KARYA ILMIAH TERAPAN
PERAWATAN DAN PENCEGAHAN OVERHEATING PADA MOTOR LISTRIK 3 FASA DI ATAS KAPAL MV
SENDANG MAS
Disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Pendidikan dan pelatihan pelaut Diploma III
AJI ATHA HIDAYAT 04.16.093.1.43/E ELEKTRO PELAYARAN
PROGRAM DIPLOMA III PELAYARAN POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA
TAHUN 2019
PERAWATAN DAN PENCEGAHAN OVERHEATING PADA MOTOR LISTRIK 3 FASA DI ATAS KAPAL MV SENDANG
MAS
Disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaian Program Pendidikan dan Pelatihan Pelaut Diploma III Pelayaran
AJI ATHA HIDAYAT 04.16.093.1.43/E ELEKTRO PELAYARAN
PROGRAM DIPLOMA III PELAYARAN POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA
TAHUN 2019
ii
PERNYATAAN KEASLIAN
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama :Aji Atha Hidayat
Nomer Induk Taruna : 04.16.093.1.43/E
Program Diklat : Elektro Technical Officer
Menyatakan bahwa karya ilmiah terapan yang saya tulis dengan judul :
PERAWATAN DAN PENCEGAHAN OVERHEATING PADA MOTOR LISTRIK 3 FASA DI ATAS KAPAL MV SENDANG MAS
merupakan karya asli seluruh ide yang ada dalam KIT tersebut, kecuali tema dan yang saya nyatakan sebagai kutipan, merupakan ide saya sendiri.
Jika pernyataan di atas terbukti tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh Politeknik Pelayaran Surabaya.
Surabaya, ... 2019
Aji Atha Hidayat NIT. 04.16.093.1.43
iii
PERSETUJUAN SEMINAR KARYA ILMIAH TERAPAN
Judul : PERAWATAN DAN PENCEGAHAN
OVERHEATING PADA MOTOR LISTRIK 3
FASA DI ATAS KAPAL MV SENDANG MAS
Nama : AJI ATHA HIDAYAT
Nomer Induk Taruna : 04.16.093.1.43/E Program Diklat : Elektro technical officer
Dengan ini di nyatakan telah memenuhi syarat untuk diseminarkan
SURABAYA, 2019
Menyetujui:
Pembimbing I
Edi Kurniawan,S.ST.,MT
Penata Muda Tk I (III/b) NIP. 198312022019021001
Pembimbing II
Anak Agung Istri S.W,S.Si.T.,M.Adm.SDA Penata Tk I (III/d)
NIP. 197812172005022001
Mengetahui:
Ketua Jurusan Elektro Pelayaran
Anak Agung Istri S.W,S.Si.T.,M.Adm.SDA Penata Tk I (III/d)
NIP. 197812172005022001
iv
HALAMAN PENEGESAHAN
PERAWATAN DAN PENCEGAHAN OVERHEATING PADA MOTOR LISTRIK 3 FASA DI ATAS KAPAL MV SENDANG MAS
Disusun oleh:
AJI ATHA HIDAYAT NIT. 04.16.093.1.43/E Elektro Technical officer
Telah dipertahankan di depan Panitia Ujian Karya Ilmiah Terapan Politeknik Pelayaran Surabaya
Pada Tanggal Menyutujui:
Penguji I Penguji II Penguji III
Wiratno,M.T.,M.Mar.E Anak Agung I.S.W,S.SiT.,M.Adm.SDA Capt.Heru Susanto,M.M Penata (III/c) Penata Tk I (III/d) Pembina (IV/a) NIP. 197205092003121002 NIP. 197812172005022001 NIP. 197110032005021001
Mengetahui:
Ketua Jurusan Elektro Pelayaran
Anak Agung Istri S.W,S.Si.T.,M.Adm.SDA Penata Tk I (III/d)
v
NIP. 197812172005022001 KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas segala kuasa, berkat dan anugrahnya yang telah Tuhan berikan sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal karya ilmiah terapan ini. Adapun karya ilmiah terapan ini disusun guna memenuhi persyaratan untuk menyelesaikan program pendidikan.Diploma III Pembentukan di Politeknik Pelayaran Surabaya dengan mengambil judul, Perawatan dan pencegahan overheating pada motor listrik 3 fasa.
Penulis sangat menyadari bahwa di dalam karya ilmiah terapan ini masih banyak terdapat kekurangan, baik dalam hal penyajian materi maupun teknik penulisannya, oleh karena itu penulis mengharap koreksi dan saran yang nantinya dapat digunakan untuk menyempurnakan proposal karya ilmiah terapan ini.
