• Tidak ada hasil yang ditemukan

perspektif hukum islam terhadap transaksi jual beli

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "perspektif hukum islam terhadap transaksi jual beli"

Copied!
59
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

  • Kajian Jual Beli
  • Dasar Hukum Islam Jual Beli
  • Rukun dan Syarat Jual Beli
  • Penelitian Terdahulu

Dengan demikian, kata beli dan jual menunjukkan dua perbuatan dalam satu peristiwa, yaitu penjualan pihak yang satu dan pembelian pihak yang lain. Dalam istilah fiqh, jual beli disebut dengan al-Bai’ es-Salam, dalam bahasa Arab kadang diartikan kebalikannya yaitu kata asy-syira’ (membeli). Pengertian jual beli menyatakan bahwa jual beli adalah pertukaran harta benda atas dasar saling sukarela, atau peralihan hak milik dengan imbalan pertukaran yang dapat dipertanggungjawabkan (yaitu berupa alat tukar yang sah). 10.

Pertukaran harta atas dasar kemauan bersama dapat dikatakan jual beli yang dilakukan berupa tukar menukar atau tukar menukar barang (dapat dikatakan jual beli ini berbentuk pasar tradisional). Hadits ini menjelaskan bahwa siapapun yang melakukan transaksi jual beli haruslah jujur, tidak boleh menyembunyikan apapun dari jual beli tersebut, dan tidak boleh berdusta. Jual beli merupakan suatu akad dan dianggap sah apabila memenuhi syarat-syarat jual beli.

Sigat dalam jual beli ialah apa sahaja yang menunjukkan kesanggupan kedua belah pihak (penjual dan pembeli). Apabila seseorang membeli dan menjual dengan mana-mana daripada mereka, transaksi itu terbatal dan dia mesti memulangkan barang/bayaran yang masih menjadi tanggungjawabnya. Adapun barang yang diambil oleh mereka, tidak ada tanggungjawab dan risiko kembali kepada pemilik barang, dan tidak sah jual beli anak kecil walaupun dengan izin wali.

Pemaksaan ini tidak membahayakan perjanjian jual beli, sehingga perjanjian jual beli tetap sah dan wajib dilaksanakan. Menurut mazhab Hanafi, diperbolehkannya jual beli minyak yang najis dan dimanfaatkan selain untuk makanan, sebagaimana diperbolehkannya jual beli kotoran hewan (kotoran). Beberapa ulama telah meneliti jual beli online dalam hukum Islam dengan berbagai studi kasus.

Komunitas Mahasiswa Uinsa Surabaya merupakan salah satu tempat praktek jual beli yang dirasa sangat menguntungkan bagi para mahasiswa yang memanfaatkannya. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa transaksi jual beli online adalah sah. 26Dio Aditya Pratama, “Transaksi jual beli online dalam perspektif hukum Islam”, Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarih Hidayatullah, 2018.

Jika hal itu terjadi, maka penanggung jawab wajib mengembalikan seluruh uang milik pembeli dan jual beli dianggap tidak sah karena tidak memenuhi syarat jual beli.

METODE PENELITIAN

Desain Penelitian

Hukum jual beli online Menurut undang-undang negara (undang-undang) Dalam peraturan bisnis online, hukum perdata dapat diterapkan. 44 Tira Nur Fitria, Bisnis Jual Beli Online (Online Shop) dalam Hukum Islam dan Hukum Tata Negara, Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam vol. Oleh karena itu, jual beli dengan model periklanan di e-commerce pada dasarnya diperbolehkan selama tidak ada unsur penipuan di dalamnya, dan setiap konsumen berhak mengajukan tuntutan terhadap e-commerce jika mengalami penipuan dengan cara bertanya.

Karena jual beli atau berbisnis seperti jual beli dengan menggunakan model periklanan di e-commerce memberikan dampak positif karena dianggap praktis, cepat dan mudah. Hukum dasar bisnis online sama dengan akad jual beli dan akad as-salam, hal ini diperbolehkan dalam islam. Sedangkan jika mengacu pada hakikat dasar jual beli, maka itu adalah peristiwa hukum yang diperbolehkan.

Dengan kata lain, jual beli diperbolehkan berdasarkan keimanan, jika memenuhi syarat-syarat yang diperlukan. Menurut Imam Malik, diperbolehkannya jual beli barang yang tidak ada (tak kasat mata) atau tidak dapat dilihat dan tidak ada pada tempat terjadinya akad, demikian pula pendapat Abu Hanifah. Bila ternyata sesuai dengan keterangan, maka jual beli menjadi sah, tetapi bila ternyata berbeda, maka pihak yang tidak menyaksikannya (salah satu pihak yang mengadakan perjanjian) dapat memilih: menerima atau tidak.

Pandangan kedua ulama tersebut berbeda dengan pandangan Imam Syafi’i yang tidak memperbolehkan jual beli barang yang tidak ada (tak kasat mata) atau tidak dapat dilihat dan tidak terdapat pada tempat terjadinya transaksi. . . Sekilas tentang hukum Islam mengenai jual beli dengan model periklanan, apakah suatu akad bisa sah atau batal. Namun jika data pada akhir akad sesuai dengan kenyataan pada saat penyerahan barang, maka penjualan itu sah.

Saran yang dapat penulis berikan dalam skripsi ini adalah sebagai warga negara yang cerdas hendaknya berhati-hati dalam bertransaksi jual beli online 2. Transaksi jual beli online ditinjau dari Hukum Islam” Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarih Hidayatullah. Transaksi Jual Beli Online Dalam Perspektif Ekonomi Islam” Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam-IAIN Syekh Nurjati Cirebon Jurnal Ilmiah : 2016.

Bisnis Jual Beli Online (Toko Online) Dalam Hukum Islam dan Hukum Negara, Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam.

Lokasi dan Obyek Penelitian

Fokus dan Deskripsi Fokus Penelitian

Sumber Data

Data primer adalah data yang berbentuk verbal atau kata-kata yang diucapkan secara lisan, gerak-gerik atau tingkah laku yang dilakukan oleh subjek yang dapat diandalkan, dalam hal ini subjek penelitian (informan) yang berkaitan dengan variabel yang diteliti. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah a) masyarakat yang bertransaksi secara online, b) para pelaku usaha yang menjual barangnya secara online. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari dokumen grafik (tabel, catatan, notulensi rapat, SMS, dll).

Teknik Pengumpulan Data

Metode-metode inilah yang penulis gunakan untuk memperoleh data dan informasi yang dibutuhkan agar sesuai dengan karakteristik penelitian kualitatif. Sehingga memungkinkan untuk mengkonstruksi makna suatu topik tertentu.33 Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara terstruktur dengan alat bantu berupa panduan wawancara. Jadi pengambilan sampel dalam penelitian kualitatif dilakukan pada saat peneliti memasuki lapangan dan pada saat penelitian.

Caranya, seorang peneliti memilih orang-orang tertentu yang dianggap dapat memberikan data yang diperlukan, kemudian berdasarkan data atau informasi yang diperoleh dari sampel sebelumnya, peneliti dapat menentukan sampel lain yang dianggap dapat memberikan data yang lebih lengkap.35 2. Dokumentasi adalah suatu cara mencari data tentang suatu hal, hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulensi rapat, notulensi, agenda dan sebagainya. Metode dokumentasi digunakan untuk mencari dan mengumpulkan data dan informasi tertulis mengenai masalah penelitian.

Dalam penelitian ini metode dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan aspek-aspek penelitian yang dirumuskan. Alat yang digunakan peneliti untuk dokumentasi adalah lembar checklist dokumentasi dan catatan lapangan.Dokumentasi yang diperoleh peneliti berupa foto-foto kegiatan. Selain triangulasi sumber penelitian, kami juga menggunakan triangulasi metode, ada dua strategi yaitu pengecekan tingkat kepercayaan terhadap temuan hasil peneliti dengan menggunakan beberapa teknik pengumpulan data dan pengecekan tingkat kepercayaan sumber data dengan cara menggunakan metode yang sama.

Dengan membandingkan data hasil observasi, hasil wawancara serta dokumentasi yang diperoleh peneliti dan hasil penelitian.

Teknik Analisis Data

Asas keamanan dan keselamatan konsumen dimaksudkan untuk memberikan jaminan keamanan dan keselamatan konsumen dalam penggunaan, penggunaan dan pemanfaatan barang dan/atau jasa yang dikonsumsi atau digunakan. Hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta memperoleh barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan syarat serta jaminan yang dijanjikan; Hak atas informasi yang benar, jelas dan jujur ​​mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa;

Hak atas ganti rugi, ganti rugi dan/atau penggantian apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya; 43. Berdasarkan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, apabila terdapat perbedaan antara barang yang dipesan dengan barang yang diterima sebagaimana dialami oleh pelanggan, maka hak-hak konsumen yang sebenarnya dilanggar oleh e-commerce adalah berkaitan dengan hak konsumen atas kemudahan, keamanan, dan keselamatan dasar dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa. Hak atas informasi yang benar, jelas dan jujur ​​mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa.

