CONTOH KASUS
Market demand Larutan Amonium Nitrat 10.000 ton/tahun untuk pertanian
1. Kebutuhan pupuk
suatu daerah
DATA DAN INFORMASI PENDUKUNG
• Fasilitas pendukung (Air, Energy/Power, tanah, bahan baku, jalan, dll)
• Informasi teknis tentang sifat
fisik dan kimiawi tentang
bahan baku dan produk.
6 Pilihan sebagai solusi
Alternatif
1. Membeli, menimbun dan mendistribusikan pupuk amonium nitrat cair dari pabrik kimia di daerah lain 2. Membeli amonium nitrat
padat membuat pupuk amonium nitrat cair
Syarat
Penyimpanan dan pendistribusian tidak masalah secara teknis dan ekonomis tangki timbun; jalan raya kondisi laik
Mendisain proses pelarutan amonium nitrat dan penyimpanan
air dan power tersedia
6 Pilihan sebagai solusi (2)
Alternatif
3. Membeli amonia (dari mobil tangki) dan mereaksikan dengan asam nitrat pengaturan konsentrasi larutan
4. Pengembangan alternatif 3, dimana produk ditampung dalam mobil tangki kembali
Syarat
Tersedia asam nitrat didaerah tersebut
6 Pilihan sebagai solusi (2)
Alternatif
5. Membuat amonia, membeli asam nitrat dan menjual kelebihan amonia 6. Amonia dan asam nitrat
dibuat sendiri
Syarat
Bahan baku tersedia untuk pembuatan amonia
Bahan baku tersedia untuk pembuatan amonia dan asam nitrat
Untuk kasus ini yang memungkinkan:
alternatif 2 dan alternatif 5
Alternatif 2
Bongkar muat
Solid storage di
gudang
Pelarutan amonium
nitrat
Solution storage dalam jumlah besar disimpan dalam tangki
timbun Distribusi
Amonium nitrat
padat
Air
Alternatif 5
N
2separator
Sintesis amonium
Reaksi asam nitrat dan amonia dalam
reaktor Amonia storage Hydrocracking
Solution storage/tangki
timbun
Distribusi Udara
Metana
N2 H2 Energi Listrik
Steam
Asam nitrat
ANALISIS STRUKTUR INPUT- OUTPUT
Nisaul Fadilah Dalimunthe, S.T., M.Eng
STRUKTUR INPUT-OUTPUT
Untuk memahami keputusan yang diperlukan untuk menetapkan struktur input-output suatu flowsheet, kita sering menggambar suatu kotak mengelilingi proses seluruhnya.
Selanjutnya kita fokuskan perhatian kita pada bahan baku
yang diumpankan dan produk, by-produk yang diambil.
ATURAN dasar struktur input dan output me-recovery (me-recycle)> 99% bahan baku yang masih berharga
1. Jauh lebih ekonomis bila membuang udara atau air daripada bahan kimia
2. Merecycle reaktan gas dan membuang (purge) gas yang tidak murni
3. Jika pemisahan menggunakan membran (murah), recycle dan purge tidak diperlukan
Proses produk
by produk umpan
aliran
Proses umpan
by produk produk aliran
purge
Keputusan yang Harus Dibuat untuk
Menetapkan Struktur Input–Output Flowsheet
1. Haruskah memurnikan aliran bahan baku sebelum diumpankan ke reactor?
2. Haruskah membuang atau mendaur ulang by- produk reversible?
3. Apakah kita memerlukan daur ulang gas dan aliran pembersihan (purge)?
4. Apakah O2 dari udara atau air merupakan reaktan yang tidak dipulihkan (recovery) dan didaur ulang (recycle)?
5. Berapa banyak aliran produk yang akan ada/dibuat?
6. Apa variabel perancangan (desain) untuk struktur input-output?
1. PURIFIKASI UMPAN (BAHAN BAKU)
Apakah bahan baku perlu dimurnikan sebelum diproses? mendisain sistem pemurnian preproses.