Pada kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan banyak terima kasih kepada :
1. Capt. Heru Susanto, M.M selaku Direktur Politeknik Pelayaran Surabaya yang telah mendukung dan memfasilitasi dalam proses penyelesaian karya ilmiah terapan
2. Anak Agung Istri S.W,S.Si.T.,M.Adm.SDA selaku Ketua Jurusan Elektro pelayaran dan pembimbing II, sudah memberikan bekal bimbingan dan arahan dalam karya ilmiah terapan
3. Edi Kurniawan,S.ST.,MT selaku pembimbing I yang telah membimbing dalam penyelesaian karya ilmiah terapan, khususnya yang berkaitan dengan judul, Perawatan dan pencegehan overheating pada motor listrik 3 fasa.
vi
4. Kedua orang tua saya yang selalu memberikan dukungan berupa doa, moral dan materi dalam penyelesaian karya ilmiah terapan.
5. Teman-teman Taruna kelas Elektro Pelayaran D III Pembentukan Politeknik Pelayaran Surabaya yang telah memberi saran dan semangat dalam penyelesaian karya ilmiah terapan ini.
Akhir kata penulis berharap semoga karya ilmiah terapan ini dapat bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan bagi penulis khususnya. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan petunjuk dan lindungan dalam melakukan penelitian yang selanjutnya dituangkan dalam bentuk karya ilmiah terapan.
Surabaya, ... 2019
Aji Atha Hidayat
vii
ABSTRAK
AJI ATHA HIDAYAT, 2019,Perawatan dan Pencegahan Overheating pada Motor Listrik 3 fasa di atas kapal MV Sendang Mas. Dibimbing oleh Edi Kurniawan,S.ST,MT dan Anak Agung Istri S.W,S.SiT,M.Adm.Sda.
Kebutuhan mesin penggerak suatu alat sangat penting dalam dunia pelayaran bahkan hampir di setiap kapal mesin penggerak setiap harinya digunakan untuk membantu kinerja dari pengoperasian pompa-pompa, contoh hydrofor pump yang menggunakan mesin penggerak motor listrik 3 fasa untuk membantu memompa air.
Oleh karena itu motor listrik sangat penting saat di atas kapal dan alat yang sering mengalami masalah atau kerusakan dalam pengoperasiannya.
Penelitian ini akan membahas tentang perawatan dan pencegahan overheating pada motor listrik 3 fasa, munculnya overheating disebabkan beberapa faktor-faktor seperti yang terjadi di MV Sendang mas yaitu faktor kelistrikan yang disebabkan hilangnya 1 fasa pada masukan daya motor yang membuat motor berdengung dan tidak berputar, dan faktor mekanik yang disebabkan oleh rusaknya sparepart mechanical seal yang menyebabkan air dan lumpur masuk ke dalam lilitan stator, dan beban yang terlalu berat dapat mempengaruhi putaran dari rotor menjadi tidak stabil dan menyebabkan overheating.
Berdasarkan hasil penelitian yang didapat oleh peneliti untuk wawancara dan observasi disimpulkan bahwa perawatan yang dilakukan adalah penggantian sparepart yang sudah rusak pada motor listrik dan pompa , dan pencegahan meliputi pemasangan safety device thermal overload relay guna mencegah overheating yang disebabkan hilangnya 1 fasa,dan menggunakan beban crane sesuai dengan muatan container yang untuk menjaga kinerja motor agar lebih tahan lama.
Kata kunci : Motor Listrik 3 fasa, Overheating, Perawatan
viii ABSTRACT
AJI ATHA HIDAYAT, 2019, Maintenance and Prevention of Overheating in 3-phase Electric Motors onboard Mv Sendang Mas. Supervised by Edi Kurniawan,S.ST.,MT and Anak Agung Anak S.W, S.SiT, M.Adm.Sda.
The need for the engine driving a device is very important in the shipping world even almost every boat driving the machine every day is used to help the performance of the operation of pumps. Example of a hydrofor pump that uses a 3 phase electric motor drive engine to help pump water. Therefore, electric motors are very important when on board and tools that often experience problems or damage in operation.
This study will discuss the maintenance and prevention of overheating in three- phase electric motors, the emergence of overheating caused by several factors such as what happened in MV Sendang mas namely electrical factors caused by the loss of 1 phase at the motor power input that makes the motor buzzing and not rotating, and mechanical factors caused by damage to mechanical seal spare parts that cause water and mud to enter the stator windings, and too heavy loads can affect the rotation of the rotor becomes unstable and cause overheating.
Based on research results obtained by researchers for interviews and observations, it was concluded that the maintenance carried out was the replacement of damaged spare parts on electric motors and pumps, and prevention including the installation of thermal overload relay safety devices to prevent overheating caused by loss of 1 phase, and using crane loads in accordance with the container load to maintain motor performance to be more durable.
