1
PERANAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN TERHADAP PERILAKU PENGELOLAAN SAMPAH
(Studi Kasus Mahasiswa S1 Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya )
JURNAL ILMIAH
Disusun oleh :
Inneke Maulina Ardy 125020507111006
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Meraih Derajat Sarjana Ekonomi
JURUSAN ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG
2016
2
Peranan Pendidikan Lingkungan Terhadap Perilaku Pengelolaan Sampah (Studi Kasus Pada Mahasiswa S1 Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Brawijaya)
Inneke Maulina Ardy Sri Muljaningsih
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Email: [email protected]
ABSTRAK
Lingkungan bagi manusia merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam kehidupan. Sikap dan keinginan yang serba ingin mudah secara perlahan dan pasti terus mempengaruhi kehidupan manusia yang pada akhirnya terwujud dalam perilaku sehari-hari, termasuk sikap dan perilaku terhadap lingkungan. Masih bayak dari masyarakat Kota Malang yang tidak peduli lingkungan dengan membuang sampah tidak pada tempatnya. Peranan pendidikan Ekonomi Islam dilihat sangat berpengaruh terhadap perilaku pengelolaan sampah. Mahasiswa prodi Ekonomi Islam sudah mendapatkan pembelajaran lebih dan diharapkan dapat bertindak lebih baik dibandingkan dengan mahasiswa ekonomi lainnya yang tidak mendapatkan pembelajaran lebih tentang agama Islam dan hal-hal yang terkait dengan pengelolaan sampah. Penilaian tentang pendidikan taksonomi bloom terdapat tiga variabel yaitu pengetahuan, sikap dan kreativitas yang digunakan sebagai variabel bebas dalam penelitian ini. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda, uji F dan uji t untuk menjawab hipotesis hubungan variabel bebas dengan variabel terikat pada penelitian. Data yang digunakan adalah data primer dan diperoleh menggunakkan kuesioner.
Hasil penelitian didapat bahwa pengetahuan, sikap dan kreativitas berpengaruh secara simultan terhadap perilaku pengelolaan sampah.
Kata Kunci: pendidikan, lingkungan, Ekonomi Islam, pengelolaan sampah.
A. PENDAHULUAN
Lingkungan bagi manusia merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam kehidupan.
Sikap dan keinginan yang serba ingin mudah secara perlahan dan pasti terus mempengaruhi kehidupan manusia yang pada akhirnya terwujud dalam perilaku sehari-hari, termasuk sikap dan perilaku terhadap lingkungan.
Masih bayak dari masyarakat Kota Malang yang tidak peduli lingkungan dengan membuang sampah tidak pada tempatnya. Lilis Pujiharti (Kepala Bidang DKP) mengatakan masih banyak dari masyarakat yang membuang sampah sembarangan seperti di sungai dan di lahan kosong. Kota Malang dengan mayoritas beragama Islam sudah seharusnya menjaga kebersihan lingkungan.
Agama Islam mewajibkan umat muslim untuk menjaga kebersihan, karena kebersihan sebagaian dari iman.
Banyak yang menganggap bahwa pendidikan lingkungan sama dengan ilmu lingkungan.
Padahal pendidikan lingkungan tidak hanya memberikan pengetahuan tentang lingkungan tetapi juga meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan dan kepeduliannya terhadap kondisi lingkungan.
Salah satu masalah lingkungan yang dihadapi manusia adalah sampah. Setiap individu harus dibekali dengan pendidikan, pengetahuan dan pemahaman tentang pengelolaan sampah karena volume sampah setiap tahunnya akan mengalami peningkatan. Pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam pembentukan pribadi manusia. Peranan pendidikan Ekonomi Islam dilihat sangat berpengaruh terhadap perilaku pengelolaan sampah.
Ekonomi Islam mengajarkan berbagai macam ilmu mulai dari pembelajaran ekonomi, sumber daya, agama Islam, hal-hal formal maupun informal lainnya. Maka dari itu, seharusnya mahasiswa dapat mengambil nilai-nilai dari pembelajaran tersebut dan mengaplikasikannya untuk diri sendiri maupun untuk kalangan luas. Hal-hal ringan seperti mendaur ulang dan menggunakan kembali
3
merupakan salah satu hal yang mudah karena hal tersebut juga menghemat biaya dan tidak boros.
Hal lainnya dapat diterapkan jika mahasiswa memiliki pemikiran yang kreatif, maka sampah dapat didaur ulang lalu dihias lebih baik dan dijual kembali. Hal-hal tersebut dapat bermanfaat untuk perekonomian maupun lingkungan.
Mahasiswa prodi Ekonomi Islam sudah mendapatkan pembelajaran lebih dan diharapkan dapat bertindak lebih baik dibandingkan dengan mahasiswa ekonomi lainnya yang tidak mendapatkan pembelajaran lebih tentang agama Islam dan hal-hal yang terkait dengan pengelolaan sampah.
