PROFIL KELOMPOK PERIKANAN
POKDAKAN SUKA CITA
(1.1.52.71.03.0515.0000
)
K ELURAHAN SELAGALAZ KECAMATAN SANDUBAYA KOTA MATARAM
PENYULUH PERIKANAN BANTU MUHAMMAD NASIR, S.Pi
SATMINKAL BALAI BESAR RISET BUDIDAYA LAUT DAN PENYULUHAN PERIKANAN PUSAT PELATIHAN DAN PENYULUHAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
BADAN RISET SUMBER DAYA MANUSIA KELAUTAN DAN PERIKANAN
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
2020
PROFIL KELOMPOK PERIKANAN
POKDAKAN SUKA CITA (1.1.52.71.03.0515.0000)
KELURAHN SELAGALAZ KECAMATAN SANDUBAYA KOTA MATARAM
PENYULUH PERIKANAN BANTU MUHAMMAD NASIR, S.Pi
SATMINKAL BALAI BESAR RISET BUDIDAYA LAUT DAN PENYULUHAN PERIKANAN PUSAT PELATIHAN DAN PENYULUHAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
BADAN RISET SUMBER DAYA MANUSIA KELAUTAN DAN PERIKANAN
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas berkat dan rahmat- Nya, Profil Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) SUKA CITA ini dapat diselesaikan. Profil kelompok ini dimaksudkan sebagai bahan informasi dan gambaran umum kelompok dalam melaksanakan fungsinya dalam mengembangkan usaha para anggotanya.
Secara umum Kelompok Pemudidaya Ikan memiliki peran strategis dalam pembangunan kelautan dan perikanan yang berkelanjutan, yang berfungsi sebagai wadah untuk proses pembelajaran bagi masyarakat pembudidaya ikan, baik dalam segi teknis maupun penerapan teknologi. Disamping itu juga berfungsi sebagai wahana kerja sama, unit penyedia sarana dan prasarana produksi, unit produksi, unit pengolahan dan unit pemasaran serta sebagai unit jasa penunjang.
Kegiatan Kelompok diharapkan mampu mendorong terwujudnya pelaku utama dan pelaku usaha perikanan menuju kehidupan lebih layak, berusaha yang lebih menguntungkan, dan kehidupan yang lebih sejahtera.
Mataram, April 2020 Penyusun
DAFTAR ISI
i. COVER LUAR ii. COVER DALAM iii. DAFTAR ISI
I. SEJARAH PENDIRIAN KELOMPOK A. Latar Belakang
B. Tujuan a. Visi b. Misi
II. DATA DASAR KELOMPOK
A. Nama dan Alamat Kelompok Kelautan dan Perikanan B. Peta Lokasi Kelompok
C. Penumbuhan dan Peningkatan Kelas Kelompok D. Pengurus dan Anggota Kelompok
III. STRUKTUR ORGANISASI
IV. PERKEMBANGAN USAHA KELOMPOK 1. Budidaya Air Tawar
a. Jenis Usaha
b. Komoditas Yang diusahakan c. Luas lahan Usaha Perikanan
d. Data Produksi Dan Produktifitas Kelompok e. Aset Kelompok Perikanan
f. Omzet Usaha Anggota Kelompok g. Program Kerja
V. DOKUMENTASI KELOMPOK VI. PENUTUP
I. SEJARAH PENDIRIAN KELOMPOK
A. Latar Belakang
Budidaya ikan air tawar merupakan salah satu subsektor yang diharapkan dalam mewujudkan misi kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan. Budidaya ikan air tawar di tingkat bawah berkontribusi terhadap kesejahteraan pembudidaya ikan dalam menjamin ketersediaan pangan rumah tangga, gizi dan kesehatan, penyedia lapangan pekerjaan dan pendapatan di pedesaan. Budidaya ikan air tawar bahkan pada skala tradisional berkontribusi terhadap pengurangan kemiskinan dan peningkatan pendapatan di beberapa wilayah dunia, antara lain di China, Indonesia dan Vietnam. Kondisi akuakultur Indonesia sendiri cenderung mengalami kenaikan produksi yang signifikan sejak tahun 2003.
