• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI

N/A
N/A
Wahyu Tri Art

Academic year: 2023

Membagikan "PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI "

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5336);

2. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 15 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 889) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 23 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 15 Tahun 2015 tentang a. bahwa untuk upaya pencegahan perilaku koruptif dan tindak pidana korupsi, perlu diselenggarakan pendidikan antikorupsi di perguruan tinggi;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi tentang Penyelenggaraan Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi;

MENTER! RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Mengingat Menimbang

PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI NOMOR 33 TAHUN 2019

TENTANG

PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN ANTIKORUPSI DI PERGURUAN TINGGI SALIN AN

(2)

Pasal 3

(1) Pendidikan Antikorupsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) selain melalui mata kuliah dapat diselenggarakan melalui:

a. kegiatan kemahasiswaan; dan/atau b. kegiatan pengkajian.

(2) Kegiatan kemahasiswaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri atas:

Pasal 2

(1) Pendidikan antikorupsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 wajib diselenggarakan melalui mata kuliah.

(2) Mata kuliah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa sisipan atau insersi pada:

a. Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU); atau b. mata kuliah yang relevan.

Pasal 1

(1) Pendidikan antikorupsi merupakan proses pembelajaran dan pembentukan perilaku yang diselenggarakan pada perguruan tinggi yang berkaitan dengan pencegahan perilaku koruptif dan tindak pidana korupsi.

(2) Pendidikan antikorupsi sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1) diselenggarakan pada program diploma dan sarjana.

(3) Perguruan tinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta.

PENDIDIKAN ANTIKORUPSI DI PERGURUAN TINGGI.

TEKNOLOGI, DAN PENYELENGGARAAN MENTER! RISET,

TINGGI TENTANG PERATURAN

PENDIDIKAN

MEMUTUSKAN:

Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 238);

- 2 -

Menetapkan

(3)

Pasal 7

Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Pasal 6

Penyelenggaraan pendidikan antikorupsi mulai diterapkan di perguruan tinggi paling lambat 1 (satu) tahun sejak Peraturan Menteri ini diundangkan.

Pasal 5

(1) Pemimpin perguruan tinggi bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pendidikan antikorupsi.

(2) Pemimpin perguruan tinggi melaporkan penyelenggaraan pendidikan antikorupsi kepada Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi melalui Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan secara berkala.

(3) Penyelenggaraan dan pelaporan pendidikan antikorupsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan.

Pasal 4

Dalam hal perguruan tinggi tidak menyelenggarakan pendidikan antikorupsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1), Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan atas nama Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi melakukan pembinaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

a. kegiatan kokurikuler;

b. kegiatan ekstrakurikuler; dan c. kegiatan unit kemahasiswaan.

(3) Kegiatan pengkajian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri atas:

a. pusat kajian; dan

b. pusat studi.

- 3 -

(4)

Widhawati Siswojo Salinan sesuai dengan aslinya Ke ala Biro Hukum dan Organisasi

Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi,

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2019 NOMOR 1024 WIDODO EKATJAHJANA

TTD.

DIREKTUR JENDERAL

PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,

Diundangkan di Jakarta

pada tanggal 9 September 2019

MOHAMAD NASIR TTD.

MENTER! RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI

REPUBLIK INDONESIA, Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 3 September 2019 Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri mi dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

- 4 -

Referensi

Dokumen terkait

(3) Dalam hal permohonan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) disetujui sebagian atau seluruhnya, Direktur Jenderal Sea dan Cukai atas nama Menteri

(3) Dalam hal permohonan sebagaimana dimaksud dalam Pasal3 ayat (1) disetl\.iui sebagian atau seluruhnya, Direktur Jenderal Bea dan Cukai atas nama Menteri Keuangan

permohonan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) disetujui sebagian atau seluruhnya, Direktur Jenderal Bea dan Cukai atas nama Menteri Keuangan menerbitkan

(4) Standar Pendidikan Tinggi yang Ditetapkan oleh Perguruan Tinggi disusun dan dikembangkan oleh perguruan tinggi dan ditetapkan dalam peraturan pemimpin perguruan

(2) Gelar Advokat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a ditetapkan oleh perguruan tinggi bersama dengan Organisasi Advokat yang bertanggung jawab terhadap

(1) Penilaian komponen Tunjangan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) direkapitulasi oleh bagian yang menangani fungsi kepegawaian pada unit kerja,

(1) Lembaga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) huruf d adalah unsur pelaksana akademik di bawah Rektor yang melaksanakan sebagian tugas dan fungsi di

3 Dalam hal terjadi pemberhentian dekan paling lama 1 satu tahun sebelum masa jabatannya berakhir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 ayat 3, Rektor mengangkat dan menetapkan salah 1