PN|IGTTBIlIG
i;,,23 November
2A16,Ruang $idang Utama Rektorat
sd
-lJ
Ttrilas Neseri YogYakarta
Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling
"Penguatan Orientasi Nilai Bimbingan dan Konseling
dalam
sebaga i U paya
Pengembangan Karakter Generasi Muda lndonesia"
i
Diselenggarakan atas kerjasama:
Program Studi 52 Bimbingan dan Konseling Program Pascasarjana dan
Program Studi 51 Bimbingan dan Konseling Fakultas llmu Pendidikan
Universitas Negeri Yogyakarta
ii
Proceeding
Seminar Nasional
Bimbingan
danKonseling
Penguatan
Orientasi Nilai Dalam Bimbingan Dan Konseling
Sebagai Upaya pengem- banganKarakter
GenerasiMuda Indonesia
ISBN:
97 8-602-60594-0-6EditorAhli:
Prof. Dr. Edi Purwanta,
M.
Pd.Dr. Muh. Farozin,
M.
Pd.Penyunting:
Dr. Suwarjo,
M.
Si.Fathur Rahman,
M.
Si.Dr. Budi
Astuti, M.
Si.Agus Triyanto,
M.
Pd.Tim
Proceeding:NindyaAyu
Pristanti, S. Pd.YoctaNur
Rahman, S.Pd.Ruly Ningsih, S.Pd.
Ismail
Suny, S. Pd.Wahyu Purwadi, S. Pd.
Shufiyanti Arfalah, S.Pd.
Penerbit
danredaksi: \
Program Pascasarjana Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Yogyakarta
Jalan Colombo
Nomor I
Yogyakarta 55281Telp.
Direktw
(0274) 550835,Asdir/TU
(0274) 550836 Fax.(0274) 520j26
Laman: pps. uny. ac. id, Email : pps@uny. ac. id, kerj asama
pasca@yahoo. comCetakan pertama, Desember 2016 Hak cipta
dilindungi
undang-undangDilarang memperbanyak karya
tulis ini
dalam bentuk dan dengan cara apapun tanpaijin
tertulis dari penerbitKATA PENGAIITAR
Assalomu' alaikum w ar ahmatullahi w abarakatuh
Salm
sejahtera untukkita
semuaPuji dan syukur kita panjatkan ke
hadiratAllah
SWT, Tuhan Yang Maha Esa atas karunia-Ny4
Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling telah laksanakan pada Rabu, 23 November 2016 di Ruang Sidang Utama Rektorat Universitas Negeri Yogyakarta yang diselenggarakan oleh Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Yogyakarta.Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling
ini
mengangkat tema "Penguatan OrientasiNilai
dalamBimbingan
danKonseling
sebagai Upaya Pengembangan Karakter Generasi Muda Indonesia".Adapunnilai
yang dibahas adalahnilai
religius,nilai
sosiokultural,nilai
paedagogi, nilai psikologis dan nilai filosofis.SeminarNasional Bimbingan dan Konselingini diselenggarakan sebagai media sosialisasi dankomunikasi
hasilpenelitian
maupun hasil pemikiranteori
danpraktik
sebagaiwujud
penguatanprofesi Bimbingan
dan Konselingdi
Indonesia. Selainitu,
kegiatan seminarini juga
merupakan upayauniversitas
dalam melaksanakan salah satu dimbnsi tridharma perguruantinggi
yaitu penelitian.Melengkapi kegiatan ini, terkumpul sejumlah makalah artikel prosiding
dengan mengangkat temanilai
yang berbeda yang berasal dari mahasiswa, dosen dan praktisi.Besar harapan prosidingini
dapat memunculkan pemikiran-pemikiran baru terhadap pelaksanaan penelitian selanjutnya yang terkait dengan penguatan orientasi nilai bimbingan dan konseling.Semoga hasil seminar
ini
bermanfaatuntuk pendidikan Indonesia ke depannya.Was s alamual aikum w ar ahmatull ahi w ab ar akatuh.
Yogyakarta, 23 November 2016 Ketua Prodi Bimbingan dan Konseling
Dr. Muh. Farozin, M.Pd NrP. 19541123 198003
I
001111
DAFTAR ISI
Keylote
SpeakerNo. Judul Nama lnstansi Hal
I Sikap Peduli Kemaslahatan Konselor Sebagai Modal
Upaya Pengembangan Karakter Generasi Muda Indonesia
Dr. Triyono, M.Pd Universitas Negeri Malang
l-10
)
PenguatanNilai-Nilai
Filosofi sdan Pedagogis Bimbingan dan Konseling Sebagai Upaya Pengembangan Karakter Generasi Muda Indonesia
Prof. Dr.
