PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Di era digital, internet menjadi salah satu media promosi, penjualan dan transaksi yang ditandai dengan pergeseran pola belanja konvensional ke belanja online. Jaringan internet berkecepatan tinggi juga secara tidak langsung memunculkan fenomena baru di kalangan masyarakat yang menggunakan fasilitas internet untuk belanja online. 2 Belanja online menarik bagi konsumen karena tidak perlu mengeluarkan banyak uang dan waktu perjalanan untuk pertemuan dan transaksi, sehingga komponen biaya seperti transportasi, komunikasi, sewa ruang dan lain-lain akan lebih hemat.
Dukungan teknologi yang terus berkembang juga membuat belanja online semakin menarik dan jumlah penggunanya semakin hari semakin meningkat, memanfaatkan lebih banyak media sosial seperti Facebook, Twitter dan Youtube yang berkembang pesat. Internet digunakan para penjual untuk menawarkan berbagai produk dengan desain web yang menarik disertai dengan informasi mengenai spesifikasi produk yang ditawarkan. Diantaranya adalah faktor kepercayaan dan keyakinan konsumen terhadap pelayanan dan keamanan saat memutuskan berbelanja secara online.
Pernyataan di atas ternyata didukung oleh dua mahasiswa dari jurusan lain di IAIN Metro yang mengaku sering berbelanja online dan tertarik untuk membeli ketika melihat produk yang ditawarkan. Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, peneliti tertarik untuk meneliti perilaku impulsive buying pada mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam Angkatan 2016 di IAIN Metro saat berbelanja online.
Pertanyaan Penelitian
Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian
Bagi peneliti tambahan agar memberikan informasi data di daerah terkait belanja online dan pembelian impulsif.
Penelitian Relevan
Penelitian berjudul “Pengaruh Manfaat dan Kemudahan Toko Online Terhadap Minat Berbelanja Pengguna Jejaring Sosial Facebook”, oleh Dwi Andini Pramita, Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. 11 Penelitian ini menguji pengaruh manfaat dan kenyamanan belanja online terhadap niat belanja pengguna jejaring sosial Facebook secara parsial dan simultan. Penelitian minat belanja melalui webshop di Facebook dilakukan dengan menggunakan Technology Acceptance Model (TAM).
Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan keunggulan dan kenyamanan Toko Online terhadap niat berbelanja. 11Dwi Andini Pramita, “Pengaruh Manfaat dan Kenyamanan Toko Online Terhadap Minat Berbelanja Pengguna Jejaring Sosial Facebook,” dalam http://thesis.umy.ac.id/, diakses pada 2 September 2018. Penelitian berjudul “The Pengaruh Daya Tarik Iklan Online Store Terhadap Impulsive Buying Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Rizka Maulidya Nur Ariani, Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang 12 Penelitian diatas merupakan penelitian kuantitatif dengan daya tarik toko iklan online sebagai variabel bebas dan pembelian impulsif sebagai variabel terikat.
Berdasarkan penelitian di atas, aspek kebahagiaan dan stimulasi daya tarik iklan toko online memiliki nilai pengaruh paling tinggi terhadap aspek rasional pembelian impulsif. 12Rizka Maulidya Nur Ariani, “Pengaruh Daya Tarik Iklan Toko Online terhadap Pembelian Impulsif (impulse buying) pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, dalam http://etheses.uin-malang .ac .id/ , diakses pada 2 September 2018.
LANDASAN TEORI
Perilaku Impulsive Buying
Pembelian impulsif adalah bentuk pembelian tidak terencana di mana tidak ada jenis produk atau merek tertentu yang ingin Anda beli. Pembelian semi-tidak direncanakan: Seorang konsumen bermaksud untuk membeli suatu barang, tetapi tidak memiliki rencana untuk merek atau jenis/berat, dan membeli barang tersebut ketika dia melihatnya. Saat membeli produk terkait, misalnya saat membeli mie instan, konsumen ingat untuk membeli sambal.
Memahami pemikiran di atas, pembelian impulsif secara umum dapat dibedakan menjadi pembelian impulsif, pembelian setengah terencana karena mengingat saat melihat suatu produk, dan pembelian tidak terencana dalam memilih spesifikasi atau merek produk tertentu. Orang yang memiliki kecenderungan pembelian impulsif biasanya mengalami keinginan yang sangat kuat untuk membeli sesuatu. Hal ini digambarkan sebagai perilaku belanja yang menggairahkan, kurang disengaja dan lebih menarik daripada belanja yang direncanakan.
