• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERUSAHAAN TERBUKA INDONESIA YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2011 – 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PERUSAHAAN TERBUKA INDONESIA YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2011 – 2015 "

Copied!
124
0
0

Teks penuh

Banking School dan dosen pembimbing skripsi saya yang banyak membimbing saya selama penulisan skripsi ini, karena tanpa bimbingan dan motivasinya saya tidak akan dapat menyelesaikan skripsi ini dengan sukses. Teman sekaligus pembimbing skripsi saya, Elly Nindy, sangat membantu saya dalam penulisan skripsi ini. Teman-teman tim skripsi angkatan 2013 yang telah mengalami kesulitan dan telah banyak membantu penulis dalam penulisan skripsi ini.

Teman-teman STIE Indonesia Banking School seluruh angkatan 2013, SENAT BEM senior dan junior yang telah menemani keceriaan penulis selama menjalani masa perkuliahan. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan publik Indonesia yang terdaftar di BEI dan periode Sustainability Reporting Award. Sampel dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan metode Purposive Sampling sehingga terdapat 21 perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan periode Sustainability Reporting Award yang dapat digunakan dalam penelitian ini.

Gambar 2.4 Kerangka Pemikiran……………………………………………41  Gambar 4.1 Grafik Histogram……………………………………………….64
Gambar 2.4 Kerangka Pemikiran……………………………………………41 Gambar 4.1 Grafik Histogram……………………………………………….64
  • Latar Belakang
  • Rumusan Masalah
  • Batasan Masalah
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian
  • Sistematika Penulisan

Saat ini, perusahaan yang menerbitkan laporan keberlanjutan menunjukkan tren positif dimana setiap tahun mulai tahun 2018 jumlah perusahaan yang menerbitkan laporan tersebut semakin meningkat. Hingga tahun 2011, dari 438 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), hanya sekitar 25 perusahaan yang telah menghasilkan Laporan Keberlanjutan sebagaimana disampaikan Ali Darwin, Ketua National Center for Sustainability Reporting (NCSR) (Investasi.kontan .co .id, 2011, Dari 438 emiten, hanya 25 perusahaan yang membuat laporan keberlanjutan, http://investasi.kontan.co.id/news/dari-438-emiten-only-25-usaha-yang-make-report -berkesusan Berdasarkan pantauan Peneliti hingga tahun 2015, total perusahaan publik yang melakukan pelaporan keberlanjutan berjumlah 41 emiten, namun dengan banyaknya data yang dianggap belum lengkap, maka hanya sekitar 21 perusahaan yang dapat dianalisis. Dengan hal ini dapat dibuktikan bahwa perusahaan sangat memperhatikan faktor keberlanjutan dimasa yang akan datang dan dapat memberikan nilai lebih bagi perusahaan yang dapat mempengaruhi profitabilitas suatu perusahaan.

Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Annisa dan Wiwin (2009) terkait laporan keberlanjutan menunjukkan hasil bahwa perusahaan yang mengungkapkan laporan keberlanjutan berdampak pada kinerja perusahaan dari segi profitabilitas. Berdasarkan fenomena diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut apakah benar perusahaan yang saat ini menerapkan laporan keberlanjutan pada 6 aspek terkait yaitu ekonomi, lingkungan, hak asasi manusia, masyarakat, tanggung jawab sosial dan tanggung jawab produk akan mempengaruhi profitabilitas perusahaan. . Kemudian mengenai ukuran perusahaan dan pertumbuhan penjualan apakah dapat mempengaruhi profitabilitas perusahaan yang akan diteliti maka peneliti mengambil judul “Analisis pengaruh ukuran perusahaan, pertumbuhan penjualan dan laporan keberlanjutan terhadap profitabilitas perusahaan publik di Indonesia terdaftar di BEI untuk periode tersebut."

