• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERILAKU PERSONAL HYGIENE SAAT MENTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI SMP NEGERI 4

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PERILAKU PERSONAL HYGIENE SAAT MENTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI SMP NEGERI 4"

Copied!
60
0
0

Teks penuh

PERILAKU KEBERSIHAN PRIBADI SELAMA MENTRASI PADA REMAJA PUTRI DI SMP Negeri 4 Disertasi ini dipertahankan dan disetujui di hadapan Tim Penguji Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku personal higiene saat menstruasi pada remaja putri di SMP Negeri 4 Kota Padangsidimpuan Tahun 2016. Salah satu permasalahan kesehatan yang sering terjadi pada remaja disebabkan oleh kebersihan diri yang buruk.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku personal higiene saat menstruasi pada remaja putri di SMP Negeri 4 Kota Padangsidimpuan tahun 2016. Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat dan karunia-Nya peneliti dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Kebersihan perilaku pribadi saat menstruasi pada remaja putri di SMP Negeri 4 Kelas Kota Padangsidimpuan Tahun 2016”, sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat STIKES Aufa Royhan Padangsidimpuan.

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Sebab, berdasarkan kajian teori yang ada, upaya untuk mengurangi gangguan pada saat menstruasi adalah dengan membiasakan perilaku higienis. Hasil penelitian yang dilakukan menyatakan bahwa perilaku higienis yang kurang pada saat menstruasi dapat menimbulkan berbagai penyakit, misalnya saja kanker rahim. Selain itu, frekuensi proses belajar mengajar dan aktivitas waktu luang yang relatif lama dari pagi hingga sore hari, sehingga sangat mempengaruhi tindakan personal higiene remaja putri saat menstruasi.

Perumusan Masalah

Berdasarkan survei pendahuluan yang dilakukan peneliti, siswa SMP Negeri 4 Padangsidimpuan mayoritas berjenis kelamin perempuan, dengan setiap perempuan tersebut setiap bulannya mengalami menstruasi. Dan berdasarkan wawancara dengan dua belas siswi tentang kebersihan diri saat menstruasi, diperoleh hasil bahwa sepuluh siswi tidak mengetahui cara menjaga kebersihan diri yang baik saat menstruasi. Mayoritas responden mengatakan hanya mengganti pembalut satu kali pada saat menstruasi yaitu dari pagi hingga sore hari di sekolah. Dari uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul Perilaku Personal Hygiene Saat Menstruasi pada Remaja Putri di SMP Negeri 4 Kota Padangsidimpuan Tahun 2016.

Tujuan Penelitian 1 Tujuan Umum1 Tujuan Umum

Untuk mengetahui sikap personal higiene saat menstruasi pada remaja putri di SMP Negeri 4 Kota Padangsidimpuan. Untuk mengetahui tindakan kebersihan diri saat menstruasi pada remaja putri di SMP Negeri 4 Kota Padangsidimpuan.

Manfaat Penelitian

  • Bagi Perkembangan Ilmu Kesehatan Masyarakat
  • Bagi Responden dan Tempat Penelitian

Konsep Perilaku

  • Pengetahuan (knowledge), .1 Defenisi Pengetahuan
    • Tingkatan Pengetahuan
  • Sikap (attitude) 1 Pengertian Sikap
    • Tingkatan Sikap
    • Fungsi sikap
    • Pengukuran Sikap a. Model Likert
  • Tindakan atau praktek (practice)

Notoadmodjo (2010), berpendapat bahwa pengetahuan seseorang terhadap objek mempunyai intensitas dan tingkatan yang berbeda-beda, hal ini tercakup dalam ranah kognitif yang terbagi dalam enam tingkatan yaitu. Termasuk dalam tingkat pengetahuan ini adalah mengingat sesuatu yang spesifik dari seluruh materi yang dipelajari atau rangsangan yang diterima. Kata kerja untuk mengukur seseorang mengetahui apa yang sedang dipelajari antara lain menyebutkan nama, mendeskripsikan, mendefinisikan, menyatakan dan sebagainya.

