• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkembangan Ilmu Geografi

N/A
N/A
Bu NOFFRI S.T.

Academic year: 2024

Membagikan "Perkembangan Ilmu Geografi"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

MODUL AJAR (10.3.1) I. INFORMASI UMUM

A. IDENTITAS MODUL

Nama Penyusun : Surya Megawati, S.Pd

Institusi : SMA Negeri 1 Karangrayung Tahun Pelajaran : 2022 / 2023

Jenjang Sekolah : SMA Kelas/Fase/ Semester : X/ E / 1

Alokasi waktu : 1x Pertemuan (3 x 45 menit )

B. Kompetensi Awal : Peserta didiktelah memahami istilah geografi

C. Profil Pelajar Pancasila : a. Gotong royong (Kerjasama), siswa mampu bekerjasama secara kelompok untuk menyelesaikan lembar kerja yang diberikan oleh guru sesuai waktu yang telah ditentukan .

b. Bernalar Kritis (Mengidentifikasi, mengklarifikasi dan mengolah informasi gagasan),

D. Sarana dan Prasarana :

1. Sarana : Laptop, Android, LCD, Jaringan internet, Spidol

2. Prasarana : Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial, Buku Geografi Penerbit Cempaka Putih, Buku Geografi K 13 Penerbit Yrama Dwipa

E. Target Siswa : Reguler / umum, tidak ada kesulitan dalam menerima dan memahami materi ajar

F. Model Pembelajaran : Tatap Muka II. KOMPONEN INTI :

KOMPONEN DESKRIPSI

A. TUJUAN PEMBELAJARAN Menjelaskan perkembangan ilmu Geografi

B. PEMAHAMANBERMAKNA Geografi mempelajari interaksi antara manusia dan lingkungannya

C. PERTANYAAN PEMANTIK Bagaimana pengertian geografi ?

D. PERSIAPAN PEMBELAJARAN Pendahuluan

a. Mengajak siswa untuk berdoa setelah menyapa dengan salam

b. Mengecek kehadiran siswa

c. Guru menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran d. Guru menyampaikan garis besar dan cakupan materi dan

langkah pembelajaran Kegiatan Inti

a. Siswa melaksanakan literasi

b. Mengerjakan tugas yang telah disediakan guru secara kelompok

c. Setiap kelompok mencari informasi dari berbagai referensi (Buku Paket IPS, browsing internet, dan

(2)

sebagainya)

d. Setiap kelompok diskusi mempresentasikan jawabannya e. Siswa dan guru membuat simpulan

Penutup

1) Kegiatan guru bersama peserta didik yaitu:

a) membuat rangkuman/simpulan pelajaran;

b) melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan; dan

c) memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran; dan

d) mempersiapkan diri untuk materi yang akan datang 2) Kegiatan guru yaitu:

a) melakukan penilaian;

b) merencanakan kegiatan tindak lanjut dengan memberikan tugas baik individu maupun kelompok c) menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan

berikutnya.

E. ASSESMEN

1.Teknik Penilaian

a. Penilaian Sikap : Jurnal b. Penilaian Pengetahuan : Tes Tertulis c. Penilaian Keterampilan : Unjuk Kerja 2.Bentuk Penilaian dan Instrumen penilaian

a. Observasi :Lembar Pengamatan Sikap b. Tes Tertulis:Pilihan Ganda

c. Penugasan: Lembar Tugas Siswa Tes Diagnostik (Non kognitif)

F. REMEDIAL DAN PENGAYAAN

Remedial : (Terlampir)

 Dilakukan terhadap siswa yang belum memahami konten dengan baik serta kepada siswa yang belum mampu mencapai tujuan pembelajaran

Pengayaan (Terlampir)

 Dilakukan kepada siswa yang mampu menjawab dengan benar asesmen Formatif

III. LAMPIRAN :

A. LEMBAR KERJA SISWA

1. Jika kita kaji definisi/pengertian -pengertian tentang geografi, maka kita akan menemukan kesamaan titik pandang. Coba Anda kaji, apa saja kesamaan-kesamaan yang dapat ditemukan. Kesamaan tersebut adalah mengkaji tentang :

1.

2.

3.

4.

2. Berdasarkan kajian yang telah Anda lakukan, cobalah Anda rumuskan definisi geografi menurut pendapat Anda.

(3)

B. BAHAN BACAAN GURU DAN SISWA Pengertian Geografi

1. Claudius Ptolomeus (Abad 2 M) mengemukakan bahwa geografi adalah suatu penyajian dengan peta dari sebagian permukaan bumi yang menunjukkan ketampakan secara umum 2. Preston E james

Geography Called the mother of sciences

(Geografi dianggap sebagai induk semua ilmu pengetahuan) 3. Yi Fu Tuan

Geography is the study of the earth as the home of people) Geografi adalah studi tentang bumi sebagai hunian manusia 4. Bintarto

Geografi mempelajari hubungan gejala-gejala di permukaan bumi dan peristiwa-peristiwa di permukaan bumi baik secara fisik maupun berkaitan dengan makhluk hidup beserta permasalahanny

5. Hasil Seminar dan Lokakarya Ikatan Geografi Indonesia Tahun 1988 di Semarang

Ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut andang kelingkungan atau kewilayahan dalam konteks keruangan

6. Tim Pengembang Kurikulum Berbasis Kompetensi 2001, Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang gejala alam dan kehidupan di muka bumi serta interaksi antara manusia dan lingkungannya dalam kaitannya dengan hubungan keruangan dan kewilayahan.