Berdasarkan hal tersebut, peneliti berkeinginan untuk mempelajari lebih dalam dan melakukan penelitian dengan mengambil judul: PERANAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN TERHADAP PERILAKU PENGELOLAAN SAMPAH. (Studi Kasus Pada Mahasiswa S1 Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya).
B. KAJIAN PUSTAKA Pendidikan Lingkungan
Melalui pendidikan lingkungan individu akan dapat memahami pentingnya lingkungan dan bagaimana keterkaitan lingkungan dengan masalah ekonomi, sosial, budaya serta pembangunan.
Pendidikan lingkungan diarahkan untuk mengembangan pemahaman dan motivasi serta keterampilan yang tambah dengan kepedulian terhadap penggunaan dan konservasi sumber daya alam secara wajar.
Pembelajaran pendidikan lingkungan seharusnya memberikan bukan hanya pengetahuan semata, tetapi juga mampu menjembatani kesenjangan antara pemahaman dan kesadarannya tentang permasalahan lingkungan yang ada. Selain itu pendidikan lingkungan juga harus meningkatkan kesadaran untuk menjaga lingkungan, memiliki kepedulian yang bertanggung jawab kepada lingkungan, serta meningkatkan kemauan untuk mengubah lingkungan menjadi lebih baik (Hamzah, 2013).
Penilaian Pendidikan
Pendidikan memiliki peranan penting dalam perkembangan dan kelangsungan hidup bangsa. Di dalam buku yang diterbitkan Bloom pada tahun 1971 yang berjudul “Handbook On Formative and Summative Evaluation Of Student Learning” terdapat teori mengenai indetifikasi skill dalam pendidikan, yang disebut dengan konsep Taksonomi Bloom. Konsep ini menyatakan tujuan pendidikan terbagi menjadi 3 ranah yaitu: pengetahuan, sikap dan kreativitas.
a. Ranah pengetahuan adalah segala seuatu yang mencakup aktifitas otak yang berkaitan dengan aspek-aspek penalaran dan pikiran. Ranah ini terbagi menjadi 6 kategori dari terendah hingga tertinggi, yaitu:
1) Pengetahuan (knowledge)
Pada kategori terendah ini, dimaksudkan dapat mengingat kembali sesuatu yang sudah dipelajari. Dan merupakan kemampuan untuk mengenali dan mengingat peristihalan, definisi, fakta-fakta, gagasan, pola, urutan, metodelogi, prinsip dasar dan sebagainya.
2) Pemahaman (comprehension)
Ditingkat ini, seseorang dimaksudkan dapat memahami atau menangkap makna dari hal yang dipelajar dan dapat menginterpretasikan kembali isi dari hal yang dipelajari itu.
3) Penerapan (application)
Pada kategori ini, dimaksudkan seseorang dapat menerapkan konsep atau metode untuk menghadapi suatu kasus yang nyata dan baru. Merupakan kemampuan untuk menerapkan gagasan, prosedur, metode, teori dan sebagainya.
4) Analisis (analysis)
Merupakan kemampuan untuk menguraikan suatu informasi menjadi beberapa bagian untuk mempeloreh pemahaman yang lebih luas.
5) Sintesis (Synthesis)
Kemampuan merangkai atau menyusun kembali untuk membentuk atau mencipatan suatu pemahaman baru. Pada kategori ini seseorang dapat mengenali data atau informasi yang harus didapat untuk menghasilkan solusi yang dibutuhkan.
4 6) Evaluasi (evaluation)
Pada kategori tertinggi ini, seseorang dapat memberikan penilaian terhadap suatu materi pembelajaran, argumen yang berkenaan dengan sesuatu yang diketahui, dipahami, dilakukan, dianalisis dan dihasilkan.
b. Ranah sikap adalah segala sesuatu yang berkenanan dengan kemampuan dan penguasaan segi emosional seperti perasaan, sikap dan nilai.
1) Penerimaan (recieving)
Pada kategori terendah ini, kemampuan untuk menunjukan penghargaan terhadap orang lain. Dimaksudkan seseorang dapat memperhatikan dan memberikan respon terhadap stimulasi yang tepat.
2) Partisipasi (responding)
Kemampuan berpartisipasi dalam suatu kegiatan. Seseorang dimaksudkan dapat memberikan suatu reaksi dari kejadian yang terjadi, meliputi persetujuan, kesediaan dan kepuasan dalam memberikan tanggapan.
3) Penilaian atau Penentuan Sikap (valuing)
Kemampuan untuk memberi penilaian atas suatu kejadian yang nantinya nilai tersebut ditunjukan melalui perilaku.
4) Organisasi (organization)
Kemampuan untuk membentuk suatu sistem nilai sebagai pedoman dan pegangan dalam kehidupan.
