalam banyak kasus, mulai membangun kekayaan dan keluar dari kemiskinan. Karena keberhasilan kredit mikro, banyak industri perbankan tradisional mulai menyadari bahwa peminjam kredit mikro ini harus lebih tepat dikategorikan sebagai pra-bankable;

dengan demikian, kredit mikro semakin mendapatkan kredibilitas di industri keuangan arus utama dan banyak organisasi keuangan besar tradisional mempertimbangkan proyek kredit mikro sebagai sumber pertumbuhan di masa depan (Susila, 2007).

Hambatan-Hambatan Yang Dihadapi Oleh Permodalan Nasional Madani (PNM) Dalam Pemberian Pinjaman Modal Usaha.

Prosedur di PT. PNM untuk mendapatkan pinjaman modal usaha adalah dengan mengajukan permohonan pembiayaan, mensurvei kelayakan, bimbingan, pencairan dan setoran dan dilakukan berdasarkan kerjasama seluruh departemen. Prosedur dengan bimbingan usaha yang diwajibkan membuat calon nasabah kerepotan karena dilakukan dalam waktu 5 hari. Berdasarkan hasil temuan tersebut dapat dinyatakan bahwa temuan tersebut sesuai dengan teori menurut Mulyadi (2016:4) yang menyatakan bahwa

“Prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih, yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang.”

PT. PNM Punge Blang Cut melakukan pencairan dana pinjaman modal memiliki prosedur analisis sampai dalam penilaian pencairan pinjaman modal usaha.

Analisis yang dilakukan bukan saja sebatas persyaratan, akan tetapi sampai dengan menganalisis apakah peminjam mampu untuk membayar pinjaman modal usaha tersebut. Hasil penelitian tersebut sejalan dengan teori yang dikemuka oleh Sugiono (2015: 335) yang menyebutkan bahwa analisis adalah sebuah kegiatan untuk mencari suatu pola selain itu analisis merupakan cara berpikir yang berkaitan dengan pengujian secara sistematis terhadap sesuatu untuk menentukan bagian, hubungan antar bagian dan hubungannya dengan keseluruhan

Studi kelayakan yang dilakukan oleh PT. PNM. Untuk menghindari resiko kerugian, untuk memudahkan perencanaan, memudahkan pelaksanaan pekerjaan,

(8)

177 memudahkan pengawasan dan untuk memudahkan pengendalian. Hal ini sesuai dengan teori yang diungkapkan oleh Menurut Suliyanto (2010: 28) yang menyebutkan bahwa studi kelayakan bisnis merupakan penelitian yang bertujuan untuk memutuskan apakah sebuah ide bisnis layak untuk dilaksanakan atau tidak. Sebuah ide bisnis dinyatakan layak untuk dilaksanakan jika ide tersebut dapat mendatangkan manfaat yang lebih besar bagi semua pihak (stake holder) dibandingkan dampak negatif yang ditimbulkan.

Hambatan-hambatan yang terjadi pada sebuah lembaga yang memberikan pinjaman dana sudah pasti banyak terjadi. Hambatan tersebut bisa saja terjadi baik secara internal maupun secara eksternal, hal demikian juga terjadi pada PT. PNM Punge Blangcut sehingga perlu adanya Tindakan khusus dalam mengurangi hambatan tersebut dengan mencari cara-cara yang produktif dalam penanganannya. Opini masyarakat merupakan hal yang penting dalam mengatasi hambatan yang terjadi, akan tetapi bukan semua opini masyarakat harus dilakukan perubahan. Perlu adanya evaluasi yang lebih mendalam sehingga dapat tercapai win win solution baik dari lembaga yang memberikan pinjaman dan juga pihak yang meminjam. Upaya mengantisipasi hambatan yang terjadi merupakan tantangan bagi PT. PNM Punge Blangcut, sehingga perlu dilakukan Tindakan-tindakan yang dianggap perlu demi kelancaran usaha.yang dijalankan. Jika tidak dilakukan penanganan, maka akan beresiko lembaga pemberian pinjaman modal usaha akan bangkrut bahkan bisa saja tutup.

Lembaga yang memberikan pinjaman modal usaha tentunya harus didukung dengan adanya dana yang dapat diberikan kepada peminjam, sehingga keuangan lembaga tersebut harus sehat. Upaya dalam menyehatkan keuangan lembaga harus dapat menyingkirkan hambatan-hambatan yang berhubungan dengan hal tersebut. Dana yang tersedia merupakan salah satu hambatan yang dimiliki oleh lembaga peminjam.

Untuk pemberdayaan ekonomi rakyat (usaha kecil), pemerintah telah menetapkan beberapa peraturan untuk memberikan kemudahan termasuk kredit bagi pengusaha bahkan menyelesaikan masalah pemasaran seperti Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Keterbatasan keuangan untuk mengembangkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) merupakan masalah klasik yang sering dijumpai di negara berkembang. Hal ini berpengaruh terhadap tingkat produksi dan perkembangannya. Hibah publik yang diberikan oleh pemerintah untuk pengembangan UMKM disalurkan melalui lembaga keuangan khusus seperti bank untuk pengembangan industri dan agribisnis. Bank umum diharapkan dapat berpartisipasi di sektor tersebut melalui kuota kredit, subsidi, penerimaan pajak, dan penjaminan kegagalan (Harahap, 2015).

Dalam upaya mengendalian hambatan-hambatan yang terjadi pada lembaga maka perlu adanya keterikatan secara emosional serta kedekatan lembaga tersebut dengan masyarat sekitar sehingga terjalin kerjasama yang saling menguntungkan.