C. GLOSARIUM Fauna : Dunia hewan Flora : dunia tumbuhan

Lanskap : bentang alam atau bentang lahan D. DAFTAR PUSTAKA

Harmanto Gatot 2013. Geografi untuk SMA/MA Kelas X Peminatan. Bandung : Yrama Dwipa,

(4)

Oktafiana Sari, dkk. 2021. Ilmu Pengetahuan Sosial SMA Kelas X. Jakarta : Pusat Kurikulum dan perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Wardiyatmoko, K. 2010. Geografi untuk SMA Kelas X. Jakarta : Erlangga

Mengetahui Karangrayung, Juni 2022

Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

SMA Negeri 1 Karangrayung Geografi

Tri Atmi Sri Minaningsih, S.Pd., M.M Surya Megawati, S.Pd NIP 19650313 198803 2 017 NIP 19670715 199702 2 002

(5)

Lampiran 1

Rancangan Asesmen Diagnostik

Jenjang/ Kelas SMA / X

Capaian Pembelajaran Peserta didik mampu mengidentifikasi, memahami, dan mampu membuat pertanyaan tentang karakteristik wilayah Indonesia secara fisik/sosial dan manfaatnya bagi kehidupan manusia

Tujuan Pembelajaran Menjelaskan perkembangan ilmu Geografi

A. Asesmen Non-Kognitif

Informasi apa saja yang ingin digali? Pertanyaan kunci yang ingin ditanyakan

Kesejahteraan psikologis dan sosial emosi siswa Bagaimana perasaanmu saat belajar di rumah ?

Aktivitas siswa selama belajar di rumah Apa yang kamu lakukan saat belajar di rumah

Kondisi keluarga siswa dan pergaulan siswa Saat kamu belajar di rumah, bagaimana dukungan keluargamu ?

Gaya belajar, karakter, serta minat siswa Situasi seperti apa yang paling membuatmu nyaman belajar di rumah ? Apa pula yang membuatmu tidak nyaman dalam belajar

(6)

Langkah-langkah apa saja yang akan dilakukan? Alat bantu apa yang dibutuhkan?

1. Membuat jadwal asesmen

2. Menyiapkan pertanyaan kepada Peserta didik 3. Menganalisis hasil

4. Menentukan tindak lanjut

1. Daftar Pertanyaan

2. Kertas untuk menuliskan respon Peserta didik

(7)

B. Asesmen Kognitif

Waktu Asesmen Agustus 2022 Durasi Asesmen 90 menit

Identifikasi materi yang akan diujikan

Pertanyaan Kemungkinan

Jawaban

Skor (Kategori) Rencana Tindak Lanjut

Perkembangan Ilmu geografi a. Cara pandang geografi

dengan ilmu pendukung lainnya

1.Pengetahuan geografi diyakini sudah lama dikenal manusia.

Pernyataan ini tidak terlepas dari kenyataaan bahwa … A. Peta lokasi telah dibuat

oleh manusia prasejarah B. Manusia prasejarah telah

dapat membuktikan bahwa Bumi itu bulat.

C. Untuk bertahan hidup, manusia harus berinteraksi dengan lingkungan

D. Di Yunani telah muncul geograf pada abad Sebelum Masehi

E. Manusia prasejarah harus berpindah-pindah mencari makan dan tempat tinggal

C Terjawab benar skor 2

Terjawab salah skor 0

Tidak terjawab skor 0

Skor maksimal 2

Siswa dengan nilai ≤ 6 diadakan remedial

Siswa dengan nilai ≥ 7 diadakan pengayaan

(8)

2. Sumbangan Eratosthenes dalam geografi adalah … A. Pendapatnya bahwa Bumi

itu bulat

B. Pendapatnya bahwa Bumi itu datar

C. Pendapatnya bahwa Bumi itu berputar-putar

D. Pendapatnya bahwa Bumi itu diselimuti lapisan udara E. Pendapatnya bahwa Bumi

itu satu-satunya planet yang dapat ditinggali

A

3. Siapakah peletak dasar geografi modern yang menyatakan objek studi geografi adalah semua fenomena di Bumi, baik organik maupun anorganik, yang berkaitan dengan kehidupan manusia ? A. Immanuel Kant

B. Alexander von Humbolt C. Karl Ritter

D. Friederich Ratzel E. Paul Vidal de la Blache

C

4. Pengalaman dan

pengetahuan manusia yang diperoleh dari perjalanannya ke tempat lain di dorong oleh

A. Keingintahuan akan

C

(9)

tempat lain

B. Keharusan manusia berinteraksi dengan lingkungan alam C. Usaha memenuhi

kebutuhan manusia yang didaerahnya sendiri tidak tersedia

D. Kebutuhan manusia yang banyak macamnya E. Jiwa petualangan 5. Ruang lingkup kajian

geografi menurut Rhoads Murphy dalam “The Scope of Geography” adalah … A. Lingkungan fisik alam

dan manusia

B. Lingkungan fisik alam dan keruangan

C. Regional dan analisis wilayah

D. Keruangan dan pemanfaatannya bagi tempat hidup manusia E. Persebaran dan

keterkaitan manusia di Bumi

A

(10)

Langkah-langkah apa saja yang akan dilakukan? Alat bantu apa yang dibutuhkan?