5) Karakterisasi (characterization)
Pada kategori tertinggi ini, kemampuan untuk mengendalikan perilaku sehingga menjadi karakteristik gaya hidup. Dimaksudkan seseorang dapat mengahayati nilai kehidupan sehingga menjadi milik pribadi dan menjadi pegangan nyata dalam mengatur kehidupanya.
c. Ranah Kreativitas adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan keterampilan, gerakan- gerakan atau kemampuan fisik. Keterampilan ini dapat diasah jika dilakukan terus- menerus.
1) Persepsi (perception)
Pada kategori terendah ini, kemampuan untuk menggunakan isyarat-isyarat sensoris dalam menjalankan aktivitas.
2) Kesiapan (set)
Kesiapan fisik, mental dan emosional untuk melakukan gerakan. Kemampuan untuk menempatkan dirinya saat memulai suatu gerakan.
3) Gerakan terbimbing (guided response)
Kemampuan untuk melakukan suatu gerakan sesuai dengan instruksi yang diberikan.
4) Gerakan yang terbiasa (mechanical response)
Kemampuan untuk melakukan gerakan tanpa melihat contoh yang sudah diberikan.
5) Gerakan yang kompleks (compkex response)
Kemampuan untuk melakukan gerakan atau keterampilan yang terdiri dari banyak tahap dengan lancar, tepat dan efisien.
6) Penyesuaian pola gerakan (adjusment)
Kemampuan untuk melakukan perkembangan suatu gerakan dan dapat disesuaikan dalam berbagai situasi.
7) Kreativitas (creativity)
Pada kategori tertinggi ini, seseorang dimaksudkan dapat mempunyai kemampuan untuk menciptakan gerakan baru atas inisiatif sendiri.
Ekonomi Islam
Menurut Wilson (2006) (dalam Wildana, 2014) menyatakan Ekonomi Islam memiliki beberapa peraturan untuk menjaga kegiatan ekonomi agar tetap berada di dalam jalan yang benar. Terdapat tiga peraturan, yaitu:
1) The Principle of Moderation
2) The Principle of Economic Efficiency 3) The Principle of Social Justice
5
Ekonomi Islam memfokuskan pada satu tujuan yaitu untuk mengorganisasi dan mengatur sumber daya ekonomi yang terdapat di alam. Sumber daya adalah sesuatu yang berguna dan memiliki nilai di dalam kondisi di mana kita menemukannya. Terdapat tiga jenis sumber daya menurut (Reksohadiprodjo & Prabowo, 1985), yaitu:
1) Yang dapat diperbaharuhi (renewable resources)
2) Yang tak dapat diperbaharuhi (non-renewable resources) 3) Yang dapat diganti dan yang tidak dapat diganti
Peningkatan jumlah ekonomi akan diikuti juga dengan penggunaan sumber daya alam, tingkat penyebaran limbah dan perusakan lingkungan. Pembangunan ekonomi erat kaitannya dengan peningkatan produksi secara terus-menerus dalam jangka panjang. Semakin tinggi laju pertumbuhan ekonomi akan diikuti dengan menurunnya sumber daya alam dalam kuantitas maupun kualitas.
Hubungan Teori Perilaku dengan Nilai-nilai Ekonomi Islam
Perilaku manusia merupakan hasil dari segala macam pengalaman serta interaksi manusia
dengan lingkungan yang terwujud dalam bentuk pengetahuan, sikap dan tindakan. Perilaku merupakan suatu kegiatan yang tidak terjadi secara semena-mena, akan tetapi disebabkan oleh aktivitas yang dilakukan manusia karena adanya rangsangan yang datang dari luar (Hamzah, 2013).
Perilaku erat hubungannya dengan empat nilai dasar Ekonomi Islam yang terdiri dari;
1. Nilai Ketuhanan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Ketuhanan adalah keesaan Allah, kuat kepercayaannya bahwa Allah hanya satu. Hal ini mengajarkan bahwa segala sesuatu berasal dari Allah dan bertujuan akhir kepada Allah. Sebagai seorang muslim dalam melakukan kegiatan sehari-hari termasuk dalam menggunakan sumber daya alam harus disesuaikan dengan syariat Islam yang dijadikan sebagai pedoman berperilaku.
2. Nilai Keadilan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia keadilan secara bahasa adalah sifat (perbuatan, perlakuan, dan sebagainya) yang adil. Secara istilah keadilan adalah keadaan di mana setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya. Dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 188 yang artinya:
“Dan jaganlah sebagaian kamu memakan harta sebagaian yang lain diantara yang kamu…”
Ayat ini menjelaskan bahwa sebagai umat muslim dalam berperilaku harus bersifat adil dimana tidak ada pihak yang dirugikan dalam suatu hubungan antar manusia. Begitu juga dalam menggunakan sumber daya alam umat muslim harus dapat bertindak bijak dalam menerapkan nilai keadilan didalamnya agar generasi selanjutnya dapat menggunakan sumber daya tersebut.
3. Nilai Kebebasan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Kebebasan secara bahasa adalah keadaan bebas atau kemerdekaan. Dalam melakukan kegiatan sehari-hari dan kegiatan ekonomi, umat muslim diberikan kebebasan beraktivitas untuk mencapai tujuan. Namun kebebasan tersebut tidak boleh melanggar aturan-aturan yang telah diberikan oleh Allah SWT. Sama halnya dengan penggunaan sumber daya alam, dimana umat muslim diajarkan untuk memakai sesuai dengan kebutuhan.
4. Nilai Tanggung Jawab
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatu. Sebagai umat muslim yang sudah mendapat amanah sebagai khalifah di muka bumi sudah seharusnya dapat mempertanggung jawabkan apa yang telah diberikan Allah untuk diolah dan dipertanggung jawabkan, seperti dalam mengelola barang yang sudah digunakan atau sudah menjadi sampah agar tidak menjadi dampak buruk bagi masyarakat lainnya.
Pengelolaan Sampah
Rasulullah SAW bersabda bahwa kebersihan merupakan sebagian dari Iman. Maka manusia sudah seharusnya menjaga kebersihan lingkungan karena dampak-dampak yang dihasilkan dari pembuangan sampah tidak pada tempatnya akan berakibat buruk bagi manusia itu sendiri dan juga lingkungan sekitar. Menurut Sastrawijaya (1991) menyatakan sampah merupakan bahan yang tidak dapat dipakai kembali, karena terlah diambil nilai utamanya, dalam pengelolaan menjadi bagian
6
yang tidak disukai dan secara ekonomis tidak ada harganya. Menurut Kastaman & Kramadibrata (2007) menyatakan pengelolan dan pemanfaatan jenis sampah terbagi menjadi 2, yaitu:
1) Sampah organik
Meurpakan sampah yang terdiri dari bahan organik yang memiliki sifat mudah membusuk jika dibiarkan. Contohnya adalah makanan sisa, daun dan pepohonan.
2) Sampah Non Organik
Merupakan sampah yang tidak mudah membusuk atau tidak bisa diuraikan. Contohnya adalah plastik, kaleng, botol gelas dan logam.
Jenis-jenis sampah tersebut nantinya akan dibawa ke tempat pembuangan akhir dan akan dilakukan proses penanganan dan penimbunan lebih lanjut. Menurut Bahar (1986) menyatakan proses penanganan dan penimbunan sampah meliputi:
1) Refuse Compacting 2) Open Trench Burning 3) Open Dumping 4) Dumping at Sea 5) Sanitary Landfill
Selain proses diatas, sampah juga dapat diolah kembali menjadi produk yang baru melalui proses daur ulang. Menurut Bahar (1986) menyatakan terdapat beberapa proses daur ulang diantaranya adalah:
1) Pengemposan
2) Pengelolaan sampah menjadi makanan ternak 3) Daur ulang sampah sesuai dengan jenisnya
C. METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa S1 Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang dengan sampel sebanyak 86 orang. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pengetahuan, sikap dan kreativitas, sedangkan variabel terikatnya adalah perilaku pengelolaan sampah. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda, uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji multikolinearitas, uji Fdan uji t.
D. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan cara menyebar kuesioner kepada 86 responden mahasiswa S1 Prodi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang, maka dapat diambil beberapa gambaran tentang karakteristik responden yang diteliti yaitu jenis kelamin, usia dan semester. Adapun karakteristik responden tersebut sebagai berikut:
a. Deskripsi Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Tabel 1: Deskripsi Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
No. Jenis Kelamin Jumlah Persentase (%)
1 Laki-Laki 37 43%
2 Perempuan 49 57%
Jumlah 86 100%
Berdasarkan tabel 1 diatas, hal ini dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan responden mahasiswa S1 Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang di dominasi oleh perempuan.
7
b. Deskripsi Karakteristik Responden Berdasarkan Mata Kuliah Yang Wajib Ditempuh Tabel 2: Deskripsi Karakteristik Responden Berdasarkan Mata Kuliah Yang Wajib Ditempuh
No. Mata Kuliah ESDA
Jumlah Persentase (%)
1 Sudah
menempuh
86 100%
2 Belum
menempuh
- -
Jumlah 86 100%
Berdasarkan tabel 2 diatas, data ini dapat diketahui bahwa semua responden mahasiswa S1 Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang sudah menempuh mata kuliah ESDA sebanyak 86 orang.
c. Deskripsi Karakteristik Responden Berdasarkan Semester Tabel 3: Deskripsi Karakteristik Responden Berdasarkan Semester
No. Semester Jumlah Persentase (%)
1 Semester 4 28 32.5%
2 Semester 6 28 32.5%
3 Semester 8 30 35%
Jumlah 86 100%
Berdasarkan tabel 3 diatas, hal ini disimpulkan bahwa mahasiswa S1 Program Studi Ekonomi Islam semester 8 lebih banyak daripada semester lainnya yang ada pada tabel di atas.