Keywords: 3 phase Electric Motor, Overheating, Maintenance
ix
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ... i
PERNYATAAN KEASLIAN ... ii
PERSETUJUAN SEMINAR ... iii
HALAMAN PENGESAHAN ... iv
KATA PENGANTAR ... v
ABSTRAK ... vii
DAFTAR ISI ... ix
DAFTAR TABEL ... xiii
DAFTAR GAMBAR ... xiv
BAB I PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang Penelitian ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 2
1.3 Tujuan Penelitian... 2
1.4 Manfaat Penelitian... 3
1.4.1 .Manfaat Teoritis ... 3
1.4.2. Manfaat Praktis ... 3
x BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Review penelitian sebelumnya ... 4
2.2 Landasan Teori. ... 5
2.2.1 Pengertian perawatan ... 5
2.2.2 Pengertian motor listrik. ... 6
2.2.3 Prinsip kerja motor listrik 3fasa. ... 7
2.2.4 Komponen motor listrik. ... 8
2.2.4.1 Stator ... 8
2.2.4.2 Rotor ... 9
2.2.4.3 Brush ... 9
2.2.4.4 Main shaft ... 10
2.2.4.5 Bearing ... 11
2.2.4.5 Ball bearing ... 11
2.2.4.5 Roller Bearing ... 11
2.2.4.5 Ball Thrust Bearing ... 11
2.2.4.6 Motor housing ... 12
2.2.4.7 Colling fan/Kipas pendingin ... 13
2.2.5 Megger test ... 13
2.3 Penyebab terjadinya overheating... 14
2.3.1 Beban lebih atau overload ... 14
2.3.2 Short circuit atau hubung singkat ... 14
2.3.3 Motor listrik kotor. ... 14
2.4 Perawatan motor listrik. ... 15
xi
2.4.1 Preventive maintenance. ... 15
2.4.1.1 Current Check. ... 15
2.4.1.2 Insulation resistance check... 15
2.4.1.3 Temperature check ... 16
2.4.1.4 Cleaning check ... 16
2.4.2 Breakdown maintenance. ... 16
2.4.2.1 Rewinding motor listrik ... 16
2.4.2.2 Penggantian bearing ... 16
2.4.2.3 Balancing rotor... 17
2.5 Kerangka Penelitian ...18
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian ... 19
3.2 Lokasi Penelitian ... 19
3.3.Jenis dan Sumber Data ... 20
3.3.1 Data Primer ... 20
3.3.2 Data Sekunder ... 20
3.4 Pemilihan informan ... 21
3.4.1 Teknik Wawancara (Interview) ... 21
3.4.2 Teknik Observasi(Pengamatan) ... 21
3.4.3 Teknik Dokumentasi ... 22
3.5 Teknis Analisis Data ... 22
3.5.1 Reduksi Data ... 23
3.5.2 Penyajian Data ... 23
xii
3.5.3 Menarik Simpulan atau Verivikasi ... 23
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian ... 24
4.1.1 Perusahaan ... 24
4.1.2 Tempat Penelitian ... 24
4.1.3 Awak Kapal ... 25
4.1.4 Kronologi Kejadian ... 25
4.2 Penyajian Data ... 26
4.2.1 Berdasarkan Hasil Wawancara ... 26
4.2.2 Berdasarkan Hasil Observasi... 27
4.3.Pembahasan Hasil Penelitian ... 30
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5.1 Kesimpulan ... 32
5.2 Saran ... 33 Daftar Pustaka
xiii
DAFTAR TABEL
Halaman 2.1 Table Review Penelitian Sebelumnya. ... 4
xiv
DAFTAR GAMBAR
Halaman
2.1 Prinsip kerja motor induksi 3fasa. ... 7
2.2 Stator motor listrik ... 8
2.3 Rotor motor listrik. ... 9
2.4 Brush. ... 10
2.5 Main Shaft. ... 10
2.6 Bearing. ... 12
2.7 Motor housing. ... 12
2.8 Cooling fan motor listrik. ... 13
2.9 Kerangka Penelitian. ... 18
4.1 Nameplate Motor Listrik Rotarty pump Aux Boiler 1,5 KW. ... 27
4.2 Panel Rotary Pump Aux Boiler. ... 28
4.3 Nameplate Motor Listrik Working Air Compressor 37 KW. ... 28
4.4 Panel Working Air Compressor. ... 29
4.5 Motor Listrik Vacum Bilge. ... 29
4.6 Mechanical Seal Vacum Bilge Pump. ... 30
1
BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG PENELITIAN
Motor listrik pada kapal MV Sendang Mas memiliki peranan yang sangat penting dan paling banyak di gunakan untuk mesin penggerak suatu alat, yang digunakan untuk mengkonversi dari energi listrik menjadi energi mekanik. Motor listrik adalah komponen elektronika yang terdiri dari sejumlah lilitan kawat tembaga sehinggga membentuk kumparan dengan intinya dan di tempatkan diantara dua magnet,ketika dialiri tegangan listrik maka akan menjadi gaya magnet yang berlawanan arah atau sebaliknya. Sesuai dengan peran dan fungsinya maka motor listrik (electric motor) sangat penting dalam dunia industri, sehingga motor listrik diharuskan bekerja dengan baik dan aman bagi operator. Banyak sekali jenis-jenis gangguan yang berpotensi untuk menggangu fungsi dan kerja motor atau bahkan bisa merusak motor itu sendiri diantaranya yaitu overheating. Salah satu faktornya adalah hilangnya 1 fasa pada daya masukan motor , perawatan motor yang tidak sesuai prosedur yang mengakibatkan motor terlalu panas hal ini disebut dengan overheating.
