• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peserta didik kelas X SMA Warga Surakarta ... - Spada UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Peserta didik kelas X SMA Warga Surakarta ... - Spada UNS"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

TEKNIK

RESTRUKTURISASI KOGNITIF UNTUK

MENINGKATKAN REGULASI DIRI PESERTA DIDIK KELAS X DI SMA WARGA SURAKARTA

Agnes Bella Safira Hayudita K3117003

http://www.free-powerpoint-templates-design.com

Seminar Proposal

(2)

P o k o k B a h a s a n

Kajian Pustaka, Kerangka Berpikir, Hipotesis Penelitisn

BAB II

02

Tempat dan Waktu Penelitian, Metode dan Desain

Penelitian, Variabel Penelitian, Subjek Penelitian, Teknik Pengambilan Subjek, Teknik Pengumpulan Data, Uji Validitas dan Reliabilitas, Teknik Analisis Data, Prosedur Penelitian

BAB III

03

Latar Belakang, Identifikasi Masalah, Batasan Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat

Penelitian

BAB I

01

(3)

BAB I

1

2

3

4

5

6

IDENTIFIKASI MASALAH LATAR

BELAKANG MASALAH

RUMUSAN MASALAH BATASAN

MASALAH

MANFAAT PENELITIAN TUJUAN

PENELITIAN

(4)

Latar Belakang Masalah

Berdasarkan pendapat yang dikemukakan oleh Hurlock (dalam Anggrayani, 2017:5) status yang dimiliki oleh remaja masih dalam tahap peralihan dan belum menetap pada suatu status yang paten karena mereka tidak lagi menjadi bagian dari anak-anak dan juga bukan lagi menjadi bagian dari orang dewasa. Agar remaja bisa menjadi seseorang yang mampu dan dapat berhasil dalam tahap perkembangannya maka remaja dituntut untuk dapat melakukan tugas perkembangannya. Tugas perkembangan tersebut menuntut seseorang untuk memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, psikomotor, dan kognitif.

Berdasarkan fenomena yang terjadi di lapangan, peneliti mendapatkan informasi dari hasil tanya jawab dan pengamatan dengan guru BK di SMA Warga Surakarta bahwa masih terdapat peserta didik baru yang sulit untuk menyesuaikan dirinya dengan lingkungan sekolah yang baru. Hal ini menyebabkan mereka merasa kesulitan dalam berkomunikasi dan bergaul dengan teman-teman barunya. Hal ini ditandai dengan siswa tersebut lebih memilih menyendiri disaat jam istirahat, tidak mau bergabung dengan teman-temannya, dan pasif dalam berkomunikasi.

Teori

Fakta

(5)

Terdapat peserta didik di SMA Warga yang masih kesulitan untuk melakukan kontrol terhadap dirinya

sendiri

3

Terdapat peserta didik di SMA Warga yang masih kesulitan untuk membangun komunikasi yang baik

dengan teman-teman baru maupun guru.

2

Belum dilaksanakannya teknik restrukturisasi kognitif untuk meningkatkan regulasi diri pada

peserta didik .

4

Terdapat peserta didik di SMA Warga yang belum bisa menyesuaikan diri dengan suasana belajar dan lingkungan

sekolah yang baru

1

Identifikasi Masalah

(6)

Batasan Masalah

Peserta didik kelas X SMA Warga Surakarta tahun ajaran 2019/2020

Perilaku regulasi diri peserta didik

Teknik restrukturisasi kognitif

Segi Obyek Penelitian

Segi

Subyek

Penelitian

(7)

RUMUSAN MASALAH

Apakah Pelaksanaan Teknik Restrkturisasi Kognitif efektif untuk meningkatan regulasi diri peserta didik?.

TUJUAN PENELITIAN

Melalui penelitian ini, tujuan yang ingin dicapai adalah untuk

menguji keefektifan Teknik

Restrukturisasi Kognitif efektif dalam

meningkatkan regulasi diri peserta

didik.

(8)

Manfaat Teoritis dan Manfaat Praktis

Melalui penelitian ini peneliti berharap agar pengetahuan dan pemahaman mengenai peran guru BK dalam meningkatkan regulasi diri peserta didik dalam mengikuti proses kegiatan pembelajaran dengan teknik Restrukturisasi Kognitif di SMA Warga Surakarta.

Bagi guru BK, sebagai rujukan layanan bimbingan dan konseling untuk membantu mengatasi rendahnya regulasi diri peserta didik dalam melaksanakan proses

kegiatan belajar di sekolah.

