• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsep Adab Peserta Didik dalam Pembelajaran menurut Az-Zarnuji dan Implikasinya terhadap Pendidikan karakter di Indonesia

N/A
N/A
Hori

Academic year: 2023

Membagikan "Konsep Adab Peserta Didik dalam Pembelajaran menurut Az-Zarnuji dan Implikasinya terhadap Pendidikan karakter di Indonesia "

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Resume artikel

Konsep Adab Peserta Didik dalam Pembelajaran menurut Az-Zarnuji dan Implikasinya terhadap Pendidikan karakter di Indonesia

ALI NOER* SYAHRAINI TAMBAK** AZIN SARUMPAET*** *Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Riau (UIR) Pekanbaru Jl. Kaharuddin Nasution, No. 113, Perhentian Marpoyan Pekanbaru 28284

**Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Riau (UIR) Pekanbaru Jl. Kaharuddin Nasution, No. 113, Perhentian Marpoyan Pekanbaru 28284 e-mail: [email protected] ***Fakultas Agama

Islam (FAI) Universitas Islam Riau (UIR) Pekanbaru Jl. Kaharuddin Nasution, No. 113, Perhentian Marpoyan Pekanbaru 28284

Adab merupakan bagian pendidikan yang sangat penting yang berkenaan dengan aspek-aspek sikap dan nilai, baik individu ataupun berhubungan dengan sosial masyarakat. Adab yang baik akan memberikan pengaruh dalam kehidupan. Sehingga ada pepatah yang mengatakan “adab lebih tinggi dari ilmu”. Oleh karena itu Jurnal Al-hikmah Vol. 14, No. 2, Oktober 2017 ISSN 1412-5382 182 nilai yang terkandung dalam agama perlu diketahui, dipahami, diyakini dan diamalkan oleh manusia Indonesia agar dapat menjadi dasar kepribadian sehingga dapat menjadi manusia yang utuh Mengingat begitu

pentingnya adab dalam kehidupan, sampai hal terkecil pun mempunyai aturan tersendiri

Fenomena-fenomena yang terjadi dalam dunia pendidikan saat ini, sebagai cermin tentang merosotnya adab siswa dalam pelaku pendidikan, baik dari segi pimpinan pendidikan, guru dan peserta didik. Hal itu dapat dilihat dengan banyaknya siswa atau mahasiswa yang tidak mempunyai sopan santu dalam berbicara, berprilaku dan berpakaian yang tidak sesuai dengan konsep ajaran Islam, Jika kenyataan seperti ini terus terjadi, sudah dapat dipastikan generasi yang akan datang akan jauh dari pada adab dan etika. . Oleh karena itu, untuk memurnikan kembali kondisi yang sudah tidak relevan dengan nilai- 183 Jurnal Al-hikmah Vol. 14, No. 2, Oktober 2017 ISSN 1412-5382 nilai Islam, satu-satunya upaya yang dapat dilakukan adalah dengan kembali kepada ajaran agama yang terdapat di dalamnya nilai-nilai akhlak mulia Dalam sejarah Islam terdapat seorang yang mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap proses belajar, Beliau ialah syaikh Az-Zarnuji,dengan karyannya kitab Ta’limMuta’allim. Apa yang beliau tuliskan kemudian menjadi referensi dasar dari para santri (sebutan pelajar bagi siswa dilingkungan pondok pesantren) hingga saat ini. Terutama di pondok pesantren salaf. Diketahui bawa Az-Zarnuji g hidup sekitar akhir abad ke-12 danawal abad ke-13 M pada masa Bani Abbasiyah

Diantaranya isi kitab beliau membahas tentang 1/Adab Peserta Didik Dalam Pembelajaran

kitab Ta‟ lîm al-Muta‟ allim Az-Zarnuji l e b i h memfokuskan pembahasannya pada jalan atau persyaratan (metode) yang harus ditempuh guna memperoleh keberhasilan belajar. Oleh karena itu

(2)

sudah sepantasnya bagi para pencari ilmu harus mengetahui dan memahami syarat- syarat yang harus dipenuhi dalam mencari ilmu agar apa yang mereka harapkan bisa tercapai, yaitu mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan bisa mengamalkannya. Menurut Az-Zarnûjî adab belajar meliputi: Bagimana berniat dalam belajar, bagaimana memilih ilmu, guru, teman, dan ketabahan di dalam Jurnal Al-hikmah Vol. 14, No. 2, Oktober 2017 ISSN 1412-5382 196 belajar, kemudian bagaimana penghormatan terhadap ilmu dan ulama, bagaimana keseriusan, ketekunan, dan minat dalam belajar, permulaan belajar, tata tertib belajar, tawakal dalam belajar, dan wara‟ dalam belajar.

2. Niat saat belajar Menurut Az-Zarnûjî dalam kitab Ta‟ lîm-nya menyatakan bahwa belajar harus diniati untuk mencari ridha Allah, mengharap kebahagiaan di akhirat, menghilangkan kebodohan dari dirinya sendiri dan dari segenap orang-orang bodoh, menghidupkan agama dan melestarikan agama. Dari pendapat beliau di atas, AzZarnûjî sangat mengecam bagi para penuntut ilmu yang hanya bertujuan untuk keduniawiaan belaka. Beliau lebih menekankan pada tujuan ukhrawi karena pada hakikatnya dunia adalah tempat singgah singgah sementara dalam perjalanan menuju akhirat. Namun demikian, Az- Zarnûjî memperbolehkan mencari jabatan dengan pendidikannya dengan syarat hanya untuk menyeru kebaikan dan mencegah kemunkaran, menegakkan kebenaran dan mengagungkan agama bukan untuk kepentingan hawa nafsunya

Mungkin Cuma dua saja yang saya bisa rangkum untuk selebihnya bisa kunjungi jurnal atau artikel official dan linka saya beri di bawah judul trima kasih

Referensi

Dokumen terkait