Tinjauan Pustaka

  • Teori Dasar
  • Profitabilitas
  • Sales Growth
  • Firm Size
  • Sustainability Report
  • Grand Theory

Dalam penelitian ini peneliti melihat seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen yang ada dengan menggunakan analisis melalui laporan keuangan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode tersebut. Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dalam kegiatan operasionalnya menjadi fokus utama dalam menilai kinerja perusahaan (analisis perusahaan) karena laba perusahaan selain sebagai indikasi kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya kepada pemegang saham juga merupakan salah satu unsur dalam menciptakan nilai perusahaan. . yang menunjukkan prospek perusahaan di masa depan. Oleh karena itu, profitabilitas merupakan rasio keuangan yang sangat penting untuk diteliti kaitannya dengan harga saham, terutama bagi perusahaan yang tentu saja membutuhkan suntikan dana tunai yang relatif besar untuk melakukan ekspansi.

Dimana hal tersebut akan direspon positif oleh investor dan akan meningkatkan harga saham perusahaan yang kemudian akan meningkatkan nilai perusahaan. Ukuran perusahaan merupakan ukuran perusahaan yang menggambarkan besar kecilnya perusahaan yang ditunjukkan oleh besar kecilnya aset, jumlah penjualan, rata-rata tingkat penjualan dan rata-rata total aset (Ferry & Jones, 1979). Ukuran perusahaan juga mempengaruhi nilai perusahaan, dimana perusahaan yang mempunyai ukuran besar menandakan perusahaan tersebut mengalami perkembangan, selain itu ukuran perusahaan yang besar menandakan kondisi yang stabil terutama dalam hal return ekuitas yang lebih tinggi bagi investor.

Penelitian Terdahulu

Hanya periode perputaran hutang, leverage dan ukuran perusahaan. dapat mempengaruhi profitabilitas, sedangkan variabel lainnya tidak. pengaruh besar terhadap kinerja. Perputaran modal kerja, ukuran perusahaan dan leverage. pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Kas (signifikan secara bersamaan)

Hipotesis

  • Pengaruh Sales Growth terhadap Profitabilitas
  • Pengaruh Firm Size terhadap Profitabilitas
  • Pengaruh Sustainability Report terhadap profitabilitas
    • Pengungkapan kinerja aspek ekonomi
    • Pengungkapan kinerja aspek lingkungan
    • Pengungkapan kinerja aspek hak asasi manusia
    • Pengungkapan kinerja aspek sosial
    • Pengungkapan kinerja aspek tenaga kerja dan pekerjaan
    • Pengungkapan kinerja aspek tanggung jawab produk

Pada penelitian-penelitian terdahulu mengenai dampak pengungkapan kinerja lingkungan terhadap profitabilitas perusahaan masih bervariasi sehingga diperlukan penelitian baru. Hak informasi yang biasa diungkapkan terdiri dari pendekatan manajemen, tujuan, kebijakan, tanggung jawab pelatihan, organisasi dan kesadaran, pemantauan dan tindak lanjut serta informasi kontekstual tambahan. Dalam konteks ini juga, tanggung jawab sosial perusahaan adalah menempatkan karyawan sebagai pusat dari seluruh aktivitas perusahaan, dengan berbagai program untuk meningkatkan kapasitas karyawan dan melibatkan karyawan dalam pengambilan keputusan mengenai perusahaan.

Oleh karena itu, perusahaan yang menerapkan hak asasi manusia di atas segalanya akan mempengaruhi kinerja perusahaan ke arah yang positif. Informasi yang akan diungkapkan terdiri dari pendekatan manajemen, tujuan, kebijakan, tanggung jawab pelatihan, organisasi dan kesadaran, pemantauan dan tindak lanjut, dan informasi kontekstual tambahan. Informasi yang akan diungkapkan terdiri dari pendekatan manajemen, tujuan, kebijakan, tanggung jawab pelatihan, organisasi dan kesadaran, pemantauan dan tindak lanjut, dan informasi kontekstual tambahan.

Burhan dan Wiwin (2009) membuktikan bahwa pengungkapan kinerja sosial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas perusahaan. Informasi yang akan diungkapkan akan sama dengan kinerja ekonomi dan lingkungan, yang terdiri dari pendekatan manajemen, tujuan, kebijakan, tanggung jawab pelatihan, organisasi dan kesadaran, pemantauan dan tindak lanjut serta informasi kontekstual tambahan. Hal-hal tersebut di atas merupakan gambaran penting pengungkapan kinerja sosial dalam laporan keberlanjutan (Nofianto dan Agustina, 2014).

