• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG IHDAD (Studi Kasus di Desa Astomulyo Kecamatan Punggur

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG IHDAD (Studi Kasus di Desa Astomulyo Kecamatan Punggur "

Copied!
81
0
0

Teks penuh

Berdasarkan hasil penelitian di Desa Astomulyo Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah tentang penerapan hukum ihdad bagi perempuan yang suaminya meninggal dunia terdapat berbagai persepsi masyarakat Astomulyo. Berdasarkan data survei awal di Desa Astomulyo Kecamatan Punggur, terdapat beberapa perempuan yang suaminya meninggal dunia. Para ulama sepakat bahwa seorang wanita yang suaminya telah meninggal wajib melakukan ihdad (berkabung).

Mengenai alasan berkabung bagi seorang wanita yang suaminya telah meninggal telah menjadi perbincangan di kalangan ulama. Seperti yang telah dilakukan oleh masyarakat Astomulyo terkait penerapan hukum ihdad bagi para janda. Jenis penelitian ini adalah tentang persepsi masyarakat tentang ihdad bagi perempuan yang terjadi di Desa Astomulyo Kecamatan.

Namun, dalam realita saat ini, banyak perempuan yang suaminya telah meninggal dunia melalaikan kewajiban berkabung karena alasan tertentu. Perbedaan pekerjaan perempuan yang suaminya meninggal menimbulkan berbagai persepsi di masyarakat, antara lain: Persepsi yang timbul dari perempuan yang memiliki tanggungan menikah yang bekerja sebagai ibu rumah tangga.

68 Wawancara dengan beberapa perempuan yang suaminya meninggal dan bekerja sebagai guru, dilakukan pada Juli 2018. Sedangkan menurut ajaran Islam, lama ihdad bagi perempuan yang suaminya meninggal adalah 4 bulan 10 hari. Demikian pula, hukum ihdad tidak dapat dilepaskan bagi seorang wanita yang suaminya telah meninggal dunia.

Namun, sebenarnya pemahaman dan pelaksanaan masalah ihdaat bagi perempuan berbeda. Dari data yang penulis peroleh di lapangan, kurang lebih 15 wanita yang suaminya meninggal tidak mengerti semua dan. 71 Pengamatan yang dilakukan peneliti di desa Astomulyo terhadap perempuan yang suaminya meninggal, yang dilakukan pada bulan Juni 2018.

Larangan keluar rumah saat masa berkabung sangat berat bagi perempuan di Desa Astomulyo. Persepsi masyarakat Astomulyo mengenai pemberlakuan masa berkabung bagi perempuan yang kehilangan suami saat ini sangat berbeda. Dalam persepsi pelaksanaan masa berkabung bagi perempuan yang kehilangan suaminya, menonjol berbagai faktor yang melatarbelakanginya, antara lain.

Tidak ada alasan bagi wanita yang ditinggalkan oleh kematian suaminya untuk tidak menghabiskan masa berkabung sebagai penghormatan dan kesedihan atas kehilangan suaminya.

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Terdapat beberapa tempoh iddah seperti berikut, iddah bagi wanita yang diceraikan suaminya lalu ia bersetubuh maka iddahnya suci tiga kali, iddah bagi wanita hamil sehingga bersalin, dan iddah bagi seorang wanita yang menaups ialah tiga bulan, manakala iddah bagi wanita yang ditinggalkan suaminya ialah empat bulan sepuluh hari. Wanita yang ditinggal mati oleh suaminya diwajibkan berkabung dalam tempoh iddah sebagai tanda kesedihan dan pada masa yang sama memerhatikan timbulnya fitnah. Begitu juga halnya dalam kompilasi syariat Islam yang mewajibkan wanita berkabung ketika ihdad.

Sedangkan laki-laki yang istrinya meninggal menjalani masa berkabung menurut kesusilaan.10 Sudah selayaknya suami menjalani masa berkabung bukan berarti menjadi kewajiban yang harus dilakukan. Sedangkan perempuan hanya mengikuti laki-laki dan hanya mengurusi urusan rumah tangga.11 Dulu, tidak ada perempuan yang bekerja di luar rumah, karena semua kebutuhan rumah tangga ditanggung oleh suami. , keluarga suaminya atau kerabat dekatnya mengurus kebutuhannya. Berbeda dengan zaman sekarang, ketika perempuan harus membantu suaminya dalam memenuhi kebutuhan nafkah keluarga.12 Bagi seorang istri yang suaminya meninggal, otomatis dia menjadi tulang punggung keluarga.

Bagi perempuan yang bekerja sebagai PNS, ada aturan cuti yang diatur dalam undang-undang. Karena tidak semua wanita yang suaminya meninggal benar-benar melakukan ihdad sesuai ketentuan yang berlaku.

Pertanyaan Penelitian

Masalah ini penting untuk didiskusikan guna mengetahui berbagai reaksi masyarakat terkait penerapan hukum ihdad bagi perempuan yang memiliki berbagai peran pasca kematian suaminya.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

  • Tujuan
  • Manfaat Penelitian
  • Penelitian Relevan

Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan masyarakat, khususnya bagi perempuan, untuk memberikan manfaat positif dalam pengembangan ilmu hukum Islam mengenai legislasi ihdad yang akan dilakukan oleh perempuan profesional. Heri Purwanto Angkatan 2004, “Wanita Karir Dalam Keluarga (Kajian Pandangan Anggota DPRD Kota Yogyakarta Pada Mahasiswa Jurusan Syari'ah Prodi Al-Ahwal Asy-Syakhsiyyah UIN) ( UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2010 yang menitikberatkan pada pandangan keislaman terhadap perempuan yang bekerja di luar rumah atau perempuan profesional 17. Fredy Siswanto Angkatan 2010 “Analisis Hukum Ihdad Bagi Perempuan Ditinjau dari Aspek Hukum Islam dan Kesetaraan Gender “Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bengkulu, 2014, fokus pada hukum ihdad bagi perempuan ditinjau dari hukum Islam dan kesetaraan gender.

