• Tidak ada hasil yang ditemukan

PADA PESERTA DIDIK KELAS V DI SDN KEBONDALEM 02 JAMBU KABUPATEN SEMARANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PADA PESERTA DIDIK KELAS V DI SDN KEBONDALEM 02 JAMBU KABUPATEN SEMARANG"

Copied!
140
0
0

Teks penuh

Efektivitas Metode Kauny Quantum Memory Sebagai Upaya Meningkatkan Hafalan Juz Amma Pada Siswa Kelas V SDN Kebondalem 02 Jambu Kabupaten Semarang Tahun Pelajaran 2017/2018. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan metode Kauny Quantum Memory terhadap hafalan juz 'amma siswa kelas V SDN Kebondalem 02 Jambu pada tahun ajaran dan bagaimana keefektifan metode Kauny Quantum Memory dalam upaya peningkatan hafalan juz 'amma bagi siswa kelas V di SDN Kebondalem 02 Jambu tahun ajaran 2017/2018.

PENUTUP

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Menghafal al-Quran adalah perbuatan yang mulia, baik di hadapan manusia mahupun di hadapan Allah SWT. Ini dijelaskan dalam hadis Nabi yang mendedahkan kelebihan dan kehebatan mereka yang belajar membaca dan menghafaz al-Quran.

ةضريمثإض يفض ﻦضميحثرنلا دضبثعي و بعأ ي أيريقثأيوي: ليا قي

Rumusan Masalah

Cara penggunaan metode memori kuantum Kauny untuk menghafal juz 'amma bagi siswa kelas V SDN Kebondalem 02 Jambu tahun pelajaran 2017/2018. Bagaimana efektivitas metode Kauny Quantum Memory dalam upaya meningkatkan hafalan juz 'amma pada siswa kelas V SDN Kebondalem 02 Jambu tahun pelajaran 2017/2018.

Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui penerapan metode Kauny Quantum Memory dalam menghafal juz'amma siswa kelas V SDN Kebondalem 02 Jambu tahun pelajaran 2017/2018. Untuk mengetahui efektivitas metode Kauny Quantum Memory dalam upaya meningkatkan hafalan juz'amma pada siswa kelas V SDN Kebondalem 02 Jambu tahun pelajaran 2017/2018.

Manfaat Penelitian

Namun berbeda pada variabel independennya yaitu penggunaan metode hafalan Al-Qur'an dengan metode Kauny Quantum Memory (selanjutnya kita sebut KQM). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, tujuannya untuk melihat keefektifan, faktor pendukung dan faktor penghambat metode ODOA dalam menghafal Al-Qur'an.

Kajian Teori

Muhammad Syah Putra berkata, “Ketahuilah, sebenarnya menghafal Al-Qur’an itu fardhu kifayah bagi manusia”. Menghafal beberapa surat Al-Qur'an, seperti Al-Fatihah, hukumnya fardhu 'ain (wajib bagi setiap muslim).

Instrumen Evaluasi Hasil Belajar

Apabila jawaban siswa benar maka dikatakan siswa tersebut telah mencapai tujuan belajar yang kita ukur melalui butir soal. Namun jika jawaban yang mereka berikan salah berarti mereka belum mampu mencapai tujuan pembelajaran yang ingin kita ukur. Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa tes merupakan suatu alat ukur untuk memperoleh informasi tentang hasil belajar siswa, khususnya hasil belajar kognitif, mengenai penguasaan bahan ajar sesuai dengan tujuan belajar mengajar, memerlukan benar atau salah. jawaban.

Hasil belajar dan proses pembelajaran tidak hanya dinilai dengan tes saja, tetapi dapat juga dinilai dengan alat non tes atau non tes. Dengan teknik non tes, penilaian atau evaluasi hasil belajar siswa dilakukan tanpa menguji siswa, melainkan dilakukan dengan cara observasi sistematis (observasi), wawancara (interview). Teknik non tes umumnya digunakan untuk mengukur keefektifan aspek psikomotorik atau menilai hasil belajar siswa ditinjau dari sikap dan keterampilan.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Jenis Penelitian

Berbekal pengertian tersebut, kita dapat mengkaji pengertian PTK sebagai penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk meningkatkan kinerjanya sebagai guru guna meningkatkan hasil belajar siswa. Adanya permasalahan dalam PTK ini dipicu oleh munculnya kesadaran pada diri guru bahwa praktik yang dilakukannya selama ini di kelas mempunyai permasalahan yang perlu dipecahkan. Berbeda dengan penelitian konvensional yang mengumpulkan data dari lapangan atau objek atau tempat lain sebagai responden, PTK mengharuskan guru mengumpulkan data praktiknya melalui refleksi diri.