Pada tanggal 14 juli 2014 pada saat MV Sendang Mas dalam keadaan sandar pelabuhan Jakarta, hydrofor pump yang digunakan sehari-hari untuk mandi mengalami overhating yang di sebabkan hilangnya 1 fasa pada masukan daya motor listrik yang bedengung kencang tapi tidak berputar , dalam permasalahan
2
ini terbukti bahwa motor listrik memiliki peranan yang sangat penting di atas kapal MV Sendang Mas, overheating merupakan salah satu gangguan paling sering terjadi di electric motor.
Demi menjaga kinerja motor listrik dan melindunginya dari suatu permasalahan saat pengoperasian, maka perawatan dan pecegahan overheating sangat dibutuhkan diatas kapal MV Sendang Mas. Maka dalam permasalahan ini
penulis mengambil judul “PERAWATAN DAN PENCEGAHAN
OVERHEATING PADA MOTOR LISTRIK 3 FASA DI ATAS KAPAL MV SENDANG MAS”
1.2 RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang dapat dirumuskan beberapa permasalahan antara lain : 1. Apa faktor-faktor penyebab overheating pada motor listrik 3 fasa ?
2. Bagaimana cara perawatan dan pencegahan overheating motor listrik 3 fasa di atas kapal MV Sendang Mas
1.3 TUJUAN PENELITIAN Tujuan penelitian ini antara lain:
1. Untuk mengetahui faktor penyebab overheating pada motor listrik 3 fasa 2. Untuk melakukan pencegahan agar tidak terjadi overheating pada motor
listrik
3. Untuk melakukan perbaikan pada motor listrik yang mengalami overheating
3
1.4 MANFAAT PENELITIAN
Berdasarkan tujuan penelitian yang hendak dicapai, maka penelitian ini diharapkan mempunyai manfaat dalam pendidikan baik langsung maupun tidak langsung. Adapun manfaat ini adalah sebagai berikut :
1.4.1 Manfaat secara teoritis
a) Menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan para taruna sebagai calon perwira transportasi matra laut yang berkompetensi di bidang teknik elektronika pelayaran di atas kapal khususnya mengenai motor listrik 3 fasa.
b) Sebagai perbandingan antara teori dengan praktek nyata di lapangan pada waktu praktek laut.
1.4.2 Manfaat secara praktis 1.4.2.1 Bagi penulis
Dapat menambah wawasan dan pengalaman secara langsung tentang perawatan dan pencegahan overheating pada motor listrik 3 fasa.
1.4.2.2 Bagi lembaga pendidikan
Penelitian ini dapat menjadi sumber bacaan maupun referensi bagi semua taruna atau pihak yang membutuhkan bagaimana perawatan dan pencegahan overheating pada motor listrik 3 fasa.
1.4.2.3 Bagi perusahaan pelayaran
Dari hasil penelitian ini perusahaan dapat mengaetahui cara pencegahan overheating dan bisa mendapatkan informasi lebih, dari gangguan motor listrik di atas kapal yang disebabkan overheating.
4
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA 2.1 REVIEW PENELITIAN SEBELUMNYA
Adapun hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya
NO NAMA JUDUL HASIL
1 Siswanto tahun (2012)
Perawatan motor listrik pada mesin penggerak sistem crane di PT Krakatau Bandar Samudera
Penelitian ini tentang perawatan mesin crane yang dimiliki PT Krakatau Bandar Samudera yang berhubungan dengan motor listrik , sistem perawatan dan perbaikan crane terdapat pada prosedur pengerjaan perawatan yaitu preventive yang berfungsi melakukan pengecekan
bagian-bagian yang
mengalami kerusakan yang nantinya akan di buat suatu surat perintah kerja (Work Order). Dan jenis perawatan terdapat : Safety Instruction, General Storage Precautions,
5
Foundation, Machine Installation,Commisioning,
Observation and
Maintenance, Insulation Resistance, Brushes and Commutation,Commutator, Lubrication.
Tabel 2.1 review penelitian 2.2 LANDASAN TEORI
2.2.1 PENGERTIAN PERAWATAN
Perawatan merupakan suatu kegiatan yang diarahkan pada tujuan untuk menjamin kelangsungan fungsional suatu sistem produksi sehingga dari sistem produksi sehingga dari sistem produksi sehingga dari sistem itu dapat diharapkan menghasilkan output sesuai dengan yang di kehendaki. Sistem perawatan dapat dipandang sebagai bayangan dari sistem produksi , dimana apabila sistem produksi beroperasi dengan kapasitas yang sangat tinggi maka akan lebih intensif (Vincent 1994:513).
Menurut R. Keith. Mobley (2002) Perawatan/pemeliharaan adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang dengan tujuan agar peralatan selalu memiliki kondisi yang sama dengan keadaan awalnya.
6
2.2.2 PENGERTIAN MOTOR LISTRIK
Dikutip oleh Wijaya (2001:58) Secara umum motor listrik berfungsi untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik yang berupa tenaga putar.