Muhamad Yalis Shokhib angkatan 2006 “Ihdad Wanita dalam Kompilasi Hukum Islam (Analisis Gender)” jurusan Al-Ahwal Al-Syakhsiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang tahun 2010 yang fokus pada hukum ihdad bagi wanita di Kompilasi hukum Islam melalui analisis gender. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pada tesis pertama pembahasannya berfokus pada pandangan Islam tentang perempuan yang bekerja di luar rumah, tesis kedua berfokus pada hukum ihdad bagi perempuan berdasarkan kesetaraan gender, dan tesis. 18 Fredy Siswanto, “Analisis Hukum Ihdad Bagi Perempuan Ditinjau dari Aspek Hukum Islam dan Kesetaraan Gender”, Tesis 2014.

19 Muhamad Yalis Shokhib, “Ihdad for Women in Collection of Islamic Law (Analisis Gender)”, thesis 2010. Namun penelitian tersebut memiliki kesamaan dengan tesis yang ditetapkan oleh peneliti, yaitu sama-sama membahas hukum ihdad.

KERANGKA TEORI

IHDAD

  • Pengertian Ihdad
  • Dasar Hukum Ihdad
  • Pandangan Ulama
  • Hikmah Ihdad

Untuk mengetahui pandangan masyarakat tentang kewajiban wanita yang memiliki tanggung jawab (pekerjaan) untuk menunaikan dan melaksanakan masa ihdad setelah ditinggal mati oleh suaminya. Yang bertujuan untuk menjawab permasalahan bagi perempuan yang menjalani hukum ihdad dan menjadi tulang punggung keluarga. Yang diwawancarai dalam penelitian ini untuk mendapatkan data yang diperlukan adalah tokoh masyarakat Astomulyo dan perempuan yang menjalani ihdad.

Karena itu, beberapa wanita yang suaminya telah meninggal dan tidak memiliki siapa-siapa untuk menanggung kebutuhannya memilih untuk menikah lagi agar ada yang menanggung semua kebutuhannya. Persepsi yang muncul dari perempuan yang memiliki kewajiban menikah yang bekerja sebagai buruh atau petani. Saat ini banyak wanita yang memiliki peran ganda sebagai ibu rumah tangga dan bekerja membantu suami memenuhi kebutuhan keluarga.

Oleh karena itu, bagi wanita yang menjalani masa Ihdad setelah kematian suaminya, mereka keberatan dengan penerapan larangan diam di rumah selama masa Ihdad. Bagi wanita yang berprofesi sebagai buruh atau petani tentunya tidak membutuhkan penampilan yang menarik saat bekerja. Sedangkan bagi wanita yang berprofesi sebagai guru atau PNS berpenampilan sederhana dan mengenakan pakaian yang tidak diminati kaum pria selama masa ihdad yang mereka jalani.

81 Pengamatan yang dilakukan peneliti terhadap masyarakat Astomulyo, khususnya terhadap perempuan yang suaminya meninggal, dilakukan peneliti pada Mei 2018.

Persepsi Masyarakat

  • Pengertian Persepsi
  • Faktor-Faktor Pembentuk Persepsi
  • Perubahan Persepsi

METODE PENELITIAN

Jenis dan Sifat Penelitian

  • Jenis Penelitian
  • Sifat Penelitian

Sumber Data

  • Sumber data primer
  • Sumber data sekunder

Teknik Pengumpulan Data

  • Teknik Interview (Wawancara)
  • Teknik Observasi
  • Teknik Dokumentasi

Teknik Analisis Data

IHDAD MENURUT PERSEPSI MASYARAKAT DESA

Diskripsi Singkat Desa Astomulyo Kecamatan Punggur

  • Sejarah Singkat Desa Astomulyo
  • Aparat Pemerintahan dan Lembaga Masyarakat Kampung

Persepsi Masyarakat Desa Astomulyo Tentang Ihdad

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Persepsi Masyarakat

Pandangan Hukum Islam Tentang Persepsi Masyarakat

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

ALAT PENGUMPULAN DATA (APD) PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP IHDAD (Studi Kasus di Desa Astomulyo Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah) A. Apakah anda dapat mengamalkan atau melakukan hal-hal yang dilarang dan diatur selama masa ihdada. Apakah pelaku ihdad saat ini harus menggunakan dan melaksanakan ketentuan hukum ihdad?

Apa yang anda lakukan untuk memberi tunjuk ajar tentang perkara-perkara yang dilarang dalam masa ihhad. Penulis menamatkan pendidikan pertamanya di Tadika Dharma Wanita Pertiwi di Mojopahit dan menamatkan pengajian pada tahun 1999. Kemudian pada tahun 2011, penulis melanjutkan pelajaran ke peringkat ijazah pertama dengan mengambil jurusan Ahwal Al-Syakhsiyyah (AS) di Institut Agama Islam Negeri Metro.

Referensi

Dokumen terkait

Narcotics Law and Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 4 of 2021 concerning changes to the classification of narcotics which is

In your answers you will be assessed on how well you: ■ demonstrate understanding of the conventions of the genre and the ideas and values associated with the genre ■ sustain an