• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERILAKU KEPEMIMPINAN YANG EFEKTIF

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PERILAKU KEPEMIMPINAN YANG EFEKTIF"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

BERBAGAI PERSPEKTIF TENTANG

PERILAKU KEPEMIMPINAN YANG EFEKTIF

Siti Annisa Rizki, M.Psi., Psikolog

(2)

STUDI DI OHIO STATE

Perilaku kepemimpinan

• Membuat pertimbangan (Consideration)

Seorang pemimpin memperhatikan orang lain dan relasi interpersonalnya.

Pemimpin bersikap bersahabat, memiliki sikap suportif dan menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan dan perasaan anggotanya

• Membuat struktur (Initiating Structure)

Seorang pemimpin memperhatikan penyelesaian tugas. Pemimpin menyusun

struktur pekerjaannya dan memperhatikan bagaimana anggotanya menyelesaikan

tugas

(3)

Studi di University of Michigan

• Perilaku berorientasi terhadap tugas (Task Oriented Behavior)

Manajer yang efektif adalah manajer yang mampu berkonsentrasi terhadap fungsi penyelesaian tugas, seperti

perencanaan, menjadwalkan pekerjaan, berkoordinasi dengan tugas bawahan, menyediakan sumber daya yang relevan, peralatan dan bantuan teknis lainnya.

Manajer yang efektif adalah mampu membimbing bawahan untuk mencapai tujuan tinggi, namun juga realistis

• Perilaku berorientasi terhadap relasi (Relations Oriented Behavior)

Manajer yang efektif melakukan dukungan dan bantuan kepada bawahan. Dapat berbentuk memberikan kepercayaan, membangun kepercayaan diri bawahan, bersikap ramah dan melakukan pertimbangan terhadap bawahan, berupaya memahami permasalahan bawahan, membantu membangun bawahan, karir, menunjukkan penghargaan terhadap ide- ide orang lain dsbnya.

• Kepemimpinan partisipatif (Participative Leadership)

Manajer yang efektif mengarahkan kelompok daripada melakukan supervisi tiap-tiap bawahan. Penggunaan

rapat/meeting grup dilakukan untuk memfasilitasi bawahan untuk mengambil keputusan, membangun komunikasi, membangun kerja sama dan memfasilitasi resolusi jika terjadi konflik. Peran manajer di rapat lebih membimbing diskusi dan menjaganya agar tetap suportif, konstruktif dan berorientasi terhadap penyelesaian masalah

(4)

Peer Leadership

• Terkadang manajer meminta bawahan untuk dapat menampilkan fungsi kepemimpinan

tertentu, terkadang bawahan menampilkan fungsi tersebut karena inisiatifnya sendiri

(5)

Penelitian menggunakan pendekatan peristiwa kritis (Flanagan, 1951)

Beberapa tipe perilaku kepemimpinan yang ditemui pada banyak studi:

1. Merencanakan, mengkoordinasikan dan mengorganisasikan operasi

2. Melakukan supervisi terhadap bawahan (mengarahkan, menginstruksikan dan memonitor)

3. Membangun dan membina hubungan baik dengan bawahan

4. Membangun dan membina hubungan baik dengan relasi seperti atasan, rekan kerja dan pihak eksternal

5. Bertanggung jawab dalam mengobservasi kebijakan organisasi, aturan tugas

dan membuat keputusan yang sesuai

(6)

The high-high leader

High-high leader  task oriented + relation oriented

Beberapa peneliti berasumsi bahwa perilaku task oriented dan person oriented berpengaruh secara independent dan aditif kepada bawahan hanya relevan pada tugas yang membutuhkan harmonisasi seperti hubungan kerja sama tim.

Relation oriented behavior akan menghasilkan kepuasan kerja, kerja sama tim komitmen organisasi yang lebih tinggi

Sementara task oriented lebih baik di dalam memahami peran di pekerjaan, koordinasi dengan bawahan dan juga lebih efisien dalam mengelola sumber daya dan perlengkapan

Kedua peran akan menghasilkan hal yang sama-sama penting untuk performa kerja dan dibutuhkan untuk menjadi pemimpin yang efektif

Sementara versi “multiplicatifsatu tipe perilaku akan meningkatkan perilaku lainnya. Contoh : instruksi yang detail bisa dianggap bawahan sebagai perilaku membantu seorang leader yang dianggap suportif

(7)

Evaluasi dari model dan penelitian

Blake & Mouton (1982)  Pemimpin yang efektif bukanlah seseorang yang dapat mencampurkan perilaku tugas atau perilaku relasi, namun lebih

kepada seseorang yang mampu memilih perilaku spesifik dalam menyikapi

tugas dan bawahan

(8)

MODEL TIGA DIMENSIONAL

Task oriented behavior

1. Mengorganisasi aktivitas kerja untuk meningkatkan efisiensi 2. Merencanakan operasi jangka pendek

3. Mengatur tugas untuk kelompok dan individu

4. Menerangkan hasil yang harus dicapai di dalam mengerjakan tugas 5. Mengatur tujuan spesifik dan standar untuk menyelesaikan tugas 6. Menjelaskan aturan, kebijakan dan SOP