Kondisi empiris menunjukkan karakteristik budidaya ikan air tawar di pedesaan didominasi oleh pembudidaya berskala usaha kecil, menerapkan teknologi konvensional, sulit meningkatkan produktivitasnya karena aksesibilitas rendah terhadap modal, teknologi, informasi dan pasar, serta rendahnya kapasitas. Proses produksi budidaya ikan air tawar mengindikasikan produksi berbiaya rendah dengan teknologi ekstensif dan semi intensif sesuai dengan keterbatasan sumberdaya yang dimiliki. Komoditas usaha yang dominan adalah ikan air tawar yang sebagian besar dikelola secara sederhana sampai semi intensif, terintegrasi di lahan sawah (mina padi) dan kolam air tenang pada skala kecil.
Strategi dan mekanisme yang efektif membantu pembudidaya ikan skala kecil dalam mengatasi keterbatasan dan tetap kompetitif pada perubahan lingkungan usaha adalah dengan aksi bersama melalui partisipasi dalam kelompok (FAO, 2011). Budidaya ikan
berskala kecil harus dikembangkan secara berkelompok dan pembudidaya ikan sedapat mungkin membentuk kluster (Shresta et al., 2012). Program dan kegiatan penyuluhan pun selalu mendorong pembentukan kelembagaan/organisasi berbasis masyarakat sebagai penyedia layanan di akar rumput. Pembudidaya ikan pada pendekatan kelompok memperoleh informasi bukan hanya dari penyuluh tapi juga belajar dari sesama rekan pembudidaya.
Pembudidaya ikan belajar tidak hanya dari mendengarkan saja, namun juga dari melihat dan melaksanakan dalam kondisi yang nyata. Dari arti lain Penyuluhan sebagai suatu sistempendidikan yang bersifat non formal di luar sistem sekolah yang biasa.
Pendidikan bagi masyarakat itu sendiri merupakan proses perkembangan pribadi, proses sosial, proses pengembangan keterampilan sesuai profesi serta kegiatan bersama dalam memahami ilmu pengetahuan yang tersusun dan dikembangkan dari masa ke masa setiap generasi bangsa. Dengan menace pada pengertian tersebut d atas penyuluhan adalah merubah prilaku seseorang dan keluarganya atau kelompoknya agar mereka mengetahui, menyadari, mempunyai kemampuan dan kemauan, serta tanggung jawab untuk memecahkan masalahnya sendiri dalam rangka kegiatan usahanya dan kehidupannya.
Partisipasi anggota dalam kelompok merupakan unsur utama dalam pencapaian tujuan dan keberlanjutan kegiatan kelompok.
Partisipasi aktif dalam kelompok diperlukan karena pembudidaya yang pada akhirnya berperan dalam melaksanakan kegiatan kelompok dan sifat saling ketergantungan antara anggota dengan kelompok. Komitmen dan kontribusi masing-masing anggota untuk mencapai tujuan bersama sangat penting bagi keberhasilan dan kelangsungan kegiatan kelompok. Memahami apa yang mendorong perbedaan tingkat partisipasi anggota kelompok menjadi prasyarat penting untuk meningkatkan kinerja kelompok dan pada ujungnya kinerja usaha pembudidaya ikan.
Keterlibatan bersama dalam manajemen kelompok menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan tata kelola sektor perikanan budidaya berskala kecil, memungkinkan pembudidaya untuk bekerja sama, meningkatkan produksi, mengembangkan skala ekonomi yang cukup, terlibat dalam rantai pasar modern, dan meningkatkan kehandalannya dalam produksi dan mengurangi resiko. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat partisipasi petani, tingkat kedinamisan kelompok dan tingkat kapasitas petani (Anantanyu 2009; Fischer dan Qaim 2011; Uprety 2003). Kondisi lainnya menunjukkan kecenderungan masih lemahnya kelembagaan petani di negara berkembang dan besarnya hambatan dalam menumbuhkan kelembagaan. Penelitian Anantanyu (2009) mengemukakan rendahnya kemampuan kelembagaan ini antara lain disebabkan oleh rendahnya partisipasi petani dalam mendukung keberadaan kelembagaan kelompok.
Kelembagaan pelaku utama perikanan merupakan kumpulan para pelaku utama yang terdiri dari nelayan, pembudi daya ikan, dan pengolah ikan yang terikat secara informal atas dasar keserasian dan kebutuhan bersama serta di dalam lingkungan pengaruh dan pimpinan seorang ketua kelompok pelaku utama kelautan dan perikanan. Kelompok ini dimasa lalu banyak sekali jumlahnya dan bisa menjadi perangkat pembangunan berbagai kelembagaan (kementerian) pada Pemerintah Pusat sampai Daerah.