1. Membuat soal remedial 2. Membuat soal pengayaan

1. Lembar tugas Remedial 2. Lembar Tugas Pengayaaan

(11)

Lampiran 2

LEMBAR REMEDIAL

1. Geografi tidak dapat dikelompokkan ke dalam Ilmu Sosial atau Ilmu Eksak, sebab … A. Objek kajian geografi kondisi masyarakat

B. Geografi mempelajari perubahan lingkungan alam C. Geografi meneliti ertumbuhan penduduk

D. Geografi mempelajari segala fenomena geosfer

E. Geografi mempelajari proses-proses pembentukan muka Bumi

2. Geografi dengan ilmu-ilmu lain akan memunculkan ilmu baru. Sebagai contohnya adalah biogeografi.

Contoh objek kajian biogeografi adalah …

A. Persebaran flora dan fauna di permukaan Bumi B. Metabolisme tumbuhan di habitatnya

C. Proses pelapukan batuan

D. Proses dekomposisi tumbuh-tumbuhan yang telah mati oleh bakteri E. Erosi yang disebabkan oleh penggundulan hutan

3. Ruang lingkup kajian geografi menurut Rhoads Murphy dalam “The Scope of Geography” adalah … A. Lingkungan fisik alam dan manusia

B. Lingkungan fisik alam dan keruangan C. Regional dan analisis wilayah

D. Keruangan dan pemanfaatannya bagi tempat hidup manusia E. Persebaran dan keterkaitan manusia di Bumi

4. Geografi memberi informasi yang penting dan berguna bagi kehidupan di Bumi. Pernyataan ini merupakan alasan …

A. Mengenal geografi

B. Mengetahui tempat-tempat pada peta

C. Mengetahui penyebab terjadinya bencana lingkungan D. Pentingnya belajar geografi

E. Mengenal kejadian global dan local

5. Siapakah peletak dasar geografi modern yang menyatakan objek studi geografi adalah semua fenomena di Bumi, baik organic maupun anorganik, yang berkaitan dengan kehidupan manusia ?

A. Immanuel Kant

B. Alexander von Humbolt C. Karl Ritter

D. Friederich Ratzel E. Paul Vidal de la Blache

(12)

Lampiran 3

LEMBAR PENGAYAAN

1. Pada tahun 1595, pelaut belanda Cornelis de Houtman melakukan ekspedisi pelayaran untuk mencari daerah penghasil rempah-rempah ke Indonesia. Ekspedisi pertama ini mengandung pengetahuan geografi dan sangat penting bagi pembuka ekspedisi lanjutan. Mengapa ekspedisi pelayaran Cornelis de Houtman yang pertama mengandung pengetahuan geografi ?

A. Ekspedisi dilakukan dengan mengarungi beberapa samudera B. Pelayaran dilakukan untuk memenuhi kebutuhan rempah-rempah

C. Pengetahuan dan pengalaman berlayar ke Indonesia merupakan catatan penting yang dapat diwujudkan dalam bentuk peta

D. Pelayaran ke Indonesia memperluas pengalaman dan pengetahuan

E. Kebutuhan rempah-rempah hanya dapat dipenuhi dengan melakukan perjalanan ke Indonesia

2. Pada awalnya geograf ini tertarik mempelajari batuan, meskipun ia seorang ahli botani. Ia kemudian diakui sebagai seorang peletak dasar geografi modern. Ia juga mempelari Bumi dalam ruang angkasa, cuaca dan iklim, serta permukaan Bumi dan prosesnya. Siapakan geograf yang dimaksud ?

A. Alexander von Humbold B. Karl Ritter

C. Immanuel Kant D. Friederich Ratzel E. Benhard Varen

3. Dalam bukunya yang berjudul The Pulse of the Earth, Ellsworth Huntington mengemukakan teori determinis iklim. Apa yang dimaksud determinis iklim ?

A. Iklim berubah-ubah sepanjang tahun

B. Gejala atau fenomena di permukaan Bumi dipengaruhi iklim C. Pembagian iklim dunia

D. Kehidupan manusia memengaruhi iklim global E. Iklim merupakan penentu kehidupan

4. Belajar geografi mempunyai manfaat penting bagi kehidupan manusia. Berikut manfaat belajar geografi, kecuali …

A. Mendapatkan informasi penting tentang tempat-tempat, lokasi, dan wilayah B. Mengetahui fenomena atau kejadian global dan local

C. Menjelaskaan penyebab fenomena alam yang terjadi

D. Memahami dampak suatu negara dan lingkungannya terhadap negara lain E. Menghitung potensi sumber daya alam

5. Penduduk suatu daerah di lereng gunung pada mulanya hidup penuh keprihatinan. Tetapi, dengan adanya program peternakan sapi perah dari pemerintah yang telah dijalankan di daerah ini telah meningkatkan kesejahteraan penduduk dan daerahnya menjadi Makmur. Fenomena ini merupakan kajian geografi dan disiplin ilmu lain yang disebut …

A. Biogeografi B. Geografi Ekonomi C. Sosiogeografi D. Antropogeografi E. Geografi sejarah

(13)

LITOSFER

Pengertian Litosfer dan Manfaatnya

Secara etimologi, litosfer berasal dari bahasa Yunani yakni dari kata lithos yang berarti batu dan sphere (sphaira) yang berarti bulatan. Oleh karena itu, litosfer artinya adalah lapisan batuan yang membentuk kulit bumi. Litosfer merupakan lapisan bumi paling atas setebal 66 km yang terdiri dari batuan. Oleh karena itu, litosfer sering diartikan sebagai pembentuk muka bumi yang terdiri dari batuan dan mineral.

