Penugasan Praktikum P7
R. Rr Apriani Sofiana/212112295/3SE1 1.
General Loglinear
Pengujian kesesuaian model Hipotesis
π»0: Model sesuai/fit dengan data
π»1: Model tidak sesuai/tidak fit dengan data
Titik Kritis
Tolak H0 jika p-value < 0,05
Statistik Uji
Keputusan
Karena p-value = 0,000 < 0,05, maka keputusannya Tolak H0 Kesimpulan
Dengan tingkat signifikansi 5%, cukup bukti bahwa model (YX11, YX12, YX11, X13) tidak sesuai/fit.
Persamaan yang terbentuk adalah
log(πππ) = π = π + π1π¦+ π2π¦+ π1π11+ π2π11+ π1π12+ π2π12+ π1π13+ π2π13+ π11ππ11 + π12ππ11+ π21ππ11+ π22ππ11+ π11ππ12+ π12ππ12+ π21ππ12+ π22ππ12+ π11ππ13 + π12ππ13+ π21ππ13+ π22ππ13+ π11π11π12+ π12π11π12+ π21π11π12+ π22π11π12 + π11π11π13+ π12π11π13+ π21π11π13+ π22π11π13+ π11π12π13+ π12π12π13 + π21π12π13+ π22π12π13+ π111ππ11π13+ π112ππ11π13+ π121ππ11π13+ π122ππ11π13 + π211ππ11π13+ π212ππ11π13+ π221ππ11π13+ π222ππ11π13
log(πππ) = 7.631 β 1.088 + 0 β 0.147 + 0 β 2.520 + 0 β .780 + 0 β 0.462 + 0 + 0 + 0 + 1.026 + 0 + 0 + 0 + 0.463 + 0 + 0 + 0 + 0.086 + 0 + 0 + 0 + 0.045 + 0 + 0 + 0 + 2.155 + 0 + 0 + 0 β 0.073 + 0 + 0 + 0 + 0 + 0 + 0
Interpretasi :
Nilai koefisien suku interaksi antara keikutsertaan dalam gotong royong (Y) dan daerah tempat tinggal (klasifikasi desa/kota, X11) sebesarβ0.462, yang akan menghasilkan nilai exp(β0.462) = 0.63, artinya penduduk perkotaan memiliki kecenderungan yang lebih kecil, yaitu 0.63 kali dibandingkan penduduk yang tinggal di perdesaan untuk ikut kegiatan gotong royong, dengan asumsi jenis kelamin dan Hubungan dengan KRT sama;
Berdasarkan hasil pengolahan, diketahui bahwa pada tingkat signifikansi 5%, model (YX11, YX12, YX11X13) tidak sesuai/fit. Sehingga interpretasi output tidak perlu dilakukan karena tidak relevan.
2. Berdasarkan Data_TugasPADK01.sav, dapatkan model loglinier terbaik untuk menjelaskan pola hubungan antara variabel Kegiatan Sosial Gotong Royong (Y), Klasifikasi Desa/Kota (X11), Hubungan dengan KRT (X12), dan Jenis Kelamin (X13).
Jelaskan makna dari model terbaik yang diperoleh, dan interpretasikan melalui nilai odds ratio, jika Y dianggap sebagai variabel respon
Hierarchical Loglinear Analysis
Pengujian kesesuaian model Hipotesis
π»0: Model sesuai/fit
π»1: Model tidak sesuai/tidak fit
Titik Kritis
Tolak H0 jika p-value < 0,05
Statistik Uji
K
eputusanKarena p-value = 0,000 < 0,05, maka keputusannya Tolak H0 Kesimpulan
Dengan tingkat signifikansi 5%, cukup bukti bahwa model (YX11X12X13) tidak sesuai/fit. Sehingga perlu dicari model terbaik dengan menghilangkan efek-efeknya.
Setelah dilakukan Backward Elimination Statistics, didapatkan model terbaik untuk menjelaskan pola hubungan antar variabel pada data ini adalah (YX11X12, YX12X13, X11X12X13)
Pengujian kesesuaian model terbaru Hipotesis
π»0: Model sesuai/fit
π»1: Model tidak sesuai/tidak fit
Titik Kritis
Tolak H0 jika p-value < 0,05 Statistik Uji
Keputusan
Karena p-value = 0,123 > 0,05, maka keputusannya Gagal Tolak H0
Kesimpulan
Dengan tingkat signifikansi 5%, belum cukup bukti bahwa model (YX11X12, YX12X13, X11X12X13) tidak sesuai/fit. Sehingga model bisa digunakan.
General Loglinear
Berdasarkan hasil pengolahan, diketahui bahwa pada tingkat signifikansi 5%, model (YX11X12, YX12X13, X11X12X13) sesuai/fit. Variabel yang βdianggapβ sebagai variabel tak bebas adalah keikutsertaan dalam kegiatan gotong royong (Y). Berikut interpretasi yang dapat dilakukan:
β’ Variabel Y berinteraksi dengan X11 dan X12, sehingga untuk menginterpretasikan nilai koefisien suku interaksi antara keikutsertaan dalam gotong royong (Y) dan KRT (X12) dapat dilakukan pada setiap level variabel hubungan dengan Klasifikasi Desa/Kota (X11), yaitu:
o Untuk X11 = 0 (Pedesaan), nilai koefisien suku interaksi antara Y dan X12 sebesar 0,045, yang akan menghasilkan nilai exp(0,045) = 1,046, artinya KRT di daerah pedesaan memiliki kecenderungan 1,046 kali dibandingkan ART di daerah pedesaan untuk ikut kegiatan gotong royong, dengan asumsi Jenis Kelamin sama.
o Untuk X11 = 1 (Perkotaan), nilai koefisien suku interaksi antara Y dan X12 sebesar 0,045 + 0,362 = 0,407, yang akan menghasilkan nilai exp(0,407) = 1,5023, artinya KRT di daerah perkotaan memiliki kecenderungan 1,5023 kali dibandingkan ART di daerah perkotaan untuk ikut kegiatan gotong royong, dengan asumsi Jenis Kelamin sama.
β’ Variabel Y berinteraksi dengan X12 dan X13, sehingga untuk menginterpretasikan nilai koefisien suku interaksi antara keikutsertaan dalam gotong royong (Y) dan jenis kelamin (X13) dapat dilakukan pada setiap level variabel hubungan dengan KRT (X12), yaitu:
o Untuk X12 = 0 (ART), nilai koefisien suku interaksi antara Y dan X13 sebesar 0,067, yang akan menghasilkan nilai exp(0,067) = 1,0693, artinya ART laki-laki memiliki kecenderungan 1,0693 kali dibandingkan ART perempuan untuk ikut kegiatan gotong royong, dengan asumsi daerah tempat tinggal sama.
o Untuk X12 = 1 (KRT), nilai koefisien suku interaksi antara Y dan X13 sebesar 0,067 + 1,538 = 1,605, yang akan menghasilkan nilai exp(1,605)
= 2,90084, artinya KRT laki-laki memiliki kecenderungan 2,90084 kali dibandingkan KRT perempuan untuk ikut kegiatan gotong royong, dengan asumsi daerah tempat tinggal sama.