Agar pengembangan budidaya air tawar melalui wadah kelompok dapat berkesinambungan maka perlu dibangun kemitraan antara swasta/pengusaha dan kelompok. Melalui sistem kemitraan yang dibangun, maka dapat terjadi komitmen hubungan saling membutuhkan dan saling menguntungkan. Dimana antarapembudidaya dengan pihak ketiga/pengusaha akan terjadi hubungan kerjasama seperti tersebut diatas demi keberlanjutan usaha. Dalam hal ini pihak swasta/pengusaha dapat berperan
sebagai pemasok sarana produksi (bibit, pakan, obat-obatan dan lainnya) serta pemasaran hasil produksi. Pembudidaya sebagai pelaku aktifitas pembudidaya dilapangan, akan dapat lebih terfokus untuk mengerjakan kegiatan pembesaran di bidang budidaya.
Peningkatan kemandirian kelompok tidak terlepas dari peran penyuluh perikanan yang menjdi patner kelembagaan pelaku utama. Ada 2 hal penting dalam mendorong terbentuknya kelompok pelaku utama yang mandiri dan berdaya yaitu proses penumbuhan yang partisipatif dan pengembangan yang berkelajutan.
Penumbuhan kelembagaan pelaku utama adalah proses inisiasi dan fasilitasi tumbuhnya suatu kerjasama yang bersumber dari kesadaran pelaku utama dengan cara bergabung dalam kelompok untuk meningkatkan taraf hidupnya dengan prinsif kesamaan kepentingan, sumberdaya alam, sosial ekonomi, keakraban, saling mempercayai, dan keserasian hubungan antara pelaku utama, sehingga dapat merupakan faktor pengikat untuk kelestarian kehidupan berkelompok, dimana setiap anggota kelompok dapat merasa memiliki dan menikmati manfaat sebesar-besarnya dari apa yang ada dalam kelompok.
Pengembangan kelembagaan Pelaku utama adalah upaya mewujudkan kelembagaan pelaku utama yang dinamis, dimana para pelaku utama mempunyai disiplin, tanggungjawab dan terampil dalam kerjarsama mengelola kegiatan usahanya, serta dalam upaya meningkatkan skala usaha dan peningkatan usaha kearah yang lebih besar dan bersifat komersial, kelompok pelaku utama dikembangkan melalui kerjasama antar kelompok dengan membentuk gabungan kelompok perikanan (Gapokkan), Asosiasi dan Korporasi. Undang-Undang 16 Tahun 2006 Tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan menyatakan, yang dikatakan Pelaku utama kegiatan perikanan adalah nelayan, pembudidaya ikan, pengolah ikan, pemasar hasil perikanan, dan
masyarakat yang melakukan usaha dibidang kelautan dan perikanan beserta keluarga intinya.
Penguatan kelembagaan dilakukan dalam wadah kelompok, karena kelompok merupakan wadah berhimpunnya para pembudidaya untuk mencapai suatu tujuan bersama. Dalam kelompok para pembudidaya diharapkan akan memahami struktur organisasi kelompok yang telah di bentuk, karena masing masing anggota kelompok mempunyai tanggung jawab sesuai dengan struktur yang di embannya. Melalui kelompok sebagai lembaga akan memiliki legalitas sebagai wadah pembudidaya dan akan lebih memudahkan untuk mendapatkan pembinaan baik oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Dengan demikian penguatan kelembagaan dilakukan dalam upaya pemberdayaan pembudidaya skala kecil guna meningkatkan produksi, yang diharapkan akan mendapat meningkatkan kesejahteraan pembudidaya ikan.
Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Suka Cita merupakan salah satu kelompok yang berada dikawasan atau di kecamatan yang pasokan air tawarnya melimpah, dengan komoditas perikanan air tawar yang memberikan warna dalam usaha perikanan budiaya. Kehadiran Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Suka Cita yang beralamat di Lingkungan Karang Kuluh Kelurahan Sayang sayang Kecamatan Cakranegara Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat dapat menjadi harapan. Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Sari berdiri pada Tahun 2017.