Tidak terencana, yaitu pembelian dapat dipicu oleh munculnya masalah, kebutuhan atau niat untuk membeli sebelum memasuki area perbelanjaan. Proses pembelian poliimpulsif adalah niat membeli yang dihasilkan dari melihat berbagai merek dalam suatu kategori.
Belanja Online
Berdasarkan pendapat di atas, toko online memiliki beberapa keunggulan seperti pangsa pasar yang luas dan tidak terbatas. Pengeluaran merupakan salah satu jenis transaksi jual beli yang telah ditetapkan prinsip-prinsipnya dalam ekonomi Islam. Prinsip-prinsip penentu ekonomi Islam yang dapat diterapkan pada jual beli online meliputi prinsip-prinsip berikut.
Mencermati pemikiran di atas, dapat dipahami bahwa prinsip keadilan dalam bisnis merupakan norma utama dalam praktik ekonomi Islam. Berdasarkan pemikiran di atas dapat dipahami bahwa asas kemauan berarti segala transaksi yang dilakukan harus berdasarkan kemauan masing-masing pihak. Prinsip untung dalam jual beli berarti bahwa praktik jual beli harus didasarkan pada penarikan manfaat dan penolakan bahaya.
Kebijakan jual beli harus ditujukan untuk membawa manfaat bagi mereka yang terlibat dalam jual beli dan untuk menghindari kerugian yang mungkin menimpa mereka. Berdasarkan kutipan di atas, pola konsumsi dan pembelian dalam ekonomi Islam sangat erat kaitannya dengan rasa syukur atas karunia Tuhan untuk dapat memperoleh barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan. Dengan mengikuti aturan Islam, orang dapat mencapai tujuan yang tidak hanya bersifat material, tetapi juga spiritual, berdasarkan prinsip kesejahteraan jual beli.
Setiap muslim yang berbisnis harus mengetahui aturan syariat Islam saat melakukan aktivitas jual beli, termasuk jual beli online. Hal ini karena tujuan jual beli dalam Islam selain untuk mencari keuntungan materi, juga untuk mendapatkan berkah dari harta (materi) yang diperoleh. Mencermati pilar-pilar di atas, dapat dikemukakan bahwa agar jual beli online menjadi sah diperlukan tiga komponen utama jual beli yaitu penjual, pembeli, stempel dan objek jual beli.
Penjual dan pembeli disebut juga pelaku transaksi (`aqidain), sedangkan sighat adalah sapaan yang menandakan adanya akad jual beli online. Jadi akad orang gila, pemabuk dan anak kecil tidak bisa disahkan.”52 Pelaku jual beli online harus memiliki kemampuan akting yang sempurna di bidang ekonomi, yaitu kemampuan seseorang untuk melakukan berbagai tindakan secara mandiri. Berdasarkan pendapat di atas, barang atau jasa yang dijadikan sebagai objek transaksi online tidak dapat merupakan sesuatu yang dilarang, mengandung unsur riba, penipuan, tipu muslihat dan kezaliman.
Sumber Data
Riset Pemasaran dan Konsumen, Bogor: IPB Press, 2011, buku karya Jonathan Sarwono dan K Prihartono, A.H, Perdagangan Online: Cara Berbisnis Online, Jakarta: Elex Media Komputindo, 2012, buku karya Sarwandi, Toko Online Modern dengan Opencart, Jakarta: Elex Media Komputindo, 2016, dan buku terkait lainnya.
Metode Pengumpulan Data
Dokumentasi adalah “mencari data tentang hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, risalah rapat, buku besar, agenda dan sebagainya. 60. Dokumentasi dalam penelitian ini digunakan untuk mencari data tentang jumlah mahasiswa jurusan Ekonomi Islam IAIN Metro angkatan 2016, dan profil Departemen Ekonomi Islam.
Teknik Analisis Data
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Perilaku Impulse Buying pada Mahasiswa IAIN Metro
Perilaku pembelian impulsif di kalangan mahasiswa IAIN Metro dalam berbelanja online merupakan temuan di lapangan yang diperoleh dari wawancara dengan mahasiswa angkatan 2016 Jurusan Ekonomi Islam IAIN Metro dan para penjual yang menawarkan produknya secara online. Berdasarkan hasil wawancara di atas, mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam sudah familiar dengan belanja online melalui media sosial dan toko online. G., salah satu mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam IAIN Metro, mengatakan belanja online itu mudah karena mudah memilih produk yang dibeli dan tidak perlu ke pasar.