Misalnya proses desulfurisasi untuk penghilangan sulfur untuk menghasilkan amoniak dari gas alam
Apakah setelah produk terbentuk perlu dilakukan purifikasi melalui proses separasi? jenis separasi belum dapat ditentukan secara detil karena belum diketahui jenis pengotor yang mungkin ada pada tahap disain ini
Desulfurizer
secondary reformer
primery reformer konversi CO
(HTSC & LTSC)
stripper absorber
CO2
metanator
refrigerant
roduk NH3
gas alam
T :28 P : 15,1
steam
udara
kompresor purge
P : 40 T: 388
P : 40 T: 621
T: 801 P: 37,2
T: 388
T: 817
T: 621
T: 1002 P : 36,2
T: 371 P : 35,9
P : 35,2 T: 223
T : 93 P : 33,8
P : 33,7 T: 117
P : 8,1 P : 110
P : 1,86 T : 38
P : 2,04 T : 126,1 T
:33,68 T : 70
P : 0,3 T : 344
T : 315,6
P: 165,8 T : 227 P : 165,8
T : 52,3
T : 459 T : 52,3
T : 30/-33 T : 37
P : 32,6
keterangan
P : tekanan (kg/cm2G) T : temperatur oC
PETUNJUK DESAIN UNTUK DIPERTIMBANGKAN PADA PROSES PURIFIKASI
1. Hilangkan pengotor dalam umpan atau proses umpan:
- Bukan inert yang terdapat dalam jumlah signifikan atau besar - Bersifat racun
2. Jika pengotor umpan dalam umpan cairan termasuk byproduk atau komponen produk, biasanya lebih baik diumpankan ke proses melewati sistem separasi.
3. Jika pengotor umpan terdapat dalam jumlah besar, hilangkan (tdk ada kriteria kuantitatif untuk mengindikasi seberapa besar).
PETUNJUK DESAIN UNTUK DIPERTIMBANGKAN PADA PROSES PURIFIKASI
4. Jika pengotor umpan hadir sebagai azeotrop dengan reaktan, sering lebik baik memproses pengotor tsb.
5. Jika pengotor umpan adalah inert namum lebih mudah memisahkannya dari produk daripada umpan, lebih baik memproses pengotor.
6. Jika pengotor umpan adalah racun katalis, hilangkan.
2. Pemulihan atau Daur Ulang By Produk Reversibel
Contoh: Reaksi pembentukan benzen dari toluena:
Karena reaksi kedua adalah reversibel, kita dapat mendaur ulang difenil kembali ke reaktor dalam recycle loop hingga mencapai level kesetimbangan.
Difenil yang didaur ulang akan terdekomposisi membentuk benzene pada laju yang sama sebagaimana benzene akan menghasilkan difenil.
Daur ulang peralatan di recycle loop harus diperbesar
Dihilangkan selektivitas menurun
2 4
2
Toluene H Benzene CH 2 Benzene Diphenyl H
3. DAUR ULANG GAS ATAU PEMBERSIHAN
Suatu reaktan ringan (light reactant) dan juga pengotor umpan yg ringan atau byproduk ringan yg mendidih lebih rendah dari propilen (-55oF, -48oC), maka:
- Gunakan daur ulang gas dan aliran pembersihan - Separasi dengan membran
Reaktan atau gas ringan reaktan atau gas dengan BM rendah umumnya gas
4. JANGAN MEMULIHKAN ATAU MENDAUR ULANG REAKTAN TAK BERHARGA
Terdapat aturan bahwa kita seharusnya memulihkan lebih dari 99% semua material yang bernilai.
Karena material seperti air dan udara kurang bernilai
daripada cairan organik, kita umumnya tidak
memulihkan atau mendaur ulang jumlah tak terkonversi
dari kedua komponen tersebut .
5. JUMLAH ALIRAN PRODUK
Untuk menentukan jumlah aliran produk yang meninggalkan proses, pertama kali kita mendaftar semua komponen yg diharapkan meninggalkan reaktor.
Daftar komponen ini biasanya termasuk komponen-komponen dalam aliran umpan dan semua reaktan dan produk yg nampak dalam setiap reaksi.
Klasifikasi setiap komponen dengan memberikan kode tertentu (no aliran, no komponen)
Kita memisahkan berdasarkan titik didih, dan mengelompokkan komponen terdekat dengan maksud sama.
