• Tidak ada hasil yang ditemukan

PISANG DAN PRODUK OLAHANNYA - Spada UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "PISANG DAN PRODUK OLAHANNYA - Spada UNS"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

Secara amnya, genom A menyumbang aksara kepada buah meja (pisang), manakala genom B menyumbang kepada pisang yang diproses/matang. Batang pisang yang biasa kita lihat sebenarnya adalah batang semu yang terbentuk daripada pelepah daun yang tumbuh di pangkal dan berkumpul membentuk struktur berselang-seli yang padat rupanya sehingga kelihatan seperti batang. Batang pisang sebenarnya terdapat di dalam tanah dan kadangkala muncul sebagai bentuk ubi di permukaan tanah.

Berdasarkan cara konsumsinya, pisang dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu kelompok pisang (dikonsumsi langsung) seperti pisang ambon, pisang raja, pisang muli, dll, dan kelompok pisang raja (dikonsumsi setelah dimasak terlebih dahulu) seperti pisang kepok, tandung. pisang, pisang jantan. Musa Pardisiaca forma typiaca (Pisang Raja) merupakan pisang yang dapat dimakan setelah diolah, contoh: tanduk, uli, bangkahulu, kapas. Musa brachycarpa merupakan salah satu jenis pisang yang berbiji yang dapat dimakan saat masih mentah, seperti pisang batu disebut juga pisang klutuk atau pisang berbiji.

Pisang mengandung nilai gizi yang cukup tinggi dengan nilai kalori sebesar 120 kalori serta dilengkapi dengan berbagai vitamin dan mineral. Penyerapan zat besi pada pisang hampir 100% diserap tubuh dibandingkan makanan nabati lainnya. Berdasarkan berat kering buah pisang, kandungan zat besinya mencapai 2 mg dan seng 0,8 mg per 100 gram.

Studi tersebut menyelidiki efek ekstrak buah pisang dalam melindungi sel saraf dari neurotoksisitas yang disebabkan oleh stres oksidatif.

RENCANA BISNIS MENJADI PRODUK YANG BERNILAI EKONOMI TINGGI ANEKA PRODUK OLAHAN PISANG

PROSES PRODUKSI 1. Kukis pisang

Masker Wajah: Campurkan 1 buah pisang tumbuk dengan 1 sendok teh madu dan 1 sendok teh air jeruk lemon, aduk hingga tercampur rata. Oleskan masker pada wajah yang sudah bersih dengan kuas secara merata ke seluruh bagian wajah.

PENYIMPANAN 1. Definisi

Es krim pisang yang merupakan produk buatan sendiri akan lebih mudah meleleh dibandingkan es krim biasa. Biasanya es krim buatan sendiri tidak mengandung krim atau susu sebanyak es krim yang biasa dijual di pasaran. Agar es krim kamu bisa bertahan lama, simpanlah dalam wadah kedap udara agar tekstur es krim tidak berubah dan tetap lembut.

Selain kedap udara, wadah yang Anda gunakan untuk menyimpan es juga harus berukuran lebar dan rendah. Hal ini dilakukan untuk mencegah terbentuknya kristal es yang dapat membuat es mengeras dan tidak lunak lagi. Jika Anda menyimpan es di dekat pintu freezer, udara hangat yang masuk saat pintu freezer dibuka dan ditutup akan menyebabkan es mudah mencair.

Oleh karena itu, simpanlah es krim di bagian belakang freezer yang suhunya cenderung stabil. Suhu ini menjaga kelembutan tekstur es krim dan mencegah pembentukan kristal es. Jagalah freezer Anda pada suhu tersebut agar es krim tidak mengeras dan tetap lembut saat dikonsumsi. Selain itu, es krim buatan Anda tidak akan mengandung bahan pengawet seperti es krim kemasan yang banyak dijual di pasaran.

Anda bisa mendapatkan rasa es krim buatan sendiri terbaik dalam waktu 1 minggu setelah pembuatannya. Lain halnya jika kue kering yang Anda santap lembut dan tidak renyah. Kue-kue yang seharusnya habis dalam waktu seminggu, ternyata tidak laku dan hanya teronggok di dalam toples.