Lapisan litosfer memiliki manfaat seperti berikut:

1. Sebagai sumber energi (minyak bumi dan batubara)

2. Sebagai pemenuhan kebutuhan industri (besi dan aluminium) 3. Sebagai bahan pembuat perhiasan (mineral, intan, emas, perak) 4. Sumber energi dan bahan peledak (uranium)

5. Sumber bahan baku pupuk (nitrogen dan fosfat) Batuan Penyusun Litosfer

Ada 3 jenis batuan penyusun litosfer yakni batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf.

1. Batuan Beku

Jenis batuan pertama yang membentuk litosfer adalah batuan beku. Batuan beku ini terbentuk dari magma pijar yang membeku dan menjadi padat karena proses pendinginan.

Batuan beku terbagi lagi menjadi 3 jenis, yaitu batuan tubir, batuan leleran, dan batuan korok.

a. Batuan Tubir

Batuan tubir disebut juga sebagai batuan kristal. Batuan tubir ini disebut demikian karena terdiri dari kristal-kristal dan proses pembentukannya terjadi di dalam kulit bumi. Batuan tubir memiliki bongkahan kristal yang berukuran besar sebagai akibat dari proses pendinginan yang berjalan lambat. Salah satu contoh batuan tubir adalah batu granit.

Batu granit

b. Batuan Leleran

Batuan leleran memiliki nama lain yakni batuan beku luar. Batuan ini disebut sebagai batuan beku luar karena proses pembekuannya terjadi di bagian luar kulit bumi. Oleh karena itu, penurunan temperaturnya juga terjadi sangat cepat.

Batuan leleran dapat berbentuk kristal kecil, kristal besar, maupun bahan amorf, contohnya liparit.

Salah satu contoh batuan leleran adalah batu apung.

Batu apung

c. Batuan Korok

Batuan korok disebut juga sebagai batuan gang. Sesuai namanya, jenis batuan yang satu ini terbentuk di korok atau gang. Karena lokasinya yang dekat dengan permukaan, proses pendinginan batuan tersebut juga berlangsung lebih cepat. Batuan korok dapat berupa kristal kecil dan kristal

(14)

besar. Salah satu contoh batuan korok adalah granit fosfir.

2. Batuan sedimen

Batuan sedimen terbentuk dari endapan dari struktur batuan yang mudah lepas dan terbawa air, angin, dan es. Lama kelamaan, endapan tersebut akan menumpuk dan kemudian mengeras, kemudian terbentuk menjadi batuan. Oleh karena itu, nama batuannya adalah batuan sedimen.

Proses pengerasan batuan ini disebut dengan pembaruan.

Berdasarkan tempat terjadinya pengendapan, ada 3 jenis batuan sedimen yakni:

a. Batuan Sedimen Kontinental adalah batuan sedimen yang proses pengendapannya terjadi di laut, contohnya terjadi di tanah los dan tanah gurun pasir.

b. Batuan Sedimen Marine. Sesuai dengan namanya, proses pengendapan batuan sedimen marine terjadi di laut, seperti di endapan radiolaria di laut dalam, lumpur biru di pantai, dan lumpur merah.

c. Batuan Sedimen Lakustre, adalah batuan sedimen yang pengendapannya terjadi di danau, misalnya, tuf danau dan tanah liat danau.

Ditinjau dari proses pembentukannya batuan sedimen dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu :

d. Batuan sedimen klastik yaitu batuan asal yang mengalami penghancuran secara mekanis dari ukuran besar menjadi kecil. Setelah itu, batuan tersebut mengalami pengendapan dan membentuk batuan endapan klastik. Salah satu batuan endapan klastik adalah batuan pasir dan batu lempung (shale).

e. Batuan sedimen kimiawi adalah batuan yang terjadi karena proses kimiawi, seperti penguapan, pelarutan, dan dehidrasi. Contoh batuan sedimen kimiawi yang terjadi secara langsung adalah batuan sedimen kapur, yaitu stalaktit dan stalagmit. Stalaktit dan stalagmit tersebut dapat ditemukan di gua-gua kapur.

f. Batuan sedimen organik merupakan batuan yang dalam proses pengendapannya mendapat bantuan dari organisme, antara lain sisa-sisa bangkai binatang yang tertimbun di dasar laut, contohnya kerang dan terumbu karang.

Batuan sedimen juga dapat dibagi berdasarkan perantara atau medium. Berdasarkan perantaranya, batuan sedimen dapat dibagi menjadi 3.

g. Batuan sedimen aeris (aeolis). Proses pengangkutan batuan ini dilakukan oleh angin.

Contohnya antara lain tanah los, tuff, dan pasir di gurun.

h. Batuan sedimen glasial. Pengangkutan batuan ini adalah dilakukan melalui media perantara es. Contohnya antara lain moraine.

i. Batuan sedimen aquatis. Batuan sedimen yang terdiri atas batubatu yang sudah direkat antara satu sama lain.

3. Batuan Metamorf

Batuan metamorf adalah batuan hasil perubahan dari batuan beku dan batuan endapan yang terjadi akibat proses metamorphosis. Faktor-faktor penyebab perubahan batuan antara lain:

a. Suhu tinggi b. Tekanan tinggi

c. Kombinasi suhu dan tekanan tinggi d. Penambahan bahan lain

Jenis Lapisan Litosfer

Litosfer terdiri atas dua bagian yaitu:

1. Lapisan sial

Lapisan sial yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun atas logam silisium dan alumunium, senyawanya dalam bentuk SiO2 dan Al2O3. Pada lapisan sial (silisium dan alumunium) ini antara lain terdapat batuan sedimen, granit andesit jenis-jenis batuan metamor, dan batuan lain yang terdapat di daratan benua. Lapisan sial dinamakan juga lapisan kerak bersifat padat dan batu

(15)

bertebaran rata-rata 35 km.

