• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pohon dan Green Building

N/A
N/A
ajunlahiaro

Academic year: 2024

Membagikan " Pohon dan Green Building"

Copied!
58
0
0

Teks penuh

(1)

Tahun

mengabdi negeri

(2)

Dodi Nandika Surjono Surjokusumo Naresworo Nugroho

P O H O N

Green Building dan

(3)

CLIMATE CHANGE: THE BATTLE BEGINS

Chapter 1

The war against climate change pitches mankind against a global threat that vastly eclipses that of terrorism, in battles

that have already claimed the lives of hundreds of thousands of ordinary men

and women from every continent. And the really bad news is that ‘the world has only one generation, perhaps two, to save

itself’ (Roaf et al. 2009)

(4)

“Global warming is now known to be speeding up.

In 2005, global temperatures were 0.750C above the 1950 to 1980 average, and some sources are now predicting that by 2026 this may increase to 20C hotter than this average” (Hyde 2008)

(5)

Roaf et al. 2009

(6)

26 November – 7 December 2012

*) Pengurangan emisi gas rumah kaca mulai tahun 2015 untuk menahan agar suhu bumi tidak naik lebih dari 2oC

to decrease greenhouse emissions

(7)

Intergovernmental Panel on Climate Change 4

th

Assessment Report (2007) Findings

•IPCC recommendation :

To avoid 2 oC increase by CO2 emmision reduction:

40% by 2020 80% by 2050

Building sector has

greatest potential for CO2 reduction

lowest CO2 reduction implementation cost cost effective

HEAT ISLAND

(8)
(9)

Built environment impacts on its surrounds (Yeang 1995)

(10)

Hampir semua area terbangun (built environment) suhunya lebih panas (area panas lebih dari 50%)

Source: Study of Urban Heat Island Effect in Singapore (2004)

Surface Temperature Map (Image) of Singapore

(11)

Buildings are the biggest polluters on the planet, responsible for a far greater proportion of the carbon dioxide emission that get pumped into the atmosphere every year than cars, planes or factories. Just as we are urged to change our lifestyles to reduce our carbon footprint and consumption of water, there is a great deal we can do to convert our existing homes into greener, healthier place to live (Conran 2009)

(12)

Building inputs

40% of raw materials (by weight) are use in building

construction globally each year 36-45% of nation’s energy input is used

in buildings Building Outputs

20-26% of landfill trash is construction trash

100% of energy used in buildings is lost to the environment

Building inputs and outputs (Yeang 1998)

(13)

Sejak proses pembangunan sampai pemanfaatannya, bangunan gedung memang merupakan pengguna energi yang sangat besar sekaligus penghasil emisi gas rumah kaca yang dominan. Dalam tahap penyiapan tapak (land preparation, land clearing) dan pemasangan pondasi pancang (pile foundation) yang seringkali menghujam jauh ke dalam tanah (dengan bantuan alat berat) misalnya, ribuan Kcal energi digunakan, disertai emisi karbon yang cukup banyak ke atmosfir ……..

(14)

Mulai dibangun : 2004 Mulai beroprasi : 2012

Tinggi : 600 meter

Jumlah Lantai : 120 lantai (termasuk 20 lantai untuk mall) Kamar hotel : 800 kamar

Dilengkapi 2 juta lampu LED bertuliskan “Allahu Akbar

Konsumsi Listrik : >75 juta Watt

Abraj al-Bait

Mekah (Saudi Arabia)

(15)

Mulai dibangun : 2004 Mulai beroprasi :2010

Tinggi : 828 meter

Jumlah Lantai :160 lantai (termasuk 20 lantai untuk mall) Jumlah kamar : >1000 kamar

Konsumsi Listrik :>100 juta Watt

Burj Khalifa, Dubai

GEDUNG TERTINGGI DI DUNIA

(16)

Total Member - 37

Green Building  Major Issue

GBWorld Concerned

World Green Building Council

(17)

Green Movement……..!!!

(18)

ECO HOUSE

(19)

Reduce the usage of natural resources :

Energy Water Material

Minimize environment impact :

Waste Site

Improve indoor health & comfort :

Reduce SBS

Increase productivity

Green Building :

19

(20)

Kurniawati et al. (2011) mengungkapkan bahwa keberadaan pohon di pekarangan rumah

memberikan kontribusi 48,3% terhadap

terwujudnya rumah atau perumahan ramah lingkungan

*Rumah tinggal hemat energi water feature (24,2%), bangunan (10,9%), tapak (10,7%) perkerasan (10,7%)

Penelitian meliputi kajian thd 24 variabel pada desain rumah tinggal berikut tapak/ lingkungannya (termasuk keberadaan pohon di

pekarangan) berbasis model simulasi, dianalisis dgn menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) Methods