Dimensi tanggung jawab produk menyangkut aspek produk dan layanan yang ditawarkan organisasi pelapor yang mempengaruhi pelanggan, khususnya kesehatan dan keselamatan, informasi dan pelabelan, pemasaran dan privasi. Kinerja tanggung jawab produk akan dibagi menjadi 5 aspek yaitu kesehatan dan keselamatan pelanggan, label produk dan layanan, komunikasi pemasaran, privasi dan kepatuhan pelanggan. Informasi yang akan diungkapkan terdiri dari pendekatan manajemen, tujuan kebijakan, tanggung jawab pelatihan, organisasi dan kesadaran pemantauan dan tindak lanjut, serta informasi kontekstual tambahan.

Didukung oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Susanto dan Tarigan (2013) bahwa product liabilitas mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja perusahaan.

Kerangka Pemikiran

Metode Pengumpulan Data

  • Jenis Data
  • Objek Penelitian
  • Populasi dan Sampel
  • Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dimana peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu non-probability sampling dimana informasi dikumpulkan dari sasaran berdasarkan pertimbangan tertentu (Sekaran, 2013). Non-probability sampling menurut Sekaran (2013) adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan kemungkinan setiap unsur dalam populasi terpilih menjadi subjek sampel. Tambang Batubara Bukit Asam (Persero), Tbk PTBA Sumber data: www.idx.co.id data kami olah sendiri.

Dalam penelitian kepustakaan ini, peneliti mengumpulkan data dari berbagai jurnal keuangan, tesis, disertasi, buku, internet dan literatur lain yang mendukung penelitian ini. Teknik dokumentasinya meliputi data laporan keuangan berupa neraca dan laporan kinerja yang diterbitkan Bursa Efek Indonesia melalui website www.idx.co.id dan laporan keberlanjutan melalui website masing-masing perusahaan atau www.sra.ncsr-id. organisasi.

Operasionalisasi Variabel Penelitian

  • Variabel Penelitian
    • Variabel Dependen
    • Variabel Independen

Variabel bebas adalah variabel yang fungsinya mempengaruhi variabel lain, sedangkan variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain. Menurut Ghozali (2006), variabel independen dalam penelitian ini adalah pengungkapan pertumbuhan penjualan, ukuran perusahaan dan laporan keberlanjutan. Profitabilitas merupakan salah satu indikator keberhasilan pengelolaan aset perusahaan yang ditunjukkan dengan laba yang dihasilkan.

Menurut Albahi (2009), analisis ROA merupakan rasio yang paling penting diantara rasio profitabilitas lainnya. Rasio ini merupakan teknik analisis yang biasa digunakan untuk mengukur tingkat efektivitas operasional secara keseluruhan. Ukuran perusahaan merupakan ukuran perusahaan yang menggambarkan besar kecilnya perusahaan yang ditunjukkan oleh besar kecilnya aset, jumlah penjualan, rata-rata tingkat penjualan, dan rata-rata total aset (Ferry dan Jones, 1979). Dalam hal ini Laporan Keberlanjutan mempunyai beberapa pengertian, menurut Elkington (1997) Laporan Keberlanjutan berarti laporan.

Metode Analisis Data

  • Analisis Statistik Deskriptif
  • Analisis Persamaan Regresi
  • Analisis Regresi Data Panel
  • Uji Normalitas
  • Uji Asumsi Klasik
    • Uji Heteroskesdastisitas
    • Uji Multikolinearitas
    • Uji Autokorelasi
    • Uji Goodness of Fit

Dengan kriteria pengujian Ho tidak dapat ditolak jika nilai return on assets pada penampang Chi Square > 0,05. Jadi dapat disimpulkan jika Ho ditolak maka model Fixed Effect lebih baik dibandingkan model Joint Effect. Widarjono (2009) menyatakan bahwa uji Hausman dilakukan untuk mengetahui perbedaan struktural pada jenis pendekatan yang digunakan model regresi peneliti, yaitu antara pendekatan jenis Fixed Effect atau Random Effect.