Selain itu perlu adanya strategi yang sesuai dan tepat sasaran sehingga masalah- masalah yang terjadi dapat terselesaikan dengan baik. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Sukorejo Gandusari Trenggalek yang mendapatkan hasil penelitian menyebutkan bahwa pemberdayaan perekonomian masyarakat perlu dilakukan, maka melalui program BUMDes diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat agar lebih mandiri.

BUMDes sangat berperan dalam pemberdayaan perekonomian masyarakat, melalui

(9)

178 beberapa upaya yang dilakukan BUMDes mampu menjadikan perekonomian masyarakat menjadi lebih mandiri dan meningkat. BUMDes Mitra Sejati memiliki peran penting dalam pemberdayaan perekonomian masyarakat, yaitu ditandai dengan adanya unit usaha yang dikelola oleh BUMDes dapat membuka sarana lapangan pekerjaan bagi masyarakat, selain itu BUMDes Mitra Sejati juga berperan dalam pendampingan bagi masyarakat, dari pendampingan permodalan, pendampingan pelatihan, hingga pendampingan pengembangan potensi dan usaha. Dalam menjalannkan perannya dalam mewujudkan maksud dan tujuan berdirinya BUMDes terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh BUMDes Mitra Sejati, baik kendala internal maupun kendala eksternal, kendala internal terjadi yaitu keterbatasan dana, dan tingginya persaingan pasar. Sedangkan kendala eksternal terjadi pada masyarakatnya sendiri yaitu reaksi beberapa masyarakat yang belum bisa menerima keberadaan BUMDes. Namun kendala-kendala tersebut mampu teratasi dengan baik melalui beberapa strategi yang dilakukan oleh BUMDes bersama Pemerintah Desa sehingga BUMDes Mitra Sejati dapat menjalanka perannya secara efektif sehingga mampu menjadikanperekonomian masyarakat Desa Sukorejo menjadi lebih meningkat dan mandiri (Novitasari, 2019).

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraian tentang

“Peran PT. Permodalan Nasional Madani Dalam Pemberian Pinjaman Modal Usaha, maka yang menjadi kesimpulan dalam penelitian ini yaitu peran PT. PNM Punge Blang Cut dalam pemberian pinjaman modal usaha adalah untuk membina masyarakat prasejahtera pelaku usaha mikro di Indonesia khususnya di Banda Aceh yang ingin memulai usaha maupun mengembangkan usaha. Dalam prosesnya pemberian modal usaha dilakukan dengan analisis pinjaman modal usaha dengan melakukan survei terkait usaha untuk menghindari penyalahgunaan pinjaman. Keputusan pinjaman modal usaha yang dilakukan dengan menentukan nilai bobot untuk setiap atribut, diperiksa, penelitian, dan analisa terhadap kelengkapan, keabsahan, dan kelayakan dengan terlebih dahulu peminjam modal menyelesaikan administrasi berupa kelengkapan syarat yang digunakan untuk mendapatkan pinjaman modal. Hambatan-hambatan yang dihadapi oleh PT. PNM Punge Blang Cut adalah Prosedur di PT. PNM untuk mendapatkan pinjaman modal usaha harus dilakukan bimbingan selama 5 hari tidak disukai oleh calon peminjam modal. Demikian juga dengan analisis yang detail sesuai standar membuat calon peminjam modal usaha merasa direpotkan. Selanjutnya studi kelayakan juga dianggap tidak sesuai walaupun sudah sesuai prosedur.

DAFTAR PUSTAKA

Anggraeni, Dessy & Kayobi, I Gusti Made Andrie (2015). Pengaruh Debt to Equity Ratio, Debt to Total Asset, Deviden Tunai dan Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan (Perusahaan Manufaktur Sektor Barang Konsumsi yang terdaftar Di BEI Periode 2011-2014). Jurnal Akuntansi dan Keuangan,Vol. 4, No. 1.

Bungin, Burhan. (2012). Analisis Data Penelitian Kualitatif. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

(10)

179 Daft, Richard L. (2011). Era Baru Manajemen. Jakarta : Salemba

Dahliah. (2015). Game Online Dan Interaksi Sosial Menyorot Intensitas Dan Kualitas Interaksi Sosial Gamer. Jurnal Paradigma Madani 2 (2): 2–22.

Harahap, A. J. (2015). Analisis Hukum Pemberian Kredit kepada Usaha Kecil di Provinsi Sumatera Utara. JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial, 7(2), 125-131.

Kasmir. (2016). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta. Raja Grafindo Persada.

Margaretha. (2014). Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Jakarta. PT Dian Rakyat.

Muheramtohadi, S. (2017). Peran Lembaga Keuangan Syariah Dalam Pemberdayaan UMKM di Indonesia. Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah, 8(1), 65-77.

Novitasari, D. (2019). Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Dalam Pemberdayaan Perekonomian Masyarakat Desa Sukorejo Gandusari Trenggalek.

Pasolong, Harbani. (2010). Teori Administrasi Publik. Bandung: Alfabeta.

Riyanto, Bambang (2015). Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Yogyakarta: Edisi Empat. BPFE.

Sudarmin dan Tyahya, Whisnu. (2018). Pengaruh Dana Pihak Ketiga, Kecukupan Modal dan Penyaluran Pinjaman modal terhadap Profitabilitas Bank. Jurnal Manajemen Strategi dan Aplikasi Bisnis, Vol 1, No.1, Hal 9 – 18.

Susila, I. (2007). Analisis efisiensi lembaga keuangan, Jurnal Mikro Publikasi Ilmiah Ums. Volume 08 No.2 Desember 2007

Referensi

Dokumen terkait

According to the international convention, the platform decommissioning located at the sea having depth less than 100 meters is suggested to immediate and total removal of the

(2021) menjelaskan bahwa keputusan pembelian adalah suatu proses pengambilan keputusan konsumen yang akan melakukan pembelian dengan mengkombinasikan pengetahuan