PERATURAN BUPATI AGAM NOMOR 26 TAHUN 2015
TENTANG
PERUBAHAN ATAS
PERATURAN BUPATI AGAM NOMOR 13 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH
( R K P D )
KABUPATEN AGAM TAHUN 2015
LUBUK BASUNG
2015
LAMPIRAN
PERATURAN BUPATI AGAM NOMOR 26 TAHUN 2015 TANGGAL 3 AGUSTUS 2015
PERUBAHAN ATAS
PERATURAN BUPATI AGAM NOMOR 13 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH
( R K P D )
KABUPATEN AGAM TAHUN 2015
BUPATI AGAM
PERATURAN BUPATI AGAM NOMOR 26 TAHUN 2015
TENTANG
PERUBAHAN ATAS PERATURAN BUPATI AGAM NOMOR 13 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2015
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
BUPATI AGAM,
Menimbang
Mengingat :
:
a. Bahwa dalam rangka menjaga keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaa dan pengawasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2015 serta mengimplemenstasikan ketentuan Pasal 26 ayat (2) Undang- undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Pasal 33 ayat (3), Peraturan Pemeritah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahap, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah dan Pasal 129 ayat 2 (2) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelakasanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, telah ditetapkan Peraturan Bupati Agam Nomor 15 Tahun 2014 tentang Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2015;
b. Bahwa sehubungan dengan perubahan asumsi kerangka ekonomi daerah dan kerangka pendanaan serta rencana program dan kagiatan prioritas daerah, maka peraturan Bupati Agam Nomor 13 Tahun 2014 sebagaimana dimaksud dalam huruf a perlu ditinjau kembali;
1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten Dalam Lingkungan Propinsi Sumatera Tengah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956 Nomor 25);
2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4287);
3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan
Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor
51, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan Dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);
5. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
6. Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587), sebagaimana telah dua kali diubah terakhir dengan Undang- undang Nomor 9 Tahun 2015 (Lembaran negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 85 Tambahan lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679) ;
7. Undang-undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
9. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4594);
10. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);
11. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);
12. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 4);
13. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2012 tentang Rencana Kerja Pemerintaha Tahun 2013;
14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah diubah dua kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011;
15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang
Pelaksanaan Peraturan Pemerintahan Nomor 8 tahun 2008 tentang
Tahapan, tata cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi
Pelaksanaan Rencana pembangunan Daerah;
16. Peraturan Daerah Kabupaten Agam Nomor 11 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Tahun 2006-2025 (Lembaran Daerah Kabupaten Agam Tahun 2005 Nomor 11).
17. Peraturan Daerah Kabupaten Agam Nomor 8 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Tahun 2010-2015 (Lembaran Daerah Kabupaten Agam Tahun 2011 Nomor 8)
18. Peraturan Bupati Agam Nomor 13 tahun 2104 tentang Rencana kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2015 (Berita Daerah kabupaten Agam tahun 2014 Nomor 83)
MEMUTUSKAN :
Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN BUPATI AGAM NOMOR 13 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2015.
Pasal I
Ketentuan dalam Lampiran Peraturan Bupati Agam Nomor 13 Tahun 2014 tentang Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2015 (Berita Daerah Kabupaten Agam tahun 2014 Nomor 83) Diubah, Sehingga selengkapnya sebagaimana tercantum pada Lampiran dan merupakan bagian yang Tidak terpisahkan dari peraturan Bupati ini.
Pasal II
Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan Penempatannya dalam berita Daerah kabupaten Agam.
Ditetapkan di Lubuk Basung
Pada Tanggal 2015 BUPATI AGAM,
INDRA CATRI Diundangkan di Lubuk Basung
pada Tanggal 2015 SEKRETARIS DAERAH,
SYAFIRMAN,SH Pembina Utama Madya NIP. 19580524 198611 1 001
BERITA DAERAH KABUPATEN AGAM TAHUN 2015 NOMOR
Perubahan RKPD Tahun 2015 i DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ... i
BAB I. PENDAHULUAN ... 1
1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Landasan Hukum ... 2
1.3. Maksud dan Tujuan Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah ... 3
1.4. Dasar Pertimbangan Perubahan ... 4
1.4. Gambaran Perubahan Kerangka Ekonomi Makro ... 4
BAB II. EVALUASI HASIL RKPD SAMPAI DENGAN TRIWULAN II TAHUN 2015... 7
2.1. Capaian Kinerja Pemerintah Daerah Sampai Tahun 2014 ... 7
2.1.1 Aspek Kesejahteraan Masyarakat ... 7
2.1.1.1 Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi ... 7
2.1.1.2 Fokus Kesejahteraan Sosial ... 13
2.1.2 Aspek Daya Saing Daerah ... 17
2.1.2.1 Fokus Kemampuan Ekonomi Daerah ... 17
2.1.2.2 Fokus Fasilitas Wilayah Infrastruktur ... 19
2.1.2.3 Fokus Iklim Berinvestasi ... 22
2.1.2.4 Fokus Sumber Daya Manusia ... 23
2.2. Evaluasi Pelaksanaan RKPD Tahun 2014 Sampai Triwulan II ... 23
BAB III. RANCANGAN PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DALAM PERUBAHAN RKPD TAHUN 2015 ... 99
3.1. Perubahan Pendapatan ... 99
3.2. Perubahan Belanja ... 100
3.3. Prioritas Pembangunan Kabupaten Agam ... 103
3.4 Perubahan Kebijakan Pembiayaan Daerah ... 105
3.4.1 Kebijakan Penerimaan Pembiayaan ... 105
3.4.2 Kebijakan Pengeluaran Pembiayaan ... 105
3.5 Perubahan Program Kegiatan RKPD Tahun 2015 ... 106
BAB IV. PENUTUP . ... 211
RKPD Perubahan Tahun 2015 1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang
Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Agam Tahun 2015 merupakan penjabaran tahun kelima atau tahun terakhir dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2010-2015. Penyusunan RKPD Tahun 2015 menyelaraskan arah kebijakan, prioritas dan sasaran pembangunan daerah dengan arah kebijakan, prioritas dan sasaran pembangunan Provinsi Sumatera Barat Tahun 2015 serta memperhatikan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Republik Indonesia pada Tahun 2015.
Sesuai dengan pasal 285 äyat (1) Permendagri momor 54 Tahun 2010 menjelaskan bahwa RKPD dapat diubah dalam hal tidak sesuai dengan perkembangan keadaan dalam tahun berjalan.” Sehubungan hal tersebut dalam pelaksanaan tahun berjalan RKPD Tahun 2015 sampai dengan satu semester pertama ditemukan berbagai kondisi yang layak dijadikan dasar pertimbangan untuk melakukan perubahan atas dokumen RKPD Tahun 2015 Kabupaten Agam. Kondisi ini diperoleh dari hasil evaluasi atas kinerja pelaksanaan program dan kegiatan sampai dengan triwulan ke dua tahun 2015, dimana beberapa poin yang ditemukan, antara lain sebagai berikut:
1. Perkembangan keadaan yang tidak sesuai dengan asumsi kerangka ekonomi daerah yang berdampak terhadap pagu yang mengakibatkan terjadinya penambahan atau
pengurangan target kinerja dan pagu kegiatan, penambahan atau penghapusan kegiatan;
2. Faktor lain yang mengakibatkan perlunya dilakukan pergeseran kegiatan antar SKPD, perubahan lokasi dan/atau kelompok sasaran, dan penghapusan kegiatan;
3. Adanya kegiatan pada tahun 2014 yang belum dapat diselesaikan, sehingga harus dilanjutkan pada tahun 2015 tapi belum dimasukkan dalam dokumen RKPD atau APBD tahun 2015; dan/atau
4. Kegiatan baru yang harus ditampung dalam Perubahan RKPD Tahun 2015 sebagai upaya untuk mempercepat pencapaian visi dan misi daerah.