Menyimak uraian di atas, maka kunci utama dalam CAR adalah adanya tindakan yang berulang-ulang untuk mencapai perbaikan yang diinginkan. Tindakan atau tindakan ini dilakukan oleh orang-orang yang terlibat langsung dalam bidang restorasi, dalam hal ini adalah para guru. Untuk memperjelas kedudukan PTK, ada baiknya kita melihat perbedaan antara PTK dan penelitian formal sebagaimana disajikan pada tabel berikut.

Meski begitu, hasil penelitian ini tentunya dapat dicoba oleh guru lain dengan mempertimbangkan modifikasi yang berbeda tergantung kondisi kelas.

Setting/Lokasi Penelitian 1. Tempat Penelitian

PTK ini terdiri dari beberapa rangkaian tindakan yang tampak dalam kerangka sebagai berikut: amma masih rendah Peneliti belum. menggunakan metode Kondisi Awal KQM. Peneliti memaparkan materi hafalan pada juz 'amma yaitu Al-Balad ayat 1-10 dengan menggunakan alat peraga dan metode KQM. h) Saat memaparkan materi, peneliti membimbing siswa dalam menggunakan media pembelajaran. i) Peneliti memfasilitasi interaksi antar siswa, antara siswa dan peneliti, lingkungan dan sumber belajar lainnya. j) Peneliti memfasilitasi siswa dengan memberikan tugas dan berdiskusi untuk memunculkan ide-ide baru. k) Peneliti bersama siswa menyelesaikan tanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa. l) Peneliti mengoreksi kesalahpahaman, memberikan penguatan dan menyimpulkan. m) Alternatifnya, semua kelompok maju untuk mempresentasikan hafalan Al-Balad ayat 1-10. n) Peneliti melakukan penilaian atau refleksi terhadap pembelajaran. o) Peneliti memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran. p) Peneliti merencanakan kegiatan tindak lanjut. Setelah pelaksanaan dan observasi proses dan hasil pembelajaran, langkah terakhir adalah menganalisis dan membuat kesimpulan sementara tentang pelaksanaan pembelajaran pada siklus I, termasuk kemungkinan perubahan bentuk tugas berikutnya.

Tujuan pelaksanaan perbaikan pembelajaran II. Siklusnya adalah pelaksanaan tes pemahaman individu terhadap materi pembelajaran juz 'amma. Setelah selesai kegiatan perbaikan pelaksanaan pembelajaran pada II. Pada siklus tersebut peneliti dan mitra guru membuat kesimpulan akhir dan mendiskusikan hasil analisis untuk kegiatan selanjutnya dalam meningkatkan pembelajaran.

Sumber Data

Metode Pengambilan Data

Dalam kegiatan penelitian ini yang diamati adalah keaktifan peneliti sebagai guru, keaktifan siswa serta dampaknya terhadap hasil belajarnya. Lembar observasi ini digunakan untuk mengamati aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran pada siklus I dan siklus II. Dalam hal evaluasi, peneliti menggunakan tes lisan dan tes tertulis dan objeknya adalah siswa kelas V SDN Kebondalem 02.

Fungsi pelaksanaan tes ini adalah untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami dan menguasai materi yang disampaikan selama proses pembelajaran.

Analisis Data

Indikator Keberhasilan

Hasil Penelitian

Pada tahap pra siklus ini peneliti hanya mengamati motivasi belajar siswa sebelum menggunakan metode Kauny’s Quantum Memory (KQM) dalam kegiatan pembelajaran. Dalam tindakan ini peneliti menggunakan lembar observasi untuk menilai motivasi siswa sebelum menggunakan metode KQM. Mengingat pada siklus II ini nilai ketuntasan minimal (MCS) telah tercapai dan prestasi belajar siswa mengalami peningkatan, maka penulis menilai tidak perlu mengulangi tindakan tersebut.