Kerak bumi ini terbagi menjadi dua bagian yaitu:

a. Kerak benua : merupakan benda padat yang terdiri dari batuan granit di bagian atasnya dan batuan beku basalt di bagian bawahnya. Kerak ini yang merupakan benua.

b. Kerak samudra : merupakan benda padat yang terdiri dari endapan di laut pada bagian atas, kemudian di bawahnya batuan batuan vulkanik dan yang paling bawah tersusun dari batuan beku gabro dan peridolit. Kerak ini menempati dasar samudra.

2. Lapisan sima (silisium magnesium)

Lapisan sima yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun oleh logam logam silisium dan magnesium dalam bentuk senyawa SiO2 dan MgO. Lapisan ini mempunyai berat jenis yang lebih besar dari pada lapisan sial karena mengandung besi dan magnesium yaitu mineral ferro magnesium dan batuan basalt. Lapisan merupakan bahan yang bersipat elastis dan mempunyai ketebalan rata rata 65 km .

Pengertian Tektonisme dan Jenisnya

 Post author By

 Desy Fatma Post date

 October 31, 2016

Bumi merupakan salah satu planet yang ada di tata surya. Planet yang ada di tata surya (baca: ciri- ciri planet) terdiri atas berbagai macam lapisan dan juga material- material yang ada dalamnya, begitu pula dengan planet Bumi. Planet Bumi merupakan planet yang tersusun atas batu- batuan (baca: batuan penyusun lapisan Bumi), tanah (baca: jenis tanah) dan juga berbagai material- material lain. Di dalam Bumi kita bisa menemukan ada banyak sekali kandungan- kandungan dan juga penampakan alam. Dalam ilmu Bumi yang juga diajarkan dalam geografi, kita sering sekali diajarkan mengenai istilah- istilah yang berhubungan dengan hal- hal yang ada di bawah tanah (baca: tanah liat).

Mengenai apa- apa yang berada di bawah tanah, kita mengetahi bahwasannya di dalam Bumi terdapat lempeng- lempeng yang ukurannya sangat besar yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Terkadang lempengan ini saling bertemu dan menimbulkan suatu tenaga atau kekuatan tertentu. Berbicara tentang kekuatan, sebagai sebuah planet, Bumi mempunyai tenaga alaminya sendiri. Tenaga yang dimiliki oleh Bumi ini berasal dari dalam bumi tersebut.

Salah satu tenaga yang dimiliki oleh Bumi kita kenal dengan tektonisme. Adapun dalam kesempatan kali ini kita akan membicarakan lebih lanjut mengenai tektonisme ini.

Tektonisme

Barangkali sebagian besar dari kita seringkali mendengar nama atau kata tektonisme. Ya, kita sangat sering mendengar kata tektonisme ini karena mungkin pada saat belajar di sekolah, materi tentang tektonisme ini sudah sering diajarkan. Adapun mengenai kata tektonisme ini seringkali dihubungkan dengan peristiwa gempa Bumi (baca: akibat gempa Bumi dan macam gempa bumi).

Terlebih di Indonesia, kata tektonisme ini mungkin akan lebih familiar didengar karena memang Indonesia merupakan salah satu negara yang seringkali dilandan gempa bumi tektonik. Baiklah, untuk mengawali pembicaraan kita mengenai tektoisme, kita akan memulainya dengan pengertian dari tektonisme itu sendiri.

Kata tektonisme mengandung arti suatu tenaga yang berasal dari dalam Bumi (baca: inti Bumi) yang dapat mengakibatkan terjadinya perubahan letak atau dislokasi atau bentuk (defomasi) dari kulit Bumi. Tenaga tektonisme ini seringkali juga disebut sebagai tenaga tektonik. Pengertian tektonime atau tektonik secara sederhana bisa diartikan sebagai tenaga yang mempengaruhi permukaan Bumi yang berasal dari Bumi itu sendiri. ada pula pengertian lain yang menyebutkan bahwa tektonisme merupakan suatu proses yang terjadi di dalam Bumi yang terjadi akibat adanya

(16)

pergerakan, pengangkatan, lipatan (baca: macam lipatan), dan patahan (baca: bentuk patahan) pada lempengan tanah di dalam perut Bumi.

Itulah pengertian tektonisme yang perlu diketahui oleh orang banyak. Mengapa demikian? Hal ini karena tenaga tektonisme ini merupakan tenaga yang besar dan apabila terjadi hingga ke permukaan Bumi dan memiliki skala besar, maka akan sangat mungkin menimbulkan kerusakan baik berupa kerusakan fisik maupun non fisik. Dan hal ini benar sekali bahwa tektonik atau tektonisme ini lebih dikaitakan dengan peristiwa gempa Bumi yang menyerang Bumi.

Jenis-jenis Tektonisme

Tektonisme merupakan satu hal yang dapat mempengaruhi atau merubah letak (dislokasi) maupun bentuk (deformasi) kulit Bumi. Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama bahwasannya permukaan Bumi terbentuk dari lapisan- lapisan yang kita sebut sebagai litosfer. Kulit Bumi memiliki ketebalan yang relatif sangat tipis sehingga mudah sekali untuk pecah menjadi potongan- potongan kulit Bumi yang beraturan yang disebut dengan lempeng tektonik atau Tectonic Plate.