Dengan kriteria pengujian Ho tidak dapat ditolak jika nilai return on asset secara random cross section >0,05. Jadi dapat disimpulkan, jika Ho ditolak maka model Fixed Effect lebih baik dibandingkan Random Effect begitu pula sebaliknya. Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah variabel bebas dan variabel terikat dalam model regresi penelitian ini berdistribusi normal atau tidak.

Menurut Widarjono (2009), Uji Normalitas dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu melalui Residual Histogram dan uji Jarque-Bera. Menurut Ghazali (2006) model regresi yang baik mempunyai sebaran data yang normal atau mendekati normal dan juga harus bebas dari asumsi klasik. Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terdapat ketidaksamaan varians dari residu satu pengamatan ke pengamatan lainnya.Jika varians dari residu pengamat yang satu ke pengamat yang lain konstan maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda. hal itu disebut heteroskedastisitas (Ghozali, 2006).

Uji multikolinearitas terjadi untuk melihat ada tidaknya korelasi yang tinggi antar variabel independen dalam model regresi berganda. Menurut Ghozali (2006), tujuan uji autokorelasi adalah apakah model regresi linier terdapat korelasi antara kesalahan perancu pada periode t dan kesalahan perancu pada periode t – 1. Untuk mengetahui ada atau tidaknya gejala autokorelasi, pada Model regresi linier dapat dilakukan dengan menggunakan eksperimen deteksi Durbin – Warson (uji DW).

Uji determinasi yang biasa disebut Adjusted 𝑅2 menunjukkan kemampuan model dalam menjelaskan hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen.

Deskripsi Objek Penelitian

Statistik Deskriptif

Pemilihan Model

  • Uji Chow
  • Uji Hausman

Uji Asumsi Klasik

  • Uji Normalitas
  • Uji Multikolinieritas
  • Uji Autokorelasi
  • Uji Heteroskedastisitas

Analisis Hasil Penelitian

  • Uji Koefisien Determinasi (𝑹𝟐)
  • Pengujian Hipotesis (Uji – t)
  • Analisis Hasil
    • Pengaruh Sales Growth terhadap Profitabilitas Perusahaan
    • Pengaruh Firm Size terhadap Profitabilitas Perusahaan
    • Pengaruh Pengungkapan Aspek Ekonomi terhadap
    • Pengaruh Pengungkapan Aspek Lingkungan terhadap
    • Pengaruh Pengungkapan Aspek Sosial terhadap Profitabilitas
    • Pengaruh Pengungkapan Aspek Tenaga Kerja dan Tenaga
    • Pengaruh Pengungkapan Aspek Tanggung Jawab Produk

Implikasi Manajerial

Kesimpulan

Saran

Pengaruh pengungkapan keberlanjutan laporan terhadap profitabilitas studi kasus perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek indonesia. Pengembalian Investasi Bisnis, Jurnal Pengembalian Investasi, Computerworld; 21 Juni; Jilid 33, Edisi 25; ABI/INFORM Global, hal. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal dan Dampaknya Terhadap Harga Saham Perusahaan Real Estate Go-Public di BEI.

Bhattacharya, S 1979."Informasi Tidak Sempurna, Kebijakan Dividen dan Kekeliruan Burung di Tangan" Journal of Economics.vpl.10:pp.259-27.Pengaruh Kontrol Keluarga, Ukuran, Pertumbuhan Penjualan dan Leverage Terhadap Profitabilitas dan Nilai Perusahaan di sektor Perdagangan, Jasa dan Investasi Analisis pengaruh likuiditas, pertumbuhan penjualan, perputaran modal kerja, ukuran perusahaan dan leverage terhadap profitabilitas (Survei pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun ini.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Struktur Modal Pada Perusahaan Manufaktur Go Public Yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta. Kepemimpinan yang unggul, individu yang berdedikasi dengan kemampuan bekerja di bawah tekanan dan kemampuan berkolaborasi dengan banyak orang. Partisipasi dalam kunjungan perusahaan ke perusahaan Coca Cola & Museum Bank Indonesia – Indonesia Banking School, 2013.

Referensi

Dokumen terkait