• Tidak ada hasil yang ditemukan

perubahan sosial masyarakat lokal akibat

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "perubahan sosial masyarakat lokal akibat"

Copied!
87
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Landasan Teori

KAJIAN PUSTAKA

Proses-proses Perubahan Sosial

Simbiotik, yaitu proses masuknya unsur-unsur kebudayaan ke dalam atau dari suatu masyarakat yang hidup berdampingan. Komensalistik, yaitu satu pihak diuntungkan, sedangkan pihak lain tidak diuntungkan, namun juga tidak dirugikan. Asimilasi merupakan suatu proses sosial tingkat lanjut yang terjadi ketika terdapat sekelompok orang yang berbeda latar belakang budaya yang berinteraksi dan bercampur secara langsung dan intensif dalam jangka waktu yang lama, sehingga budaya masing-masing kelompok tersebut berubah karakternya dari unsur khas menjadi unsur budaya. berbeda dari aslinya.

Bentuk-bentuk Perubahan Sosial

Perubahan kecil adalah perubahan yang terjadi pada unsur struktur sosial yang tidak mempunyai dampak langsung atau berarti terhadap masyarakat. Perubahan besar adalah perubahan yang berdampak pada masyarakat dan lembaga-lembaganya, misalnya pada sistem perburuhan, sistem hak milik atas tanah, hubungan kekeluargaan, dan stratifikasi masyarakat. Perubahan ini merupakan suatu perubahan yang diprediksi atau direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang ingin melakukan perubahan dalam masyarakat.

Faktor-faktor yang Mendorong Jalannya Proses Perubahan

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif untuk mengungkap dan menjawab pertanyaan mengenai perubahan sosial masyarakat lokal akibat pengembangan pariwisata di desa Sumpang Binangae Kabupaten Barru. Berdasarkan pengertian tersebut maka yang menjadi fokus atau point of interest dalam penelitian ini adalah perubahan sosial masyarakat lokal akibat berkembangnya pariwisata di Desa Sumpang Binangae Kabupaten Barru. Pembahasan pada BAB IV didasarkan pada seluruh data yang dikumpulkan pada saat penulis melakukan penelitian lapangan di Ujung Batu, Desa Sumpang Binangae, Kabupaten Barru.

Informan ini adalah seorang ibu rumah tangga berusia 31 tahun yang sering menjadikan tempat wisata di atas batu di kecamatan Sumpang Binangae ini sebagai tempat arisannya bersama teman-temannya. Kawasan sekitar pantai kecamatan Sumpang Binangae luas dan terancam menyempit karena banyak warga yang membangun pemukiman di sekitar pantai. Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa pada masa lalu pembangunan di kecamatan Sumpang Binangae kurang baik dibandingkan saat ini yang pembangunannya sudah mulai meningkat.

Peningkatan pengunjung yang datang juga sangat berpengaruh bagi masyarakat lokal yang tinggal di wilayah kecamatan Sumpang Binangae. Hal ini terjadi karena masyarakat Sumpang Binangae meyakini ada manfaat yang mereka peroleh dari kebiasaan tersebut. Berdasarkan wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa ada perubahan kecil karena seiring berjalannya waktu dan perubahan fashion, model pakaian yang mereka kenakan pun ikut berubah, misalnya saja anak-anak yang kini tinggal di kecamatan Sumpang Binangae sudah mulai mengikutinya. trend atau gaya berpakaian pengunjung yang datang dari luar daerah baru.

Interaksi dengan masyarakat lain menimbulkan perubahan-perubahan kecil yang tidak berdampak langsung atau signifikan terhadap masyarakat, seperti perubahan gaya berpakaian anak-anak di Kecamatan Sumpang Binangae yang sudah mulai mengikuti tren namun tetap mempertahankan budayanya. Berdasarkan temuan penelitian mengenai perubahan sosial pada masyarakat lokal di kecamatan Sumpang Binangae kabupaten Barru, sebagai berikut 1. Kepada masyarakat lokal di kecamatan Sumpang Binangae kabupaten Barru agar tidak mengikuti atau meniru apa yang dilakukan wisatawan atau pengunjung selama berada di lokasi wisata dan dengan tetap menjaga budaya dan adat istiadat masyarakatnya menjadi daya tarik tersendiri.

Sehingga masyarakat Kecamatan Sumpang Binangae Kabupaten Barru dan wisatawan atau pengunjung saling berkomunikasi dengan baik sehingga tidak terjadi kesalahpahaman di antara mereka. Aparat pemerintah khususnya Dinas Sosial Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Barru hendaknya lebih memperhatikan pengembangan tempat wisata di Kecamatan Sumpang Binangae Kabupaten Barru dan mencari tahu apa saja yang diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan yang lebih baik.