Membaca atau mengikuti informasi petunjuk dan tata cara penggunaan atau pemanfaatan barang dan/atau jasa untuk keselamatan dan keamanan; Memberikan informasi yang akurat, jelas dan jujur ​​mengenai kondisi dan garansi barang dan/atau jasa serta penjelasan penggunaan, perbaikan dan pemeliharaan; Menjamin mutu barang dan/atau jasa yang diproduksi dan/atau diperdagangkan berdasarkan ketentuan baku mutu barang dan/atau jasa yang berlaku;

memberikan kesempatan kepada konsumen untuk menguji dan/atau mencicipi suatu barang dan/atau jasa tertentu serta memberikan jaminan dan/atau garansi terhadap barang yang diproduksi dan/atau diperdagangkan; Pemberian ganti kerugian, ganti rugi dan/atau penggantian atas kerugian yang diakibatkan oleh penggunaan, pemanfaatan dan pemanfaatan barang dan/atau jasa yang diperdagangkan; Dalam jual beli online banyak konsumen yang mengeluh karena tidak semua produk yang ditawarkan dalam jual beli online sama persis dengan aslinya, maka untuk melindungi kepentingan konsumen pada Pasal 28 ayat. 1, dalam UU No.

Keadaan mereka demikian karena mereka (pendapat) mengatakan bahwa jual beli itu sebenarnya sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli. Sebagaimana diatur dalam Fiqih mengenai bentuk-bentuk pilihan atau alternatif dalam akad jual beli (Alkhiarat) seperti Khiar Almajlis (hak untuk mengakhiri saat itu juga jika ada ketidaksesuaian), Khiar Al'aib (hak untuk membatalkan jika ada adalah cacat), Khiar As-requisite (hak penarikan bila tidak memenuhi syarat), Khiar At-Tahrir/Attadlis (hak penarikan bila ada penipuan), Khiar Alghubun (hak penarikan bila ada penipuan). ), Khiar Tafriq As-Shafqah (hak membatalkan karena salah satu pihak diputus sebelum atau sesudah transaksi), Khiar Ar-Rukyah (hak membatalkan keberadaan. 47 Sejalan dengan hal tersebut ada syarat-syarat yang harus dipenuhi ketika jual beli, termasuk mengenai barang yang dijadikan obyek jual beli, yaitu barang yang telah dibuat suatu akad harus berada di tangan penjual, artinya barang itu berada di tempatnya dan dapat diketahui serta terlihat. kepada pembeli pada saat kontrak selesai.

Apabila dalam praktek timbul keadaan yang terus-menerus mengecewakan pembeli, maka jual beli tersebut dilarang karena terdapat unsur penipuan dan keengganan dalam proses jual beli yang merupakan salah satu rukun jual beli 1).

HASIL PENELITIAN DAN

Jual Beloi dengan Model Periklanan di E-

Tinjauan Hukum Islam Terhadap Jual Beli

Tidak sah jika keterangan yang diberikan pada saat akad berbeda dengan kenyataan setelah barang muncul, sehingga pembeli kecewa. Hukum Islam dan Bagian Hukum Islam" Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan - Universitas Mathla'ul Anwar Banten.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan beberapa pendapat diatas maka disimpulkan bahwa yang dimaksud jual beli adalah suatu bentuk persetujuan (aqad) tukar menukar harta, baik berupa barang

Jual beli merupakan suatu perjanjian tukar menukar benda atau barang yang mempunyai nilai, secara sukarela diantara kedua belah pihak, Selain harus memenuhi rukun dan

Jual beli adalah suatu perjanjian tukar menukar barang dengan barang, atau barang dengan uang dengan jalan melepaskan hak milik dari yang satu kepada yang lain atas

Jual beli secara terminologi ialah tukar-menukar harta dengan harta, biasanya dapat berupa barang dengan uang yang dilakukan dengan suka sama suka serta dengan

Serta prinsip dasar dari jual beli adalah saling tukar menukar kepemilikan. Tukar menukar kepemilikan tersebut juga tidak terdapat pengecualian pada apa yang

Dari beberapa definisi di atas dapat dipahami bahwa inti jual beli adalah suatu perjanjian tukar menukar benda atau barang yang mempunyai nilai secara sukarela di antara kedua

Berdasarkan skema di atas, maka diperoleh gambaran bahwa dalam proses transaksi jual beli online penjual menawarkan produk yang dijual melalui website pada berbagai media online,

Suatu Tinjauan terhadap Perjanjian Jual Beli dalam Konsep Hukum Barat dan Hukum Adat dalam Kerangka Hukum Tanah Nasional milik atas satuan rumah susun melalui jual beli, tukar