Keadaan tersebut sesuai dengan ketentuan Pasal 285 ayat (2) Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 dijelaskan tentang Perubahan RKPD dapat dilakukan apabila berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaannya pada tahun berjalan menunjukkan adanya ketidaksesuaian dengan perkembangan keadaan, yang meliputi:
1. Perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kerangka ekonomi daerah dan kerangka pendanaan, prioritas dan sasaran pembangunan, rencana program dan kegiatan prioritas daerah;
2. Keadaan yang menyebabkan saldo anggaran lebih tahun anggaran sebelumnya harus digunakan untuk tahun berjalan; dan/atau
3. Keadaan darurat dan keadaan luar biasa sebagaimana ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan;
4. Pergeseran kegiatan antar SKPD, penghapusan kegiatan, penambahan kegiatan
baru/kegiatan alternatif, penambahan atau pengurangan target kinerja dan pagu kegiatan,
serta perubahan lokasi dan kelompok sasaran kegiatan.
RKPD Perubahan Tahun 2015 2
Sehubungan dengan hal di atas, maka perlu dilakukan penyusunan Perubahan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (P-RKPD) Tahun 2015 Kabupaten Agam . Perubahan RKPD Tahun 2015 ini dirasakan sangat penting untuk konsistensi dan keselarasan serta kesinambungan upaya pencapaian visi dan misi Kabupaten Agam dengan lebih efisien dan efektif.
Pada sisi lain, penyusunan dokumen Perubahan RKPD Tahun 2015 ini merupakan pedoman bagi penyusunan dokumen perencanaan pembangunan selanjutnya, yang meliputi Kebijakan Umum Perubahan APBD Tahun 2015, Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Tahun 2015, serta Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Tahun 2015.
1.2. Landasan Hukum
Landasan hukum penyusunan Perubahan RKPD Tahun 2015 ini adalah sebagai berikut;
1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih Dan Bebas Dari Korupsi, Kolusi, Dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);
2. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3874);
3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4287);
4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
5. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587), sebagaimana telah dua kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 85 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan Dan Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4594);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Propinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);
9. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2014-2019 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 3);
10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah dua kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011;
11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan
Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan,
Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana PembangunanDaerah;
RKPD Perubahan Tahun 2015 3
12. Peraturan Daerah Kabupaten Agam Nomor 11 Tahun 2005 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Tahun 2006-2025 ( Lembaran Daerah Kabupaten Agam Tahun 2005 Nomor 11 ).
13. Peraturan Bupati Agam Nomor 8 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Agam Tahun 2011-2015 (Berita Daerah Tahun 2011 Nomor 8).
14. Peraturan Bupati Agam Nomor 13 Tahun 2014 tentang Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Agam Tahun 2015 (Berita Daerah Tahun 2014 Nomor 87).
1.3. Maksud dan Tujuan Penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah
Perubahan RKPD Tahun 2015 Kabupaten Agam dimaksudkan sebagai upaya memenuhi kebutuhan daerah terhadap suatu perubahan atas dokumen perencanaan pembangunan daerah yang bersifat tahunan, yaitu Perubahan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (P-RKPD) Tahun 2015 Kabupaten Agam . Perubahan RKPD Tahun 2015 Kabupaten Agam sangat penting peranannya sebagai arah dan pedoman bagi segenap pemangku kepentingan (stakeholders) pembangunan Kabupaten Agam dalam pelaksanaan pembangunan daerah dalam tahapan perubahan di tahun 2015. Perubahan RKPD Tahun 2015 Kabupaten Agam tetap menjadi bagian utuh dari upaya pelaksanaan RPJMD Kabupaten Agam Tahun 2010-2015. Perubahan RKPD Tahun 2015 memuat dasar pertimbangan perlunya perubahan, hasil evaluasi pembangunan sampai triwulan kedua, dan perubahan atas program dan kegiatan yang harus dilakukan pada tahapan pembangunan tahun 2015.
Perubahan RKPD Tahun 2015 Kabupaten Agam ditujukan untuk memberikan kerangka sistematis sebagai pedoman terhadap arah penyelenggaraan pemerintahan, pengelolaan pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat yang dituangkan dalam bentuk kebijakan Perubahan APBD Tahun 2015. Penyusunan ini juga bertujuan untuk merangsang partisipasi publik dalam merencanakan, melaksanakan, mengawasi proses pembangunan. Secara lebih sistematis, tujuan penyusunan Perubahan RKPD Tahun 2015 Kabupaten Agam adalah sebagai berikut:
1. Diperolehnya suatu perubahan rencana pembangunan tahunan yang sesuai dengan kebutuhan daerah dan perkembangan yang terjadi di daerah, dengan melihat sumber daya yang ada.
2. Diperolehnya perubahan atas program dan kegiatan yang menjadi upaya konkrit untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Agam tahun 2015.
3. Tersedianya acuan penyusunan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran Kabupaten Agam
Tahun 2015 dan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Kabupaten Agam
Tahun 2015, sebagai dasar dari penyusunan Perubahan APBD Tahun 2015 Kabupaten
Agam .
RKPD Perubahan Tahun 2015 4
1.4. Dasar Pertimbangan Perubahan
Perubahan RKPD Tahun 2015 Kabupaten Agam perlu dilakukan didasarkan pada adanya hasil evaluasi pelaksanaannya dalam tahun berjalan (2015) adanya ketidaksesuaian dengan perkembangan keadaan, meliputi:
1. Adanya perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kerangka ekonomi daerah dan kerangka pendanaan, prioritas dan sasaran pembangunan, rencana program dan kegiatan prioritas daerah;
2. Adanya keadaan yang menyebabkan saldo anggaran lebih tahun anggaran sebelumnya harus digunakan untuk tahun berjalan;
3. Adanya pergeseran kegiatan antar SKPD, penghapusan kegiatan, penambahan
4. kegiatan baru/kegiatan alternatif, penambahan atau pengurangan target kinerja dan pagu kegiatan, serta perubahan lokasi dan kelompok sasaran kegiatan;
5. Adanya kegiatan lanjutan Tahun 2014 dan/atau kegiatan baru/alternatif yang harus ditampung dalam perubahan RKPD Tahun 2015;
6. Adanya ketentuan Pasal 17 ayat (2) UU No. 17/2003 tentang Keuangan Negara yang serta pasal 25 ayat (2) UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional mengamanatkan bahwa penyusunan RAPBD berpedoman kepada RKPD, termasuk Perubahan RAPBD Tahun 2014.
1.5. Gambaran Perubahan Kerangka Ekonomi Makro
Adanya berbagai perkembangan dan kecenderungan, khususnya pada aspek ekonomi, dapat menimbulkan rangkaian permasalahan dan tantangan selama pembangunan tahun berjalan (2015), yang turut menyebabkan perlu dilakukannya perubahan terhadap RKPD Kabupaten Agam Tahun 2015.
Pada awal penyusunan RKPD Tahun 2015 laju Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Agam Tahun 2015 diperkirakan antara sebesar 6.80 – 7.20 persen. Melihat realisasi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Agam tahun 2014 mencapai 6,70% persen dengan pencapaian tersebut tahun 2015 ditargetkan mencapai 6,82%. Dimana pada pada tahun 2014 perekonomian dirasakan kondusif waulaupun mengalami lonjakan harga barang akibat naiknya harga BBM yang berdampak pada peningkatan inflasi.