Pada motor DC energi listrik di ambil langsung dari kumparan armatur dengan melalui sikat dan komutator. Oleh sebab itu motor DC disebut juga motor konduksi, lain halnya dengan motor AC, kumparan rotor tidak menerima energi listrik secara langsung tetapi secara induksi seperti yang terjadi pada kumparan tranformator. Oleh karena itu motor AC dikenal sebagai motor induksi.dilihat dari konstruksinya yang sederhana dan kuat, harganya yang relative murah, maka motor induksi 3 fasa banyak digunakan dikalangan industri.
Motor induksi 3 fasa banyak digunakan dikalangan industri, hal ini berkaitan dengan beberapa keuntungan dan kerugian :
Keuntungan :
a) Bentuknya sederhana dan kontruksinya sangan kuat serta hampir tidak pernah mengalami kerusakan yang berarti
b) Harganya relative lebih murah dan perawatannya mudah c) Mempunyai efisiensi yang tinggi
d) Tidak memerlukan starting tambahan dan tidak harus sinkron Kekurangan :
a) Pengaturan kecepatan dari motor induksi sangat mempengaruhi efesiensinya
b) Kecepatan akan menurun seiring dengan bertambahnya beban
7
2.2.3 PRINSIP KERJA MOTOR LISTRIK
Prinsip kerja motor listrik pada dasarnya sangat sederhana. Bila sumber tenganan 3 fasa dialirkan pada kumparan stator, maka akan timbul medan putar dengan kecepatan tertentu. Besarnya kecepatan tersebut dapat diukur menggunakan sebuah rumus Ns = 120 f/P. dimana Ns adalah kecepatan putar, f adalah frekuensi sumber, dan P adalah kutub motor.
Perlu diketahui bahwa medan putar stator akan memotong batang konduktoor yang ada pada rotor, sehingga pada batang konduktor dari rotot akan muncul GGL induksi. GGL akan menghasilkan arus (I) serta gaya (F) pada rotor. Afar GGL induksi timbul, diperlukan perbedaan antara kecepatan medan putar yang ada pada stator (ns) dengan kecepatan berputar yang ada pada rotor (nr)
Gambar 2.1 prinsip kerja motor listrik
Sumber : Akhma Insya Ansori (2013) Gambar Kontruksi Motor Listrik
8
Perbedaan kecepatan antara stator dan rotor disebut slip (s) yang dapat dinyatakan dengan rumus s==(ns – nr) / ns. Apabila nr = ns, makan GGL induksi tidak akan timbul,dan arus tidak akan mengalir pada batang konduktor (rotor),dengan demikian tidak dihasilkan kopel
2.2.4 KOMPONEN MOTOR LISTRIK 2.2.4.1 STATOR
Stator memiliki fungsi untuk menghasilkan medan listrik di sekitar rotor,stator adalah lilitan tembaga yang mengelilingi daerah poros utama.
Dan stator adalah bagian motor yang statis (diam) dan tidak bergerak, kemagnetan dan besarya kinerja yang dihasilkan oleh stator sangat bergantung pada banyaknya kumpuran yang dililitkan pada stator. Semakin banyak kumparannya maka medan magnet yang dihasilkan akan semakin besar.
Gambar 2.2 stator motor listrik
Sumber : https://www.autoexpose.org/2017/05/komponen-motor- listrik.html
9
2.2.4.2 ROTOR
Rotor adalah bagian motor listrik yang bergerak (dinamis), berbanding terbalik dengan stator yang tidak bergerak, pada rotor terdapat poros yang berfungsi sebagai output tenaga penggerak. Kecepatan yang dihasilkan oleh rotor ini sebanding dengan jumlah lilitan kawat. Semakin banyak jumlah lilitan , maka semakin besar putaran yang dihasilkan oleh motor listrik.
Gambar 2.3 rotor motor listrik.
Sumber : https://www.autoexpose.org/2017/05/komponen-motor- listrik.html
2.2.4.3 BRUSH
Brush adalah sikat tembaga yang berfungsi untuk menghubungkan arus llistrik dengan rotor. Rotor utama kecil yang letakannya berada di ujung rotor utama akan menempel dengan sikat (brush) ini. Sebuah motor listrik baisanya akan dilengkapi dengan dua buah sikat yang akan menyuplai masa dana rus listrik pada rotor, jika tidak dibersihkan secara berkala maka pada brush bisa muncul kerak yang dapat menyebabkan arus listrik terhambat.
10
Gambar 2.4 brush pada motor listrik
Sumber : https://www.autoexpose.org/2017/05/komponen-motor- listrik.html
2.2.4.4 MAIN SHAFT
Salah satu komponen utama pada motor listrik yang berfungsi sebagai poros tempat menempelnya komponen yang harus digunakan, contoh adalah fan kipas. Poros utama ini harus terbuat dari bahan yang anti karat serta konsisten dama suhu dan putaran tinggi.
Gambar 2.5 main shaft pada motor listrik
Sumber : https://www.autoexpose.org/2017/05/komponen-motor- listrik.html
11
2.2.4.5 BEARING
Bearing digunakan sebagai bantalan antara permukaan poros dengan motor housing, fungsi bearing sebagai putaran yang nantinya dihasilkan oleh motor listrik akan berlangsung secara normal. Dan bearing harus terbuat dari bahan yang memiliki gaya gesek kecil , sehingga tidak akan menghambat putaran motor.