Gambar I.II: Teknik Analisis Data dalam Model Analisis Interaktif  oleh Miles dan Huberman
Gambar I.II: Teknik Analisis Data dalam Model Analisis Interaktif oleh Miles dan Huberman

Interaksi Antara Wisatawan Dengan Masyarakat Lokal

Konsep Pariwisata

Kerangka Pikir

Informan Penelitian

Informan Moleong dalam Prastowo adalah orang dalam yang digunakan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi (lokasi atau tempat) penelitian. Sebagai anggota tim, dengan kebaikan dan kerelaan Anda, Anda dapat memberikan pandangan orang dalam tentang nilai, sikap, struktur, proses, dan budaya yang menjadi latar belakang (lokasi) penelitian. Membantu untuk secepat dan seakurat mungkin dapat membenamkan diri dalam konteks lokal, terutama bagi peneliti yang belum banyak mendapat pelatihan etnografi.

Dengan demikian, banyak informasi yang dikumpulkan dalam waktu yang relatif singkat sebagai sampling internal, karena informan terbiasa berbicara, bertukar pikiran, atau membandingkan peristiwa yang ditemukan subjek lain. Dengan demikian dalam penelitian ini yang menjadi peneliti dalam pengumpulan data adalah wisatawan, masyarakat lokal, tokoh masyarakat, toko keagamaan dan pemerintah daerah.

Fokus Penelitian

Instrumen Penelitian

Jenis dan Sumber Data

Teknik Pengumpulan Data

Observasi ini dilakukan oleh peneliti yang berkunjung ke lokasi penelitian kemudian mengamati dan mencatat fenomena yang diteliti di lokasi penelitian yaitu di Desa Sumpang Binangae Kabupaten Barru yang dilakukan secara informal secara singkat atau berulang-ulang agar peneliti dapat mendapatkan informasi sebanyak mungkin mengenai masalah penelitian. Wawancara Sugiyono digunakan sebagai teknik pengumpulan data ketika peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden secara lebih mendalam. Dalam penelitian ini digunakan teknik wawancara mendalam yaitu dengan mengumpulkan sejumlah data dari informan dengan menggunakan kuesioner yang mengacu pada pedoman wawancara yang disusun secara sistematis sehingga data yang akan diperoleh lebih lengkap dan valid.

Wawancara dilakukan melalui pertanyaan lisan dan langsung (tatap muka) kepada informan, didukung dengan pedoman wawancara. Observasi dan wawancara dapat dilakukan secara bersamaan, artinya dalam observasi kita juga dapat melakukan wawancara dengan peneliti untuk memperoleh data yang lebih mendalam, sehingga apa yang terjadi di lapangan sesuai dengan apa yang diperoleh dari hasil pengamatan. penelitian.

Analisis Data

  • Teknik Keabsahan Data

Selain sebagai ibu rumah tangga, informan RA ini juga seorang penjual ikan bakar di kecamatan Sumpang Binangae yang suaminya berprofesi sebagai nelayan, usia 34 tahun dan memiliki 3 orang anak, datang ke Barru ± 9 tahun yang lalu terakhir. pendidikannya adalah SMA dan Alhamdulillah mereka bisa menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi. Informan SS berusia 42 tahun beragama Islam, sudah lama tinggal di kecamatan Sumpang Binangae, informan SS juga berstatus ibu kepala dengan 5 orang anak, dan pendidikan terakhir informan SS hanya mencapai sekolah menengah atas. sekolah menengah (SMP), selama 9 tahun informan SS telah menekuni pekerjaan sebagai penjual ikan bakar di kecamatan Sumpang Binangae tepatnya di Barru. Informan RJ berusia 23 tahun dan beragama Islam, Informan RJ merupakan mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Barru kecamatan Sumpang Binangae merupakan tempat favorit informan ini.

Dari hasil wawancara di atas mengenai pemikiran maju masyarakat dapat disimpulkan bahwa masyarakat sekarang di kecamatan Sumpang Binangae jika terjadi konflik atau perkelahian antara pengunjung dengan masyarakat setempat atau pengunjung dan pengunjung berusaha untuk memecah belah. itu, dan kasus yang terjadi sangat , adalah perkelahian antara pengunjung dengan pengunjung, dan jika ada konflik, dia berusaha untuk melerai, tetapi jika ada konflik. Jalur kendaraan di kawasan pantai Sumpang Binangae juga kurang terawat dan tidak ditata dengan baik. Terlihat di sepanjang pintu masuk kawasan pantai Sumpang Binangae masih banyak terdapat lubang di tengah jalan, selain itu di sisi kiri dan kanan jalan masih banyak terdapat tanaman rumput yang tidak tertata dengan baik. .

