• Tidak ada hasil yang ditemukan

PESERTA DIDIK DI SMPN 2 JETIS

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "PESERTA DIDIK DI SMPN 2 JETIS "

Copied!
98
0
0

Teks penuh

Peran kepala sekolah sebagai motivator dalam meningkatkan prestasi non akademik siswa di SMPN 2 Jetis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran kepala sekolah sebagai motivator dalam meningkatkan prestasi non akademik siswa yang diperoleh dari perencanaan, pelaksanaan, dan hasil peran kepala sekolah sebagai motivator dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. SMPN 2. Jetis. Sumber data wawancara dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, wakil kesiswaan, pembina ekstrakurikuler, dan mahasiswa.

Latar Belakang Masalah

Sedangkan prestasi non akademik merupakan bukti sejauh mana penguasaan minat bakat seseorang berupa prestasi keikutsertaan siswa dalam lomba karya ilmiah, lomba, olah raga, senin dan penelitian. Dari uraian di atas, SMPN 2 Jetis merupakan lembaga pendidikan yang mampu bersaing dalam prestasi non akademik. Kepala sekolah hendaknya menggugah dan memotivasi siswa untuk menciptakan kemauan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dengan cara memberikan informasi dan motivasi agar siswa sadar akan pentingnya menambah prestasi non akademik untuk berprestasi dalam prestasi non akademik SMPN 2 Jetis untuk diwujudkan.

Fokus Penelitian

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui dan menganalisis peran kepala sekolah sebagai motivator dalam perencanaan peningkatan prestasi non akademik siswa di SMPN 2 Jetis. Untuk mengetahui dan menganalisis peran kepala sekolah sebagai motivator dalam pelaksanaan peningkatan prestasi non akademik siswa di SMPN 2 Jetis. Untuk mengetahui dan menganalisis hasil peran kepala sekolah sebagai motivator untuk meningkatkan prestasi non akademik siswa di SMPN 2 Jetis.

Manfaat Penelitian

Sistematika Pembahasan

KAJIAN PUSTAKA

Kajian Teori

Perencanaan Peran Kepala Sekolah sebagai motivator untuk meningkatkan prestasi non akademik siswa di SMPN 2 Jetis. Implementasi peran kepala sekolah sebagai . motivator untuk meningkatkan prestasi non akademik siswa di SMPN 2 Jetis. Merencanakan peran kepala sekolah sebagai motivator dalam meningkatkan prestasi non akademik siswa di SMPN 2 Jetis Dalam pelaksanaan manajemen, tahap perencanaan merupakan tonggak awal dalam perumusan manajemen.

Menurut peneliti pemberian motivasi oleh kepala sekolah untuk meningkatkan prestasi non akademik siswa sesuai dengan teori yang peneliti peroleh. Hasil peran kepala sekolah sebagai motivator dalam meningkatkan prestasi non akademik siswa SMPN 2 Jetis Prestasi non akademik siswa SMPN 2 Jetis.

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir
Gambar 2.1 Kerangka Berpikir

Kajian Penelitian Terdahulu

Kerangka Pikir

METODE PENELITIAN

  • Pendekatan dan Jenis Penelitian
  • Lokasi dan Waktu Penelitian
  • Data dan Sumber Data
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data
  • Pengecekan Keabsahan Penelitian
  • Tahapan Penelitian

Wawancara pertama dilakukan secara terstruktur dengan tujuan untuk memperoleh informasi atau informasi secara detail dan mendalam tentang pandangan responden tentang peran kepala sekolah sebagai motivator dalam meningkatkan prestasi non akademik siswa di SMPN 2 Jetis. Pemberian dorongan dan penghargaan juga merupakan bagian dari semangat siswa untuk terus mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Dalam implementasinya, cukup menantang untuk memotivasi siswa agar tetap mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

Selain itu, pembagian ini akan menentukan derajat keterlibatan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler dan prestasi non akademik yang dicapai. Dengan keikutsertaan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler diharapkan mampu meningkatkan prestasi non akademiknya. Berdasarkan temuan peneliti, hasil peran kepala sekolah sebagai motivator dalam meningkatkan prestasi belajar siswa SMPN 2 Jetis meliputi beberapa hal, pertama peningkatan keterlibatan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler.

Keberhasilan kepala sekolah dalam meningkatkan prestasi akademik siswa tersebut tergantung pada keterlibatan asisten, pelaksana dan siswa itu sendiri. Merencanakan peran kepala sekolah sebagai motivator peningkatan prestasi akademik siswa dengan cara sebagai berikut: a) Upaya menyusun jadwal kegiatan ekstrakurikuler untuk penyelenggaraan dan pengaturan kegiatan. Mewujudkan peran kepala sekolah sebagai motivator dalam meningkatkan prestasi belajar siswa dengan cara memotivasi siswa berupa dorongan, peringatan dan pemenuhan manfaat, yang meliputi: a). waktu pelaksanaan pemberian motivasi.

Mufasirah, Strategi Refa Principal dalam Meningkatkan Prestasi Non Akademik Siswa SMAN 8 Banda Aceh UIN Ar-raniry Darussalam.