7. Mengarahkan secara langsung dan mengkoordinasi aktivitas kerja 8. Memonitor operasi dan pelaksanaan kerja

9. Menyelesaikan permasalahan yang dapat mengganggu pekerjaan

1. Model Kategori

Model ini sangat berguna ketika menghadapi satu sasaran utama

(9)

Relations-Oriented Behavior

1. Memberikan dukungan dan motivasi kepada orang lain yang memiliki kendala dalam mengerjakan tugas

2. Menunjukkan keyakinan kepada orang lain atau kelompok untuk mengerjakan tugas yang sulit 3. Bersosialisasi dengan orang lain untuk membangun relasi

4. Mengenali kontribusi dan penghargaan yang perlu diberikan 5. Menyediakan coaching dan mentoring yang sesuai

6. Membahas dengan orang lain terkait keputusan yang dapat mempengaruhi mereka

7. Mempersilahkan orang lain untuk menentukan cara terbaik di dalam menyelesaikan tugas 8. Tetap memberi informasi terkait tindakan yang akan diberikan kepada orang lain

9. Membantu menangani konflik dengan cara-cara yang konstruktif/membangun 10. Menggunakan symbol, upacara, ritual untuk membangun identitas tim

11. Merekrut anggota yang kompeten untuk tim dan organisasi

(10)

Change Oriented Behaviors

1. Memonitor lingkungan eksternal untuk menemukan adanya peluang atau ancaman 2. Mengenali peristiwa yang menuntut diadakannya perubahan

3. Mempelajari kompetitor dan pihak eksternal untuk mendapatkan ide-ide baru/peningkatan di unit kerja 4. Membayangkan adanya peluang perubahan bagi organisasi

5. Mendorong orang lain untuk melihat masalah dan peluang dari sudut pandang yang berbeda 6. Membangun strategi baru yang inovatif dan menghubungkannya dengan kompetensi utama 7. Mendorong dan memfasilitasi inovasi dan enterpreneurship di dalam organisasi

8. Mendorong dan memfasilitasi pembelajaran secara kolektif di dalam tim atau organisasi 9. Melakukan eksperimen dengan pendekatan baru untuk mencapai tujuan

10. Membuat perubahan simbolik yang konsisten dengan visi dan strategi yang baru

11. Mendorong dan memfasilitasi upaya untuk mengimplementasikan perubahan yang besar 12. Mengumumkan dan menselebrasi perkembangan dari perubahan yang sudah diterapkan 13. Mempengaruhi pihak luar untuk mendukung perubahan

(11)

Model Multidimensional

Berguna ketika pemimpin bertujuan mencapai lebih dari satu sasaran

contoh : ketika seorang pemimpin melakukan coaching, maka ia melakukan peningkatan produktivitas (Task Efficiency), meningkatkan skill bawahan yang dapat mengembangkan karir (human relation) dan meningkatkan inovasi yang dimilikinya (adaptive change)

(12)

Perilaku kerja yang spesifik (Orientasi Tugas)

3 spesifik tipe dari perilaku orientasi tugas 1. Perencanaan jangka pendek

2. Menjelaskan peran dan sasaran

3. Memonitor operasi dan performa

(13)

1. Perencanaan

Menentukan tugas apa yang harus dilakukan, bagaimana melakukannya dan kapan harus selesai

Tujuan: memastikan efisiensi organisasi, melakukan koordinasi aktivitas kerja, dan mengatur efektivitas sumber daya

Perencanaan operasional  penentuan tugas

Perencanaan tindakan  penentuan langkah-langkah tindakan dan jadwal untuk mengimplementasi kebijakan

Perencanaan kontingensi  pengembangan prosedur untuk menghindari permasalahan

(14)

Panduan untuk membuat perencanaan 1. Identifikasi langkah tindakan yang sesuai 2. Identifikasi langkah lanjutan yang optimal

3. Estimasi waktu yang dibutuhkan untuk masing-masing langkah

4. Tentukan waktu yang dimulai dan batas waktu untuk setiap langkah 5. Estimasi biaya pada setiap langkah

6. Tentukan siapa yang dapat melakukan tiap langkah 7. Bangun prosedur untuk membuat pemantauan

(15)

2. Menjelaskan peran dan sasaran

1. Definisikan tanggung jawab pekerjaan dan persyaratan

2. Susun sasaran yang dituju

3. Tugaskan sasaran secara spesifik

• Tujuan : menjadi panduan aktivitas kerja dan membuat orang lain memahami

apa yang akan dilakukan dan bagaimana

melakukannya

(16)

Pedoman untuk mengklarifikasi peran dan sasaran

Mendefinisikan tanggung jawab

pekerjaan

1. Menjelaskan tanggung jawab tugas

2. Mengklarifikasi ruang lingkup otoritas dan wewenang

3. Menjelaskan bagaimana pekerjaan berkaitan dengan misi di unit kerja

4. Menjelaskan kebijakan, aturan dan persyaratan penting

Menugaskan

pekerjaan 1. Secara jelas mengutarakan tugas 2. Menjelaskan alasan penugasan

3. Menjelaskan prioritas dan batas waktu

4. Melakukan pengecekan terhadap pemahaman Mengatur sasaran

kerja 1. Mengatur sasaran yang berkaitan tentang aspek pekerjaan 2. Mengatur secara jelas dan spesifik

3. Mengatur bagaimana tantangan namun realtistis 4. Mengatur tanggal pencapaian masing-masing tugas

(17)

3. Memonitor operasi dan performa

• Memonitor  aktivitas untuk mengumpulkan informasi tentang kegiatan yang berlangsung di unit organisasi yang dipimpin manajer

• Memonitor bisa dengan menggunakan

observasi, membaca laporan, melihat data,

memeriksa kualtas sampel kerja, membaca

review meeting dsbnya.