2.2.4.5.1 Ball bearing
Ball bearing akan banyak dijumpai setiap hari dari benda yang hanya menerima beban kecil dan putaran tinggi. Pada ball bearing ,beban dari transfer dari outer surface ke balls kemudian dari ball akan dikirim ke bagian inner surface, namun bearing tipe ini sangat rentan terhadap beban besar
2.2.4.5.2 Roller bearing
Bearing ini biasanya digunakan pada roller conveyor dimana pada kasus ini bearing menerima beban radial yang besar. Roller bearing ini berbentuk sebuah silinder sehingga kontak anatara inner surface dengan outer surface menjadi lebih banyak daripada ball bearing, namun roller bearing tidak dapat menerima beban thrust yang terlalu besar.
2.2.4.5.3 Ball thrust bearing
Tipe ini banyak digunakan untuk aplikasi yang memeiliki kecepatan putar yang rendah dan tidak mampu menahan beban radial yang besar. Contoh meja makan yang bisa berputar.
12
Gambar 2.6 bearing motor listrik
Sumber : https://news.ralali.com/6-jenis-bearing-automotive-equipment/
2.2.4.6 MOTOR HOUSING
Motor housing adalah plat besi yang umumnya tipis dan berfungsi sebagai pelindung luar dari komponen-komponen yang ada dalam motor listrik. Selain itu, motor housing jjuga bertujuan untuk menghindari terjadinya bahaya putaran motor yang tinggi.
Gambar 2.7 motor housing pada motor listrik
Sumber : https://www.autoexpose.org/2017/05/komponen-motor- listrik.html
2.2.4.7 COOLING FAN/KIPAS PENDINGIN
13
Berfungsi untuk mendinginkan motor listrik, posisinya berada di ujung dari motor listrik itu sendiri , cooling fan terbuat dari bahan plastik keras,cara kerjanya yakni menghisap udara dan meghembuskannya ke badan motor listrik sehingga menjadi dingin
Gambar.2.8 Cooling fan motor listrik
Sumber : https://www.autoexpose.org/2017/05/komponen-motor- listrik.html
2.2.5 MEGGER TEST
Megger digunakan untuk mengukur tahanan isolasi dari alat alat listrik maupun instalasi-instalasi, output dari alat ukur ini umumnya adalah tengan tinggi arus searah yang diputar oleh tangan, besar tegangan tersebut pada umumnya adalah : 500,1000,2000,5000 volt dan batas pengukuran dapat bervariasi antara 0,02 sampai 20 meter ohm dan 5 sampai 5000 meter ohm sesuai dengan sumber tegangan dari megger tersebut
14
2.3 PENYEBAB TERJADINYA OVERHEATING 2.3.1 Beban lebih atau overload
Gangguan beban lebih adalah ketika motor dibebani diatas kemampuan kerjanya. Biasanya gangguan ini disebabkan oleh pembebanan berlebih pada motor sehingga putaran motor semakin berat. Semakin berat beban motor maka konsumsi arus listrik motor semakin besar, sehingga jika dibiarkan dalam waktu yang lama maka arus overload dan menyebabkan pemanasan rotor atau lilitan pada motor listrik dan dapat merusak motor listrik.
2.3.2 Short circuit atau Hubungan singkat
Gangguan hubungan singkat biasanya terjadi pada fasa dengan fasa, hal ini disebabkan oleh arus yang terlalu besar pada tiap fasanya, sudut fasa yang tidak simetris juga dapat mempengaruhi gangguan hubungan singkat.
2.3.3 Motor listrik kotor
Pada motor listrik debu/kotoran yang terakumulasi akan merusak komponen liistrik maupun mekanikal. Umumnya terakumulasi pada permukaan badan motor, saluran pendingin, fin, fan yang mengakibatkan pendinginan terganggu dan panas motor menjadi berlebih.
15
2.4 PERAWATAN MOTOR LISTRIK
Perawatan motor listrik merupakan salah satu hal yang paling penting untuk meningkatkan stabilitas saat motor listrik diguakan.
2.4.1 Preventive maintenance 2.4.1.1 Current check
Ketika motor dalam keadaan berjalan kita dapat memonitor keadaan motor dengan melakukan pengecekan atas arus listrik yang bekerja pada motor, pastikan arus listrik yang bekerja pada motor masih dibawah arus maksimal yang tertera pada nameplate motor. Jika arus kerja motor masih dibawah arus maksimal yang tertera pada nameplate maka motor itu dalam keadaan baik , dan juga sebaliknya apabila arus melebihi batas ketentuan maka kita harus periksa beban yang digunakan pada motor.