Gerakan tektonik merupakan oergerakan lempeng- lempeng tektonik dari kulit Bumi secara horizontal meupun secara vertikal karena adanya pengaruh arus konveksi dari lapisan yang berada di bawahnya. Tahukah kita bahwa tektonisme ini dapat dibagi menjadi beberapa jenis? Kita akan mengetahui apa saja jenis- jenis atau pembagian tektonisme ini. Berikut ini merupakan pembagian dari tektonisme.

1. Gerak Epirogenetik

Jenis dari tektonisme yang pertama adalah gerak epirogenetik. Gerak epirogenetik merupakan gerak lapisan kerak Bumi yang relatif lambat dan terjadi dalam waktu yang relatif lama. Gerak epirogenetik ini juga meliputi daerah yang luas. Gerak epirogenetik ini pernah terjadi di dunia dan menimbulkan suatu persitiwa besar, contohnya adalah tenggelamnya benua Gondwana menjadi Sesar Hindia. Gerak epirogenetik ini dibagi menjadi dua macam, yakni epirogenetik positif dan epirogenetik negatif. Adapun penjelasan dari macam- macam gerak epirogenetik ini antara lain sebagai berikut:

Epirogenetik positif

Gerak epirogenetik posotif merupakan gerak turunnya daratan (baca: ekosistem darat) sehingga kelihatannya permukaan air laut yang bergerak naik. Sebagai contoh adalah turunnya pulau- pulai di Indonesia bagian timur, yakni Kepulauan Maluku Barat Daya hingga ke Pulai Banda.

Epirogenetik Negatif

Jenis gerak epirogenetik yang selanjutnya adalah gerak epirogenetik negatif. Yang dimaksud dengan gerak epirogeteik negatif ini adalah gerak naiknya daratan sehingga akan kelihatannya permukaan air yang menyusut. Gerak epirogenetik negatif ini merupakan lawan dari gerak epirogenetik positif. Sebagai contoh terjadinya gerakan ini adalah naiknya Pulau Buton dan Pulau Timor.

Itulah beberapa macam dari gerakan epirogenetik. Gerakan epirogenetik ini seolah tidak kita sadari atau mungkin saja kita menyadarinya sebagai peristiwa lain dikarenakan waktunya yang sangat lama. Selain gerak epirogenetik, masih ada pula jenis tektonisme yang lainnya.

2. Gerak Orogenetik

Jenis dari gerakan tektonisme yang kedua adalah gerak orogenetik. Gerakan orogenetik ini sangat berkaitan dengan pegunungan. Adapun yang dimaksud dengan gerak orogenetik ini adalah proses pembentukan pegunungan. Proses gerak orogenetik ini meliputi area yang relatif sempit dan terjadi dalam waktu yang singkat. Dari pengertian ini kita menyadari bahwasannya gerak orogenetik ini berlawanan dengan gerak yang sebelumnya, yakni gerak epirogenetik baik dalam luas area dan juga waktu berlangsungnya gerakan tersebut. Contoh dari gerakan orogenetik ini misalnya adalah pembentukan pegunungan- pegunungan yang ada di Bumi, seperti Pegunungan Andes, Pegunungan Rocky, Pegunungan Sirkum Mediterania dan juga Pegunungan Alpen.

Gerakan orogenetik ini dapat menyebabkan tekanan horizontal dan juga vertikal di kulit Bumi.

(17)

Gerak orogenetik ini juga bisa menyebabkan terjadinya dislokasi atau perpindahan letak lapisan kulit Bumi, seperti lipatan dan juga patahan. Adapun penjelasan dari lipatan dan juga patahan adalah sebagai berikut:

Lipatan atau Folded Process

Proses lipatan atau folded process merupakan suatu bentukan kulit Bumi yang berbentuk lipatan atau gelombang yang terjadi karena adanya tenaga endogen yang arahnya mendatar dari dua arah yang berlawanan sehingga lapisan- lapisan batuan di sekitar daerah tersebu terlipat dan juga membentuk puncak lipatan atau antiklin dan lembah lipatan atau sinklin.

Jika terbentuk beberapa puncak lipatan, maka disebut sebagai antiklinorium dan beberapa lembah lipatan yang disebut dengan sinklinorium. Di dunia ada pegunungan lipatan, contohnya adalah pegunungan tua seperti Pegunungan Ural. Lipatan yang ada ini pada pegunungan terjadi pada zaman primer. Selain itu ada pegunungan muda seperti Pegununga Mediterania dan juga Sirkum Pasifik yang terjadi pada zaman tersier.

Patahan atau Fault Process

Bentuk dari gerak orogenetik yang selanjutnya adalah proses patahan atau Fault Process. Proses patahan atau Fault Process akan terjadi ketika lempang yang membentuk kerak Bumi bergerak dan juga saling berdekatan. Gerakan ini akan memberi tegangan yang sangat besar sampai akhirnya memecahkan batuan. Tempat batuan tersebut pecah dan disebut dengan patahan atau Fault, dan alur akibat pecahnya batuan tersebut disebut dengan alur patahan. Alur patahan yang besar ini dapat sampai ke bantuan di bawah tanha yang dalam dan juga merentang di sepanjang benua.