“Tidak pernah bermanfaat memisahkan dua aliran dan kemudian mencampurnya bersama”
Contoh 1:
kita memiliki 10 daftar komponen berdasarkan titik didih dan dengan kode maksud. Berapa banyak aliran produk yg ada.
Komponen Maksud Komponen Maksud
A waste F Produk utama
B waste G recycle
C recycle H Recycle
D Fuel I by produk
E Fuel J Fuel
Heri Rustamaji Teknik Kimia Unila
Aliran produk adalah : 5
A + B ke pembuangan
D + E ke bahan bakar
F – produk utama ke penyimpanan untuk dijual
I – by produk 1 ke penyimpanan untuk dijual
J ke bahan bakar (J harus dipisahkan dari D dan E u memulihkan komponen F, G, H dan I, sehingga kita mengolah J aliran produk terpisah.
Heri Rustamaji Teknik Kimia Unila
Contoh 2. Berapa banyak aliran produk untuk proses HDA?
Komponent b.p. Destination code Hydrogen -253oC recycle and purge methane -161oC recycle and purge benzene 80oC primary product Toluene 111oC recycle
Diphenyl 253oC fuel_____________
Results: three product streams (4-1=3)
Proses H2, CH4
Difenil Benzen Toluen
Purge: H2, CH4
6. EVALUASI FLOWSHEET
“ Pastikan bahwa semua produk, by- produk, dan pengotor meningggalkan
proses”
VARIABEL DESAIN, NERACA MASSA OVERALL DAN BIAYA ALIRAN
Variabel Desain
Reaksi Komplek konversi reaktor, rasio molar reaktan, tekanan dan suhu reaksi
Reaktan excess Reaktan yg tdk dipulihkan atau
recycle gas dan purge
NERACA MASSA OVERALL
Prosedur membuat neraca massa overall:
Mulai dengan laju produksi tertentu
Dari stoikiometri (dan u reaksi komplek, korelasi u distribusi produk) temukan aliran byproduk
dan kebutuhan reaktan (dalam istilah variabel desain)
Hitung aliran pengotor yg masuk dan keluar u aliran umpan dimana reaktan dipulihkan dan
didaur ulang secara lengkap
Hitung aliran keluar reaktan dalam istilah jumlah excess u aliran dimana reaktan tidak dipulihkan
dan didaur ulang (recycle dan purge atau udara dan air) Hitung aliran masuk dan
keluar untuk pengotor yg masuk dg aliran reaktan
di tahap 4
Proses HDA- Contoh
2 4
2
Toluene H Benzene CH 2 Benzene Diphenyl H
Proses HDA- Lanjutan
5 B
PH
B
Given: P 265 mol/hr benzene 7.65 10 ton/yr,
x 0.75, y 0.4, S 0.9694 (Douglas, 1988; p.521)
P 265
Freshfeed Toluene: 273.4 mol/hr
S 0.9694
Diphenyl produced: (1 ) / 2 4.2 mol/hr Ex
FT
D B
F
P P S S
1 B
2 B
1 2 B
2
4
tents: = 273.4 (P /S, toluene consumed)
=4.2 (P (1-S)/(2S), diphenyl produced;
-2 =P ) Makeup Gas:
(1 ) H :
2 CH :
G B
FH G
B
PH
P P S
y y
S S
F P
2
(1- ) (1 )
[1 (1 )(1 ) / 2] (1 )
&
( ) 2
Balance on H : purged 198.7 (1 )
reacted 2 2
B
FH PH
B PH
G B
FH PH
E PH G
G G
B B
G G
F P
y y
S
P y S S
F P
S y y S
F y P
S F
P
P
P S
S
P
69.2
2 4
2
Toluene H Benzene CH 2 Benzene Diphenyl H
Stream Tables
Stream Costs
Economic potential (EP) at level 2.
EP2= product value + by-product value - raw material costs
Remark: We have not considered the recycle cost yet.
•Summary: Flowsheet Alternatives
- purify the feed: probably not desirable
- recycle diphenyl: We must oversize all the equipment in the diphenyl-recycle loop.
- recover some hydrogen: Is justified by determining the cost of the recovery system.