PENDAHULUAN
Konteks Penelitian
Dalam dunia pendidikan, pola interaksi antara guru dan siswa sangat diperlukan dalam proses belajar mengajar di kelas karena. Dalam surah Abasa ayat 1-10, pola interaksi antara guru dan siswa menggunakan tiga pola interaksi tiga arah, yaitu komunikasi timbal balik antara guru dan siswa.
Fokus Penelitian
Tujuan Penelitian
Deskripsi pola interaksi dua arah antara guru dan siswa sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar pembelajaran IPS di kelas VII SMP Asy-Syarifiy Tempeh Lumajang. Deskripsi pola interaksi multiarah antara guru dan siswa sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar pembelajaran IPS di kelas VII SMP Asy-Syarifiy Tempeh Lumajang.
Manfaat Penelitian
Memberikan wawasan kepada siswa agar pola interaksi guru dengan siswa dalam pembelajaran IPS di kelas dapat lebih ditingkatkan sehingga minat siswa terhadap pembelajaran IPS meningkat dan siswa lebih antusias dan aktif di kelas. Memberikan wawasan kepada guru untuk berkomunikasi lebih dekat dengan siswa dalam proses pembelajaran di kelas.
Definisi Istilah
Ilmu sosial terbagi menjadi berbagai cabang atau disiplin ilmu seperti: sosiologi, geografi, sejarah, antropologi, ekonomi. Selain mempelajari ilmu-ilmu sosial di sekolah, kita juga bisa menerapkannya dan mengambil manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari dan di masyarakat.
Sistematika Pembahasan
Pembelajaran IPS merupakan suatu bentuk mata pelajaran yang membahas tentang konsep-konsep sosial atau berhubungan dengan manusia, tempat ekologi dan perubahan. Karena mempelajari ilmu-ilmu sosial bukan hanya tentang pembelajarannya saja, namun tentang pemecahan permasalahan yang ada disekitar kita.
KAJIAN PUSTAKA
Penelitian Terdahulu
Pola interaksi edukatif guru PAI dalam mengubah perilaku siswa kelas IX F MTsN 3 Malang. Pola interaksi antara guru agama Islam dan siswa sebagai proses peningkatan kedisiplinan siswa di SMAN 4 Bengkulu Selatan.
Kajian Teori
Menyapa siswa melalui berbagai pola interaksi yang baik antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran merupakan salah satu pengaruh terhadap pemahaman siswa dalam pemberian materi oleh guru melalui metode pembelajaran yang digunakan guru. Jadi dapat disimpulkan bahwa pola interaksi merupakan suatu bentuk, model hubungan antara guru dan siswa, sehingga dapat terjalin hubungan yang baik yang dapat menunjang proses pembelajaran yang fleksibel. Untuk menunjang proses pembelajaran di kelas maka diperlukan beberapa jenis model pola interaksi guru-siswa, antara lain: pola interaksi satu arah, pola interaksi dua arah, dan pola interaksi multi arah.
Pola interaksi multiarah ini tidak hanya melibatkan interaksi dinamis antara guru dan siswa, namun juga interaksi dinamis antara siswa satu dengan siswa lainnya. Saat menerapkan pola interaksi multi arah di kelas, guru menggunakan media pembelajaran berupa Video Based Learning tentang pembangunan berkelanjutan dan kelangkaan. Proses interaksi antara guru dan siswa sangat penting dalam pembelajaran karena tanpa pola interaksi maka proses pembelajaran tidak akan efektif.
Dalam proses tersebut, pola interaksi dalam pembelajaran IPS di SMA Asy-Syarifiy yang berada di bawah naungan pesantren juga menunjukkan bagaimana sekolah dan pesantren tersebut memenuhi kebutuhan dasar atau fisiologis para santri melalui cara tersebut. siswa wajib makan atau sarapan pagi sebelum berangkat sekolah agar perutnya kenyang dan kenyang.