Patahan ini dapat terjadi karena beberapa sebab, selain gempa Bumi, patahan dapat terjadi karena adanya tenaga endogen yang mempunyai arah mendatar dan juga saling menjauh satu sama lain sehingga pada bongkahan batuan terjadi retakan- retakan dan pada akhirnya patah membentuk bagian yang merosot (graben atau slenk) dan juga bagian yang menonjol atau horst. Bentuk gerakan inilah yang menjadikan patahan ini terdiri atas berbagai macam. Adapun macam- macam patahan adalah sebagai berikut:

 Sesar naik da sesar turun, yaitu patahan yang pada bagian atap sesarnya bergeser turun terhadap alas sesarnya disebut dengan sesar turun. Sementara patahan yang bagian atap sesarnya bergerak ke atas disebut dengan sesar naik.

 Graben dan Horst, yaitu patahan yang berbentuk jalur batuan pada dua bidang sesar yang hampir sejajar, sempit, dan juga panjang. Sementara patahan yang bagiannya meninggi, sehingga muncul pada daerah di sekitarnya disebut dengan horst.

 Sesar mendatar, yaitu patahan berbentuk tegak lurus yang bergeser secara horizontal, tetapi ada sedikit yang bergeser secara vertikal.

Itulah penjelasan masing- masing jenis patahan. Salah satu bentuk relief geologis yang terkenal di dunia adalah Patahan San Andreas yang membelah Pantai Pasifik di California, Amerika Serikat.

Panjang patahan horizontal ini sejau kurang lebih 1.200 km.

Pengertian Vulkanisme

Kita mulai dulu nih buat kenalan sama si vulkanisme itu. Vulkanisme adalah proses yang terjadi akibat magma yang menyusun dari dalam litosfer yang menerobos ke lapisan atasnya atau sampai ke permukaan bumi.

Elo pasti udah tahu kan magma itu apa? Magma ini merupakan hasil dari letusan gunung api yang aktif, sedangkan litosfer adalah lapisan batuan yang membentuk bumi.

Proses Vulkanisme

Vulkanisme ini adalah salah satu dari tenaga endogen (tenaga yang berasal dari dalam bumi) yang berkaitan dengan erupsi gunung api. Makanya di awal tadi gue, sedikit menyinggung tentang gunung berapi.

(18)

Nah, salah satu faktor yang bisa menyebabkan suatu gunung api erupsi atau tidak adalah pada pergerakan si magmanya itu sendiri atau biasanya disebut sebagai arus konveksi magma. Magma akan bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah (permukaan bumi).

Makanya nih, guys, saat magma bergerak ke permukaan bumi terjadilah erupsi gunung api. Jadi, elo harus tahu ya kalau faktor aktivitas manusia, iklim, dan pelapukan yang ada di bumi nggak ada pengaruhnya dengan erupsi gunung api, karena vulkanisme merupakan sebuah proses alami yang berasal dari dalam bumi.

Magma tertampung dalam kamar magma yang memiliki kedalaman bervariasi di dalam litosfer.

Magma ini dapat bergerak naik karena mempunyai suhu yang tinggi. Dengan suhu yang tinggi itu, dia akhirnya memiliki cukup energi yang berguna untuk mendorong batuan yang ada di atasnya.

Nah, makin dalam kamar magma, maka energi yang diperlukan untuk mendorong batuan di atasnya akan makin besar yang akhirnya menyebabkan letusan yang terjadi juga akan semakin kuat.

Lama terjadinya aktivitas gunung api tergantung pada jumlah volume magma yang terkandung di dalam kamar magma.

Hasil Vulkanisme

Hasil dari vulkanisme mencakup dua bentuk, yaitu intrusi magma dan ekstrusi magma. Yang pertama gue bahas dulu tentang intrusi magma.

Apa sih pengertian intrusi magma itu sendiri? Intrusi magma merupakan aktivitas menerobosnya magma ke dalam lapisan-lapisan litosfer, tapi magma yang menerobos ini nggak sampai ke permukaan bumi.

Gejala intrusi magma itu sendiri dapat dibagi menjadi lima jenis, yaitu:

 Batolit, yaitu intrusi magma yang nggak bisa sampai permukaan bumi karena penurunan suhu yang sangat lambat sehingga membentuk batuan beku di kamar magma.

 Lakolit, yaitu intrusi magma yang menyusup di antara lapisan batuan, sehingga menyebabkan lapisan batuan yang berada di atasnya jadi terangkat menyerupai lensa cembung sementara permukaan di atasnya tetap rata.

 Sill, yaitu intrusi magma tipis yang menyusup di celah-celah bebatuan.

 Diatrema, yaitu batuan yang mengisi pipa letusan, bentuknya silinder, mulai dari kamar magma sampai ke permukaan bumi.

 Korok atau gang, yaitu batuan hasil intrusi magma yang memotong lapisan-lapisan litosfer yang bentuknya pipih atau berbentuk lempeng.

 Apolisa, yaitu percabangan intrusi korok yang ukurannya lebih kecil.

(19)

Selanjutnya adalah ekstrusi magma. Apa sih ekstrusi magma itu? Ekstrusi magma merupakan proses keluarnya magma dari dalam bumi dan sampai ke permukaan bumi. Ada beberapa material yang dikeluarkan dari aktivitas ekstrusi magma tersebut, di antaranya adalah:

 Lava, yaitu magma yang keluar sampai ke permukaan bumi dan mengalir hingga ke permukaan bumi.

 Lahar, yaitu material campuran antara lava dengan materi-materi yang terdapat di permukaan bumi berupa pasir, kerikil, atau debu dengan air sehingga membentuk lumpur.