Gambar 3.1 Komponen dalam Analisis Data (interactive model)
Gambar 3.1 Komponen dalam Analisis Data (interactive model)

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Latar penelitian

Gajahmada, namun sekolah ini dulunya hanyalah sebuah sekolah masyarakat di daerah Karanglo, desa Ngasinan. Setelah itu, pada tahun 1986, SMP Negeri 2 Jetis berubah dari sekolah rakyat menjadi sekolah menengah pertama untuk anak-anak seperti sekarang ini. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa masa kepengurusan direktur telah mengalami 9 kali pergantian yang masing-masing memiliki program kerja yang berbeda.

Kepala sekolah pertama dipimpin oleh Bapak Isran, BA, kemudian dilanjutkan oleh Bapak Suherman, BA, kemudian Ibu Siti Nurjannah, S.Pd, kemudian digantikan oleh Pelaksana Harian (PLH). Tidak lama kepemimpinannya, kemudian dilanjutkan oleh Bapak Mulyono, S.Pd menjabat selama kurang lebih 3 tahun. Selanjutnya Bapak Dandun Santoso, S.Pd juga melanjutkan masa jabatannya sebagai kepala sekolah pada bulan November.

Kemudian program kerja dilanjutkan oleh Pelaksana Tugas (PLT) Bapak Sutarjo, M.Pd selama kurang lebih satu tahun pada bulan November 2017 – 21 Juli 2018, kemudian Ibu. Mimik Suko Wahyuni, S.Pd, M.Pd terhitung sejak Juli 2018 hingga Februari 2022, kemudian dilanjutkan (PLT) yaitu Bpk. Riduwan, M.Pd dari bulan Maret 2018 sampai dengan Mei 2022 dan dari bulan Juni sampai sekarang, tongkat estafet kepemimpinan direktur dilanjutkan oleh Bpk. Hari Prasetyo, S.Pd. SMA Negeri 2 Jetis merupakan sebuah lembaga pendidikan yang berada di kabupaten Ponorogo, tepatnya berada di Jalan Gajahmada No.13, Ngasinan Jetis Ponorogo. Di SMPN 2 Jetis terdapat 15 orang guru yang memiliki tugas mengajar sesuai dengan kompetensi atau keahlian masing-masing.

13 orang diantaranya berstatus kepegawaian sebagai guru tetap di SMPN 2 Jetis, dan 2 orang diantaranya masih berstatus guru tidak tetap (GTT). Jumlah guru di SMPN 2 Jetis ada 7 orang yaitu di lingkungan administrasi sekolah dan pedagog sekolah.

Gambar 4.1 Struktur Organisasi
Gambar 4.1 Struktur Organisasi

Deskripsi Data

  • Perencanaan Peran Kepala Sekolah Sebagai Motivator dalam Meningkatkan
  • Pelaksanaan Peran Kepala Sekolah Sebagai Motivator dalam Meningkatkan
  • Hasil Peran Kepala Sekolah Sebagai Motivator Dalam Meningkatkan Prestasi

Seperti yang diungkapkan oleh Rifqi Rahmatul Hidayati, siswa kelas 9. Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan tambahan yang dilaksanakan di luar jam sekolah. Tujuan pemberian motivasi adalah agar siswa dapat mengembangkan potensi dirinya dan mampu mencapai tingkat prestasi dalam kegiatan ekstrakurikuler yang diikutinya. Dengan dukungan dari berbagai pihak diharapkan tingkat kedisiplinan dan partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler akan lebih tinggi.

Kegiatan ekstrakurikuler sebagai penunjang bagi siswa harus dipersiapkan dengan baik, baik fasilitas maupun pelatihnya. Pembinaan dan motivasi membuat siswa cenderung lebih sadar, dalam artian mau mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan tidak bolos pelajaran. Meningkatnya jumlah siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler juga didukung dengan adanya kurikulum yang mewajibkan siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan minatnya.

Dengan pemberian reward kepada siswa yang mendapatkan juara diharapkan menjadi motivasi tersendiri agar selalu meningkatkan prestasi dalam kegiatan ekstrakurikuler. Dengan harapan dapat menjadi panutan bagi mahasiswa lainnya sehingga bersemangat untuk meraih juara. Dengan pemberian motivasi sebagai reminder kepada siswa maka sikap terhadap perubahan sudah mulai terjadi pada diri siswa.

Keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan ekstrakurikuler dapat dilihat dari kehadirannya, sehingga dengan memberikan motivasi diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan kedisiplinannya dalam mengikuti kegiatan kampus.