(21)

Model Rumah tinggal Tipe 45/120

(22)

Model Rumah tinggal Tipe 45/120

(23)

Model Rumah tinggal Tipe 45/120

(24)

Tiga Model/Tipe Rumah Tinggal

Site design (0,67) Building design (0,33)

Orientasi (0,130)

Tutupan lahan (0,323) Topografi (0,108)

Jenis tanah (0,087) Geo-biologis (0,139) Sistem utilitas (0,213) Jenis pohon(0,135)

Tata letak pohon (0,165) Jumlah pohon (0,195) Jarak bangunan (0,179) Kerapatan tajuk (0,1326) Air mancur (0,283)

Pengaruh Variabel Bangunan Rumah Tinggal dan Tapaknya terhadap Perwujudan Sustainable Housing/Green Building

Air statis (0,126) Air terjun (0,332) Air mengalir (0,260) Perkerasan (0,515)

Pagar & dinding (0,485)

Bentuk & konfigurasi (0,087) Bukaan (0,365)

Tritisan/overhang (0,167) Atap (0,182)

Dinding (0,076) Lantai (0,046)

Mekanikal & Elektrikal (0,077)

Tapak (0,107) Tanaman (0,483) Air (0,242) Perkerasan (0,058) Bangunan (0,109)

(25)

Keberadaan pepohonan mampu memperbaiki nilai intrinsik (intrinsic values) rumah/perumahan, baik pada aspek estetika/keasrian, kenyamanan, dan kesehatan lingkungan, antara lain melalui:

1. Mekanisme pembayangan (canopy effect) pohon memayungi area/ ruang di bawahnya dari sinar matahari langsung sehingga mengurangi derajat panas dan berpengaruh pada pendinginan udara sekitar

*Daun-daun menghalangi, memantulkan, menyerap, dan meneruskan radiasi matahari

2. Mekanisme evapotranspirasi pelepasan air dari permukaan daun mendinginkan permukaan daun dan mempengaruhi temperatur udara di sekitarnya

3. Mekanisme “selimut” kanopi pohon menghalangi pertukaran panas dengan daerah sekitarnya sehingga suhu lingkungan di sekitarnya terkendali (sejuk, hangat).

(26)

The value of trees

TREES  GREEN BUILDING

(27)

Produsen Oksigen *

Pencegah

Pencemaran (udara:

CO, H2S; suara)***

Penyerap gas rumah kaca, khususnya C02**

Pengendali iklim mikro (suhu, cahaya,

angin, dll)

(28)

Termasuk menunjang terwujudnya GB/sustainable housing; Hmpir tdk ada permkm tp phn peneduh; hmpir semua perushn menanam phn peneduh, GB berkembang

Trees …….

they add to the beauty and value of property

(Hartman et al. 2000)

*

Values kenyamanan, kesehatan, dan keseimbangan

(29)

A house with no trees near it looks hot in summer, appears unbalanced and suggests, however unjustly, a lack of interest on

the part of those who live in it

(Hartman JR et al. 2000)

(30)

Produsen Oksigen *

Pencegah

Pencemaran (udara:

CO, H2S; suara)***

Penyerap gas rumah kaca, khususnya C02**

Pengendali iklim mikro (suhu, cahaya,

angin, dll) Pencegah Erosi

(stabilisasi lahan)

(31)
(32)

Produsen Oksigen *

Pencegah

Pencemaran (udara:

CO, H2S; suara)***

Penyerap gas rumah kaca, khususnya C02**

Pengendali iklim mikro (suhu, cahaya,

angin, dll) Nilai Sosial

Pencegah Erosi (stabilisasi lahan)

(33)
(34)

Produsen Oksigen *

Pencegah

Pencemaran (udara:

CO, H2S; suara)***

Penyerap gas rumah kaca, khususnya C02**

Pengendali iklim mikro (suhu, cahaya,

angin, dll) Nilai Sosial

Nilai Ekonomi Pencegah Erosi (stabilisasi lahan)

(35)

Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir

yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan

yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuahdan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada

tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman

* Nilai Ekonomi

(36)

Bagian integral dari sustainable housing dan Eco City

PEPOHONAN

(37)

Mustahil tanpa Pohon*

*) “Pabrik” biologis ciptaan Tuhan Copenhagen, Melborne, Berlin, Gottingen, DenHag,

Tokyo, Kyoto, Roma, Singapore  POHON MENJADI ELEMEN PERMUKIMAN DAN PERKOTAAN

(38)

KONSEP HIJAU ~ KEBERLANJUTAN

KONSEP HIJAU memberi perhatian penuh pada penghematan lahan, bahan, dan energi (saving land, saving material, and saving energy).

