• Tidak ada hasil yang ditemukan

peraturan direktur jenderal pengendalian perubahan iklim

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "peraturan direktur jenderal pengendalian perubahan iklim"

Copied!
60
0
0

Teks penuh

Memberikan pengakuan terhadap upaya adaptasi dan mitigasi iklim di tingkat lokal yang telah dilakukan oleh kelompok masyarakat. Komunikasikan keberhasilan upaya adaptasi dan mitigasi iklim di tingkat lokalitas sehingga dapat direplikasi di tempat lain.

Pengantar

Persiapan

Pembentukan Kelompok Kerja

Pembuatan Profil Kerentanan dan Risiko Perubahan Iklim serta Sumber Emisi GRK

Emisi GRK limbah cair rumah tangga dihitung berdasarkan volume limbah dan faktor emisi untuk jenis pengolahan limbah cair. Emisi GRK air limbah industri dihitung berdasarkan volume limbah dan faktor debit untuk jenis pengolahan air limbah.

Gambar 2. Contoh Hasil Pemetaan Profil Kampung Iklim
Gambar 2. Contoh Hasil Pemetaan Profil Kampung Iklim

Perencanaan

Perencanaan Pengembangan, Peningkatan Kapasitas, dan Kelembagaan Masyarakat

Penyusunan rencana aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim tingkat tapak berbasis masyarakat

Memiliki simpanan bersama yang dapat digunakan untuk proses pemulihan atau pembangunan kembali jika terjadi bencana terkait iklim. Berdasarkan daftar tersebut, kemudian dibuat rencana kerja yang dapat mendukung pencapaian hasil yang ditargetkan. Pilihan kegiatan adaptasi dan mitigasi iklim yang dapat dilakukan oleh anggota masyarakat setempat dalam pelaksanaan ProKlim adalah sebagaimana tercantum dalam tabel berikut.

Pembangunan infrastruktur dan penahan banjir diperlukan untuk mengantisipasi perubahan pola curah hujan akibat perubahan iklim yang dapat meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor. Untuk mengantisipasi risiko banjir akibat perubahan iklim, salah satu upaya adaptasi yang dapat dilakukan adalah dengan meninggikan struktur bangunan/rumah panggung dan memperkuat struktur tersebut. 7 Pembuatan teras Dengan adanya potensi peningkatan curah hujan akibat perubahan iklim, salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir resiko longsor dan erosi adalah melalui pembuatan teras (meliputi saluran resapan air, saluran drainase, sistem perkuatan teras) pada lahan dengan kemiringan tertentu .

Contoh pola tanam adalah pola tanam berselang, pola tanam heterokultur (tumpang sari, tumpang tindih) Penerapan sistem tanam merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalkan resiko dampak perubahan iklim. Upaya yang dapat dilakukan misalnya dengan menerapkan perilaku hemat listrik, penggunaan hemat energi (non bola lampu) dan memaksimalkan pencahayaan alami. Patroli merupakan kegiatan pengawasan yang dapat dilakukan oleh Manggala Agni (MA) dan semua pihak dalam rangka pencegahan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

Pelaksanaan

Pelaksanaan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim tingkat tapak berbasis masyarakat

Untuk memastikan keberlanjutan program dan aksi untuk mengatasi perubahan iklim, rencana yang telah disiapkan harus dikomunikasikan dan upaya dilakukan untuk diintegrasikan ke dalam rencana pembangunan desa sebagai agenda bersama semua pemangku kepentingan di wilayah pembangunan yang tahan iklim dan rendah emisi gas rumah kaca. . Penentuan lokasi prioritas pelaksanaan program/kegiatan dari aspek adaptasi perubahan iklim adalah untuk merespon jenis ancaman terkait dampak perubahan iklim yang dihadapi masyarakat, misalnya banjir, kekeringan, atau tanah longsor. Sedangkan dari aspek mitigasi perubahan iklim, dapat ditetapkan prioritas kegiatan yang paling banyak menyumbang emisi gas rumah kaca, yang berpotensi menurunkan emisi gas rumah kaca atau meningkatkan penyerapan gas rumah kaca secara signifikan.