Berdasarkan target pertumbuhan ekonomi tahun 2015 sebesar 6,82% maka nominal nilai Produk Domestik Bruto (PDRB) Kabupaten Agam atas dasar harga konstan tahun 2015 diproyeksikan menjadi Rp. 3,98 Triliun. Berdasarkan atas dasar harga berlaku Tahun 2015 sebelumnya diperkirakan Rp. 10,63Trilliun
Struktur perekonomian Kabupaten Agam pada tahun 2015 masih didominasi oleh tiga sektor, yaitu sektor pertanian, sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor jasa-jasa.
Pembangunan pada sektor pertanian tetap menjadi prioritas Kabupaten Agam guna memperkuat kerangka pembangunan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan penduduk dimana 38,2% penduduk hidup dari sektor pertanian..
Sektor pertanian memberikan sumbangan terbesar 39,02 persen. Sektor kedua terbesar
adalah perdagangan, hotel dan restoran sebesar 15,47 persen. dan urutan ke tiga adalah
sektor jasa-jasa dengan kontribusi 14,05 % terhadap PDRB, seperti tergambar dalam tabel
II.1 berikut ini.
RKPD Perubahan Tahun 2015 5 Tabel 1.1
Indikator Makro Ekonomi Kabupaten Agam Tahun 2015
No Indikator Makro Satuan
Proyeksi Tahun
2015
PDRB (Harga Berlaku) M ilyar (Rp.) 10,628.92
PDRB (Harga Konstan) M ilyar (Rp.) 3,975.59
Tingkat Pertumbuhan Ekonomi % 6.30– 6.50
Struktur PDRB Pendekatan Produksi atau Sektoral
a. Pertanian % 38.78
b. Pertambangan dan Penggalian % 3.90
c. Industri Pengolahan % 10.20
d. Listrik, Gas dan air Minum % 0.69
e. Bangunan % 7.33
f. Perdagangan, Hotel, restoran % 15.50
g. Pengakutan dan komunikasi % 5.90
h. Keuangan, persewaan dan jasa perusahaan
% 3.67
j. Jasa-jasa % 14.03
Penduduk Miskin % 7.20
Tingkat Pengangguran 4.50
IPM 76.10
Besaran ICOR (Incremental Capital Output Ratio)
Pendapatan Regional Perkapita (Harga Berlaku)
Juta (Rp) 22
Keterangan: * angka proyeksi
Seiring bertambahnya jumlah penduduk berimplikasi pada peningkatan jumlah pengangguran terbuka dan jumlah penduduk miskin, walaupun secara persentasenya tingkat pengangguran terbuka dan tingkat kemiskinan menurun. Upaya - upaya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin telah dilakukan secara sungguh-sungguh, namun memasuki tahun 2015 masih banyak permasalahan yang harus ditangani. Berbagai permasalahan yang dihadapi dalam upaya percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin antara lain adalah sebagai berikut:
1) Jumlah penduduk miskin pada tahun 2014 diperkirakan sebesar 7%, menurun jika dibandingkan dengan tahun 2013 sebesar 7,6 %. Kesenjangan tingkat kemiskinan antar kecamatan juga masih besar, dimana 5 kecamatan memiliki tingkat kemiskinan yang lebih tinggi dari rata-rata Kabupaten.
2) Penduduk miskin masih terkonsentrasi di daerah perdesaan, sementara peranan kelembagaan ekonomi perdesaan sebagai penggerak perekonomian belum maksimal.
3) Permasalahan yang juga masih harus dihadapi adalah kapasitas produksi dan akses
terhadap berbagai sumber-sumber modal bagi masyarakat miskin masih jauh di bawah
tingkat yang memungkinkan untuk berusaha. Di lain pihak, kegiatan usaha mikro, kecil
dan menengah (UMKM) yang diharapkan menjadi sandaran bagi masyarakat miskin
untuk meningkatkan kondisi ekonomi mereka, masih menghadapi kendala seperti iklim
usaha yang kurang kondusif, produktivitas yang rendah, lemahnya daya saing produk dan
keterbatasan akses pasar serta teknologi tepat guna.
RKPD Perubahan Tahun 2015 6
4) Dari sisi peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemenuhan kebutuhan dasar
seperti pendidikan, kesehatan, pangan, dan sanitasi masih belum optimal. Hal ini disebabkan terbatasnya jangkauan layanan, baik karena lokasi yang jauh, ketersediaan sarana dan prasarana transportasi yang belum memadai, maupun karena ketidak mampuan secara ekonomi. Hal ini, telah mengakibatkan besarnya jumlah penduduk hampir miskin yang rentan terhadap berbagai gejolak akibat dari krisis ekonomi maupun bencana alam.
5) Meskipun berbagai program penanggulangan kemiskinan telah diterapkan, namun kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan secara luas belum efektif.
Ketidakefektifan berbagai kebijakan dan program tersebut antara lain karena: (i) masih
rendahnya keterkaitan antara pertumbuhan – penyerapan tenaga kerja – peningkatan
pendapatan; (ii) masih rendahnya keterkaitan antara pemenuhan kebutuhan dasar
dengan program sektoral terkait; serta (iii) fokus dan efektivitas program-program masih
rendah karena belum menggunakan data yang seragam serta koordinasi, pelaksanaan,
monitoring dan evaluasi di kabupaten maupun di tingkat kecamatan dan nagari masih
lemah.
RKPD Perubahan Tahun 2015 7
BAB II
EVALUASI HASIL RKPD
SAMPAI DENGAN TRIWULAN II TAHUN 2015 2.1 Capaian Kinerja Pemerintah Daerah Sampai Tahun 2014
2.1.1 Aspek Kesejahteraaan Masyarakat
2.1.1.1 Fokus Kesejahteraan Dan Pemerataan Ekonomi
Capaian kinerja pemerintah daerah untuk aspek kesejahteraan masyarakat dan pemerataan ekonomi dapat dilihat pada beberapa indikator, diantaranya adalah pertumbuhan PDRB, laju inflasi, PDRB per kapita, indek gini, jumlah penduduk diatas garis kemiskinan. Karena keterbatasan ketersediaan data disini hanya membahas pertumbuhan PDRB, PDRB per kapita, indek gini, jumlah penduduk diatas garis kemiskinan.
A. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDRB) Kabupaten Agam PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) 2000
Nilai Produk Domestik Bruto (PDRB) Kabupaten Agam atas dasar harga konstan Tahun 2014 mencapai Rp. 3.975,15 Milyar dibandingkan dengan tahun 2013 sebesar Rp. 3.725,54 Milyar terdapat peningkatan sebesar Rp. 249,61 Milyar. Konstribusi PDRB tahun 2012 tersebut berasal dari sektor pertanian sebesar 36,85%, sektor Pertambangan dan pengalian sebesar 3,71%, sektor industri pengolahan 12,71%, sektor listrik gas dan air bersih 0,87%, sektor konstruksi 5,13%, sektor perdagangan, hotel dan restoran 17,39%, sektor pengangkutan dan komunikasi 4,84% sektor keuangan, sewa dan jasa perusahaan 3,36% dan sektor jasa-jasa 16,13%.