Pemahaman diartikan sebagai kemampuan menjelaskan dengan benar subjek yang sudah dikenal dan kemampuan menafsirkan materi dengan benar. Orang yang memahami pokok bahasan suatu materi harus mampu menjelaskan, menyimpulkan, dan meramalkan pokok bahasan yang dipelajari. Analisis adalah kemampuan menguraikan materi ke dalam komponen-komponen, namun tetap terhubung satu sama lain dalam struktur organisasi. Sintesis adalah kemampuan untuk merakit atau menghubungkan bagian-bagian menjadi satu kesatuan yang baru.

Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan membenarkan atau menilai suatu materi atau benda, dimana penilaiannya didasarkan pada 2.1.1.3. Sarana sebagai sumber informasi yang dapat mempengaruhi pengetahuan seseorang antara lain radio, televisi, majalah, surat kabar dan buku. Sikap yang paling tinggi adalah bertanggung jawab atas apa yang diyakininya, harus berani mengambil resiko jika dicemooh orang lain atau ada resiko lain.

Sebagai alat adaptasi, sikap merupakan sesuatu yang bersifat transferable, yakni sesuatu yang mudah dipelajari sehingga mudah menjadi kepemilikan bersama. Sikap dapat menjadi penghubung antara seseorang dengan suatu kelompok atau dengan anggota kelompok yang lain.

Konsep Remaja

Menurut Soetjings (2008), perkembangan fisik termasuk organ seksual, serta peningkatan kadar hormon reproduksi atau hormon seks pada anak laki-laki dan perempuan akan menyebabkan perubahan perilaku seksual remaja secara keseluruhan. Pada masa menjelang remaja, terdapat beberapa indikator yang menentukan identitas gender baik laki-laki maupun perempuan. Pada masa pra remaja ini, mereka mulai senang mencari informasi mengenai seks dan mitos gender baik dari teman sekolah, keluarga atau sumber lainnya.

Ini merupakan tahap pertama (permulaan), remaja mulai melihat perubahan fisik, yaitu fisiknya mulai matang dan berkembang. Pada titik ini mereka sudah mulai melakukan masturbasi karena sering kali terangsang secara seksual oleh pendewasaan yang mereka alami. Pada masa remaja pertengahan, remaja sudah mengalami kematangan fisik secara sempurna, yaitu anak laki-laki sudah mengalami mimpi basah, sedangkan anak perempuan sudah mengalami menstruasi.

Pada masa ini, gairah seksual remaja sudah mencapai puncaknya, sehingga mereka cenderung memanfaatkan kesempatan untuk melakukan sentuhan fisik. Kebanyakan dari mereka mempunyai sikap tidak mau bertanggung jawab atas perilaku seksual yang mereka lakukan. Pada akhir masa remaja, remaja telah mengalami perkembangan fisik secara penuh dan menjadi seperti orang dewasa.

Mereka sudah memiliki perilaku seksual yang jelas dan sudah mulai mengembangkannya dalam bentuk pacaran.

Personal Hygiene saat Menstruasi 1 Pengertian Mentruasi1 Pengertian Mentruasi

  • Personal hygiene
  • Personal hygiene saat menstruasi
  • Dampak Personal Hygiene Remaja

Masalah kesehatan reproduksi yang sering dijumpai pada masa menstruasi pada remaja yaitu penggunaan pembalut dalam jangka waktu yang sangat lama, pemilihan dan penggunaan pakaian dalam yang tidak menyerap keringat sehingga mengganggu sirkulasi oksigen pada area reproduksi. organ tubuh yang dapat menimbulkan iritasi (Winerungan, 2013). Kebersihan diri merupakan suatu tindakan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan seseorang demi kesejahteraan fisik dan psikis. Personal higiene saat menstruasi merupakan suatu tindakan untuk menjaga kesehatan dan kebersihan area kewanitaan pada saat menstruasi (Pribakti, 2008).

Oleh karena itu, pada saat menstruasi, wanita harus benar-benar bisa menjaga kebersihan “ekstra” pada organ reproduksi khususnya vagina, karena jika tidak dijaga kebersihannya akan menimbulkan kelebihan mikroorganisme seperti bakteri, jamur dan virus yang dapat merusak. fungsi organ reproduksi (Indriastuti, 2009). Salah satu perilaku yang sangat ditekankan bagi wanita menstruasi adalah menjaga kebersihan diri. Selain itu pakaian dalam hendaknya terbuat dari bahan yang mudah menyerap keringat, sedangkan kebersihan adalah pengetahuan, sikap dan tindakan proaktif untuk menjaga dan mencegah resiko penyakit, melindungi dari ancaman penyakit (Indriastuti, 2009).