KONSEP KEBERLANJUTAN keberlanjutan ekologis (lingkungan bio-fisik), keberlanjutan ekonomis, dan keberlanjutan kultural (sosial budaya)

KONSEP ECOCITY

(39)

UNEP  ISO 14001 TINGKAT KOTA

Promotion of Eco-office : penghematan energi; penghematan air;

pengurangan limbah padat; pendaur-ulangan bahan; Green

procurement; konservasi air-udara bersih; pengendalian bahan kimia

Promotion of Eco-Project : penggunaan-penggunaan bahan ramah lingkungan; peralatan yang ramah lingkungan; hasil daur ulang;

rekayasa hijau pada pekerjaan ke-PU-an; pengembangan teknologi hijau; promosi penghijauan.

Green City Planning : menyusun panduan hijau bagi ke PU-an dan perumahan; meningkatkan penggunaan transportasi umum;

membangun kapasitas; mengajukan sitem manajemen lingkungan bagi kota keseluruhan.

KONSEP ECOCITY

UNEP : United Nations Environment Programme

(40)

PERLINDUNGAN RTH & RTB

RTH: taman kota, lapangan OR, pemakaman, jalur hijau jalan-rel kereta api-sungai/kanal, lahan pertanian sawah- kebun buah-kebun campuran-pekarangan didesain untuk pertanian perkotaan ~

konservasi ex-situ bagi agro-biodiversity jenis lokal (indigeneous species).

RTB: sungai/kanal, kolam, situ, telaga dan danau perlu dilindungi atau bahkan bagi yang rusak harus direhabilitasi, dibuat embung- embung kota ~ reservoir.

KONSEP ECOCITY

JASA LANSKAP: penyerapan karbon, pendinginan udara, manajemen sumber daya air, konservasi

keanekaragaman hayati, serta keindahan lanskap.

(41)

PEMBANGUNAN KOTA YANG BERKELANJUTAN

• Security/safety: masyarakat dapat menjalankan kegiatannya tanpa takut terhadap gangguan, baik gangguan buatan

manusia maupun gangguan alami.

• Comfortability: menyediakan kesempatan setiap elemen

masyarakat mengaktualisasikan/mengartikulasikan nilai-nilai sosial budaya dalam keadaan damai.

• Productivity: menyediakan infrastruktur yang efektif –

efisien, memfasilitasi proses ekonomi produksi & distribusi dalam meningkatkan nilai tambah, untuk mencapai

kesejahteraan masyarakat/meningkatkan daya saing.

• Sustainability: menyediakan kualitas lingkungan yang baik, bagi generasi saat ini dan generasi yang akan datang.

KONSEP ECOCITY

(42)

Housing Development with Green Spirit ………

(43)

Green Wall

(44)
(45)

Eco Friendly Development ………

(46)

Source: Study of Urban Heat Island In Singapore (2004)

Environmental Responsiveness of the roof

Artificial Natural

Warmer Cooler

(47)

Gedung Perpustakaan UI, Depok

(48)
(49)

……. the large high-rise intensive building type, generally regarded

as being over 10 storeys and which can be of commercial, residential, hotel or mixed use

(Yeang, 1999).

(50)

Pohon

No matter what the reason – aesthetic,

ecologic, economic or sentimental – a tree is a sound investment.

(Hartman JR, Pirone TP, Sall MA 2000)

(51)

1 US$ = IDR. 14.000 R = Radius (Inch)

% Quality: based on visual stands, branch and canopy architecture

% Class: Using Pirone’s Trees Maintenance for shading trees:

Class I = 100%, Class II = 80%, Class III = 60%, Class IV = 40%, &

Class V = 20 %

% Location: Based on accessibility, strategic position, role &

usefulness as shading trees, etc.

N I L A I P O H O N

(52)

BANYAK POHON YANG “SAKIT”, TANPA TERDETEKSI

(53)

Luka Bakar 16.02%

Gerowong 9.52%

Perubahan Warna 9.10%

Kanker 16.45%

Mata Kayu 6.49%

Keropos 5.20%

Lain-Lain 23.37%

Sehat 13.85%

Kondisi Kesehatan Pohon Peneduh di Kota Bogor

(Penelitian pada Desember 2011 – Februari 2012)

SEHAT

86%

mengalami Deteriorasi

(54)

“DOKTER “ POHON

Saat ini kita perlu

(55)

Non-destructive Evaluation (NDE) For Tree Health Assessment

=Sonic Tomography=

(56)
(57)
(58)

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait