PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT PERONTOK JAGUNG DENGAN MATA BERPUTAR DIGERAKKAN
SECARA MANUAL
SKRIPSI
Disusun Untuk Memenuhi Syarat Menyelesaikan Program Pendidikan Strata 1 Pada Program Studi Teknik Mesin
Oleh :
WAHYU AFRIAN AGHNAS 1602220116
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS TRIDINANTI PALEMBANG 2020
Motto
“Apabila telah datang pertologan Allah dan kemenangan, dan engkau melihat manusia berbondong – bondong masuk agama Allah, Maka bertasbihlh dengan memuji tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada - nya. Sungguh, dia maha penerima tobat”
(An-nasr. Qs- 110)
“Sebuah perjalanan yang halus tidak akan pernah membuat pejalan menjadi terampil”
(Penulis)
Kepersembahkan untuk:
- Kepada kedua orang tuaku dan keluargaku - Untuk teman-teman
konco pekok dan angkatan 2016
iv
ABSTRAK
Perancangan dan pembuatan alat perontok jagung dengan mata potong berputar yang digerakkan secara manual ini, dilakukan dengan tujuan untuk menyediakan alat perontok yang tidak tergantung dengan jaringan listrik dan bahan bakar minyak. Diperoleh diameter mata perontok 170 mm, tebal 11 mm, tinggi 11 mm, dengan jumlah 93 buah dan bahan berasal dari SC 37. Kapasitas perontokkan 500 gram/menit, diperoleh momen torsi pada mata perontok sebesar 662,5 kg/mm, gaya tengensial yang diberikan mata perontok sebesar 7,887 kg, tegangan bengkok yang terjadi 0,0698 kg/mm2 dan tegangan bengkok yang diizinkan dengan menggunakan bahan SC 37, diperoleh sebesar 3,083 kg/mm2. Diameter poros mata perontok 70 mm. Tuas menggunakan bahan yang sama dengan mata perontok yaitu SC 37, dimana Tegangan bengkok pada tuas pemutar sebesar 0,606 kg/mm2 dan bengkok yang diizinkan diperoleh sebesar 3,083 kg/mm2.
Kata kunci : Mata Perontok, kapasitas perontokkan, tuas pemutar.
vii
ABSTRACT
The design and manufacture of this corn thresher with a rotating cutting blade that is driven manually, is carried out with the aim of a threshing device that is not dependent on the power grid and fuel oil. Obtained the diameter of thresher’s eye 170 mm, thickness 11 mm, height 11 mm, with a amount of 93 pieces and materials from SC 37. The threshing capacity was 500 grams/minute, obtained a torque moment on the thresher's eye of 662.5 kg/mm, a tengential force given by thresher’s eye 7,887 kg, a bent voltage that occurred was 0.0698 kg/mm2 and a bent voltage that was allowed using SC 37 material, were obtainded at 3.083 kg/mm2. The diameter of the thresher's shaftis 70 mm. The lever uses the same material as the threshing eye, namely SC 37, where the bent voltage on the turning lever is 0.606 kg/mm2 and the allowed bend is obtained at 3.083 kg/mm2.
Keywords: Thresher’s eye, threshing capacity, player lever.
viii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PENGESAHAN ... ii
MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... iv
KATA PENGANTAR ... v
ABSRACT ... vii
DAFTAR ISI ... ix
DAFTAR GAMBAR ... xii
DAFTAR TABEL ... xiii
BAB I. PENDAHULUAN 1. 1. Latar Belakang ... 1
1. 2. Rumusan Masalah ... 2
1. 3. Batasan masalah ... 2
1. 4. Tujuan ... 2
1. 5. Manfaat ... 3
BAB II. LANDASAN TEORI 2. 1. Pengertian Alat ... 4
2. 2. Jenis Perontok Jagung ... 4
2. 2. 1. Alat Dengan Perontok Tangan ... 4
2. 2. 2. Perontok Model Bearing ... 5
2. 2. 3. Perontok Model Spong ... 5
2. 3. Perancangan Alat ... 2. 4. Cara Kerja ... 7
2. 5. Dasar-dasar Pemilihan Bahan ... 8
2. 5. 1. Sifat Mekanis Bahan ... 8
2. 5. 2. Sifat Fisik Bahan ... 8
ix
2. 5. 3. Sifat Teknis Bahan ... 8
2. 5. 4. Mudah Didapat Dipasaran ... 9
2. 5 .5. Murah Harganya ... 9
2. 5. 6. Bahan Yang Digunakan Harus Seusai Fungsinya ... 9
BAB III. METODE PENELITIHAN 3.1 Diagram Alir ... 10
3. 2. Perancangan Dan Pembuatan Alat ... 11
3. 2. 1. Metode Studi Literatur... 11
3. 2. 2. Metode Studi Lapangan ... 11
3. 3. Perencanaan Untuk Perontok Jagung ... 11
3. 4. Rumus Rumus Yang Digunakan ... 12
3. 4. 1. Momen Torsi Pada Poros Mata Perontok ... 12
3. 4. 2. Gaya Tangensial Yang Diberikan Mata Perontok ... 13
3. 4. 3. Tengangan Geser Yang Diberikan Mata Perontok ... 13
3. 4. 4. Tengangan Bengkok Pada Lengan Pemutar ... 14
3. 4. 5. Tengangan Bengkok Yang Diizinkan Pada Tuas Pemutar ... 14
3. 5. Alat Dan Bahan Pembuatan ... 14
3. 5. 1. Alat Yang Digunakan ... 14
3. 5. 2. Bahan Yang Digunakan ... 15