Abdul Munir,
M.PdUniversitas Negeri Medan
I
l-18
A. Nilai
RelieiusI Peran Konselor dalam Menerapkan
Nilai
Religius dan DekandensiMoral
untuk Meningkatkan Karakter Generasi Muda Bagi Siswa .SMA
Veno
Dwi
Krisnanda Universitas Negeri Malangt9-24
2. Penerapan
Nilai
Religius dalam Bimbingan dan KonselinsHalimattussakdiah Universitas Negeri Malang
25-32
J.1 Penanaman
Nilai
Religius dalam Bimbingan Konseling untuk Mereduksi Kecemasan Siswa KelasXII
iMay
DanaIzati
Universitas Negeri Malang33-37
4.
Nilai-Nilai
Religius Teks, Sukarno dalam Pembangunan Karakter Bangsa IndonesiaRestu
Dwi Ariyanto
Universitas Nusantara PGRIKediri
38-46
5 Peran Bimbingan dan
Konseling dalam Implementasi Tarbiyah Project untuk
Meningkatkan Religiusitas Siswa
Caraka Putra Bhakti,
FuadAminur
Rahman,& Cecep Maulana
Universitas Ahmad
Dahlan
i 47-561V
6 Peran Konselor dalam Penguatan
Nilai
danMoral
Guna Membentuk Generasi vans RelisiusMuhammad
Nikman
NaserUniversitas Negeri Malang
57-63
7 Penguatan Pendidikan Karakter Dalam Bimbingan dan Konseling Sebagai Upaya Pengembangan Karakter Generasi Muda Indonesia
Chusnul Maulidyah
EA
Universitas Negeri Malang
64-73
8 Pemberian Layanan Bimbingan dan Kosneling
di
Sekolah BerbasisNilai-Nilai
Religius Sebagai Upaya Membangun Generasi BerkarakterAditya Tribana Wira, Yovian YustikoPrasetya,
&Yansen
Alberth
RebaUniversitas Negeri Yogyakarta
74-80
9
Implikasi
Pemikiran Al-Ghazali dalam Layanan Bimbingan dan KonselinsNurlaila
Qadriah YunanUniversitas Negeri Malang
8l-86
l0
Kaidah agamadalam mendorong perkembangan sikap remajaLiya
Husna Risqiyani,Nurlatifah Alauddin, Ratna
Fitriyani
Universitas Negeri Yogyakarta
87-94
11 Penguatan Orientasi
Nilai
Religius Dalam Bimbingan Dan Konseling Sebagai Upaya Pengembangan Karakter Generasi Muda IndonesiaYusuf Hasan Baharudin
Universitas Nahdlatul Ulama
Al-Ghazali
Cilacap95-100
B.
Nilai
SosiokulturalNo. Judul Nama lnstansi Hal
I "Perjumpaan Budaya"
(Arah dan Tantangan Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Perspektif Sosiokultural)
Ningsih Wismasari Ruly
Desy
Universitas Negeri Yogyakarta
10i-109
2. Integrasi
Nilai-Nilai
BudayaHibualamo
dalam Bimbingan KelompokJerizal Petrus Universitas Negeri Semarang
n0-124
J. Kerangka Konseptual
Konseling Multibudaya dalam Upaya Membina Generasi yang Berkarakter
Mirzalrawan
dan Nani BarorahUniversitas Negeri Medan
t25-132
4. Socio-Cultural Values
in
Guidance and Counseling as Character Development Efforts Young Generation to Face GlobalizationLue Sudiyono
IKIP
PGRI Watesr33-r42
5
Nilai-Nilai
Sosiokultural PerjuanganNyi
Ageng Serang dalam Upaya Pengembangan Karakter Rela Berkorban dan CintaTanahAir
Siswa KelasIV
Faridl Musyadad,
Atika Dwi
EvitasariAnita DewiAstuti
IKIP
PGRI Wates 143-15 16 Peningkatan Kompetensi Konselor Lintas Budaya dalam Memfasilitasi Pengembangan Karakter Generasi Muda
Arif Budi
Santoso Universitas Negeri Malang152-r60
7. Implikasi
Nilai
Sosiokultural dalam Penguatan Mult icultural
C ompete nc ie s C ouns eling Sebagai Upaya Pengembangan Karakter Peserta
Didik
Mawardi Djamaluddin
Universitas Negeri Malang
t6t-167
8 Peranan Budaya Panji dalam Pengembangan Karakter
Santy Andrianie Universitas Nusantara PGRI
Kediri
168-174
9 Bimbingan dan Konseling Berbasis Kearifan
Lokal
untuk Mengembangkan Karakter Muda IndonesiaIndah Lestari
&Santoso
Universitas
Muria
Kudust75-179
l0
Layanan Bimbingan dan Konseling Berbasis Budaya GorontaloWenny
Hulukati &
Maryam Rahim
Universitas Negeri Gorontalo
180-185
ll
KompetensiMultikultural
Konselor dalam Meningkatkan Jiwa Nasionalisme Generasi MudaNindyaAyu
Pristanti, Hartoho,&Yocta
Nur
RahmanUniversitas Negeri Yogyakarta
186-197
Q-.Nilai Pedagogis
No. Judul Nama lnstansi Hal
Bimbingan dan Konseling untuk Semua Siswa
Rini
Setiawati Universitas Pendidikan Indonesia198-207
2. Model Pembinaan dan
Pengembansan Kepala Sekolah
Agus
Munadlir IKIP
PGRI \fo'ates 208-2141J. Pengembangan Layanan Informasi Belaj ar Berbantuan Multimedia
Untuk
Meningkatkan Kebiasaan Belaiar Siswa
Awik
Hidayati Bimbingan dan Konseling-Univet Bantara Sukoharjo215-222
4. Analisis Faktor Lingkungan Sosial dalam Layanarr Bimbiean dan Konselins
Fathur Rahman Universitas Negeri Yogyakarta
223-229
n"lmri
Psikolosisilto.
