• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERCABANGAN - UNIKOM Kuliah Online

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PERCABANGAN - UNIKOM Kuliah Online"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

04

PERCABANGAN

IF34348 - PEMROGRAMAN LANJUT

(2)

IF34348 - Pemrograman Lanjut

 Pernyataan IF

 Pernyataan SWITCH – CASE

 Operator Kondisional ( ?: )

JENIS-JENIS PERCABANGAN

(3)

IF34348 - Pemrograman Lanjut

 Pernyataan IF digunakan untuk menentukan apakah

sebuah/banyak pernyataan (block code) akan dieksekusi atau tidak. Jika syaratnya terpenuhi (bernilai true) maka block

code tersebut akan dieksekusi, begitu sebaliknya.

 Jenis-jenis pernyataan IF :

 IF (1 kemungkinan)

 IF ELSE (2 kemungkinan)

 IF ELSE IF (banyak kemungkinan)

PERNYATAAN IF

(4)

IF34348 - Pemrograman Lanjut

 Bentuk umum sintaknya adalah :

Atau jika pernyataan yang akan dieksekusi lebih dari 1 pernyataan maka block-code harus diapit dengan kurung kurawal ( { } ).

PERNYATAAN IF (1 KEMUNGKINAN)

if(ekspresi boolean) pernyataan;

if(ekspresi boolean){

pernyataan1;

pernyataan2;

pernyataan3;

(5)

IF34348 - Pemrograman Lanjut

 Bentuk umum sintaknya adalah :

Atau jika pernyataan yang akan dieksekusi lebih dari 1 pernyataan maka block-code harus diapit dengan kurung kurawal ( { } ).

PERNYATAAN IF (2 KEMUNGKINAN)

i f(ek spr esi b oole an ) pe rny ataan -1;

e lse

Pe rny ataan -2;

if(ekspresi boolean){

pernyataan1;

pernyataan2;

}

else {

pernyataan3;

pernyataan4;

(6)

IF34348 - Pemrograman Lanjut

 Bentuk umum sintaknya adalah :

PERNYATAAN IF

(BANYAK KEMUNGKINAN)

if(ekspresi boolean 1) pernyataan-1;

else

if(ekspresi boolean 2) pernyataan-2;

else

Pernyataan-3;

(7)

IF34348 - Pemrograman Lanjut

p u b l i c c l a s s T e s t C a r i I n d e x {

p u b l i c s t a t i c v o i d m a i n ( S t r i n g [ ] a r g s ) { i n t n i l a i ;

c h a r i n d e x ; n i l a i = 9 0 ;

i f ( n i l a i > = 8 0 )

i n d e x = ' A ' ; e l s e i f ( n i l a i > = 6 8 )

i n d e x = ' B ' ; e l s e i f ( n i l a i > = 5 6 )

i n d e x = ' C ' ; e l s e i f ( n i l a i > = 4 5 )

i n d e x = ' D ' ; e l s e

i n d e x = ' E ' ;

S y s t e m . o u t . p r i n t l n ( " N i l a i " + n i l a i +

" m e m p u n y a i i n d e x " + i n d e x ) ; }

}

CONTOH PERNYATAAN IF

(8)

IF34348 - Pemrograman Lanjut

 Pernyataan switch merupakan cara lain percabangan dimana memperbolehkan sebuah variable dicocokkan dengan

sekumpulan nilai. Jika isi variable sesuai (sama dengan) salah satu nilainya, maka pernyataan berikutnya akan dieksekusi.

 Sintak dari pernyataan switch case adalah :

PERNYATAAN SWITCH-CASE

switch(variable){

case nilai1:pernyataan1;break;

case nilai2:pernyataan2;break;

case nilai3:pernyataan3;break;

default:pernyataan_default;

}

(9)

IF34348 - Pemrograman Lanjut

FLOWCHART SWITCH CASE

(10)

IF34348 - Pemrograman Lanjut

p ubli c c lass Test Car iInde x {

p ubl ic st atic vo id ma in(S tri ng[] args ) { char in dex;

inde x =' A';

swit ch( index ){

cas e ' A': Sy stem .ou t.pri ntln ("S angat Bai k") ;brea k;

cas e ' B': Sy stem .ou t.pri ntln ("B aik ") ;bre ak;

cas e ' C': Sy stem .ou t.pri ntln ("C ukup " );br eak ; cas e ' D': Sy stem .ou t.pri ntln ("K urang ");b rea k;

cas e ' E': Sy stem .ou t.pri ntln ("S angat Kur ang ");br eak;

def aul t:Sys tem. out .prin tln ( "Ng ak ta u ah ");

} }

}

CONTOH PERNYATAAN SWITCH-CASE

(11)

IF34348 - Pemrograman Lanjut

 Switch-case hanya bisa memeriksa 1 variable saja.

 Block-code default akan dieksekusi ketika tidak ada 1 nilai pun yang sama dengan variablenya.

 Break digunakan untuk keluar dari switch case ketika sebuah nilai sama dengan variable yang diperiksa. Jika tidak

menggunakan perintah break, maka komputer akan

mengeksekusi perintah-perintah yang ada di dalam case berikutnya.

CATATAN SWITCH CASE

(12)

IF34348 - Pemrograman Lanjut

 Jika index bernilai C, maka akan mengeksekusi pernyataan yang ada di C, D, E, dan default.

CONTOH SWITCH-CASE TANPA BREAK

p ubli c c lass Test Car iInde x {

p ubli c s tatic voi d m ain(S trin g[] args ) { c har ind ex;

i ndex ='C ';

s witc h(i ndex) {

cas e ' A':Sy stem .ou t.pri ntln ("S angat Bai k ") ; cas e ' B':Sy stem .ou t.pri ntln ("B aik") ;

cas e ' C':Sy stem .ou t.pri ntln ("C ukup " );

cas e ' D':Sy stem .ou t.pri ntln ("K urang ");

cas e ' E':Sy stem .ou t.pri ntln ("S angat Kur ang ");

def aul t:Sys tem. out .prin tln ( "Ng ak ta u ah ");

(13)

IF34348 - Pemrograman Lanjut

 Perintah berikut akan menuliskan lulus jika index A, B, C atau D.

CONTOH SWITCH-CASE

p ubli c c lass Test Car iInde x {

p ubli c s tatic voi d m ain(S trin g[] args ) { c har ind ex;

i ndex ='C ';

s witc h(i ndex) { case 'A ':

case 'B ':

case 'C ':

case 'D ':Sys tem. out .prin tln ( "Lu lus") ;bre ak;

case 'E ':Sys tem. out .prin tln ( "Ti dak L ulus "); break ; defa ult :Syst em.o ut. print ln (" Nga k tau ah" );

} }

(14)

IF34348 - Pemrograman Lanjut

 Operator ? : bisa digunakan sebagai percabangan.

 Bentuk umum sintaknya adalah :

Sintak di atas bisa dibaca “Jika ekspresi boolean bernilai true, maka operator ini akan mereturnkan nilai Value1 dan jika operator ekspresi boolean bernilai false maka akan mereturnkan Value2

OPERATOR ?:

(ekspresi boolean)? value1: value2;

(15)

IF34348 - Pemrograman Lanjut

 Jika menikah, maka ada tunjangan sebesar 20% dari gaji pokok.

CONTOH PENGGUNAAN OPERATOR ? :

p ubli c c lass OprK ond isi {

p ubli c s tatic voi d m ain(S trin g[] args ) { c har men ikah = 'Y';

d oubl e g ajipo kok, tun janga n ; g ajip oko k =100 0000 ;

t unja nga n =(menikah =='Y')?0.2*gajipokok:0;

S yste m.o ut.pr intl n (" Gaji Poko k : "+ga jipo kok );

S yste m.o ut.pr intl n (" Tunja ngan : "+tun jang an ) ; }

}

(16)

IF34348 - Pemrograman Lanjut

 Jika menikah, maka ada tunjangan sebesar 20% dari gaji pokok.

CONTOH PENGGUNAAN OPERATOR ? :

p ubli c c lass OprK ond isi {

p ubli c s tatic voi d m ain(S trin g[] args ) { c har men ikah = 'Y';

d oubl e g ajipo kok ; g ajip oko k =100 0000 ;

S yste m.o ut.pr intl n (" Gaji Poko k : "+ga jipo kok );

S yste m.o ut.pr intl n (" Tunja ngan : "+

((menikah =='Y')?0.2*gajipokok:0)) ; }

}

Percabangan dilakukan

(17)

IF34348 - Pemrograman Lanjut

 Jika sebuah IF mempunyai kondisi yang lebih dari 1 maka penggunaan operator relasional menjadi wajib.

PERCABANGAN DENGAN BANYAK KONDISI

if((kondisi1)&&(kondisi2)) // and statement1;

if((kondisi1)||(kondisi2)) // or statement1;

if((kondisi1)^(kondisi2)) // xor

statement1;

Referensi

Dokumen terkait