3. 6. Prosedur Pembuatan Alat ... 15
3. 6. 1. Prosedur Pembuatan Alat ... 16
3. 6. 2. Prosedur Pengujian Alat ... 16
3. 7. Tempat Dan Waktu Penelitian ... 17
3. 7. 1. Jadwal Pelaksanaan ... 17
BAB IV. PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN 4. 1. Momen Torsi Pada Poros Mata Perontok ... 18
4. 2. Gaya Tangensial Yang Diberikan Mata Perontok ... 18
x
4. 3. Tegangan Bengkok Yang Terjadi Pada Mata Perontok ... 19
4. 4. Tegangan Bengkok Yang Diizinkan Pada Mata Perontok ... 19
4. 5. Tegangan Bengkok Yang Diizinkan Pada Tuas Pemutar ... 21
4. 6. Hasil Pengujian ... 21
4. 7. Pengujian Alat ... 22
4. 8. Pembahasaan ... 23
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN 5. 1. Kesimpulan ... 24
5. 2. Saran ... 24 DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
xi
DAFTAR GAMBAR
GAMBAR:
2. 1. Perontok Dengan Tangan ... 4
2. 2. Perontok Model Bearing ... 5
2. 3. Perontok Model Sepong ... 6
2. 4. Alat Perontok Jagung Secara Manual ... 7
3. 1.Diagram Alir ... 10
3. 2. Alat Perontok Jagung Secara Manual ... 12
4. 1. Grafik Data Pengujian ... 23
xii
DAFTAR TABEL
Tabel 4. 1. Tabel Pengujian ... 22
xiii
1 BAB I PENDAHULUAN
1. 1. Latar Belakang
Untuk kemudahan data pada studi dalam pengelolahan hasil pakan ternak unggas, khususnya petani dalam pengolahan hasil peratanian jagung. Selain sebagai salah satu makanan pokok, jagung juga dapat di manfaatkan sebagai bahan baku industri pangan ternak unggas. Jagung untuk pakan unggas, daging jagung yang di rontokkan dan dikeringkan. Banyaknya permintaan konsumen akan ketersediaan pangan ternak. Petani meningkatkan produksi jagung sebagai pakan ternak. Oleh karena itu masyarakat merancang alat untuk mempercepat merontokkan daging jagung.
Perontok jagung yang akan di rancang dengan sistem manual pengunaan yang perlu diperhatikan. Alat ini berguna merontokan jagung dari pengiling, untuk melumatkan (memecahkan) daging jagung yang dibuat menghemat biaya dan mempermudah kerja dari para petani. Alat ini dirancang khusus untuk memproduksi jagung pakan ternak unggas.
Dari uraian-uraian yang dijelaskan diatas, sehingga penulis mengambil
skripsi dengan judul: ”PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT
PERONTOK JAGUNG DENGAN MATA BERPUTAR DIGERAKKAN SECARA MANUAL”
2
1. 2. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan penulis angkat dalam skripsi ini, adalah :
1. Bagaimanakah merancang dan membuat alat perontok jagung dengan mata berputar digerakkan secara manual ?
2. Bisakah alat yang dirancang dan dibuat digunakan untuk perontok jagung ?
1. 3. Batasan Masalah
Dikarenakan begitu luasnya untuk perancangan dan pembuatan alat perontok jagung dengan mata berputar digerakkan secara manual, maka penulis membatasi permasalahannya, yaitu :
1. Rancangan gambar alat
2. Perhitungan untuk mengetahui ukuran bagian-bagian utama alat dan pemilihan bahan yang sesuai.
3. Menghitung besar gaya pada lengan pemutar untuk perotok jagung.
4. Proses pembuatan dan perakitan 5. Uji coba alat dan data
1. 4. Tujuan
Adapun tujuan dari pada perancangan dan pembuatan alat perontok jagung dengan mata berputar digerakkan secara manual, adalah :
1. Untuk menyediakan alat perontok yang terjangkau bagi petani jagung.
2. Menyediakan alat perontok yang tidak tergantung dengan jaringan listrik dan bahan bakar minyak.
3
1. 5. Manfaat
Manfaat yang diperoleh dari perancangan dan pembuatan alat perontok jagung dengan mata berputar digerakkan secara manual, adalah :
1. Dapat dioperasikan pada daerah yang tidak terdapat jaringan listrik dan fasilitas bahan bakar.
2. Harga alat perontok jagung terjangkau bagi petani.
3. Untuk mengoperasikannya tidak memerlukan keterampilan khusus.
24
DAFTAR PUSTAKA
1. Sularso, Ir. MSME dan Suga Kiyokatsu 2017 “Dasar dan Pemilihan Elemen Mesin” Cetakan Ke Sebelas, PT. Pradya Paramita, Jakarta.
2. Gere James M dan Timonshenko, Stephen P 1991 “Mechine of Material”, Third Edition, Chapman & Hall, Australia.
3. Jain R.K. 1983. Mechine Design, Khama Publishers Delhi, 3 rd Edition, New Delhi
4. Rochim Taufiq 1993 “Teori dan Teknologi Proses Pemesinan”, Higher Education Development Support Project, Jakarta.
5. Menggambar Mesin Menurut Standar ISO, G. Takeshi Sato, N. Sugiarto. H.
6. Soleh Afif, Ahmad.2020, “Perancangan dan Pembuatan Alat Pres Untuk Produksi Perhiasan Perak” Univ. Tridinanti Palembang.