Pada Semester ini dinilai dapat mempengaruhi perilaku mahasiswa dalam pengelolaan sampah karena sudah menyelesaikan semua mata kuliah yang ada di prodi Ekonomi Islam.
Hasil Uji Regresi Linear Berganda
Analisis regresi digunakan untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Berdasarkan analisis regresi dengan menggunakan program SPSS 16.0 diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel 4 Hasil Uji Regresi Linear Berganda
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 6.808 2.366 2.877 .005
x1 -.034 .028 -.086 -1.229 .225
x2 .281 .048 .649 5.885 .000
x3 .193 .150 .142 1.285 .202
Tabel 4 diatas menunjukkan bahwa persamaan regresi linear berganda pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
𝑌 = 𝛼 + 𝛽1𝑋1 + 𝛽2𝑋2 + 𝛽3𝑋3 + 𝑒
𝑌 = 6.808 + (−0.034) 𝑋1 + 0.281 𝑋2 + 0.193 𝑋3 + 𝜀 Dari persamaan regresi linier berganda di atas, dapat dijelaskan bahwa:
a) Nilai konstanta yang diperoleh sebesar 6.808. Artinya apabila nilai variabel X1, X2 dan X3 mempunyai nilai nol, maka variabel Y akan tetap sebesar 6.808.
b) Nilai koefisien pengetahuan (X1) sebesar -0.034 menunjukkan bahwa variabel ini berpengaruh negatif terhadap perilaku pengelolaan sampah. Artinya semakin kecil
8
pengetahuan tentang pengelolaan sampah yang diketahui mahasiswa S1 Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, maka perilaku terhadap pengelolaan sampah akan menjadi menurun.
c) Nilai koefisien sikap (X2) sebesar 0.281 menunjukkan bahwa variabel ini berpengaruh positif terhadap perilaku pengelolaan sampah. Artinya semakin besar sikap tentang pengelolaan sampah yang diterapkan mahasiswa S1 Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, maka perilaku terhadap pengelolaan sampah akan menjadi lebih baik.
d) Nilai koefisien kreativitas (X3) sebesar 0.193 menunjukkan bahwa variabel ini berpengaruh positif terhadap perilaku pengelolaan sampah. Artinya semakin tinggi tingkat kreativitas mahasiswa S1 Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya tentang pengelolaan sampah, maka perilaku terhadap pengelolaan sampah akan menjadi lebih baik.
Hasil Uji Normalitas
Untuk dapat menguji normalitas model regresi, penelitian ini menggunakan metode Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual.
Gambar 1: Normal P-Plot of Regression Standardized Residual
Berdasarkan gambar 1 diatas, disamping menggunakan uji grafik dilengkapi dengan uji statistik, salah satunya dengan menggunakan uji statistik non-parametik Kolmogorof-Smirnov. Jika hasil K- S mempunyai nilai p > 0,05, maka dapat dikatakan unstandardized residual normal.
Tabel 5: One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 86
Normal Parametersa Mean .0000000
Std. Deviation 1.84624780
Most Extreme Differences Absolute .113
Positive .113
Negative -.071
Kolmogorov-Smirnov Z 1.052
Asymp. Sig. (2-tailed) .218
Hasil Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk mendeteksi terjadinya nilai relevan yang berbeda dari setiap varian variabel bebas yaitu sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku dalam model regresi.
9 Gambar 2: Uji Heteroskedastisitas
Pada gambar 2 di atas, dari hasil uji heteroskedastisitas terlihat bahwa scatterplot tidak membentuk suatu pola tertentu serta titik-titik dari data menyebar secara acak menyebar di atas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi atau data bersifat homoskedastisitas, sehingga model regresi layak digunakan untuk memprediksi keputusan pembelian konsumen terhadap produk makanan kemasan bersertifikat halal MUI.
Hasil Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas digunakan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya kolerasi antar variabel bebas yaitu sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku. Multikolinearitas dapat diketahui dari nilai Tolerance dan Variance Invlation Factor (VIF). Apabila nilai Tolerance
< 0.1 atau Variance Invlation Factor (VIF) > 10, maka terjadi multikolinearitas. Jika nilai Tolerance
> 0.1 dan nilai Variance Invlation Factor (VIF) < 10, maka tidak terjadi multikolinearitas.
Tabel 6: Hasil Uji Multikolinearitas
Model Collinearity Statistics Tolerance VIF
X1 .998 1.002
X2 .404 2.472
X3 .405 2.470
Berdasarkan tabel 6 di atas, nilai tolerance semua variabel lebih dari 0.1 dan nilai variance inflation factor (VIF) kurang dari 10. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa data penelitian ini tidak mengalami multikolinearitas antar variabel bebas.
