Bagaimana peran ustadz/ustadzah dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran dalam pengajian melalui metode Tartili 2). Mendeskripsikan peran ustadz/ustadzah dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran dalam pengajian melalui metode Tartili, 2).
Fokus Penelitian
Ustadz/ustadzah melaksanakan berbagai bentuk pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran, yaitu dengan mengajarkan bacaan Al-Qur'an yang baik, yaitu membaca disertai ilmu tajwid. Hal ini dilakukan pada setiap pertemuan kelas, dimana setiap siswi ditunjuk untuk membaca ayat-ayat Al-Quran yang dipelajarinya saat itu.
Tujuan Penelitian
Definisi Istilah
Manfaat Penelitian
Sistematika Pembahasan
Penelitian Terdahulu
Misbahul Lailiyah (Disertasi 2010) berjudul “Metode Pembelajaran Ummi untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Quran di SD Al-Furqon Jember Tahun Pelaksanaan 2009/2010. Metode Pembelajaran Ummi untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Quran di SD Al-Furqan Jember Tapel 2009 /2010 .
Kajian Teoritik
Dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa mengajar orang lain adalah suatu kewajiban yang sebanding dengan jihad melawan Allah SWT, sebagaimana firman Allah dalam QS. Petunjuk Teknis Guru Al-Qur'an menyebutkan ada beberapa metode yang biasa digunakan dalam kegiatan belajar mengajar mata pelajaran Al-Qur'an, antara lain: (a) metode ceramah, (b) metode tanya jawab, (c) ) metode diskusi, (d) metode penugasan, dan (e) metode demonstrasi. 3) Sumber belajar. Seperti halnya pada petunjuk teknis guru Al Qur'an memberikan penjelasan tentang aspek-aspek yang dinilai, yaitu untuk mengukur hasil proses belajar mengajar Al Qur'an di kelas maka harus dilakukan penilaian. itu termasuk . aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.
Penilaian afektif topik Al-Qur'an ini bertujuan untuk meningkatkan keyakinan terhadap kebenaran dan keagungan isi ayat-ayat Al-Qur'an. Penilaian psikomotorik ditujukan pada kemampuan siswa dalam membaca dan menulis ayat-ayat Al-Qur'an, serta keterampilan siswa dalam menerapkan/membiasakan diri terhadap ajaran-ajaran terpenting Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. Dalam petunjuk teknis guru mengaji, akhir proses pembelajaran mengaji lebih ditekankan.
Merupakan tes yang diselenggarakan untuk mengukur sejauh mana kemampuan siswa setelah mempelajari Al-Qur'an dari segi Jenis pertanyaan yang lebih spesifik tentang Al-Qur'an dapat dirumuskan strateginya oleh ustadz/ustadzah yang bersangkutan. Ilmu tajwid adalah ilmu yang mempelajari kaidah-kaidah dan cara membaca Al-Qur'an dengan sebaik-baiknya, seperti mempelajari dua puluh sembilan huruf hijaiyah, dan berbagai harokat (baris) serta berbagai hubungannya.
Metode Tartili
Peran Ustadz/ustadzah dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran dalam pengajian di TPQ Darul – Izzah. Bagaimana peran ustadz/ustadzah dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran melalui metode Tartili di TPQ Darul Izzah sudah cukup optimal namun masih perlu ditingkatkan. Peran Ustadz/ustadzah dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran dalam Tajwid di TPQ Darul Izzah, Karanganyar, Ambulu, 2018.
Jadi, peran ustadz/ustadzah dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran di bidang pengajian sangatlah penting. Peran Ustadz/Ustadzah dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an dengan Ghorib Musykilat di TPQ Darul Izzah, Karanganyar, Ambulu, 2018. Peran Ustadz/Ustadzah dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an secara menyeluruh metode Tartili di TPQ Darul Izzah Karanganyar Ambulu. 2018.
Bagaimana peran ustadz/dzah dalam meningkatkan kemampuan membaca Al Quran bidang pengajian di TPQ Darul Izzah Karanganyar Ambulu.
METODE PENELITIAN
Lokasi Penelitian
Berada di kawasan yang ramai dan berdekatan dengan Taman Pendidikan Al-Qur'an lainnya karena di sekitar lokasi ini juga banyak terdapat taman pendidikan lainnya. Meski lokasi TPQ berdekatan dengan TPQ lainnya, namun jumlah TPQ Darul Izzah Karang Anyar Ambulusantri cukup banyak.