Tindakan prioritas yang akan dilaksanakan juga harus dikonsultasikan dengan pemerintah daerah setempat atau pendukung lainnya untuk mendapatkan masukan dan dukungan pelaksanaan di lapangan. Jadwal pelaksanaan aksi prioritas ditentukan setelah berkonsultasi dengan pihak pendukung dan mempertimbangkan kapasitas kemandirian masyarakat. Untuk mendukung langkah-langkah adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, masyarakat perlu membangun kapasitas melalui pelatihan yang direncanakan sebelumnya.

Pelatihan tersebut menyangkut aspek teknis dan kelembagaan, yang dapat difasilitasi oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah dan berbagai pihak pendukung termasuk dunia usaha.

Peningkatan kapasitas akses sumberdaya, pendanaan, serta teknologi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim

Corporate Social Responsibility (CSR) juga merupakan sumber dana penting yang harus dioptimalkan untuk mengatasi masalah perubahan iklim.

Pengembangan dan Penguatan ProKlim

Hasil monitoring dan evaluasi digunakan untuk terus meningkatkan pelaksanaan kegiatan di Kampung Iklim melalui perencanaan yang lebih baik. Dengan demikian, kegiatan Kampung Iklim benar-benar dapat berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat dengan gaya hidup rendah emisi GRK dan tangguh terhadap perubahan iklim. Dengan terus memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan di Podnebna vas selama lebih dari 2 tahun, kami berharap keberhasilan pelaksanaan kampanye dapat diketahui dibandingkan dengan kondisi awal sebelum kegiatan.

Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan, kesiapan lokasi untuk didaftarkan sebagai Kampung Iklim melalui Sistem Registrasi Perubahan Iklim Nasional (SRN PPI) akan diumumkan sesuai prosedur pendaftaran ProKlim. Negara yang telah melakukan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara berkelanjutan selama lebih dari 2 tahun dan telah membentuk kelompok masyarakat/komunitas penanggung jawab kegiatan dapat diusulkan untuk didaftarkan sebagai Kampung Iklim. Usulan lokasi desa iklim didaftarkan melalui Sistem Registrasi Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI) di http://ditjenppi.menlhk.go.id/srn.

Aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim lokal di lokasi yang diusulkan ada dan telah dilaksanakan secara terus menerus selama lebih dari 2 tahun.

Gambar 3. Alur Proses Pengusulan Kampung Iklim di SRN PPI I.   Persyaratan
Gambar 3. Alur Proses Pengusulan Kampung Iklim di SRN PPI I. Persyaratan

Pengusulan ProKlim

Mekanisme

  • Pendaftaran
  • Pengisian Data Umum
  • Pengisian Data Teknis
  • Tindak Lanjut Pengusulan

Setelah mengisi data dan informasi, formulir ProKlim diunggah kembali ke SRN PPI untuk skema ProKlim dengan format penulisan nama file sebagai berikut: nama_proklim_lokasi_kab./kota_tahun. Entri Data Umum dilakukan oleh setiap penanggung jawab kegiatan ProKlim dengan terlebih dahulu login ke halaman SRN PPI. Selanjutnya penanggung jawab kegiatan mengunggah “Dokumen pendukung” berupa dokumentasi kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta lembaga masyarakat dan dukungan keberlanjutan.

Setelah melengkapi dan memeriksa data umum, penanggung jawab mengirimkan data dengan menekan tombol “kirim”. Formulir pendaftaran ProKlim diisi secara offline dan diunggah ke SRN PPI di menu "Dokumen Teknis>Aksi". Formulir sumber daya diisi secara online di SRN PPI dan mencakup informasi tentang sumber pendanaan, komponen biaya, dukungan transfer teknologi, dukungan peningkatan kapasitas, dan dukungan tindakan ahli.

Sekretariat ProKlima kemudian melakukan validasi dan pengecekan terhadap data kegiatan ProKlima yang terdaftar di SRN PPI.