Perkembangan Nilai dan Kontribusi Sektor dalam PDRB Kabupaten Agam Atas Dasar Harga Konstan serta pertumbuhannya pada Tahun 2010 s/d 2014, secara berurutan tergambar pada tabel dibawah ini
Tabel II.1
Nilai dan Kontribusi Sektor dalam PDRB Tahun 2010 s/d 2014 Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000
Kabupaten Agam
(dalam jutaan rupiah)
NO Sektor
2010 2011 2012 2013**) 2014***)
(Rp) % (Rp) % (Rp) % (Rp) % (Rp) %
1 Pertanian 1.141.871,37 36.88 1,196,986.00 36.49 1,279,813.88 36.54 1,353,612.20 36.33 1,425,074.05 35.85 2 Pertambangan &
Penggalian 117,879,11 3.81 125,990.00 3.84 133,033.00 3.80 139,817.68 3.75 147,581.80 3.71 3 Industri Pengolahan 1,141,871.37 13.10 424,137.00 12.93 443,223.63 12.65 469,905.69 12.61 505,158.586 12.71 4 Listrik,Gas & Air bersih 27.008,33 0.87 29,162.00 0.89 30,447.52 0.87 32,281.20 0.87 34427.438 0.87 5 Konstruksi 153.686,79 4.96 162,817.00 4.96 176,008.28 5.02 188,786.48 5.07 203,972.01 5.13 6 Perdagangan, Hotel &
Restoran 533.340,53 17.23 566,047.00 17.26 604,313.55 17.25 644,145.29 17.29 691,204.522 17.39 7 Pengangkutan &
Komunikasi 139.707,40 4.51 150,469.00 4.59 163,937.74 4.68 177,151.65 4.76 192,290.1315 4.84 8 Keuangan, sewa, & Js.
Perusahaan 104.610,56 3.38 110,641.00 3.37 116,092.99 3.31 125,153.38 3.36 134,173.86 3.38 9 Jasa-jasa 472.586,50 15.26 513,795.00 15.66 555,975.82 15.87 594,687.43 15.96 641,262.862 16.13
RKPD Perubahan Tahun 2015 8
NO Sektor
2010 2011 2012 2013**) 2014***)
(Rp) % (Rp) % (Rp) % (Rp) % (Rp) %
PDRB 3.096.174,72 100 3,280,044.00 100 3,502,845.41 100 3,725,541.01 100 3,975,145.26 100
Sumber : PDRB Kabupaten Agam dan BPS Kabupaten Agam Tahun 2014 Catatan : ***) Angka sangat sangat sementara
PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB)
Nilai PDRB Kabupaten Agam tahun 2014 ADHB mencapai 10,368,85 milyar rupiah dibandingkan tahun 2013 yang sebesar 9,610,14 milyar rupiah naik sebesar 757,71 milyar rupiah. Perkembangan Nilai dan Kontribusi Sektor dalam PDRB Kabupaten Agam ADHB serta pertumbuhannya pada Tahun 20101 s/d 2014, secara berurutan tergambar pada tabel dibawah ini
Tabel II.2
Nilai dan Kontribusi Sektor dalam PDRB Tahun 2011 s/d 2014 Atas Dasar Harga Berlaku
Kabupaten Agam
(dalam jutaan rupiah)
Sumber : PDRB Kabupaten Agam dan BPS Kabupaten Agam Tahun 2013 Catatan : ***) Angka sangat sangat sementara
Laju Pertumbuhan Ekonomi dan Pendapatan Regional Per-Kapita Berdasarkan Harga Berlaku.
Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Agam tahun 2010 sampai 2012 relatif terus membaik hal ini ditandainya meningkatnya pertumbuhan ekonomi, dimana tahun 2010 sebesar 5,66 %, tahun 2011 mencapai 5,59 dan tahun 2012 mencapai 6,79%. Namun tahun 2013 dengan terjadinya krisis ekonomi global dan tertekannya nilai rupiah terhadap mana uang asing berdampak juga dengan sedikit melemahnya pertumbuhan ekonomi Kabupaten Agam hanya mencapai 6,36%. Selanjutnya pada tahun 2014 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Agam naik lagi sebesar 6,%. Hal tersebut menandakan perekonomian Kabupaten Agam membaik. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik dibawah ini :
NO Sektor 2011 2012**) 2013***) 2014***)
(Rp) % (Rp) % (Rp) % (Rp) %
1 Pertanian 2,981,350.38 40.59 3.328.798,78 39.72
3,777,862.13
39.31 4,049,358.43
39.05 2 Pertambangan & Penggalian 300,371.63 4.12 338.480,89 4.04
388,542.80
4.04 417,534.97
4.03 3 Industri Pengolahan
755,116.00 11.10 855.017,87 10.20
991,283.65
10.31 1,056,224.64
10.19 4 Listrik,Gas, & Air bersih 58,986.71 0.82 63.085,38 0.75
69,852.24
0.73 72,782.97
0.70
5 Konstruksi 463,330.55 5.91 555.312,32 6.63
636,545.88
6.62 715,999.99
6.91 6 Perdagangan, Hotel, &
Restoran 1,135,954.81 15.30 1.289.686,75 15.39
1,501,294.01
15.62 1,622,818.95
15.65 7 Pengangkutan & Komunikasi
angangkutan & Komunikasi 398,711.23 5.46 465.785,83 5.56
525,833.28
5.47 577,348.00
5.57 8 Keuangan, sewa, & Js.
Perusahaan 277,771.26 3.64 306.872,27 3.66
348,297.83
3.62 372,420.36
3.59
9 Jasa-jasa 1,040,469.30 13.05 1.177.805,43 14.05
1,370,627.33
14.26 1,484,357.97
14.32
PDRB 7,412,061.87 100 8.380.845,52 100.00
9,610,139.17
100 10,368,846.28
100
RKPD Perubahan Tahun 2015 9
Grafik. II.1
Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Agam dari tahun 2010 – 2014
Apabila dilihat pertumbuhan PDRB menurut lapangan usaha Tahun 2014, sektor Pengangkutan dan komunikasi pertumbuhannya tertinggi sebesar 8,55%, disusul sektor konstruksi 8,04%, sedangkan sektor yang tumbuhannya melambat yaitu sektor pertanian;
sektor konstruksi, perdagangan, hotel dan restoran; sektor pengangkutan dan komunikasi serta sektor jasa-jasa. Sedangkan sektor yang relatif tetap pertumbuhannya yaitu sektor pertambangan dan penggalian. Perkembangan laju pertumbuhan PDRB Kabupaten Agam pada Tahun 2010 s/d 2014, menurut lapangan usaha secara berurutan terlihat pada tabel dibawah ini:
Tabel II.3
Laju Pertumbuhan PDRB Kabupaten Agam Tahun 2010 s/d 2014 Menurut Lapangan Usaha (%)
NO Sektor
Pertumbuhan Tahun
2010 2011 2012 2013**) 2014***)
1 Pertanian 4,10 4,88 6.92 5,77 5,28
2 Pertambangan & Penggalian 7,16 6,88 5.59 5,10 5,55
3 Industri Pengolahan 4,55 3,58 4.50 6,02 7,50
4 Listrik,Gas & Air bersih 2,20 10,10 4.41 6,02 6,65
5 Konstruksi 17,64 3,33 8.10 7,26 8,04
6 Perdagangan, Hotel & Restoran 5,06 6,09 6.76 6,59 7,31
7 Pengangkutan & Komunikasi 9,06 7,70 8.95 8,06 8,55
8 Keuangan, sewa, & Jasa Perusahaan 4,3 5,55 4.93 7,80 7,21
9 Jasa-jasa 6,83 5,71 8,21 6,90 7,83
PDRB 5,66 5,94 6.79 6,36 6,70
Sumber : PDRB Kabupaten Agam dan BPS Kabupaten Agam Tahun 2014 Catatan: ***) Angka sangat sangat sementara
RKPD Perubahan Tahun 2015 10
Salah satu indikator mengetahui tingkat kemakmuran penduduk suatu daerah/wilayah dapat digunakan dengan mengetahui PDRB per kapita. Nilai PDRB per kapita Kabupaten Agam Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) sejak tahun 2010 sampai 2014 mengalami peningkatan. Pada tahun 2010 PDRB per kapita Kabupaten Agam sebesar Rp. 14.494.540,- mengalami kenaikan secara nominal hingga tahun 2014 mencapai Rp.22.008.149.