Hasil Uji F
Uji F dalam penelitian ini digunakan untuk mengukur pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara simultan. Hasil uji secara simultan antar variabel dapat dilihat pada tabel berikut:
10 Tabel 7: Hasil Uji Hipotesis Secara Simultan
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 427.580 3 142.527 40.338 .000a
Residual 289.734 82 3.533
Total 717.314 85
Berdasarkan tabel 7 di atas, dapat diketahui bahwa nilai F hitung sebesar 40.338 dengan nilai F tabel pada tingkat signifikansi 0.05 sebesar 2.72. Hal ini menunjukan bahwa nilai F hitung 40.338 lebih besar dari F tabel 2.72 sehingga ho diterima atau dapat disimpulkan bahwa variabel pengetahuan, sikap dan kreativitas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel perilaku pengelolaan sampah.
Hasil Uji t
Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi variabel independen secara parsial berpengaruh terhadap variabel dependen. Berdasarkan hasil uji t dengan SPSS 16.0 yang disajikan pada tabel 1 di atas, untuk menentukan hasil dari uji T masing-masing dari variabel independen akan dibandingkan dengan t tabel sebesar 1,98896 dengan drajat signifikan 0.05.
Dilihat dari hasil t hitung variabel pengetahuan lebih kecil -1.229 dari t tabel sebesar 1,98896 dengan signifikansi lebih besar dari 0.05. Dapat simpulkan bahwa variabel pengetahuan tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap perilaku pengelolaan sampah. Nilai t hitung variabel sikap lebih besar 5.885 dari t tabel sebesar 1,98896 dengan signifikansi lebih kecil dari 0.05. Hal ini dapat disimpulkan bahwa variabel sikap berpengaruh signifikan secara parsial terhadap perilaku pengelolaan sampah. Nilai t hitung variabel kreativitas lebih kecil 1.285 dari t tabel sebesar 1,98896 dengan signifikansi lebih besar dari 0.05. Dapat simpulkan bahwa variabel kreativitas tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap perilaku pengelolaan sampah.
Pembahasan
Berdasarkan hasil dari data yang telah dianalisis dalam penelitian ini, dapat diketahui bahwa terdapat hubungan baik secara simultan antara variabel pengetahuan, sikap dan kreativitas terhadap variabel perilaku pengelolaan sampah pada mahasiswa Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya. Hasil dari uji T atau secara parsial, terdapat dua variabel yang tidak signifikan yaitu variabel pengetahuan dan variabel kreativitas, artinya adalah variabel pengetahuan dan variabel kreativitas tidak berpengaruh terhadap perilaku pengelolaan sampah. Sedangkan variabel sikap memiliki nilai positif yang artinya variabel sikap berpengaruh terhadap perilaku pengelolaan sampah.
Pengaruh Pendidikan Lingkungan Terhadap Pengetahuan Pada Perilaku Pengelolaan Sampah
Hasil dari penelitian menunjukan bahwa variabel pengetahuan tidak berpengaruh terhadap variabel perilaku pengelolaan sampah dikarenakan hasil t hitung lebih kecil -1.229 dari t tabel.
Artinya adalah variabel pengetahuan yang memiliki 6 indikator yaitu: pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan evaluasi tidak berpengaruh terhadap perilaku mahasiswa Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya terhadap pengelolaan sampah.
Terdapat sebuah penelitian dari (Nuroso & Windarti, 2010) yang menyatakan bahwa perkembangan kognitif tiap mahasiswa tidak sama. Beberapa dari mahasiswa mampu lebih dulu mengembangkan pola pikirnya dibandingkan dengan mahasiswa yang lain. Hal ini juga dapat dipengaruhi oleh kurikulum atau mata kuliah yang diberikan tidak memadai. Mata kuliah yang diberikan kepada mahasiswa hanya terbatas kepada pendidikan sumber daya alam yang dimana hal tersebut membahas lingkungan secara keseluruhan dan tidak berfokus kepada satu pembahasan yaitu teknik pengelolaan sampah. Maka dari itu variabel pengetahuan yang didalamnya membahas pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan evaluasi tidak berpengaruh terhadap perilaku mahasiswa Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya terhadap pengelolaan sampah.
11
Pengaruh Pendidikan Lingkungan Terhadap Sikap Pada Perilaku Pengelolaan Sampah Hasil dari penelitian menunjukan bahwa variabel sikap berpengaruh positif terhadap variabel perilaku pengelolaan sampah hal ini dapat dibuktikan dari hasil t hitung lebih besar 5.885 dari t tabel. Artinya adalah variabel sikap yang memiliki 5 indikator yaitu: penilaian, partisipasi, penentuan sikap, organisasi dan karakterisasi berpengaruh terhadap perilaku mahasiswa Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya terhadap pengelolaan sampah. Hal ini dapat disimpulkan bahwa mahasiswa pada umumnya bertindak dalam hal mengelola sampah atau membuang sampah pada tempatnya cenderung dipengaruhi sesuai dengan kesadaran diri pribadi dan juga ligkungan sekitar serta keluarga. Jadi lebih banyak mahasiswa yang melakukan sesuatu kegiatan dalam hal ini mengelola sampah tanpa mengetahui dasar atau landasan teori dari mengelola sampah tersebut. Banyak dari mahasiswa yang lebih memahami praktik daripada teori yang menjadikan variabel afektif ini memiliki pengaruh positif terhadap perilaku pengelolaan sampah.