Bagi peserta didik, agar dapat menambah pemahaman terkait permasalahan yang ia hadapi setelah mengikuti proses konseling dengan guru BK

Bagi peneliti, sebagai acuan untuk mengetahui seberapa besar peran Guru BK dapat dimanfaatkan keberadaanya oleh peserta didik di SMA Warga Surakarta

Sebagai suatu rujukan untuk peneliti selanjutnya yang juga akan meneliti mengenai evektivitas Teknik Restrukturisasi Kognitif untuk Meningkatkan Regulasi Diri Peserta Didik

(9)

BAB II

1

3

4

KAJIAN PUSTAKA

HIPOTESIS KERANGKA

BERPIKIR

(10)

KAJIAN PUSTAKA

Pengertian Regulasi Diri

Menurut Albert Bandura konsep regulasi diri yaitu seseorang tidak dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungannya secara efektif selama ia dapat mengontrol proses psikologi dan kemampuannya (Fitriya & Lukmawati, 2016). Menurut Friedman &

Schustock (Pisani, 2017: 17) regulasi diri merupakan suatu proses dimana individu dapat mengatur pencapaian target dan tindakan yang mereka lakukan.

Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan oleh beberapa ahli tersebut maka dapat diambil kesimpulan bahwa regulasi diri merupakan kemampuan seseorang untuk melakukan kontrol terhadap dirinya sendiri dapat berupa kegiatan merencanakan, mengevaluasi perilaku sebelumnya, dan mengubah perilakunya menjadi perilaku yang baru serta memberikan suatu reward terhadap dirinya setelah target dari tujuan tersebut tercapai.

Menurut Ahli

Kesimpulan

(11)

KAJIAN PUSTAKA

Aspek Regulasi Diri

Berdasarkan pendapat Al- bert Bandura

1. Observasi Diri

2. Proses Penilaian 3. Reaksi Diri

Bentuk Bentuk Regulasi Diri

Berdasarkan pada pendapat Brown dan Ryan

1. Regulasi Amotivasi 2,. Regulasi Eksternal

3. Regulasi yang diproyek- sikan

4. Regulasi yang diidenti- fikasi

5. Perilaku yang secara in- trinsik termotivasi

Faktor Regulasi Diri

Menurut Zimmerman dan Pons

1. Individu

2. Perilaku

3. Lingkungan

(12)

Kajian Tentang Teknik Restrukturisasi Kognitif

CBT) adalah suatu pendekatan pada konseling modern yang didasarkan pada pemahaman diri konseli baik itu dari segi kognitif, perilaku dan juga

emosionalnya. Proses konseling ini mengajak konseli agar dapat memiliki pikiran yang terbuka sehingga segala perilaku dan pemikiran yang menyimpang dapat digantikan dengan pikiran yang lebih rasional.

Cognitive Behavior Therapy

Murk (Damayanti, 2016: 291) mengemukakan bahwa restrukturisasi kognitif, merupakan suatu teknik dalam konseling yang membantu konseli dalam membuka pikirannya menuju pikiran yang lebih luas dan lebih rasional yang tidak hanya bergantung pada sudut pandang dirinya sendiri saja.

Teknik Restrukturisasi Kognitif

Pemahaman yang sama antara konselor dengan klien, kolaborasi dan partisipasi aktif, berorientasi pada tujuan, berfokus pada kejadian saat ini, merupakan edukasi, berlangsung pada waktu yang terbatas, terstruktur, menggunakan berbagai teknik dalam pelaksanaannya

.

Prinsip-Prinsip CBT

Tujuan dari penggunaan teknik restrukturisasi kognitif adalah untuk merangsang pemikiran-

pemikiran yang leih rasional dan sesuai.

Konseling dengan teknik restrukturisasi kognitif bertujuan agar konseli dapat memahami bahwa terdapat sesuatu yang salah pada pola pikir yang dimilikinya.

Tujuan Teknik Restrukturisasi Kognitif

(13)

Tahap ketiga: Memantau Pemikiran Remaja melalui Thought Record.

Tahap kedua: Mencari dan menemukan pikiran irasional konseli

Tahap keempat: Intervensi Pemikiran Irasional Remaja menjadi Pemikiran yang Rasional

Tahap pertama: Melakukan asessmen dan diagnosa pada peserta didiik

Tahap-Tahap Teknik Restrukturisasi Kognitif

(14)

Kerangka Berpikir dan Hipotesis

Hipotesis

Ho : Tidak terdapat perbedaan peningkatan regulasi diri melalui teknik restrukturisasi kognitif pada siswa kelas X di SMA Warga

Surakarta

Ha : Terdapat perbedaan

peningkatan regulasi diri melalui teknik restrukturisasi kognitif pada siswa kelas X di SMA Warga

Surakarta

(15)

BAB III

1

2

3

4

5

6

METODE DAN DESAIN PENELITIAN TEMPAT DAN

WAKTU PENELITIAN

SUBJEK PENELITIAN VARIABEL

PENELITIAN

TEKNIK PENGUMPULAN DATA TEKNIK

PENGAMBILAN

SUBJEK

(16)