Grafik. II.2
B. Ketimpangan Wilayah
Untuk mengetehui ketimpangan pembangunan antar kecamatan yang terjadi pada di pada suatu wilayah, dapat dianalisis dengan mengunakan indeks ketimpangan regional (regional in equality) yang dinamakan indeks ketimpangan Williamson.
Rumus indeks Williamson adalah:
Dimana:
I
W= nilai indeks Williamson
Y
i= PDRB per kapita Kecamatan-i Y= PDRB per kapita Kabupaten f
i= Jumlah Penduduk Kecamatan-i n= Jumlah Penduduk Kabupaten i = 1,2,3,…,x
Untuk mengetahui besarnya ketimpangan yang terjadi maka diperlukan tingkat
ketimpangan antar wilayah dengan kriteria sebagai berikut:
RKPD Perubahan Tahun 2015 11
Indeks Ketimpangan
>1 Sangat Tinggi
0,7-1 Tinggi
0,4-0,69 Menengah
≤0,39 Rendah
Tabel.II.4
Ketimpangan Antar Kecamatan Di Kabupaten Agam Mengunakan Indeks Williamson Tahun 2013
Wilayah PDRB ADHB Penduduk PDRB/Kapita Indeks Williamson.
Tanjung Mutiara 528.908 29.268 18,1
Lubuk Basung 1.729.394 70.605 24,5
Ampek Nagari 512.558 23.786 21,5
Tanjung Raya 860.822 33.784 25,5
Matur 337.473 16.801 20,1
IV Koto 426.596 23.189 18,4
Malalak 164.281 9.119 18,0
Banuhampu 704.843 37.990 18,6
Sungai Pua 430.331 23.661 18,2
Ampek Angkek 839.625 45.615 18,4
Canduang 347.899 22.217 15,7
Baso 567.065 33.328 17,0
Tilatang Kamang 625.919 35.168 17,8
Kamang Magek 422.953 20.058 21,1
Palembayan 816.880 29.174 28,0
Palupuh 247.585 13.125 18,9
Kabupaten Agam 9.610.139 466.888 20,6 0,169
Dari tabel diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa tingkat disparitas regional atau tingkat ketimpangan pembangunan yang terjadi antar kecamatan di Kabupaten Agam pada tingkat ketimpangan tingkat menengah yaitu
0,169yang artinya ketimpangan distribusi pendapatan antar kecamatan cendrung merata.
C. Jumlah Penduduk Miskin
Dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, stabilitas ekonomi yang terjaga,
serta berbagai kegiatan pembangunan yang diarahkan untuk mengurangi jumlah penduduk
miskin sehingga jumlah penduduk miskin terus turun dimana pada tahun 2010 penduduk
miskin sebanyak 44.900 jiwa atau 9,85% jumlah penduduk Kabupaten Agam sampai akhir
tahun 2014 jumlah penduduk miskin yang masih ada sebanyak 34.454 atau 7,43% jumlah
penduduk. Melihat perkembangan jumlah penduduk miskin dapat terlihat dalam tabel
berikut :
RKPD Perubahan Tahun 2015 12
Tabel II.5
Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Tahun 2005 - 2014
Tahun Jumlah Presentase
2010 44.900 9,85
2011 43.280 9.39
2012 38.443 8.44
2013 35.488 7.68
2014 34.454 7.43
Sumber : Agam Dalam Angka dan BPS Kabupaten Agam Tahun 2014
Grafik. II.3
Perkembangan Angka Kemiskinan Kabupaten Agam Tahun 2010 s.d 2014
Sumber : Data Olahan Tahun 2014
Untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar
basic needs approach. Pendekatan ini memandang kemiskinan suatuketidak mampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Metode yang digunakan adalah menetapkan Garis Kemiskinan (GK), yang terdiri dari dua komponen yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM). Penghitungan garis kemiskinan dilakukan secara terpisah untuk daerah perkotaan dan perdesaan.
Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan dibawah Garis Kemiskinan. Garis Kemiskinan Makanan merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2.100 kalori per kapita per hari. Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM) adalah kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan, kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya.
Garis kemiskinan yang digunakan untuk menghitung penduduk miskin tahun 2014
adalah Rp. 241.355 /kapita/bulan). Terbatasnya ketersediaan data yang ada garis
kemiskinan yang dihitung saat ini di sumbangkan oleh makanan dan belum
memperhitungkan faktor non makanan.
RKPD Perubahan Tahun 2015 13
Perkembangan Garis kemiskinan dan jumlah penduduk miskin Tahun 2008 –2014 terlihat dalam Tabel II.13.
Tabel II.6
Garis Kemiskinan dan Jumlah Penduduk Miskin Tahun 2008 - 2013.
Tahun Jumlah penduduk
Jumlah penduduk miskin (ribu)
Garis Kemiskinan (Rp/kapita/bln)
2008 445.387 45.300 193.185
2009 451.264 39.680 201.074
2010 455.484 44.900 226.015
2011 459.155 43.280 241.355
2012 463.719 38.443 257.736
2013 467.564 35.488 270.035
2014 471,564 35.037
Sumber BPS KabupatenAgam.
2.1.1.2 Fokus Kesejahteraan Sosial
Capaian kinerja pada Fokus Kesejahteraan Sosial berhubungan dengan capaian Indek Pembangunan Manusia (IPM). Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah indikator yang mencerminkan tingkat pencapaian kesejahteraan penduduk. IPM Kabupaten Agam selama kurun waktu tahun 2010 – 2014 mengalami peningkatan setiap tahun, sampai tahun 2014 IPM Kabupaten Agam telah mencapai 75,03. Angaka tersebut berada diatas rata-rata Nasional dimana IPM Indonesia baru mencapai 73,84, sedangkan pada tataran Provinsi Sumatera Barat dibandingkan berada pada posisi ke 9, namun pada tingkat kabupaten se- Sumatera Barat Kabupaten Agam berada pada posisi ke 2. Perkembangan IPM Kabupaten Agam Tahun 2010-2014 tergambar pada tabel berikut:
Grafik II.4
Indek Pembangunan Manusia (IPM)
RKPD Perubahan Tahun 2015 14
Untuk melihat capaian IPM secara lebih lanjut, dilihat dari capaian masing-masing komponennya, yaitu indeks harapan hidup yang diukur dengan harapan hidup pada saat lahir, indeks pendidikan yang diukur dengan kombinasi antara angka melek huruf pada penduduk dewasa dan rata-rata lama sekolah, serta Pengeluaran Riil per Kapita.
Perkembangan komponen Indeks Pembangunan Manusia tahun 2010 – 2014 terlihat dalam tabel berikut:
Tabel II.7
Perkembangan komponen Indeks Pembangunan Manusia Tahun 2010 – 2014
Tahun
Angka Harapan
Hidup
Angka Melek Huruf
Rata-rata lama sekolah
Pengeluaran Riil per
Kapita (Rp.000)
IPM
2010 69.04 97.85 8.50 629.65 73.28 2011 69.23 97.86 8.59 631.96 73.57 2012 69.99 97.87 8.61 636.57 74.11 2013 69.43 98.36 8.63 640.06 74.50 2014 70.00 98.59 8.76 641.83 75.03
a. Angka Usia Harapan Hidup
Angka usia harapan hidup masyarakat Kabupaten Agam cenderung meningkat dimana pada tahun 2010 mencapai 69,04 tahun sampai tahun 2014 diperkirakan mencapai 70 tahun. Komponen Angka Harapan Hidup dipengaruhi faktor Angka Kematian Bayi per 100 kelahiran, Balita Gizi Kurang, Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga medis, Rumah Tangga dengan akses sanitasi, dan akses Rumah tangga berakses air bersih.
Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu Melahirkan
Kematian bayi adalah kematian yang terjadi antara saat setelah bayi lahir sampai bayi belum berusia tepat satu tahun. Dari tahun 2011-2013 trend angka kematian ibu melahirkan telah berada dijalur yang tepat dengan kecendrungan yang terus menurun.
Tahun 2013 angka kematian ibu me lahirkan telah mencapai 75 jauh melebihi target yang ditetapkan pada tahun 2015 yang juga merupaka target MDGs sebesar 102 per 100.000 kelahiran.
Pada tahun 2014 Angka Kelangsungan Hidup Bayi di Kabupaten Agam mencapai angka 998,2 per 1.000 kelahiran hidup. Angka ini menurun dibandingkan tahun 2013 yang hanya sebesar 999,6 per 1.000 kelahiran hidup. Rendahnya angka kematian bayi ini seiring dengan semakin meningkatnya akses masyarakat terhadap kesehatan diantaranya karena semakin banyaknya Puskemas Pembantu dan Poskesri serta adanya Jampersal
Meningkatnya angka kematian ibu melahirkan pada tahun 2014 lebih bersifat
kasuistis. Dimana sebanyak 13 kematian ibu melahirkan disebabkan karena posisi anak
RKPD Perubahan Tahun 2015 15
dalam rahim yang tidak normal, pendarahan, tekanan darah tinggi, usia ibu melahirkan diatas 40 tahun, placenta prefia, jantung, kelainan bawaan, eklamsia, sepsis maternal.
Capaian angka kelangsungan hidup selama tahun 2011-2014 juga memperlihatkan trend yang positif. Selama 4 tahun terakhir angka kelangsungan hidup bayi meningkat setiap tahunnya dan telah melebihi target RPJMD pada tahun 2015 serta target MDGs sebesar 977 per 1000 kelahiran hidup.
Balita Gizi Kurang.
Hasil pemantauan status gizi balita di Kabupaten Agam tahun 2014 berdasarkan Laporan Hasil Survey, PSG-Kadarzi, diketahui bahwa prevalensi gizi buruk pada balita sebesar 0,35% dan prevalensi gizi kurang 6,75%. Sehingga total gizi buruk dan gizi kurang sebesar 7,1%.
Dibandingkan tahun 2013, total prevalensi gizi buruk dan gizi kurang terjadi penurunan sebesar 0,76. Walaupun prevalensi balita gizi buruk di Kabupaten Agam tahun 2014 sudah sangat rendah, tetapi perlu diwaspadai prevalensi gizi kurang yang masih tinggi.
Ada beberapa kecamatan yang perlu diwaspadai terkait dengan tingginya prosentase balita dengan gizi kurang ini, yaitu : Kecamatan Palembayan, Kecamatan Lubuk Basung, Kecamatan Tanjung Raya, Kecamatan Palupuh, Kecamatan Kamang Magek, Kecamatan Ampek Nagari, Kecamatan Tanjung Mutiara dan Kecamatan Malalak.
Akses sarana air bersih dan sanitasi
Penanganan sanitasi dasar rumah tangga dan lingkungan masyarakat perlu selalu dilakukan dalam rangka menciptakan lingkungan masyarakat yang bersih dan sehat.
Rumah sehat adalah salah satu indikator mutu sanitasi dan kesehatan lingkungan masyarakat. Suatu bangunan rumah tempat tinggal yang memenuhi syarat kesehatan, yaitu memiliki jamban sehat, sarana air bersih, tempat pembuangan sampah, sarana pembuangan air limbah, ventilasi rumah yang baik, kepadatan hunian yang sesuai dan lantai rumah yang tidak terbuat dari tanah. Tahun 2014 Rumah tangga dengan akses sanitasi layak mencapai 61,3%, meningkat sebesar 1 % dari sebelumnya sebesar 60,3%
pada tahun 2013.Target MDGs untuk rumah tangga dengan akses sanitasi layak adalah sebesar 62,41% di tahun 2015. Diperkirakan target tersebut akan dapat dicapai oloeh pemerintah Kabupaten Agam.
Sedangkan rumah tangga berakses air bersih tahun 2014 mencapai 81,7 % mengalami peningkatan sebesar 0,4 % dari sebelumnya sebesar 80,3% pada tahun 2013.Target MDGs untuk rumah tangga dengan akses air bersih adalah sebesar 68,87%
pada tahun 2015.
b. Angka melek huruf
Angka melek huruf selama 5 tahun terakhir cenderung menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Pada Tahun 2010 sebesar
97.85% sampai Tahun 2014 telah mencapai
98.59
%, artinya masih terdapat 1,41 persen penduduk berusia di atas 15 tahun yang belum
dapat membaca dan menulis. Perkembangan melek huruf kabupaten Agam tahun 2010
sampai tahun 2014 terlihat dalam tabel berikut:
RKPD Perubahan Tahun 2015 16
Tabel II.8
Perkembangan Melek Huruf Kabupaten Agam Tahun 2010 – 2014
No Uraian 2010 2011 2012 2013 2014
1
Jumlah penduduk usia diatas 15 tahun yang bisa membaca dan menulis
298,920 307.588 310.800 324.949 330.347
2
Jumlah penduduk usia 15 tahun keatas
300,873 308.328 311.472 325.372 330.744
3
Angka Melek Huruf % 99.35 99.76 99.79 99.85 99.88
Berdasarkan data perkecamatan, angka melek huruf yang sudah mencapai 100%
yaitu Kecamatan Banuhampu, Kecamatan Ampek Angkek dan Kecamatan Tilatang Kamang. Sedangkan kecamatan masih tinggi penduduk yang berusia di atas 15 tahun yang belum dapat membaca dan menulis adalah: Kecamatan Tanjung Mutiara, Kecamatan Lubuk Basung, Kecamatan Ampek Nagari, Kecamatan Malalak dan Kecamatan Palupuh.
c. Angka rata-rata lama sekolah
Rata-rata lama sekolah adalah rata-rata jumlah tahun yang dihabiskan oleh penduduk berusia 15 tahun ke atas untuk menempuh semua jenis pendidikan formal yang pernah dijalani. Indikator ini dihitung dari variabel pendidikan tertinggi yang ditamatkan dan tingkat pendidikan yang sedang diduduki. Perkembangan Angka Rata-Rata Lama Sekolah Kabupaten Agam Tahun 2010 s/d 2014 terlihat pada grafik berikut:
Grafik II.5
Perkembangan Angka Rata-Rata Lama Sekolah
Kabupaten Agam Tahun 2010 s/d 2014
RKPD Perubahan Tahun 2015 17
Berdasarkan tabel diatas terlihat Angka Rata-Rata Lama Sekolah dalam kurun waktu 5 tahun terakhir dari 2010 sebesar 8,5 tahun, sampai tahun 2014 telah mencapai 8,76 tahun artinya penduduk kabupaten Agam rata-rata lama sekolahnya baru setingkat SLTP.
d. Pengeluaran Riil per Kapita
Komponen IPM selanjutnya adalah pengeluaran ril perkapita, pada Tahun 2010 mencapai Rp. 629.650,- hingga tahun 2014 telah mencapai Rp.641.830,- atau meningkat sebesar Rp. 12.180,-
2.1.2 Aspek daya saing daerah
Daya saing daerah pada dasarnya adalah kemampuan perekonomian daerah dalam mencapai pertumbuhan tingkat kesejahteraan yang tinggi dan berkelanjutan dengan tetap terbuka pada persaingan domestik dan internasional. Indikator utama yang dapat digunakan untuk menentukan peringkat daya saing daerah tersebut antara lain adalah: (1) Kemampuan Ekonomi Daerah, (2) Ketersediaan Infrastruktur, (3) Iklim Investasi dan (4) Kualitas Sumberdaya Manusia. Uraian tentang perkembangan daya saing daerah menurut masing-masing. Indikator tersebut diuraikan pada bagian-bagian berikutnya.