Pengaruh Pendidikan Lingkungan Terhadap Kreativitas Pada Perilaku Pengelolaan Sampah Hasil dari penelitian menunjukan bahwa variabel kreativitas tidak berpengaruh terhadap variabel perilaku pengelolaan sampah dikarenakan hasil t hitung lebih kecil 1.285 dari t tabel.
Artinya adalah variabel kreativitas yang memiliki 1 indikator yaitu: kreativitas tidak berpengaruh terhadap perilaku mahasiswa Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya terhadap pengelolaan sampah.
Hal ini dikarenakan kreativitas masing-masing mahasiswa berada di taraf atau tingkat yang berbeda-beda. Pada dasarnya semua manusia memiliki kreativitas tersendiri, hanya saja beberapa dari mereka tidak dikembangkan lebih jauh. Dalam hal ini dapat berarti bahwa mahasiswa tersebut tidak terlalu peduli terhadap pengelolaan sampah, sehingga menjadikan variabel psikomotorik ini tidak berpengaruh terhadap perilaku pengelolaan sampah.
KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan
Kesimpulan dari penelitian ini adalah:
1. Pada kenyataannya dalam hal yang meliputi pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi, dapat dikatakan mahasiswa S1 prodi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang belum memahami secara teori tentang pengelolaan sampah seperti membuang sampah harus sesuai dengan jenisnya, cara-cara memanfaatkan sampah kembali, mengurangi volume sampah yang dihasilkan dan lain sebagainya. Tetapi banyak dari mahasiswa yang belum memahami teori tentang pengelolaan sampah dapat menerapkan pengelolaan sampah di kehidupan sehari-hari, seperti membuang sampah pada tempatnya.
2. Dalam hal sikap atau segala sesuatu yang berhubungan dengan kemampuan dan penguasaan segi emosional mahasiswa S1 prodi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang dapat bertindak sesuai kesadaran diri atau dapat melakukan hal-hal yang mendukung pengelolaan sampah agar menjadi lebih baik.
3. Pada dasarnya mahasiswa S1 prodi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang memiliki tingkatan kreativitas yang berbeda-beda. Sehingga dalam hal pengelolaan sampah, mahasiswa yang memiliki tingkatan kreativitas rendah akan memilih untuk tidak mendaur ulang sampah tersebut atau dapat dikatakan mahasiswa kurang peduli terhadap pengelolaan sampah yang menjadikan mereka memilih untuk membuang sampah tersebut.
12 Saran
Berdasarkan beberapa temuan dalam penelitian ini, saran yang dapat diberikan penulis adalah sebagai berikut:
1. Program Studi Ekonomi Islam lebih baik memperdalam penetapan pembelajaran dibidang ekonomi sumber daya alam terutama pada pengelolaan sampah. Diadakannya pembelajaran teori dan juga praktik agar mahasiswa dapat memahami pentingnya pengelolaan sampah terhadap lingkungan sekitar.
2. Fasilitas yang kurang memadai di sekitar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya juga menjadikan mahasiswa tidak dapat mengelola sampah dengan baik. Lebih baik dimulai dari yang paling mudah yaitu dengan menyediakan tipe-tipe tempat sampah yang berbeda sesuai dengan jenisnya agar memudahkan system daur ulang. Untuk jangka panjang dapat membuka bank sampah, hal ini akan mengajarkan mahasiswa pentingnya mengelola sampah dan meningkatkan kreativitas.
3. Untuk peneliti selanjutnya disarankan menambah metode wawancara agar hasil dari variabel pengetahuan dan kreativitas lebih akurat dan dapat ditinjau ulang.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Azjen, I. 1991. The Theory Of Planned Behaviour, In: Organization Behaviour and Human Decision Process. Amherst. MA: ELSEVIER.
Azwar, S. 2012. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Bahar, Y. H. 1986. Teknologi Penanganan dan Penmanfaatan Sampah. Jakarta: PT. Wacana Utama Pramesti.
Dinas Kebersihan dan Pertamanan. 2016. Basis Data BSM. http://dkp.malangkota.go.id/. diakses tanggal 28 Februari 2016
Bloom, B. S., Hastings, G. T., & Madaus, G. F. 1971. Handbook On Formative And Summative Evaluation Of Student Learning. United States of America: McGraw-Hil, Inc.