Gambar 4.2 perencanaan peran kepala sekolah sebagai motivator dalam  meningkatkan prestasinnon akademik peserta didik di SMPN 2 Jetis  2
Gambar 4.2 perencanaan peran kepala sekolah sebagai motivator dalam meningkatkan prestasinnon akademik peserta didik di SMPN 2 Jetis 2

PEMBAHASAN

  • Perencanaan Peran Kepala Sekolah Sebagai Motivator Dalam Meningkatkan
  • Pelaksanaan Peran Kepala Sekolah Sebagai Motivator Dalam Meningkatkan

Dengan bertambahnya siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler maka akan terjadi pula peningkatan prestasi non akademik. Implementasi peran kepala sekolah sebagai motivator dalam meningkatkan prestasi non akademik siswa di SMPN 2 Jetis Meningkatkan prestasi non akademik siswa di SMPN 2 Jetis Menurut Geor Menurut George R Terry Aktivasi atau implementasi merupakan upaya menggerakkan anggota organisasi untuk termotivasi dan berkeinginan untuk mencapai tujuan dan sasaran yang disepakati bersama. Kepala sekolah di SMPN 2 Jetis telah melakukan yang terbaik dalam hal ini, antara lain rutin memotivasi siswa saat upacara bendera dan membagikan tugas kepada siswa pendamping dan pembina sebagai pendamping kegiatan ekstrakurikuler.

Pemenuhan pembinaan bagi mahasiswa berprestasi non akademik dengan memberikan piagam, piala atau uang pembinaan telah dilaksanakan dengan baik. Adanya keterbatasan dana tidak menyurutkan semangat siswa untuk terus berlatih di kegiatan ekstrakurikuler dan mengikuti kejuaraan yang ada. Peningkatan keikutsertaan dalam kegiatan ekstrakurikuler diikuti dengan peningkatan prestasi non akademik dengan diraihnya juara-juara tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional.Kedua, pembinaan bagi siswa yang berprestasi non akademik.

Kepala sekolah dibantu oleh wakil presiden bidang kesiswaan dan pembina kegiatan ekstrakurikuler berusaha memotivasi siswa agar ketika menghadapi kesulitan atau masalah saling memberi dukungan atau solusi yang baik. terutama untuk meningkatkan prestasi non akademik. Kepala sekolah yang menjadi panutan siswa dibantu oleh asisten siswa dan pembina memberikan motivasi untuk menarik minat siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Semakin lama, dengan memberikan dukungan dan pembinaan kepada siswa yang berprestasi non akademik membuat siswa konsisten dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan kompetisi non akademik.

Informasi kompetisi bagi mahasiswa juga harus ditingkatkan agar semua mahasiswa mengetahui dan mengikuti kompetisi non akademik.

PENUTUP

Kesimpulan

Dengan kegiatan ekstrakurikuler yang bertujuan untuk mengadaptasi dan melatih bakat dan minat serta meningkatkan keikutsertaan dalam kompetisi prestasi non akademik. Waktu yang dihabiskan mengingatkan siswa untuk terus mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan mengikuti kompetisi non akademik 87 . baik berupa sarana dan prasarana dalam kegiatan ekstrakurikuler, menjadi semangat tersendiri bagi siswa untuk terus mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dan mengikuti lomba-lomba non akademik. Faktor penghambat yang dapat diatasi adalah kondisi fisik siswa yang kurang berprestasi akibat program full day school dan kurangnya sumber daya dari pihak sekolah untuk lomba ekstrakurikuler.

Saran

Penerapan Manajemen Kesiswaan dalam Meningkatkan Prestasi Non Akademik di SMA Kreatif 'Aisyiah Rejang Lebong, Jurnal Literasiologi, Vol. Zakky, Ahmad. “Peran kepala sekolah sebagai motivator di MA Muhammadiyah 1 Banjarmasin, Jurnal Koperasi Wilayah XI Kalsel,” No.26, (2016). Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Ponorogo Pedoman Penulisan Skripsi: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Ponorogo, Tahun 2022.

Nurhayati. Pemetaan School Origins et al., “Akademisi dalam Upaya Peningkatan Kualitas Input Mahasiswa Fakultas Ilmu Islam Universitas Islam Indonesia” 2 2021. Pendidikan-Universitas Negeri Malang dan Sejarah Seni, “Belantika Pendidikan dalam Meningkatkan Skolepræstation," Belantika Pendidikan 1, no.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Pendidikan Pramuka sebagai Pendidikan Ekstrakurikuler Wajib, Nomor 63 Tahun 2014, diakses 8 Februari 2023. Prim Masrokan Mutohar, Mengelola Mutu Pendidikan: Strategi Peningkatan Mutu dan Daya Saing Lembaga Pendidikan Islam, Yogyakarta: Ar- Ruz, 2013. Sri Setyati Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah, Motivasi Kerja dan Budaya Sekolah Terhadap Kinerja Guru SMK Negeri 1 Wonosari Gunungkidul, Jurnal Teknologi dan Pendidikan Kejuruan, Volume 22, Edisi 2, Oktober 2014, 65 Sri, Dewi, Peran Kepala Sekolah sebagai motivator dalam optimalisasi.

Gambar

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir
Gambar 3.1 Komponen dalam Analisis Data (interactive model)
Gambar 4.1 Struktur Organisasi
Tabel 4.1 Tenaga Pendidik dan Kependidikan SMPN 2 Jetis  NO
+7

Referensi

Dokumen terkait

As for the observation sheet using 10 core competence on pedagogical competence, namely mastering the characteristics of students, mastering learning theories and educational principles