PERILAKU EKONOMI MASYARAKAT WILAYAH PANTAI
PENGERTIAN NELAYAN
• Nelayan: kelompok masyarakat yang
kehidupannya tergantung dari hasil laut, baik dengan penangkapan atau budidaya, dan
tinggal dipinggir pantai.
• Nelayan buruh: nelayan yang
bekerja dengan alat tangkap milik orang lain
• Nelayan juragan: nelayan yang memiliki alat tangkap yang
dioperasikan orang lain
• Nelayan perorangan: nelayan yang memiliki alat tangkap sendiri dan dalam operasinya tidak melibatkan orang lain
Penggolongan nelayan dari
pemilikan alat tangkap
Penggolongan berdasar kegiatan ekonomi
1. Penangkap ikan: menangkap ikan di laut dan hasil tangkapan dijual di TPI dan bandar ikan
2. Pengolah ikan: mengolah ikan dari TPI, nelayan, dan hasil olahan langsung dijual di pasar tradisional
3. Pemasar ikan: menjual ikan basah dari TPI, nelayan dan tengkulak; menjual ikan hasil olahan
Permasalahan ekonomi masyarakat nelayan
1. Ekonomi masyarakat nelayan sangat terbatas atau miskin
2. Lembaga formal yang ada (bank dan koperasi) tidak terjangkau oleh kalangan nelayan
3. Adanya hambatan struktural dan kondisi sosial budaya masyarakat nelayan
4. Sistem yang berjalan lebih banyak
menguntungkan golongan yang bermodal besar
Kemiskinan keluarga nelayan
1. Keterbatasan teknologi, shg wilayah penangkapan terbatas
2. Ketergantungan thd musim, krn musim ombak tinggi bs lebih dr 1 bln, shg tidak ada
tangkapan
3. Pendapatan rata2 per bln lebih kecil, krn adanya musim paceklik
•Nilai tukar ikan rendah
•Harga kebutuhan tinggi
•Besarnya tanggungan keluarga
Rantai kemiskinan nelayan
Multidimensional (aspek kultural Maupun struktural)
4 masalah pokok penyebab kemiskinan nelayan
1. Kurangnya kesempatan (lack opportunity) 2. Rendahnya kemampuan (low of capability) 3. Kurangnya jaminan( low level-security)
4. Keterbatasan hak-hak sosial, ekonomi, dan politik sehingga menyebabkan kerentanan (vulnerability), keterpurukan (voivelessness) dan ketidak berdayaan (powerlessness)
dalam segala bidang
Lembaga Formal dan Non Formal
KUD:
1. Menyalurkan kredit bagi nelayan, tetapi tidak berjalan krn prosedur yang tdk bs diikuti krn nelayan
berpendidikan rendah
2. Menampung hasil tangkapan, tetapi tidak berfungsi krn kemampuan organisasi
TPI
3. Sebagai tempat pelelangan untuk pemasaran hasil tangkapan
4. Belum efektif, karena secara sosiologis nelayan menjalin hubungan dengan taoke dalam hubungan patron client KUD:
1. Menyalurkan kredit bagi nelayan, tetapi tidak berjalan krn prosedur yang tdk bs diikuti krn nelayan
berpendidikan rendah
2. Menampung hasil tangkapan, tetapi tidak berfungsi krn kemampuan organisasi
TPI
3. Sebagai tempat pelelangan untuk pemasaran hasil tangkapan
4. Belum efektif, karena secara sosiologis nelayan menjalin hubungan dengan taoke dalam hubungan patron client
Tengkulak/Tauke
1. Memberi pinjaman untuk alat produksi 2. Membeli hasil tangkapan, dan biasanya
terikat dengan sistem ijon Pengusaha Pengolahan Ikan 3. Menampung ikan nelayan
4. Memiliki armada tersendiri dalam memperoleh bahan olahan ikan
Tengkulak/Tauke
1. Memberi pinjaman untuk alat produksi 2. Membeli hasil tangkapan, dan biasanya
terikat dengan sistem ijon Pengusaha Pengolahan Ikan 3. Menampung ikan nelayan
4. Memiliki armada tersendiri dalam memperoleh bahan olahan ikan
• Pemerataan resiko, kerugian ditanggung bersama
• Pengupahan dengan bagi hasil; keuntungan dan
kerugian dibagi bersama- sama
Solusi
permasalahan permodalan
dengan
mengembangkan modal bersama (capital sharing)
• Menutup utang nelayan kpd tengkulak dan dialihkan kpd lembaga formal
• Memberikan kredit lunak utk
peralatan tangkap dan kebutuhan lainnya
• Membeli hasil tangkapan atau
membantu pemasaran dg harga yg pantas
Solusi
permasalaha n kemiskinan multidimesio
nal
Reposisi Sektor Kelautan dan Perikanan
1. Produksi dan Armada perikanan
Potensi dikembangkan dengan luas pesisir dan lautan, sebagai produk olahan tradisional (ikan
asin, ikan asap, fermentasi dll) dan sebagai olahan dengan proses teknologi modern utk ekspor.
2. Armada perikanan
Dominasi kapal2 kecil yang tidak mampu
meningkatkan produksi, sedangkan kapal besar dimiliki tauke dan kapal2 asing. Posisi harus
diseimbangkan untuk melindungi nelayan tradisional
3. Ekspor Perikanan
Terjadi peningkatan ekspor tuna/cakalang, udang, rumput laut, kerang, mutiara,
kepiting, ikan hias dll
4. Konstribusi Sektor Perikanan
Meningkat lebih tinggi dibanding dari sektor pertanian
5. Tenaga kerja perikanan
Cukup besar menyerap tenaga kerja
Nilai Ekspor Hasil Perikanan
Nilai Ekspor Hasil Perikanan (USD Miliar)