Verifikasi

  • Pelaksana Verifikasi
  • Verifikasi Nominasi ProKlim
  • Prosedur Verifikasi
    • Verifikasi Langsung/Offline
    • Metode Verifikasi Daring/Online
  • Keluaran Kegiatan Verifikasi Lapangan

Memeriksa kesesuaian informasi yang disampaikan dalam dokumen usulan ProKlim dan memeriksa secara fisik bentuk kegiatan adaptasi dan mitigasi iklim di lapangan, serta mencatat dan melaporkan pengamatan di lapangan, baik secara kualitas maupun kuantitas. Mengidentifikasi kegiatan adaptasi dan mitigasi iklim yang ditemukan di lapangan yang tidak dicantumkan dalam Lembar Formulir ProKlim. Verifikator adalah individu yang memiliki kemampuan teknis untuk mengidentifikasi kegiatan adaptasi dan mitigasi iklim serta kapasitas kelembagaan masyarakat dan dukungan keberlanjutan.

Menerima penghargaan minimum di tingkat provinsi untuk kegiatan yang terkait dengan tindakan adaptasi dan/atau mitigasi perubahan iklim. Periksa secara fisik dokumen tertulis, antara lain dokumen kelembagaan masyarakat, kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, dan dokumen pendukung lainnya. Kualitas dan kuantitas, serta kondisi fisik bentuk-bentuk adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang ditemui di lapangan;

Daftar kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim terdapat pada Lampiran III Bagian II (Kegiatan Adaptasi dan Mitigasi PI) dalam bentuk ProKlim.

Gambar 5. Bagan Alur Proses Verifikasi ProKlim
Gambar 5. Bagan Alur Proses Verifikasi ProKlim

Metode penilaian ProKlim mengoptimalkan upaya pemecahan masalah (problem solving), dampak perubahan iklim di tingkat lokal dan potensi perbaikan di masa mendatang. Potensi bahaya perubahan iklim yang dipelajari di setiap lokasi ProKlim adalah kenaikan suhu, perubahan pola curah hujan, kenaikan permukaan air laut, gelombang tinggi, badai, dan wabah penyakit terkait iklim. Penilaian ProKlim mengidentifikasi lokasi masyarakat yang tinggal di tempat-tempat yang rentan/kritis terhadap bahaya perubahan iklim.

Lokasi dengan kinerja yang konsisten, yaitu lokasi yang dapat memberikan kinerja jangka panjang yang baik secara konsisten dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, yang dibuktikan dengan kondisi profil lokasi. Alat penilaian ProKlim telah dikembangkan berdasarkan profil tapak sehingga dapat menilai potensi dan capaian kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim untuk setiap tipologi wilayah. Tidak semua kriteria ProKlim harus berada di satu lokasi, dalam hal adaptasi terhadap perubahan iklim, yang terpenting adalah apakah lokasi tersebut telah mampu mengatasi ancaman dan risiko perubahan iklim di wilayah tersebut, misalnya banjir, kekeringan, gagal panen , wabah penyakit terkait iklim, dan apakah daerah tersebut berusaha mengurangi kerentanannya.

Dari segi mitigasi perubahan iklim, yang terpenting adalah apakah daerah sudah mengelola semua peluang mitigasi yang ada di daerahnya, dan dari segi kelembagaan apakah daerah sudah mencari kelembagaan yang baik sehingga ada dukungan yang mendukung keberlangsungan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di kawasan.

Tahapan dan Tata Cara Penilaian

Karena tipologi daerah di Indonesia sangat beragam, misalnya pedesaan, perkotaan, dan pesisir, penilaian ProKlim disesuaikan dengan karakteristik masing-masing negara.