2.1.2.1 Fokus Kemampuan Ekonomi Daerah
a. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga Perkapita Berdasarkan Makanan dan Non Makanan.
Pola konsumsi merupakan salah satu indikator kesejahteraan rumahtangga/keluarga. Pengeluaran Penduduk dikelompokan menjadi pengeluaran makanan dan non makanan. Secara umum pengeluaran penduduk Kabupaten Agam masih didominasi oleh pengeluaran makanan.
Tabel II.9
Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga berdasarkan Makanan Perkapita/Bulan Kabupaten Agam Tahun 2013
Pengeluaran Makanan 2013
Beras 64.457
Lainnya 341
Umbi-umbian 5.365
Ikan/udang/cumi/kerang (segar/basah) 30.765 Ikan/udang/cumi/kerang (asin/diawetan) 11.855
Daging 14.394
Telur ayam/itik/puyuh 1.153
Susu murni, susu kental, susu bubuk 9.984
Sayur-sayuran 45.918
Kacang-kacangan 5.732
Buah-buahan 20.628
Minyak dan lemak 19.409
RKPD Perubahan Tahun 2015 18
Bahan minuman 14.095
Bumbu-bumbuan 351
Mie instan, mie basah, bihun, makaroni, 3.149
Lainnya 151
Makan jadi 71.386
Minuman non alcohol 7.103
Minuman mengandung alcohol -
Rokok 57.667
Lainnya 630
Jumlah 402.458
Tabel diatas bahwa Konsumsi beras secara rata-rata penduduk di Kabupaten Agam mengkonsumsi sebesar Rp.64.457 sebulan Konsumsi umbi-umbian penduduk masih relatif sedikit yaitu sebesar Rp.5.365 per kapita sebulan.
Tabel.II.10
Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga berdasarkan Non Makanan Perkapita/Bulan
Kabupaten Agam Tahun 2013
Pengeluaran Non Makanan 2013
Sewa,kontrak,perkiraan sewa rumah 46 260
Pemeliharaan rumah dan perbaikan ringan 1 527
Rekening listrik,telpon,gas,minyak tanah 39 412
Rekening telpon rumah,pulsa hp,telpon umum 15 575
Sabun mandi/cuci,kosmetik,perawatan rambut 19 696
Biaya kesehatan 17 940
Biaya pendidikan 25 386
Transportasi,pengangkutan,bensin,solar 43 487
Jasa lainnya 242
Pakaian,alas kaki dan tutup kepala 19 845
Barang tahan lama 9 228
Pajak (pbb,kendaraan) 5 481
Pungutan/Retribusi 48
Asuransi kesehatan 315
Lainnya 7
Keperluan pesta dan upacara 2 308
Jumlah 246 758
Dari Tabel di atas Biaya Kesehatan penduduk Kabupaten Agam sebesar Rp.17.940
per kapita per bulan (Rp.
215.280 per tahun). Angka ini lebih rendah dari standar biaya
kesehatan WHO sebesar $34 (sekitar Rp.420.000 per kapita setahun). Pengeluaran
Kesehatan ini jauh di bawah pengeluaran untuk Tembakau dan Sirih yaitu Rp.692.000 per
RKPD Perubahan Tahun 2015 19
kapita setahun. Dilihat Pengeluaran rata-rata perkapita sebulan untuk biaya Pendidikan sebesar Rp.304.632,- per kapita setahun angka ini juga jauh di bawah pengeluaran untuk Tembakau.
Dari data diatas terlihat penduduk Kabupaten Agam masih bergelut untuk memenuhi kebutuhan makan, yang mengindikasikan rumah tangga berpenghasilan rendah. Pola konsumsi merupakan salah satu indikator kesejahteraan rumahtangga/keluarga.
2.1.2.2 Fokus Fasilitas Wilayah/Infrastuktur
Kabupaten
Agam merupakan wilayah rawan bencana sehingga perlu menjadi perhatian serius oleh pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak. Bencana ini membawa dampak yang besar karena mengakibatkan kerusakan berbagai prasarana fisik Jalan, Jembatan dan Sumber Daya Air. Seperti akibat bencana gempa tahun 2007, dan gempa 30 September 2009 yang berdampak terhadap rusaknya infrastruktur jaringan jalan, jaringan irigasi dan infrastruktur lainnya.Berdasarkan
updating
database dalam Tahun 2014 dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Agam Jumlah ruas jalan adalah 639 Ruas dengan total panjang keseluruhan adalah 1.668, 48 Km.Dari panjang tersebut 86,92 % sudah pernah ditangani dengan jenis permukan berupa hotmix, lapen maupun cor. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram berikut ini.
Grafik II.7
Jenis Permukaan Jalan di Kabupaten Agam Tahun 2014
Sumber : Dinas Pekerjaan Umum Tahun 2014.
Dari 86,92 % jalan yang telah ditangani tersebut sebesar 77,53 % mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan, sedang dan berat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Grafik berikut:
RKPD Perubahan Tahun 2015 20
Grafik II.8
Kondisi Jalan Kabupaten Agam Tahun 2014
Sumber : Dinas Pekerjaan Umum Tahun 2014.
Sesuai dengan Keputusan Bupati Agam Nomor : 473 Tahun 2012 tentang ruas jalan dan jembatan di Kabupaten Agam, Jumlah Jembatan adalah 319 Jembatan dengan total panjang keseluruhan adalah 2.843 Meter. Sebagian besar jembatan tersebut adalah jembatan bentang pendek. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel berikut.
Tabel II.11
Jumlah Jembatan Berdasarkan Panjang Jembatan
No Panjang Bentang Jumlah Persentase1 Bentang 0 – 10 Meter 262 81.88%
2 Bentang 11 – 20 Meter 33 10.31%
3 Bentang 21 – 30 Meter 19 5.94%
4 Bentang 31 – 40 Meter 2 0.63%
5 Bentang > 40 Meter 4 1.25%
Total 320 100.00
Sumber : Dinas Pekerjaan Umum Tahun 2014.
Berdasarkan kondisi jembatan masih banyak jembatan yang perlu ditangani karena 73,35 % jembatan dalam kondisi rusak mulai rusak ringan, sedang sampai berat. Hal ini disebabkan oleh fakktor umur jembatan dan struktur jembatan yang sudah tua dan banyak dibangun dengan menggunakan lantai kayu dan rusak akibat bencana alam.
Dari jumlah tersebut sudah banyak yang perlu dibenahi atau direhabilitasi dan sebagian perlu dibangun baru. Sampai Tahun 2015 ditargetkan pembangunan jembatan baru sebanyak 15 unit.
RKPD Perubahan Tahun 2015 21
Gafik II.9
Kondisi Jembatan di Kabupaten Agam Tahun 2012
Sumber : Dinas Pekerjaan Umum Tahun 2012.