Hasil analisis evaluasi hasil belajar siswa pada tahap pendahuluan ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Bersamaan dengan pelaksanaan kampanye, guru melakukan observasi terhadap siswa pada siklus I, hasilnya aktivitas belajar siswa meningkat, dimana hasilnya lebih baik dibandingkan sebelum siklus. Sedangkan di akhir kegiatan, guru melakukan evaluasi yang tujuannya untuk mengetahui tingkat pembelajaran siswa.

Yaitu dengan mengamati aktivitas siswa yang meliputi aspek keaktifan, perhatian dan hasil belajar.

Grafik Perolehan Nilai Peserta Didik Siklus II
Grafik Perolehan Nilai Peserta Didik Siklus II

Pembahasan

Sebelum memasuki metode yang akan digunakan dalam proses pembelajaran, guru terlebih dahulu menjelaskan kepada siswa pengertian metode KQM dan bagaimana pembelajaran dengan metode ini berlangsung. Telah dikemukakan sebelumnya bahwa alasan dilakukannya penelitian tindakan kelas ini adalah rendahnya hasil belajar siswa BTQ dalam menghafal juz ‘amma berdasarkan pre-test yang dilakukan penulis. Pada awal pembelajaran nilai rata-rata hanya 66,36, siswa yang tuntas sebanyak 10 orang dengan persentase 54,54%.

Penulis merasa dengan menggunakan metode KQM dapat meningkatkan prestasi belajar siswa karena pada metode ini siswa lebih terlibat dalam pembelajaran dan cenderung tidak membosankan. Namun dalam praktiknya masih terlihat siswa merasa bingung dan kurang memahami apa pun tentang model pembelajaran ini. Siklus kedua merupakan puncak penelitian, apakah siswa pada siklus ini dapat meningkatkan hasil belajarnya atau tidak.

Hal ini ditandai dengan peningkatan aktivitas/antusiasme siswa dan peningkatan nilai mean pada saat evaluasi.

Kesimpulan

Dengan menggunakan metode KQM mampu meningkatkan semangat dan kegairahan siswa dalam mengikuti pembelajaran dari awal hingga akhir, selain itu siswa juga tidak bosan, karena selama ini metode yang sering digunakan, cenderung berupa ceramah yang dapat membosankan bagi siswa. Prasiklus: siswa yang mendapat nilai di bawah KKM (<70) berjumlah 5 orang, sedangkan yang mendapat nilai benar atau di atas KKM (≥70) berjumlah 6 siswa. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pada kegiatan pra siklus persentase nilai klasikal di bawah KKM adalah 45,46% dari 11 siswa.

Saran

Bagi pelajar: tingkatkan semangat belajar, karena dengan belajar kita bisa dengan mudah mencapai cita-cita dan menjadi orang yang beruntung. Bagi guru : jangan takut untuk menerapkan metode baru dalam mengajar, karena sesungguhnya metode yang bervariasi dapat menghindari kebosanan, sehingga paling tidak siswa selalu tertarik untuk mencoba sesuatu yang baru, asalkan langkah-langkah penerapan metode tersebut dapat dilakukan. dipahami. dan dilaksanakan dengan baik oleh guru. Bagi sekolah: untuk memperoleh hasil yang terbaik, sekolah hendaknya selalu memperhatikan kebutuhan guru dan siswa.

Tesis, Efektivitas Metode Hafalan Scud dalam Hafalan Alquran Santri Mukim Graha Qur'an Umbulharjo Yogyakarta. Tesis, Efektivitas Pembelajaran Metode Ummi Untuk Meningkatkan Kemampuan Hafalan Surat Pendek Siswa Kelas II SD Taquma Surabaya. Tesis, Penerapan Metode Tahfidzul Qur'an pada Santri Usia 6-11 Tahun di Pondok Pesantren Yanbu'ul Qur'an Kudus Jawa Tengah.

Afhandling, Efektivitas Metode ODOA (One Day One Verse) Dalam Menghafal Al-Qur'an Siswa Kelas IV SDN Karangtengah Sukoharjo.