fudul
Nama Instansi Hall Irylikasi
dan Konstruk Teori Penyusunan Instrumen KemampuanBerpikir Kritis
oadaRemaiaLucky
Nindi
RiandikaMarf i
Universitas Pendidikan Indonesia
230-236
L
Pentingnya Sebuah Pelatihan untuk Meningkatkan Empati Mahasiswa Bimbingan dan KonselinsI
Made Sony GunawanKIP Mataram 237-244
3- Peran Konselor
Mengembangkan
Nilai-Nilai
Karakter Calon konselor Sebaya dalam Perspektif PsikolosisAdinuringtyas
Herfi
Rahmawati.&Dhanang Suwidagdo
Universitas Negeri Yogyakarta
245-251
4. Pengaruh Konseling Kelompok Teman Sebaya Menggunakan Teknik Realita terhadap Konsep
Diri
Mahasiswa Universitas Neseri MedanZuraidalubis &
Lailian Khairiyah
Universitas Negeri Medan
252-259
5. Bimbingan Dan Konseling Sebagai Self -Service dalam Perkembangan Psikologis untuk Membangun Karakter Siswa
Firstalenda Susgaleni
Universitas Negeri Malang
260-26s
6.
Konseling Klinis
Dengan Menggunakan PendekatanAnalisis
Transaksional BagiIndividu Yang Memiliki
GangguanMental
Pada Guru SekolahMinggu
Hkbo Jakasampurna
Renatha Ernawati Universitas Kristen Indonesia
266-273
7. Penggunaan
Nilai Individual
dalam PengembanganDiri
(dalam Pekerjaan dan
Karir)
Sebagai Strategi IntervensiKarir
vans MenianiikanLedyana
Dwi Mei
SitungkirSan Putra
MiaAudinaAnanda
Universitas Negeri Yogyakarta
274-278
8. Karakteristik Ideal Konselor yang Mengedepankan
Nilai
Psikologis dalam Membentuk Karakter KonseliEni
Rahmawatiningtyas
Universitas Negeri Malang
279-286
9. Peran Serta Guru Bimbingan dan Konseling dalam
Pendidikan Karakter
Ronny Gunawan Universitas Kristen Indonesia,
287-291
10. Perbedaan Interaksi Sosial Peserta
Didik
Kelas Akselerasi dan Kelas ResulerSulistyo Widya Nugraha
Universitas Negeri Malang
292-30t
1l Strategi Konselor/Guru Bimbingan dan Konseling dalam Meningkatkan Keterampi lan Menetapkan Tuiuan Akademik Siswa
Dwi
Noviana Komsi Universitas Negeri Malang303-3 10
t2
Peran Konselor dalam Mengembangkan Pendidikan Karakter SiswaMelalui
Layanan Bimbinean Kelompok
Baiq
LinaAstini
Rahayu
Universitas Negeri Malang
3n-32t
l3
Pentingnya Pemberian Pelayanan Informasi dalam Peminatan untuk SiswaSMA
Wulida Firdausu
Ahla
Universitas Negeri Malang
322-329
t4
Ugensi Bimbingan Konseling Dalam Pembentukan Karakter Dan Kepribadian Siswa SMP di Kota BaniarmasinKasypul Anwar, Irhamni
Universitas Islam Kalimantan
330-336
15. Menumbuhkan Kesadaran Siswa
Terhadap Bahaya Merokok
Melalui
Konseling Kelompok RealitaAgus Zaqi Firmansyah
Pascasarjana, Universitas Negeri Malang
337-344
16. Mengurangi Perilaku
Prokastinasi Akademik
Melalui
Bimbingan Kelompok Role Playing- Assertive Training' Siswa SMPN
12 SurakartaGunawan Universitas Negeri Semarang
345-3s0
t7. Mengembangkan Sikap
Penerimaan Tanpa Syarat pada Siswa Normal
di
SekolahInklusi
Athia
Tamyizatun N,Agit
PurwoH.,&
Ferisa Prasetyaning
U
UN
Semarang 35 1 -35818. Kecerdasan Emosional dan Hasil
Belaiar \
Ilham
Khairi
Siregar,& JamilaUMSU
359-36319. Penggunaan Strate gi Informasi
Kognitif
untuk Membantu Siswa Menentukan KeputusanKarir
Aji
Prasetyo WicaksonoUniversitas Negeri Malang
364-369
20. Memaknai Kehidupan Sebagai Upaya Pengembangan Karakter Remaia
Ebtaniz
Zulwidyaningtyas
Universitas Nggeri Malang
370-374
21.