Terkait pembelian impulsif di kalangan mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam IAIN Metro, mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam itu mengatakan, minat beli seringkali tidak direncanakan. Menurut Lf dan Nh, keduanya mahasiswa Jurusan Ekonomi Syariah IAIN Metro, faktor yang mendorong belanja online adalah karena malas untuk langsung ke toko atau pasar. Peneliti melakukan penelitian lebih lanjut dengan melakukan wawancara dengan DW dan Fr keduanya mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam yang banyak menjual produk secara online.
Berdasarkan hasil wawancara di atas, diketahui bahwa di kalangan mahasiswa jurusan Ekonomi Islam terjadi pembelian impulsif yang ditandai dengan pola pembelian spontan, tidak terencana dan keinginan akan produk yang kuat, sehingga tidak memikirkannya. konsekuensi masa depan. Tingkat pembelian impulsif mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam termasuk dalam kategori pembelian setengah terencana karena. Berdasarkan temuan lapangan dari wawancara dengan mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam IAIN Metro, terlihat adanya kecenderungan pembelian impulsif dengan pola pembelian yang tidak terencana, keputusan pembelian yang cepat dan mengabaikan konsekuensi pembelian.
Tingkat pembelian impulsif mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam IAIN Metro termasuk dalam kategori pembelian semi terencana karena mereka ingat ketika melihat iklan di media sosial. Perilaku pembelian impulsif mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam IAIN Metro ditandai dengan pola pembelian yang spontan, tidak terencana, dan kurang mempertimbangkan risiko. Tingkat pembelian impulsif mahasiswa Ekonomi Islam termasuk dalam kategori pembelian setengah terencana karena mengingat rencana sebelumnya ketika melihat iklan di jejaring sosial.
Faktor penyebab perilaku pembelian impulsif di kalangan mahasiswa ekonomi Islam adalah preferensi dari teman, penampilan produk, dan kebiasaan menggunakan media sosial tidak hanya untuk interaksi sosial tetapi juga untuk transaksi keuangan. Mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam IAIN Metro hendaknya menghindari pembelian yang hanya berdasarkan keinginan semata, tetapi juga memperhatikan perencanaan dan pengutamaan pembelian. Mahasiswa Jurusan Ekonomi Islam IAIN Metro harus lebih berhati-hati dan berhati-hati dengan iklan dan penawaran produk di internet atau media sosial.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Iklan dan penawaran produk di media sosial mengingatkan kembali keinginan untuk membeli suatu produk, sehingga mendorong keputusan pembelian yang lebih cepat. Ditinjau dari perspektif ekonomi Islam, perilaku pembelian hendaknya menekankan pada gaya hidup sederhana tanpa mengesampingkan kenyamanan dan kualitas. Ekonomi Islam memperhatikan perencanaan dalam pembelian agar tidak terjadi pemborosan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam dan harus sesuai dengan prinsip tanggung jawab kepada orang tua atas amanah yang diberikan dalam penggunaan dana.
Saran
Anastasia Anin F, etl, The relationship between self-monitoring and impulsive buying of fashion products in youth, Journal of Psychology, Vol 35, No 2 Aprilia Eka Sari, Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pembelian spontan, Journal. Arip Purkon, Bisnis Online, Syariah Raih Berkah dan Berlimpah Lewat Internet, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2014. Budi Raharja, Mendadak Menabung Saat Putus Asa, Jakarta: Trans Media, 2015 Irham Fahmi, Etika Bisnis, Teori, Kasus, dan Solusi , Bandung: Alfabeta, 2014 Burhanuddin., Hukum Bisnis Syariah, Yogyakarta: UII Press, 2011.
Freddy Rangkuti, Strategi Promosi; Analisis Kasus Komunikasi Pemasaran yang Kreatif dan Terpadu, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2009 Handi Irawan, Smarter Marketing Moves: Building Excellence Through. Informasi, Komunikasi dan Produk, Jakarta: Elex Media Komputindo, 2008 Hendri Ma`ruf, Pemasaran Ritel, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2006.