PRA SIKLUS

Kompetensi Dasar

Indikator

Tujuan Pembelajaran

Materi Pembelajaran

ممييحمررلا انمممحيررلا اللما اممسيبم

اههالوشس ه امهوه س س فمنهوه

اههالوهقمتهوه اههرهوجضفض اههمهههلمأ ه فه

اههاكشزه ن م مه حهلهفمأ ه دمقه

ههالوهغمط ه بس دضومضثه ت م بهذشك ه

Langkah-langkah Kegiatan 1. Kegiatan Pendahuluan

  • dan malam apabila menutupinya, اههاش ه غميه الذهإس لسيملشلالوه
  • dan langit serta pembinaannya, اههانهبه امهوه ءسامهس ش لالوه
  • dan bumi serta penghamparannya, اههاحهط ه امهوه ض س رملالوه

اههرهوجضفض اههمهههلمأ ه فه اههالوهقمتهوه

دسلهبهلمال الذهههبس مضس س قمأض لا

ن س يمنهيمع ه هضله ل م عهجمنه مملهأه

ن س يمدهج م نشلال هضانهيمدهههوه

Metode Pembelajaran

انداس ه لسوه

انداس ه لسوه 1

س س قمأض م ض

م لههمأه ك ت ض

ل ل حس الذهههبس

امهوه دهلهوه

ل م عهجمنه هضله

انهقملهخه س ه نملال

ا تهفهش ه وه

هضا دهجمنشلال

ةهبهقهعهلمال مهحهتهقمال لافه

Dan dia (bukan) termasuk orang-orang yang beriman dan berpesan-pesan supaya bersabar dan berpesan-pesan supaya menyayangi.

Anak pertama mengambil angka sesuka hati, kemudian menjawab dengan bahasa arab dan arti ayatnya, sedangkan anak kedua melanjutkan ayat tersebut. Sebaliknya, anak kedua memilih angka secara acak, kemudian menjawab dengan bahasa Arab dan arti ayat tersebut, sedangkan anak pertama melanjutkan ayat tersebut. Guru memberikan nomor secara acak, berebut menjawab bahasa arab ayat tersebut, dan anak yang lain menjawab artinya.

17 Dan dia tidak termasuk orang-orang yang beriman dan saling menasihati supaya bersabar dan saling berpesan supaya berkasih sayang.

ةسمهأهش م مهلمال ب م أ

ددللبلللا اذل بد ممسدقلأم لل هه ددللبلللا اذل بد

ل للحد تلنألوللل ههلل

لللل

دلللول ا ملول ددٍلداولول ددٍبلكل ىفد نل نللدا ا نلقلللخل دلقلللسه

اددبللل لدا مل تمكلللهلأل لمولقميل ددحلأل ل

لهمرليل مللل ن أل بمسلحليلأل

نديلنليلعل لهملل لعلجلنل ملللأل نديلتلفلشلول ا ندا سللدول

ةدٍبلقلرل كلفل ةدٍبلغلسلمل ىذد مدٍولليل ىفد مد طلإد ولألعه

ةدٍبلرلقلمل اذل ا مديتديل

ردبلصللا بد اوللصلاوللتلول اولنمملاءل نليذدللا نلمد ن لا كل ملثماا

اااا

ةدملحلرلملللا بد ل

اوللصلاوللتلولااااا

ةدنلمليلملللا بم صلأل كلئد ح ه لهۥو ل وأمو

وو

اورمفلكل نليذدللاول

دةدلصلؤلمل ردا نل ملهديلللعلةة

ةةةة

ددلـبـللا اذـههبد ممس د قلأم لـ ددلـبـللا اذـههبد حد تل للل ـ نأـوـ

نيلدـج ل نللا همنهيلدـه ـ وـ

ةـبـقـعـللا مـحـتـقلا لـفـ

Gambar

Tabel 1.1 Daftar  Nilai  Peserta  Didik  Kelas  V  SDN  Kebondalem 02
Tabel 4.8 Analisis   Hasil   Evaluasi   Peserta   Didik   Siklus
Grafik Perolehan Nilai Peserta Didik Siklus II

Referensi

Dokumen terkait

THE YOUNG CITIZEN December~ 1940 CHRISTMAS SPIRIT THE SPIRIT OF CHRIST- THE WIFE OF RIZAL Continued from page 458 MAS: I mean just this?. Continued from page 469 lowly I