Sejarah terbentuknya kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) Suka Cita bermula dari keinginan yang sama antara
komunitas pembudidaya ikan di Lingkungan Karang Kuluh Kelurahan Sayang sayang Kecamatan Cakranegara untuk membuat suatu perkumpulan pembudidaya. Pada awal pembentukan kelompok belum berjalan dengan baik, setelah melalui proses yang
cukup panjang untuk menentukan pengurus, akhirnya terpilih beberapa orang kepengurusan. Akhirnya kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Suka Cita terbentuk dengan mengakomodasi kepentingan anggotanya sesuai dengan visi dan misi kelompok yang menjadi tujuan dan cita-cita luhur para anggotanya.
Peluang Usaha budidaya ikan air tawar masih terbuka lebar, saat ini kecenderungan masyarakat dunia mulai mengurangi konsumsi daging hewan seperti sapi karena beberapa alasan seperti mahalnya harga yang ditawarkan dan mulai beralih mengkonsumsi ikan sebagai sumber protein hewani. Salah satu sumber protein asal hewan air yang paling diminati pasar dunia adalah ikan ikan air tawar seperti Gurami. Negara yang pemasok ikan Gurami terbesar dunia adalah Cina, Indonesia, Thailand, Taiwan dan Filipina.
Meskipun demikian pasokan ikan Gurami dari Negara-negara tersebut masih belum mencukupi, sehingga peluang usaha budidaya ikan Gurami untuk mencukupi pasar tersebut masih luas.
Minat pasar untuk ikan Lele masih cukup besar, mulai ikan Gurami yang ukuran bibit sampai ikan Lele yang dikatagorikan sebagai ikan Gurami konsumsi semua pasar tersebut masih mungkin dimasuki, karena termasuk ikan konsumsi, ikan Gurami memiliki harga yang cukup terjangkau pasar. Ikan Gurami dapat dipasarkan melalui pasar dalam negeri dan pasar luar negeri.
B. Tujuan
Adapun tujuan dari didirikannya Pokdakan Sari antara lain:
1) Memperkuat kelembagaan pelaku utama/usaha perikanan sehingga organisasinya dapat menjadi salah satu lembaga penggerak ekonomi pedesaan;
2) Mengembangkan dan menumbuhkan di bidang budidaya ikan air tawar sebagai sumber pendapatan masyarakat;
3) Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan produksi, produktifitas dan pendapatan;
4) Membangun mekanisme pengambilan keputusan secara partisifatifdalam semua aspek pengelolaan sumberdaya kelompok;
5) Meningkatkan peran serta aparat, tokoh masyarakat dan kader perikanan dalam penguatan sektor perikanan
6) Membina kelompok untuk menggunakan lahan tidak produktif guna mempercepat pembangunan kelautan dan perikanan;
7) Membina kerukunan antar pelaku utama perikanan dalam komunitas kelompok yang saling bersinergi satu sama lain;
8) Memberikan perlindungan hukum terhadap pembudidaya perikanan;
9) Melakukan usaha-usaha lain yang berguna dan bermanfaat serta menunjang bagi kelompok dan masyarakat;
C. Visi dan Misi 1. Visi
Visi kelompok Pembudidaya ikan (Pokdakan) Suka Cita adalah Terwujudnya kelompok yang mandiri, berwawasan wirausaha guna meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat.
2. Misi
a) Membangun kemampuan pembudidaya ikan (Pokdakan) agar memiliki rasa percaya diri yang kuat untuk menghadapi kehidupan dan penghidupannya.
b) Memberdayakan pembudidaya ikan (Pokdakan) dalam usaha meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarganya.
c) Mengupayakan tumbuh dan berkembangnya iklim dan sistem pelayanan yang mendukung kegiatan usaha produktif pembudidaya ikan (Pokdakan).
d) Memperkuat kelembagaan pembudidaya ikan (Pokdakan) untuk meningkatkan kemampuan kerjasama, posisi tawar dan skala ekonomi usahanya.
e) Mewujudkan sumber daya manusia perikanan dan kelembagaan kelompok perikanan yang tangguh dan mandiri;
f) Meningkatkan daya saing produk perikanan di Kabupaten Lombok Barat dan Memanfaatkan potensi sumberdaya lokal secara optimal dengan memperhatikan kelestarian lingkungan.