Konformitas terhadap Teman Sebaya dengan PerilakuAgresif
pada
RemaiaUlfaAmalia,& Erlin Fitria
Universitas Teknologi Yosvakarta
375-380
vl1l
n-
lilemberdayakan L ayanan Bimbingan Dan Konseling:Mengubah Perspektif
Untuk
Melayani Siswa (Suatu Tiniauan Psikoloeis)Muhammad
Nur
WangidUniversitas Negeri Yogyakarta
381-388
t3-
Peran GuruBK di
Sekolah dalam Menangani Dampak Psikolo gis Anak B erkebutuhan Khusus KorbanBullvins
Felix Nugroho Universitas Negeri Yogyakarta
389-396
24. Pandangan Orangtua Mengenai Pacaran pada Siswa SMP
Sugiyanto Universitas Negeri
Yowakarta
397- 403 25- Pentingnya landasan psikologi
dalam membentuk karakter muda Indonesia
Arista Kiswantoro
&
Richma Hidayati
Universitas
Muria
Kudus404-4r0
7t;- Pengaruh Pemberian L ayanan Bimbingan Kelompok
Terhadap
Budi
Pekerti Siswa Kepada GuruDi
SMP Swasta Gotons Rovons Kuala LanskatUmmuArdhiyah,
AnggiArum
Sari,&Devi Trianasari
Universitas Negeri Yogyakarta
4tt-420
27 Peran
Nilai
Sosiokultural dalam Bimbingan Kelompok Pada PesertaDidik
Sekolah Menengah PertamaAndikaAri
Saputra, PriyagungKukuh
Prabowo,&
Ismail SunyUniversitas Negeri Yogyakarta
42t-424
28.
Tingkat Kejenuhan (BumouQ Belajar Siswa SMA Kota Yogyakarta dan Faktor-Faktor PenvebabnvaSuwarjo
&
Diana Septi PurnamaUniversitas Negeri Yogyakarta
425-431
29.
Program Bimbingan Kelompok dengan Pendekatan Mentoring untuk MeningkatkanKemampuan Penyesuaian
Diri SMA
Sunardi
& Nur
MahardikaUniversitas
Muria
Kudus432-438
30. Konseling Analisis
Transaksional
dengan
\Teknik Role Playing untuk Meminimalisasi
Bullying
di Sekolah DasarPuspita Widya Wati Universitas Pendidikan Indonesia
439-444
31. Stop
Bullying
dengan Sikap Salins MensharsaiEmita Distiana SMP
N
15 Kota Pekalongan445-449 32. Pendidikan
Moral
Bagi Remajadan Implikasinya dalam Layanan Bimbingan Dan Konselins
Budi
Astuti
Universitas Negeri Yogyakarta450-458
JJ. Pengaruh Media Sosial terhadap Perkembangan
Etika
danMoral
pada Generasi MudaNurhasanah, Utami
Niki
Kusaini,&Risma
Dina
Universitas Negeri Yoryakarta
459-466
E:.Nilti iI
sdfis.ti,i :.||l | :. ' ;.;t: ..::. :::i;:..., :.t ;, r,|i12, ;ar;,,1r',
No. Judul Nama Instansi Hal
I Peran Konselor dalam Menanamkan
Nilai
Filosofi suntuk Membangun Karakter Generasi Muda pada Zaman
Poshodern
Ardian Renata Manuardi
Universitas Negeri Malang
467-472
...