METODE PENELITIAN
Pendekatan dan Jenis Penelitian
Lokasi Penelitian
Model interaksi satu arah antara guru dan siswa menggunakan metode ceramah pada saat pembelajaran IPS. Model interaksi satu arah antara guru dan siswa sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar pada pembelajaran IPS di kelas VII SMP Asy-Syarifiy Tempeh Lumajang. Pola Interaksi Guru Multiarah dengan Siswa Sebagai Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Pembelajaran IPS Kelas VII SMP Asy-Syarifiy Tempeh Lumajang.
Bagaimana pola interaksi dua arah antara guru dan siswa sebagai upaya peningkatan motivasi belajar pembelajaran IPS di kelas VII. kelas SMA Asy-Syarifiy Tempeh Lumajang. Pola interaksi satu arah antara guru dan siswa sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar Pembelajaran IPS di kelas VII. kelasnya cukup sukses. Pola interaksi guru dengan siswa yang searah sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar pembelajaran IPS di kelas VII. kelas SMA Asy-Syarifiy Tempeh Lumajang.
Pola interaksi dua arah antara guru dan siswa sebagai upaya peningkatan motivasi belajar pembelajaran IPS di kelas VII SMP Asy-Syarifiy Tempeh Lumajang.
Subyek Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Dengan menerapkan pola interaksi satu arah antara guru dan siswa sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar di kelas VII. kelas dalam pembelajaran IPS pada kurikulum terbaru, guru menggunakan metode ceramah pada saat pembelajaran di kelas. Dengan memperkenalkan pola interaksi dua arah antara guru dan siswa sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar pada kelas VII. kelas dalam pembelajaran IPS pada kurikulum terbaru, guru menggunakan metode tanya jawab dan membentuk kelompok belajar pada saat pembelajaran di kelas. Dengan menerapkan pola interaksi multi arah antara guru dan siswa sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar di kelas VII pada pembelajaran IPS kurikulum terbaru, guru menggunakan metode diskusi dan simulasi selama pembelajaran di kelas.
Pola interaksi dua arah antara guru dan siswa guru menggunakan metode tanya jawab dalam pembelajaran IPS. Pola interaksi guru dengan siswa yang multi arah menggunakan metode diskusi, penggunaan media berupa video dalam pembelajaran IPS.
Analisis Data
Metode dokumentasi merupakan alat pengumpulan data yang digunakan untuk mencari suatu hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip buku, surat kabar dan majalah. Data yang akan diperoleh melalui penelitian melalui dokumentasi ini meliputi dokumen-dokumen yang berkaitan dengan pembelajaran yaitu dokumentasi pola interaksi pembelajaran, daftar nilai tambahan dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan di Kelas VII SMP Asy Syarifiy Tempeh Lumajang. Model analisis data yang peneliti gunakan adalah model analisis. Kegiatan dalam analisis data kualitatif, menurut Miles dan Huberman dilakukan secara interaktif dan berlangsung terus menerus hingga selesai sehingga menimbulkan kejenuhan data.
Analisis data kualitatif dibagi menjadi tiga aliran kegiatan: memadatkan data, menyajikan data (Display Data) dan memeriksa/menyiapkan kesimpulan (Kesimpulan: menggambar/memeriksa). Temuan dapat berupa deskripsi atau gambar dari objek yang sebelumnya dikaburkan untuk kemudian diperjelas setelah penelitian. 56 Penutupan merupakan tahap terakhir dari proses pengumpulan data yang telah selesai.
Keabsahan Data
Pola interaksi dua arah antara guru dan siswa sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar pembelajaran IPS di kelas VII SMP Asy-Syarifiy Tempeh Lumajang. Bagaimana pola interaksi satu arah antara guru dan siswa sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar pembelajaran IPS di Kelas VII SMP Asy-Syarifiy Tempeh Lumajang. Pola interaksi satu arah guru dengan siswa sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar pembelajaran IPS di kelas VII berhasil dilaksanakan dengan menggunakan metode ceramah, terbukti dengan guru menjelaskan materi sesuai dengan yang diberikan (RPP).