LANJUTAN BAB III

7

8

9

UJI VALIDITAS DAN

RELIABILITAS

PROSEDUR PENELITIAN TEKNIK

ANALISIS

DATA

(17)

Tempat Penelitian

Penelitian yang berjudul

“Teknik

Restrukturisasi Kognitif untuk Meningkatkan

Regulasi Diri Peserta Didik Kelas X di SMA Warga Surakarta”

mengambil tempat

penelitian di SMA Warga Surakarta yang

beralamat di Jalan Monginsidi No.17,

Tegalharjo, Kec. Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57128

Waktu Penelitian Tempat

dan Waktu

Penelitian

(18)

Metode dan Desain Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode penelitian Quasi Experiment (eksperimen semu), dalam metode ini terdapat kelompok kontrol, tetapi tidak berfungsi secara keseluruhan untuk mengontrol variabel-variabel tertentu yang berasal dari luar yang memengaruhi pelaksanaan eksperimen.

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan desain penelitian “Non equivalent

Control Group Design”. Dalam desain penelitian ini peneliti menggunakan

satu kelompok eksperimen dan satu kelompok pembanding yang keduanya

diawali dengan sebuah tes awal (pretest), kemudian kelompok eksperimen

tersebut diberi perlakuan (treatment). Tidak hanya sampai di situ, setelah

diberikan treatment kemudian penelitian diakhiri dengan sebuah tes akhir

(posttest) yang diberikan untuk kedua kelompok tersebut.

(19)

Variabel dan Subjek Penelitian

Sampel Penelitian

Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yang dijadikan sumber data adalah 10% dari dua kelas yang ada di SMA Warga Surakarta yaitu sebanyak 10 orang per kelas.

Populasi Penelitian

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Warga Surakarta tahun ajaran 2020/2021 yang berjumlah lima kelas dengan siswa sebanyak 149.

Variabel Bebas Variabel bebas merupakan variabel yang menjelaskan dan memengaruhi variabel yang lain.

Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik restrukturisasi kognitif.

Variabel Terikat Variabel terikat merupakan variabel

yang dipengaruhi oleh variabel bebas. Dalam penelitian ini variabel terikatnya adalah regulasi diri.

Variabel Penelitian

Subjek

Penelitian

(20)

Teknik Pengambilan

Subjek

Teknik Pengumpulan

Data

Uji Validitas

Uji Reliabilitas

Untuk mengetahui reliabilitas pada instrumen regulasi diri peneliti menggunakan bantuan program statistik SPSS 18 for windows. Reliabilitas dinyatakan oleh koefisien reliabilitas yang ditunjukkan dengan angka yang berada dalam rentang 0,00-1,00 (Azwar, 2000).

Pada penelitian ini pengujian validitas instrument menggunakan validitas logic. Validitas logic pada dasarnya mencakup validitas isi yang digunakan oleh peneliti untuk mencari kesinkronan antara teori dan aplikasi menurut para ahli sebelum instrument yang dibuat tersebut diujicobakan.

.

Teknik pengumpulan data dilakukan untuk mengumpulkan data dan informasi mengenai hal- hal yang dibutuhkan dalam penelitian. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dua teknik yaitu wawancara dan angket.

Subjek dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik pengambilan subjek purposive sampling, yaitu pemilihan subjek yang didasarkan pada pertimbangan tertentu, dalam hal ini adalah peserta didik yang sudah menunjukkan regulasi diri yang rendah..

(21)

Teknik Analisis Data

Uji Homogenitas

Setelah peneliti melakukan uji normalitas data dan hasilnya menunjukkan data yang berdistribusi normal maka langkah selanjutnya yang dilakukan oleh peneliti adalah melakukan uji homogenitas data. Tingkat homogenitas dapat ditentukan menggunakan distribusi F. Nilai F hitung ditentukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

F =

Uji Mann Whitney

Salah satu uji non parametrik adalah uji Mann Whitney, uji tersebut bertujuan untuk membedakan hasil kerja suatu kelompok yang terdapat dalam sampel ke dalam dua kelompok dengan meenggunakan suatu kriteria yang berbeda Sujarweni (Fauziah, 2013: 59).

Uji Normalitas Data

Uji normalitas data dalam penelitian berfungsi untuk mencari tahu apakah data tersebut berdistribusi normal atau sebaliknya, data penelitian dapat dikatakan memiliki distribusi normal apabila nilai yang diperoleh dari Kolmogorov- Smirnov Z lebih besar daripada nilai @ (0,05).

(22)

Prosedur Penelitian

(23)

THANK YOU

Referensi

Dokumen terkait