PERAN SERTA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PENDIDIKAN KARAKTER
Ronny Gunawan
Program studi Bimbingan dan Konseling, universitas Kristen Indonesia e-mail : [email protected]
ABSTRAK
ktiap sekolah bukan hanya menyiapkan kurikulum yang berfokus pada ranah kognitif, namun juga menekonkan pada ranah afektif psikomotorik, konatrt dan religius. Tentunya pendidikan yang dimat{sud tebihfokus kepada pendidikanformal mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini, Sekolah Dasar sampai dengan Menengah Atas (SMA/SMK). Setiap pendidik hendaknya memiliki keterampilan untuk menyelami dunia anak usia sekolah, ogar dapat membentuk bahkan membangun karakter setiap peserta didif yaitu dari sisi kejiwaan dan spiritual.
kbelum membentuk dan membangun generasi yang berkarakter hendaknya setiap pendidik dalam hal ini
Lonselor bercermin terlebih dqhulu apakah telqh memiliki karakter yang siap ditransfer ke dalam pribadi setiap
rcerta didik. Kqrakter pendidik merupakan salah satu indikator dalam pembentukan karakter peserta didik, wtinya pendidik yang berkarakter memiliki sumbangsih bagi karakter peserta didik Oleh sebab itu pendidikan froaker yang seimbang adaptif dqn terkini bagi peserta didik pertu di mulai dari pribadi pendidik tertebih Mtulu.
Mah
meniadi tugas dan tanggungjawab bagi setiap guru BK untuk membentuk karakter setiap siswa yang adafi sekolah. Tanpa pendidikan karakter yang seimbang, adaptif dan terkini bagi generasi muda, maka sudah dapat
fustikan
bahwa bangsa tidak dapat melanjutkan pembangunannya. Oleh sebab itu menjadi tanggung jawab@i
setiap guru BK dalqm menyiapkan program Bimbingan dan Konseling berbasis pada pendidikan karakter K,na Kunci: Pendidikan Karakteri Guru Bimbingan dan Konseling, Peserta Didik, Generasi penerus$,nng ffihnus
ffiu
I- PENDAHULUAN
Dunia pendidikan saat ini sedang 0[cnghadapi tantangan
besaryang
harus ffihedapi, dimana dunia pendidikan saatini
d[fokuskanuntuk
melaksanakan programmerintah dalam menghasilkan
generasi umasuntuk tahun 2045. Generasi
emasmelakukan
aborsi2, dan kasus perceraian yang marak di Indonesia. Perhatikan datanya sebagai berikut: Di Indonesia terjadi 40 kasusperceraian
setiapjamnya. Hampir
seribu kasus perceraian setiap harinya. Yang lebihunik
lagi, menurut Wakil Menteri Agama RI Nasaruddin Umar (1410912013), sebanyak 70o/o perceraian terjadi karena gugat cerai dari
pihak istri. Artinya,2S dari 40
perceraian setiapjamnya itu
berupagugat cerai dari istri.
Kasus-kasustersebut terjadi
karenamerosotnya katakter
manusia.Terjadinya
kemerosotan karakter di sebuah bangsaaicn
berakibat pada kemerosotan aklhak bangsa yang berdampak pada pembangunan bangsa.Oleh sebab itu dunia pendidikan di Indonesia
menghadapi
tantanganyang cukup rumit 2
Data BKKBN 2014dipersiapkan tersebut merupa(an demografi
bangsaIndonesia
yang dipersiapkan sejakdini, yaitu mulai 2013 sampai dengan 2045,
agariki
generasiyang siap
membangunIndonesia yang berkarakter
dan Namun kenyataan yang ada bahwadi
ia pada tahun 2015 sekitar 50 orangI setiap hari karena Narkobal,
remaja berhubungan seks di luar nikah,
remaja Indonesia setiap tahun
r@{tl Indonesia, April 2015
287
untuk mempersiapkan generasi bangsa yang berkarakter.
Generasi yang berkarakter tentunya
dibangun
di
atas dasar pendidikan,di
manasetiap sekolah bukan hanya menyiapkan
kurikulum yang berfokus pada ranahkognitif,
namunjuga menekankan pada ranahafektif,
psikomotorik, konatif, dan religius. Tentunyapendidikan yang dimaksud lebih"fokus
kepadapendidikan formal mulai dari jenjang PendidikanAnak
UsiaDini,
Sekolah Dasarsampai dengan Menengah Atas (SMA/
SMK).
Setiap pendidik hendaknyamemiliki
keterampilanuntuk menyelami dunia
anak usia sekolah, agar dapat membentuk bahkan membangunkarakter
setiap pesertadidik,
yaitu dari sisi kejiwaan dan spiritual.Sebelum
membentuk dan
membangun generasi yang berkarakter hendaknya setiappendidik
dalamhal ini konselor
bercermin terlebih dahulu apakah telah memiliki karakter yang siap ditransfer ke dalampribadi
setiap pesertadidik.