Setelah melihat hasil wawancara dengan para informan di atas dapat disimpulkan bahwa saat ini tempat wisata di ujung tebing kecamatan Sumpang Binangae sudah banyak mengalami perubahan dari segi pembangunan. terlihat. dari sepanjang jalan masuk menuju kawasan pantai Ujung Batu. Masih banyak lubang di tengah jalan. Selain itu di sisi kiri dan kanan jalan masih banyak tanaman rumput yang tidak tertata dengan baik. Masyarakat kecamatan Sumpang Binangae memang terbiasa menjaga kebiasaan-kebiasaan seperti saling tolong menolong, gotong royong antar masyarakat seperti masyarakat tradisional pada umumnya, dan kebiasaan-kebiasaan yang masih dipertahankan disana seperti kebiasaan mappanos tallo bagi nelayan dan kebiasaan. Dari wawancara dengan informan di atas yang berprofesi sebagai penjual ikan bakar menunjukkan bahwa di Sumpang Binangae tidak ada perubahan dalam adat istiadat atau kebiasaan masyarakatnya.

Gaya hidup mereka menjadi lebih modern dari sebelumnya, mereka mempunyai pengetahuan tentang dunia modern. Senada dengan hasil wawancara dengan informan PR, hal yang tidak jauh berbeda juga diungkapkan oleh informan RA yaitu tentang cara menjalani gaya hidup. Adat dan kebiasaan yang begitu kuat sehingga sulit diubah, seperti masyarakat kecamatan Sumpang Binangae yang masih mempertahankan adat dan tradisi lamanya, seperti ma barasanji dan sikap membantu orang lain jika mengadakan pesta, adat istiadat. terjadi peristiwa atau tertimpa bencana tanpa diantar ke rumahnya, mereka langsung mendatangi rumah tetangga yang terkena bencana untuk membantu meringankan beban tetangga.

HASIL PENELETIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Pembahasan

Selain teknologi dan gaya hidup yang semakin sulit dipisahkan dari masyarakat, seperti perbedaan gaya hidup pemuda pedesaan pada masa lalu, selalu diidentikkan dengan gaya hidup yang dipengaruhi oleh nilai-nilai agama dan budaya setempat, misalnya. Dari segi berpakaian, terkesan sederhana dan tidak mengikuti mode, karena media massa di pedesaan belum terlalu berkembang. Gaya hidup merupakan perilaku seseorang yang ditampilkan dalam aktivitas, minat, dan opini, terutama yang berkaitan dengan citra diri untuk mencerminkan status sosialnya. Gaya hidup merupakan suatu kerangka acuan yang digunakan seseorang dalam berperilaku, dan akibatnya akan membentuk pola perilaku tertentu.

Gaya hidup menunjukkan bagaimana orang mengatur kehidupan pribadinya, kehidupan sosial, perilakunya di muka umum dan upaya membedakan statusnya dengan orang lain melalui simbol-simbol sosial. Gaya hidup atau gaya hidup juga dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang mempunyai ciri, kekhususan dan tata cara dalam kehidupan masyarakat tertentu. Menurut Piliang, gaya hidup adalah gabungan dan totalitas cara, tata cara, kebiasaan, pilihan dan obyek-obyek pendukungnya, yang dalam praktiknya didasarkan pada sistem nilai atau sistem kepercayaan tertentu.

Seiring bertambahnya usia dan semakin canggihnya teknologi, semakin luas pula penerapan gaya hidup yang dilakukan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Mereka lebih mementingkan masalah kebutuhan pokok dibandingkan masalah penampilan, namun kini keadaannya berbeda karena kini masalah penampilan dan gaya hidup mulai mendapat perhatian serius. Gaya hidup wisatawan yang sebagian merupakan generasi muda yang identitasnya mempunyai citra modern dalam bersosialisasi dan berpenampilan dalam kehidupannya.

Dan dalam kesehariannya, masyarakat masa kini justru mengikuti gaya hidup para pengunjungnya, bukannya mempertahankan atau mempertahankan gaya hidup sebelumnya sebelum puncak batu tersebut dijadikan tempat wisata.

KESIMPULAN DAN SARAN

Saran

Gambar

Gambar I.II: Teknik Analisis Data dalam Model Analisis Interaktif  oleh Miles dan Huberman
Tabel 1.  Pembagian Wilayah Administratif Kabupaten Barru  No  KECAMATAN  DESA/KELURAHAN       LUAS
Tabel 3. Keadaan Wilayah berdasarkan Kemiringan   Di Kabupaten Barru Tahun 2016
Tabel 4. Keadaan Wilayah berdasarkan Ketinggian dari Permukaan Laut  Di Kabupaten Barru Tahun 2016

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Terjadinya perubahan pola pikir masyarakat yang pada awalnya merupakan masyarakat agraris menjadi masyarakat industri sehingga banyak masyarakat yang memilih menjadi