Pola interaksi dua arah antara guru dan siswa sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar IPS di kelas VII. kelas berjalan maksimal, hal ini ditunjukkan oleh guru yang menggunakan metode tanya jawab saat menjelaskan materi di kelas. Bagaimana pola interaksi multiarah guru dengan siswa sebagai upaya menumbuhkan motivasi belajar pada pembelajaran IPS di. Berdasarkan data yang diperoleh dapat dipahami bahwa guru di SMA Asy-Syarifiy Tempeh Lumajang Kelas VII D menggunakan pola interaksi satu arah dalam pembelajaran IPS.
Pola interaksi multi arah guru dengan siswa sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar agar pembelajaran IPS di Kelas VII SMP Asy-Syarifiy Tempeh Lumajang dapat berjalan maksimal. Hal ini terbukti ketika guru menerapkan pola interaksi multi arah dengan metode diskusi dan simulasi.
Tahapan Penelitian
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA
Gambaran Umum Obyek Penelitian
Penyajian dan Analisis Data
Pembahasan Temuan
Dari teori tersebut konsisten dengan data yang diperoleh di lapangan bahwa guru IPS menerapkan model interaksi dua arah selama pembelajaran di kelas dan upaya guru dalam meningkatkan motivasi belajar dalam pengajaran IPS. Berdasarkan data yang diperoleh dapat dipahami bahwa model interaksi yang diterapkan di SMA Asy-Syarifiy Tempeh Lumajang Kelas VII D, guru menerapkan model interaksi multi arah dengan menggunakan metode simulasi atau diskusi. Dalam hal ini dihubungkan menurut teori model interaksi multi arah.Hubungan interaksi antar (Guru-Siswa, Siswa-Guru, Siswa-Siswa).
Pola interaksi satu arah antara guru dan siswa sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar pembelajaran IPS kelas VII di SMP Asy-Syarifiy Tempeh Lumajang telah berhasil diterapkan. Hal ini dibuktikan oleh guru. Setiap kali guru memasuki kelas, guru selalu memberikan motivasi kepada siswa berupa Ego – Involvement, selain itu guru juga menggunakan metode ceramah pada saat pembelajaran IPS. Pola interaksi dua arah antara guru dan siswa sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar pembelajaran IPS kelas VII di SMP Asy-Syarifiy Tempeh Lumajang sudah berjalan maksimal. Hal ini dibuktikan dengan menerapkan pola interaksi dua arah, guru menggunakan metode tanya jawab, namun guru biasanya membentuk kelompok belajar siswa.
PENUTUP
Kesimpulan
Selama proses pembelajaran, guru hanya menjelaskan dan menjelaskan materi kepada siswa. Materi yang disampaikan kali ini adalah tentang pembangunan berkelanjutan dan kelangkaan. Dengan menggunakan metode ceramah, siswa akan lebih fokus pada materi yang disampaikan dan guru saja. Hal ini terlihat ketika guru menjelaskan materi tentang kelangkaan dan sumber daya ekonomi. Selain itu Pak Muhlason juga memberikan instruksi bahwa kelompok mana pun yang sering menjawab akan mendapat tambahan poin serta apresiasi berupa pujian karena siswa sudah berani menjawab pertanyaan yang diajukan.
Kemudian guru menginstruksikan siswa untuk membentuk beberapa kelompok kecil, masing-masing kelompok menyiapkan makalah, setelah itu siswa bertugas menjelaskan isi video sesuai gaya bahasa masing-masing, kedua guru mengajukan pertanyaan yang berbeda kepada setiap kelompok.
Saran
Dibuka dengan salam dan mengajak memulai pembelajaran, mengecek kehadiran siswa sebagai sikap disiplin 2. Guru dan siswa menarik kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari mengenai peran kewirausahaan dalam membangun perekonomian Indonesia. Siswa membuat rangkuman/kesimpulan pelajaran tentang poin-poin penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru saja selesai.
Siswa dibentuk menjadi berbagai kelompok untuk berdiskusi, mengumpulkan, menyajikan kembali dan bertukar informasi mengenai hubungan antara kelangkaan dan permintaan-penawaran. Guru dan siswa menarik kesimpulan tentang hal-hal yang telah mereka pelajari mengenai hubungan antara kelangkaan dan permintaan pasokan untuk kesejahteraan dan persatuan.