II. DATA DASAR KELOMPOK
A. Nama dan Alamat Kelompok Kelautan dan Perikanan
1. Nama : Pokdakan Suka Cita
2. Nomor Badan Hukum : -
3. Alamat : Rt/Rw. 001/002
4. Lingkungan : Karang Kuluh 5. Kelurahan : Selagalas 6. Kecamatan : Cakranegara 7. Kabupaten/Kota : Kota Mataram 8. No.Telp/Fax Sekretariat : -
9. No.HP Ketua Kelompok : 081 805 715 700
10. Email : -
11. Koordinat : -8° 34,71268' 116° 8,20908' B. Peta Lokasi Kelompok : Pokdakan Sukacita
C. Penumbuhan Kelompok
1. Tanggal/Bln/Tahun Pendirian : 4, Mei 2015 2. Kelas Kelompok : Pemula
3. Nomor Sertifikat Pengukuhan : 35/KTR/-CKR/V/2015
D. Pengurus dan Anggota Kelompok
Kepengurusan kelompok merupakan perwujudan dinamika organisasi kelompok yang dapat menjadi penentu dalam perkembangan setiap kelembagaan pelaku utama. Kelompok yang tangguh dan mandiri kemungkinan besar ditopang oleh sosok peminpin kelompok yang bisa mengarahkan anggotanya sesuai dengan visi dan misi kelompok. Sejak dibentuk kelompok Pembudidaya ikan (Pokdakan) Suka Cita beranggotakan sebanyak 8 orang
Adapun anggota Pokdakan Suka Cita adalah sebagai berikut :
No Nama L/P Umur (tahun)
Pendidika
n terakhir Alamat Jabatan di kelompok
1
Suhaimi
L
45 SD
Lingkungan Nyangget Kelurahan Selagalaz Kecamatan Sandubaya Kota Mataram
Ketua
2
Sahrun
L
53 SMP Lingkungan Nyangget Kelurahan Selagalaz Kecamatan Sandubaya Kota Mataram
Sekretaris
3
Sahnan L 40 SD Lingkungan
Nyangget Kelurahan Selagalaz Kecamatan Sandubaya Kota Mataram
Bendahara
4
Yusnan
L 52 SD Lingkungan
Nyangget Kelurahan Selagalaz Kecamatan Sandubaya Kota Mataram
Anggota
5
Yumidah
L 47 SD Lingkungan
Nyangget Kelurahan Selagalaz Kecamatan Sandubaya Kota Mataram
Anggota
6
Harmain
L 33 SMA Lingkungan
Nyangget Kelurahan Selagalaz Kecamatan Sandubaya Kota Mataram
Anggota
7
Munasip
L 57 SD Lingkungan
Nyangget Kelurahan Selagalaz Kecamatan Sandubaya Kota Mataram
Anggota
8 Rodianto
L
46
SD Lingkungan Nyangget Kelurahan
Anggota
Selagalaz Kecamatan Sandubaya Kota Mataram
III STRUKTUR ORGANISASI Pembina
Penghulu Nyangget
PenyuluhPerikanan Muhammad Nasir, S.Pi
Ketua Suhaimi
Sekretaris Sahrun
Bendahara Sahnan
Anggota
1. Yusnan 2. Hamisdah 3. Hamain 4. Munasip 5. Rodianto
Peran dan Tugas Pengurus Pokdakan A. Ketua
Bertugas mengkoordinasikan, mengorganisasikan serta bertanggungjawab penuh terhadap seluruh kegiatan pokdakan dengan rincian sbb :
1. Melaksanakan hasil keputusan rapat anggota,
2. Memimpin rapat pengurus yang dihadiri pengurus pokdakan, pembina dan penyuluh pendamping,
3. Menandatangan surat menyurat dan dokumen pelaksanaan serta dokumen surat menyurat lain,
4. Mewakili Pokdakan dalam pertemuan dengan pihak lain, 5. Megkoordinasikan pelaporan dan pertanggungjawaban dana, 6. Memimpin organisasi dan administrasi Pokdakan
B. Sekretaris
Bertugas melaksanakan administrasi kegiatan pokdakan, dengan rincian :
1. Membuat dan memeliharan notulen rapat, berita acara, serta dokumen lain,
2. Menyelenggarakan surat-menyurat,
3. Menyelengarakan administrasi dokumen RUB (rencana usaha bersama), RUK/rencana Usaha kelompok, RUA/rencana usaha anggota dan keg. organisasi lain,