Untuk
meningkatkanproduksi pertanian khususnya tanaman padi dimana pembangunan atau Rehabilitasi Jaringan irigasi sangat berperan sekali. Rasio Jaringan Irigasi Menurut Kecamatan tergambar pada table berikut :
Tabel II.12
Rasio Jaringan Irigasi Menurut Kecamatan
NO Kecamatan Panjang Jaringan Irigasi Total Panjang Jaringan Irigasi Km
Luas lahan
budidaya (Ha) Rasio Primer Sekunder Tersier
(1) (2) (3) (4) (5) (6=3+4+5) (7) (8=6/7)
1 Tanjung Mutiara 7.034 16.647 18.86 23,699.86 3,194.05 7.16
2 Lubuk Basung 63.431 58.756 1.500 123.687 5,955.01 6.67
3 Ampek Nagari 29.423 36.621 3.700 69.744 3,789.55 7.78
4 Tanjung Raya. 61.934 33.406 95.340 3,383.53 6.59
5 Matur . 62.494 33.008 95.502 2,598.55 5.47
6 IV.Koto 15.815 33.936 4.200 53.951 2,219.60 5.23
7 Malalak 41.001 57.298 4.200 102.499 2,165.46 4.72
8 Banuhampu 16.962 21.126 38.088 3,302.33 7.10
9 Sungai Pua 22.240 19.140 41.380 3,518.87 6.13
10 IV.Angkek 27.860 32.074 59.934 3,248.19 7.63
11 Candung 40.442 50.523 90.965 3,139.92 6.96
12 Baso 30.089 26.830 56.919 2,869.23 6.89
13 Tilatang Kamang 16.289 29.507 45.796 4,357.99 7.69
14 Kamang Magek 26.302 28.711 55.013 3,897.83 7.66
15 Palembayan 107.582 72.408 34.778 214.768 4,872.28 7.13
16 Palupuh 61.088 43.500 104.588 1,624.09 11.86
Jumlah 379,197.70 54,136.48 14,28
Sumber : Dinas Pekerjaan Umum Kab.Agam Tahun 2014
Rasio Jaringan Irigasi adalah perbandingan panjang jaringan irigasi terhadap luas lahan budidaya.
Panjangjaringan irigasi meliputi jaringan primer, sekunder, tersier. Hal ini mengindikasikan ketersediaan saluran irigasi untuk kebutuhan budidaya pertanian.
Jumlah irigasi di Kabupaten Agam yaitu 885 buah. Luas areal irigasi yang
merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Agam adalah ≤ 100 Ha sebanyak 154 DI
RKPD Perubahan Tahun 2015 22
(Daerah Irigasi). Kondisi Irigasi di Kabupaten Agam. dengan kondisi baik (50,60%), kondisi sedang (20,48%) dan kondisi rusak berat 28,92%).
2.1.2.3 Fokus iklim Berinvestasi a. Perkembangan Investasi
Salah satu komponen yang dapat meningkatkan output dari sebuah proses ekonomi adalah adanya investasi. Investasi berkaitan erat dengan kegiatan penanaman modal dengan harapan mendapatkan keuntungan atau peningkatan kapasitas sistem produksi pada masa yang akan datang.
Secara konsep adalah total Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dan Perubahan Stok (PS), perubahan stok selama ini ditaksirsebagi residual, yaitu selisih antara PDRB yang telah dihitung menurut lapangan usaha dengan konsumsi Rumah Tangga, konsumsi Lembaga Swasta Nir Laba, konsumsi Pemerintah, PMTB, dan Ekspor Netto.
Investasi yang terbentuk di kabupaten Agam pada tahun 2013 menurut Harga Berlaku mencapai Rp. 2,088,22 milyar atau mengalami kenaikan sebesar 17,94 persen dari tahun 2012 yang hanya sebesar Rp. 1.770,64 milyar. Secara jelas tergambar pada tabel dibawah ini.
Tabel II.13
Nilai Investasi (Pembentukan Modal Tetap Bruto) Atas Dasar Harga Berlaku Kabupaten Agam Tahun 2009-2013
NO INSTITUSI 2009* 2010* 2011* 2012** 2013***
1 Pemerintah Umum 188,760.62 224,061.19 244,170.67 361,065.73 387,477.34 2 BUMN/D dan Swasta 273,705.22 245,096.20 546,650.89 616,130.54 747,690.14 3 Rumah Tangga 489,426.19 678,261.30 696,035.60 793,418,04 953,050.14 Kabupaten Agam 951,892.03 1,147,418.69 1,486.857.16 1,770,614.30 2,088,217.62 Ket : *Angka Diperbaiki ** Angka Sementara *** Angka Sangat Sementara
Sumber : data olahan
Secara ril investasi Kabupaten Agam mengalami kenaikan sebesar 14,74 persen, yaitu naik dari Rp. 624,92 Milyar pada tahun 2012 menjadi Rp. 717,02 Milyar rupiah tahun 2013. Secara jelas tergambar pada tabel dibawah ini.
Tabel II.14
Nilai Investasi (Pembentukan Modal Tetap Bruto)
Atas Dasar Harga Konstan Kabupaten Agam Tahun 2009-2013
NO INSTITUSI 2009* 2010* 2011* 2012** 2013***
1 Pemerintah Umum 89,499.66 93,682.27 93,444.93 127,435.05 133,045.72 2 BUMN/D dan Swasta 186,952.70 211,175.06 209,205.13 217,457.99 256,729.79 3 Rumah Tangga 202,289.45 259,572.87 266,375.16 280,030.10 327,243.00 Kabupaten Agam 478,741.81 564,430.20 569,025.22 624,923.14 717,018.51 Ket : *Angka Diperbaiki ** Angka Sementara *** Angka Sangat Sementara
Sumber : data olahan
RKPD Perubahan Tahun 2015 23
Struktur investasi menurut lapangan usaha selama periode 2009-2013, investasi yang terbesar berada pada sektor jasa-jasa yaitu 20,69 persen, Sektor industri pengolahan menepati urutan ke dua dengan distribusi sebesar 20,21 persen dan yang terkecil di sektor listrik, gas dan air bersih dengan distribusi sebesar 1,90 persen dari total investasi yang ditanamkan selama periode tersebut. Menurut institusi , rumah tangga merupakan institusi dengan nilai investasi yang paling tinggi dibandingkan institusi lainnya.
Berdasarkan hasil perhitungan investasi maka diperoleh dugaaan koefisien ICOR Kabupaten Agam tahun 2013 sebesar 3,04 yang artinya untik meningkatkan satu unit output di Kabupaten Agam dibutuhkan investasi sebesar 3,04 unit investasi.
2.1.2.4 Fokus Sumber Daya Manusia
A. Tingkat ketergantungan (rasio ketergantungan)
Hasil analisis rasio ketergantungan dapat disajikan dalam contoh tabel, sebagai berikut:
Tabel II.15
Rasio Ketergantungan Tahun 2010 s.d 2014 Kabupaten Agam
No Uraian 2010 2011 2012 2013 2014
1. Jumlah Penduduk Usia < 15 tahun 144509 144,782 147,268 142.192 140.820
2. Jumlah Penduduk usia > 64 tahun 37542 37,737 37,864 25.294 25.523
3. Jumlah Penduduk Usia Tidak Produktif (1) & (2) 182.051 182,519 185,132 167.486 166.343
4. Jumlah Penduduk Usia 15-64 tahun 273433 276,636
278,587 300.078 305.221
5. Rasio ketergantungan (3) / (4) 0.67 0.66 0.66 0,56 0,54