(18)

Pedoman untuk Monitoring

1. Mengidentifikasi dan mengukur indikator perfoma yang penting (key performance) 2. Memonitor variable penting di dalam proses kerja dan hasil

3. Mengukur progress terhadap rencana dan keuangan

4. Membangun cara tertentu untuk mendapatkan informasi tentang performa kerja 5. Melakukan observasi secara langsng

6. Menanyakan pertanyaan spesifik tentang pekerjaan 7. Mendorong laporan akan masalah dan kekeliruan 8. Mengumpulkan review dari meeting secara periodik

(19)

II. Perilaku yang berorientasi terhadap relasi secara spesifik

1. Memberikan dukungan (supporting) 2. Mengenali (recognizing)

3. Pengembangan (developing)

(20)

1. Dukungan (supporting)

Perilaku-perilaku yang menunjukkan pertimbangan, penerimaan dan memperhatikan kebutuhan dan perasaan orang lain

Pedoman pemberian dukungan

1. Menunjukkan penerimaan dan sikap positif

2. Sopan dan penuh pertimbangan, tidak arogan dan kasar 3. Memperlakukan bawahan sebagai seorang individu

4. Mengingat detail penting dari orang lain

5. Sabar dan mau membantu ketika memberikan instruksi dan penjelasan

6. Memberikan simpati dan dukungan ketika individu mengalami rasa cemas dan kecewa

7. Menunjukkan kepercayaan kepada orang lain yang mengalami kesulitan di dalam mengerjakan tugas

8. Menyediakan bantuan ketika dibutuhkan

9. Membantu orang lain yang memiliki permasalahan

(21)

2. Pengembangan (Developing)

Pengembangan meliputi praktik manajerial yang dapat digunakan untuk

meningkatkan kemampuan orang lain dan memfasilitasi penyesuaian kerja dan peningkatan karir

Pengembangan termasuk coaching, mentoring dan konseling karir Pedoman pemberian coaching

1. Membantu orang lain untuk menganalisa performanya dengan memberikan pertanyaan atau memancing mereka untuk memeriksa pekerjaannya

2. Menyediakan umpan balik secara konstruktif tentang efektif atau tidaknya perilaku yang ditampakkan

3. Memaparkan hal-hal spesifik yang dapat membantu orang lain meningkatkan performanya 4. Menampilkan/mendemonstrasikan cara-cara yang baik untuk menyelesaikan tugas atau prosedur yang kompleks

5. Menunjukkan kepercayaan kepada orang lain yang sedang mempelajari tugas-tugas atau prosedur yang sulit

6. Menyediakan peluang untuk mempraktikkan prosedur yang sulit sebelum digunakan untuk bekerja

7. Membantu orang lain untuk menyelesaikan masalah daripada menyediakan jawabannya

(22)

Pedoman untuk mentoring

1. Membantu orang lain untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahannya 2. Membantu orang lain untuk menemukan skill dan pengetahuan yang sesuai 3. Mendorong kehadiran pada kursus/pelatihan yang relevan

4. Menyediakan peluang agar orang lain belajar dari pengalaman 5. Menyediakan nasehat karir yang membantu

6. Mempromosikan reputasi orang lain

7. Menjadi contoh (mendemonstrasikan perilaku yang sesuai)

(23)

3. Mengenali (Recognizing)

Recognizing mencakup pemberian pujian dan menunjukkan apresiasi kepada orang lain karena performa yang efektif, prestasi yang signifikan dan

kontribusi yang positif terhadap organisasi

Pedoman untuk recognizing

1. Mengenali berbagai kontribusi dan prestasi 2. Aktif mencari kontribusi untuk dikenali

3. Mengenali kontribusi spesifik dan prestasi

4. Mengenali peningkatan terhadap performa kerja 5. Mengenali komando/perintah yang tidak berhasil 6. Memberikan recognition secara tulus

7. Memberikan recognition secara tepat waktu

8. Menggunakan bentuk pendekatan recognition untuk orang dan situasi

(24)

Referensi

Dokumen terkait

Some experts also suggest that in dealing with clients the counselor must first do the following: 1 Identification 2 Exploration, 3 Seeing how far he understands himself and his

The γ-H2AX foci formed at the sites of DSBs are emerging biomarkers Potential Use of Biomarker γ-H2AX on Peripheral Blood Patient Who Underwent Radioiodine Ablation Treatment in