Sumber Data
Sumber data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumber utamanya, dalam hal ini dari semua pihak yang terkait dengan objek penelitian, khususnya dari ketua TPQ. Data primer tersebut antara lain meliputi proses perencanaan personel di lembaga, kemudian proses seleksi masuk ustadz-ustadzah, pengembangan personel, kompensasi dan juga evaluasi personel yang merupakan bagian dari pemanfaatan pengajaran Al-Qur’an. metode. Sumber data sekunder merupakan data yang diperlukan untuk melengkapi data primer, dalam hal ini meliputi literatur-literatur yang berkaitan dengan objek penelitian.
Selain itu data sekunder ini juga diperoleh dari dokumen-dokumen yang ada di TPQ Darul Izzah Karang Anyar Ambulu, data ini juga sangat dibutuhkan penulis karena berguna untuk mengkaji peran guru dalam meningkatkan kemampuan membaca dan menulis Al - Mengaji dengan metode tartili di TPQ Darul Izzah Karanganyar Ambulu. Data yang akan diperoleh antara lain jumlah ustadzustadzah, pangkatnya, santrinya dan lain-lain. Dengan adanya kedua sumber ini diharapkan dapat menggambarkan peran ustadz/ustadzah dalam meningkatkan kemampuan membaca dan menulis Al-Quran melalui metode Tartili di TPQ Darul Izzah Karang Anyar Ambulu.
Teknik Pengumpulan Data
Dalam bukunya Metodologi Penelitian Jilid 2, Sutrisno Hadi mengatakan bahwa wawancara dapat dipahami sebagai metode pengumpulan data melalui tanya jawab. Umumnya, dua orang atau lebih hadir secara fisik dalam proses Tanya Jawab, dan masing-masing pihak dapat menggunakan saluran komunikasi dengan lancar dan alami. Dengan menggunakan metode ini, penulis melakukan komunikasi wawancara langsung dengan responden yaitu dengan pendidik/ustadz sebagai pemberi informasi.
Penulis menggunakan metode ini untuk mengumpulkan data tentang peran Ustadz/ustadzah dalam meningkatkan kemampuan membaca dan menulis Al-Qur'an melalui metode tartili di TPQ Darul Izzah Karanganyar Ambulu. Metode dokumentasi merupakan suatu metode penelitian data tentang variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, notulensi, rapat, ceramah, agenda. Penggunaan metode dokumentasi dalam penelitian ini diharapkan dapat membantu mengumpulkan informasi yang benar-benar akurat guna meningkatkan validitas hasil penelitian seperti: Registrasi nama ustadz-ustadzah, registrasi jumlah santri dan registrasi hasil penggunaan Metode dalam mengajarkan Al-Qur'an.
Teknik Analisis Data
Tahapan-Tahapan Penelitian
Dari hasil serangkaian penelitian yang dilakukan peneliti di lapangan, diperoleh data terkait peran ustadz/ustadzah dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran melalui metode Tartili di TPQ Darul – Izzah. TPQ Darul Izzah merupakan lembaga yang mengutamakan agar santrinya dapat membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai kaidah ilmu tajwid. Hal ini berlaku mulai jilid 1 hingga Al-Qur'an.” (Hasil wawancara dengan Ustadzah Hamidatul Hasanah, 20 Juli 2018).
Sesuai pengamatan peneliti dari lembaga TPQ Darul Izzah, ustadz/ustadzah memberikan materi sesuai topik yang ada di jilid/Al-Qur'an. Berdasarkan pemaparan di atas, tidak dapat dipungkiri betapa pentingnya peran ustadz/ustadzah dalam membimbing, melatih dan meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran dalam bidang tajwid. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa peran ustadz/ustadzah dalam meningkatkan kemampuan membaca Al Quran dengan Ghorib Musykilat sangat besar.
Peran ustadz/ustadzah dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an bidang tajwid secara umum dilaksanakan secara maksimal sesuai dengan pedoman kurikulum metode tartili.
PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA
Penyajian Data dan Analisis Data
“Selama mempelajari materi tajwid di kelas, saya memberikan pemahaman kepada siswa dengan cara menjelaskan secara jelas dan memberikan contoh bacaan yang sesuai dengan materi yang disampaikan kepada siswa, serta dengan terus berlatih.” Berdasarkan hasil wawancara dengan Ustadz Hamdan, selaku pengajar materi tajwid sebagai ustadz dalam proses pembelajaran hendaknya dapat memahami materi yang disampaikan kepada siswa dengan memberikan contoh cara membacanya dan terus mempraktekkannya. “Sebelum menyampaikan materi kepada siswa harus menguasai materi terlebih dahulu agar siswa dapat memahami materi yang disampaikan” (Hasil wawancara dengan Ustadzah Hamidatul Hasanah, 4 Juli 2018).
Berdasarkan hasil wawancara yang diperoleh dari beberapa sumber dikatakan bahwa ustadz/dzah harus menguasai terlebih dahulu materi yang akan disampaikan kepada santri. Kita sebagai pembimbing harus dapat mengontrol siswa atau memberikan bimbingan kepada siswa mengenai materi yang disampaikan agar siswa benar-benar memahami materi yang disampaikan. Untuk materi yang saya berikan, saya menjelaskan terlebih dahulu pokok bahasannya pada jilid, kemudian memberikan contoh dan membacanya.
Apabila ada mahasiswa baru yang memasuki jilid/Al-Quran, maka mahasiswa baru tersebut akan dibimbing khusus oleh ustadz/ustadzah masing-masing hingga benar-benar dapat mengikuti materi yang telah disampaikan sebelumnya.
Pembahasan Temuan
Berdasarkan hasil penelitian, peran ustadz/ustadzah dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran melalui metode Tartili di TPQ Darul Izzah Karanganyar Ambulu Tahun 2018 secara umum telah terlaksana secara optimal sesuai dengan Buku Pedoman Kurikulum Metode Tartili yang berisi pokok-pokok materi dan materi tunjangan. Metode Tartili terbagi dalam 4 jilid yang disusun sesuai dengan tingkat kemampuan siswa dalam memahami Al-Qur'an. Dalam panduan belajar Tajwid metode Tartili menjelaskan tentang makhorijul huruf, sifat-sifat huruf dan hukum membaca Al-Quran.
Pembelajaran Al-Quran dengan metode Tartili merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran dengan baik dan benar. Bagi siswa yang kurang mampu maupun siswa yang masih baru, secara khusus dibimbing dari halaman pertama dalam membaca Al-Quran secara individu. Sebab kegiatan semacam ini merupakan upaya ustadz/ustadzah untuk meningkatkan kemampuan belajar Al-Qur’an secara akurat, baik, benar dan lancar.
Peran ustadz/ustadzah dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan Ghorib Musykilat yaitu sebelum memulai kegiatan pembelajaran, ustadz/ustadzah membimbing santrinya untuk membaca atau mengulang materi yang telah diajarkan sebelumnya.
KESIMPULAN DAN SARAN
Saran
Hendaknya para tenaga kesehatan lebih disiplin dalam pembinaan ustadz/ustadzah yang dilakukan setiap satu bulan sekali, dengan harapan pembelajaran metode Tartili dapat membawa hasil yang lebih baik dan maksimal serta meningkatkan kompetensi guru yang mengamalkan Al-Ajaran Quran Menggunakan Tartili Metode. Ustadz/ustadzah hendaknya dapat memahami setiap perbedaan karakter seluruh santri, dan lebih peka dalam menghadapi permasalahan, serta selalu memberikan motivasi kepada santrinya, sehingga pembelajaran membaca Al-Quran dengan metode Tartili menjadi lebih mudah. yang lebih berkualitas, sehingga akan menambah jumlah peminat dan orang tua, sehingga siswa pun menjadi bangga dengan hasil pembelajaran ini. Santri hendaknya selalu tabah dalam mempelajari Al-Quran, tidak hanya dengan belajar di pesantren tetapi juga dengan belajar di rumah.
Hendaknya orang tua memberikan semangat kepada anaknya untuk selalu rajin mempelajari Al-Qur'an dan meningkatkan kedisiplinan anaknya dengan harapan anak-anak semakin semangat dalam mempelajari Al-Qur'an dan orang tua selalu memantau perkembangannya. anak mereka. Musta'in, Penggunaan Metode Pelatihan dalam Meningkatkan Prestasi Siswa Membaca dan Menulis Al Qur'an di TPQ Mamba'us Sa'adah Sukorejo Bangsalsari Jember 2016.