4. Menyusun laporan bulanan dan laporan tahunan kegiatan pokdakan.
C. Bendahara,
Bertugas menangani seluruh kegiatan administrasi keuangan pokdakan, termasuk penyaluran dan pengelolaan dana, dengan rincian sbb :
1. Melaksanakan penarikan/pencairan dana sesuai dengan jadwal pemanfatan oleh anggota,
2. Membukukan setiap pengeluaran dan pemasukan dana, 3. Menyimpan dan memelihara arsip pembukuan,
4. Menyusun laporan bulanan dan laporan tahunan keuangan pokdakan.
D. Pembina
Pembina adalah Lurah Setempat dengan tugas sbb :
1. Memberi masukan dan pertimbangan dalam penetapan RUB pada saat rapat angota,
2. Mengawasi pelaksanaan kegiatan pokdakan sesuai keputusan Rapt Anggota,
3. Memberi masukan dan pertimbangan dalam penumbuhan dan pengembangan unit usaha otonom pokdakan.
IV. PERKEMBANGAN USAHA KELOMPOK
a. Jenis Usaha : Budidaya Kolam Air Tenang
b. Komoditas yang diusahaka: Ikan Gurami,Nila dan bawal
Ikan Gurami merupakan salah satu komoditas perikanan yang sangat populer dimasyarakat. Karena selain Mudah di pelihara, rasanya enak, juga kandungan proteinnya cukup tinggi sehingga sangat membantu dalam program Usaha Peningkatan Gizi Keluarga (UPGK).
Kelebihan ikan Gurami tersebut diantaranya :
Mudah berkembang biak.
Sangat tahan terhadap perubahan lingkungan
Tahan terhadap serangan penyakit
Pemakan daun daunan (Herbivora) c. Luas Lahan Usaha Perikanan
Luas lahan usaha perikanan sebesar 1500 M², dengan rincian : No Nama
Anggota
Kepemilikan Lahan (M2/Ha
Status
Kepemilikan Jumlah Kolam Tambak Dll
(Keramba)
1 Suhaimi 200 m² - - Numpang 1
2 Serun 300 m² - - Numpang 1
3 Sahnan
400 m² - - Numpang 1
4 Yusnan 200 m² - - Numpang 1
5 Hamidah 100 m² - - Numpang 1
6 Harmain 100 m² - - Numpang 1
7 Munasip 100 m² - - Numpang 1
8 Radianto 100 m² - - Numpang 1
d. Data Produksi dan Produktivitas
No Komoditas Luas (m2)
Produksi (kg)
Produktivitas
(kg/m3) Keterangan
1 Nila 1500 15000 10 -
e. Aset Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Suka Cita
No Jenis Barang Jumlah Nama Pemilik Nominal (Rp)
1 Seser 3 Semua anggota 600.000
2 Waring Panen 5 Semua anggota 400.000
3 Serok 6 Semua anggota 420.000
4 Keranjang Produksi
3 Semua anggota
345.000
5 Ember 20 Semua anggota 400.000
6 Timbangan 1 Semua anggota 300.000
f. Omset Usaha Anggota Kelompok
Omzet Kelompok sebesar Rp. 375.000.000,- selama 1 tahun.
Dengan rincian :
No Nama Anggota Omzet per Tahun 1
Suhaimi
45.000.000
2
Serun
45.000.000
3 Sahnan 45.000.000
4
Yusnan
50.000.000
5
Hamidah
60.000.000
6
Harmain
45.000.000
7 Munasip 35.000.000
8
Radianto
25.000.000
TOTAL 375.000.000
g. Program Kerja
Pertemuan Rutin / rembuk Kelompok : ada / tidak ada 1 (satu) Kali/bulan
Pertemuan bulanan dengan penyuluh : ada / tidak ada 1 (satu) Kali/bulan
V. DOKUMENTASI KELOMPOK
VI PENUTUP
Penyusunan Buku Profil Pokdakan SUKA CITA diharapkan dapat menjadi acuan dalam pendampingan dan pembinaan usaha kelompok perikanan yang dilakukan oleh Penyuluh Perikanan .
Selain itu, buku ini merupakan salah satu bentuk publikasi resmi yang menggambarkan pengelolaan perikanan oleh Pokdakan SUKA CITA Lingkungan Karang Kuluh Kelurahan Sayang sayang Kecamatan Cakranegara Kota Mataram, mulai dari sejarah terbentuknya kelompok sampai perkembangan kelompok saat ini.
Semoga Buku Profil ini bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan.