PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Selain itu, penelitian ini juga bermanfaat sebagai syarat akademik untuk menyelesaikan pendidikan lapis 1 Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar.
TINJAUAN PUSTAKA
- Halal
- Label
- Label Halal
- Kosmetik
- Konsep efektivitas
- Pengertian Efektivitas
- Ukuran Efektivitas
- Perspektif dan Konsumsi
- Pengertian Perspektif
- Pengertian konsumen
- Kerangka Pikir
Label adalah suatu tampilan atau gambar produk yang dirancang untuk memberikan informasi mengenai kemasan produk.13 Label adalah bagian dari suatu produk yang memberikan informasi secara verbal dan juga merupakan bagian dari kemasan tentang produk tersebut. 14 Label berkaitan dengan pemasaran yang merupakan bagian dari suatu produk untuk menyampaikan informasi tentang apa yang ada di dalam kemasan produk itu sendiri. Selain itu, menurut Apriayanto, berikut produk yang mengandung unsur haram dan berbahaya bagi kesehatan.
Menurut PP Nomor 69 Tahun 1999 tentang Pelabelan dan Periklanan Pangan, Pasal 27(2) menyatakan: “Baik digunakan sebelum tanggal tergantung jenis dan keawetan produk yang bersangkutan.” Sedangkan ayat 3 berbunyi: “Dalam hal produk pangan yang umur simpannya lebih dari tiga bulan, diperbolehkan mencantumkan bulan dan tahun kadaluwarsanya saja.” Pernyataan legalitas memberikan informasi bahwa produk tersebut terdaftar pada Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM), berupa kode nomor registrasi. Kode MD dan SP untuk pangan lokal dan ML untuk pangan impor. Masih banyak produk yang berlabel halal namun tidak terdaftar sebagai produk dan bersertifikat halal, terutama pada produk yang berkode SP atau tidak ada kode sama sekali.
Dalam hal produk seperti itu, menurut Apriyanto, pengetahuan konsumen menentukan kehalalan atau tidaknya.Jika ragu, sikap yang terbaik adalah tidak membeli produk yang diragukan kehalalannya. Pelabelan halal menurut Sam dkk adalah pencantuman label halal pada kemasan suatu produk untuk menyatakan status produk tersebut sebagai suatu produk. Dengan demikian, produk yang tidak memiliki label halal pada kemasannya masih dipertanyakan kandungan kehalalannya dan proses pembuatannya.
Pemilihan kosmetik yang sesuai dengan jenis kulit mempunyai kriteria tertentu yaitu tidak menggunakan bahan-bahan terlarang, selain itu harus mempunyai tata cara yang baik dan bahan yang digunakan sesuai dengan spesifikasi pembuatan kosmetik, seperti tabir surya dan juga penggunaan bahan-bahan alami. Suatu kegiatan dikatakan efektif apabila yang dilakukan sesuai dengan prosedur, sedangkan dikatakan efektif apabila kegiatan tersebut dilaksanakan dengan baik dan benar serta membuahkan hasil yang bermanfaat.35. Dapat kita simpulkan bahwa suatu kegiatan dikatakan efektif apabila sesuai dengan prosedur atau aturan dan mencapai tujuan tertentu.
Seorang muslim sejati harus beriman kepada Al-Qur’an, sehingga kepuasan konsumen muslim tidak hanya sekedar fungsi barang dan komoditi konsumsi saja, namun juga fungsi keridhaan Allah. Pengetahuan produk merupakan penyimpanan memori konsumen mengenai informasi produk yang sama dengan persepsi pengetahuan produk. Pengetahuan mengenai kepuasan yang diberikan suatu produk juga akan mempengaruhi keputusan pembelian ulang konsumen.
Menurut Dewi (2013), terdapat pengaruh antara label halal terhadap keputusan pembelian produk pangan dan dengan adanya label halal pada pangan dapat memberikan nilai positif dan mempunyai kemungkinan besar mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.
METODOLOGI PENELITIAN
Lokasi dan Objek Penelitian
Uji frekuensi untuk melihat pengetahuan dan pandangan masyarakat mengenai label halal pada produk kosmetik. Berdasarkan Tabel 4.3, seluruh responden mencapai 100% memilih setuju dengan pencantuman label halal pada kemasan produk kosmetik. Hal ini menunjukkan bahwa pencantuman label halal sangat mempengaruhi keputusan pembeli dalam menggunakan produk kosmetik, hanya 5% yang cuek atau tidak memeriksa apakah terdapat stempel label halal atau tidak pada kemasan produk kosmetik tersebut, selama masih memerlukannya. jika mereka akan terus membeli produk kosmetik tersebut.
Berdasarkan tabel 4.7 mengenai label halal, 91% responden umumnya setuju bahwa setiap membeli produk kosmetik selalu mencari label halal, dan hanya 9% yang setuju tidak setuju. Berdasarkan Tabel 4.8 mengenai harga produk kosmetik, secara keseluruhan 82% responden memilih membeli produk kosmetik berlabel halal walaupun harganya lebih mahal dibandingkan produk tanpa label halal, dan hanya 18% yang masih meragukan harga pembelian kosmetik berlabel halal. halal dan tidak memperdulikan kandungan dalam kosmetik tersebut. Berdasarkan Tabel 4.9 mengenai pelabelan, secara keseluruhan 78% responden setuju tidak akan membeli produk kosmetik yang tidak memiliki label halal, namun masih ada 22% yang tidak mempertanyakan apakah produk kosmetik tersebut tidak memiliki label halal dan akan melakukan hal tersebut. tetap membeli produk kosmetik selama mereka membutuhkannya.
Hal ini menunjukkan bahwa 75% responden selalu membaca komposisi pada kemasan produk kosmetik untuk mengetahui kandungan apa saja yang terkandung dalam produk kosmetik tersebut, namun masih terdapat 25% responden yang tidak peduli atau mengecek kemasan produk kosmetik tersebut. yang ingin dibeli oleh konsumen. . Hal ini menunjukkan bahwa 85% responden merasa lebih nyaman dan santai jika membeli produk kosmetik yang berlabel halal, dan masih terdapat 15% responden yang merasa santai dan nyaman apakah dicantumkan label halal atau tidak. Berdasarkan Tabel 4.12 mengenai kualitas produk kosmetik, secara keseluruhan 56% setuju bahwa produk kosmetik halal terjamin mutunya dan hanya 44% yang menyatakan tidak setuju.
Berdasarkan hasil survei terhadap pandangan masyarakat Provinsi Pangkep terhadap penggunaan label halal pada produk kosmetik, secara umum atau rata-rata mereka setuju dengan pencantuman label halal pada produk. Mengenai label halal, pada umumnya sebelum membeli produk kosmetik, responden selalu melihat label halal pada kemasan produk kosmetik tersebut, dan responden juga lebih memilih produk kosmetik halal dibandingkan kosmetik tanpa label halal, padahal harganya lebih mahal. . Mengenai produk kosmetik itu sendiri, rata-rata atau secara umum para responden merasa nyaman untuk membeli kosmetik yang berlabel halal, namun masih banyak responden yang meragukan kualitas produk kosmetik yang berlabel halal.
Efektivitas label halal pada produk kosmetik di pasar konsumen sangat tinggi, dibuktikan dengan 100% responden memilih setuju pencantuman label halal dan 95% responden setuju setuju pencantuman label halal. dapat mempengaruhi keputusan pembeli dan menjadi pertimbangan konsumen yang ingin membeli produk kosmetik serta memudahkan konsumen memperoleh informasi status. 91% responden sangat memperhatikan label halal pada setiap kemasannya, 78% responden tidak bersedia membeli produk kosmetik jika tidak ada label halal pada setiap kemasannya, dan 82% responden bersedia membayar harga lebih mahal jika ada. Salah satunya, terdapat label halal pada kemasannya. Hal ini menunjukkan bahwa label halal sangat efektif jika diterapkan pada kemasan untuk membantu konsumen memastikan bahwa produk kosmetik yang dibelinya terjamin terlindungi dari unsur-unsur yang dilarang Islam.
Pandangan masyarakat terhadap penerapan label halal pada produk kosmetik di Kabupaten Pangkep, dimana 100% responden menuntut pencantuman label halal pada setiap kemasan produk kosmetik. Sebanyak 100% responden meyakini dengan membeli produk kosmetik berlabel halal mereka dapat terhindar dari bahan haram sebanyak 91%. Bahwa pemerintah memperhatikan kandungan produk kosmetik yang banyak beredar di masyarakat, khususnya produk kosmetik dari luar negeri yang masuk ke Indonesia.