Karakter pendidik merupakansalah satu indikator dalam
pembentukankarakter peserta didik, artinya pendidik yang berkarakter memiliki sumbangsih bagi
karakter pesertadidik. Oleh
sebabitu
pendidikan karakter yang seimbang, adaptif, danterkini
bagi pesertadidik
perludi
mulai dari pribadi pendidik terlebih dahulu.Sudah menjadi tugas dan tanggungjawab
bagi
setiap guruBimbiggan
dan Konselinguntuk membentuk karakter setiap siswa yang ada di sekolah melalui pemberian
layanan Bimbingan dan Konseling kelompok danindividual.
Tanpapendidikan
karakteryang seimbang, adaptif, dan terkini bagi
generasi muda, maka sudah dapat dipastikanbahwa bangsa tidak dapat melanjutkan
pembangunannya.Oleh
sebabitu
menjadi tanggungjawab
bagi setiap guruBK
dalammenyiapkan program Bimbingan dan
Konseling berbasis pada pendidikan karaliter.2. PEMBAHASAN
Berbicara peserta
didik
berarti be hidup manusia yangtidak
pemah lepas yang namanya karakter. Karakterkombinasi dari seluruh pribadi manusia
diperoleh dari
gen(bawaan), lingk
(keluarga dan sosial), danwaktu. Di karakter
ada temperamen yang tidak dirubah, namun manusia dapat meminisisi buruknya. Dalam
pengertian tersebut bahwa karakter didasarijuga
GEN.Ada 4 karakter yang
dimiliki
olehyaitu
Sangunis,Melankolis, Kolerik,
Flegmatis. Setiap karakter tersebutkelebihan dan
kekurangan? seperti tergambar pada gambar di bawahini:
Gambar Kelebihan dan Kekurangan
Manusia
Pendidikan Karakater yang
Adaptif
danTerkini
Melihat perkembangan
dangenerasi muda yang
adadi
I mana generasimuda
banyak dengannarkoba
danaborsi
(CNN
Indonesia,April
2015) dandalam
keluargadi
Indonesia (288
Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling Tahun 2016
BKKBN,
2014), maka pendidikan karakterperlu
diterapkan secara seimbang, adaptif,danterkini.
Pendidikan karakter yang seimbang merupakan pendidikan karakter yang
disesuaikan dengan situasi psikologis-sosial yang terj adi saat ini, yaitu pendidikan karakter yang menekankan pada generasi bangsa yang bebasdari
narkoba, seks bebas, dan aborsi serta perceraian. Dalam perkembangannya manusia membutuhkanpendidikan
sesuaidengan usiaperkembangannya, oleh sebab
itu
pendidikan karakter pun perlu diseimbangkan dengan usia peserta didik. Pendidikan karakter yang sesuai dengan usiaPeserta
didik
akan membawa efek yangsignifikan bagi
perkembanganpsikologis-
sosial pesertadidik
tersebut.Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia, kata
adaptif memiliki
arti mudah menyesuaikan(diri)
dengan keadaan. Setiap pendidik di sekolahmemiliki
tanggungjawabbukan hanya mengajar, melainkan juga
mendidik. Apapun dan bagaimanapun kondisi
peserta didik dimana pendidik tersebut bertugas perlu dapat menyesuaikan diri
dengan situasi psikologis-sosial peserta
didik
agar dapat membimbing peserta didik menurut kondisi yang mereka
miliki.
Perkembangan moral (dalam halini
karakter) pesertadidik merupakan tanggung jawab dari setiap
pendidik di sekolah, agar peserta didik tersebutmemiliki
karakter dalamdiri
mereka.Tiga
kebajikan yang dapat diberikan pendidik di sekolah dalam membangun kecerdasan morat peserta didik adalah: empati, hati nurani, dankontrol diri.
Tiga kecerdasan moral tersebut merupakaninti moral
yangdiberikan
gurubagi
perkembangan karakter pesertadidik.
Jika salah satunya tidak berkembangan
dengan baik, maka anak tidak terlindung dari pengaruh buruk yang menghampirinya;jika
ketiga hal tersebut lemah, anak seperti bom waktu yang suatu saat siap meledak3, namun3
Borba Michele. Membangun Kecerdasan Moral Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal: l0apabila ltetiganya berjalan dengan baik,
maka anak dapatmelihat
dan membedakan-^^^rif l^,- ,- - -?-!f t
mana yang
negatll
danposrtit.bagi diri
dan moralnya.Pendidikan karakter juga perlu
dikembangkan dengan pola pendidikan terkini
sesuai dengan perkembangan jaman masa kini, dimana kasus-kasus yang berkaitandengan moral perlu di update (terkini).
