Skripsi ini diserahkan tanpa adanya tindakan plagiarisme sesuai dengan peraturan yang berlaku pada program studi Diploma IV Teknologi Laboratorium Medis Fakultas Ilmu dan Teknologi Kesehatan Universitas Binawan. PERBANDINGAN KADAR PROFIL LIPID PADA PASIEN STROKE ISKEMIK DAN STROKE HEMORAGIS DI RS BUDHI ASIH JAKARTA TIMUR. Perbandingan kadar profil lipid pada pasien stroke iskemik dengan stroke hemoragik di RS Budhi Asih Jakarta Timur.
Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan hasil studi profil lipid darah pada pasien stroke iskemik dan pasien stroke hemoragik.
Latar Belakang
Berdasarkan jenis kelamin, laki-laki mempunyai prevalensi stroke iskemik dan stroke hemoragik tertinggi, dengan prevalensi stroke iskemik dan prevalensi stroke hemoragik sebesar 50 (52,6%). Bersamaan dengan penelitian yang dilakukan Selvirawati di RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh pada tahun 2020 diperoleh jumlah sampel sebanyak 56 pasien stroke yang terdiri dari 30 pasien stroke iskemik dan 26 pasien stroke hemoragik. Di RSUD Budhi Asih banyak pasien yang terdiagnosis stroke iskemik dan hemoragik dan menjalani pemeriksaan klinis setiap bulannya.
Dari latar belakang diatas maka peneliti tertarik untuk meneliti “Perbandingan kadar profil lipid darah antara pasien stroke iskemik dan stroke hemoragik di RS Budhi Asih Jakarta Timur”.
Identifikasi Masalah
Penentuan gold standard untuk diagnosis stroke adalah pemeriksaan radiologi, computerized tomography (CT) kepala dan magnetic resonance imaging (MRI), kemudian dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui nilai profil lipid, yaitu terdiri dari kolesterol total, trigliserida. , kolesterol HDL dan LDL.
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian .1 Tujuan Umum .1 Tujuan Umum
Tujuan Khusus
Manfaat Penelitian
Stroke
- Definisi Stroke
- Epidemiologi
- Klasifikasi
- Etiologi
- Patofisiologi
- Klasifikasi
- Faktor Resiko
- Manifestasi Klinis
Stroke hemoragik adalah stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak, sehingga menghambat aliran darah normal dan penetrasi darah ke area otak. Stroke iskemik adalah stroke yang terjadi karena tersumbatnya pembuluh darah di otak sehingga menyebabkan terganggunya aliran darah ke otak 9. Stroke iskemik adalah stroke yang terjadi karena tersumbatnya pembuluh darah di otak sehingga menyebabkan terputusnya aliran darah ke otak. sirkulasi otak.
Aliran darah serebral (CBF) memiliki nilai tergantung pada tekanan perfusi serebral (CPP) dan resistensi pembuluh darah serebral (CVR).
Stroke Hemoragik .1 Definisi .1 Definisi
- Etiologi
- Patofisiologi
- Faktor Resiko
- Manifestasi Klinis
Hipertensi kronis juga dapat menyebabkan pembentukan aneurisma pada pembuluh darah kecil yang disebut mikrovaskular Charcot-Bouchard. Peningkatan tekanan sirkulasi iskemik selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun akan menghialinisasi lapisan otot vena serebral sehingga pengukuran lumen vena tetap konstan. Jika hal ini terjadi maka akan sangat berbahaya karena pembuluh darah di otak tidak dapat berkembang untuk menampung perubahan tekanan darah.
Iskemia serebral memiliki gejala neurologis yang tiba-tiba dan sering disertai migrain akibat tekanan lingkungan atau peningkatan tekanan intrakranial (TIK) yang terus-menerus. Stroke hemoragik terjadi ketika terjadi pendarahan akibat pecahnya pembuluh darah di otak sehingga menyebabkan kerusakan otak dan penurunan fungsi saraf. Jenis stroke hemoragik ini paling berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan parah akibat penggumpalan darah di otak.
Gejala lain yang mungkin terjadi adalah leher kaku yang terjadi akibat perdarahan pada talamus, kaudatus, dan otak kecil14.
Diagnosis Stroke .1 Anamnesis .1 Anamnesis
- Pemeriksaan Fisik
- Kolesterol Total
- HDL Kolesterol
- LDL Kolesterol
Penilaian klinis lain yang dapat dilakukan adalah dengan mengukur tanda-tanda vital dan tingkat kesadaran pasien14. Diferensiasi patologis stroke dapat dilakukan dengan menggunakan computerized tomography (CT) atau magnetic resonance imaging (MRI). Bahan pemeriksaan dalam penelitian ini adalah sampel darah vena yang diambil dari pasien yang telah berpuasa selama 12 - 16 jam (pasien boleh minum air putih), kemudian darahnya ditampung dalam vacutainer tanpa antikoagulan dan dibiarkan pada suhu ruangan 30 - 60°C. menit hingga terbentuk gumpalan.
