Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap upacara pengusiran masih berlanjut hingga saat ini dan tidak menyimpang dari adat atau tradisi nenek moyang kitab, meskipun terdapat perbedaan pendapat mengenai tradisi upacara pengusiran. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa memang terdapat perbedaan pendapat mengenai upacara pembelotan, namun masyarakat Desa Bollo Kecamatan Manggaraombang Kabupaten Takalar tetap saling menghargai satu sama lain.
Rumusan masalah
Tujuan
Manfaat penelitian
Definisi Operasional
- Pengertian Persepsi
- Tradisi
- Pengertian Motivasi
- Pengertian Masyarakat
- Pengertian Tolak Bala
Adat istiadat yang masih ditemukan dalam masyarakat Makassar, seperti: perkawinan, penolakan terhadap kejahatan (appassili atau assongkobala), aqiqah, khitanan, membangun rumah, kematian, serta upacara adat 'tammutaung'kalompoang' tahunan dan lain-lain. Dalam setiap upacara penolakan kejahatan terdapat dewa, sebagai perantara harapan dan doa antara manusia dengan sang pencipta.Dewa disebut juga dengan.
Landasan Teori
Praktik ritual negatif ini berfungsi menjaga batas antara yang sakral dan yang duniawi, dan pemisahan inilah yang justru menjadi dasar keberadaan “kekudusan”. Praktik-praktik ritual positif, yang merupakan upacara keagamaan, berupaya menyatu dengan keimanan secara lebih khusyuk, sehingga berfungsi memperbaharui tanggung jawab seseorang terhadap cita-cita keagamaan.
Kerangka Pikir
Orang yang menaati praktik negatif ini telah menyucikan dirinya dan bersiap memasuki lingkungan suci. Contoh praktik negatif ini adalah menghentikan seluruh pekerjaan saat upacara keagamaan sedang berlangsung. Ritual penolakan terhadap kejahatan merupakan salah satu bentuk sinkretisme agama yang terdiri dari ajaran Islam, Hindu, animisme, dan dinamisme.
Mereka tidak bisa sepenuhnya meninggalkan keyakinan lamanya, sehingga unsur Islam dimasukkan ke dalam peristiwa tersebut.
Penelitian Relavan
Bagi masyarakat Petalangan, melaksanakan ritual tolak bala merupakan tradisi penting dan tidak bisa ditinggalkan. Metode ini mampu menangkap dan memahami keterkaitan keberadaan berbagai gejala eksternal dan internal yang terkandung dalam ritual penolakan bala pada masyarakat Petalangan, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan. Penggunaan metode ini didasarkan pada alasan bahwa fokus dalam penelitian ini adalah persepsi masyarakat terhadap upacara pelarangan, pendekatan fenomenologi bertujuan untuk memahami makna pengalaman hidup yang dialami oleh berbagai individu, dalam kaitannya dengan konsep atau fenomena tertentu, untuk menggambarkan dengan menjelajahi strukturnya. dari kesadaran manusia.
Maka disini peneliti ingin mengetahui makna pengalaman yang dialami oleh responden yang melihat dan melakukan tradisi upacara tolakan melalui kajian fenomenologi ini.
Lokasi dan waktu penelitian
Lokasi penelitian
Fokus Masalah
Fokus masalah pada rumusan masalah yang kedua adalah untuk mengetahui tentang proses pelaksanaan tradisi upacara pengusiran dan bahan atau benda apa saja yang harus ada pada saat dilakukannya upacara pengusiran.
Informan penelitian
Informan utama adalah orang-orang yang terlibat langsung dalam fenomena yang terjadi, misalnya informan yang menjadi saksi dalam ritual upacara pengusiran di desa Bollo. Dalam penelitian ini yang menjadi informan kunci atau informan utama adalah orang-orang yang melakukan upacara tolakan.
Instrumen penelitian
Jenis dan sumber data
Teknik Pengumpulan data
Observasi yang saya lakukan adalah melihat langsung masyarakat yang melakukan tradisi upacara pengusiran di Desa Bolo Kecamatan Manggarabombang Kabupaten Takalar. Wawancara yang saya lakukan disini mengenai persepsi masyarakat terhadap tradisi upacara tolakan, saya menjumpai dua pendapat, ada yang mengatakan tradisi upacara tolakan itu musyrik, ada juga yang mengatakan tidak musyrik c. Dokumentasi yang diperoleh peneliti adalah pembacaan doa adat pada upacara adat menjijikkan dan foto-foto pada saat upacara adat menjijikkan.
Bahan audio dan visual yang digunakan peneliti berupa kamera dan telepon genggam untuk merekam seluruh hasil wawancara terkait tradisi ritual pengusiran setan.
Teknik analisa data
Teknik keabsahan data
Keabsahan data ini termasuk dalam memperoleh data persepsi masyarakat terhadap upacara Tolak Wabah. Untuk lebih jelasnya akan dijelaskan sebagai berikut. Triangulasi sumber dilakukan peneliti dalam penelitian ini melalui beberapa cara untuk memperoleh data sesuai dengan tujuan penelitian.Langkah-langkah yang digunakan dalam triangulasi sumber ini adalah melalui wawancara dan observasi mengenai pandangan masyarakat terhadap adat istiadat upacara mengusir munkar kecuali. Triangulasi waktu yang digunakan peneliti dalam penelitian ini menggunakan 2 waktu yaitu waktu yang sama dan waktu yang berbeda sesuai dengan kondisi informan dan data yang diperlukan, waktu yang digunakan secara bersamaan pada saat peneliti melakukan wawancara dan observasi adalah tempat peneliti mengamati dan mengumpulkan. data masuk secara serentak dan langsung ke lapangan untuk mengkaji pandangan masyarakat terhadap upacara menjijikkan yang telah diberikan peneliti.
Triangulasi teori yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah dengan merangkum setiap hasil wawancara kepada masing-masing informan yang berbeda dan kemudian menghubungkan pandangan masyarakat terhadap upacara divestasi dengan teori-teori yang berkaitan dengan pandangan masyarakat terhadap upacara divestasi.
Etika Penelitian
Meminta izin kepada calon informan untuk melakukan survei atau menjawab pertanyaan peneliti dan menjelaskan tujuan penelitian ini. Mangarabombang merupakan salah satu kecamatan yang terletak di sebelah selatan dan berjarak kurang lebih 7 kilometer dari ibu kota Kabupaten Takalar. Ibu kota Kecamatan Mangarabombang terletak di Desa Mangadu yang berbatasan dengan Kecamatan Polombangkeng Selatan di utara, Kabupaten Jeneponto di timur, Laut Flores di selatan, dan Kecamatan Mappakasunggu di barat.
Pada tahun 2018, rata-rata jumlah hari hujan per tahun adalah sekitar 8 hari dengan rata-rata curah hujan tahunan sekitar 22,87 mm.
Letak Geografis dan administratif
Keadaan Penduduk
KeadaanPendidikan
Dalam kehidupan sekarang ini, pendidikan sangatlah penting bagi masa depan anak-anaknya, karena pendidikan merupakan salah satu cara agar anak-anak kita tidak terlantar. Bahwa mereka mampu menghadapi perubahan sosial yang ada di masyarakat saat ini dan di masa yang akan datang.
Sistem Mata Pencaharian
Selain mata pencaharian bertani, warga Pattallassang masih memiliki mata pencaharian lain seperti tukang batu, tukang kayu, usaha kecil-kecilan makanan, pedagang dan sebagian lainnya sebagai pegawai negeri sipil (PNS).
SistemReligi
SistemBahasa
Pandangan Masyarakat terhadap upacara tolak bala
“Masyarakat di sini menjunjung tinggi budaya nenek moyang dan sangat percaya bahwa upacara menolak kejahatan dapat menjauhkan mereka dari musibah.” Tradisi upacara pengusiran ini bertentangan dengan ajaran agama Islam, karena tradisi ini dilakukan di depan pintu dan di bawah pohon, tidak bersifat musyrik seperti pemujaan makhluk halus.” dan masih sangat yakin bahwa tradisi upacara pengusiran ini bukanlah suatu kemusyrikan dan tradisi tersebut sesuai dengan ajaran Islam.
Tradisi ritual penolakan mempunyai pengaruh yang besar bagi masyarakat, karena tradisi ini diyakini dapat mencegah terjadinya bencana di Desa Bolo.
Prosesi Tradisi Upacara Tola Bala
Pandangan Islam mengenai tradisi menolak keburukan adalah agama dan tradisi tidak bisa disamakan, namun bisa dipadukan mengingat perkembangan zaman. Dapat kita lihat bahwa dalam menjalankan tradisi menolak keburukan tidak jauh dari Allah SWT. . Dalam melaksanakan ritual adat upacara tolak kejahatan ada tahapannya. Tahapan-tahapan tersebut menjelaskan dan menggambarkan bagaimana ritual atau tradisi upacara tolak kejahatan dimulai hingga ritual berakhir. Masyarakat melakukan tradisi upacara penolakan kejahatan biasanya di masjid dan di depan rumah serta biasanya di tepi pantai. Dan masyarakat di Desa Bolo Kecamatan Manggaraombang Kabupaten Takalar tidak hanya sekedar menjalankan tradisi saja, namun banyak ritual wajib dan makanan yang harus diperhatikan dalam melakukan upacara Benteng Tolak yaitu perlengkapan yang akan digunakan sebelum upacara dilakukan. untuk menolak bala bantuan.
“Masyarakat disini biasanya menjaga tradisi upacara tolak penguatan di mesjid depan pintu rumah dan di pinggir laut serta ada makanan wajib yang harus dimasukan dalam tradisi menolak upacara penguatan yaitu Ka’ do Massingkulu, bente , kemenyan, segelas air minum dan jagung manis” (Hasil wawancara.
PEMBAHASAN
Pandangan masyarakat terhadap upacara tola bala
Masyarakat Dusun Bolo, Kecamatan Manggaraombang, dan Kabupaten Takalar percaya bahwa upacara menolak kejahatan dapat mencegah terjadinya bencana di desa kami dan segala penyakit di kemudian hari. Masyarakat Desa Bolo mempunyai adat istiadat yang mempunyai kewajiban untuk melaksanakan upacara pelepasan, karena masyarakat Desa Bolo percaya jika tidak melaksanakan upacara pelepasan maka akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, seperti hujan yang tidak pernah reda dan disertai angin kencang. angin, itulah sebabnya masyarakat melakukan upacara tolakan. Hal ini telah dan akan selalu menjadi tradisi upacara Tola Bala untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mencegah terjadinya bencana di desa Bolo. Kehidupan di Dusun Bolo, Kecamatan Manggaraombang, Kabupaten Takalar yang kita jalani saat ini merupakan hasil kerja keras nenek moyang kita dahulu dan jerih payah masyarakat sebagai tanda syukur atas pengorbanan nenek moyang kita terhadap tanah air ini. dan agar kita dapat dijauhkan atau dilindungi dari bahaya apa pun yang tidak diinginkan yang kita inginkan dalam kehidupan sehari-hari.
Praktek upacara tola bala mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap kebiasaan dan pola perilaku masyarakat desa Bolo kecamatan Manggarabombang dan kebiasaan masyarakat desa Bolo mempunyai kewajiban untuk menolak upacara bala. Masyarakat Desa Bolo percaya jika tidak melakukan upacara penolakan akan terjadi bencana seperti hujan yang tidak henti-hentinya disertai angin kencang, oleh karena itu masyarakat melakukan upacara tolak bala dan selalu melakukan tradisi upacara tolak penguatan. untuk meningkatkan kesejahteraan.
Prosesi upacara tolak bala
Bente atau nasi yang digoreng dengan keramik yang terbuat dari tanah liat yang dipanggang dan merupakan alat tradisional masyarakat yang biasanya juga digunakan untuk memasak, menyimpan abu liga, dan lain-lain. Seperti halnya bente, juga merupakan salah satu syarat yang harus ada dalam pelaksanaannya. tola- upacara Benten bala berfungsi untuk meringankan bala yang akan datang. Segelas air putih juga menjadi salah satu syarat untuk hadir dalam upacara adat tola bala. Segelas air berfungsi sebagai air minum atas makanan yang diolah dan merupakan suatu keharusan yang mutlak. Jangun manis juga menjadi salah satu pelengkap yang tidak mutlak perlu dihadirkan dalam upacara tola bala.
Umba – umba merupakan makanan yang terbuat dari tepung ketan yang mengandung gula merah dan ditaburi kelapa parut.
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Ritual Tola Bala pada masyarakat Melayu di Desa Mesin Udara. https://123dok.com/document/y96nxdjy-ritual-tolak-community-melayu-masin-kecamatan-seruway-tamiang.html, diakses 31 Agustus 2012. Pawi awing azman, toyo, hasbullah. 2014. Ritual Tola Bala di Masyarakat melayu.Jurnal Ushuluddin.Vol.25 No.1, Januari – Juni 2017. Bagaimana pendapat anda mengenai masyarakat yang tidak percaya dengan upacara Tola Bala di Desa Bolo Kecamatan Manggarabombang Kabupaten Takalar.
Adakah musibah yang dialami masyarakat setempat jika tradisi upacara Tola Bala tidak dilaksanakan?