Setiap
pendidik diwajibkan
dapat mencari data-dataterkini
sebagai ilustrasi dan contoh dalam pendidikan karakter.Melalui
updatedata tersebut pendidik dapat membawa
setiap pesertadidik untuk mengikuti
ataumenjauhi setiap kondisi sosial yang
ada, sepertimenjauhi
seks bebas yang berujung pada aborsi.Membangun Karakter
PesertaDidik di
Sekolah Berbasis Pada AspekKognitif, Afektif, Psikomotorikn Konatif,
danReligius
Pendidikan karakter di sekolah berkaitan dengan
kurikulum
yang berlakudi
sekolah.Kurikulum sekolah hendaknya memiliki
nuansa pada pengembangan karakter bukan
hanya bernuansa pada kognitif
semata,di
mana setiap pesertadidik bukan
hanya diajarkan teori semata namunjuga bagaimana menerapkanteori
tersebut dalam kehidupansehari-hari. Kurikulum yang
menekankan pada pengembangankarakter
merupakankurikulum yang
menekankan pada aspekafektif, psikomotorik, konatif
danreligius
dibanding aspekkognitif.
Aspek kognitif
meliputi: perilaku dalam bentuk bagaimanaindividu
mengenal alamdisekitarnya,
seperti pengamatan,berpikir,
mengingat. Pada aspekkognitif ini
pengajar lebih menekankan pada penyajian keilmuanatau menyampaikan materi pelajaran, kadangkala pengajar lupa
memperhatikan daya tangkap pesertadidik
dalam penyajianmateri.
Pada dasarnya penyampaian materipelajaran pada aspek kognitif ini lebih
terfokus pada "bagaimana materi pelajaran289
Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling Tahun 2016
mendarat dalam
pikiran
pesertadidik
danlebih bersifat pengajaran'osatu
arah" (one way)Aspek afektif meliputi: perasaan
atau emosi,seperti senang, nikmat, gembira, sedih, cinta. Perlu diperhatikan oleh setiap pendidik bahwa tugas pendidik bukan hanya terfokus pada aspekkognitif
yang lebih banyak padapemikiran
semata,namun
ada aspek yang juga penting dalam sebuah proses pendidikan,yaitu
aspekafektif,
dimana setiap pengajarperlu memperhatikan sikap dan perilaku
pesertadidik.
Penekanan pada perubahanperilaku dalam
prosespendidikan
sangat ditekankan, sebab penguasaim materi sangatbaik namun perilaku negative bukanlah
sebuah keberhasilan dalam mendidik.. Aspek
psikomotorik meliputi:
gerakan,seperti berlari, berjalan, duduk.
Seorang pengajar perlu cekatan dalam meperhatikan bukan hanya kemampuan siswa pada bidangkognitif,
namun juga perlu diperhatikan oleh setiappendidik
bahwa kemampuan pesertadidik dalam bidang psikomotorik
ataus
kill.
Biasanya kemampuanpsikomotorik terdapat dalam materi yang berkaitan
dengan pembelajaran
di
luar kelas, seperti di laboratorium, lapangan olahraga, praktikum, dan sebagainya.Aspek konatif meliputi: dorongan dari dalam inidividu, seperti kemauan, motivasi,
kehendak,nafsu. Seiring
dengan kemampuan pesertadidik
dalammengikuti proses pembelajaran, seorang pengajar juga memerlukan keterampilan untuk
memmperhatikan aspek konatif setiap peserta
didik.
Aspek konatifjuga
merupakan salah satu factor pendukung keberhasilan pesertadidik
dalam belajar. Tanpa aspeknonatif-
hanya didukung oleh aspekkognitifsaja, maka peserta
didik
belum mencapai keberhasilan yang maksimal dalam belajar. Oleh sebabitu
seorang pendidik perlu bias membangkitkan aspek konatif dalamdiri
pesertadidik.
Aspek religius meliputi: pendidikan
keagamaan sesuai dengan agamayang
dimiliki
oleh peserta
didik.
Pendidikan keagamaan sekolah bukan hanya menekankan pada hafalan akan ajaran agama saja, tetapi menekankan pada bagaimana pesertadapat menerapkan
ajaran tersebut kehidupan setiap hari.Ketika
anak-anakberinteraksi kelompok, mereka
mengeksplorasinilai pribadi mereka,
kepercayaan, si keputusan-keputusan dan menerimabalik dari teman
sebaya mereka.proses pengungkapan perasaan ini, anak belajar keterampilan sosial secara
efektif memperoleh empati,
perhatian yang besar terhadap kebutuhan dan perasuurn laina.Oleh sebab itu guru Bimbingan Konseling memiliki peran
penting membangun dan mengembangkan pendiKarakter di sekolah, di mana guru perlu menyusun
sebuahprogram
Ibaik bimbingan
dankonseling pri kelompok berbasis pada
pengem karakter.Di
sisi yang lain ada teori pe yang berkaitan dengan penanaman karakter mengatakan bahwas:l.