2.4.1.2 Insulation resistance check
jika motor dalam keadaan mati (standby) kita dapat melakukan pengecekan berapa tahanan isolasi yang ada pada motor sekarang dengan mengunakan megger. Ukur tahanan isolasi tiap phasa terhadap ground jika tahanan isolasinya lebih dari 5 mega ohm artinya motor dalam keadaan baik karena jika lebih kecil dari 1 mega ohm artinya keadaan lilitan terhadap ground lembab dan bisa mengakibatkan short circuit ketika motor dijalankan.
16
2.4.1.3 Temperature check
Pada nameplate motor selalu tertera insulation class yang menerangkan tentang ketahanan isolasi motor terhadap suhu kerja.
Pengecekan ini bisa kita lakukan dengan menggunakan temperature gun, pengecekan suhu ini dilakukan untuk memastikan agar motor tidak mengalami overhearting saat dijalankan.
2.4.1.4 Cleaning Check
Pembersihan yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kotoran yang menumpuk di fan atau kipas pendingin yang dapat menyebabkan overheating pada motor listrik , pembersihan menggunakan electric cleaner yang sangat efektif tidak menyebabkan kerusakan mesin dan tidak membuat short pada motor listrik
2.4.2 Breakdown maintenance 2.4.2.1 Rewinding motor listrik
Ini merupakan kerusakan yang paling parah yang terjadi pada motor listrik, perbaikan yang dapat kita lakukan untuk memperbaiki kerusakan pada lilitan adalah melilit ulang (rewinding). Kerusakan seperti ini terjadi jika motor mengalami short circuit pada llilitan , baik dikarenakan proteksi yang gagal bekerja atau juga kerusakan isolasi akibat kualitas isolasi yang memburuk karena lembab.
2.4.2.2 Penggantian bearing
Penggantian bearing dilakukan karena bearing mempunyai lifetime sehingga sebaik apapun pelumasann yang kita berikan,
17
penggantian bearing harus tetap dilakukan. Lifetime bearing sesuai dengan ukuran dan ketentuan.
Jika tidak melakukan penggantian bearing sesuai ketentuan, maka akan bisa menimbulkan vibrasi pada motor bahkan dapat menyebabkan motor mengalami short circuit karena putaran rotor yang tidak sama dapat menyentuh lilitan dan merusaknya.
2.4.2.3 Balancing rotor
Balancing rotor juga diperlukan ketika kita mengganti bearing . karena bearing yang kering bisa jadi telah menyebabkan vibrasi dan membuat kontruksi rotor tidak sama lagi, untuk itu ketika melakukan penggantian bearing ada baiknya juga melakukan balancing pada rotor sehingga perbaikan yang dilakukan lebih baik.
18
2.5 KERANGKA PENELITIAN
TIDAK
YA
Gambar 2.9 kerangka penelitian MULAI
LITERATUR
STUDI KASUS”OVERHEATING”
IDENTIFIKASI MASALAH
PERAWATAN MOTOR LISTRIK TERHADAP”OVERHEATING
KESIMPULAN
SELESAI SESUAI
19
BAB III
METODE PENELITIAN 3.1 JENIS PENELITIAN
Jenis penelitian ini ada penelitian kualitatif. Dikutip oleh Bungin (2007:6) proses penelitian dan ilmu pengetahuan tidak sesuai dengan penelitian kuantitatif, karena sebelumnya hasil-hasil penelitian kualitatif memberi sumbangan kepada ilmu pengetahuan, tahapan penelitian kualitatif melampaui berbagai tahapan berpikir kritis ilmiah,yang mana seorang peneliti memulai berpikir secara induktif, yaitu menangkap berbagai fakta atau fenomena- fenomena sosial, melalui pengamatan di lapangan, kemudian menganalisisnya dan kemudian berupaya melakukan teororisasi berdasarkan apa yang diamati itu.
Hubungan antar semantic sangat penting karena dalam analisa kualitatif, peneliti tidak menggunakan angka-angka seperti pada analisa kuantitatif, prinsip pokok teknik analisa data kualitatif ialah mengolah dan menganalisa data data yang terkumpul menjadi data yang sistematik, teratur, terstruktur dan mempunyai makna.
3.2 LOKASI PENELITIAN
Keseluruhan proses penelitian ini dilaksanakan di atas laut tempat taruna melaksanakan praktek laut selama 1 tahun, kegiatan penelitian meliputi persiapan , pengumpulan data, dan penyusunan laporan penelitian.
20
3.3 JENIS DAN SUMBER DATA
Sumber data yang diiperlukan dan diperlukan dan dipergunkan dalam penyusunan karya ilmiah terapan ini merupakan informasi yang diperoleh penulis melalui pengamatan langsung terhadap objek yang diteliti dan buku yang berkaitan dengan penelitian ini. Adapun data yang terlah diperoleh dari sumber-sumber ini sebagai berikut :
3.3.1 Data Primer
Menurut Umar (2003:56),Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dilapangan oleh peneliti sebagai objek penulisan.
Metode wawancara mendalam atau in-depth interview digunakan untuk memperoleh data dengan metode wawancara dengan narasumber yang akan diwawancarai.