Tahapan Dan Tata Cara Penetapan Hasil Penilaian 4.1 Tahapan Penetapan Hasil Penilaian

Tata Cara Penetapan Hasil Penilaian .1 Penilaian Teknis

  • Rekomendasi dan Penetapan Penerima Penghargaan ProKlim Utama dan Lestari

Tim Teknis bertugas melakukan evaluasi teknis dan menetapkan skor setiap komponen dan indikator ProKlim dengan mengacu pada hasil verifikasi. Tim Teknis terdiri dari pejabat setingkat Eselon 2 dari seluruh Eselon I Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan dapat mencakup perwakilan kementerian/lembaga serta para ahli atau praktisi yang memiliki keahlian terkait implementasi ProKlim. Membuat penilaian untuk setiap jenis kegiatan yang memiliki bobot tertentu dan menggambarkan tingkat kepentingan tindakan tersebut secara objektif dan lengkap;

Tim teknis melakukan evaluasi (scoring) dengan menggunakan lembar evaluasi kegiatan ProKlim sesuai dengan kesesuaian lahan dengan jenis kegiatan ProKlim. Tim teknis dapat beranggotakan para ahli yang dianggap memiliki keahlian khusus terkait dengan proses penilaian untuk jenis kegiatan ProKlima. Kesimpulan dan rekomendasi tim teknis berkaitan dengan kelayakan lokasi yang dinilai, yang dianggap sebagai ProKlim utama dan berkelanjutan.

Tim Pengarah terdiri dari pejabat setingkat Eselon I dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan dapat melibatkan perwakilan kementerian/lembaga dan tenaga ahli yang memiliki keahlian terkait pelaksanaan ProKlim.

Kriteria Pemberian Apresiasi ProKlim

Setelah mempelajari hasil verifikasi dan penilaian teknis, Panitia Pengarah melaporkan hasil penilaian kepada Menteri untuk penetapan ProKlim Utama dan Berkelanjutan. Bagi dunia usaha, pelaku usaha telah mencapai minimal PROPER hijau atau pelaku usaha yang telah mematuhi peraturan tentang pengelolaan, konservasi, dan perlindungan lingkungan hidup dan kehutanan. Untuk sektor korporasi, minimal 5 lokasi untuk perusahaan kecil dan menengah atau 10 lokasi untuk perusahaan besar sedang dikembangkan dengan SRN PPI dan sudah ada lokasi yang memenuhi kriteria utama proklim.

Bentuk Apresiasi

Pemantauan dan evaluasi merupakan aspek penting untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan program dan alokasi sumber daya dalam keseluruhan pelaksanaan kegiatan ProKlim serta untuk memastikan keberlanjutan pelaksanaan ProKlim. Kegiatan pemantauan harus dilakukan untuk melihat perkembangan perencanaan dan pelaksanaan ProKlim di daerah serta mengidentifikasi tantangan dan hambatan yang dihadapi guna merumuskan tindakan antisipatif dan korektif serta mencegah kesalahan yang sama di kemudian hari.

Tujuan dan Sasaran

Ruang Lingkup

Pelaksanaan kegiatan monev secara nasional dikoordinir oleh Dirjen, sedangkan di tingkat daerah oleh koordinator ProKlim di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Keluaran

Gambar

Gambar 1. Tahapan Penyelenggaraan ProKlim
Gambar 2. Contoh Hasil Pemetaan Profil Kampung Iklim
Tabel Nilai EF dari Aksi Mitigasi dan Baseline pada Sub-Sektor Limbah Cair Domestik  Sub-Sektor
Tabel 1. Sumber Emisi GRK
+7

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Pelaku usaha perkebunan atau kelompok unit desa wajib menyiapkan sumberdaya manusia pengendalian kebakaran lahan yang handal dalam organisasi yang dibentuk sesuai

(1) Penyusunan kajian kerentanan dan risiko iklim sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf b dilakukan untuk memetakan bahaya perubahan iklim terhadap faktor biofisik,

Tim Teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c, yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal, dan anggotanya terdiri dari pejabat setingkat Eselon 2 dari unit

[r]

“For each State or regional economic integration organization that ratifies, accepts or approves this Agreement or accedes thereto after the conditions set out in paragraph 1 of

The Consultative Group of Experts on National Communications from Parties not included in Annex I to the Convention shall have the objective of improving the process of and

Prinsip clarity-transparency-understanding (CTU) merupakan core principles dan isu strategis yang akan terus dirujuk dalam mengelaborasi First NDC Indonesia ke dalam