Hubungan pendidik-pesertadidik bersifat
hangat, mendukung, dan percaya.2. Ruang kelas perlu menjadi yang peduli dan demokratis, di kebutuhan setiap peserta didik
kompetensi, otonomi, dan rasa terpenuhi.
3. Peserta didik akan membut kesempatan untuk mendiskusi
memperbaiki pemahaman merekanilai-nilai
moral dan carapada kehidupan sehari-hari di
Guru Bimbingan dan
Konse4
Sri Esti Wuryani Djiwandono. (2005).Terapi denganAnak dan Orangtua. Jakarta: PT.
Hal:.261
5
Larry P. Nucci & DarciaNarvaez. (2014).Pendidikan Moral dan Karakter. Bandung: Nusa Hal:-262
290
Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling Tahun 2016
menggunakan
teknik kontrol proaktif
dan reaktif untuk membantu anak-anak bertindak sesuai dengannilai-nilai
prososial dan yang meningkatkan (atau setidaknya tidak merusak) tujuan-tujuandi
atas. Teknik tersebut dapat diterapkan oleh guruBK
melalui pemberian layanan Bimbingan Kelompok di kelas serta dicatat dalam anekdot setiap siswa sebagai rekaman konseling.Borba memberikan tujuh kebajikan utama
yang dapat diikuti oleh setiap pendidik.
Ketujuh kebajikan tersebut sangat dibutuhkan anak untuk melakukan tindakan yang benar;
juga untuk
menghadapi berbagai tekanan yang bertentangan dengan etika, yakni6:l. Empati: Memahami dan merasakan
kekhawatiran orang lain2.
Nurani: Mengetahui danmenerapkancara bertindak yang benar3. Kontrol diri : Mengendalikan
pikiran dan tindakan agar dapat menahan
dorongan dari dalam maupun luar,
sehingga dapat bertindak dengan benar
4.
Rasahormat: Menghargai orang lain
dengan berlaku baik dan sopan
5.
Kebaikan hati: Menunjukkan kepedulianterhadap kesejahteraan dan
perasaan orang lain6.
Toleransi: Menghormati martabat danhak semuaorang meskipun keyakinan
dan perilaku mereka berbeda dengankita
7
.
Keadilan: Berpikirterbuka sertabertindak adil dan benarDalam pendidikan karakter, guru Bimbingan dan Konseling perlu kreatif
dalam menerapkan sistem pemberian R eward and Punishment. Sebagai contoh, penerapan pemberian dan pemotonganpoint bagi peserta
didik.
Setiap pesertadidik diberikan point
dalamjumlah
tertentu dan akan mengalamipengurangan point apabila melakukan
pelanggaran. Adapun penetapan pemberian
dan pengurangan point perlu ditentukan
melalui kebrjakan sekolah dan diinformasikan6
Borba Michele. Membangun Kecerdasan Moral.Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal: 9
kepada orangtua peserta
didik. Hal
tersebutperlu dilakukan
agar orangtua dan sekolah bersamaguru Bimbingan dan Konseling dapat bekerjasama dalam menerapkan
Reward and Punishment.
3. PENUTUP
Pendidikan karakter
merupakan unsur 'penting bagi pembentukan generasi penerusbangsa. Pendidikan karakter hendaknya dapat diterapkan dalam setiap institusi
pendidikan (dalam halini
sekolah). Sekolah hendaknyamenjadi pelopor utama
dalam pendidikan karakter penerus bangsa, di mana sekolahmemiliki
tanggungjawab
terhadap generasi penerus bangsa. Kemajuan sebuah bangsaterletak
pada generasi muda yang ada sekarang,yakni
generasimuda
yang berkarakter.Itu
semua terletak pada pesertadidik
pada masa sekarang. Tanggungiawabdalam membangun dan
mengembangkan pendidikan karakter tersebut terletak dalamdiri
semua guru khususnya guruBK,
karena guruBK memiliki
peran yang sangat penting dalam memberikan layanan Bimbingan danKonseling berbasis pada
pengembangan karakter.REFERENSI
CNN
Indonesia,20l5
DataBKKBN
2014Djiwandono Sri Esti Wuryani. Konseling
dan Terapi dengan
Anak
dan Orangtua.Jakarta: PT. Grasindo (2005).
Larcy P. Nucci
&
DarciaNarvaez. Handbook Pendidikan Moral dan Karakter. Bandung:Nusa
Media(2014).
Michele Borba. Membangun
KecerdasanMoral.
Jakarta:PT.
Gramedia Pus{aka Utamaz9l
ISBN: 978-602-60594-0-6
llilltllllxllllt[il il ltI ll