Al-Quran dan Terjemahan. http://www.quran30.net/p/sitemap.html. diakses tanggal 10 Maret 2016 Djajadiningrat, S. T. 1997. Pengantar EKonomi Lingkungan. Jakarta : PT Pustaka LP3ES.
Dunn, R., & Dunn, K. 1978. Teaching Students Through Their Individual Learning Styles: A Practical Approach. Restor. Virginia: Restor Publishing.
Fullan, M. 1982. The Future Educational Charge. Ontario: OISE Press.
Ghozali, I. 2006. Aplikasi Analisis Multivariabel Dengan Program SPSS. Semarang: Penerbit UNDIP.
Hadisaputra, M. I. 1981. Anjuran Al-Qur'an-Hadits Untuk Menuntut Ilmu Pengetahuan Pendidikan dan Pengalamannya. Surabaya: Usam Offset Printing.
Hadiwiyono. 1983. Penerangan dan Pemanfaatan Sampah. Jakarta: Idaya.
Hamzah, S. 2013. Pendidikan Lingkungan Sekelumit Wawasan Pengantar. Bandung: PT Refika Aditama.
Situs Resmi Pemerintah Kota Tanggerang. 2016. Perkembangan Program Pengolahan Sampah Jadi Energi di Kota Tanggerang. http://tangerangkota.go.id/ini-perkembangan-program- pengolahan-sampah-jadi-energi-di-kota-tangerang. diakses 29 Februari 2016
James, M. 2001. Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga. Jakarta: Ghalia.
Kastaman, R., & kramadibrata, A. M. 2007. Sistem Pengelolaan Reaktor Sampah Terpadu.
Bandung: Humaniora.
DInas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. 2015. Laporan Pertambahan Penduduk Kota Malang.
http://dispendukcapil.malangkota.go.id/. diakses tanggal 29 Februari 2016 Marimba, A. D. 1989. Pengantar Filsafat Pendidikan Islam. Bandung: Al-Ma'Arif.
Minarti, S. 2013. Ilmu Pendidikan Islam: Fakta Teoritis-Filosofis dan Aplikatif-Normatif. Jakarta:
Paragonatama Jaya.
Moekijat. 1991. Latihan dan Pengembangan SDM. Bandung: Mandar Maju.
Mudyaharjo. 2002. Filsafat Ilmu Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Neuman, W. L. 2006. Social Research Methods: Qualitatif and Quantitatif Approach. USA:
University Of Wisconsin Page.
Notoatmodjo, S. 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
13
Badan Pusat Statistik Kota Malang. 2010. Penduduk Kota Malang menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin, Tahun 2000 - 2010. http://malangkota.bps.go.id/. diakses tanggal 29 Februari 2016
Rachman, M. 1999. Manajemen Kelas. Jakarta: Depdikbud dan Rineka Cipta.
Reksohadiprodjo, s., & Brodjonegoro, A. B. 1989. Ekonomi Lingkungan (Suatu Pengantar).
Yogyakarta: BPFE.
Reksohadiprodjo, S., & Prabowo, D. 1985. Pengantar Ekonomi Sumberdaya Alam. Yogyakarta:
BPFE.
Saefuddin, A. M. 1987. Ekonomi dan Masyarakat dalam Perspektif Islam. Jakarta: Rajawali.
Sa'id, E. G. 1987. Sampah Masalah Kita Bersama. Jakarta: PT Melton Putra.
Sastrawijaya, A. T. 1991. Pencemaran Lingkungan. Jakarta: PT Melton Putra.
Singarimbun, M., & Effendi, S. 1985. Metode Penelitian Survey. Jakarta: LP3ES.
Skinner, B. F. 1938. The Behaviour Of Organisms: An Ecperimental Analysis. Cambridge.
Massachusetts: B. F. SKinner.
Soekanto, S. 2009. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.
Sugiono. 2003. Statistik Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Sugiono. 2007. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiono. 2009. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.
Sujarweni, V. W. 2015. Metodelogi Penelitian Bisnis dan Ekonomi. Yogyakarta: PT. Pustaka Baru.
Situs Berita dan Informasi Lingkungan. 2014. Surabaya, Kota Percontohan Pengolahan Sampah Terbaik Indonesia. http://www.mongabay.co.id/. diakses tanggal 29 Februari 2016 Sutikno, & Maryunoni. 2006. Ekonomi Sumber Daya Ekonomi. Malang: BPFE UB.
Tafsir, A. 2008. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Tobing, I. S. 2005. Dampak Sampah Terhadap Kesehatan Lingkungan dan Manusia. Jakarta:
Universitas Nasional dan Dikmenti DKI.
Pujiharti, Lilis. 2016. Volume Sampah Kota Malang Mencapai 660 ton per hari.
http://www.malangtimes.com. diakses tanggal 29 Februari 2016
Wijaya, T. 2013. Metodologi Penelitian Ekonomi dan Bisnis Teori dan Praktik. Jakarta: Graha Ilmu.