Sampel kemudian disentrifugasi dengan kecepatan 3500 rpm selama 15 menit untuk memperoleh serum sebagai sampel uji. Pengujian kolesterol dapat dilakukan dengan menggunakan metode berikut. Nilai normal kolesterol total menurut pedoman American Association of Clinical Endocrinologists of American College of Endocrinology (AACE/ACE) adalah < 200 mg/dL, sedangkan nilai normalnya dapat diketahui menurut pedoman National Cholesterol Education Program ( NCEP) ada pada tabel berikut. Kadar trigliserida normal menurut pedoman American Association of Clinical Endocrinologists atau American College of Endocrinology (AACE/ACE) adalah <150 mg/dl.
Kadar trigliserida normal menurut pedoman National Cholesterol Education Program (NCEP) dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Bahan pemeriksaan darah vena diambil dari pasien yang telah berpuasa selama 12 – 16 jam (pasien boleh minum air putih), kemudian darahnya ditampung dalam vacutainer tanpa antikoagulan dan dibiarkan pada suhu ruangan selama 30 – 60 menit hingga terbentuk bekuan. Kadar kolesterol HDL menurut pedoman National Cholesterol Education Program (NCEP) dan American Association of Clinical Endocrinologists atau American College of Endocrinology (AACE/ACE) dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Bahan penelitiannya adalah sampel darah vena yang diambil dari pasien yang telah berpuasa selama 12 – 16 jam (pasien boleh minum air putih). Darah kemudian dikumpulkan dalam vacutainer tanpa antikoagulan dan disimpan pada suhu kamar selama 30 - 60 menit sampai sampel darah diambil. membentuk gumpalan. Kadar kolesterol LDL menurut pedoman National Cholesterol Education Program (NCEP) dan American Association of Clinical Endocrinologists of American College of Endocrinology (AACE/ACE) disajikan pada tabel berikut.
Kerangka Teori
Hipotesis
Jenis penelitian yang akan digunakan adalah analisis komparatif dengan pendekatan kuantitatif yaitu perbandingan hasil pemeriksaan kadar profil lipid antara pasien stroke iskemik dan stroke hemoragik, dengan desain cross-sectional. Cross-sectional merupakan suatu bentuk penelitian observasional yang bertujuan untuk mengetahui/mempelajari hubungan antara variabel bebas (faktor risiko) dan variabel terikat (akibat) dengan melakukan pendekatan, observasi atau pengumpulan data pada suatu waktu atau pendekatan point-time.
Kerangka Konsep
Definisi Operasional
Trigliserida merupakan salah satu jenis lemak yang bersirkulasi dalam darah untuk menyimpan kalori dan memberikan energi bagi tubuh. High-density lipoprotein (HDL) adalah kolesterol baik yang mencegah ateroma, atau penyempitan pembuluh darah akibat lemak. Low-density lipoprotein (LDL) merupakan kolesterol jahat yang merupakan salah satu penyebab utama terbentuknya ateroma.
Tempat dan Waktu Penelitian
Populasi dan Sampel
Teknik Pengumpulan Data
Teknik Analisa Data
Alur Penelitian
Karakteristik Sampel
Sampel pada penelitian ini berjumlah 104 data rawat inap, terdiri dari 53 data pasien stroke iskemik dan 51 data pasien stroke hemoragik yang terdiagnosis stroke iskemik atau stroke hemoragik. Karakteristik sampel berdasarkan usia pasien stroke iskemik atau hemoragik yang menjalani pemeriksaan profil lipid di Laboratorium RSUD Budhi Asih. Berdasarkan Tabel 4.2, rata-rata usia pasien stroke iskemik dan stroke hemoragik menunjukkan bahwa rata-rata usia pasien stroke iskemik adalah 56,41 ± 9,6 tahun, dan rata-rata usia pasien stroke hemoragik adalah 1 tahun.
Berdasarkan Tabel 4.3, sebaran kasus stroke berdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa prevalensi kasus stroke iskemik tertinggi pada penelitian ini adalah laki-laki sebanyak 31 kasus (58,5%) dan stroke hemoragik sebanyak 28 kasus (54,9%).
Hasil Analisa Data
Perbandingan kadar trigliserida antara stroke iskemik dan hemoragik Tabel 4.6 Analisis data trigliserida menggunakan uji Mann-Whitney U Trigliserida N Min (mg/dl) Max (mg/dl) Mean (mg/dl) p-value stroke iskemik. Berdasarkan Tabel 4.6 terlihat hasil trigliserida pada pasien yang menderita stroke iskemik mempunyai rentang nilai 44 - 371 mg/dl dengan nilai mean (162 mg/dl) dan stroke hemoragik memiliki rentang nilai 71 - 288 mg/dl dengan nilai rata-rata (145 mg/dl). dl) dan nilai p <0,05. Perbandingan kadar HDL antara stroke iskemik dan hemoragik Tabel 4.7 Analisis data HDL menggunakan uji t independen.