Jika Anda lebih suka membuat kue sendiri, pastikan kue yang Anda panggang sudah benar-benar dingin sebelum dimasukkan ke dalam panci. Stoples kedap udara akan membantu kue yang Anda buat tetap renyah dengan mencegah masuknya udara luar ke dalam stoples. Jika kue kering langsung dimasukkan ke dalam wadah yang masih lembap, kue akan mudah lembek dan jamur akan lebih mudah menginfeksi toples Anda.

PENGEMASAN 1. Pengemasan

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa pengemasan adalah kegiatan perancangan dan pembuatan kemasan suatu produk, yang meliputi perancangan kemasan dan pembuatan kemasan produk. Sebagai wadah atau ruang yaitu untuk memudahkan penyimpanan produk baik berupa tepung, butiran, cairan dan gas, agar tidak tersebar dan memudahkan pekerjaan pada saat perpindahan atau pengangkutan. Selain untuk melindungi produk yang dikemas, kemasan juga berfungsi untuk melindungi lingkungan sekitar produk.

Bahan pengemas yang dipilih tergantung pada sifat produk dan kemampuannya dalam melindungi produk yang akan dikemas. Bahan dan bentuk pengemas yang tidak memenuhi persyaratan akan menurunkan mutu produk yang dikemas dan apabila terjadi kebocoran dapat menimbulkan bencana jika produk yang dikemas merupakan produk yang beracun atau mudah terbakar. Untuk melindungi produk dari air/udara, misalnya produk kering seperti kalsium karbida, kadar airnya harus rendah untuk menghindari reaksi kimia atau kerusakan yang disebabkan oleh mikroba dan bahan kemasan yang digunakan harus kedap air sehingga uap air tidak leluasa masuk dan keluar dari paket.

Produk-produk yang sensitif terhadap mudah bereaksi dengan oksigen, seperti makanan yang digoreng, dapat memilih bahan kemasan yang kedap terhadap oksigen, baik kemasan yang diisi vakum atau kemasan yang diisi dengan gas pengisi. Untuk melindungi produk yang mengalami proses karbonisasi seperti bir, Coca Cola, Fanta dan sejenisnya, maka harus dipilih kemasan yang kedap CO2 dan mampu menahan tekanan yang ditimbulkan oleh adanya CO2 dalam produk, yang akan meningkat jika produk tersebut suhu naik atau terguncang. Untuk mengemas produk yang ringan atau sensitif terhadap cahaya seperti bir, film foto, obat-obatan dan lain sebagainya, disarankan untuk menggunakan kemasan yang tahan terhadap cahaya tertentu, sehingga kerusakan pada bahan dapat diminimalkan.

Namun terkadang konsumen ingin mengetahui produk atau kemurnian produk yang dikemas, sehingga dalam hal ini perlu mencantumkan informasi mengenai produk tersebut. Produk yang mudah terserang serangga dan hewan pengerat dapat memilih bentuk kemasan yang tahan terhadap gigitan hewan pengerat atau permukaannya dibuat sedemikian rupa sehingga tidak ada bagian yang dapat dijadikan dasar untuk digigit, misalnya bagian tepi yang tajam dan lain sebagainya. . Untuk bahan yang mudah pecah seperti kaca, keramik dan telur dapat digunakan kemasan yang mampu menahan guncangan mekanis dan meredam guncangan.

Produk yang akan dipasarkan biasanya tidak dibawa langsung dari pabrik ke pengecer, melainkan melalui jalur. Yang dimaksud dengan efisien adalah memberikan perbandingan maksimum antara berat atau jumlah produk yang disimpan dengan satuan luas bangunan tempat penyimpanan, sehingga semakin tinggi akumulasi maka semakin tinggi pula efisiensinya. Produk yang baik adalah produk yang ekonomis, mudah digunakan, dan ramah lingkungan (sangat disarankan untuk menciptakan produk yang dapat didaur ulang).

DAFTAR PUSTAKA

Referensi

Dokumen terkait