Variabel Penelitian
Definisi Operasional Variabel
Populasi dan Sampel
Menurut Suharsimi Airkunto, “objek yang diperiksa secara keseluruhan”.50 Berdasarkan pernyataan tersebut, maka populasi penelitian ini adalah pengguna kosmetik di Kabupaten Pangkep. Pengumpulan data dari responden menggunakan teknik snowball sampling, yaitu teknik pengumpulan sumber data dimana subjek penelitian memilih atau menunjuk objek penelitian berikutnya yang memenuhi kriteria untuk dijadikan sampel berikutnya dan seterusnya51. Karakteristik responden dalam penelitian ini disajikan dalam bentuk tabel yang terbagi dalam kelompok umur dan profesi sesuai dengan kondisi responden.
Jenis kelamin perempuan didefinisikan karena yang menjawab kuesioner yang disebar adalah perempuan pengguna kosmetik.
Sumber Data
Sumber data adalah subyek dari mana data tersebut diperoleh dan tempat dimana data tersebut diperoleh dengan bantuan metode tertentu.Sumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat pengguna kosmetika di Kabupaten Pangkep.
Instrumen Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
- Uji Validitas dan Uji Reliabilitas
- Uji Frekuensi
Hal ini menunjukkan bahwa terdapat 56% responden yang berpendapat bahwa produk kosmetik bertanda halal menjamin mutu produknya, namun terdapat 44% responden yang berpendapat bahwa produk kosmetik bertanda halal belum tentu menjamin mutu produk kosmetik tersebut.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Visi dan Misi
Karakteristik Responden
Dari tabel di atas terlihat pekerjaan responden yang dominan berstatus pelajar sebanyak 62 orang dengan persentase 62%, dan PNS yaitu 2 orang dengan pendapatan 2%.
Hasil Penelitian
- Uji Deskripsi Variabel
- Uji Validasi
- Uji Reliabilitas
Berdasarkan tabel 4.4 mengenai pengaruh keputusan pembeli secara umum hampir 95% setuju bahwa label halal dapat mempengaruhi keputusan pembeli dan hanya 5% yang memilih label halal dan tidak dapat mempengaruhi keputusan pembeli. Berdasarkan tabel 4.5 mengenai keselamatan dan kesehatan, secara umum hampir 88% responden setuju bahwa pencantuman label halal menjamin keamanan dan kesehatan kosmetik halal dan hanya 12% yang tidak peduli dengan penggunaan label halal terkait keselamatan dan keamanan. Dan kesehatan. Hal ini menunjukkan bahwa responden sangat mementingkan pencantuman label halal mengenai keselamatan dan kesehatannya. Dapat disimpulkan bahwa seluruh responden sangat memperhatikan pencantuman label halal pada setiap kemasan dan mereka berpendapat bahwa pencantuman label halal menunjukkan jaminan tidak adanya bahan haram pada komposisinya.
Berdasarkan Tabel 4.11 tentang kenyamanan konsumen secara umum, 85% responden menyatakan setuju merasa nyaman membeli kosmetik berlabel halal, dan hanya 15% yang menyatakan tidak setuju. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pernyataan nomor 1 sampai dengan nomor 10 adalah valid, karena nilai rata-rata rhitung > nilai rtabel sebesar 0,195.
Pembahasan
Bagi pengguna kosmetik dapat memperhatikan kosmetik yang ingin dibelinya, baik pada label halal maupun kandungan pada produk tersebut. Mengapa kita makan halal – Menggunakan teori perilaku terencana dalam memprediksi konsumsi makanan halal di kalangan Generasi Y di Malaysia”. Rafita, Helsy Zella 2017. Dampak label halal terhadap keputusan pembelian produk kosmetik, Skripsi: UIN Raden Intan Lampung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.
PENUTUP
Saran
Nurhikma Kumala, lahir di Bantimurung, 15 Desember 1998, penulis merupakan anak kedua dari empat bersaudara, anak dari pasangan Sakka dan Amriani. Penulis memulai pendidikannya di SD Al-Fatah Ambon pada tahun 2005 dan tamat pada tahun 2011. Setelah lulus penulis melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Atas di Ma Al-Fatah Ambon pada tahun 2014 dan lulus pada tahun 2017. Dengan Ridho Allah SWT dan restu kedua orang tua, pada tahun 2017 penulis melanjutkan pendidikan jenjang universitas di salah satu kampus swasta di makassar, tepatnya di universitas muhammadiyah makassar dengan program studi hukum ekonomi di fakultas syariah islam.