 Eflata dan piroklastik, yaitu material-material padat berupa bom, lapili, kerikil, dan juga debu vulkanik.

 Ekshalasi atau gas, yaitu material-materi berupa gas asam arang, seperti fumarol, solfatara atau sumber gas belerang, dan mofet (gas asam arang).

Ekstrusi magma ini dapat dibedakan menjadi 3 macam berdasarkan tempat terjadinya, yaitu ekstrusi linier, ekstrusi areal, dan ekstrusi sentral.

Contoh Soal Vulkanisme dan Penjelasan

Nah, biar bisa nguji pemahaman elo tentang materi ini, gue kasih beberapa contoh soal ya!

1. Disebut apakah proses keluarnya magma melalui celah atau rekahan dalam kerak bumi?

Jawaban: erupsi linier

Pembahasan: Erupsi merupakan proses keluarnya magma dari dalam bumi ke permukaan bumi.

Terdapat beberapa jenis erupsi di antaranya:

(20)

Erupsi linier (celah) = proses keluarnya magma melalui celah atau rekahan dalam kerak bumi.

Erupsi sentral = proses keluarnya magma melalui pipa kepundan

Erupsi efusif = erupsinya berupa lelehan karena lavanya encer (daya ledaknya rendah) Erupsi eksplosif = erupsi berupa ledakan karena tekanan gasnya tinggi

Erupsi campuran = campuran antara erupsi efusif dan eksplosif (daya ledaknya sedang)

Erupsi freatik = suatu bentuk erupsi yang terjadi ketika adanya pertemuan air tanah dengan magma. Sehingga berdasarkan pertanyaan di atas, proses keluarnya magma melalui celah disebut erupsi linier.

2. Apa yang menyebabkan terjadinya vulkanisme?

Jawaban: arus konveksi magma

Pembahasan: Vulkanisme merupakan salah satu dari tenaga endogen yang berkaitan dengan erupsi gunung api. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan suatu gunung api erupsi atau tidak adalah pada pergerakan magma itu sendiri atau sering disebut dengan arus konveksi magma.

Magma akan bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah (permukaan bumi). Oleh karena itu ketika magma bergerak ke permukaan bumi terjadilah erupsi gunung api.

Seisme dan Klasifikasinya

Apa sih seisme itu? Seisme adalah getaran yang terjadi karena adanya tumpukan energi yang membuat lempeng benua dan lempeng samudera bergetar. Jika tumpukan energinya besar, maka energinya akan mampu menggetarkan lempeng benua dan lempeng samudera di sekitarnya, yang kemudian kita kenal dengan gempa bumi. Getaran tersebut dapat berupa getaran besar dan getaran kecil, yang menentukan besarnya kerusakan di bumi.

Klasifikasi Seisme

Squad, ternyata gempa itu banyak jenisnya, lho! Karena banyak jenisnya, gempa dapat digolongkan ke dalam beberapa kategori. Kategori apa saja, ya? Yuk disimak!

Berdasarkan proses terjadinya gempa

Ada 3 jenis gempa yang terjadi berdasarkan prosesnya. Ketiga gempa tersebut adalah gempa tektonik, gempa vulkanik, dan gempa runtuhan. Gempa tektonik adalah gempa yang terjadi karena adanya tumbukan lempeng di litosfer oleh tenaga tektonik. Tumbukan tersebut akan menghasilkan getaran yang kemudian terasa sampai ke permukaan bumi. Gimana dengan gempa vulkanik, ya? Gempa vulkanik merupakan gempa yang terjadi karena adanya aktivitas gunung api. Karena aktivitas penyebabnya terbatas, gempa ini hanya bisa terasa di sekitar gunung api ketika sudah menjelang letusan, pada saat letusan, dan setelah beberapa saat gempa itu terjadi.

Wah, apa bedanya dengan gempa runtuhan, ya? Squad, Gempa runtuhan juga dikenal dengan sebutan gempa longsoran. Gempa ini terjadi karena adanya daerah kosong yang runtuh di bawah lahan. Getaran yang diakibatkan oleh gempa runtuhan hanya bisa dirasakan di sekitar daerah yang runtuh.

Berdasarkan bentuk episentrum

Squad, menurut bentuk episentrumnya, gempa bisa dibedakan menjadi gempa sentral dan gempa linear. Gempa sentral adalah gempa yang episentrumnya berbentuk titik, sedangkan gempa linear memiliki episentrum yang berbentuk garis.

Berdasarkan kedalaman hiposentrum

Squad, berdasarkan kedalaman hiposentrum, ternyata gempa bisa dibagi menjadi 3, yaitu gempa bumi dalam, gempa bumi menengah, dan gempa bumi dangkal. Perbedaannya bisa kamu lihat di data di bawah ini, ya!

(21)

Berdasarkan jarak

Berdasarkan jaraknya, gempa dapat dibedakan menjadi gempa sangat jauh, gempa jauh, dan gempa lokal. Yang membedakan ketiga gempa ini adalah jarak episentrumnya. Yuk simak informasinya di bawah ini!

Berdasarkan lokasi gempa

Squad, ada 2 jenis gempa berdasarkan lokasi terjadinya gempa. Kedua jenis gempa tersebut adalah gempa daratan dan gempa lautan. Sesuai dengan namanya, gempa daratan merupakan gempa yang episentrumnya terletak di daratan. Sedangkan episentrum gempa laut berlokasi di dasar laut dan dapat menimbulkan tsunami.

Referensi

Dokumen terkait