Mandi setiap hari dengan sabun dan air hangat, jangan menggunakan sabun yang mengandung bahan kimia tertentu. Saat mencuci, regangkan labia dan bersihkan dengan baik, jangan lupa bersihkan area klitoris, pembilasan (penyemprotan) sebenarnya tidak perlu. Banerjee dan Chazal (2006) menyatakan bahwa penyebab umum gatal pada vulva adalah infeksi jamur, sedangkan Harris (2006) menjelaskan bahwa sebagian besar wanita mengalami keputihan berulang dan iritasi vulva yang bukan disebabkan oleh infeksi jamur atau penggunaan pembalut, namun disebabkan oleh . Hal ini sesuai dengan teori menurut Pribakti (2008) bahwa salah satu dampak yang dapat terjadi jika seseorang tidak menjaga kebersihan tubuh adalah timbul bau khas pada area vagina karena dinding vagina dan leher rahim mengeluarkan cairan.

Biasanya wanita dan remaja putri mengalami keputihan sebelum menstruasi dan setelah menstruasi.

Kerangka Konsep

Namun sebagian besar melaporkan bahwa hal ini terjadi karena efek sabun, krim, losion, pakaian dalam, pakaian, panas, iritasi, dan perawatan iritasi pada vagina.

Desain dan Metodologi Penelitian

Waktu dan Tempat Penelitian .1 Waktu Penelitian.1 Waktu Penelitian

  • Lokasi Penelitian

Populasi dan Sampel .1 Populasi.1 Populasi

  • Sampel

Penelitian dilakukan di SMP Negeri 4 Padangsidimpuan karena banyak siswi pada saat penelitian pertama belum mengetahui banyak tentang pengetahuan penggunaan pembalut saat menstruasi. Berdasarkan rumus di atas maka diambil sampel sebanyak 64 orang dari 178 siswi SMP Negeri 4 Kota Padangsidimpuan. Sampel dalam penelitian ini diambil dari 10 kelas siswi kelas VII yang berjumlah 64 orang, antara lain : Kelas A : 17/178 x 64 = 6 orang.

Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner hasil penelitian Basta (2013) yang berjudul Perilaku Personal Hygiene Saat Menstruasi pada Remaja Putri di SMA Negeri 11 Ambon. Angket terdiri dari 3 bagian, yang pertama angket pengetahuan terdiri dari 15 soal dengan pilihan jawaban a, b, c, dan jika jawaban benar diberi nilai 1, jika salah diberi nilai 0, untuk sikap digunakan skala likert 10 klaim.

Prosedur Pengumpulan Data

Definisi Operasional

Pengolahan Data dan Analisa Data 1 Pengolahan Data

  • Analisa data Analisa univariat

Pada bab ini akan disajikan hasil penelitian mengenai perilaku personal higiene saat menstruasi pada remaja putri di SMP Negeri 4 Kota Padangsidimpuan Tahun 2016. Hasil penelitian ini akan dijelaskan dari gambaran dan tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan remaja. perempuan tentang kebersihan diri saat menstruasi di SMP Negeri 4 Kota Padangsidimpuan tahun 2016.

Hasil Penelitian Univariat

  • Pengetahuan tentang Personal Hygiene saat menstruasi
  • Sikap tentang Personal Hygiene saat menstruasi
  • Tindakan Personal Hygiene saat menstruasi

Berdasarkan tabel 4.1 diketahui bahwa dari 64 responden sebagian besar mempunyai pengetahuan cukup dan 7 orang (10,9%) mempunyai pengetahuan baik. Berdasarkan tabel 4.3 diketahui dari 64 responden mayoritas mempunyai sikap negatif dan 24 orang (37,5%) minoritas mempunyai sikap positif. Berdasarkan tabel 4.3 diketahui bahwa dari 64 responden, mayoritas melakukan tindakan yang tidak banyak dan minoritas melakukan tindakan yang sama.

Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Sikap responden tentang Personal Hygiene saat menstruasi di SMP Negeri 4 Kota Padangsidimpuan Tahun 2016
Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Sikap responden tentang Personal Hygiene saat menstruasi di SMP Negeri 4 Kota Padangsidimpuan Tahun 2016

PEMBAHASAN

  • Pembahasan Hasil Penelitian
    • Pengetahuan tentang Personal Hygiene saat menstruasi
    • Sikap tentang Personal Hygiene saat menstruasi
    • Tindakan Personal Hygiene saat menstruasi
  • Kesimpulan
  • Saran
  • Data Demografi
  • Pertanyaan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Personal Hygiene saat menstruasi
  • Sikap Personal Hygiene saat Menstruasi pada remaja Putri Petunjuk Pengisian
  • Tindakan personal hygiene saat menstruasi pada remaja Petunjuk pengisian

Pengetahuan responden tentang menjaga kebersihan organ reproduksi saat menstruasi dapat mempengaruhi responden dalam menjaga kebersihan organ reproduksi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perilaku remaja putri masih kurang baik karena pengetahuan responden tentang kebersihan diri masih kurang, sehingga mempengaruhi sikap dan tindakan melakukan kebersihan diri saat menstruasi pada remaja putri. Berdasarkan hasil penelitian tentang perilaku personal higiene saat menstruasi pada remaja putri di SMP Negeri 4 Kota Padangsidimpuan tahun 2016, saran yang diberikan adalah sebagai berikut.

Untuk mengembangkan ilmu kesehatan masyarakat, diharapkan lembaga pendidikan memperbanyak referensi literatur sehingga peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian lebih mendalam mengenai perilaku personal higiene saat menstruasi pada remaja. Diharapkan kepada remaja putri agar lebih meningkatkan pengetahuannya tentang kebersihan diri saat menstruasi dengan rutin membaca artikel kesehatan tentang kesehatan reproduksi dan aktif mengikuti penyuluhan mengenai kesehatan reproduksi remaja. Disarankan agar petugas bekerjasama dan lebih aktif dalam memberikan informasi kesehatan reproduksi remaja, sehingga dapat meningkatkan perilaku remaja putri dalam perawatan kebersihan alat kelamin. Dan diharapkan Kementerian Pendidikan membuat kurikulum terkait kesehatan reproduksi bagi siswi melalui koordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka, PMR, diaktifkan kembali melalui pendidikan sebaya dan memuat artikel, poster tentang kesehatan reproduksi, khususnya mengenai kebersihan diri remaja putri saat menstruasi.

Bersama ini saya sampaikan bahwa saya akan melakukan penelitian yang berjudul “Hubungan Pengetahuan Remaja Putri Dengan Penggunaan Pembalut Saat Menstruasi Di SMP Negeri 4 Kelas VII Kota Padangsidimpuan Tahun 2016”. “Setelah menjelaskan tujuan penelitian, saya bersedia menjadi responden dalam penelitian yang dilakukan oleh Suster Riani Agustina, mahasiswi STIK Aufa Royhan Sidimpuan yang sedang melakukan penelitian berjudul: Hubungan Pengetahuan Remaja Putri dengan Penggunaan Sanitasi serbet selama periode di SMP Negeri 4 kelas VII Kota Padangsidimpuan tahun 2016.” . Untuk menjaga kebersihan organ intim saat menstruasi, sebaiknya ganti celana dalam minimal.

Celana dalam yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat (nilon/poliester) akan membuat alat kelamin menjadi panas dan lembap, terutama saat menstruasi.

Gambar

Gambar 2.4. Kerangka Konsep Perilaku personal Hygiene saat
Tabel 3.6. Defenisi Operasional
Tabel 4.1. Distribusi Frekuensi pengetahuan responden tentang personal hygiene di SMP Negeri 4 Kota Padangsidimpuan Tahun 2016.
Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Sikap responden tentang Personal Hygiene saat menstruasi di SMP Negeri 4 Kota Padangsidimpuan Tahun 2016
+2

Referensi

Dokumen terkait

Baker 1992: 29–30 identifies the following major areas: i attitude towards language variation, dialect and speech style ii attitude towards learning a new language iii attitude towards