Berdasarkan tabel 4.7 terlihat hasil HDL pada pasien stroke iskemik memiliki rentang nilai 24 hingga 69 mg/dl dengan nilai mean (46 mg/dl), dan pada stroke hemoragik 24 hingga 85. mg/dl dengan nilai rata-rata (54 mg/dl) dan p-value <0,05. Perbandingan Kadar LDL Antara Stroke Iskemik dan Stroke Hemoragik Tabel 4.8 Analisis data LDL dengan uji t independen. Berdasarkan tabel 4.8 terlihat hasil LDL pada pasien stroke iskemik mempunyai rentang nilai 21 hingga 245 mg/dl dengan nilai rata-rata (128 mg/dl), sedangkan pada stroke hemoragik rentang nilainya 69 – 276 mg/dl dengan nilai rata-rata (146 mg/dl). dl) dan nilai p <0,05.
Pembahasan
Berdasarkan Tabel 4.2 rata-rata usia penderita stroke iskemik dan stroke hemoragik dapat diketahui bahwa rata-rata usia penderita stroke iskemik adalah 56,41 ± 9,6 tahun dan rata-rata usia penderita stroke hemoragik adalah 1 tahun. Sebuah studi yang dilakukan oleh Mary Grace et al di Kerala, India menemukan bahwa usia rata-rata pasien dengan stroke iskemik adalah 62,6 ± 15,4 tahun dan dengan stroke hemoragik adalah 67,2 ± 13 tahun31. Pada penelitian lain yang meneliti 201 sampel pasien stroke di RSUP Fatmawati pada tahun 2018, sebanyak 109 sampel adalah laki-laki5.
Perkembangan stroke pada wanita dikaitkan dengan efek menguntungkan dari hormon estrogen, yang merupakan faktor pelindung stroke, terutama stroke jantung non-emboli iskemik. Berdasarkan hasil penelitian pada tabel 4.4 data perbandingan kadar kolesterol total antara pasien stroke iskemik dan stroke hemoragik dengan rata-rata nilai kolesterol total pada stroke iskemik sebesar 200 mg/dl dan pada stroke hemoragik sebesar 234 mg/dl. dl, P-value < 0,05 berarti terdapat perbedaan kolesterol yang signifikan antara pasien stroke iskemik dan stroke hemoragik. Hal ini juga sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Athiefah dkk (2016) terdapat perbedaan kadar kolesterol total yang signifikan antara stroke iskemik dan stroke hemoragik dengan nilai (p < 0,005).
Kadar kolesterol total pada penderita stroke iskemik mg/dl) lebih tinggi dibandingkan pada penderita stroke hemoragik mg/dl) Peningkatan kadar kolesterol total atau hiperkolesterolemia berperan penting dalam terjadinya stroke iskemik, karena peningkatan kolesterol total menyebabkan penyumbatan pada saluran pencernaan. pembuluh darah5,32 . Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Xiaoying Gu di China yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara stroke iskemik dan stroke hemoragik dengan nilai signifikansi <0,00133. Berdasarkan Tabel 4.7 terlihat bahwa hasil HDL pasien yang menderita stroke iskemik mempunyai rentang nilai 24 – 69 mg/dl dengan nilai rata-rata (46 mg/dl) dan stroke hemoragik dengan rentang nilai 24 – 85. mg/dl dengan nilai rata-rata (54 mg/dl). dl) dan nilai p <0,05.
Berdasarkan Tabel 4.8 terlihat bahwa hasil LDL pasien yang menderita Stroke Iskemik mempunyai rentang nilai 21 – 45 mg/dl dengan nilai median (128 mg/dl) dan Stroke Hemoragik memiliki rentang nilai nilai 69 – 276 mg/dl dengan nilai mean (146 mg/dl).dl) dan p value <0,05. Hasil uji t independen dan uji Mann-Whitney menunjukkan terdapat perbedaan kadar profil lipid yang signifikan antara pasien stroke iskemik dan stroke hemoragik dimana nilai p <0,05.
PENUTUP
Saran
Artikel Penelitian Kadar LDL dan HDL Pada Penderita Stroke Iskemik Baru Dengan Stroke Iskemik Berulang di Rumah Sakit Umum Haji Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015-2016. Gambaran profil lipid pada pasien stroke iskemik dan stroke hemoragik yang dirawat di RSUP Irina F Prof. Hubungan nilai D-Dimer dengan kolesterol LDL pada penderita stroke iskemik di RSUD BUDHI ASIH Jakarta Timur.
Karakteristik kadar profil lipid pada pasien stroke iskemik di RS Ibnu Sina Makassar tahun 2017. Perbandingan profil lipid darah pada pasien stroke iskemik dan stroke hemoragik di RS Fatmawati tahun 2018. RSUD Kota Banda Aceh.