3.3.2 Data Sekunder
Dijelaskan oleh Sugiyono (2005:62), Data sekunder adalah data yang tidak langsung memberikan data kepada peneliti,misalnya penelitian harus melalui orang lain atau mencari melalui dokumen maupun alat komunikasi. Data ini diperoleh dengan menggunakan studi literatur yang dilakukan terhadap banyak buku dan diperoleh berdasarkan catatan-catatan yang berhubungan dengan penelitian, selain itu peneliti mempergunakan data yang diperoleh dari internet.
21
3.4 PEMILIHAN INFORMAN
Dalam pelaksanaan penelitian penulis melakukan penelitian dengan proses pengumpulan data melalui beberapa teknik pengambilan data :
3.4.1 Teknik Wawancara (Interview)
Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan narasumber (interviewee) yang akan memberikan jawaban atas pertanyaan yang telah diberikan.
(Melleong,2009:186) teknik ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana cara perawatan dan pencegahan overheating pada motor listrik 3 fasa. Dalam wawancara, data yang diperoleh bersumber dari seorang ahli ataupun yang berkompeten dalam masalah ataupun pihak yang bersangkutan :
a) KKM (Chief Engginer)
b) Electrician Technical Officer (ETO) 3.4.2 Teknik Observasi (pengamatan)
Oberservasi adalah teknik pengumpulan data, dimana peneliti melakukan pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan (Riduwan, 2004 : 104).
Teknik ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana cara perawatan dan pencegahan overheating.
22
3.4.3 Teknik Dokumentasi
Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu.
Dokumentasi bisa berbentuk tulisan, gambaran, atau karya-karya monumental dari seseorang (Sugiyono,2009:329). Dokumen yang ditunjukan dalam hal ini adalah segala dokumen yang berhubungan dengan kegiatan perawatan dan pencegahan overheating.
3.5 TEKNIK ANALISIS DATA
Dalam pemaparan proposal ini penulis menggunakan metode analisis data jenis studi kasus. Dijelaskan oleh Bungin (2007:239). Studi kasus adalah salah satu strategi dan metode analisis data kualitatif yang menekan kan pada kasus-kasus khusus yang terjadi pada objek analisis. Pada umumnya studi kasus juga digunakan untuk menganalisis data kuantitatif , namun berbagai studi kasus terkenal dunia adalah yang digunakan pada analisis penelitian kualitatif.
Dikutip oleh Sarwono (2006:239),prinsip pokok teknik analisis kualitatif ialah mengolah dan menganalisis data-data yang terkumpul menjadi satu yang sistematik, teratur, terstruktur dan mempunyai makna. Dalam hal ini setelah seluruh data dari hasil penelitian diperoleh, dilaksanakan teknik analisa data. Menurut Lexy, J (2006:288), dalam penulisan karya ilmiah terapan ini penulis menggunakan 3 macam metode analisa data :
23
3.5.1 Reduksi data
Reduksi data diartikan sebgai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyerderhanaan, pengabstrakan dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis dilapangan. Reduksi data merupakan suatu bentuk analisis menajamkkan , menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu dan mengordinasikan data dengan cara sedemikian rupa sehingga akhirnya dapat ditaruh kesimpulan dan diverifikasikan.
3.5.2 Peyajian Data
Penyajian data merupakan sekumpulan informasi yang telah tersusun secara terpadu dan mudah dipahami yang dipaparkan secara sistematis, kemudian memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan mengambil tindakan.
3.5.3 Menarik Simpulan atau Verifikasi
Menarik simpulan merupakan kemampuan seorang peneliti dalam menyimpulkan berbagai temuan data yang diperoleh selama penelitian berlangsung.Metode analisis data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif, dimana data-data yang diperoleh selama penelitian berlangsung disusun
24
secara sistematis dan teratur, kemudian penulis akan membuat analisis agar diperoleh kejelasan tentang masalah yang dibahas dalam penelitian ini. Alasan penulis membuat analisis kualitatif adalah supaya dalam penelitian ini diperoleh pengertian dan pemahaman tentang amsalaha gar dapat menjelaskan suatu kebenaran.
Dari data-data yang diperoleh dari penelitian yang terlah dilakukan sebelunya. Penullis menganalisis data tersebut sehingga dapat diperoleh mengenai pembahasan masalah-masalah yang didapat, kemudian dari pembahasan amsalah tersebut dapat diambil kesimpulannya dan penulis dapat memberikan saran- saran yang diperlukan.
DAFTAR PUSTAKA
Prof.Dr.Ir. Soebagio.(2008). Teori Umum Mesin Elektric:Surabaya Srikandi
Tim POLTEKPEL SURABAYA (2017). “Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Terapan (KIT)”. Surabaya: Politeknik Pelayaran Surabaya
Sumanto.(1993). Motor Listrik Arus Bolak-Balik. Yogyakarta:Andi Offset
Wijaya,Mochtar Ir.,(2001)”Dasar-Dasar Mesin Listrik”, Jakarta: Edisi Keenam Erlanga
Pusdiklat.(2017).”Materi Repair Motor Listrik”.Cilegon: PT. Krakatau Steel Fitzgerald.(1992).”Mesin-Mesin Listrik”.Jakarta:Erlangga